Tampilkan postingan dengan label Trading plan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trading plan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 20 Maret 2016

Membuat Sebuah Rencana Trading (1)

0 komentar
Sebuah rencana trading adalah sekumpulan aturan-aturan mengenai seluruh aktivitas trading Anda. Survey membuktikan bahwa hasil akhir mereka yang trading berdasarkan sebuah rencana ternyata jauh lebih baik dari mereka yang tanpa rencana. Ungkapan bijak dalam bisnis mengatakan ’’jika Anda gagal membuat rencana berarti Anda merencanakan untuk gagal’’ (fail to plan and you plan to fail).
Hal ini juga berlaku dalam bisnis trading di pasar forex. Mereka yang trading dengan sebuah rencana yang jelas akan bisa masuk pasar dengan ide yang telah direncanakan berdasarkan psikologi pribadi, gaya tradingnya, strategi dan tujuan yang hendak dicapai. Sebuah rencana yang baik akan membuat Anda trading lebih obyektif dan mengurangi keterlibatan emosi yang akan menyebabkan stress. Selain itu dengan rencana yang terarah Anda akan bisa tetap bertahan di pasar dengan hasil trading yang konsisten.
                                       
Karena sebuah rencana akan bisa mengurangi keterlibatan emosi, maka Anda bisa trading dengan lebih efisien. Anda akan cenderung merasa lebih tenang dengan keputusan-keputusan yang rasional dan terarah seperti yang telah Anda ’’kode’’kan pada rencana trading. Bergantung pada selera dan kebutuhan, Anda juga bisa menerapkan script, membuat Expert Advisor (EA) atau bahkan menciptakan software robot sebagai pengganti rencana trading konvensional yang mungkin Anda nilai sudah usang. Namun demikian Anda tidak harus memaksakan penggunaan software trading karena tidak semua yang Anda pikirkan akan bisa diadaptasi atau diterjemahkan dalam sebuah program. Pada kenyataannya banyak trader forex profesional yang tidak sepenuhnya menggunakan software trading. Rencana trading utama mereka masih ditulis secara konvensional.

Banyak yang mengacaukan rencana trading dengan strategi trading. Mungkin ada yang berpendapat itu hanya istilah saja, tetapi untuk topik yang sedang kita bahas, mesti dibedakan dengan jelas antara rencana trading dan strategi trading agar tidak rancu dan tumpang tindih. Strategi trading hanya berhubungan dengan level entry, level exit dan trade management, sedang rencana trading meliputi keseluruhan cara berfikir Anda termasuk strategi trading, tujuan jangka pendek dan jangka panjang, money management, rutinitas dan tindakan darurat yang harus Anda ambil jika keadaan membahayakan account Anda.

Point-point tersebut akan membuat Anda selalu fokus pada rencana jika Anda memang trading dengan serius. Disamping itu Anda akan selalu mengoreksi rencana Anda dengan ide-ide baru, skill dan pengetahuan baru sehingga rencana trading yang Anda buat bisa menyesuaikan terhadap perubahan kondisi pasar yang memang selalu terjadi.

5 unsur utama rencana trading
Secara sederhana sebuah rencana trading harus memiliki 5 unsur utama, yaitu:
1. Cara pikir dalam trading (trading mindset)
2. Tujuan, bisa jangka panjang, jangka pendek atau keduanya
3. Money management (termasuk management resiko)
4. Strategi trading
5. Rutinitas trading

Sebelum membahas satu per satu item diatas, sebaiknya Anda mengetahui dengan pasti apa yang memotivasi Anda untuk trading forex. Karena iseng saja, sekedar untuk memperoleh penghasilan tambahan, atau terpaksa karena tidak ada pekerjaan lain sementara penghasilan harus ada, atau karena memang benar-benar tertarik (tadinya hanya iseng-iseng), dan mungkin juga karena Anda ingin memperoleh keuntungan yang sangat besar dalam waktu singkat, mengingat penghasilan yang Anda peroleh saat ini ’’segitu-segitu saja’’. Apapun alasan Anda akan sangat mempengaruhi cara berpikir Anda setelah benar-benar terjun ke trading.

(Bersambung)


Sumber : www.forexrazor.com : Developing A Trading Plan
Seputarforex.com 
Read more...

3 Pilar Utama Dalam Rencana Trading

0 komentar
Dalam aktivitas kita trading di pasar forex, rencana trading (trading plan) adalah pendekatan sistematis yang mengatur semua aspek dalam trading. Secara garis besar, trading di pasar forex terdiri dari 3 sistem yang bekerja secara simultan dan merupakan pilar-pilar utama, yaitu sistem trading yang mencakup metode dan strategi yang digunakan (forex trading system), sistem money management dan sistem pengaturan dan pengendalian emosi (emotion management system). Model pendekatan ini sering dijumpai dalam rencana trading mereka yang telah berpengalaman. Masing-masing sistem mempunyai ketentuan yang telah kita sepakati sebelumnya (rule set) untuk mengatur obyek yang menunjang trading kita. Hubungan antara 3 pilar tersebut adalah seperti gambar diagram berikut:



Masing-masing obyek adalah berupa checklist yang akan menentukan keseluruhan proses dalam trading, yakni:
  • Forex trading system – menentukan waktu yang tepat untuk entry dan exit, sesuai analisa berdasarkan metode dan strategi trading yang kita gunakan.
  • Money management system – menentukan besarnya resiko per trade serta position size sesuai dengan balance dalam account trading kita.
  • Emotion management system – memastikan keadaan emosi kita pada saat tersebut, apakah emosi kita stabil dan sudah layak untuk membuka posisi trading. Jika emosi kita sedang labil dikhawatirkan akan berdampak pada saat kita membuat keputusan. Checklist emosi ini diperlukan bila kita trading sepenuhnya secara manual. Jika kita menggunakan software trading yang secara otomatis memberikan sinyal-sinyal entry dan exit maka checklist emosi ini bisa diabaikan.

Level entry dan exit yang telah kita lakukan secara rinci dicatat dalam histori atau catatan riwayat trading (trading log) untuk dievaluasi kemudian. Evaluasi jangka pendek sebaiknya dilakukan segera setelah sebuah trade selesai (entry dan exit pada satu posisi) agar bisa dilakukan perbaikan atau menambah ide-ide baru jika diperlukan. Bergantung dari selera dan kebutuhan, trading log bisa langsung dianggap sebagai jurnal trading atau patokan untuk membuat jurnal trading guna evaluasi jangka panjang. Trading log bisa digunakan sebagai ukuran sampai sejauh mana keseluruhan sistem trading kita bekerja pada suatu kondisi pasar tertentu.

Checklist untuk level entry dan exit seharusnya hanya pada satu level harga dan tidak diikuti dengan pilihan kedua (ambiguous). Hanya jika sinyal trading telah kita anggap valid dan memenuhi semua syarat yang kita sepakati, maka kita akan entry atau exit. Jika mungkin ada 2 pilihan yang sama-sama valid, sebaiknya diambil yang probabilitasnya lebih besar.
Untuk checklist pada money management system, persentasi resiko yang kita tentukan hendaknya cukup realistis dan sesuai dengan kondisi balance kita pada saat itu. Hal ini tentu saja bisa berubah-ubah sesuai dengan perubahan balance dan probabilitas sinyal trading yang kita peroleh. Selain itu disini kita juga bisa menambahkan catatan risk/reward ratio setiap trade pada checklist sistem ini.

Checklist pada emotion management system diperlukan guna mencatat riwayat emosi kita selama trading. Hal ini menjadi bisa berarti bila kita membaca trading log setelah beberapa kali trade. Dengan selalu melakukan evaluasi keadaan emosi saat trading, dalam jangka panjang akan bisa dicapai kestabilan emosi. Contoh checklist emosi : ‘apakah saya akan marah jika stop loss saya kena?’ Jika ‘ya’, maka kita menambahkan catatan sebagai peringatan, misalnya: ‘mengalami loss adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan menuju sukses dalam trading forex.’

Trading forex adalah sebuah bisnis maka rencana trading adalah juga rencana bisnis yang harus benar-benar kita siapkan sebelum kita terjun ke live account dengan uang beneran. Semakin baik dan matang persiapan kita maka semakin besar harapan untuk berhasil di live account. Jika belum benar-benar mantap dengan rencana trading, kita bisa melakukan uji coba pada account demo hingga kita terbiasa menggunakan ketiga pilar dalam rencana trading tersebut.

Sumber : www.forexhit.com

Seputarforex.com
Read more...

Kesalahan Memahami Konsep Dalam Trading

0 komentar
Banyak trader pemula yang salah dalam memahami konsep-konsep penting dalam trading forex. Mereka trading dengan interpretasinya sendiri terhadap beberapa konsep yang mereka baca atau dengar tanpa menelaah lebih jauh, dan menjadikannya sebagai kebiasaan dalam trading sehari-hari. Konsep-konsep tersebut berhubungan dengan efektifitas agar cepat berhasil dalam trading forex, namun karena salah memahami maka yang terjadi justru sebaliknya, cara trading jadi tidak efektif dan sering mengalami kerugian. Dari hasil survey terhadap para trader pemula, mereka mendapatkan konsep-konsep tersebut dari berbagai website, seminar atau dari trader yang lebih senior, dan menganggap bahwa semuanya benar dan mesti diikuti.

Berikut beberapa konsep dalam trading forex yang sering disalah-artikan:
                                    
1. Trading pada time frame tinggi resikonya lebih besar dan perlu waktu lama untuk menunggu sinyal trading
Pada umumnya trader pemula beranggapan bahwa trading pada time frame tinggi (yang paling umum daily) resikonya lebih besar karena jarak stop loss akan lebih lebar dati time frame yang lebih rendah. Selain itu, pada time frame rendah lebih banyak kesempatan untuk entry karena sering memberikan sinyal trading.
Dalam hal resiko yang lebih besar, Anda perlu memahami position sizing. Jika Anda harus menentukan stop loss yang lebih lebar dengan pip yang lebih besar, maka Anda mesti mengatur ukuran lot yang sesuai sehingga besarnya resiko dalam satuan nilai uang sama dengan yang telah Anda rencanakan ketika Anda trading pada time frame yang lebih rendah.

Misalnya jika sebelumnya Anda trading EUR/USD pada time frame 30 menit dan besar resiko Anda US$100 per trade untuk stop loss 25 pip, sekarang Anda trading pada time frame daily dengan stop loss 50 pip. Resiko Anda tidak harus lebih besar dari US$100, tetapi ukuran lot trading Anda lebih kecil. Jika Anda masuk pada 4 mini lot untuk stop loss 25 pip (per pip adalah US$4, resiko 25 pip= US$100), sekarang Anda trading dengan 2 mini lot untuk stop loss 50 pip (per pip US$2, resiko 50 pip= US$100). Untuk level reward, dengan stop loss yang lebih lebar, tentunya level take profit juga lebih besar jika risk/reward ratio yang Anda gunakan tidak berubah.

Untuk sinyal trading yang jarang muncul pada time frame tinggi adalah relatif dan tergantung dari metode dan pengalaman trading Anda. Pada umumnya tidak demikian, sinyal trading pada chart daily lebih berbobot daripada chart 30 menit atau 15 menit. Perlu diketahui bahwa sinyal-sinyal pada chart dengan time frame yang lebih rendah  (misal 30 menit, 15 menit, dsb) kurang reliable dibanding daily karena banyak terdapat ‘noise’ didalamnya.
Daily chart menghilangkan noise-noise tersebut dan gambar sinyal yang ditampilkan lebih akurat. Mungkin Anda akan lebih boros dengan keluar masuk pasar pada time frame rendah. Trading pada chart daily mencegah Anda dari over-trading, over-analyzing dan kecanduan trading yang bisa berakibat fatal. Sinyal trading memberi isyarat untuk entry, dan tentunya Anda ingin probabilitas profit yang tinggi. Sinyal trading pada chart daily lebih jarang, tetapi probabilitas profitnya lebih besar.

2. Anda harus selalu membiarkan profit bertambah terus
Anda tentu sering membaca atau mendengar ungkapan ‘cut your losers short and let your winners run’ yang sering muncul di situs-situs dan seminar forex. Apa maksud sebenarnya dan bagaimana Anda melakukannya? Dengan ide seperti pada ungkapan tersebut, banyak trader pemula yang tidak melakukan apa apa pada posisi tradingnya yang sudah dalam keadaan profit. Mereka mengira bahwa dengan posisi trading yang sudah benar, pergerakan harga pasar akan tetap dalam arah tersebut dan biasanya bertahan lama sebelum ada tanda reversal yang pasti. Mereka percaya pada pengalaman para senior yang buru-buru exit padahal pasar masih bergerak sesuai harapan hingga profit yang diperoleh tidak maksimum.

Pergerakan harga pasar tidak bisa diprediksi dengan tepat dan akurat. Cara seperti itu kemungkinannya 50-50 dan bersifat gambling. Ungkapan tersebut bersifat umum, tetapi logis dan obyektif. Untuk menyikapinya, paling tidak Anda harus menerapkan money management dengan menentukan risk/reward ratio yang wajar. Selain itu, Anda tidak harus membiarkan begitu saja posisi trading yang sudah profit. Anda bisa menggeser level stop loss untuk mengunci profit yang telah Anda peroleh, atau menggunakan fasilitas trailing stop. Untuk amannya, paling tidak Anda memindahkan stop loss ke level breakeven. Mengamankan profit adalah hal yang krusial apalagi jika level reward belum tercapai.

3. Sebaiknya Anda menentukan resiko per trade tidak lebih 2% dari balance account
Kaidah ‘resiko 2%’ sudah umum diketahui dan digunakan oleh para trader forex. Jika diterapkan dengan kaku, kaidah ini sebenarnya membatasi trader dalam memange balance account tradingnya. Trader yang telah berpengalaman menganjurkan sebaiknya para pemula tidak terikat oleh angka persentasi resiko tersebut. Dalam hal besarnya resiko, seorang trader hendaknya merasa nyaman dengan angka yang ditetapkan.
Persentasi angka sangat relatif terhadap dana account Anda, dan besaran dalam satuan uang adalah lebih nyata dan tampak jelas (visible). Misalnya seorang trader forex yang profit ‘10%’ dari balance accountnya dan itu adalah US$100, sementara trader yang lain juga profit ‘10%’ tetapi besarnya US$10,000. Bagi trader pemula akan lebih mudah melihat besar profit dan loss dalam satuan uang daripada angka persentasi.


Banyak trader profesional yang menganjurkan agar dalam menetapkan resiko per trade menggunakan satuan uang yang sesungguhnya, karena hanya Anda sendiri yang tahu besarnya resiko dalam satuan uang yang paling logis sesuai dengan rencana, kemampuan trading dan situasi keuangan Anda. Ada tip dari para profesional: dana Anda mesti bisa cukup untuk mengatasi 10 hingga 20 kali kerugian yang berturut-turut sebagai skenario yang paling buruk. Jika belum terbiasa dan berpengalaman, hendaknya menghindari teknik compounding atau melipatkan ukuran lot per trade sebagus apapun kondisi pasar yang Anda perkirakan.

4. Broker Anda mencoba untuk mengelabuhi (scam)
Trader forex sering menganggap broker sebagai musuhnya. Jika sedang mengalami loss, mereka selalu menaruh prasangka buruk pada broker, curiga broker mengelabuhinya dengan mempermainkan lebar spread, menggunakan teknik tertentu untuk ‘mengejar’ level stop loss (stop loss hunter) atau memasang software khusus yang bisa access ke account trading kita. Walaupun mungkin ada broker forex yang seperti itu, tetapi tentu jumlahnya tidak banyak. Boker forex adalah bisnis yang menjanjikan, dan untuk memperoleh ijin dari badan regulator yang telah diakui dunia pengusaha broker forex harus menyerahkan uang jaminan yang tidak sedikit.

Jika mereka berbuat curang atau mengelabuhi client-nya dan client tersebut melapor ke badan pengawas regulator tersebut (yang pasti ditanggapi jika bukti-buktinya lengkap), akan bisa berdampak pada reputasi dan bisnis mereka. Untuk amannya Anda hendaknya memilih broker yang telah memperoleh regulasi dari badan regulator yang terpercaya semisal CFTC dan NFA (Amerika Serikat), FSA UK (Inggris), FSA (Uni Eropa), ASIC (Australia). Jika telah memilih broker yang menurut Anda bisa dipercaya, Anda tidak seharusnya menaruh prasangka buruk pada broker.

5. Rilis berita ekonomi adalah sangat penting
Dengan banyaknya rilis data dan berita ekonomi yang membanjiri situs-situs forex setiap hari tentu tak ada trader yang mengabaikan begitu saja dan menganggap bahwa data fundamental tidak penting. Trader yang murni hanya mengandalkan analisa teknikal dalam trading (chartist) menganggap bahwa semua akibat rilis data dan berita ekonomi telah tercermin dalam pergerakan harga pasar, tetapi secara umum tetap perlu memperhatikan jadwal rilis beberapa indikator yang dianggap penting oleh para pelaku pasar.
Hanya saja kita mesti waspada jika trading berdasarkan rilis data fundamental. Trader yang berpengalaman tidak melakukan itu untuk menghindari slippage atau loncatan harga. Jika bermaksud trading pada saat rilis data ekonomi, mereka biasanya menunggu beberapa saat setelah rilis berita tersebut pada kondisi pasar yang relatif tenang (tidak terlalu bergejolak/volatile).

6. Sistem dan strategi trading adalah aspek yang paling penting
Jika kita coba melakukan pencarian mengenai metode, strategi atau sistem trading pada situs-situs on-line kita akan banyak menemukan promosi dari berbagai software trading yang siap pakai, robot, atau perusahaan yang menyediakan jasa sinyal trading (signal services). Jarang yang memberikan edukasi dan paparan rinci mengenai money management dan psikologi trading, dua hal yang sebenarnya paling penting dalam trading di pasar forex. Para pembuat software dan penyedia jasa sinyal trading tersebut tahu bahwa banyak trader forex yang cenderung mencari metode dan strategi trading yang mudah dan mujarab (holy grail).

Dalam kenyatannya ada 3 pilar utama dalam trading forex yang mesti diperhatikan, yaitu sistem trading, psikologi trading dan money management. Sistem trading mencakup metode dan strategi, sedang psikologi mencakup aspek mental dalam trading. Ketiga pilar tersebut harus berdiri bersamaan, jika salah satunya runtuh bisa menghancurkan trading Anda. Sebenarnya tidak ada holy grail dalam trading forex, apalagi yang hanya mengandalkan sistem dan strategi trading.


Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com

Seputarforex.com
Read more...

Pasangan Mata Uang Dan Waktu Yang Tepat Untuk Trading

0 komentar
Pertanyaan umum yang sering dilontarkan para trader forex adalah pasangan mata uang apa yang paling bagus untuk trading dan kapan waktu yang tepat untuk trading. Pada artikel ini akan diulas tentang mata uang apa yang paling bagus untuk trading, dan waktu yang tepat untuk trading forex.

Jenis pasangan mata uang

Ada 3 jenis pasangan mata uang yang diperdagangkan dalam pasar forex, yaitu pasangan mata uang utama (major currency pairs), pasangan mata uang cross (cross currency pairs) dan pasangan mata uang eksotik (exotics currency pairs). Berikut gambaran pasangan mata uang apa saja yang termasuk dalam tiga kategori tersebut beserta korelasinya. Mengenai mana yang paling bagus untuk trading adalah sangat relatif tergantung dari pengetahuan dan pemahaman seorang trader, tetapi secara umum yang banyak diperdagangkan adalah yang paling likuid dan paling rendah spreadnya.
                                             pasangan mata uang dan waktu trading

Pasangan mata uang utama

Pasangan mata uang utama adalah mata uang suatu negara yang dipasangkan dengan Dollar Ameriks Serikat (US Dollar). Selain mata uang, komoditi yang diperjual-belikan dalam mata uang US Dollar dan banyak diperdagangkan oleh trader forex adalah emas dan perak.
Simbol dan sebutan (dalam kurung) untuk pasangan mata uang utama:
  • EUR/USD – Euro vs. the U.S. Dollar (Fiber)
  • GBP/USD – British Pound vs. the U.S. Dollar (Sterling, Cable)
  • AUD/USD – Australia Dollar vs. the U.S. Dollar (Aussie)
  • NZD/USD – New Zealand Dollar vs. the U.S. Dollar (Kiwi)
  • USD/JPY – U.S. Dollar vs. the Japanese Yen (the Yen)
  • USD/CHF – U.S. Dollar vs. the Swiss Franc (Swissie)
  • USD/CAD – U.S. Dollar vs. the Canadian Dollar (Loonie)
  • XAU/USD – Gold atau emas
  • XAG/USD – Silver atau perak

Korelasi antar pasangan mata uang utama

Pergerakan harga beberapa pasangan mata uang tertentu saling mempengaruhi atau mempunyai korelasi. Korelasi pergerakan mata uang EUR/USD dan GBP/USD adalah searah atau identik, yaitu secara umum arah pergerakan harganya sama, walaupun tidak persis sama. Jika trend EUR/USD naik maka asumsi trend GBP/USD pada waktu yang sama juga naik. Dalam hal ini EUR/USD dan GBP/USD dikatakan mempunyai korelasi positif atau searah. Sebaliknya USD/CHF dan EUR/USD mempunyai korelasi negatif atau arah pergerakan trendnya saling berlawanan. Jika trend EUR/USD naik maka asumsi trend USD/CHF pada waktu yang sama adalah turun. Hal ini bisa dilihat dari chart EUR/USD dan USD/CHF pada time frame yang sama, secara umum trend pergerakan harganya berlawanan arah. Perhatikan gambar ketiga pasangan mata uang pada tahun 2011 dalam time frame daily dibawah :
                                  

Faktor korelasi antar pasangan mata uang ini sangat penting diperhatikan terutama bagi trader pemula atau ‘newbie’, karena jika salah memahami korelasi dalam membuka posisi trading akan malah memperbesar resiko. Misalnya open buy pada EUR/USD dan GBP/USD akan makin menambah resiko kecuali mungkin pada momen tertentu saja. Sama halnya open buy EUR/USD dan open sell USD/CHF juga akan menambah resiko, selain itu dari gambar korelasi diatas pergerakan harga USD/CHF lebih ‘choppy’ dibanding EUR/USD dan GBP/USD yang lebih banyak memberikan sinyal price action yang jelas. Pasangan mata uang EUR/USD adalah yang paling banyak diperdagangkan dalam pasar forex, dan yang paling likuid pertukarannya. Dari segi volumenya, EUR/USD adalah yang tertinggi sebesar 27%, disusul USD/JPY 13% dan GBP/USD 12%.


Pasangan mata uang komoditi (commodity currency pairs)

Mata uang komoditi adalah sebutan bagi mata uang suatu negara yang sangat bergantung pada ekspor komoditinya, bisa hasil tambang atau hasil bumi. Dalam dunia trading forex, pasangan mata uang komoditi adalah AUD/USD, USD/CAD dan NZD/USD. Selain itu, Gold (emas) atau XAU/USD dan perak atau XAG/USD juga dikategorikan sebagai mata uang komoditi karena keduanya adalah komoditi yang sebenarnya yang diperdagangkan dalam USD. Semua mata uang komoditi mempunyai korelasi positif dengan komoditi yang dihasilkannya. AUD/USD berkorelasi positif dengan XAU/USD dan USD/CAD berkorelasi positif dengan harga minyak mentah dunia.


Pasangan mata uang cross (cross currency pairs)

Mata uang cross adalah pasangan mata uang yang tidak diperdagangkan dalam US Dollar, misalnya:
  • AUD/CAD – Australia Dollar vs. the Canadian Dollar
  • AUD/CHF – Australia Dollar vs. the Swiss Franc
  • AUD/JPY – Australia Dollar vs. the Japanese Yen
  • AUD/NZD – Australia Dollar vs. the New Zealand Dollar
  • CAD/JPY – Canadian Dollar vs. the Japanese Yen
  • CHF/JPY – Swiss Franc vs. the Japanese Yen
  • EUR/AUD – Euro vs. the Australian Dollar
  • EUR/CAD – Euro vs. the Canadian Dollar
  • EUR/CHF – Euro vs. the Swiss Franc
  • EUR/GBP – Euro vs. the British Pound
  • EUR/JPY – Euro vs. the Japanese Yen
  • EUR/NZD – Euro vs. the New Zealand Dollar
  • GBP/AUD – British Pound vs. the Australian Dollar
  • GBP/CHF – British Pound vs. the Swiss Franc
  • GBP/JPY – British Pound vs. the Japanese Yen
  • NZD/JPY – New Zealand dollar vs. the Japanese Yen
Diantaranya yang sering diperdagangkan adalah : EUR/JPY, AUD/JPY, GBP/JPY dan NZD/JPY.


Pasangan mata uang eksotik (exotics currency pairs)

Adalah mata uang negara-negara yang sedang berkembang dengan laju perekonomian tinggi, yang dipasangkan dengan US Dollar atau Euro. Yang sering diperdagangkan antara lain:
  • USD/TRY – U.S. Dollar vs. the Turkish Lira
  • EUR/TRY – Euro vs. the Turkish Lira
  • USD/ZAR – U.S. Dollar vs. the South African Rand
  • USD/MXN – U.S. Dollar vs. the Mexican Peso
  • USD/SGD – U.S. Dollar vs. the Singapore Dollar
Kelemahan trading dengan pasangan mata uang eksotik adalah spread yang tinggi dan likuiditas yang rendah.


Membuat watch list pasangan mata uang pada platform Metatrader 4

Platform trading Metatrader-4 adalah yang paling banyak digunakan oleh trader retail diseluruh dunia. Platform ini sangat fleksibel dengan fitur yang cukup melimpah, mudah dipahami dan diterapkan. Untuk menampilkan watch list atau daftar harga pasangan mata uang yang diperdagangkan secara real-time, pada menu bar Metatrader-4 sebelah kiri atas, klik kiri bar ‘view’ dan pilih ‘Market Watch’ (lihat gambar bawah sebelah kiri) sehingga muncul watch list pada platform Metatrader-4 Anda (lihat gambar bawah sebelah kanan).
Untuk menampilkan ‘pop-up prices’ untuk memudahkan monitoring harga pasangan mata uang sewaktu trading, klik kanan pada sembarang tempat pada market watch / watch list, atau tekan F-10, maka akan timbul harga pop-up seperti gambar dibawah.

Mengenai pemilihan pasangan mata uang yang hendak ditampilkan tergantung pada trading plan Anda. Hendaknya ditampilkan seperlunya saja, misal Anda ingin membandingkan seberapa kuat harga Euro ketika Anda trading mata uang EUR/USD dan USD/JPY, mungkin bisa Anda tampilkan juga pasangan EUR/JPY.


Waktu yang tepat untuk trading di pasar forex

Pasar forex dunia memang buka selama 24 jam, tetapi bukan berarti pasar selalu aktif sepanjang hari dimana kita bisa trading dengan kondisi pasar sesuai harapan kita. Kita tentunya ingin trading ketika kondisi pasar sangat volatile, artinya ketika gerak perubahan harga pasar sangat tinggi dan cepat, apalagi jika kita trading dengan metode price action, pergerakan harga yang dinamis dan cepat akan sangat bermanfaat.
Sesi waktu perdagangan pasar forex dunia
Secara garis besar ada 3 sesi waktu utama dalam 24 jam waktu trading forex :

   

Catatan : Waktu EST (Eastern Standard Time) = GMT - 5 jam = WIB - 12 jam (Nopember - Maret). Mulai Maret-Nopember menggunakan DST (WIB lebih cepat 11 jam dari New York Time DST), sedangkan mulai Nopember-Maret menggunakan EST (WIB lebih cepat 12 jam daripada New York Time EST)
1. Sesi waktu perdagangan Asia (termasuk Australia dan New Zealand): buka 18:00 EST dan  
    ditutup 4:00 EST
2. Sesi waktu perdagangan London: buka 3:00 EST dan ditutup 12:00 EST
3. Sesi waktu perdagangan New York: buka 8:00 EST dan ditutup 17:00 EST
Dari sesi waktu perdagangan diatas, pertemuan (over-lapping) terjadi antara sesi Asia dan sesi London pada jam 3:00 sampai 4:00 EST, dan antara sesi London dan New York antara jam 8:00 sampai 12:00 EST.
Pada sesi waktu yang over-lapping tersebut volatilitas harga dan volume perdagangan biasanya meningkat dengan signifikan, demikian pula likuiditasnya. Para trader forex selalu memanfaatkan sesi waktu over-lapping pasar London dan New York antara jam 8:00 sampai 12:00 EST untuk melakukan aktivitas trading mengingat saat itu adalah sesi waktu pertemuan dua pasar forex dunia.

Sesi waktu perdagangan Asia
  • Dimulai dengan dibukanya pasar New Zealand dan Australia pada 18:00 EST, satu jam kemudian pasar Tokyo buka (jam 19:00 EST). Pasar Tokyo ini cukup penting mengingat Jepang adalah pasar forex ketiga terbesar setelah London dan New York, dan pasangan mata uang USD/JPY adalah juga ketiga terbesar volume perdagangannya setelah EUR/USD dan GBP/USD.
  • Titik-titik ‘hot spot’ pasar keungan Asia adalah Tokyo, Hong Kong, Singapore dan Sidney.
  • Pada sesi Asia ini likuiditas perdangan acapkali rendah sehingga para trader banyak yang memilih untuk entry pada sesi London atau New York. Walau demikian, jika ada faktor penggerak sentimen pasar yang signifikan, pergerakan harga dan volatilitasnya bisa meningkat tajam.
  • Data-data ekonomi dari Australia, New Zealand, Jepang dan China dirilis pada sesi ini. Seperti diketahui data perekonomian China sangat berpengaruh terhadap pasangan mata uang dunia dalam kurun waktu belakangan ini mengingat perdagangan negeri ini dengan negara-negara utama dunia yang meningkat tajam baik volume maupun nilainya. Pada sesi ini pergerakan mata uang AUD, NZD dan JPY lebih volatile dibanding mata uang lainnya.
  • Jika kondisi pasar pada sesi ini konsolidasi, biasanya akan terjadi pergerakan yang signifikan pada sesi London dan New York.

Sesi waktu perdagangan London
  • London adalah pasar forex terbesar dunia. Hampir 30% transaksi forex dunia terjadi pada sesi waktu perdagangan ini. Pasar London dimulai ketika pasar Asia hampir ditutup, dan pada over-lapping waktu tersebut volatilitas harga dan volume perdagangan biasanya meningkat. Slippage atau perbedaan spread yang kerap terjadi pada sesi Asia karena sepinya pasar biasanya tidak terjadi pada sesi ini.
  • Data-data ekonomi dari negara-negara Eropa dirilis pada sesi ini, sehingga mata uang yang berkaitan (EUR, GBP dan CHF) sangat aktif diperdagangkan dengan volume yang meningkat tajam.

Sesi waktu perdagangan New York
  • Saat pasar New York dimulai pada jam 8:00 EST, para trader London baru mulai aktif kembali dari break makan siangnya. Over-lapping waktu ini (8:00 EST - 12:00 EST) adalah yang paling aktif dengan volume perdagangan dan likuiditas yang sangat tinggi.
  • Hampir sebagian besar data-data perekonomian yang penting dan berpengaruh signifikan dirilis pada sesi ini, terutama data-data untuk mata uang USD, dan juga CAD yang merilis data ekonominya pada sesi New York.
  • Karena hampir 85% perdagangan forex dunia melibatkan mata uang USD, maka semua mata uang yangberpasangan dengan USD berpotensi untuk bergerak dengan volatilitas yang tinggi pada sesi ini.
  • Pergerakan harga cenderung melamban setelah pasar London ditutup, kecuali ada sentimen pasar yang cukup penting seperti rilis suku bunga USD atau pidato gubernur bank sentral (The Fed).
  • Harga penutupan pasar New York penting untuk dicatat karena sering untuk rujukan para trader sebagai penutupan pasar hari itu, termasuk para trader yang menerapkan metode price action dalam tradingnya.


Kesimpulan dari uraian diatas antara lain:

  • Waktu yang paling tepat untuk trading adalah dari jam 8:00 EST sampai dengan jam 12:00 EST atau jam 20:00 WIB sampai jam 00:00 WIB (pada bulan Nopember - Maret, lihat catatan diatas), dan pada bulan Maret - Nopember pada jam 19:00 WIB sampai jam 23:00 WIB, dimana pada jam-jam tersebut pasar London dan New York over-lapping.
  • Jika pada sesi Asia ada tanda-tanda konsolidasi dengan indikasi price action, sebaiknya menunggu pada sesi London untuk entry, karena sangat riskan entry dengan metode price action tetapi dengan volatilitas rendah.

Sumber: Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com 
Read more...

Membuat Sebuah Trading Plan

0 komentar
Bagi seorang trader trading plan sangat diperlukan untuk memperoleh hasil trading yang konsisten. Tetapi banyak trader yang beranggapan bahwa trading plan dapat dibuat secara cepat dan instan, bahkan cenderung mengabaikannya.
Salah satu faktor keberhasilan dalam trading forex adalah disiplin, dan hanya dengan trading plan yang dibuat secara benar dan obyektif seorang trader bisa berlatih untuk disiplin sesuai kaidah-kaidah yang telah ditetapkan dalam planningnya. Dengan membuat trading plan, seorang trader telah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri jika hasil tradingnya tidak seperti yang diharapkan, dan bisa segera mengambil langkah yang terbaik pada account tradingnya tanpa ragu dan panik jika arah pergerakan harga pasar berlawanan dengan prediksi.
                         

Semakin Anda memaksakan diri untuk masuk pasar dengan analisa begitu banyak variabel teknikal maupun data fundamental yang ada di pasar, semakin hasil account trading Anda tidak konsisten. Hal itu merupakan rintangan psikologis yang harus diatasi oleh seorang trader. Kenyataan ini berhubungan langsung dengan konsep bahwa kesabaran dalam trading forex akan mendapatkan imbalan atau reward dari pasar. Bersabar menunggu sinyal price action yang terbentuk pada pasar akan meningkatkan tidak saja peluang sukses trade kita, tetapi juga rasa percaya diri, karena jika kita trading dengan metode yang akurasinya cukup bisa diandalkan seperti metode price action, maka secara alami akan menguatkan kepercayaan diri kita. Rintangan psikologi lain yang harus diatasi adalah rasa percaya diri yang berlebihan dan perasaan euforia, setelah memperoleh hasil yang cukup konsisten dalam trading kita. Inilah yang membedakan antara seorang trader profesional dan seorang trader yang belum cukup jam terbangnya. Trader profesional selalu sanggup menjaga perasaannya dan sadar sepenuhnya bahwa emosi tidak seharusnya dilibatkan dalam urusan trading.
Cara yang terbaik agar kita tidak melibatkan emosi dalam aktivitas trading adalah dengan membuat sebuah trading plan yang definitif dengan skenario trading yang jelas mengenai apa saja yang akan diambil untuk setiap perubahan kondisi pasar. Banyak trader yang tidak berusaha membuat trading plan karena tidak tahu bagaimana harus memulai, dan apa seharusnya isi dari sebuah trading plan itu. Sebenarnya trading plan yang baik bagi kita adalah yang bisa dengan nyaman kita terapkan, sesuai dengan pengetahuan maksimal yang kita miliki tentang pasar. Tidak harus complicated dan bertele-tele.  Yang paling penting adalah kita mengharuskan diri kita sendiri untuk dengan sungguh-sungguh menerapkannya dalam setiap kita akan entry.
Yang penting diperhatikan dalam membuat sebuah trading plan :
1. Tentukan strategi untuk entry. Ambil cara atau teknik yang terbaik dari pengalaman Anda menerapkan berbagai metode entry pada berbagai kondisi pasar. Misalnya Anda memilih reversal pin bar pada kondisi pasar trending (untuk strategi price action) dengan indikator pendukung moving average, maka yakinkan diri Anda bahwa kondisi itu adalah yang paling baik dan akurat untuk entry pada kondisi pasar trending jika dibandingkan dengan cara lainnya.
2. Tentukan risk / reward ratio. Skenario risk management ini harus Anda terapkan pada setiap posisi yang akan Anda ambil. Pastikan Anda telah paham benar mengenai position sizing yang adalah bagian terpenting dalam menentukan resiko.
3. Tentukan position size sesuai dengan target stop loss. Position size bisa berubah-ubah sesuai dengan resiko stop loss per trade yang kita tentukan. Resiko per trade hendaknya ditentukan terlebih dahulu sebelum menentukan stop loss level.
4. Tentukan strategi exit atau take profit. Exit target seharusnya ditentukan juga sebelum entry, sesuai dengan rewrd yang kita sepakati. Hendaknya tidak menentukan exit level pada saat trade sedang berlangsung, karena emosi kita cenderung akan ikut terlibat ketika kita trading tanpa exit target. Kita akan lebih obyektif saat belum punya posisi.
5. Buat jurnal dan catatan untuk evaluasi. Sebaiknya untuk setiap posisi yang telah diclose, baik profit atau loss diberikan catatan untuk evaluasi kualitas strategi dan plan yang telah kita buat, mungkin untuk kita perbaiki dikemudian hari.
Sebenarnya tidak ada metode yang pasti untuk membuat suatu trading plan, tetapi untuk trader yang belum pernah mencoba menggunakan trading plan, bisa menerapkan konsep diatas untuk memulainya.

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com 
Read more...

Cara Menentukan Take Profit

0 komentar
Jika Anda punya posisi dalam trading dan kebetulan Anda memonitor, kalau ternyata dalam keadaan profit mungkin sekali Anda  akan menghitung dulu berapa pip yang Anda peroleh sebelum mengambil keputusan untuk closing. Itu jika Anda tidak menerapkan profit taking plan, dan keputusan take profit hanya berdasarkan emosi.
Dalam artikel ini akan diberikan contoh bagaimana trading dengan price action memberikan potensi profit yang lumayan, serta cara mengamankan posisi yang sudah profit dan  masih open.
Take profit berdasarkan emosi dan take profit berdasarkan logika
Dalam kenyataannya, banyak trader yang take profit hanya karena tekanan emosional, tidak menuruti exit target yang telah disepakati sebelumnya dalam trading plan, atau bahkan mungkin tanpa target dan tidak terencana. Akibatnya take profit yang dihasilkan karena emosi jauh lebih kecil dari yang seharusnya bisa diperoleh, disamping seringnya merasa ragu dan kadang panik ketika pergerakan harga berbalik arah. Sebaliknya trader yang disiplin menerapkan trading plan dengan exit target yang terencana mendapatkan profit sesuai dengan risk / reward ratio yang telah ditetapkan, tanpa keraguan atau panik.
GBP/USD daily pada gambar berikut mencontohkan bagaimana seorang trader yang ragu atau mungkin segan take profit ketika pergerakan harga telah mencapai area puncaknya, dan mengabaikan petunjuk indikator moving average hingga profit yang seharusnya bisa diperoleh benar-benar hangus.
Kalaupun nantinya harga akan kembali naik itu masalah lain lagi, karena secara logika dilihat dari posisi opennya, trader tersebut seharusnya sudah bisa take profit atau mengunci profit (dengan menggeser stop loss level / trailing stop loss) pada risk/reward ratio 1:2 atau 1:3 di area (2).



Biarlah pasar menentukan pergerakannya sendiri

Banyak trader yang exit secara manual karena pergerakan harga mulai melawan posisinya, tetapi kemudian berbalik lagi setelah eksekusi exit dilakukan, atau exit pada breakeven karena melihat gelagat harga yang akan berbalik, tetapi ternyata tidak. Trader tersebut berfikir seolah mereka tahu apa yang akan terjadi pada pergerakan harga di pasar.
Baiklah, sebenarnya tak seorangpun tahu dan bisa memastikan pergerakan harga pasar, tak terkecuali para profesional trader yang paling top. Yang perlu dan penting kita lakukan adalah percaya sepenuhnya pada trading plan kita, dan risk / reward ratio yang telah kita sepakati. Biarlah pasar menentukan pergerakannya sendiri, kita sikapi dan siasati lewat strategi trading dan money management yang benar-benar telah teruji. Kita harus selalu meningkatkan kemampuan dalam membaca probabilitas pergerakan harga dalam kondisi pasar yang berbeda-beda. Jika kita mempermainkan pasar dengan sering buka posisi hingga overtrade, atau trading dengan asal-asalan, cepat atau lambat account kita akan sirna tidak peduli strategi take profit apapun yang kita terapkan.
Take profit pada kondisi pasar trending
Jika kondisi pasar sedang trending dengan kuat, kita bisa meraup profit yang sangat signifikan dengan menggeser stop loss (trailing stop).
Contoh berikut AUD/USD daily dengan indikator ema 8 daily dan ema 21 daily sebagai support level dengan kondisi pasar uptrend.

Take profit pada kondisi pasar ranging (sideway)

Pasar yang sideway ditandai dengan batas-batas range atas dan bawah. Kita menentukan level entry dan exit dengan formasi pin bar yang terbentuk pada batas-batas range tersebut. Sebagai contoh, perhatikan chart GBP/USD daily berikut:
Read more...

Compounding Profit

0 komentar
Kali ini saya ingin mengajak anda membicarakan tentang bagian yang "enak" dari trading, yaitu: profit. Nah tuh, asyik kan? Siapa sih yang gak suka profit yah? Hehehe... Lah memangnya apa sih masalah yang berkaitan dengan profit? Mungkin anda berpendapat, profit sih gak usah dibahas lagi lah... kan tinggal di WD aja tuh... Eits, tunggu dulu...

Sebagai seorang trader, saya anggap Anda adalah investor, sehingga profit dari hasil trading Anda pun perlu dikelola secara baik dan benar.

Memang sih, ada temen trader yang selalu menarik seluruh profit yang didapat di setiap akhir minggu. Bahkan ada temen trader yang menarik seluruh balance accountnya setiap minggu. Maksudnya dia menarik profit dan juga modalnya sekalian. Menurutnya lebih praktis seperti itu, ntar gampang kalau mau trade lagi ya tinggal deposit lagi ajah... Tapi ada juga temen trader yang disiplin hanya menarik profit setengahnya dari yang dia dapatkan per minggu. Trus sisanya gimana tuh? Dia bilang, setengah profitnya dia investasikan kembali sebagai modal tradingnya.

Profit yang ditanamkan kembali sebagai modal trading inilah yang biasa dikenal sebagai compounding profit dalam trading. Prinsipnya hampir sama seperti sebuah perusahaan yang menahan sebagian labanya (tidak dibagikan kepada pemegang saham) sebagai cadangan ekspansi.

Pertanyaannya sekarang: efektifkah cara compounding profit ini?

Ok, kalau dilihat perhitungan di atas kertas, cara compounding profit ini apabila dilakukan secara konsisten memang bisa menghasilkan modal (dan profit) yang fantastis. Bayangkan, dengan modal $100, apabila anda menghasilkan profit 3% per hari dan kemudian dicompounding selama 3 bulan saja, anda akan bisa menghasilkan profit jutaan rupiah per hari!

uang dollar
Eh, tapi jangan dulu terburu nafsu yah... hehehe... Ingat, ada kata kunci yang relatif sulit untuk terpenuhi di sini, yaitu: konsistensi. Nah, ini dia masalahnya... Dalam trading, profit 100% per hari mungkin terjadi, tapi untuk bisa terus seperti itu ya terus terang aja: susah oom... Hihihi...

Masalah lain berkenaan dengan compounding profit adalah masalah psikologis. Bagi trader yang relatif baru, melakukan open position sebesar 1 lot dengan 10 lot tentunya beda ‘rasa’nya. Kalau open 1 lot , biasanya kadar ‘dag dig dug’ nya lebih ringan dibanding kalau kita open 10 lot. Eh, ini sih pengalaman pribadi yah... hehehe... Nah, akibatnya saat modal  mulai meningkat dan lot transaksi kita menjadi relatif  tinggi, akan menjadi beban psikologis tersendiri bagi kita saat bertrading. Beban psikologis ini pastinya akan berpengaruh terhadap performance trading kita.

Masalah psikologis lainnya yang gak kalah menentukan pada saat kita mencoba melakukan compounding profit adalah "gatal" liat account kita yang "gemuk". Hehehe... Iya wajar sih... kalau tadinya kita invest sebesar $100 trus sekarang balance kita menjadi sebesar misalnya $1.000, siapa sih yang gak gatel pengen WD?

Nah, jadi gimana kesimpulannya nih? Compounding profit ini sebenarnya bisa dilakukan gak sih? Mm... kalau saran saya sih... kalaupun Anda ingin melakukan compounding profit, lakukan secara pelan-pelan, sambil menyesuaikan psikologis Anda menangani transaksi dalam lot yang lebih besar. Malahan kalau saya biasanya sih, profit sebesar deposit pertama kali sebaiknya segera ditarik dulu. Maksudnya supaya secara psikologis, kita merasa modal kita sudah balik dan kita hanya mentradingkan profit saja. Ini tentunya menjadikan beban psikologis jauh lebih ringan. Nah, selanjutnya apabila kita mau melakukan compounding pun, sebaiknya dalam jangka waktu yang relatif pendek dahulu, misalnya 3 atau 4 bulan.

Atau, bisa juga anda terapkan saran dari trader partner diskusi saya yang menyarankan supaya kita melakukan pemisahan account trading jangka pendek dan account trading jangka panjang. Jadi nantinya compounding profit kita terapkan pada account trading jangka panjang, sedangkan untuk menutup biaya operasional kita, bisa diambil dari account trading jangka pendek.

Oya, satu hal lagi. Sebelum anda melakukan compounding profit ini, pastikan bahwa broker anda bisa dipercaya. Pastinya kita gak pengen hasil susah payah kita bertrading (plus menahan diri dari WD) tiba-tiba ilang begitu saja karena broker scam .

Yah, silakan anda pilih cara pengelolaan profit yang menurut anda paling pas. Yang jelas sih... sebagai seorang investor, dapet profit gedhe di suatu hari/minggu bukan berarti kita sah untuk berfoya-foya kan? Hehehe... Bener gak?


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Membuat Trading Plan

0 komentar
Dalam ilmu manajemen, planning merupakan langkah yang terpenting dari serangkaian proses kegiatan, karena dalam planning-lah ditetapkan tujuan yang akan dicapai, kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, resources yang akan digunakan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan tersebut.

Kegiatan trading dalam hal ini tidak lepas dari kaidah tersebut. Membuat trading plan adalah langkah yang mutlak diperlukan bagi kegiatan trading anda. Iya sih... anda memang bisa bertrading tanpa trading plan alias ngasal. Tapi tanpa perencanaan/planning yang jelas dijamin trading anda akan amburadul alias awut-awutan. Hehehe... Lah, kalo sesuatu sudah dimulai dengan ngasal dan dijalankan dengan awut-awutan, apa yang bisa diharapkan dari akhir prosesnya?

Ok, kalau anda sekarang sudah punya trading plan, berarti anda sudah membuat satu langkah benar menuju trader yang sukses. Tugas anda sekarang tinggal menjalankan trading plan anda. Tapi kalau saat ini anda belum mempunyai trading plan, inilah saatnya anda meninggalkan gaya trading awut-awutan anda. Marilah memulai membuat trading plan dan bertrading dengan perencanaan yang lebih matang sehingga kegiatan trading anda akan lebih terarah, lebih efektif, lebih efisien dan lebih rasional.
trading plan

Nah, pertanyaannya sekarang adalah:
bagaimana dan apa saja yang perlu ditetapkan dalam membuat trading plan?
Eh, bentar... Sebelum membuat trading plan, ada satu hal yang saya rasa perlu anda tanamkan dalam benak anda: trading plan ini jangan dilihat sebagai hal ruwet dan merepotkan dan bukan dibuat untuk mempersulit trading anda. Prinsip ’keep it simple’ tetap berlaku dalam pembuatan trading plan. Sebab dari yang saya rasakan sih...kalo sesuatu itu sudah dikesankan atau dilihat sebagai suatu hal yang ruwet, akhirnya bukannya akan diakrabi tapi malahan akan dijauhi.
Jadi, mengenai bentuk dan format trading plan, sesuaikan saja dengan selera anda. Kalau anda suka sesuatu yang simple, ya bikinlah trading plan yang simple. Kalau anda suka dengan sesuatu yang kompleks, ya gak masalah... Bikinlah trading plan yang lebih detil dan kompleks. Atau mungkin anda suka utak-atik angka, ya pakailah spreadsheet excell misalnya, untuk membantu anda membuat trading plan. Intinya, nikmatilah setiap tahap dalam bertrading, termasuk juga dalam pembuatan trading plan ini.

Ok, sekarang kita bicarakan hal-hal yang perlu ditetapkan dalam trading plan:
Tujuan trading anda. Begin with the end in mind. Tetapkan tujuan, maka sumberdaya yang anda punyai akan lebih terfokus dalam pencapaian tujuan tersebut. Dalam hal ini, tetapkan tujuan trading anda. Misalnya: "Saya akan memperoleh pendapatan rutin perminggu sebesar  $500’ atau "Saya akan membeli mobil baru sendiri saat ulang tahun saya ke 19 nanti" atau "Saya akan pergi umroh tahun depan bersama kedua orang tua saya". Apapun itu, yang terpenting adalah: tujuan itu bisa membangkitkan inspirasi dan semangat anda dalam bertrading.
Trading system. Trading system adalah inti dari sebuah trading plan. Tanpa trading system, maka trading plan anda hanya akan berupa angan-angan semu semata. Hehehe... Oya, perlu diperhatikan bahwa trading system yang hendak ada gunakan ini sebaiknya trading system yang sudah terbukti handal dan mampu anda jalankan. Iya tentunya sebelumnya anda sudah harus menguasai hal-hal teknis berkaitan dengan system anda dan telah mengujinya terlebih dahulu dengan demo account. Dalam trading system ini hendaknya anda menentukan hal-hal berikut: patokan yang anda ikuti untuk entry dan kapan anda keluar dari market, besarnya stop loss, target pips, margin management, maksimum drawdown dan batasan resiko yang dapat ditoleransi.
Jangka waktu.Trading plan sebaiknya dibuat secara berkala untuk jangka tertentu. Anda bisa mulai dengan jangka waktu yang relatif pendek, misalnya membuat trading plan harian untuk 1 bulan.
Waktu trading. Tetapkan waktu trading anda sesuai dengan situasi dan kondisi anda. Misalnya: ‘Saya akan trading di sesi Eropa’ atau ‘Saya akan trading jam 16.00 s/d 17.30 dan jam 21.00 s/d 23.00 WIB’. Penentapan waktu trading ini perlu anda lakukan supaya kegiatan trading anda tidak mengganggu aktivitas rutin lainnya sehari-hari.
Evaluasi dan perbaikan. Karena trading plan dibuat secara berkala, maka evaluasi terhadap trading plan yang telah anda jalankan sangat diperlukan sebagai masukan bagi trading plan selanjutnya sehingga anda tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.
Nah, kalau sudah beres trading plannya, tugas anda tinggal menjalankan trading plan tersebut secara disiplin dan tanpa perasaan. Eh? kok tanpa perasaan sih? Hihihi... tanpa emosi, maksudnya... Mentor saya selalu bilang: "Jadilah seperti tembok saat trading". Maksudnya bertradinglah tanpa emosi, sekaligus juga kokoh secara mental. Mm... kalau versi saya sih, saya tambahi lagi dengan: "Nikmatilah setiap proses dalam bertrading".

Enjoy your trade...  Happy trading!
Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Stop Loss: Membatasi Kerugian, Bukan Mempercepat Kerugian

0 komentar
Saya sengaja memilih topik tentang Stop Loss, karena banyak teman-teman trader, terutama trader pemula (newbie) yang "kapok" menggunakan fasilitas Stop Loss. Kebanyakan menganggap bahwa Stop Loss itu "mempercepat" kerugian dan menganggapnya sebagai biang keladi atas hasil negatif dari open position yang diambil sehingga modal tergerus sedikit demi sedikit. Dengan alasan itulah, banyak yang akhirnya nekad bertrading tanpa Stop Loss. Saya bilang "nekad" karena Stop Loss ini sebenarnya berfungsi seperti halnya rem bagi yang belajar naik sepeda. Bayangkan kalau orang belajar naik sepeda tanpa rem, tentu akan babak belur kan?

membatasi kerugian bukan mempercepat
Trading tanpa Stop Loss memang sekilas terlihat menggoda, karena kita merasa tidak pernah "salah posisi". Memang secara umum harga biasanya bergerak naik-turun pada range tertentu, jadi ada kalanya memang setelah floating minus akhirnya kita dapet profit juga.  Pada akhirnya banyak temen-temen newbie yang berpikir,"Weh, berarti aman dong? Biarkan saja posisi ter-floating, ntar juga akhirnya profit juga kan?" 

Eits, tunggu dulu! Ada saat tertentu ketika harga kembali pada posisi semula setelah goyang cukup jauh. Memangnya mau, untuk mendapatkan plus 5 pips, sebelumnya floating minus 300 pips dulu? Itu juga kalau masih ada "nasib baik", bisa jadi malah lebih duluan Margin Call yang datang daripada profit. Stop Loss itu dimaksudkan untuk melindungi kita dari kerugian yang terlalu besar.  Jangan sampai kita mengalami "cuma sekali salah posisi". Maksudnya bagaimana? Kan cuma sekali salah posisi? Iya, maksudnya cuma sekali salah posisi trus langsung kena Margin Call, alias abis modal, trus abis itu kapok dan pensiun jadi trader. Hehehe..

Baik, anggaplah kita sudah sepakat bahwa Stop Loss itu memang perlu. Sekarang masalahnya, berapa sih Stop Loss yang tepat? Wah, kalau untuk menentukan berapa point yang tepat, terus terang saya tidak sanggup. Saya cuma bisa menyarankan untuk coba memperhatikan hal-hal berikut:
Cobalah lihat range pergerakan harian dari pair yang kita ambil. Masing-masing pair punya sifat berbeda. Misalnya: kalau untuk EUR/USD, mungkin SL 30 point sudah cukup, tapi kalau untuk GBP/JPY? Wah sebentar saja juga akan tersabet tuh!
  • Alternatif lain, kita bisa memanfaatkan titik parabolic SAR di awal trend sebagai patokan penentuan Stop Loss
  • Atau,  kita bisa memakai level-level pada Fibonacci Retracement sebagai patokan penentuan TP maupun SL
  • Satu hal yang pasti, tetapkan SL sebesar berapa dollar "yang sanggup kita relakan" apabila kita salah posisi
Apa yang saya sarankan di atas itu cuma contoh. Masing-masing trader berhak menentukan nasibnya sendiri. Semuanya tergantung dari trading plan dan indikator yang digunakan masing-masing trader. Oya, ada satu hal lagi yang perlu dipahami sehubungan dengan Stop Loss. Besaran range SL  akan berpengaruh pada derajat keyakinan kita akan keberhasilan pencapaian TP. Maksudnya?

Begini, saya langsung kasih contoh ya, misal hasil analisis kita menyatakan GBP/JPY akan naik sebanyak 50 point. Ok, kita tetapkan TP sebesar 50 point. Terus, bagaimana dengan SL-nya? Apabila kita menentukan SL sebesar 30 point, maka derajat keyakinan kita akan tercapainya TP cuma sekitar misal 40%, alias nggak terlalu yakin TP bakal tercapai. Nah, kalau SL kita tambah menjadi sebesar 50 point, derajat keyakinan naik menjadi misal 50% atau fifty-fifty-lah antara TP atau SL yang kesentuh duluan. Nah, kalau SL kita ditambah lagi, menjadi misalnya 150 point, maka derajat keyakinan kita naik lagi menjadi 100% atau kita yakin 100% bahwa TP akan tercapai karena SLnya cukup jauh untuk kesentuh duluan.

Jadi semakin lebar range SL, semakin tinggi derajat keyakinan kita bahwa TP akan tercapai. Itulah mengapa, banyak trader terpancing untuk melakukan Open Position tanpa SL. Ya iyalah, "pasti" tercapai TP-nya, lah floating negatif sampai ratusan pips juga "dipelihara" dengan TP cuma 5pips! hehehe.. Satu-satunya batasan floating negatif ya cuma available margin. Saya sering bercanda dengan menjuluki trader semacam ini sebagai trader penganut keyakinan Stop Loss = Margin Call.

Yah, sebenarnya ini hak masing-masing trader sih, tapi terus terang, saya sedih melihat banyak teman-teman trader yang berguguran karena kena MC gara-gara trading tanpa SL ini. Saran saya, lebih baik kita segera tahu bahwa kita salah posisi dan cepat-cepat memperbaikinya. Biasanya, kalau sudah terlanjur terfloating minus banyak pips, kita cenderung tidak tega untuk melakukan Cut Loss, malahan pasrah nunggu datangnya Margin Call sambil berharap-harap cemas harga berbalik arah. Yakinlah, hal seperti tidak nyaman.

Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Trading Di Akhir Pekan: Amankah?

0 komentar
Dulu, saat awal-awal belajar trading, ada temen trader yang ngasih saran, sebaiknya jangan trading di hari Jum’at.  Dia begitu serius dalam memberikan saran tersebut, sampai-sampai kesan yang saya tangkap saat itu adalah: trading di hari Jum’at adalah satu hal yang "tabu". 

Alhasil, selama beberapa minggu setiap hari Jum’at, saya cuma buka trading platform dan asyik mengamati chart, kadang sampai berjam-jam, tanpa berani melakukan open position. Untunglah, kemudian saya coba mencari second opinion, bertanya kepada temen-temen trader yang lain, apakah mereka memang tidak melakukan open position di hari Jum’at.

weekend
Ada banyak jawaban yang saya terima saat itu. Mulai dari yang serius, seperti: iya sebaiknya memang berhati-hati kalo trading di hari Jumat, apalagi di jam-jam akhir menjelang market tutup. Alasannya? Katanya sih karena hari Jum'at untuk sebagian besar trader adalah hari terakhir ngejar target mingguan, jadinya banyak yang rada nekad take profit. Ada juga sih yang jawabannya: lebih lugas, katanya baginya gak ada bedanya antara hari Jum’at dengan hari-hari yang lain, asal system yang dia anut mendukung untuk open position, ya open position-lah dia. Yah, bahkan katanya, seringkali satu posisi ada yang dia biarkan terfloating selama berminggu-minggu!

Atau yang lebih konyol lagi malahan menjawab: owh… iya, bener… hari Jum’at itu bukan "hari yang baik" untuk trading, terutama Jum’at Kliwon. Kalo yang ini mah pake indikator klenik mungkin. Hehehe!

Karena saking beraneka jawaban yang muncul, akhirnya saya memutuskan: untuk tau apa dan bagaimana efek trading di akhir pekan, saya harus mencobanya sendiri. Memang gak mantep kayaknya, kalo gak ngalami sendiri segala sesuatu. Termasuk juga mengalami sendiri loss atau profit karena adanya gap yang kadang terjadi di akhir-awal pekan. Jadilah akhirnya saya justru sering mencoba trading di hari Jum’at. Terkadang gak ada hal istimewa yang terjadi. Dalam artian, gerakan suatu pair tidak banyak melenceng dari sifat aslinya, dan di awal pekan kemudian juga gak gap yang terjadi. Yah, klo gap cuma sekitar 5 pips mah masih wajarlah.

Tapi, terkadang juga terjadi gap yang lumayan di awal pekan. Saya bilang lumayan, karena bisa langsung melampaui TP atau menyabet SL kita hehehe… Apa dan bagaimana sih sebenernya gap itu? Secara umum, bisa dijelaskan bahwa gap di awal pekan itu terjadi karena nilai matauang suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk tentunya faktor ekonomi, politik dan faktor-faktor lainnya yang terkait dengan kegiatan  dan kejadian yang dialami oleh negara bersangkutan. Berbagai macam kejadian tersebut tentunya tidak kenal yang namanya "libur", sehingga mau tidak mau tetap berjalan dan terjadi meskipun di akhir pekan, saat market tutup. Nah, terkadang kejadian atau peristiwa yang istimewa dapat membuat nilai mata uang sebuah negara melonjak ataupun anjlok, sehingga pada saat market buka di awal pekan, terjadi lonjakan atau anjlokan harga pada satu pair. Itulah yang sering kita sebut sebagai gap.

Terus, bagaimana kita mensikapi kemungkinan adanya gap tersebut? Yah, itu kembali kepada gaya trading masing-masing trader sih. Ada yang memang lebih memilih menghindari gap tersebut sehingga cenderung menutup posisi sebelum market tutup. Ada juga yang membiarkan sebuah posisi terbuka di akhir pekan, hanya saja di lindungi dengan SL atau hedging/locking. Ada bahkan yang justru mencari keuntungan dari gap yang diharapkan terjadi dengan memasang pending order sesaat menjelang market tutup.

Semuanya kembali ke selera masing-masing trader sih. Anda bebas memlih, apakah akan menghindari, menghadapi atau justru mencari gap ini. Jadi, trading di akhir pekan? Yah, kenapa tidak. Asal kita tau dan sadar segala resiko yang mungkin terjadi, semuanya tergantung kepada kita sendiri. Gak ada hari yang tabu kok, buat trade. Lah, klo semua trader libur di hari Jum’at, wah, bakalan gak seru tuh. Ntar pair gak ada yang gerak dong?


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Memilih Waktu Yang Tepat Untuk Trading

0 komentar
Banyak temen trader yang mengeluh masalah waktu trading yang bisa dia lakukan. Sebagian merasa, karena trading baru sekedar hobi, maka hanya bisa dia lakukan di saat-saat luang alias diluar jam kerja (kantor). Sebagian lagi mengeluh, karena news yang “kebetulan” seringnya release di jam-jam tidur (WIB), maka untuk mengikuti news, kita harus rela menggeser jam tidur.

Akibatnya, banyak temen trader yang akhirnya punya kebiasaan menjadi burung hantu, alias melek malem dan tidur di siang hari. Sebenernya, kapan sih waktu yang tepat untuk trading? Apakah kita memang harus meluangkan banyak waktu di depan computer untuk melototin chart selama melakukan trading? Jam berapakah waktu yang tepat untuk masuk ke market?

jam
Pertanyaan-pertanyaan seperti di atas banyak ditanyakan oleh temen-temen yang baru memulai belajar trading. Terus terang klo pertanyaan itu diajukan ke saya, saya akan jawab: suka-suka kitalah, kan tidak ada keharusan ini-itu sehubungan dengan kegiatan trading kita. Tapi Ok deh, mungkin anda kurang puas dengan jawaban “asal-asalan” saya seperti itu. Marilah kita coba review, kapan sebaiknya atau kapan waktu yang tepat untuk ber-trading ria?

Begini deh… Menurut temen-temen trader senior, waktu trading sebaiknya disesuaikan dengan beberapa hal, misalnya pair yang kita tradingkan. Intinya, sesuaikan waktu trading kita dengan jam buka market dari negara yang mata uangnya kita tradingkan. Jadi misalnya kita trading di pair EUR/USD, maka sebaiknya kita mulai masuk market di jam/saat market Eropa buka dan juga jam/saat market US buka. Kenapa demikian? Alasannya, karena biasanya memang di saat-saat market di negara yang bersangkutan buka, terjadi pergerakan yang lumayan kenceng pada pair yang bersangkutan.

Waktu lain yang menarik untuk masuk market adalah saat-saat news dari negara yang mata uangnya kita tradingkan
. Nah, ini dia masalahnya! Berhubung kita tinggal di Indonesia, maka seringkali news release terjadi di saat-saat yang kurang menguntungkan. Yah, maklum ajah, di saat seharusnya kita tidur nyenyak (WIB) jam kerja sedang berjalan di sebagian negara Eropa dan Amerika. Jadi untuk mengikuti news memang kadang kita perlu mengalah dan menggeser jam tidur kita. Tapi apakah memang untuk menjadi trader, kita mesti mengadopsi “gaya hidup burung hantu”? Gak perlulah. Toh kita trading tidak harus berdasarkan news. Malahan, buat sebagian temen trader yang beraliran technicalist, di saat-saat news mereka malahan menghidar dari market kok. Jadi, sebenernya gak haruslah kita begadangan menunggu news release.

Selain jam buka market dan jam release news, menurut saya, ada satu hal lagi yang perlu kita perhatikan dalam mengatur jadwal/waktu trading kita, yaitu: kapan kita mempunyai waktu yang luang untuk mengamati dan menganalisis market. Ini terutama perlu menjadi bahan pertimbangan utama bagi temen-temen trader yang masih mempunyai pekerjaan lain diluar kegiatan trading. Saran saya, janganlah kegiatan trading ini kemudian mengganggu kegiatan-kegiatan lain yang lebih penting, seperti waktu kerja (terutama bagi temen trader yang masih kerja kantoran) atau waktu-waktu penting lainnya seperti waktu ibadah atau waktu santai bersama keluarga atau orang terdekat kita.

Setuju? Eh, bukan maksud hati mencampuri urusan pribadi sesama temen trader loh. Mm, cuma dari menyimak cerita temen-temen trader, banyak ternyata yang mungkin karena keasyikan trading, akhirnya justru terlalu larut dengan kegiatan tradingnya dan melupakan “dunia nyata” di sekitarnya. Jangan sampai deh, kita justru lebih paham sifat indikator dan pair andalan kita dibanding memahami kondisi dan sifat orang-orang terdekat kita. Wah, bisa runyam tuh!

Nah, jadi gimana kesimpulannya nih? Kapan waktu yang tepat untuk trading? Dari uraian diatas, kira-kita bisa disimpulkan sendiri aja deh yaa. Begini kira-kira: waktu yang tepat untuk trading bagi masing-masing trader  berbeda-beda, tergantung pada: pair yang ditradingkan, gaya trading (apakah akan mengikuti news atau tidak) dan waktu luang yang bisa kita sediakan tanpa mengganggu kegiatan rutin kita. Trading memang harus disesuaikan dengan kondisi dan kenyamanan kita. Intinya, saat trading kita harus enjoy deh. Jangan sampai trading malahan menambah beban stress dan permasalahan.

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Pilah-Pilih Pairs

0 komentar
Dalam bertrading, biasanya setiap trader punya pairs favorit yang menjadi andalan. Malahan, ada temen trader yang bilang, saking cintanya pada satu pair tertentu, dia tetap setia dengan pair itu, meskipun dah bikin dia MC berkali-kali. Memilih pair memang bisa jadi keasyikan sendiri. Biasanya sebelum menjatuhkan pilihan pada satu pair, kita perlu lebih dulu melakukan pengamatan terhadap pairs yang ada.

Setelah merasa ada yang menarik, kita bisa mulai dengan perkenalan dan pendekatan terhadap pair tersebut. Yah, mirip-miriplah dengan kita mencari pasangan atau jodoh. Untuk menemukan pair yang bisa dijadikan andalan, kita memang perlu mengenal “watak” dari pair tersebut, karena pair seperti halnya manusia, masing-masing punya watak yang berbeda. Nah, kita perlu mengenal watak dasar dari pair tersebut untuk kemudian menemukan, mana pair yang paling cocok dengan trading style dan juga mungkin karakter kita sendiri.

pair mata uang - ilustrasi
Banyak trader yang memulai belajar dari pair EUR/USD
. Gak tau kenapa, pair ini semacam pair “wajib” buat trader baru. Mungkin karena sifat dasarnya yang lumayan anteng sehingga resikonya relatif rendah. Seorang mentor saya suka bercanda, enaknya trade di pair EUR/USD adalah: kita cukup narik fibo setahun sekali, karena “anteng”nya pair ini. Tapi jangan salah loh, meskipun anteng, tapi lumayan juga kok buat ditradingkan, apalagi biasanya spread untuk pair ini lumayan rendah.

Bagi trader yang ingin tantangan lebih, biasanya pair yang dicoba selanjutnya adalah GBP/USD. Pair ini punya karakteristik yang lebih dinamis dibandingkan EUR/USD. Spread juga biasanya hanya berkisar 2 pips, jadi memang lumayan menarik untuk dijadikan andalan. Pergerakannya yang dinamis tapi spreadnya yang relative kecil membuat pair ini menjadi idola, khususnya bagi trader yang senang melakukan scalp atau istilah temen-temen trader disebut “nyopet”. Maksudnya, kita hanya mencari sedikit pips sebagai target dengan memanfaatkan minor wave atau mungkin sekedar memanfaatkan retrace dari major trend.

Pair yang layak dicoba selanjutnya adalah GBP/JPY.  Pair ini memang spreadnya lumayan, berkisar 8-9 pips, tapi pergerakannya cenderung dinamis sehingga apabila kita masuk di saat yang tepat, spread sebesar itu bisa tertutup hanya dalam waktu beberapa menit. Bahkan kalau kita berhasil meng-indentify “pucuk gunung” dan “dasar lembah”nya dan masuk dengan posisi yang tepat, dalam sehari kita bisa dapet 200 pips dari pair ini.

Tapi saran saya, sebelum open di pair ini anda harus mengenal wataknya dengan baik karena pergerakannya yang dinamis selain mempercepat tercapainya TP juga bisa jadi mempercepat tercapainya SL atau bahkan MC. Itulah mengapa, pair ini tidak direkomendasikan untuk trader pemula. Tapi bagi anda yang ingin tantangan yang lebih seru, pair ini bisa jadi alternatif untuk dikenali dan dijinakkan. Anda perlu juga mengenali pairs yang lain satu persatu, siapa tau ada yang jodoh. 

Mumpung market sedang libur, anda bisa mengamati satu persatu pair-pair yang ada. Cobalah amati pergerakannya dengan time frame yang berbeda-beda, scroll chart ke kiri untuk melihat history pergerakannya dan coba amati kapan saat pair tersebut mengalami pergerakan yang aktif.  Coba pula lihat range pergerakan hariannya.

Dari situ anda akan tahu sifat, watak dan kebiasaan suatu pair. Dari pengamatan kapan waktu pergerakan aktif dari sebuah pair, anda juga bisa mengira-ira kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk melakukan open position di pair tersebut. Biasanya sih ini erat hubungannya dengan jam kerja di negara dari mata uang yang ada di pair tersebut. Ok deh. Selamat mengamati, memahami dan menemukan (calon) pair andalan anda.

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Kapan Sebaiknya 'Stop Trading'

0 komentar
Haaa...kenapa harus berhenti? Ya. Kadang-kadang Anda harus mengambil keputusan untuk tidak buka posisi atau bahkan harus tutup posisi saat kondisi-kondisi di bawah ini akan dan sedang terjadi. Langsung aja yuk, kita bedah satu persatu. Untuk putusin kapan saat yang tepat untuk berhenti trading, paling tidak kita dapat mengidentifikasi dua hal besar ini sebagai dasar.
stop trading - sign

1. Hal-hal Yang Berkaitan Dengan Kehidupan Pribadi

Waaa...pribadinya gimana tuh? Begini...biar lebih terang benderang, mari kita bagi lagi poin satu ini dalam beberapa situasi
a. Ketika sedang ada gangguan dari luar diri anda.
Hmmhh...gangguan? Yang seperti apa nih? Coba anda tengok ke belakang bagaimana kehidupan sehari-hari anda berjalan. Tidak selalu mulus bukan? Ada saja situasi yang sumbernya dari luar diri anda dapat menjadi sandungan aktifitas trading anda. Misalnya nih, anda sedang ngadepin monitor, nganalisa suatu peluang yang muncul. Ehh..belum nyampe anda open posisi, tiba-tiba hewan piaraan anda (entah itu burung,kucing atau anjing) bikin gaduh. Repot nih..pikiran kacau..nggak fokus. Atau bahkan anda baru ingat kalau sedang masak air. Atau juga tiba-tiba datang adik, kakak atau bahkan pacar anda dengan muka masam, marah-marah. Tariklah nafas dalam-dalam, hembuskan...kemudian tinggalkan peluang ini hingga gangguan itu berakhir.
b. Ketika emosi anda sedang bergejolak.
Anda pasti sering merasakan berbagai hal yang berkaitan dengan bergejolaknya emosi kan? Nah, yang begitu juga dapat menurunkan fokus. Ambil contoh ketika anda sedang berbunga-bunga sehabis pergi jalan dengan pacar baru anda, dengan mudahnya anda bisa melupakan pekerjaan rumah sehari-hari. Yang ada dalam benak anda cuma pingin dekat terus kan? Hehehe...Atau mungkin anda sedang dalam keadaan berduka setelah hewan kesayangan peliharaan anda mati. Mungkin juga anda sedang berada dalam amarah yang meledak-ledak akibat anak buah anda tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai perintah.
Nah, tampaknya hal-hal di atas cuma hal yang remeh saja. Tapi akan lebih baik jika anda memperhatikan dari hal yang remeh tersebut. Jangan sampai nantinya hal tersebut menjadi besar dan jadi alasan atas posisi loss yang ada dapatkan.

2. Hal-hal Yang Berkaitan Dengan Kondisi Pasar.

Hmmh...emang ada apa dengan situasi pasar? Bukankah mereka beroperasi seperti biasa? Betul, tapi ada baiknya jika kita perhatikan rambu-rambu ini sebagai sinyal untuk segera meninggalkan peluang yang sedang kita kejar dan juga segera keluar dari posisi "floating loss" maupun profit.
a. Ketika bank di AS sedang libur
Hanya saat liburnya bank di AS sajakah? Enggak juga sih...anda bisa juga hentiin segala kegiatan anda saat bank di Eropa atau Jepang libur. Hanya saja jika bank di Eropa atau Jepang yang libur, nggak begitu berdampak ke pasar. Namun jika industri perbankan AS libur, serta merta pasar menjadi sepi. Jadi akan berpengaruh ke volatilitas pasar. Karena hampir semua pair utama yang ditradingkan ter"ekspos" oleh dolar AS. Apalagi, bank-bank besar yang rata-rata kantornya di AS adalah player utama pasar forex. So, saat bank di AS libur, potensi peluang yang muncul akan semakin jarang pula terlihat. Nah, buat apa kita buang-buang waktu?
Bank Tutup - ilustrasi
b. Ketika muncul jadwal berita
Fokuskan perhatikan kita pada daftar berita yang sudah terjadwal dan yang akan dirilis saat kita lakuin analisa. Atau bisa juga saat kita sedang lakuin analisa hari ini terlihat peluang untuk esok hari. Eh...ternyata besok juga pas terjadwal ada berita penting akan di rilis. Oh, jadi khusus untuk berita penting aja? Tidak mesti demikian. Klasifikasi berita mulai dari yang berimbas ringan, sedang dan berat sudah terspesifikasi di situs internet yang biasa kita jadikan tempat untuk memantau bukan? Dari situ, bisa saja kita cuplik sesuai selera atau pengalaman kita, berita terjadwal mana saja yang punya potensi memporak-porandakan sistem trading kita. Memang, umumnya hanya berita yang terklasifikasi penting (ditandai merah, atau tiga strip merah, atau tiga banteng merah) yang perlu menjadi rujukan.
c. Ketika petinggi bank sentral berpidato
Orangnya sih nggak ada istimewanya...cuma materi pidatonya yang bisa berdampak luar biasa bagi perekonomian suatu negara dan otomatis juga berpengaruh pada pergerakan mata uangnya. Apalagi jika yang berpidato pimpinan bank sentral AS, bisa-bisa sekawasan Eropa dan Asia berjumpalitan.

d. Ketika muncul gerakan harga diluar kebiasaan
Jika kita sudah biasa ngamati, nganalisa suatu pair, kemungkinan besar kita sudah akan terbiasa dengan karakter "pair" tersebut. Dimana saat-saat dia geraknya lambat atau saat kecepatan semakin berakselerasi, pasti kita bisa perkirakan. Apalagi jika dikaitkan dengan berita yang sudah dijadwal, makin jelas pola itu kita pahami.
Nah...sekarang yang akan kita tandai dari pola yang sudah terbentuk adalah fenomena yang muncul di antara pola tetap tersebut. Jika fenomena tersebut muncul dekat dengan periode "pair" tersebut sedang berakselerasi (berdekatan dengan berita yang terjadwal), memang agak susah juga sih. Tapi jika muncul di saat gerakan lagi tenang tanpa ada berita terjadwal...itu dia. Biasanya ditandai dengan gerakan harga yang kacau. Naik turun berulang-ulang dalam suatu "time frame" tertentu. Nah, ada apa nih? Ya sudah, jika fenomena seperti itu muncul (beruntung) sebelum kita open posisi, sebaiknya...batalkan niatan itu.
e. Ketika akhir minggu
Hari Jumat kan? Yup, tapi bukan berarti "totally" kita nggak boleh trading sama sekali lho. Anda boleh-boleh saja memanfaatkan hari terakhir ini, dengan syarat: tutup posisi juga di hari yang sama. Kenapa sih nggak boleh nahan posisi sampai minggu depan (atau minimal sampai pasar buka kembali Senin?) Boleh saja..siapa bilang nggak boleh?
Cuma...coba deh amat-amati, mayoritas layanan trading secara online tutup di Sabtu-Minggu. Jadi kita bakal mengalami kesulitan untuk memantau pergerakan harga atau bahkan meng-intervensi posisi yang telah kita buka di hari Jumat tersebut. Walaupun, hari libur di akhir minggu itu, ternyata banyak hal dapat terjadi. Baik kejadian di sektor keuangan maupun kejadian-kejadian lain yang dapat mempengaruhi nilai tukar suatu mata uang. Apalagi jika kejadian tersebut langsung 'ngefek ke posisi pair yang lagi kita tradingkan...bisa berabe tuh. Lebih beresiko juga kan?
f. Ketika musim liburan
Industri forex ini muncul dan berkembang di belahan dunia barat. Dan, kebiasaan mereka di sana, liburan favorit terjadi setahun dua kali. Satu, di saat musim gugur, dan berikutnya di (atau menjelang) akhir tahun. Nah, otomatis di kedua momentum tersebut pasar keuangan, termasuk forex, volatilitas bakal turun drastis. Bagaimana mungkin? Ya, karena merekalah pemain utama di industri ini. Jika para pemain besarnya saja libur, kenapa kita, yang notabene hanya menjadi "pengikut" pergerakan pasar para "big boys" tersebut, memaksa untuk "gelar tikar"? Sudahlah, ikut liburan saja.
 
Tak ada yang dapat memastikan arah pergerakan harga dalam industri forex ini. Poin-poin di atas hanyalah sebagai rambu-rambu saja. Mungkin anda merasa cocok? Silakan dimanfaatkan. Bagi kaum fundamentalis, mungkin banyak nggak "sreg" dengan strategi trading menghindari berita, tapi tak apalah...mungkin buat anda yang mempercayai batasan-batasan atau indikasi-indikasi dalam bentuk grafik bisa berpatokan pada hal tersebut. Bagi anda yang bergaya "long timer", bisa saja menolak mentah-mentah wawasan menutup posisi di akhir minggu (apalagi posisi masih "floating minus"). Tetapi mungkin, banyak "day trader" mengamini konsep itu. Sekarang, semua harus berpulang kembali pada pertimbangan professional anda masing-masing. Banyak jalan menuju profit bukan?

Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Penerapan Backtest Yang Tepat

0 komentar
Ada satu ritual yang layak dilakukan saat pasar sedang tidur bagi seorang trader. Kembali ke masa lalu, lihatlah track record dari pergerakan harga dimasa lalu. Apa? Haruskah kita kembali ke masa lalu sedangkan kita sekarang sedang memikirkan keadaan untuk masa depan? Apa untungnya? Tunggu dulu, memang benar kata anda, bahwa kita harus focus di action untuk masa depan dari pada sekedar memikirkan masa lalu, apalagi kalo masa lalu tersebut penuh dengan kenangan manis loss bertubi-tubi…hehehehe. Ok, begini terlepas dari semua trading plan yang anda sedang gunakan, saya ingin membagi sebuah pengalaman tentang memanfaatkan masa lalu yang akan bermanfaat untuk meningkatkan kinerja akun anda dimasa mendatang.

Trading lebih nyaman dengan mengikuti tren

Tren bergerak seperti serangkaian kereta api. Kereta api? Apa hubungannya? Begini, itu hanya sebuah istilah yang biasa saya biasa saya gunakan untuk menggambarkan sebuah tren yang bergerak seperti sebuah kereta api. Amatilah bagaimana pergerakan sebuah rangkaian kereta api. Kereta api sangat lambat bergerak namun begitu dia sudah berjalan kencang, apapun yang berada di depannya tidak akan mudah untuk menghentikannya sekalipun itu sebuah tank. Tren, dengan demikian bisa disebut sebagai sebuah kondisi yang akan memudahkan anda untuk mencetak skor sehingga akun anda akan semakin bertambah gendut. Nah, ada suatu fenomena yang banyak terjadi diantara banyak trader: jika tren itu memudahkan untuk menambah pip, kenapa banyak yang mengalami loss atau tidak bisa mengoptimalkan peluang di kondisi ini? Jangan-jangan anda juga mengalaminya..hehehe. Begini, paling tidak ada 2 hal, mengapa hal itu tetap terjadi:

1. Selalu mencari-cari titik terendah atau tertinggi

Lihatlah contoh ini:
mencari titik terendah atau tertinggi

Dalam kondisi ini, saat para trader sudah terlanjur memasang posisi SELL, masih saja mereka berkeras kepala untuk tetap masuk dengan open posisi SELL yang lain. Trader-trader tersebut masih saja melakukan perkiraan-perkiraan dan hitungan-hitungan yang berkaitan dengan titik tertinggi dari sebuah tren naik. Mereka selalu berharap bahwa mereka akan mendapatkan hasil lebih dengan mempersiapkan strategi “kontra tren”.

2. Terlalu cepat menutup posisi

Lihatlah contoh ini:
terlalu cepat menutup posisi

Trader yang menggunakan konsep breakout pasti sudah melakukan open posisi dengan kondisi tersebut. Nah, sekarang kita ikuti proses berikutnya, berkembangnya pip secara positif akan membuat hati kita berbunga-bunga. Proses berikut, koreksi harga. Di titik inilah mental atau keyakinan kita terhadap trading rule kita, mulai diuji. Harga mulai bergerak berbalik dari arah open kita. Katakanlah kita sudah memperoleh profit 100 pip setelah menunggu sekian lama, tiba-tiba karena suatu berita, harga berbalik arah menguras pundi-pundi pip kita hingga tersisa 50 pip atau bahkan hanya tinggal 10 pip saja. Ujian mental dimulai disini. Akankah anda melakukan cut profit? Atau anda tetap bertahan pada rule anda?


Trading di posisi sideway lebih berisiko


Lihatlah contoh ini:
resiko trading sideways

Mungkinkah anda mendapatkan profit disini? Sangat mungkin, namun saran saya, lakukanlah backtest dengan lebih teliti dan mendalam. Carilah lebih banyak kondisi sideway dan lakukanlah test untuk mendapatkan sinyal yang paling dominan ato paling valid. Trading diposisi sideway lebih berat dibandingkan dengan kondisi trending.


Nilai lebih dari suatu data mingguan


Lihatlah contoh ini:
nilai lebih

Betapa valid dan mudah nya sinyal ditemukan di timeframe ini. Jika anda masih meragukannya, saya sarankan, segera coba lakukan backtest lagi. Anda akan terkejut dengan banyaknya
kepastian yang terjadi pada timeframe ini.


Kesimpulan

Melakukan backtest atau memanfaatkan data-data pasar memahami pergerakan harga di masa lalu baik dalam kondisi trending ataupun sideway akan sangat membantu anda untuk meningkatkan kinerja akun. Sekarang anda telah tau jika anda telah mendapatkan suatu kondisi awal tren dari pergerakan harganya, paling tidak anda sekarang tidak akan cepat-cepat untuk melakukan cut profit. Anda sekarang sudah bisa membayangkan bagaimana harga akan bergerak dimasa mendatang. Seperti contoh berikut…
kesimpulan backtest trading

Ingat, harga tidak akan bergerak serta merta sesuai dengan harapan anda dalam semalam. Nikmati pergerakan naik turunnya. Anda kan sudah pernah melihatnya dalam data-data di masa lalu. Jadi, tetaplah tenang dan rileks, biarkan pasar bergerak beserta koreksi harganya. Anda tinggal amati momentum-momentumnya seperti yang telah lihat di masa lalu.

sumber: http://forexguy.com
Seputarforex.com
Read more...

Menetapkan Target Realistis Dalam Trading Forex

0 komentar
Bersikap realistis bagi sebagian orang itu sulit. Di dunia nyata maupun di trading forex, begitu banyak orang menetapkan target yang 'tidak realistis' bagi diri mereka sendiri. Pertama-tama, Anda perlu tahu apa yang Anda inginkan. Analisa itu; apakah cukup realistis hingga Anda bisa mempercayai itu dapat diwujudkan? Ataukah itu cukup realistis bagi Anda untuk dicapai dalam jangka waktu tertentu?

Dalam hal menetapkan suatu target trading forex, Anda perlu berpikir dengan realistis. Banyak orang mengira mereka bisa berhenti dari pekerjaan utama mereka, lalu mulai trading forex dengan modal kecil. Mereka mendengar kata-kata orang lain bahwa forex bisa mengantar pada kekayaan, Anda bisa menghasilkan uang "banyak" dalam waktu singkat. Ya, memang hal itu mungkin, tetapi sebagaimana Anda ketahui, 90% trader di Dunia malah kehilangan uang mereka. Jika Anda menetapkan target yang realistis atau tidak terlalu tinggi untuk dicapai dengan nyaman, maka Anda justru bisa bertrading lebih baik daripada orang lain.

setting realistic goal in forex trading
Dengan menetapkan target yang realistis, Anda bisa menghindari kekecewaan besar. Sebaliknya, jika Anda memasang target terlalu tinggi hingga sulit direalisasikan, maka Anda mungkin sekali akan kecewa dan malah kehilangan semua dana Anda. Setiap orang memiliki mimpi untuk menghasilkan jutaan dolar dengan bertrading forex, tetapi mereka sering lupa bahwa untuk menghasilkan sejuta dolar, Anda perlu dana lebih dari sejuta dolar sebagai modal awal. Padahal kenyataannya, trader yang punya modal besar belum tentu trader yang bagus. Modal yang besar itu hanya memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam bertrading, risiko yang lebih kecil per-transaksi, dan kemampuan untuk bertahan lebih lama di pasar. Semakin lama Anda bisa bertahan dalam bisnis ini, semakin besar peluang Anda untuk sukses.

Dulu, ketika awal saya mulai bertrading forex, saya memiliki target untuk menghasilkan setidaknya 20 USD per hari. Minggu pertama trading sangat luar biasa; saya berhasil mendapatkan lebih dari 100 USD. Tetapi kemudian mengalami kekalahan beruntun. Saya mulai kelewatan, membuka posisi trading terlalu banyak hingga membuat lebih banyak kerugia. Pada akhirnya, saya kehilangan semua dana saya. Masalahnya sangat simpel. Itu bukanlah target yang realistis bagi saya. Modal awal saya waktu itu hanya 100 USD! Dengan target harian 20 USD, persentasenya dibandingkan dengan modal awal terlalu besar, sehingga fleksibilitas juga rendah. Saya sangat kecewa, dan kemudian merubah cara trading saya dan memasang target yang lebih realistis.

Memasang Target Realistis

Jika Anda ingin membuat target dalam bertrading forex, maka pertama-tama, buatlah target yang masuk akal. Daripada membuat target ekstrim, coba membuat satu yang mudah dicapai. Katakanlah Anda memiliki akun sebesar 1000 USD dan target Anda sebesar 100 USD per hari; apakah itu masuk akal? 100 USD adalah 10% dari 1000 USD. Jika Anda ingin mendapatkan hasil setidaknya minimal 10% dari modal awal, maka Anda harus berani menerima risiko sebesar itu pula. Padahal mempertaruhkan 10% dari akun Anda BUKAN ide yang bagus. Percayalah.

setting realistic goal in forex trading
Mari lihat target trading saya. Sebagai seorang day trader, saya memiliki target untuk mencapai setidaknya 12% dari modal dalam sebulan. Setiap kali saya bertrading, saya mengambil risiko 3% dari modal. Untuk mencapai target 12% setiap bulan, maka setidaknya saya harus meraih 4 trading yang sukses dalam sebulan. Itu tidak sulit. Target seperti itu masuk akan dan bisa dicapai dengan mudah. Saya merasa sangat nyaman dengan target tersebut, dan hal itu nampak pula di performa trading saya.

Setiap trader berbeda-beda. Target seorang trader akan berbeda dengan target trader lainnya. Semua itu tergantung pada karakter trading Anda. Mengetahui bagaimana Anda bertrading, kekuatan dan kelemahan, berarti Anda bisa mengetahui apakah target yang ingin Anda capai itu cukup masuk akal bagi Anda. Cobalah target yang kecil dulu, lalu jika Anda sudah bisa menggapainya, maka Anda bisa meningkatkannya secara bertahap.
Jadilah seorang trader yang bisa bertahan dalam trading forex.

Rico FY - Forex Day Trader
www.daytradingboss.com
Seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan