Banyak trader pemula yang salah dalam memahami konsep-konsep penting
dalam trading forex. Mereka trading dengan interpretasinya sendiri
terhadap beberapa konsep yang mereka baca atau dengar tanpa menelaah
lebih jauh, dan menjadikannya sebagai kebiasaan dalam trading
sehari-hari. Konsep-konsep tersebut berhubungan dengan efektifitas agar
cepat berhasil dalam trading forex, namun karena salah memahami maka
yang terjadi justru sebaliknya, cara trading jadi tidak efektif dan
sering mengalami kerugian. Dari hasil survey terhadap para trader
pemula, mereka mendapatkan konsep-konsep tersebut dari berbagai website,
seminar atau dari trader yang lebih senior, dan menganggap bahwa
semuanya benar dan mesti diikuti.
Berikut beberapa konsep dalam trading forex yang sering disalah-artikan:
1. Trading pada time frame tinggi resikonya lebih besar dan perlu waktu lama untuk menunggu sinyal trading
Pada umumnya trader pemula beranggapan bahwa trading pada time frame tinggi (yang paling umum daily) resikonya lebih besar karena jarak stop loss akan lebih lebar dati time frame yang lebih rendah. Selain itu, pada time frame rendah lebih banyak kesempatan untuk entry karena sering memberikan sinyal trading.
Pada umumnya trader pemula beranggapan bahwa trading pada time frame tinggi (yang paling umum daily) resikonya lebih besar karena jarak stop loss akan lebih lebar dati time frame yang lebih rendah. Selain itu, pada time frame rendah lebih banyak kesempatan untuk entry karena sering memberikan sinyal trading.
Dalam hal resiko yang lebih besar, Anda perlu memahami position sizing.
Jika Anda harus menentukan stop loss yang lebih lebar dengan pip yang
lebih besar, maka Anda mesti mengatur ukuran lot yang sesuai sehingga
besarnya resiko dalam satuan nilai uang sama dengan yang telah Anda
rencanakan ketika Anda trading pada time frame yang lebih rendah.
Misalnya jika sebelumnya Anda trading EUR/USD pada time frame 30 menit
dan besar resiko Anda US$100 per trade untuk stop loss 25 pip, sekarang
Anda trading pada time frame daily dengan stop loss 50 pip. Resiko Anda
tidak harus lebih besar dari US$100, tetapi ukuran lot trading Anda
lebih kecil. Jika Anda masuk pada 4 mini lot untuk stop loss 25 pip (per
pip adalah US$4, resiko 25 pip= US$100), sekarang Anda trading dengan 2
mini lot untuk stop loss 50 pip (per pip US$2, resiko 50 pip= US$100).
Untuk level reward, dengan stop loss yang lebih lebar, tentunya level
take profit juga lebih besar jika risk/reward ratio yang Anda gunakan tidak berubah.
Untuk sinyal trading yang jarang muncul pada time frame tinggi adalah
relatif dan tergantung dari metode dan pengalaman trading Anda. Pada
umumnya tidak demikian, sinyal trading pada chart daily lebih berbobot
daripada chart 30 menit atau 15 menit. Perlu diketahui bahwa
sinyal-sinyal pada chart dengan time frame yang lebih rendah (misal 30
menit, 15 menit, dsb) kurang reliable dibanding daily karena banyak
terdapat ‘noise’ didalamnya.
Daily chart menghilangkan noise-noise tersebut dan gambar sinyal yang
ditampilkan lebih akurat. Mungkin Anda akan lebih boros dengan keluar
masuk pasar pada time frame rendah. Trading pada chart daily mencegah
Anda dari over-trading, over-analyzing dan kecanduan trading yang bisa
berakibat fatal. Sinyal trading memberi isyarat untuk entry, dan
tentunya Anda ingin probabilitas profit yang tinggi. Sinyal trading pada
chart daily lebih jarang, tetapi probabilitas profitnya lebih besar.
2. Anda harus selalu membiarkan profit bertambah terus
Anda tentu sering membaca atau mendengar ungkapan ‘cut your losers short and let your winners run’ yang sering muncul di situs-situs dan seminar forex. Apa maksud sebenarnya dan bagaimana Anda melakukannya? Dengan ide seperti pada ungkapan tersebut, banyak trader pemula yang tidak melakukan apa apa pada posisi tradingnya yang sudah dalam keadaan profit. Mereka mengira bahwa dengan posisi trading yang sudah benar, pergerakan harga pasar akan tetap dalam arah tersebut dan biasanya bertahan lama sebelum ada tanda reversal yang pasti. Mereka percaya pada pengalaman para senior yang buru-buru exit padahal pasar masih bergerak sesuai harapan hingga profit yang diperoleh tidak maksimum.
Anda tentu sering membaca atau mendengar ungkapan ‘cut your losers short and let your winners run’ yang sering muncul di situs-situs dan seminar forex. Apa maksud sebenarnya dan bagaimana Anda melakukannya? Dengan ide seperti pada ungkapan tersebut, banyak trader pemula yang tidak melakukan apa apa pada posisi tradingnya yang sudah dalam keadaan profit. Mereka mengira bahwa dengan posisi trading yang sudah benar, pergerakan harga pasar akan tetap dalam arah tersebut dan biasanya bertahan lama sebelum ada tanda reversal yang pasti. Mereka percaya pada pengalaman para senior yang buru-buru exit padahal pasar masih bergerak sesuai harapan hingga profit yang diperoleh tidak maksimum.
Pergerakan harga pasar
tidak bisa diprediksi dengan tepat dan akurat. Cara seperti itu
kemungkinannya 50-50 dan bersifat gambling. Ungkapan tersebut bersifat
umum, tetapi logis dan obyektif. Untuk menyikapinya, paling tidak Anda
harus menerapkan money management
dengan menentukan risk/reward ratio yang wajar. Selain itu, Anda tidak
harus membiarkan begitu saja posisi trading yang sudah profit. Anda bisa
menggeser level stop loss untuk mengunci profit yang telah Anda
peroleh, atau menggunakan fasilitas trailing stop.
Untuk amannya, paling tidak Anda memindahkan stop loss ke level
breakeven. Mengamankan profit adalah hal yang krusial apalagi jika level
reward belum tercapai.
3. Sebaiknya Anda menentukan resiko per trade tidak lebih 2% dari balance account
Kaidah ‘resiko 2%’ sudah umum diketahui dan digunakan oleh para trader forex. Jika diterapkan dengan kaku, kaidah ini sebenarnya membatasi trader dalam memange balance account tradingnya. Trader yang telah berpengalaman menganjurkan sebaiknya para pemula tidak terikat oleh angka persentasi resiko tersebut. Dalam hal besarnya resiko, seorang trader hendaknya merasa nyaman dengan angka yang ditetapkan.
Kaidah ‘resiko 2%’ sudah umum diketahui dan digunakan oleh para trader forex. Jika diterapkan dengan kaku, kaidah ini sebenarnya membatasi trader dalam memange balance account tradingnya. Trader yang telah berpengalaman menganjurkan sebaiknya para pemula tidak terikat oleh angka persentasi resiko tersebut. Dalam hal besarnya resiko, seorang trader hendaknya merasa nyaman dengan angka yang ditetapkan.
Persentasi angka sangat relatif terhadap dana account Anda, dan besaran dalam satuan uang adalah lebih nyata dan tampak jelas (visible).
Misalnya seorang trader forex yang profit ‘10%’ dari balance accountnya
dan itu adalah US$100, sementara trader yang lain juga profit ‘10%’
tetapi besarnya US$10,000. Bagi trader pemula akan lebih mudah melihat
besar profit dan loss dalam satuan uang daripada angka persentasi.
Banyak trader profesional yang menganjurkan agar dalam menetapkan
resiko per trade menggunakan satuan uang yang sesungguhnya, karena hanya
Anda sendiri yang tahu besarnya resiko dalam satuan uang yang paling
logis sesuai dengan rencana, kemampuan trading dan situasi keuangan
Anda. Ada tip dari para profesional: dana Anda mesti bisa cukup untuk
mengatasi 10 hingga 20 kali kerugian yang berturut-turut sebagai
skenario yang paling buruk. Jika belum terbiasa dan berpengalaman,
hendaknya menghindari teknik compounding atau melipatkan ukuran lot per trade sebagus apapun kondisi pasar yang Anda perkirakan.
4. Broker Anda mencoba untuk mengelabuhi (scam)
Trader forex sering menganggap broker sebagai musuhnya. Jika sedang mengalami loss, mereka selalu menaruh prasangka buruk pada broker, curiga broker mengelabuhinya dengan mempermainkan lebar spread, menggunakan teknik tertentu untuk ‘mengejar’ level stop loss (stop loss hunter) atau memasang software khusus yang bisa access ke account trading kita. Walaupun mungkin ada broker forex yang seperti itu, tetapi tentu jumlahnya tidak banyak. Boker forex adalah bisnis yang menjanjikan, dan untuk memperoleh ijin dari badan regulator yang telah diakui dunia pengusaha broker forex harus menyerahkan uang jaminan yang tidak sedikit.
Trader forex sering menganggap broker sebagai musuhnya. Jika sedang mengalami loss, mereka selalu menaruh prasangka buruk pada broker, curiga broker mengelabuhinya dengan mempermainkan lebar spread, menggunakan teknik tertentu untuk ‘mengejar’ level stop loss (stop loss hunter) atau memasang software khusus yang bisa access ke account trading kita. Walaupun mungkin ada broker forex yang seperti itu, tetapi tentu jumlahnya tidak banyak. Boker forex adalah bisnis yang menjanjikan, dan untuk memperoleh ijin dari badan regulator yang telah diakui dunia pengusaha broker forex harus menyerahkan uang jaminan yang tidak sedikit.
Jika mereka
berbuat curang atau mengelabuhi client-nya dan client tersebut melapor
ke badan pengawas regulator tersebut (yang pasti ditanggapi jika
bukti-buktinya lengkap), akan bisa berdampak pada reputasi dan bisnis
mereka. Untuk amannya Anda hendaknya memilih broker yang telah
memperoleh regulasi dari badan regulator yang terpercaya semisal CFTC
dan NFA (Amerika Serikat), FSA UK (Inggris), FSA (Uni Eropa), ASIC
(Australia). Jika telah memilih broker yang menurut Anda bisa dipercaya,
Anda tidak seharusnya menaruh prasangka buruk pada broker.
5. Rilis berita ekonomi adalah sangat penting
Dengan banyaknya rilis data dan berita ekonomi yang membanjiri situs-situs forex setiap hari tentu tak ada trader yang mengabaikan begitu saja dan menganggap bahwa data fundamental tidak penting. Trader yang murni hanya mengandalkan analisa teknikal dalam trading (chartist) menganggap bahwa semua akibat rilis data dan berita ekonomi telah tercermin dalam pergerakan harga pasar, tetapi secara umum tetap perlu memperhatikan jadwal rilis beberapa indikator yang dianggap penting oleh para pelaku pasar.
Dengan banyaknya rilis data dan berita ekonomi yang membanjiri situs-situs forex setiap hari tentu tak ada trader yang mengabaikan begitu saja dan menganggap bahwa data fundamental tidak penting. Trader yang murni hanya mengandalkan analisa teknikal dalam trading (chartist) menganggap bahwa semua akibat rilis data dan berita ekonomi telah tercermin dalam pergerakan harga pasar, tetapi secara umum tetap perlu memperhatikan jadwal rilis beberapa indikator yang dianggap penting oleh para pelaku pasar.
Hanya saja kita mesti waspada jika trading berdasarkan rilis data fundamental. Trader yang berpengalaman tidak melakukan itu untuk menghindari slippage
atau loncatan harga. Jika bermaksud trading pada saat rilis data
ekonomi, mereka biasanya menunggu beberapa saat setelah rilis berita
tersebut pada kondisi pasar yang relatif tenang (tidak terlalu
bergejolak/volatile).
6. Sistem dan strategi trading adalah aspek yang paling penting
Jika kita coba melakukan pencarian mengenai metode, strategi atau sistem trading pada situs-situs on-line kita akan banyak menemukan promosi dari berbagai software trading yang siap pakai, robot, atau perusahaan yang menyediakan jasa sinyal trading (signal services). Jarang yang memberikan edukasi dan paparan rinci mengenai money management dan psikologi trading, dua hal yang sebenarnya paling penting dalam trading di pasar forex. Para pembuat software dan penyedia jasa sinyal trading tersebut tahu bahwa banyak trader forex yang cenderung mencari metode dan strategi trading yang mudah dan mujarab (holy grail).
Jika kita coba melakukan pencarian mengenai metode, strategi atau sistem trading pada situs-situs on-line kita akan banyak menemukan promosi dari berbagai software trading yang siap pakai, robot, atau perusahaan yang menyediakan jasa sinyal trading (signal services). Jarang yang memberikan edukasi dan paparan rinci mengenai money management dan psikologi trading, dua hal yang sebenarnya paling penting dalam trading di pasar forex. Para pembuat software dan penyedia jasa sinyal trading tersebut tahu bahwa banyak trader forex yang cenderung mencari metode dan strategi trading yang mudah dan mujarab (holy grail).
Dalam
kenyatannya ada 3 pilar utama dalam trading forex yang mesti
diperhatikan, yaitu sistem trading, psikologi trading dan money
management. Sistem trading mencakup metode dan strategi, sedang
psikologi mencakup aspek mental dalam trading.
Ketiga pilar tersebut harus berdiri bersamaan, jika salah satunya
runtuh bisa menghancurkan trading Anda. Sebenarnya tidak ada holy grail dalam trading forex, apalagi yang hanya mengandalkan sistem dan strategi trading.
Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com






