Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 05 April 2016

Sistem Manajemen Emosi

0 komentar
Seperti diketahui emosi sangat berperan dalam menentukan hasil trading kita. Ketidakmampuan mengendalikan dan mengatur emosi bisa berakibat fatal. Karena emosi seseorang cenderung berubah-ubah, diperlukan sebuah sistem untuk mengatur dan mengendalikannya. Sistem management emosi (SME) atau emotion management system adalah salah satu dari 3 pilar utama dalam rencana trading, di samping sistem trading dan sistem money management.





Pengaturan dan pengendalian emosi adalah sebuah sub-system yang mesti Anda rencanakan. Perencanaan yang utama adalah harus bisa meredam sekuat mungkin emosi-emosi destruktif (destructive emotions) yang bisa membuat Anda menyimpang dari sistem, dan memperkuat emosi-emosi yang menguntungkan (beneficial emotions) yang bisa membuat Anda tetap berpegang pada sistem.

Jadi emosi yang sangat mungkin akan membuat Anda keluar dari sistem trading dan sistem money management harus Anda redam, meski tidak bisa dihilangkan sama sekali, dan emosi yang membuat Anda selalu cenderung mengikuti ke 2 sistem tersebut mesti Anda perkuat. Hendaknya Anda selalu berlatih untuk menonjolkan emosi yang menguntungkan ini ketika trading.

Dasar dari SME adalah tiap jenis emosi yang timbul menggunakan cadangan energi mental yang jumlahnya terbatas dan yang seharusnya tidak dihamburkan untuk hal-hal yang merugikan. Emosi adalah transformasi secara mental dari ide ke tindakan, oleh sebab itu diperlukan energi mental. Sebenarnya hasil trading Anda tidak berhubungan langsung dengan mental, hanya emosi akibat trading bisa melukai Anda secara mental.

Energi mental sangat diperlukan untuk mewujudkan sistem trading dan sistem money management, dan semestinya tidak dihamburkan untuk menanggapi emosi-emosi destruktif yang tidak bermanfaat bagi trading. Jika kita telah tahu kenyataan bahwa pergerakan harga pasar didistribusikan secara acak, maka kita tidak perlu risau pada hasil trading selama kita tetap berpegang pada sistem trading dan sistem money management yang telah teruji.

Emosi-emosi destruktif
Emosi destruktif yang paling kuat dan berbahaya adalah takut kehilangan uang. Rasa takut ini berasal dari kesadaran yang telah terprogram bahwa uang bagi kita terbatas dan merupakan komoditi yang sangat berarti. Tak bisa dipungkiri hampir semua orang menganggap uang sebagai simbol kehidupan dan kemerdekaan. Asosiasi ini secara mental sangat kuat sehingga kita cenderung mempunyai mekanisme otomatis untuk bertahan mati-matian guna melindungi komoditi yang sangat berharga ini. Ketakutan inilah yang menyebabkan trader menutup posisi sebelum waktunya (premature exit), atau memperkecil position size dari yang seharusnya direkomendasikan oleh sistem money management-nya, karena takut rugi. Biasanya hal ini terjadi setelah mengalami kerugian yang beruntun.

Emosi destruktif lainnya adalah serakah. Ini juga berasal dari kesadaran yang telah terprogram tentang begitu pentingnya memperoleh uang. Banyak trader yang merubah level target profitnya di tengah jalan, atau membiarkan posisi yang sedang profit terbuka dan tidak mematuhi aturan sistem trading yang digunakan. Yang agak ekstrem, trader takut kehilangan kesempatan masuk pasar hingga tanpa adanya sinyal ia membuka posisi trading, atau dengan tiba-tiba memperbesar position size dari yang seharusnya karena mengharapkan keuntungan yang lebih besar. Biasanya hal ini terjadi setelah trader memperoleh keuntungan yang berturut-turut.

Untuk mengatasi ke 2 jenis emosi destruktif tersebut Anda seharusnya:
  • Mengetahui bahwa ke 2 jenis emosi itu memang ada pada diri Anda sehingga Anda bisa mengantisipasi setiap kali salah satu dari ke 2 jenis emosi itu muncul ke permukaan.
  • Mengetahui bahwa pergerakan harga pasar didistribusikan secara acak sehingga Anda tidak akan pernah bisa memastikan trade mana yang akan profit dan mana yang akan loss.
  • Percaya bahwa sistem trading dan sistem money management yang Anda gunakan adalah yang terbaik. Jika Anda tidak mematuhi sistem tersebut berarti Anda tidak mempercayai diri Anda sendiri. Dan bila Anda kehilangan kepercayaan diri, Anda semestinya berhenti trading hingga kepercayaan Anda kembali pulih.  


Emosi yang menguntungkan

Selalu percaya pada sistem trading dan sistem money management yang digunakan adalah emosi yang sangat menguntungkan. Anda akan selalu mengikuti sistem tersebut sehingga eksekusi trading yang Anda lakukan benar-benar akurat sesuai dengan aturan sistem yang telah Anda buat. Emosi inilah yang seharusnya Anda latih sebelum benar-benar terjun ke pasar riil. Sebaliknya kurang percaya pada sistem trading akan menyebabkan eksekusi yang Anda lakukan selalu menyimpang dari aturan sistem yang pada akhirnya akan mempengaruhi kestabilan emosi Anda.
                                                     

Faktor disiplin sangat penting dalam trading, dan ini bisa diukur dari kualitas eksekusi yang sesuai dengan aturan sistem trading. Jika dibuat rumusan, disiplin adalah: (kepercayaan pada metode trading) atau (eksekusi sesuai sinyal trading yang tidak dilakukan). Semakin banyak sinyal trading yang Anda abaikan maka akan semakin kurang kepercayaan Anda pada sistem trading yang telah Anda buat, yang berarti Anda semakin tidak disiplin. Jika ini terus berlanjut maka Anda akan kehilangan kepercayaan terhadap sistem trading dan sistem money management yang telah Anda uji. Disiplin untuk selalu berpegang pada sistem trading sangat diperlukan terutama saat Anda mengalami kerugian yang berturut-turut (losing streaks).

Untuk memperkuat jenis emosi yang menguntungkan ini Anda harus bisa menghindari keterlibatan emosi pada setiap trade yang Anda lakukan. Secara emosional Anda harus bisa bersikap sama baik pada saat profit maupun pada saat loss. Dalam jangka panjang, sistem trading dan sistem money management yang Anda gunakan dan telah teruji tentu akan menghasilkan profit.

Metode manajemen emosi
Agar bisa memperkuat emosi yang menguntungkan, Anda harus memprogram kembali pikiran bawah sadar Anda untuk selalu berpegang pada sistem trading yang telah Anda buat. Salah satu cara adalah dengan menanamkan orientasi pada sistem trading bukan pada posisi trading. Tidak peduli apakah pergerakan harga sekarang sedang akan break high atau break low jika sistem trading Anda tidak menunjukkan sinyal buy atau sell maka seharusnya Anda tidak bereaksi. Selain itu selalu tanamkan bahwa sistem trading dan sistem money management yang Anda gunakan hasilnya akan Anda peroleh dalam jangka panjang.

Pergeseran cara berpikir tersebut bisa Anda lakukan dengan:
- Anda akan puas jika trade sesuai sinyal trading daripada puas karena profit yang akan Anda peroleh dari sebuah posisi yang Anda buka.
- Anda akan selalu melihat pada perkembangan balance account Anda dalam jangka panjang daripada melihat hasil tiap trade yang Anda lakukan.
- Anda akan takut kehilangan kesempatan trade sesuai sinyal trading daripada takut rugi pada setiap trade yang Anda lakukan.

Jika Anda selalu berpikiran negatif, dengan sistem trading apapun Anda akan sulit menghasilkan profit dalam jangka panjang. Selain itu diperlukan latihan dan waktu yang tidak sebentar untuk bisa mengatur dan mengendalikan emosi Anda dalam trading.

Sumber : www.forexhit.com - Emotion Management System
Seputarforex.com 
Read more...

Membuat Analisa Harian Rutin

0 komentar
Mungkin Anda sering membaca komentar para analis tentang pergerakan harga pasar hari ini dan prediksi untuk perdagangan besok, minggu depan atau bahkan bulan depan. Yang perlu Anda ketahui adalah para analis tersebut memberikan komentar dan prediksinya berdasarkan analisa trading chart yang dilakukan secara rutin setiap hari. Melakukan analisa pada trading chart adalah pekerjaan rutin seorang analis, dan biasanya dilakukan menjelang pergantian sesi perdagangan.

Sebenarnya analisa harian rutin adalah inti dari sebuah rencana trading. Anda akan mengetahui dinamika pasar yang selalu berubah melalui hasil analisa yang secara rutin Anda buat. Jika Anda dengan disiplin membiasakan untuk membuat analisa harian, maka tentu cara trading Anda akan berubah yang mengakibatkan hasil trading pada jangka panjang yang konsisten dan lebih baik.

Pada artikel ini dicontohkan bagaimana membuat analisa harian rutin yang sederhana namun cukup efektif. Yang mudah dilakukan adalah membuat analisa berdasarkan sifat pergerakan harga itu sendiri dan reaksi pasar terhadap level-level penting (resistance atau support). Meski contoh ini lebih didasarkan pada analisa teknikal, namun Anda bisa mengembangkannya untuk dikombinasikan dengan data-data dan berita fundamental yang sangat bisa mempengaruhi pergerakan pasar.

Pada umumnya pengaruh rilis data dan berita fundamental akan bisa lebih mudah dianalisa jika Anda telah mengetahui sentimen pasar berdasarkan sifat pergerakan harga saat itu. Seorang fundamentalist biasanya juga berpatokan pada level-level kunci support atau resistance. Oleh karena sangat penting, Anda mesti menentukan level-level kunci ini dan meninjaunya setiap hari jika mungkin ada perubahan.

Menentukan level-level support dan resistance
Level support dan resistance perlu Anda tentukan terlebih dahulu karena biasanya harga akan bereaksi di sekitar level tersebut. Seperti pada EUR/USD berikut, pertama-tama lihatlah pada chart weekly, tentukan level-level kunci (key levels) resistance dan support, dan tarik garis horisontal pada level-level tersebut.



Secara sederhana. level-level kunci diatas ditentukan melalui titik-titik pembalikan arah harga (turning points) yang jelas tampak. Setelah itu lihatlah pergerakan harga pada time frame yang lebih rendah, dalam hal ini chart daily, seperti gambar berikut:



Sering kali level kunci pada chart weekly tidak relevan dengan level yang tampak pada chart daily, dan kita mesti menentukan ulang untuk penyesuaian. Di samping itu kita juga bisa menambahkan level lainnya yang jelas tampak pada chart daily.

Seperti pada chart EUR/USD daily di atas, level resistance 1.3172 pada chart weekly disesuaikan dengan level 1.3193 pada chart daily yang jelas lebih tampak sebagai resistance. Di samping itu kita juga menambahkan level 1.2955 sebagai support / resistance yang pada chart weekly tidak nampak. Sementara level 1.2748 tetap tampak sebagai level kunci baik pada chart weekly maupun daily.


Level kunci resistance atau support tidak harus ditentukan dari setiap level yang tampak, tetapi hanya mengambil level-level dimana terjadi pembalikan arah pergerakan harga (reversal) yang signifikan. Selain mengamati formasi bar atau price action pada level tersebut, juga perlu diperhatikan kaidah umum untuk menentukan support / resistance:
  • Garis horisontal level support akan berubah fungsi sebagai garis level resistance bila berhasil ditembus (break), dan sebaliknya.
  • Garis trend-up sebagai garis support akan berubah fungsinya sebagai garis resistance bila telah tertembus, dan sebaliknya.
  • Garis indikator moving average yang sebelumnya menunjukkan batas level resistance akan berubah menunjukkan level support bila berhasil ditembus, dan sebaliknya.
Menentukan kondisi pasar
Setelah menentukan level-level resistance dan support, langkah berikutnya adalah melihat kondisi pasar saat itu, apakah sedang trending, sideways (ranging), choppy, atau mungkin pasar sedang slow dan nyaris tidak bergerak. Hal ini penting dilakukan untuk menentukan apakah kita akan membuka posisi baru, memodifikasi posisi yang masih terbuka, atau menutup posisi.
Seperti sebelumnya ketika menentukan level kunci, dalam melihat kondisi pasar kita mulai dengan time frame tinggi untuk mengetahui trend jangka panjang. Sebagai contoh, berikut pergerakan harga weekly AUD/USD antara Juni 2012 hingga Mei 2013:



Seperti tampak pada gambar diatas, AUD/USD bergerak sideways selama 9 bulan dan tidak ada sinyal tren yang pasti dalam jangka panjang hingga terjadi breakout pada level kunci support-nya pada awal Mei 2013. Setelah bar minggu berikutnya dibuka lebih rendah dari penutupan harga minggu sebelumnya, kita bisa menyimpulkan bahwa pasar akan downtrend. Informasi pada weekly chart ini sangat penting kita ketahui sebelum melihat pada time frame yang lebih rendah (daily atau 4-hour).



Pada chart daily diatas kita lihat pergerakan down trend yang sangat jelas, dengan formasi bearish candlestick bar yang terbentuk, dan harga yang bergerak di bawah garis moving average (merah: ema-8 daily dan biru ema-21 daily). Meski sesekali harga terkoreksi atau retrace, tapi tetap bergerak di bawah ema-8 daily. Ini menunjukkan momentum bearish yang masih sangat kuat. Dengan kondisi pasar seperti ini, ditambah dengan level-level support atau resistance yang Anda tentukan, Anda hanya menunggu sinyal, baik untuk membuka, memodifikasi atau menutup posisi.

Melihat sinyal trading untuk action
Bergantung dari metode dan strategi trading yang digunakan, Anda tentunya akan melihat sinyal untuk masuk ke pasar dengan probabilitas yang paling tinggi. Pada chart daily XAU/USD (emas versus USD) berikut dicontohkan sinyal trading yang sederhana, yaitu dengan melihat setup price action yang terbentuk pada level resistance.



Dari gambar diatas jelas tampak inside bar yang diikuti pin bar dengan penolakan (rejection) pada level resistance. Ini adalah sinyal sell dengan probabilitas tinggi, apa lagi setelah retrace pergerakan harga kembali ke arah tren utamanya (downtrend).

Kesimpulan:
Sebagai kesimpulan, secara garis besar analisa harian rutin bisa dilakukan dengan:
  • Menentukan level-level resistance dan support pada time frame weekly, kemudian time frame daily.
  • Menentukan kondisi pasar (trending, sideways atau slow) pada time frame weekly, kemudian time frame daily.
  • Melihat sinyal untuk masuk ke pasar pada time frame trading yang biasa Anda gunakan.
Dengan mengetahui kondisi pasar dan level-level kunci yang selalu di-update setiap hari, diharapkan Anda mempunyai acuan dan pegangan dalam menyikapi pergerakan harga pasar.
Sumber : www.learntotradethemarket.com


Seputarforex.com
Read more...

Trading With Music

0 komentar
Sebagian orang menganggap musik sebagai sahabat disaat bekerja. Salah satunya saya sendiri. Mendengarkan musik dapat membantu saya santai terhadap suatu kegiatan yang sedang saya lakukan. Meskipun terdapat pendapat yang berbeda, mendengarkan musik bagi saya sebagai media pengalihan agar tidak stress dalam suatu pekerjaan.

Trading With Music
Sebuah riset mengatakan, hampir 75 pekerja dari 256 pekerja di salah satu perusahaan ritel terbesar, menggunakan musik disaat sedang bekerja. Dimana dalam 4 minggu mampu menunjukan peningkatan 10% dalam produktivitas. Sama halnya dengan hasil penelitian dari sebuah perguruan tinggi dari negeri paman sam, tepatnya Universitas Illinois, bahwa 6.3% pekerja mengalami peningkatan dibandingkan dengan mereka yang tidak mendengarkan musik.
Beragam pendapat pastinya akan muncul, dan mungkinkah dengan mendengarkan musik kita dapat meningkatkan produktivitas kerja ?
Seorang Trader juga ingin mengalami peningkatan produktivitas. Meningkatkan profit dan memperbagus portfolio tradingnya. Oleh karena itu, mari kita simak tips trading berikut ini.
Jadi, sekarang kita setuju dengan riset diatas, kalau musik dapat meningkatkan produktivitas bekerja.
Jenis aliran musik apa yang harus kita dengarkan? Atau semua jenis aliran musik sama saja ?
Sebagai seorang trader, tentunya anda berharap dapat melakukan trading dengan pikiran jernih, meredakan emosi, sekaligus menginspirasi anda saat menganalisa suatu chart.
Aliran Musik Dan Pengaruh Mood
Banyak para trader yang memakai musik untuk menjaga kestabilan emosi mereka. Dari jenis aliran jazz, upbeat, instrument, dangdut, rock, house, sampai musik religi, menjadi pilihan para trader.
Selama bertrading, anda membutuhkan konsentrasi yang terarah. Untuk itu sangat direkomendasikan pilihan musik dengan aliran easy beat dan melodi yang melantun atau instrument. Pada jenis musik ini dapat membantu anda lebih fokus dan terarah disaat sedang menganalisa suatu pergerakan chart.
Musik dengan aliran rock – meskipun kurang direkomendasikan, namun dapat membantu anda selama bertrading. Efek dari musik rock dapat memacu adrenalin anda hingga membakar semangat anda. Sayangnya, terlalu bersemangat hingga menjadikan anda kurang teliti dalam menganalisa.
Apa itu Mozart ?
Musik yang menemani waktu trading anda, selain memberikan fokus, dapat juga menciptakan efek rileks. Terutama musik dengan aliran upbeat, jazz, atau religi yang dapat menurunkan hormon stress.
Musik yang dapat meningkatkan produktivitas dikenal dengan istilah “Mozart Effect”. Dinamakan seperti itu karena, hasil penelitian disebuah universitas, para pelajar dapat menyelesaikan test matematika yang rumit dengan baik, disaat mendengarkan musik klasik.

Trading With Music
Bahkan efek dari lantunan musik ini bukan hanya berpengaruh terhadap manusia saja, melainkan seekor sapi dapat memproduksi susu dengan lebih baik dan banyak saat diperdengarkan lantunan Mozart.
Mozart effect Menyatakan Bahwa Musik Dapat :
  • Meningkat daya ingat, kepekaan, dan mempermudah cara belajar
  • Menyembuhkan mental dari rasa kalah
  • Meningkatkan daya imajinasi, yang menjadikan anda lebih kreatif
  • Menurunkan perasaan depresi serta nervous.
Apakah Musik Dapat Membantu Kita Selama Bertrading
Dari sekian banyak aliran musik, pilihan yang pas disaat sedang trading ialah musik klasik. Dimana musik klasik dapat dikatakan sebagai media yang sangat tepat untuk didengarkan disegala trade session. Dari sesi pembukaan market Asia sampai pada sesi penutupan market Amerika.
Musik klasik telah terbukti secara ilmiah dan dapat mendorong perkembangan kognitif (kecerdasan). Musik klasik dapat meningkatkan kreatifitas, kecerdasan, dan kesadaran, yang akan membantu anda selama bertrading. Alunan musik klasik juga dapat membantu dalam hal membangkitkan mood anda, terutama dalam menentukan open posisi.
Walaupun pada akhirnya, selera musik dikembalikan ke pribadi masing-masing trader, namun peranan musik ketika trading dapat meningkatkan produktivitas anda.



sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Aspek Mental Dalam Trading

1 komentar
Artikel ini mengenai bagaimana seharusnya mental seorang trader beneran, yang menjadikan trading sebagai mata pencaharian utama (trading for living). Linda Bradford Raschke, trader futures dan komoditi kawakan yang menulis artikel ini adalah seorang trader profesional yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun dan adalah salah satu hedge fund manager yang terkenal. Menurut pandangannya, keadaan dan sikap mental seorang trader sangat penting bagi hasil trading dan kelangsungan profesinya, seperti yang diungkapkannya berikut ini.
Banyak trader yang sadar bahwa meskipun mereka faham dan terbiasa dengan strategi trading, sistem yang bagus, teknik money management dan rencana trading yang sudah teruji, tetapi sukses dalam trading tetap saja sangat bergantung pada keadaan psikologi dan cara berpikir mereka. Jika Anda trader pemula dan ingin serius pada bisnis ini, bagaimana Anda menemukan kepercayaan diri untuk bisa ‘menarik pelatuk’ trading dan masuk pasar, apapun hasil akhirnya? Bagaimana Anda mengatasi saat-saat dimana Anda mengalami kerugian beruntun? Apakah Anda ngambek dan tidak ingin kembali ke pasar? Jika Anda trader yang berpengalaman, apakah Anda telah menemukan cara untuk memaksimalkan profit Anda?, atau Anda telah cukup puas dengan tingkat return yang Anda telah peroleh sekarang?
                                    

Trading mengutamakan disiplin. Stress dan tekanan mental dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Trading adalah bisnis, dan sama dengan bidang olah raga, Anda harus berada pada kondisi puncak untuk bisa memenangkan suatu pertandingan atau perlombaan. Stress atau tekanan mental akan sangat mempengaruhi penampilan Anda. Penampilan Anda selalu dituntut untuk berada dalam kondisi prima pada saat Anda bertanding atau melakukan trading.
Kecerdasan atau intelek tidak ada hubungannya dengan kemampuan trading Anda. Sukses Anda dalam trading tidak ditentukan oleh kecerdasan atau latar belakang pendidikan Anda. Memang hal ini agak sulit dimengerti oleh orang awam yang sama sekali tidak pernah mengenal dunia trading. Pada umumnya mereka beranggapan bahwa kecerdasan dan pendidikan sangat berperan dalam menunjang suksesnya suatu pekerjaan. Trading memang berbeda.
Dalam bisnis perdagangan pada umumnya mungkin Anda mesti menjaga hubungan baik dengan klien atau customer Anda. Dalam budaya bisnis tradisional di Amerika Serikat hubungan dengan klien atau customer relationship adalah sangat penting dan harus dibina dari hari ke hari. Tetapi dalam trading, jika mungkin Anda mempunyai banyak klien, hubungan yang baik dengan klien Anda tidak berpengaruh dan tidak ada hubungannya dengan profit trading yang Anda lakukan. Setiap hari adalah lembaran baru yang harus Anda isi dengan ide-ide trading dan harapan untuk profit.
Etos kerja tradisional jam 9 pagi sampai jam 5 sore atau ‘nine to five’ tidak berlaku dalam bisnis trading. Seorang trader bisa saja duduk berjam-jam didepan layar monitor komputernya menunggu sinyal trading dan kadang-kadang tidak menghasilkan apa-apa. Mungkin ia tergoda untuk melakukan trade kecil-kecilan untuk sekedar memuaskan perasaannya bahwa ia telah melakukan sesuatu. Kadang-kadang ada dilema ketika seorang trader telah meluangkan waktu berjam-jam untuk riset atau melakukan backtesting dengan hasil yang tidak sesuai harapan, tetapi tak seorangpun membayar untuk jerih payahnya. Juga trader yang telah mengumpulkan profit sedikit demi sedikt selama beberapa minggu tetapi hilang begitu saja setelah sekali atau dua kali trade. Bagaimana trader mempertanggung jawabkan produktivitasnya pada situasi seperti ini?
Jika Anda harus meluangkan waktu, mengorbankan tenaga, pikiran dan bahkan emosi Anda untuk sebuah bisnis tradisional yang pada akhirnya merugi, mungkin itu adalah sebuah kesalahan. Tetapi Anda harus rela mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk mendapatkan ide-ide dalam trading dan menyusun sebuah sistem trading yang teruji dengan baik. Bisnis tradisional dan trading sangat berbeda. Kondisi pasar selalu berubah. Anda tidak bisa menghitung dengan pendekatan baku pada semua variabel pasar guna memprediksi kondisi pasar yang akan datang seperti pada bisnis tradisional pada umumnya.
Secara sederhana, jika Anda telah berhasil memperkecil kerugian atau loss Anda dalam trading maka Anda telah mengawali langkah pada jalan yang benar untuk menuju sukses dalam trading.


Prinsip untuk mencapai penampilan puncak

Prinsip pertama untuk mencapai penampilan puncak adalah merasa menikmati trading (senang) dan sabar. Buang semua hal yang menekan pikiran Anda. Lupakan dulu soal statistik, persentasi return, risk/reward ratio dan lain-lain. Banyak floor trader yang meraup profit dari trading hariannya, tetapi apakah hasil trading mereka pada akhir bulan jadi lebih baik?
Hindari berpikir untuk mencoba selalu menang dalam pertandingan - ini berlaku dalam dunia olahraga dan aktivitas apa saja yang mengandalkan penampilan. Trading termasuk pekerjaan yang mengutamakan penampilan. Seorang trader harus selalu konsentrasi pada pergerakan harga yang sedang terjadi di pasar. Analogi yang pas untuk hal ini adalah seorang pemain tennis profesional yang hanya fokus pada jumlah point yang telah dikumpulkannya. Mungkin saja ia telah ketinggalan point, tetapi ia tidak seharusnya risau dan memikirkan serius jangan-jangan ia akan kehilangan set yang sedang dimainkannya. Ia harus memiliki kepercayan diri yang kuat bahwa dengan konsentrasi penuh pada teknik permainan yang telah dilatihnya setiap hari, ia akan dapat bertahan dan akhirnya akan unggul dari lawan tandingnya.
                            
Prinsip ke 2 adalah percaya pada diri Anda sendiri, metode trading yang Anda gunakan dan kemampuan Anda untuk mencapai sukses dalam trading. Beberapa orang memang ada yang terlahir dengan rasa percaya diri yang kuat, sementara yang lain menemukannya dari berbagai pengalaman dalam hidup. Bagi seorang trader hal ini bisa dimulai dengan mencoba dan mengembangkan beberapa metode dan sistem trading yang berbeda. Lakukan backtesting dan modifikasi jika perlu. Pelajari trading chart hingga Anda bisa mengingat beberapa point penting dari pola pergerakan harganya seperti harga tertinggi dan terendah. Rasa percaya diri Anda akan tumbuh seiring dengan pemahaman metode trading yang Anda percaya terbaik untuk digunakan.
Lihat ‘permainan’ tersebut dengan jernih. Hindari mendengar CNBC atau membaca situs berita, hindari juga rekomendasi dari broker Anda atau saran dari teman Anda. Anda harus selalu melakukan analisa sendiri dan percaya diri dengan rencana trading yang telah Anda buat. Lakukan analisa pasar pada saat penutupan sebuah sesi trading, akan kemana arah pergerakan harga selanjutnya. Jika Anda berpikir jangan-jangan akan loss, maka Anda akan benar-benar loss. Anda memang tidak bisa menarik kembali posisi salah yang telah tereksekusi, tetapi bukan berarti trading Anda telah berakhir. Kembali pada rencana trading dan lakukan analisa dengan jernih. Jangan pernah melibatkan emosi Anda, jika Anda merasa tertekan segera hentikan aktivitas trading dan kembali setelah Anda benar-benar tenang kembali hingga bisa melihat pasar dengan obyektif.
Trading adalah bisnis besar yang melibatkan semua pemain besar dunia. Pasar bergerak begitu dinamis dari hari ke hari. Setiap hari adalah lembaran baru, titik nol. Lupakan apa yang Anda telah peroleh seminggu atau dua minggu yang lalu. Anda mesti fokus pada apa yang akan Anda lakukan hari ini. Jika pikiran Anda merasa tertekan atau kurang siap (ini seharusnya tidak terjadi) maka jangan trading hari ini. Ketika trading Anda harus benar-benar santai dan percaya diri.
Prinsip ke 3 adalah sikap (attitude) Anda dalam menghadapi pergerakan pasar yang dinamis, bagaimana seharusnya Anda bertindak jika kondisi pasar sedang tidak menguntungkan. Sehebat apapun metode dan sistem trading Anda, suatu saat Anda pasti akan mengalaminya. Seorang tukang kayu yang sudah puluhan tahun, suatu ketika juga akan meleset ketika menggergaji bahkan terluka. Yang paling penting adalah tidak melibatkan emosi Anda, secara mental Anda harus tetap santai dan tetap mengacu pada rencana trading. Sekali Anda bisa mengatasi, Anda akan bisa mengatasi juga pada waktu yang akan datang.
Keadaan dan sikap mental adalah senjata yang paling ampuh dan powerful dalam trading. Seperti halnya para trader profesional yang ‘trading for living’, mereka tetap santai dan selalu menikmati penampilan puncaknya ketika berhadapan dengan pasar.

Sumber : Linda Bradford Raschke - www.traderslog.com
seputarforex.com 
Read more...

Trade Secara Konsisten

0 komentar
Untuk bisa bertahan dalam market forex, hal yang paling penting dilakukan adalah dengan menerapkan metode trading yang konsisten dan nyaman daripada sekedar sebuah sistem yang sempurna yang sesekali bisa meraih profit 100% tetapi tidak nyaman digunakan. Analoginya, bayangkan jika pada waktu Tiger Wood masih SMA ada orang yang menawarinya pekerjaan sebagai pemain bola dengan bayaran yang lumayan tetapi dengan syarat dia harus meninggalkan hobi dan bakatnya bermain golf.

Tentu sayang sekali bukan apabila pada waktu itu Tiger Wood akhirnya memilih untuk menjadi pemain sepak bola dan meninggalkan talenta dan hobinya sebagai pemain golf. Padahal, golf bisa memberikannya kekayaan yang nyaman daripada sepakbola yang mungkin bisa saja memberinya kekayaan tapi tidak nyaman. Dari sini, kita bisa mengambil kesimpulan, lebih baik mengembangkan strategi yang nyaman dan kita sukai daripada strategi yang tidak nyaman.


Beberapa trader memulai karir-karir mereka dengan mencoba untuk menemukan strategi yang sempurna yang dapat menghujani mereka dengan profit tiap harinya terlepas apakah strategi itu mudah dipahami, nyaman, atau tidak. Bahkan banyak pemula yang memilih jalan pintas untuk menggunakan trading sistem otomatis padahal mereka belum memahami pasar. Akibatnya, saat strategi tersebut mengalami loss, mereka tidak tahu apa yang harus dikoreksi dan lebih memilih untuk berganti strategi. Akhirnya, kemampuan trading trader tersebut hanya setengah-setengah dan tidak ada satu pun strategi yang benar-benar mereka kuasai.

Berhentilah untuk selalu mengandalkan keberuntungan. Kerja keras pada akhirnya akan membawa keberuntungan dengan sendirinya. Dengan menguasai dan setia pada satu strategi, Anda akan lebih menghemat waktu, uang, dan menenangkan jiwa Anda. Daripada mengganti-ganti strategi yang merugi, lebih baik jalankanlah strategi yang Anda sudah nyaman dengan tetap disiplin, sabar, dan konsisten. Cobalah untuk memusatkan tujuan untuk memiliki sistem trading yang konsisten dan mengoreksinya daripada berganti sistem setiap mengalami kerugian. Dengan demikian, sistem tersebut akan SEMPURNA dengan sendirinya.

Lakukanlah open posisi hanya pada saat Anda benar-benar yakin. Gunakan sistem Anda sendiri secara konsisten. Dan sistem tersebut harus terdiri dari indikator yang mudah Anda baca, dan nyaman saat Anda gunakan. Sehingga ketika Anda melakukan analisa dan pembuatan keputusan dalam bertransaksi, Anda sudah merasa tenang dan mampu mengetahui pergerakan harga dengan analisa Anda. Tanpa adanya rasa khawatir atau rasa cemas dalam perdagangan, menjadikan Anda bisa bertrading lebih dari cukup. Transaksilah ketika Anda merasa baik, dan jangan lakukan apapun ketika Anda merasa tidak nyaman ataupun ragu-ragu.


Sumber: seputarforex.com
Read more...

Trend, Margin, and Patience

0 komentar
Memangnya apa sih hubungan antara trend, margin dan kesabaran? Yah, terus terang saya hanya tiba-tiba teringat pesan mentor saya, bahwa 3 hal tersebut adalah dasar-dasar utama yang harus dipahami dan dikuasai untuk menjadi trader yang baik.
Ok, mari kita simak satu per satu yah…

market trend

Trend

Trend adalah hal penting pertama yang harus dipahami oleh seorang trader. Dengan memahami trend, kita bisa mengambil posisi yang “tepat”. Bukankah pertanyaan yang selalu ada dalam benak seorang trader adalah: “buy ato sell nih?” Nah kaann… Pertanyaan tersebut tentu saja bisa terjawab apabila kita mengetahui trend yang sedang terjadi. Jadi dengan memahami trend, satu masalah mendasar dalam bertrading sudah terpecahkan.

Nah sekarang masalahnya adalah: bagaimana sih mengetahu trend yang terjadi? Ehm, kalau tentang bagaimana mengetahui trend yang sedang terjadi, berarti kita membicarakan indicator nih.. Ok, ada beberapa indicator sederhana yang bisa kita gunakan untuk mengidentifikasi trend, misalnya moving average (dengan berbagai macam variannya) dan parabolic SAR.

Anda boleh memilih diantara berbagai macam varian maupun periode moving average sesuai dengan kebutuhan anda. Atau, anda bisa menggunakan indicator yang lebih sederhana dan mudah dibaca seperti parabolic SAR. Eh, atau anda juga bisa mencoba metode average market ala mastah kampus trader tuh... Tinggal pilih aja kok… mana yang paling cocok bagi anda.

Oya, satu hal pasti, just follow the trend, 'cause… trend is your friend. Jangan coba menentang trend, kalau anda gak pengen posisi anda terfloating gak jelas dalam waktu yang gak tentu. Percaya deh, soalnya saya pernah mengalami, gara-gara sok yakin dengan analisis (ala saya sendiri) yang hasilnya bertentangan dengan trend yang sedang terjadi, dan berakhir dengan "sukses" bikin ludes account alias MC. Jadi, sudahlah, ikuti saja trend yang sedang terjadi. Gak apa-apa kok dibilang ikut-ikutan market juga, yang penting kan profit.

Margin

Pertanyaan kedua yang ada dalam benak seorang trader (setelah mengetahui posisi yang akan diambil) adalah: "berapa lot nih?" Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, anda harus memahami prinsip yang kedua, yaitu margin. Kemampuan margin management sangatlah penting untuk dikuasai seorang trader. Kemampuan analisis yang sebagus apapun gak akan berguna kalau tidak disertai dengan kemampuan mengelola margin. Jadi, jika anda menginginkan account anda "panjang umur", ingatlah untuk selalu displin mengelola margin anda.

Patience

Prinsip yang terakhir ini berhubungan dengan aspek psikologis. Trader yang baik adalah trader yang sabar. Yah, terus terang, saya (tadinya) bukan orang yang sabar, termasuk juga saat trading. Jadi, saya (dulu) sering main hantam dan main sabet saat masuk market. Nah, akhirnya masalah kesabaran inilah yang pertama kali ditekankan oleh mentor saya. Saya yang tadinya trading hanya secara impulsive plus awut-awutan. Oleh beliau kemudian diarahkan untuk menjadi swinger trader yang mematuhi trading plan. Susah gak tuh? Wew, jangan tanya, main tabrak gara-gara tangan gatel pengen OP sering juga kejadian tuh! Ehh, tapi sejalan dengan waktu, kesabaran akhirnya mulai juga muncul kok.

Anyway, ketiga prinsip di atas: trend, margin, & patience seharusnya memang anda perhatikan dengan sungguh-sungguh kalau anda pengin menjadi trader yang baik. Jangan berhenti untuk terus belajar, mencoba, belajar dan mencoba…



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Forex Trading Tidak Cocok Untuk Anda

0 komentar
Eh? Gak salah nulis judul nih? Iyaa bener kok, gak salah nulis. Ehm, iya saya tau, ini site tentang forex. Mohon maaf sebelumnya kalo pendapat saya ini terkesan pesimistis, diskriminatif atau apalah. Tapi bukan maksud hati sih. Terus terang, saya cuma pengen mengemukakan pendapat saya apa adanya. Iya memang kedengerannya seperti nyalahin "pakem" yah? Hihihi. Yah, maklumlah, kata-kata "promosi" yang sering kita dengar adalah: forex trading ini bisnis yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Eit, sebentar! Saya pengen tau pendapat anda: apakah anda setuju dengan pernyataan bahwa forex trading ini bisa dilakukan oleh siapa saja? Ehm, kalo menurut pendapat saya sih:

Forex trading mungkin memang "bisa" dilakukan oleh siapa saja, tapi bukan berarti semua orang cocok menjadi forex trader. Eh, tunggu dulu, jangan keburu protes dulu yah. Perkenankan saya mengemukakan di sini, siapa atau karakter individu seperti apa yang saya pikir tidak cocok untuk menjadi forex trader. Ok, mungkin judul di atas perlu saya perjelas dengan: Forex Trading Tidak Cocok Untuk Anda, jika anda tidak mau dan/atau malas belajar. Menjadi seorang forex trader, berarti anda harus bersedia dan mempunyai kemauan yang kuat untuk belajar. Tidak peduli apapun latar belakang profesi anda sebelumnya, untuk menjadi trader yang baik anda harus mau belajar, karena tidak ada kemampuan yang bisa diperoleh secara instant.
forex trading tidak cocok untuk anda

Oya, perlu juga anda pertimbangkan, proses belajar menjadi trader ini seringkali butuh pengorbanan loh. Pengorbanan waktu dan tenaga itu jelas. Saya sendiri saat proses belajar trading, terus terang sampe kurang istirahat (baca: kurang tidur) yang berefek antara lain turun berat badan plus kusut abiss. Yahh tapi buat saya sih enjoy ajah, anggap aja diet gratis plus bonus profit. Kadangkala (dan sering) pengorbanan waktu dan tenaga saja belum cukup. Perlu juga pengorbanan modal (buat nyicipin yang namanya MC) dan korban perasaan. Wahh, kalo point yang terakhir sih jangan terlalu banyak deh. Makanya saran saya, kalau anda berniat serius untuk belajar trading, komunikasikanlah ke "orang di sebelah" anda untuk menghindari adanya kesalahpahaman, sehingga pengorbanan anda tidak bertambah lagi dengan korban perasaan.

Tidak disiplin
. Serius nih, dari semua trader (sukses) yang saya kenal, ada satu ciri yang sama: mereka adalah orang-orang yang disiplin. Disiplin yang saya maksud di sini mencakup disiplin dalam semua hal. Disiplin waktu, disiplin perencanaan, singkatnya sih disiplin di setiap aspek kehidupan. Memang masuk akal, bahwa trader yang sukses adalah dari golongan orang-orang yang disiplin, karena sebagai trader, disiplin ini menjadi kunci kesuksesan. Bukankah seorang trader yang sukses harus disiplin mengelola modal, displin menjaga margin. Yah, pada intinya secara mendasar harus disiplin terhadap trading plan kan?

Emosional. Untuk menjadi trader yang baik, anda harus berlatih untuk menjadi "tembok". Ehh, maksud saya bukan anda jadi muka tembok loh yaa, tapi, sebagai trader, anda harus stay cool. Mentor saya sering bilang, gak peduli loss atau profit, pokoknya keep smiling. Jadi, jauhkan emosi saat bertrading. Anda boleh (dan malah sebaiknya) trading dengan passion, tapi bukan dengan emotion. Nikmati saat-saat trading anda, tapi tetap jauhkan emosi dari keputusan trading anda.

Tidak cerdas. Ehh, bukan maksud hati diskriminatif loh, tapi kenyataannya, forex trading memang bukan untuk orang-orang yang (maaf) tidak cerdas. Cerdas di sini dalam artian umum yah Bukan dalam artian akademik. Saya gak bilang bahwa anda harus lulusan sekolah atau universitas ngetop. Anda juga gak harus punya Indeks Prestasi 3,5 untuk jadi trader yang sukses.

Cerdas di sini dalam artian: untuk menjadi trader yang baik, anda harus cerdas untuk menangkap dan membaca situasi, bisa mengambil keputusan yang cepat dan tepat sesuai situasi dan kondisi yang dihadapi dan bisa cepat belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan. Dan tentu saja, harus cukup cerdas untuk bisa setidaknya memahami prinsip dasar dalam forex trading-lah.

Ok, 4 hal diatas yang bisa dikatakan secara mendasar membuat forex trading ini tidak cocok untuk semua orang. Jadi, kalo anda merasa tidak mau dan malas untuk belajar, tidak displin, emosional dan tidak cerdas, terus terang harus saya katakan seperti judul yang di atas: Maaf, forex trading tidak cocok untuk anda. Eh, tapi sebenernya saya yakin kok kalo selama ini anda sudah mau belajar tentang forex trading, apalagi sudah sering berkunjung ke site ini dan, numpang narsis dikit nih ya, sering baca artikel-artikel saya (dan temen-temen penulis lain tentunya) di Seputar Forex.


Sumber: seputarforex.com 
Read more...

Jadilah "Pembunuh Berdarah Dingin" di Market (part 2: tanggapan atas komentar)

0 komentar
Dear Traders! Berhubung ngeliat banyak komentar dari artikel saya sebelumnya, akhirnya rencana saya untuk kabur sejenak dari urusan forex di akhir tahun, saya tunda bentar deh. Anyway, saya sangat berterimakasih atas semua komentar dari temen-temen trader di sini. Saya akan mencoba menjelaskan sedikit pendapat saya lebih lanjut tentang satu hal yang sempat disinggung dalam artikel sebelumnya, yang akhirnya mengarah kepada pertanyaan: apakah forex itu sama dengan judi?
judi
Sebenarnya, kalau bahasan tentang hukum syariah (islam) tentang transaksi valas secara khusus sudah pernah saya bahas juga di artikel saya terdahulu. Saya pribadi sebagai muslimah, tentunya juga sangat memperhatikan tentang masalah halal/haram dari harta yang kita peroleh. Sangat wajar dan sangat bisa dimengerti kalau seorang trader, apalagi yang muslim, harus yakin dulu apakah forex trading itu termasuk judi atau bukan. Sebab kalau forex trading itu termasuk judi, berarti harta yang kita peroleh dari hasil trading itu haram. Nah tuh… padahal kalau sumbernya aja sudah kotor, mau digimanain juga akan tetap kotor. Gak banget kan?

Terus terang, sebenernya saya juga tidak berkapasitas untuk menghukumi dari sisi pandangan agama, apakah sesuatu itu halal atau haram. Jadi dalam tulisan ini saya hanya akan mengemukakan apa yang saya tahu tentang forex trading itu sendiri, terutama dilihat dari sudut pandang ekonomi/investasi. Apa yang saya kemukakan di artikel sebelumnya sebenarnya  hanyalah penggambaran kondisi market yang terjadi, yang saya pikir, biasanya tidak digambarkan secara jelas kepada para (calon) trader.

Ok, kalau kemudian pembahasan menyentuh masalah zero sum dan akhirnya mengarah kepada pertanyaan judi atau gaknya forex ini, marilah kita kembali melihat ke dasar pengertian apa itu judi. Judi secara umum dikatakan sebagai kegiatan yang mengundi nasib. Artinya, kita menyerahkan nasib kita (termasuk kalah dan menang dalam "permainan") kepada undian yang kita tidak bisa mempengaruhi hasil undian tersebut.

Ok deh… mari kita coba lihat bareng apa dan bagaimana kegiatan yang masuk dalam kategori judi. Ciri-ciri judi antara lain adalah:
  • Peluang menang jauh lebih kecil daripada peluang menang.
Contoh misalnya kita harus menebak 6 kombinasi angka. Anda bisa hitung dengan permutasi maupun kombinasi, berapa besar kemungkinan tebakan kita benar jika dibandingkan dengan banyaknya kemungkinan kombinasi 6 angka itu.
  • Rata-rata penjudi dalam posisi kalah, karena expected value dalam perjudian adalah negatif.
Kalau dirumuskan kira-kira seperti ini: (peluang menang x hadiah) – (peluang kalah x kerugian) = negatif. Misalnya dalam sebuah permainan yang diikuti oleh 25 orang, jika kita menang kita bakal mendapat hadiah Rp. 100.000,- sedangkan jika kalah membayar Rp. 5.000. Nah berarti di expected valuenya sebesar (1/25 x 100.000) – (24/25 x 5.00) = -800
  • Kerugian bila mengalami kekalahan (per permainan ataupun secara komulatif) relatif besar terhadap asset si pemain.
Nah, anda bisa menilai, kira-kira apakah forex trading mengandung ciri-ciri di atas? Saya juga pernah membaca di suatu forum dimana salah serang anggota forum ada yang membuat perbandingan antara judi dengan forex/futures trading yang menurut saya lumayan menarik. Mari kita lihat bareng yah, perbandingan antara judi dengan futures/forex trading dilihat dari faktor-faktor tertentu antara lain adalah sebagai berikut:
  • Faktor penggerak harga
    Judi : 100% ditentukan oleh bandar
    Future/Forex Trading : Supply vs demand, dengan dasar alasan makro ekonomi yang jelas, serta pengaruh berita ekonomi, politik dan berbagai faktor lainnya
  • Legalitas
    Judi: Illegal
    Futures/Forex Trading: Legal
  • Dasar Hukum
    Judi: Tidak ada
    Future/Forex trading: UU no 32 Th 1997 PP No 10 tgl 27 Januari 1999 Keppres No 12 tgl 27 Januari 19999 SK Kepala Bappebti
  • Tingkat Profit
    Judi: dibatasi
    Futures/Forex trading: tidak dibatasi
  • Risk Management
    Judi: tidak ada
    Future/Forex Trading: ada & sangat fleksibel
  • AnalisaJudi: Umumnya tidak ada, kalaupun ada cenderung Subjektif dan tidak logis
    Future/Forex Trading: Ada & objektif (analisa teknikal/grafik, dan fundamental/berita)
  • Tingkat spekulasi
    Judi: 100% spekulasi
    Future/Forex trading: ada, tapi sangat kecli, karena kita bertransaksi berdasarkan analisa & "trading plan" yang logis
Mengenai zero sum seperti yang saya singgung di artikel sebelumnya, menurut saya, bukan kemudian menunjukkan bahwa forex itu bisa dikatakan sebagai judi. Dalam kehidupan bisnis yang lain pun bisa jadi prinsip zero sum itu terjadi. Bukankah seandainya kita berdagang barang riil, misalnya baju, kemudian kita mengalami kerugian dan modal kita habis, ya tentunya ada pihak yang mendapatkan keuntungan dari kerugian kita itu?

Nah, sekarang gimana kalau dilihat dari sudut pandang agama nih… Ok. Terus terang saya pernah mencoba berkonsultasi dengan temen-temen yang saya anggap lebih tahu dalam hal ilmu agama, dan hasilnya… pendapat yang saya terima ternyata berbeda-beda antara satu sumber dengan sumber yang lain. Jadi, dari yang saya tangkap sih, memang area ini masih bisa dibilang "abu-abu".

Ok deh… Mudah-mudahan dari uraian saya di atas, sedikit banyak bisa memberikan gambaran bagi anda untuk menilai, apakah forex trading bisa dikatakan sebagai judi atau tidak. Yah, akhirnya semua memang kembali kepada keyakinan anda masing-masing.

Saran saya, apabila anda yakin bahwa forex trading ini judi, sebaiknya anda hindari saja. Tapi apabila anda yakin bahwa forex trading ini bukan judi, silahkan anda kembangkan dan asah terus skill trading anda supaya anda menjadi trader yang lebih handal. Dan, punya mental sebagai pembunuh berdarah dingin di market seperti yang saya ungkapkan di artikel kemarin ya!


sumber: seputarforex.com 
Read more...

Jadilah "Pembunuh Berdarah Dingin" Di Market

0 komentar
Oops! Sebentar Jangan protes dulu dengan judul di atas yaa! Saya cuma menyampaikan kembali tentang apa yang pernah saya diskusikan dengan partner diskusi saya. Termasuk juga istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan karakter yang dibutuhkan bagi seorang trader di market.
karakter trader di marketIa berpendapat bahwa untuk menjadi trader yang baik, seorang trader harus menjadi pembunuh berdarah dingin di market. Eh, kok kejam amat ya? Terus terang saya sendiri tadinya merasa bukan orang yang kejam. Lah, kalo dia sih emang bawaannya kejam kali yah, hahaha. Ok, deh tapi coba kita pahami yang dia maksud dari istilah "pembunuh berdarah dingin" alias kejam di atas dulu.

Begini, di market itu, secara umum berlaku perang antara buyer melawan seller. Nah, khusus untuk market forex, perang antara buyer dan seller ini berlangsung secara "kejam". Dalam artian di sini, pihak yang kalah dalam perang tersebut akan kehilangan modal yang menjadi "pampasan perang" bagi yang pihak yang menang.

Nah, begitu anda masuk ke market, anda harus bersiap dengan kondisi market yang kejam ini. Dengan kata lain, anda harus siap menghabisi atau anda akan dihabisi. Kalo anda tidak siap mental, senjata dan strategi yang matang, siap-siap aja untuk menjadi korban di market. Partner saya bilang sebagai trader, cuma ada 2 pilihan di market: menghabisi atau dihabisi. Atau dengan kata lain membunuh atau dibunuh. Wahh!

Yah, bagaimanapun terdengar keji, tapi itulah kenyataan yang ada di market. Sebagai trader, anda memang dituntut untuk selalu siap tempur di market. Kalau anda ragu alias loyo, iya sudah siap-siap aja dihabisi oleh yang lain.

Kondisi market yang seperti inilah yang biasanya kurang disadari oleh para (calon) trader. Mereka menganggap bahwa market forex itu "ramah", dan tempat yang mudah untuk mengeruk keuntungan. Yee, memangnya "keuntungan" yang dikeruk itu asalnya dari mana coba?

Seperti halnya di semua perang, tarik menarik alias perang antar buyer-seller di market ini selalu memakan korban. Satu pihak menang, berarti ada pihak yang kalah. Jika satu saat anda mendapat keuntungan $1,000 misalnya, berarti saat itu ada pihak yang kehilangan $1,000 tersebut. Itu berarti anda saat itu ada di pihak yang mendapatkan pampasan perang. Nah, demikian juga sebaliknya, kalo suatu saat anda kehilangan modal $1,000 berarti anda menjadi pihak yang kalah dan harus menyerahkan modal anda itu kepada pihak yang menang.

Kondisi seperti seharusnya dipahami oleh (calon) trader yang akan masuk ke market. Jangan pernah masuk market hanya berbekal untung-untungan. Siapkan senjata dan strategi terbaik anda untuk memenangi pertempuran. Jangan mau hanya sekedar jadi tumbal dan pelengkap penderitaan di market. Masuklah market dengan penuh keyakinan dan mental pembunuh berdarah dingin.

Ehh tapi sifat kejam ini jangan dibawa di luar market yaa. Kalau sedang gak trading atau di luar market sih tetaplah menjadi individu yang hangat dan penuh kasih sayang, hehehe!

Ok deh semoga apa yang saya kemukakan di atas bisa menjadi pertimbangan dan persiapan mental anda untuk bertindak di market. Ehh tapi omong-omong, akhir tahun gini kenapa anda tetap di depan PC sih?

Ayolah, take a break! Tutup saja dulu trading platform anda. Mendingan siapkan aja celana pendek di koper tuh... Liburan di pantai keknya asyik loh. Ok deh, selamat liburan yaa! Sampai ketemu (dan berperang) di market tahun depan!


Sumber: seputarforex.com 
Read more...

Profit Terus? (Gak Selalu) Bagus!

0 komentar
Anda profit terus menerus selama seminggu kemaren? Atau malahan selama sebulan ini? Wah, ok deh… saya ucapkan: Selamat! Eh, tapi… ada tambahan lagi nih… Sebaiknya anda hati-hati! Jangan sampai koleksi posisi ijo anda membuat anda menjadi terlalu percaya diri (dan menyombongkan diri).

Serius loh, "penyakit" trader yang paling umum adalah over self confidence plus sombong itu tadi. Saya pernah mendengar keluhan dari temen yang sedang belajar ber-trading ria dan mencoba berinteraksi dengan temen-temen trader lain di sebuah forum. Intinya, dia menyatakan kesebelannya, gara-garanya dia merasa sebagian besar trader itu sombong.
koleksi posisi ijo
Mm… yah, saya cuma bisa bilang… Gak semua trader sombong kok. Tapi iya sih.., sebagian besar memang seperti itu. Nah tuh… Jangan-jangan anda termasuk yang sebagian besar itu yah? Hayoo! Btw, bukannya saya cerewet pada sifat orang sih… Lah, sebenernya saya gak terlalu peduli pada kesombongan orang lain kok. Hanya saja, karena dalam trading, faktor psikologis terbukti sangat berpengaruh pada keputusan anda dalam ber-trading, maka saya menyarankan anda untuk sebisa mungkin menghindari kesombongan ini.

Salah satu cara mengurangi kesombongan adalah dengan "melupakan" deretan posisi anda yang profit itu. Kalo suatu saat saya merasa sudah terlalu banyak koleksi posisi ijo, tanpa ada selang warna merah di catatan transaksi saya, biasanya saya akan "membersihkan" koleksi history trading tersebut dan mencoba untuk tidak terlalu berbangga diri dengan prestasi yang (kebetulan) bagus itu.

Mungkin anda bertanya, "Bukannya kalo profit terus itu berarti system kita udah bagus?" Menurut saya, trading system yang baik seharusnya malah "memberi ruang" untuk sesekali adanya posisi yang loss. Bukankan kita sudah memperhitungkan adanya loss ini dalam trading plan? Mentor saya pernah bilang, kalo 80% saja dari posisi yang kita ambil mendatangkan profit, itu sudah bagus. Jika kita memakai risk-reward rasio 1:2 toh apabila kita mengalami 2 kali loss-pun akan tertutup dengan 1 kali profit sehingga pertumbuhan modal kita setidaknya tidak negatif.

Profit yang (kebetulan) kita peroleh secara terus menerus justru kemungkinan besar akan menimbulkan rasa terlalu percaya diri, yang menurut saya justru merupakan titik lemah seorang trader.

Apalagi jika profit berurutan yang kita peroleh itu sebenernya termasuk juga dari posisi yang anda ambil dengan sedikit "menyimpang" dari trading system atau trading plan anda. Anda akan berpikir, "Ahh… ternyata nyimpang dikit dari system juga malah profit kok" Nah, dengan kenangan manis terhadap penyimpangan itu, lain kali anda akan cenderung mengulangi penyimpangan itu kan? Hehehe!

Eh, bukan berarti saya menyarankan anda untuk sengaja me"merah"kan posisi sih. Tapi, kalo anda kebetulan mendapat hasil trading yang selalu profit secara terus menerus dan berurutan, setidaknya anda tidak terus menjadi percaya diri yang berlebih alias sombong. Percaya deh… meskipun percaya diri itu hal yang wajib bagi seorang trader, tapi percaya diri yang berlebihan biasanya akan membawa kepada hal yang buruk bagi seorang trader.

Bagi saya, posisi merah justru menjadi semacam pengingat, bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk trading system dan juga hasil analisis kita. Sesekali loss bisa menjadi pengingat bagi kita untuk tetap down to the earth, menjaga kita untuk tetap mawas diri dan tidak over self confidence plus sombong. Lagi pula, taman gak akan indah kalo gak ada bunganya kan? Jadi, merah sesekali, justru indah kok.

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Antara Prestasi Akademik Dan Prestasi Trading

0 komentar
Awal saya memutuskan untuk melakukan trading, saya merasa yakin bahwa saya akan (segera) sukses di bidang trading forex ini. Well, memang terdengar seperti kesombongan ya? Yah, sebenernya (asli) gak saya sengaja. Hanya saja, dulu saya mengira kalo memahami dan mempelajari bagaimana melakukan trading kurang lebihnya akan sama dengan saya dulu belajar tentang teori-teori ekonomi tentang market, hukum permintaan-penawaran, sampai teori-teori portofolio serta analisis investasi plus berbagai macam teknik statistik, yang kebetulan bisa saya pahami dengan relatif mudah.

prestasi
Berbekal pengalaman pribadi saat kuliah, saya yang terlanjur menerasa diri sebagai fast learner, segera masuk ke dunia forex trading dengan semangat dan keyakinan tinggi bahwa saya akan segera sukses menjadi expert trader. Sungguh keyakinan yang terlampau tinggi ternyata.

Mau tau hasil trading saya di bulan pertama? Bener-bener sukses…MC! Belajar trading bagi saya pribadi sungguh merupakan pengalaman yang "lain dari pada yang lain". Kalo mau berterus terang, di forex trading inilah saya bener-bener merasakan "tidak tau apa-apa" dan juga "bukan siapa-siapa" bahkan merasa "tidak tau harus berbuat apa". Hihihi! Komplit deh pokoknya. Beruntung, perasaan-perasaan di atas (yang kalo dirangkum menjadi dua kata adalah "gagal total"), tidak membuat saya kemudian menyerah. Justru bagi saya kegagalan total itu menjadi tantangan tersendiri yang lumayan bikin penasaran.

Jadi, mulailah saya belajar dengan cara pandang dan keyakinan baru, bahwa ternyata, prestasi akademik (di bidang ilmu ekonomi sekalipun) tidak menjamin kelancaran dalam belajar trading. Ok saya tetap sepakat, bahwa kecerdasan memang diperlukan untuk lebih cepat memahami kondisi market. Trader yang sukses jelas trader yang cerdas. Tapi, cerdas di sini tidak selalu dikonotasikan dengan prestasi akademik yang cemerlang. Saya jadi tahu dan bisa paham bahwa ada temen trader yang bergelar master sekalipun, pernah mengalami kegagalan total di awal-awal belajar trading. Ada yang bilang, trading itu lebih dipengaruhi aspek psikologis daripada teknik.

Awalnya saya skeptis dengan pernyataan itu. Namun akhirnya saya mengakui bahwa meskipun aspek teknis jelas hal yang mutlak dikuasai untuk menjadi trader yang baik, akan tetapi aspek psikologis dalam prakteknya memang yang akhirnya menentukan. Itulah mengapa, ada pendapat juga yang menyatakan bahwa psikolog justru akan cenderung lebih bisa menjadi trader yang baik dibanding dengan ahli ekonomi.

Tentu saja ini bukan berarti anda harus lulusan psikologi untuk mejadi trader yang sukses. Juga bukan berarti bahwa anda yang lulusan sekolah ekonomi dan mempunyai nilai atau prestasi akademik yang bagus kemudian akan gagal menjadi trader loh. Saya cuma ingin meyampaikan bahwa ternyata, untuk menjadi trader yang sukses tidak cukup hanya berbekal ilmu dasar tentang bagaimana memahami market dan statistik, tetapi lebih kepada kematangan psikologis.

Jadi, buat temen-temen trader yang kebetulan punya latar belakang pendidikan ekonomi dan statistik, jangan dulu merasa terlalu yakin bahwa anda akan dengan cepat sukses di forex trading ini. Ok, anda mempunyai kelebihan pemahaman analisis fundamental (ekonomi) dan statistik (teknik), tetapi bagaimanapun anda harus mengasah kematangan psikologis terlebih dulu sebelum melakukan investasi yang besar dan mengandalkan forex trading sebagai profesi.

Juga, bagi temen-temen trader yang tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan statistik, jangan keburu putus asa dan berkecil hati. Dalam belajar trading, yang terutama diperlukan adalah kemauan, ketelatenan dan kesabaran. Percaya deh, latar belakang pendidikan dan prestasi akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi trading kok. So, never, never, never give up!



Sumber: seputarforex.com 
Read more...

Standing Aside Is A Position

0 komentar
Ada seorang temen trader yang mengatakan, dia tidak pernah melakukan open position di hari Senin. Temen trader lainnya mengatakan tidak melakukan OP di hari Jumat. Bahkan ada trader yang tidak melakukan open position di hari-hari awal bulan. Dia hanya memulai trading setiap bulannya setelah news NFP release.

calendar
Memangnya ada apa dengan hari-hari Senin, Jumat dan hari-hari di awal bulan? Yah sebenernya sih bukan apa-apa kok.. Bukan berarti dilarang trading di hari-hari tersebut, apalagi dikaitkan dengan alasan klenik. Hihihi! Terus terang dulu saya sempet bener-bener gak berani ambil posisi di hari Jumat, gara-gara ada yang bilang untuk trader pemula lebih baik menghindari hari Jumat untuk melakukan open position. Jadi, di hari Jumat, saya (dulu) biasanya hanya mengamati market dan mencoba memahami mengapa hari Jumat banyak dihindari oleh temen-temen trader untuk melakukan OP.

Pergerakan di hari Jumat biasanya memang cenderung ekstrem. Ada temen trader yang bilang, hari Jumat itu hari pembantaian, karena biasanya para trader melakukan take profit, atau malahan ada yang ngejar target mingguan yang mungkin belum tercapai. Satu lagi alasan untuk tidak masuk market di hari Jumat, bagi trader yang tidak terbiasa membiarkan satu posisi terbuka sepanjang akhir pekan karena menghindari gap yang mungkin terjadi di awal pekan.

Melakukan OP di hari Jumat beresiko apabila TP tidak tercapai saat market tutup maka posisi yang masih terbuka tersebut bisa jadi terkena imbas gap tersebut. Atau ada juga trader yang tidak lagi melakukan OP di hari Jumat karena target mingguannya sudah tercapai. Jadi, Jumat itu hari buat WD dan menikmati hasil trading selama sepekan.

Alasan-alasan itulah yang menyebabkan banyak trader yang tidak melakukan open position di hari Jumat. Btw, ada temen trader yang mengeluh kenapa juga NFP mengambil hari Jumat yah? Soalnya kalo salah posisi kan jadinya kagok mau di close masih floating, mau di biarin aja takutnya makin parah minusnya karena kena gap di hari Senin. Nah kaan!

Ok, sekarang bagaimana dengan hari Senin dan hari-hari di awal bulan? Mm.. kebanyakan trader yang menghindari melakukan OP di hari-hari ini menimbang karena pergerakan di hari Senin atau hari-hari awal bulan memang biasanya kurang "seru", pergerakan kurang banyak, jadinya kurang menantang. Yah sebenernya trading itu suka-suka kita kok Gak ada yang melarang untuk masuk market kapan saja.

Hanya saja sebaiknya pahami karakteristik market sebelum kita mengambil posisi. Kalo kita anggap market tidak menarik karena misalnya sedang sideways gak ada salahnya untuk tidak melakukan OP. Toh kita gak harus selalu melakukan buy atau sell Standing aside is a position.

Menjauh dan pantau saja market kalo kita anggap market sedang tidak menarik atau kita sedang gak in the mood buat trading. Terkadang tidak mengambil posisi justru keputusan yang lebih baik ketimbang melakukan buy atau sell. Bahkan ada trader yang mengatakan - the most important thing in trading is sometime not to trade. Tidak mengambil posisi juga disarankan bagi trader yang mengalami loss secara berturut-turut.

Secara psikologis, kita perlu mendapatkan penyegaran dulu sebelum masuk lagi ke market setelah mengalami loss berturut-turut atau MC. Ambil nafas dulu, take a deep breath. Jangan paksakan masuk market dengan kondisi psikologis yang kacau, apalagi dengan niatan balas dedam. Jadi, jangan pernah trading dengan "terpaksa". Masih banyak hal-hal menarik lainnya untuk dilakukan kok.



Sumber: seputarforex.com 
Read more...

You Got 1 K Pips Today? I'm Not Impressed Anyway

0 komentar
Berapa pipskah yang anda dapat hari ini? Ok, ok, bukan bermaksud menyepelekan sih. Tapi, kalopun anda jawab: 1.000 pips, saya paling-paling akan komentar: Ok, bagus. Tapi, apa konsisten setiap hari seperti itu? Saya jadi teringat ketika pertama kali saya bisa dapet 200 pips dalam satu posisi. Saya dengan bangga pamer ke mentor saya, berharap dapet pujian.

obama
Eh, ternyata beliau cuma berkomentar: "Yang penting konsistensi". Ampun deh… susah banget sih ternyata, bikin mentor saya terkesan. Terus terang, konsistensi adalah hal yang lumayan susah dicapai di dunia forex trading. Banyak temen trader yang di satu hari pamer dapet 1.000 pips, tapi beberapa hari kemudian trus kena MC. Bahkan ada yang berhasil menang kompetisi, tapi abis itu, belum juga sempet di WD, dah amblas deh, modal (plus hadiah)nya.

Jadi, sebenernya, bisa gak sih kita dapet pendapatan yang stabil dan konsisten dari trading? Kalo kata temen-temen trader senior sih, itu tergantung dari konsistensi kita dalam mematuhi trading system, termasuk juga trading plan yang telah kita tetapkan sendiri. Disiplin menjadi kunci utama di sini. Gak ada gunanya kita repot-repot menyusun trading plan kalo kemudian kita langgar sendiri. Gak ada gunanya kita menetapkan patokan penggunaan margin kalo kita kemudian selalu kepancing untuk melanggarnya.

Trading sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis. Salah seorang mentor saya pernah menguji saya dengan menyuruh saya trading dengan hanya dana virtual dan dengan target hanya 30 pips sehari selama setahun! Dia bilang… kalo satu saat saya tidak "gatel" lagi untuk open position walaupun chart menari-nari di depan mata, maka saya sudah lulus ujian. Wah, ampyun deh. Apa sih sebenernya gunanya latihan itu?

Intinya adalah: belajar menahan diri dan disiplin. Kalo target sudah tercapai, walau market menarikpun, mendingan tutup aja trading platform dan matikan PC. Sering kali kita memang terpancing utuk melakukan open position "diluar rencana". Alasan sih bisa macem-macem. Bisa jadi karena kita merasa hari ini adalah "hari keberuntungan" karena posisi sebelumnya ijo semua, jadi apa salahnya klo open lagi?

Atau sebaliknya, trading dengan motivasi "balas dendam" gara-gara abis loss. Nah, ini dia yang lebih gawat. Bisa-bisa bukannya dendam terbalaskan, tapi malahan modal ilang semua tuh. Konsistensi dalam trading juga bisa dicapai dengan konsisten berpegang pada trading system yang sudah dirasa sesuai. Jangan selalu terpancing untuk mencoba-coba system yang baru. Okelah… kalo anda baru belajar trading kurang dari setahun, coba-coba aneka macam trading system masih bisa dimaklumi. Tapi, kalo kita sudah menemukan trading system yang sesuai… iya sudahlah… saran saya, gak usah terlalu banyak coba-coba lagi deh.

Eh, kecuali anda memang trading hanya untuk hobi (baca: iseng main-main), iya itu sih terserah anda. Kalo saya amati, temen-temen trader yang sudah bisa trading for living, mereka malahan tidak terlalu ngoyo untuk mengejar banyak pips per harinya. Mereka cenderung bermain aman. Kalo target mingguan terpenuhi, itu sudah cukup… Keknya sikap dan sifat seperti ini perlu dicontoh deh. Yang jelas, jangan pernah serakah. Tetapkan target, kalo sudah tercapai ya syukuri apa yang kita dapet. Jadi, ada yang pamer dapet 1 kilo pips hari ini? Sorry, that doesn’t impress me much.


Sumber: seputarforex.com 
Read more...

Keep Smiling When You're Trading

0 komentar
Saya masi inget saran pertama dari mentor saya saat pertama kali belajar trading: selalulah menjaga kondisi yang nyaman saat trading. Trading-lah sambil tersenyum. Tadinya saya protes, apa hubungannya? Emangnya kalo kita trading sambil senyum, trus langsung pips jadi ijo gitu? Iya emang sih, pengaruhnya gak langsung seperti itu. Mosok floating negatif langsung berubah jadi ijo klo kita senyumin sih. Itu mah sulap namanya. Lalu apa pengaruhnya kita trading dengan senyum dengan perolehan profit?

Saya jadi inget setahun yang lalu saya baca e-book dan liat dvd tentang The Secret. Secara singkat kalo boleh saya jelaskan, teori ini mengatakan bahwa apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan akan "menarik" hal yang "serupa". Artinya, kalo pikiran dan perasaan kita positif, maka akan menarik hal-hal yang positif. Sebaliknya kalo pikiran dan perasaan kita negatif, maka akan menarik hal-hal yang negatif pula. Sebenarnya mungkin anda pernah mengalami bukti dari teori tersebut.

smiling_trader
Contohnya, pernahkah anda mengalami "hari buruk" yang diawali dengan sesuatu kejadian buruk di pagi hari, yang akhirnya mempengaruhi mood anda seharian, sehingga apa yang anda alami seharian juga cenderung buruk? Sebenernya bukan kejadian-kejadian buruk yang anda alami pada hari buruk itu bukanlah suatu kebetulan. Kondisi psikologis (mood) anda yang buruk itulah yang "menarik" kejadian-kejadian buruk tersebut.

Sebenernya cara paling mudah untuk menjaga kondisi psikologis selalu positif adalah dengan tersenyum. Gak percaya? Coba deh anda tersenyum, otomatis kondisi psikologis akan terbawa positif. Tapi, gimana dong kalo seandainya kita terlajur bad mood? Bagaimana cara supaya mood kita tetep positif meskipun mengahadapi kejadian buruk? Ok, ada satu tips mudah untuk merubah mood negatif jadi positif. Kalo satu saat mood kita tiba-tiba cenderung buruk, cepet-cepatlah memikirkan hal-hal yang menyenangkan.

Misalnya: kejadian-kejadian lucu atau menggembirakan yang pernah kita alami, berpikir tentang orang yang kita sayangi (ini mood switching yang paling sering saya lakukan), atau sekedar membayangkan tingkah lucu binatang peiharaan kita misalnya. Atau, putarlah lagu atau musik yang ceria dan ikutlah berdendang, dijamin suasana hati akan berubah menjadi ceria. Anda merasa susah melakukannya? jangan khawatir. Susahnya palingan cuma di awal-awal aja kok. Lama kelamaan anda akan menemukan "mood switching" atau sesuatu yang bisa merubah mood anda dengan cepat, yang bisa anda gunakan segera saat mood cenderung jelek.

Anda sudah trading dengan mood positif, tapi kok tetep aja kebakaran pips? Ya, setidaknya anda tetap dalam kondisi tenang menghadapi saat-saat yang anda anggap tidak menyenangkan itu. Jadi, apapun tindakan anda untuk menghadapi saat tersebut akan anda lakukan dengan tenang dan tidak terbawa kondisi panik atau bad mood. Keputusan yang membawa hasil terbaik adalah keputusan yang diambil dalam kondisi tenang alias mood positif. Bukankah trading sejatinya adalah sekumpulan proses pengambilan keputusan? Mulai dari keputusan memilih pair, keputusan memilih indikator, keputusan untuk mengambil posisi buy/sell, keputusan penggunaan margin, keputusan menentukan TP /SL dan lain-lain. Itulah mengapa, trading sangat dipengaruhi aspek psikologis.

Bahkan ada yang bilang kalo trading itu 10% technical, 90% psikologi. Nah, sekarang, bagaimana kondisi mood anda? Sedang bad mood? Wew, segera tutup trading platform anda dan lakukan dulu mood switching. Putarlah lagu yang ceria, pikirkan hal-hal yang menyenangkan. Anda merasa gak punya sesuatu yang menyenangkan untuk dipikirkan? Waduuhh… stop-stop. Hapuskan pikiran buruk itu. Syukurilah apa yang anda punya sekarang. Selalu ada hal-hal positif yang bisa kita syukuri kok. Lah, setidaknya, anda masih bisa browsing, masih bisa baca artikel ini, berarti anda masih punya sarana dan prasarana, dan anda masih punya mata untuk melihat. Bukankah itu hal yang sangat pantas untuk disyukuri?

Ok, mood anda sudah positif? That’s great! Keep smiling. Silahkan buka trading platform anda. Happy trading and Good luck!


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Requirement Psikologis Seorang Trader

0 komentar
Saya pernah bergabung dengan tim konsultan bidang manajemen SDM untuk membuat job analysis perkerjaan-pekerjaan di sebuah bank. Salah satu pekerjaan yang kebetulan menjadi bagian saya untuk dibuat job analysis-nya adalah pekerjaan dealer di bank tersebut. Dealer di sebuah bank mempunyai tugas utama melakukan transaksi dalam rangka penempatan dana, yang kurang lebih bisa saya samakan dengan tugas dan pekerjaan seorang trader forex.

psikologi_trading
Saat saya melakukan job analysis itu, saya memang belum belajar menjadi trader. Jadi deh, untuk bisa memahami dan merasakan bagaimana pekerjaan seorang dealer, saat itu saya harus melakukan pengamatan langsung selama beberapa waktu (yang lumayan bikin saya ngerasa jadi alien penyusup di dealing room) untuk melihat langsung, mengamati dan mencoba merasakan apa dan bagaimana menjadi seorang dealer. Coba kalo saat itu saya sudah menjadi trader, saya mungkin akan cuma butuh sejenak merenung untuk merasakan, sebenernya apa sih syarat untuk menjadi trader yang baik (sukses) dan (tanpa banyak bersusah payah) akan jadilah laporan job analysis untuk jabatan dealer itu.

Anyway, di sini saya akan coba sedikit berbagi hasil job analysis tersebut, terutama dalam masalah requirement atau persyaratan psikologis untuk menjadi dealer maupun trader. Untuk menjadi seorang trader (yang baik), ternyata diperlukan prasyarat psikologis, antara lain:
Disiplin
Seorang trader harus mempunyai disiplin yang tinggi. Disiplin dalam menjalankan trading plan, disiplin dalam menjaga margin maupun disiplin dalam hal-hal "kecil" lainnya. Kedisiplinan ini juga biasanya akan tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Tenang dan tidak mudah panik
Seorang trader dituntut untuk bisa selalu mengendalikan emosi dalam menghadapi berbagai kondisi yang kadangkala tidak sesuai dengan harapan dan tidak mudah panik, karena kepanikan hanya akan menyebabkan pengambilan keputusan menjadi kacau dan malahan akan memperparah kondisi. Jadi, apapun kondisi yang anda hadapi, sebagai seorang trader yang baik, hadapilah selalu dengan tenang.

Mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
Disamping dituntut untuk tidak mudah panik, seorang trader juga harus bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat apabila perlu, misalnya untuk mengambil keputusan terhadap suatu posisi karena pergerakan harga yang mungkin di luar dugaan.

Optimis
Tidak mudah menyerah dan selalu berpikir positif. Sebenernya prasyarat yang satu ini tidak hanya berlaku untuk profesi trader, tetapi juga berlaku secara umum untuk semua orang dengan profesi apapun yang ingin sukses. Btw, saya jadi teringat trader partner diskusi saya yang selalu berpikir optimis dan juga berdisiplin tinggi. Apapun kondisi yang dihadapi, dia selalu optimis, tidak mudah menyerah dan selalu berpikir positif.  Selain itu, dia juga telaten, teliti plus jago dalam hal planning. Gak heran kalo dia selalu bisa take control di semua situasi dan dialah trader terbaik yang pernah saya kenal.

Point-point di atas adalah sebagian syarat untuk menjadi trader yang sukses. Gimana? apakah anda sudah memiliki karakteristik psikologis seperti di atas? Kalo iya, saya ucapkan: selamat! Anda akan menjadi trader yang baik dan sukses bagi anda hanyalah masalah waktu. Kalo belum?

Ya selalulah belajar dan berusaha. Selalu lah berusaha memperbaiki diri dan belajar dari pengalaman serta kesalahan di masa lalu. Toh, sifat-sifat di atas juga akan lebih baik jika kita miliki, meskipun misalnya pada akhirnya kita memutuskan untuk tidak menjadi trader. Sebenernya, apapun profesi kita, sifat-sifat positif ini akan mewarnai kehidupan kita sehari-hari, dan yakin deh bakal menjadikan hidup kita lebih menyenangkan.


Sumber: seputarforex.com 
Read more...

Jadilah Fun Time Trader

1 komentar
Seorang temen trader pernah cerita bahwa cita-cita dia adalah menjadi full time trader, dalam artian dia bisa meinggalkan pekerjaan konvensionalnya dan berfokus untuk menjadi trader. Memang menarik sih, siapa sih yang gak pengen, kerja dengan waktu yang fleksibel, cukup dari rumah tapi dengan penghasilan yang melimpah? Wehh, keknya semua orang juga mau deh, cuma… nah ini dia, apakah dalam kenyataannya akan senikmat itu? Di awal saya belajar trading, mentor saya pernah berpesan: mendingan jangan jadikan trading sebagai pekerjaan utama.

fun_trader
Trading for living rasanya akan berbeda dengan trading just for fun. Itu kata temen trader yang sudah bisa menjadikan trading sebagai pekerjaan utamanya. Memang sih, dia mengakui, banyak keuntungan menjadi trader. Pekerjaan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja dan tidak terikat keharusan-keharusan seperti pada pekerjaan konvensional. Akan tetapi, tetap saja beda rasanya, antara trading sebagai hobi dan trading untuk membayar tagihan. Perlu mental yang matang sebagai trader untuk menjadikan trading sebagai pekerjaan utama.

Terus terang, saya sendiri masih menjadikan trading sebagai hobi. Saya biasa melakukan kegiatan trading sesuai dengan mood. Kadang trading menjadi obat saya klo lagi bĂȘte. Sekedar ngeliat chart, mengamati bagaimana sebuah candlestick terbentuk, tarik-tarik fibo, corat-coret sana-sini, hati bisa menjadi terhibur. Tapi, di sisi lain, dari pengalaman masa lalu, saya bisa katakan, trading dengan kondisi psikologis yang sedang labil bisa membahayakan account.

Jadi, kalo kondisi psikologis sedang terlalu tidak menentu, saya mending tenangkan diri dulu sebelum memulai lagi trading.  Mmm… terus terang, kurang lebih 3 minggu ini malahan saya cuti trading, karena masalah online maupun offline yang menyebabkan kondisi psikologis jadi rada kacau. Yah, daripada trading dengan acak-acakan dan bahkan dengan niat melakukan bunuh account. Nah, karena trading ini sangat berkaitan dengan psikologis, maka untuk menjadikan trading sebagai pekerjaan utama, sebaiknya anda sudah mempunyai kondisi mental dan psikologis  yang stabil. Lah, coba bayangkan kalo anda terlanjur mengandalkan penghasilan utama dari trading, sedangkan kondisi emosi dan psikologis sedang tidak stabil, apa anda juga bisa dengan mudah memutuskan cuti trading selama 3 minggu seperti saya? Wehh, bisa-bisa kacau balau deh, cash flow anda.

Menjadi seorang full time trader, harus siap dengan segala konsekuensi. Temen trader yang sudah bertahun-tahun menjadi trader-pun mengakui, bahwa trading ini mengandung resiko yang tinggi. Memang sih, resiko ini bisa kita manage dengan berbagai penguasaan teknik. Akan tetapi tetap saja, menurut saya, untuk menjadikan trading sebagai penghasilan utama, tetap mengandung resiko ketidakpastian pendapatan yang lebih besar dibanding jenis pekerjaan konvensional. Eh, tapi bukan bermaksud mematikan semangat untuk belajar trading loh. Saya pribadi tetap bersemangat untuk terus belajar dan menjadikan trading setidaknya menjadi hobi yang mendatangkan penghasilan sampingan yang mungkin malahan lebih besar dari yang utama.

Hanya saja, alangkah lebih nyaman apabila kita selalu menjadi fun time trader, entah itu kita menjadikan trading hanya sebagai hobi ataupun pekerjaan utama. Trading dengan hati yang tenang (kalo bisa sih malahan ceria), tentu akan lebih mengasyikkan daripada trading dengan beban. So, keep smiling saat ber-trading. Memang, bisa menjadikan trading sebagai pekerjaan utama ini menjadi impian sebagian besar trader, apalagi bagi temen-temen trader yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan kegiatan ini.

Bayangkan betapa asyiknya menjadi full time trader, melakukan sesuatu yang menjadi kesenangan dan bisa dilakukan kapan saja, di mana saja. Seorang temen trader bahkan bercita-cita pengen tinggal di tempat terpencil, yang tenang dan nyaman, asalkan ada sambungan internet dan semua kebutuhannyapun akan terpenuhi. Saya bilang, lah, emangnya betah githu? Kok jadi kayak pertapa ya? Jangan-jangan memang seperti yang saya duga, sebagian besar trader itu memang jenis orang melankolis, yang pada dasarnya suka menyendiri.



sumber: seputarforex.com 
Read more...

Mereview Kegiatan Trading Di Akhir Tahun

0 komentar
Tanpa terasa kita sudah memasuki 10 hari terakhir di tahun 2010. Apa yang biasa anda lakukan di akhir tahun? Mereview kegiatan dan pencapaian di tahun yang bersangkutan? Bagaimana dengan kegiatan trading anda? Mungkin hari-hari inilah saat yang tepat bagi kita untuk mencoba menilai efektifitas kegiatan trading kita. Berapa persen keuntungan yang telah anda dapatkan dalan tahun ini? Berapa-rata-rata perbulannya? Berapa persen dari posisi yang anda ambil menghasilkan keuntungan dan berapa persen yang mengakibatkan kerugian? Berapa banyak anda loss tahun ini? Atau malahan, berapa kali MC? Secara umum, sudahkan trading plan yang anda tetapkan bisa berjalan? Syukurlan kalo pencapaian anda sudah sesuai dengan rencana. Kalau belum, mengapa?

review kegiatan trading
Dalam ilmu manajemen, kita kenal proses manajemen yang terdiri dari fungsi-fungsi: planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan) dan controlling (pengendalian/pengawasan). Dalam trading, ilmu dasar manajemen juga bisa kita terapkan dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Trading plan sudah kita tetapkan, pelaksanaan sudah kita lakukan, sekarang waktunya melakukan pengendalian/pengawasan. Pengendalian secara teoritis kita lakukan dengan membandingkan antara rencana dengan pelaksanaan. Apabila telah sesuai, bisa dikatakan “segala sesuatu ada dalam kendali”. Apabila belum/tidak sesuai, perlu dilakukan tindakan korektif.

Tindakan korektif bisa dilakukan dalam 2 alternatif: melakukan perbaikan dalam pelaksanaan atau melakukan penyesuaian dalam perencanaan (untuk periode selanjutnya). Perbaikan dalam pelaksanaan dilakukan apabila memang ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan dibandingkan dengan rencana yang membuat target tidak tercapai. Sedangkan penyesuaian dalam perencanaan dilakukan apabila tidak ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan, tetapi target tidak tercapai.

Dalam kasus terakhir, berarti yang bermasalah bukan pada pelaksanaannya, tetapi ada pada penetapan targetnya. Nah, bagaimana hasil review kegiatan trading anda tahun ini? Sudahkah sesuai dengan trading plan yang telah anda tetapkan sebelumnya? Kalau sudah sesuai, saya ucapkan “selamat ” dan “lanjutkan“. Kalau belum sesuai, apalagi kalau jauh di bawah target? Saatnya kita review apa yang telah anda lakukan dalam setahun ini.

Mungkin anda kurang disiplin dalam pelaksanaan trading plan? Atau mungkin target dalam plan yang anda tetapkan terlalu tinggi? Cobalah ukur kembali kemampuan anda. Berapa target yang rasional? Dalam teori motivasi, target yang baik,  dalam artian yang bisa membangkitkan semangat dan motivasi, adalah target yang tinggi tetapi realistis untuk dicapai. Anda sendirilah yang tahu, berapa target yang pas dan sesuai untuk anda. Tidak usahlah terpancing oleh target trader lain. Terus terang dulu saya suka panas kalau tau ada temen trader yang bisa mencapai rata-rata pencapaian yang jauh lebih tinggi dari yang saya peroleh. Akibatnya? Open position yang saya lakukan cenderung dipengaruhi oleh nafsu dengan semangat untuk pamer. Kalau sudah seperti itu, bukan profit yang konsisten yang didapet, tapi profit yang naik turunnya gak kalah dengan gerakan pair di saat news release.

Bagi anda yang masih dalam proses belajar menjadi trader, penilaian mungkin dilakukan berdasarkan pada berapa banyak tambahan pengetahuan yang telah anda dapatkan tahun ini? Masihkah anda bersemangat dan berketetapan untuk terus belajar? Bagaimana dengan efek positif dan negatif dari kegiatan trading yang anda lakukan selama ini? Sudahkan anda mulai menikmati dan menemukan passion dalam kegiatan trading? Syukurlah kalau anda sudah bisa menikmati kegiatan trading ini. Tapi kalau anda menemukan lebih banyak efek negatif dari pada positifnya, yah, apa boleh buat sih.

Anda sendiri yang harus memutuskan apakah akan terus belajar atau sebaliknya, berhenti trading. Review atas kegiatan trading yang saya usulkan ini bukannya harus bikin anda malahan stress. Lakukan saja di sela-sela waktu trading. Toh, hari-hari terakhir di satu tahun biasanya gerakan pair juga cenderung sideways. Dari pada bosen ngeliatin gerakan pair yang gak ke mana-mana, mending sambil review aja deh. Ok deh, semoga hasil review yang anda lakukan positif, dan anda berketetapan untuk terus belajar, jadi kita masih ketemu lagi tahun depan.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Enjoy Your Trade!

0 komentar
Terus terang saya suka heran kalau ngeliat temen-temen trader atau “calon” trader yang dari komentar-komentarnya, saya menangkap kesan bahwa mereka menganggap trading sebagai beban. Stress ngeliat floating minus, gak sabaran nunggu posisi menyentuh TP, belum lagi yang suka “menyesali” posisi atau mengeluh berkepanjangan kalau kena MC. Saran saya untuk temen-temen trader seperti ini sih sederhana: “Sudahlah… berhenti dulu tradingnya, matikan komputer, cari kegiatan lain dulu… kalo perlu cuti aja dulu deh…“ Lebih-lebih lagi kalau ada (calon) trader yang belum apa-apa udah banyak keluhan. Baru pertama kali liat trading platform udah ngeluh: “Wah… ruwet!”, suruh memahami dasar-dasar tentang forex bilang: “wah… pusing!”

Nah, kalau saya ketemu dengan (calon) trader semacem ini, saya akan bilang: “Udah deh, mending gak usah belajar trading ajah. Cari aja kegiatan lain.” Kegiatan trading menurut saya bukanlah kegiatan yang bisa dilakukan secara “terpaksa”. Iya memang sih, semua hal itu tidak baik jika dilakukan dengan terpaksa. Tapi, trading ini lebih-lebih lagi. Lah, yang trading dengan senang hati aja bisa stress kalau keseringan menghadapi kondisi yang tidak mengenakkan kok. Apalagi yang pada dasarnya melihat trading sebagai suatu beban. Bisa-bisa stress berat deh!

enjoy your trading
Seorang temen trader senior pernah bilang: sebaiknya tidak menjadikan trading sebagai penghasilan utama, karena akan sangat beda rasanya apabila kita trading sebagai kegiatan (dan penghasilan) sampingan dengan trading for living. Memang sih, beberapa temen trader ada yang mengaku sudah bisa menjadikan trading sebagai penghasilan utama. Akan tetapi, saya sangat tidak menyarankan bagi trader baru untuk mengandalkan trading sebagai pendapatan utama. Bagaimanapun, beban mental bagi trader yang trading untuk sekedar hobi dengan trading untuk membayar tagihan jelas berbeda. Alangkah ideal memang apabila kita bisa bekerja sesuai dengan minat dan ketertarikan kita. Istilahnya: bekerja sesuai dengan passion. Karena apabila kita sudah menyukai pekerjaan kita, segala hambatan yang dihadapi sehubungan dengan pekerjaan tersebut bakalan tidak terasa sebagai beban, bahkan akan menjadi suatu tantangan dan keasyikan tersendiri.

Saya kenal dengan temen-temen trader yang begitu enjoy dalam kegiatan tradingnya. Mereka dengan rela dan senang hati mengamati chart, mengutak-atik indikator, menganalisis hasil ramuan indikatornya, dan merancang custom indicator atau EA, tidak hanya di hari kerja, tapi bahkan di akhir pekan, ketika market sedang libur! Jangan tanya, apa mereka stress saat trading. Justru mereka mungkin akan stress kalo dilarang membuka trading platform. Terus terang saya sendiri merasa “ada sesuatu yang kurang” di akhir pekan, karena tidak bisa ngeliat chart yang bergerak. Untuk temen-temen trader  yang merasa enjoy dengan kegiatannya, saya ucapkan:  “selamat". Anda sudah menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion, yang berarti  apapun nanti yang akan dihadapi bakalan dihadapi dengan senang hati.

Bagi temen-temen trader yang masih merasakan trading sebagai suatu beban, saya sarankan cobalah untuk merubah pandangan tersebut. Nikmatilah setiap proses dalam trading. Jangan jadikan trading sebagai beban. Okeylah, kita punya trading plan dan target dalam trading, akan tetapi jangan sampai target itu menjadi beban. Jadikan target itu semacam tantangan sehingga kita semangat dan enjoy dalam trading kita. So, find your passion on trading. Be passionate and enjoy your life!


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Bosan Trading?

0 komentar

Saat awal saya belajar forex, saya bener-bener heran klo ada temen trader yang bilang sedang cuti trading karena lagi rada jenuh. Maklumlah, saat itu saya justru lagi seneng-senengnya belajar trading, sampai-sampai di akhir pekan pun saya tetap buka trading platform untuk sekedar utak-atik chart, tarik-tarik fibo atau trend line. Setelah lewat setahun, ternyata saya sendiri mengalami saat-saat merasa jenuh trading. Bukan bosan sama sekali sih, cuma gak mood aja buat open position.

bosan
Mungkin temen-temen trader di sini juga pernah atau bakalan mengalami hal yang sama. Saya hanya ingin sedikit berbagi, bagaimana kita bisa mengatasi rasa jenuh dan bosan trading ini. Sebenernya rasa jenuh ini manusiawi sih namanya juga manusia, adalah rasa bosan terhadap apa yang rutin kita lakukan. Kalau trading hanya sebagai hobi, jenuh trading juga gak akan masalah. Ya mungkin seperti apa yang temen saya bilang itu, cuti aja dulu beberapa waktu. Nanti kalau sudah timbul semangat lagi, baru mulai trading lagi.

Hanya saja masalahnya, bagaimana saat cuti itu kita tetep tidak ketinggalan up-date dan yang terpenting, tidak kehilangan touch kita. Jangan sampai saat kita mulai trading lagi, kita malahan udah bener-bener "lupa" gimana caranya trading. Cuti trading bagi seorang trader tidak selalu berarti kita sama sekali tidak membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan trading. Meskipun kita tidak melakukan open position, ada baiknya kalo kita juga tetap up-date informasi lah. Setidaknya kita tahu trend jangka panjang yang sedang terjadi. Saat-saat “cuti” ini bisa kita manfaatkan untuk aktif di forum, atau mungkin belajar teknik-teknik trading baru.

Ya tentu saja frekuensi mengoprek hal-hal yang berkaitan dengan trading ini kita perjaranglah, kan namanya juga lagi cuti. Kalau keseringan ntar malahan jadi lebih enek. Buat temen-temen trader yang sedang semangat-semangatnya belajar, saran saya sih jangan terlalu digeber deh. Yah, biar tetep awet aja semangatnya. Lebih konsisten dalam belajar, gitulah. Jangan cuma semangat menggebu di awal, tapi sekali kena MC dah ilfil dan memutuskan untuk pensiun dini sebagai trader.

Buat temen-temen trader senior, sekali-sekali istirahat jugalah dari trading. Kalo istilah Stephen R. Covey, sempatkan untuk "sharpen the saw". Jangan terus menebang pohon tanpa istirahat, karena bagaimanapun ada saat-saat dimana "gergaji" yang kita pakai untuk menebang pohon juga perlu kita asah. Memang dengan berhenti menebang pohon untuk mengasah gergaji, kita seakan-akan "membuang" waktu, tapi dengan mengasah gergaji sejenak, pekerjaan menebang pohon selanjutnya akan lebih cepat dan lancar bukan?

Jadi intinya, jangan merasa bersalah untuk beristirahat sejenak. Keseimbangan hidup kita harus tetap terjaga supaya kondisi psikologis kita juga selalu sehat untuk menghadapi segala kondisi, termasuk untuk mengambil keputusan dalam trading. Bukankan kata para master, trading itu 10% teknikal dan 90% psikologis? Jadi menjaga kesehatan psikologis juga sangat perlu bagi seorang trader, selain juga kesehatan fisologis tentunya.

Ok deh, itu semua hanya saran kok. Masing-masing dari kita yang tahu persis kapan saatnya untuk berhenti sejenak dari kegiatan rutin kita. Toh kalo emang udah enek, gak bisa dipaksain juga kok untuk trading. Malahan biasanya kalo saya sih, kalo lagi gak mood trading dipaksain juga hasilnya juga biasanya akan amburadul deh.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan