Tampilkan postingan dengan label Trader Forex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trader Forex. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 April 2016

Empat Kesepakatan Untuk Trader

0 komentar
Don Miguel Ruiz, penulis asal Mexico, telah berhasil menjual jutaan buku best-sellernya yang berjudul ‘The Four Agreements’ pada tahun 1997. Buku tentang kepribadian tersebut telah menginspirasi banyak orang dalam bertindak untuk mencapai sukses. Four agreement atau empat kesepakatan tersebut adalah:
1. Menjaga setiap perkataan
2. Tidak selalu menilai sesuatu secara subyektif
3. Tidak terlalu cepat mengambil asumsi
4. Lakukan yang terbaik (do your best)
Lalu bagaimana empat kesepakatan tersebut bisa diterapkan dalam trading?

                                                                     

1. Jaga setiap perkataan Anda
Jika Anda lihat ratusan trader berkumpul di suatu bursa di Wall Street, kesan pertama Anda tentu ketidak-teraturan, kurang tertib dan kebisingan. Namun demikian antara kelompok-kelompok trader tersebut mempunyai kode-kode tertentu yang bisa menghasilkan jutaan dollar. Kata-kata verbal secara langsung atau melalui telepon, gerakan tangan, kedipan mata atau anggukan kepala adalah kode-kode ‘deal’ yang lazim di bursa Wall Street. Jika Anda salah ucap akibatnya bisa fatal. Ini adalah sebuah illustrasi bahwa apa yang Anda ucapkan bisa sangat berdampak.

Menjaga perkataan bisa berarti komit pada apa yang telah diucapkan. Jika Anda pedagang yang memasok barang, maka Anda harus berusaha memenuhi waktu pengiriman yang telah Anda janjikan, atau reputasi Anda sebagai pemasok akan tercela. Jika Anda seorang trader forex yang mengelola dana sejumlah klien, perkataan yang jujur, obyektif dan transparan adalah mutlak. Anda tidak harus mengatakan apa yang sebenarnya Anda kurang mengerti, apa lagi berbohong. Investor sangat menghargai kejujuran dan integritas Anda sebagai seorang trader walau mungkin return yang diharapkan tidak terpenuhi.

2. Tidak selalu menilai sesuatu secara subyektif
Ketika mengalami saat-saat sulit dalam trading, keluhan yang klasik adalah pasar selalu bergerak melawan Anda atau pasar tidak ingin Anda profit. Trader sering berkata “Saya selalu sial” atau “Matilah aku”.  Dalam hal ini Anda menilai keadaan pasar secara subyektif, Anda selalu benar dan pasar yang salah. Pasar bergerak seperti yang diinginkan para pelakunya, tidak ada yang benar atau yang salah mengenai pergerakan harga pasar. Jika Anda merasa pasar selalu melawan Anda, cobalah untuk melihat lagi metode trading Anda dan konsistensi Anda dalam menjalankan rencana trading. Usahakan untuk menilai pasar dengan oobyektif.

3. Tidak terlalu cepat mengambil asumsi
Sering kali trader dengan cepat mengasumsikan kondisi pasar dengan dugaan atau perkiraan yang kurang jelas. Inilah salah satu faktor yang membuat sebagian besar trader mengalami kerugian. Cepat mengambil asumsi adalah akibat dari sifat malas dan tidak sabar. Semakin banyak Anda tahu tentang keadaan pasar yang sebenarnya maka akan semakin jarang Anda mengambil asumsi atau membuat dugaan-dugaan.

4. Lakukan yang terbaik
‘Do your best’ adalah kata yang sering kita baca atau dengar, tetapi sulit untuk dilakukan. Banyak trader yang komit akan menerapkan management resiko tetapi tidak benar-benar dilakukan, atau komit akan memperbaiki rencana trading tetapi tidak juga dilakukan. Jika mereka menganggap trading adalah pekerjaan yang serius maka seharusnya dikerjakan dengan sebaik mungkin untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Jika Anda merasa hasil trading Anda tidak sesuai dengan harapan, sering mengalami kerugian atau bahkan mungkin merasa gagal, maka cobalah untuk membuat kesepakatan dengan diri Anda sendiri.

Sumber : www.mercenarytrader.com : The Four Agreements For Traders, by: Jack Sparrow
seputarforex.com 
Read more...

Beberapa Tip Dari Trader Profesional

0 komentar
Tidak ada cara cepat yang bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam trading, apalagi yang secara instant bisa membalikkan keadaan dari yang sering loss menjadi yang selalu profit. Perbaikan yang akan terjadi sepenuhnya bergantung pada Anda, dan dibawah kontrol Anda. Semakin cepat Anda berusaha melakukan perbaikan semakin tampak hasilnya pada account trading Anda. Nial Fuller, seorang trader forex profesional yang juga mentor trading memberikan beberapa tip yang bisa memperbaiki kesalahan pandangan Anda dalam trading



1. Pengendalian diri ketika berhadapan dengan pasar
Salah satu kunci sukses dalam trading adalah memahami kenyataan bahwa Anda hanya bisa mengendalikan diri Anda sendiri dan tindakan yang Anda lakukan, tetapi Anda sama sekali tidak bisa mengendalikan pasar. Banyak trader yang memahami hal ini namun mereka tidak melakukannya ketika benar-benar berhadapan dengan pasar. Sering kali mereka mencoba memaksakan kehendak kepada pasar dengan berbagai tindakan guna memperoleh profit, dan secara tidak sadar mereka telah melawan pasar yang pada akhirnya akan menyebabkan kerugian.

2. Biarlah pasar bekerja untuk Anda
Pasar selalu bergerak sesuai dengan keinginannya, tidak peduli pada apa yang Anda inginkan atau lakukan. Yang bisa Anda lakukan adalah menunggu dengan sabar sampai pasar memberikan ‘sinyal’ kepada Anda untuk bertindak. Sinyal yang dimaksud adalah setup price action yang sesuai dengan strategi dalam rencana trading Anda. Ketika sinyal telah muncul, Anda entry dan biarkan pasar bekerja untuk Anda.

3. Berfokus menjadi trader yang baik, dan menikmati proses tersebut
Banyak trader yang hanya peduli pada besarnya profit yang akan diperoleh. Ironisnya keasyikan tersebut malah membuat trader mengalami kerugian. Ketika pikiran Anda hanya tertuju pada profit, Anda akan melupakan proses dalam trading dimana Anda seharusnya menjadi trader yang baik terlebih dahulu. Anda harus belajar trading dengan sebaik-baiknya sebelum berharap memperoleh profit yang berarti.

4. Apa yang Anda lakukan setelah mengetahui hasil trading akan menentukan keberhasilan atau kegagalan trade berikutnya
Trader yang baik tidak akan terlalu terpengaruh pada hasil trade sebelumnya. Baik profit maupun loss mereka tetap menjaga keterlibatan emosi dan tetap mengikuti rencana trading yang telah disepakati sebelumnya. Cobalah melihat jurnal trading yang mestinya telah Anda buat, bukankah trading ada siklusnya? Ada periode dimana Anda selalu profit dan periode sering loss. Itu sebenarnya memang siklus pasar jika Anda tidak melawannya dan trading dengan disiplin.

Rasa ingin balas dendam setelah loss atau euforia setelah profit adalah sangat berbahaya. Ingin balas dendam akan cenderung menggunakan metode yang berbeda dan euforia akan menyebabkan rasa percaya diri yang berlebihan (over confidence). Banyak trader yang mengalami kerugian beruntun (losing streak) setelah sekali profit yang lumayan. Itu disebabkan karena mereka terlalu percaya diri sehingga melipat gandakan ukuran lot trading, atau memperbesar resiko. Sebenarnya pasar tidak akan tahu atau mau tahu mengenai apa yang Anda lakukan. Pasar hanya merespons posisi yang telah Anda buka.

5. Pengendalian diri ketika Anda telah mempunyai posisi
Pengendalian emosi ketika posisi Anda masih terbuka adalah hal yang mutlak. Anda tidak harus mengintervensi pasar dengan merngubah-ubah stop loss atau target profit yang telah Anda perhitungkan sebelumnya. Dalam keadaan tertentu Anda bisa saja menerapkan teknik trailing stop, atau teknik averaging (setelah profit) untuk memaksimalkan keuntungan setelah pasar memberikan sinyal dengan jelas, dan Anda rasa memang logis untuk melakukannya. Tetapi menggeser stop loss atau target karena takut loss atau tidak kebagian profit adalah tindakan emosional yang jelas menyimpang dari rencana trading. Tindakan tersebut harus Anda hindari. Tradinglah dengan disiplin sesuai rencana.

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com : 5 Trading Tips You Need to Know Now
seputarforex.com 
Read more...

Apa Kesalahan Utama Trader Forex?

0 komentar
Artikel ini dibuat berdasarkan hasil riset oleh David Rodriguez, Quantitative Strategist dari DailyFX terhadap ribuan account live broker FXCM pada tahun 2011 lalu. Meski telah dua tahun, tetapi artikel ini masih relevan untuk diketahui mengingat perilaku para trader forex pada umumnya relatif hampir sama. Bisnis trading forex dalam beberapa tahun terakhir bertambah populer dan menurut survey Bank for International Settlements (BIS), perputaran dana dari trading forex di seluruh dunia per bulan April 2013 telah meningkat menjadi USD 5.3 trilliun rata-rata per hari. Boleh jadi trading forex adalah bisnis dengan perputaran uang terbesar di dunia saat ini.

                       

Broker-broker baru banyak bermunculan, namun perlu Anda ketahui bahwa trader lama yang meninggalkan pasar forex jumlahnya hampir berimbang dengan mereka yang baru trading di account live. Menurut hasil riset David Rodriguez, rata-rata para trader memiliki pengetahuan analisa teknikal dan fundamental yang cukup memadai, bahkan tidak sedikit yang boleh dibilang expert. 50% dari seluruh trader yang disurvey prediksi tradingnya benar, tetapi nilai uang yang mereka buang ketika mengalami kerugian lebih besar dari nilai uang yang mereka dapatkan saat memperoleh profit.

Lalu kenapa bisa demikian? Berikut hasil risetnya:



Gambar diatas menunjukkan persentasi trade yang berakhir profit (warna biru) dan persentasi trade yang berakhir loss (warna merah). Data dikumpulkan dari 12 juta trade pada account live di broker FXCM  dari klien-nya di seluruh dunia antara tahun 2009 hingga 2010. Misalnya pada pasangan mata uang yang paling populer EUR/USD, tampak para klien FXCM mengalami profit 59% dari seluruh trade EUR/USD yang telah dilakukannya, dan loss 41% dari keseluruhan trade. Jika lebih sering profit, lalu apa kekurangannya? Berikut lanjutan hasil survey:



Gambar diatas menunjukkan jumlah rata-rata pip pada saat profit dan loss. Warna biru menunjukkan jumlah rata-rata pip yang didapat pada saat profit, sedang warna merah menunjukkan jumlah rata-rata pip kerugian pada saat loss. Sekarang kita lihat pada pasangan EUR/USD, meski para trader bisa profit 59% dari keseluruhan trade, tetapi hanya memperoleh rata-rata 65 pip, sementara 41% dari trade dimana mereka mengalami loss, rata-rata kerugiannya adalah 127 pip. Dengan demikian secara keseluruhan jumlah pip kerugian mereka hampir dua kali dari jumlah pip keuntungan mereka.
Pada pasangan populer yang volatilitas-nya sangat tinggi GBP/JPY, lebih buruk lagi, karena yang diperoleh ketika profit rata-rata hanya 52 pip, sementara ketika loss merugi rata-rata 122 pip. Padahal untuk pasangan ini mereka bisa profit 66% dari keseluruhan trade yang dilakukannya.

Dari hasil survey tersebut tampak bahwa meskipun tader menghasilkan profit lebih 50% dari keseluruhan trade 15 pasangan mata uang yang disurvey, namun nilai uang yang mereka buang ketika loss lebih besar dari nilai uang yang mereka dapatkan saat profit. Rupanya pengetahuan analisa teknikal dan fundamental saja belum cukup untuk menghasilkan profit.



Berikut adalah beberapa tip untuk memperbaiki kekurangan tersebut.
                                
Cut loss sedini mungkin, dan biarkan profit terus bertambah
Kalimat diatas sering disitir dalam buku-buku trading dan artikel-artikel di berbagai web. Jika pergerakan harga tidak sesuai harapan, maka segera tutup trade Anda. Realisasikan kerugian Anda sekecil mungkin dan cobalah untuk memulai masuk pasar lagi nanti pada saat yang tepat. Lebih baik mengambil loss sekecil mungkin sekarang daripada nanti mengalami rugi besar. Sebaliknya, jika trade Anda sesuai dengan harapan, tidak perlu takut untuk membiarkan ’’uang bekerja untuk Anda’’. Ambillah profit sebanyak mungkin.

Tampaknya sederhana, tetapi dalam prakteknya sangat sulit untuk dilakukan. Secara alami kita selalu ingin benar, dan membiarkan loss kita terus bertambah banyak dengan harapan ’’nanti harga juga akan berbalik arah’’ sehingga trade yang kita lakukan tetap benar. Sebaliknya jika sedang mengalami keuntungan, kita cenderung untuk merealisasikannya secepat mungkin karena takut kehilangan profit yang telah kita peroleh. Hal inilah yang membuat nilai uang yang Anda buang ketika loss lebih besar dari nilai uang yang Anda dapatkan saat profit. Dalam trading, utamakan profit daripada cara atau prediksi yang benar, oleh karenanya cut loss sedini mungkin dan biarkan profit Anda terus bertambah.

Cara yang sederhana dengan menerapkan risk/reward ratio
Menghindari kerugian besar dalam trading forex sebenarnya sederhana. Ikuti sebuah cara sederhana dengan menerapkan risk/reward ratio atau perbandingan antara kerugian dengan perolehan yang Anda rencanakan. Tip ini selalu dianjurkan dalam banyak artikel tentang trading forex. Jika Anda berani mengambil resiko yang sama nilainya dengan profit yang Anda harapkan, maka risk/reward ratio Anda adalah satu berbanding satu atau lazim ditulis 1:1.

Jika Anda mengharapkan, atau merencanakan profit sebanyak 80 pip tetapi Anda hanya berani rugi maksimal sebanyak 40 pip, maka risk/reward ratio Anda adalah 1:2. Jika Anda dengan disiplin menerapkan aturan ini, maka dalam beberapa kali trade yang Anda lakukan, kemungkinan perolehan profit Anda nilainya akan lebih besar dari kerugian yang akan Anda alami karena ketika profit nilainya dua kali lebih besar dibandingkan ketika Anda loss. Berapa nilai ratio yang sebaiknya diterapkan?

Hal ini sangat tergantung dari kondisi pasar ketika Anda membuka posisi trading, tetapi sebaiknya minimal Anda harus menerapkan risk/reward ratio 1:1. Dengan ratio ini, jika Anda mengalami kerugian 50% dari keseluruhan trade yang telah Anda lakukan, maka Anda akan balik modal alias break even. Pada umumnya trader menerapkan risk/reward ratio antara 1:1 hingga 1:2 ketika kondisi pasar sedang sideways (ranging), dan ketika masuk pada kondisi pasar yang sedang trending, ratio yang diterapkan minimal 1:2 hingga 1:3 atau bahkan 1:4.

Selalu tentukan stop loss dan target profit
Jika Anda telah mempunyai rencana trading dengan risk/reward ratio tertentu, hendaknya Anda bisa disiplin untuk mematuhinya dengan menentukan level stop loss dan level target profit yang Anda rencanakan. Usahakan sebisa mungkin untuk tidak merubah level-level tersebut apapun yang terjadi pada pasar. Cara sederhana ini adalah bagian dari money management, dan untuk berhasil dalam trading, salah satu faktor utama adalah menerapkan money management dengan benar dan disiplin.
Sejalan dengan riset Rodriguez, banyak mentor trading forex menganjurkan tip dari Rodriguez guna meminimalisir kerugian.
- Cut loss sedini mungkin, dan biarkan profit terus bertambah
- Selalu tentukan stop loss dan target profit
- Tentukan risk/reward ratio minimal 1:1
Apakah aturan tersebut bisa benar-benar berjalan?

Menurut riset Rodriguez, aturan ini bisa berjalan dengan baik. Gambar berikut adalah perbedaan antara hasil trading mereka yang menggunakan stop loss dan target profit dan mereka yang trading tanpa stop loss dan target (raw):



Hasil riset diatas didasarkan pada sejumlah besar klien broker FXCM yang trading pada pasangan USD/CHF time frame 60 menit (1-hour) dengan hanya menggunakan indikator oscillator RSI secara tradisional. Mereka hanya masuk ketika kondisi pasar diperkirakan ranging (sideways), dan keadaan tersebut memang sering terjadi pada pasangan USD/CHF 1-hour. Sumbu vertikal menunjukkan return hipotetis, yaitu angka return yang diasumsikan, karena ukuran trading (volume) dari masing-masing trader tentu berbeda.

Garis grafik warna biru dan merah menunjukkan perubahan return. Garis biru, atau raw, adalah pergerakan naik turunnya return mereka yang trading tanpa menggunakan stop loss dan target profit, sedang garis merah menunjukkan pergerakan return mereka yang memasang target profit dan stop loss, dengan stop loss rata-rata 115 pip dan target rata-rata 120 pip, atau dengan risk/reward ratio mendekati 1:1.

Hasil survey Rodriguez menunjukkan bahwa untuk trader garis biru (raw) menghasilkan profit 65% dari keseluruhan trade yang mereka lakukan, sedang trader yang menggunakan stop loss dan target hanya menghasilkan profit 56% dari keseluruhan trade. Namun dari perolehan pip, mereka yang berada di garis biru hanya bisa memperoleh rata-rata 121 pip pada saat profit dan mengalami kerugian rata-rata 200 pip saat loss. Dengan demikian pergerakan return trader garis merah lebih tinggi dari return trader garis biru seperti tampak pada gambar di atas.

Hasil riset ini juga menunjukkan bahwa strategi dengan hanya menggunakan indikator oscillator RSI pada kondisi pasar ranging (sideways), risk/reward ratio 1:1 dalam jangka panjang bisa menguntungkan. Dengan strategi ini baik trader garis biru atau garis merah menggunakan metode yang sama: masuk buy saat kondisi pasar oversold (jenuh jual) dan masuk sell ketika kondisinya overbought (jenuh jual).

Apa yang terjadi bila risk/reward ratio diubah?
Rodriguez masih penasaran dan ingin tahu apa yang terjadi pada pergerakan return jika risk/reward ratio-nya diubah. Ia melakukan back-test pada kondisi pasar yang sama dengan risk/reward ratio masing-masing 1:0.5, 1:1, 1:1.5, 1:2 dan 1:2.5. Hasil risetnya tampak pada gambar berikut:

Sama dengan pada riset sebelumnya, sumbu vertikal menunjukkan return hipotetis, yaitu angka return yang diasumsikan. Tampak bahwa kenaikan return terjadi pada risk/reward ratio 1:1, dan pada risk/reward ratio yang makin tinggi, return yang diperoleh hampir konstan dan mendekati return pada risk/reward ratio 1:1. Jika metode ini diterapkan pada kondisi pasar yang trending, hasilnya tentu akan lebih baik.

Kesimpulannya, untuk meminimalisir kerugian dan sekaligus memperbaiki kesalahan yang mungkin Anda lakukan ketika trading, tip-tip diatas masih sangat relevan untuk diterapkan:
- Cut loss sedini mungkin, dan biarkan profit terus bertambah
- Selalu tentukan stop loss dan target profit
- Tentukan risk/reward ratio minimal 1:1


Sumber : www.dailyfx.com : What is the Number One Mistake Forex Traders Make?
seputarforex.com 
Read more...

Tingkatan Trader Forex

1 komentar
Dalam menjelajah jalan menuju trader yang sukses, ada beberapa tingkatan yang berbeda. Tergantung dari pengalaman, pengetahuan, cara berpikir dan sikap mentalnya, seorang trader dapat dikategorikan dalam 4 tingkatan: trader pemula, amatir, amatir yang berpengalaman dan profesional.

Trader pemula
Seorang trader pemula pada umumnya masih merasa asing terhadap pasar forex. Trading forex dianggap sesuatu yang baru dan mungkin agak unik atau mengasyikkan. Mereka cenderung ingin mengetahui segala hal yang berhubungan dengan trading dan pasar forex dengan cepat dan instan. Baik analisa fundamental maupun analisa teknikal dipelajarinya dengan cepat. Trader pemula selalu mencari dan mempelajari cara-cara yang gampang, sederhana dan segera dapat digunakan untuk trading. Pada umumnya mereka mengharap profit besar dari trading forex. Mereka begitu saja percaya dan menuruti nasehat atau tip-tip dari para trader yang lebih senior dan berpengalaman (sering trader yang berpengalaman tetapi bukan trader yang sukses).                                                    
Selain itu mereka juga rajin mencari sinyal trading dari berbagai forum dan blog. Trader pemula sangat memperhitungkan besarnya pip dalam menentukan profit dan loss, serta sulit melupakan transaksi yang mengalami kerugian. Pengaruh emosi ketika trading sangat kental, biasanya mereka ingin balas dendam ketika loss dan masuk pasar lagi ketika profit (euforia) hingga mengakibatkan over trading.
Dari hasil survey didapatkan fakta bahwa para trader pemula cenderung menyukai metode breakout dan pembalikan arah trend (trend reversal), serta percaya pada pengaruh rilis berita fundamental penting ketika trading. Strategi trapping atau ‘jebakan’ (pending order buy stop dan sell stop) sering mereka gunakan ketika entry sesaat menjelang rilis sebuah berita penting. Mereka melakukan transaksi beberapa kali dalam sehari, dan jika hasil trading pada hari itu profit mereka dengan bersemangat membuat target profit mingguan, bulanan dan tahunan. Jika sedang loss mereka cenderung menyalahkan pasar, broker atau koneksi internet, dan sangat jarang yang menyalahkan dirinya sendiri.
Trader amatir
Masih dari hasil survey, trader forex amatir tidak melakukan banyak transaksi dalam sehari. Mereka sudah lebih berhati-hati dalam menyikapi kondisi pergerakan harga pasar. Disamping mulai mendalami konsep management resiko dengan benar, mereka juga mulai mengerti prinsip-prinsip pola pergerakan harga, bisa membedakan antara loncatan harga (spike) temporer dan noise, serta mulai menentukan time frame trading yang paling cocok untuk digunakan.
Trader amatir sudah bisa menerima kenyataan, mengetahui dan mengakui kesalahan-kesalahannya dalam trading, tetapi tidak takut untuk terus mencoba dan berusaha memperbaiki kesalahan. Meski demikian, mereka masih berusaha menemukan metode dan strategi trading yang pas dengan melakukan backtest pada beberapa teknik trading tertentu. Rencana trading sering berubah seiring dengan pergantian strategi yang digunakan. Stop loss dan target profit mulai diterapkan dengan disiplin walaupun kadang-kadang masih kurang pas dalam menentukan besar resiko per trade dan risk/reward ratio.
Pencapaian penting pada tingkatan ini adalah mereka mulai bisa mengendalikan emosi, tidak terpengaruh oleh hasil trading sebelumnya tetapi lebih melakukan evaluasi pada money management dan strategi trading. Disamping mulai belajar mengembangkan dan menyusun strategi trading sendiri, mereka juga sering memberi nasehat dan tip pada para trader pemula. Pada tingkatan ini, trader mulai menyadari bahwa pasar forex adalah sebuah lahan bisnis, dan trading di pasar forex adalah sebuah pekerjaan serius.

Trader amatir yang berpengalaman
Seorang trader amatir yang telah berpengalaman atau jam tradingnya sudah cukup, mulai bisa mengendalikan reaksinya terhadap perubahan kondisi pasar yang diluar dugaan. Mereka tidak lagi terburu-buru mengambil keputusan atau merubah strategi tradingnya. Hasil survey menunjukkan mereka mulai skeptis terhadap berita fundamental dan tidak terlalu berharap banyak dari rilis data ekonomi. Prediksi dan opini dari berbagai sumber yang berbeda-beda menyebabkan mereka berhati-hati dan lebih percaya pada analisanya sendiri berdasarkan data yang diperoleh.
Pada tingkatan ini trader mulai sadar bahwa pasar forex sangat komplek dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, oleh karenanya mereka menggabungkan analisa fundamental dan teknikal dalam trading dengan menempatkan masing-masing analisa sesuai porsi dan kondisi pasar saat itu. Pada umumnya mereka menerapkan cara trading mengikuti arah trend (trend follower), serta mengutamakan strategi money management yang cukup baik, dan biasanya bisa diterapkan dengan hasil yang sangat memadai.
                                     
Meski tidak semua trader amatir yang berpengalaman adalah full time trader, tetapi mereka pada umumnya menerapkan cara ‘masuk pasar dan lupakan trading’ (set and forget), dan sangat jarang melakukan intervensi pada posisi trading yang telah dibuka. Kadang mereka tentu juga mengalami loss, tetapi karena mampu mengendalikan emosi dengan lebih baik, hal itu tidak begitu dihiraukan dan menunggu sinyal trading berikutnya untuk kembali masuk pasar. Pada tingkatan ini trader berusaha menemukan sistem trading yang bisa memanfaatkan setiap sesi waktu trading selama 24 jam. Jika mereka berhasil menggunakan sistem tersebut, account tradingnya bisa berkembang secara dramatis.
Trader profesional
Dari sebutan ‘profesional’ yang disandangnya, memang profesi utamanya adalah trading di pasar forex. Mereka adalah full time trader. Dari survey yang pernah dilakukan, para responden sebagian besar berpendapat bahwa trader forex profesional selalu profit pada setiap trade yang dilakukannya. Pada kenyataannya tidaklah demikian. Para trader profesional juga sering menanggung kerugian, tetapi hasil trading secara keseluruhan pada periode tertentu adalah positif, atau menghasilkan profit. Ini terjadi karena rata-rata persentasi profit pada keseluruhan trade (average winning trade) cukup tinggi sehingga angka harapan profit (expectancy) juga tinggi.
Dalam pasar forex yang riil, angka harapan profit tidak bisa diciptakan atau ditentukan oleh trader maupun sistem trading yang digunakan, tetapi terjadi dari akumulasi penerapan metode dan teknik trading yang tidak selalu persis sama pada setiap trade, tetapi sangat bergantung pada kematangan dan pengalaman trader dalam menentukan position size, kapan mesti entry dan exit yang paling menguntungkan. Hal tersebut terjadi dengan sendirinya pada seorang trader profesional setelah menjelajahi perjalanan panjang tetapi konsisten dan komit untuk tetap trading. Selain itu, para trader profesional tidak menanamkan seluruh modal tradingnya hanya pada pasar forex, melainkan melakukan diversifikasi pada beberapa jenis pasar, sehingga jika kebetulan sedang sial dan loss di pasar forex, maka keuntungan yang diperoleh dari jenis pasar yang lain masih bisa menutup kerugian tersebut.
Seorang trader forex profesional melakukan prediksi secara garis besar dan global. Mereka tidak mengamati pergerakan harga dari jam ke jam, atau memperhatikan parameter suatu indikator teknikal dengan detail. Analisa intermarket (hubungan antar jenis pasar yang saling mempengaruhi) sangat diperhatikan dan selalu diikuti perkembangannya. Jika kondisi pasar tidak sesuai dengan prediksi, mereka segera menutup semua posisi tradingnya.
Pada tingkatan trader profesional ini, banyaknya transaksi atau posisi trading yang dibuka sepenuhnya ditentukan oleh kondisi pasar, bukan oleh keinginan trader itu sendiri. Jika kondisi pasar telah memberi sinyal yang valid, mereka akan memprediksi besarnya resiko yang mungkin terjadi, kemudian menetapkan potensi profit yang paling maksimal. Mereka trading hampir tanpa emosi. Dan yang penting, trader profesional sangat yakin bisa menghasilkan profit konsisten dari pasar forex.

Sumber : www.clarkfinancial.com

Read more...

Apa Sih Tugas Seorang Forex Trader?

0 komentar
Apa sih sebenarnya tugas atau pekerjaan yang harus dilakukan sebagai seorang trader forex? Apa sih yang seharusnya dilakukan oleh seorang trader? Bagaimana gambaran tugas seorang trader? Apa kalimat yang menurut anda bisa menggambarkan tugas utama seorang trader? Apakah anda pernah memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan di atas? Yah, kelihatannya suatu hal yang sepele, tapi dengan mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut, anda akan mendapatkan gambaran, tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk menjadi trader (yang baik).

apa tugas forex trader?

Sebelum melanjutkan membaca artikel ini, saya minta anda untuk memikirkan sejenak, jawaban apa yang akan anda sampaikan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ok, sudah ketemu jawabannya? Wah, kok cepat sekali ya! Hehehe..

Saya sendiri terus terang memerlukan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih dari setahun untuk menemukan jawaban yang menurut saya pas untuk menjawab pertanyaan di atas. Mm… barangkali saya memang yang lemot yah… hehe! Iya sudah… Baguslah kalau anda sudah bisa mendapatkan jawaban yang menurut anda pas untuk menjawab pertanyaan di atas, cuma dalam beberapa detik. Nah, sekarang mari kita lihat, barangkali salah satu kalimat-kalimat berikut mewakili jawaban anda.

Untuk memperoleh beberapa pips per bulan
Owh, ok deh… kalo memang itu goals atau target anda. Tapi bukankah ini cuma hasil dari pencapaian tujuan utama anda sebagai trader?

Mengelola resiko
Yups, iya sih, memang untuk bisa tetap survive sebagai trader, kita harus pandai mengelola resiko.

Mengembangkan modal
Iya, seperti juga kita harus mengelola resiko untuk survive di dunia forex trading yang kejam ini. Kita memang perlu mengembangkan modal yang sudah kita tanamkan. Tentunya sebagai investor yang rasional, kita mesti mempertimbangkan, apakah investasi di forex trading ini bisa menguntungkan secara ekonomis. Dan untuk bisa dikatakan menguntungkan secara ekonomis, tentunya modal harus mengalami pertumbuhan yang positif.

Untuk memperoleh keuntungan dari setiap posisi yang kita ambil
Wah, kalo yang ini sih bisa dibilang mission impossible. Tidak ada yang tau pasti apa yang akan terjadi di market. Jadi jangan pernah berharap setiap posisi yang kita ambil akan selalu mendatangkan profit.

Untuk mendapatkan X% pendapatan dari modal per bulan
Mmm.. yang ini kurang lebihnya sama lah dengan jawaban pertama di atas.

Untuk menjadi trader yang matang secara psikologis
Wow! Mantaps deh! Kata para master sih memang trading itu sangat erat terkait dengan aspek psikologis. Yah, tapi kalo anda memang berhasil mencapai tujuan anda dalam bertrading, berarti anda memang tidak bermasalah dari aspek psikologis ini. Lah, jadi apa dong jawaban yang tepat?

Mm… Bagaimana kalo saya jawab dengan jawaban yang lebih simple: tugas kita sebagai seorang trader adalah mengikuti trading plan yang telah kita buat? Eh, aduh, jangan ngambek dulu yah. Ini sih kata para master ya. Begini, dengan bertujuan mengikuti trading plan ini, berarti ada beberapa point yang mesti kita lakukan. Pertama-tama, yang jelas sih… anda harus punya trading plan untuk diikuti.

Lah, anda belum punya trading plan? Ya bikin dulu lah. Nah, begitu anda punya trading plan, itu berarti anda sudah punya patokan tentang apa saja yang harus anda kerjakan dan keputusan apa yang harus anda ambil sehubungan dengan trading anda. Apa saja tuh? Ok, mari kita lihat! Dalam trading plan anda, tentunya anda sudah menetapkan tentang hal-hal berikut:
1. Di pair apa anda akan ber-trading?
2. Kapan anda akan masuk market?
3. Apa patokan indicator atau system yang anda anut?
4. Kapan anda keluar dari market?
5. Apa patokan anda untuk menutup posisi?
6. Bagaimana anda menangani resiko?
7. Bagaimana anda menetapkan stop loss untuk setiap posisi?
8. Berapa % margin yang anda gunakan?
9. Apakah anda akan bertrading saat news release?
Iya sih, pergerakan yang cepat saat news release memang cukup menggiurkan untuk dilewatkan begitu saja. Jadi? Apakah anda akan ikut meramaikan market saat news release, atau anda malah tidak akan membiarkan atau posisi terbuka selama market bergejolak saat news release tersebut. Itu pilihan anda.
10. Apakah anda akan membiarkan posisi terbuka di akhir pekan?
Anda mungkin memilih menutup semua posisi di akhir pekan untuk menghindari gap yang sering terjadi di awal pekan. Tapi anda mungkin juga malah memanfaatkan gap tersebut untuk mengambil keuntungan. Nah kaan!

Jadi, apa sih yang harus anda lakukan sebagai forex trader? Ya tinggal melaksanakan trading plan anda itu. Lah… Enak bener yah jadi trader. Ya iyalah, kalo gak enak, mana mungkin saya betah jadi trader?



sumber: seputarforex.com 
Read more...

Tipe Trader Yang Manakah Anda?Tipe Trader Yang Manakah Anda?

0 komentar
Penggolongan type trader yang akan saya bicarakan berikut sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dalam bertrading. Tidak peduli anda scalper, day trader, ataupun swinger. Tidak peduli juga apakah anda penganut aliran technical ataupun fundamental. Di sini saya tidak akan membedakan type trader berdasarkan pada time frame ataupun jenis analisis yang anda gunakan. Toh apapun time frame yang anda pakai atau apapun jenis analisis yang anda gunakan, anda bisa menjadi trader yang sukses.

tipe trader
Saya akan menggolongkan type trader menjadi 2 kelompok yang akan menyebabkan perbedaan kemungkinan dalam meraih sukses, yaitu: trader yang disipilin dan trader yang tidak disiplin. Nah tuh, kalo ditanya, anda trader yang disiplin gak? Wah, gimana yah? Kurang tau deh. Ok deh, untuk mempermudah menilai diri kita sendiri masuk dalam type yang mana, mari kita lihat aja ciri masing-masing type trader tersebut.

Trader yang tidak disiplin mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • Tidak memiliki system, dan kalaupun memiliki system, cenderung tidak dituruti
  • Tidak memahami bahwa karaketeristik trader itu berbeda-beda
  • Bertrading berdasarkan saran/rekomendasi dari pihak lain entah itu trader lain, site internet, forum dan sebagainya, padahal terkadang masing-masing sumber tersebut tidak menggunakan metode yang sama
  • Tidak menggunakan risk management, money management maupun trade management
  • Asal melihat peluang langsung diambil tanpa banyak pertimbangan, hanya mengharapkan profit jangka pendek
  • Bertrading berdasarkan emosi
  • Berpikir bahwa trading itu mudah dan merupakan jalan cepat menuju kaya
Trader yang disiplin mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki dan mengikuti system tertentu dan mengikutinya secara konsisten
  • Memahami pentingnya trading system dan bahwa trading dengan menggunakan system yang sesuai dengan situasi dan kondisi serta style nya adalah modal utama mencapai kesuksesan
  • Tidak mengandalkan sinyal ataupun hasil analisis pihak lain dalam bertrading dan hanya melakukan trading apabila system yang dianutnya memberikan sinyal positif
  • Memahami pentingnya risk management, money management maupun trade management
  • Tidak asal mengambil peluang hanya untuk mengambil profit jangka pendek
  • Memahami pengaruh emosional dalam bertrading dan bisa mengendalikan emosi
  • Memahami bahwa untuk menjadi trader yang sukses sangat memerlukan pengalaman dan tidak mengharapkan sukses secara instant
Nah, sekarang cobalah review diri anda. Dari point-point di atas, kira-kira mana yang lebih banyak  menggambarkan karakter anda dalam bertrading? Memang sih, menjadi trader yang disipilin bukan berarti anda langsung mendapatkan profit yang konsisten. Akan tetapi, bagaimanapun, untuk menjadi trader yang sukses anda harus terlebih dulu menjadi trader yang disipilin, karena tidak ada trader yang sukses dari golongan trader yang tidak disiplin.

Ok. Kalau anda merasa belum menjadi trader yang disiplin, bukan berarti anda kemudian sudah menerima vonis untuk gagal menjadi trader kok. Hei, tidak ada kata terlambat untuk mengubah diri kan? Diri anda yang sekarang adalah bentukan dari masa lalu. Diri anda di masa depan adalah bentukan dari apa yang anda lakukan sekarang. So?

Kalau anda saat ini masih merasa gagal, just forget the past. Jangan berkutat dengan masa lalu. Ubahlah diri anda mulai sekarang. Dan nikmati hasilnya di masa yang akan datang. Btw, kalaupun anda kemudian memutuskan untuk tidak menjadi trader, kebiasaan disiplin tetap bagus kok untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, apapun profesi anda. Jadi tidak ada ruginya kok menjadikan disiplin sebagai kebiasaan kita sehari-hari. Siip deh!


sumber: seputarforex.com 
Read more...

Pesan Bagi Day Trader: Kebiasaan Buruk Yang Bisa Menguntungkan Anda

0 komentar
Banyak trader suka membiarkan posisi tradingnya yang sedang profit bergerak liar dengan harapan bisa mendapat profit lebih banyak lagi. Biarpun sinyal bilang "ini waktunya exit", tapi ekspektasi mengalahkan logika. Ini selaras dengan semboyan "Let your profits run and cut your losses short". Namun, bagi day trader mungkin akan lebih baik untuk tidak bertindak demikian.
Tips Day Trading

Trading Si Bejo

Salah satu kata mutiara yang banyak didengar para trader adalah "Let your profits run and cut your losses short" (Biarkan profit Anda berlanjut dan pangkas kerugian Anda). Sepintas, itu masuk akal. Ketika trading kita profit, biarkan saja jalan terus. Ketika rugi, cepat-cepatlah tutup order. Tapi menurut Boris Schlossberg dari BK Asset Management, kalimat itu justru bisa mengakibatkan kerugian; dan kalau kita bersikap sebaliknya, kita malah bisa untung besar.
Realitanya, menurut Schlossberg, di pasar forex tidak ada cara untuk membiarkan posisi profit berlanjut terus sembari memangkas kerugian. Kita bisa mengurangi besar profit yang kita dapat, atau mengurangi jumlah kerugian yang kita tanggung, tetapi tidak bisa dua-duanya. Ini karena pasar yang spekulatif seperti forex nyaris tidak pernah bergerak ke satu arah saja.
Siapapun yang pernah untung setelah "membiarkan posisi profit berjalan terus" paling-paling cuma seperti si Bejo yang kebetulan tepat menebak nomor lotere. Dia kebetulan ketemu breakout, cukup bodoh untuk mengira harga bakal berlanjut tanpa mundur sama sekali, cukup beruntung untuk mengalami peristiwa langka yang belum tentu terjadi sekali dalam satu dekade, dan terakhir: cukup cerdas untuk exit sebelum harga berbalik ke posisi semula.

Day Trading Bukan Soal Menghasilkan Uang

Menurut pandangan umum, hal terburuk yang dilakukan trader adalah "terlalu cepat menutup posisi trading yang sedang profit". Sikap tidak sabaran semacam itu kerap dikambing-hitamkan ketika trader menyesal gagal mendapatkan profit lebih besar. Apalagi, kita kan tetap harus membayar biaya trading setiap kali tutup posisi, entah spread atau komisi.
Akan tetapi, Schlossberg yang telah bertahun-tahun menjadi analis dan trader profesional ini menegaskan bahwa cepat-cepat menutup posisi trading saat berada diatas angin adalah salah satu langkah paling profitabel yang bisa dilakukan day trader.
Kenapa? Karena day trading yang sukses bukan soal menghasilkan uang, melainkan soal TIDAK KEHILANGAN uang.
Lebih lanjut, Schlossberg dalam newsletter yang dikirim kepada langganannya menuliskan, ada tiga tipe dasar posisi yang dibuka day trader. Dalam durasi waktu 1-30 menit, ada trading yang langsung profit, ada trading yang langsung loss, dan ada yang tidak jelas apakah akan profit atau loss. Tidak banyak yang bisa dilakukan trader untuk mensiasati kedua tipe pertama, dan kita biasanya menerima saja apa hasilnya.
Namun demikian, ada tipe ketiga. Tipe ketiga ini sangat tidak pasti arahnya, dan pada trading macam ini lah "kebiasaan buruk" trader yang tidak sabaran malah bisa menguntungkan.

Daripada Mengejar Profit Yang Belum Pasti

Dalam day trading, profit tidak akan mendatangi mereka yang menunggu. Kita tidak harus lama-lama menahan diri sebelum memanen profit. Kalau tidak, pasar yang spekulatif bakal menjungkirbalikkan semuanya.
Bagaimana kalau kita tutup trading terlalu cepat, dan harga masih naik 10 pip lagi? Siapa peduli. Toh, banyak kesempatan trading lain. Justru bisa jadi saat itu Anda mendapat profit 5 pip dan menghindari rugi 100 pip. Di saat yang sama, Anda juga membebaskan kapital dari trading tidak jelas untuk dimanfaatkan pada peluang trading lainnya. Ini jelas jauh lebih menguntungkan daripada terpaku di depan komputer menanti harga mencapai puncak.
Jadi, bagi Anda para day trader, cobalah ini: berhenti mengejar profit yang belum pasti. Begitu Anda mulai terbiasa melakukannya, maka Anda malah akan mulai menyesal tidak melakukan ini sejak awal.
------
Diadaptasi dengan penyesuaian dari Boris Schlossberg Weekly Trading Newsletter (3 Oktober 2015)

seputarforex.com 
Read more...

10 Tip Untuk Trader Pemula

0 komentar
Diluar teori dan pengetahuan trading yang telah dipelajari, trader pemula sering kali melakukan kesalahan yang disebabkan oleh faktor psikologis maupun akibat minimnya pengalaman trading. Tidak ada cara cepat yang bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut, apalagi yang instan bisa membalikkan keadaan dari sering loss menjadi selalu profit. Perbaikan yang akan terjadi sepenuhnya bergantung pada trader itu sendiri, semakin cepat trader berusaha melakukan perbaikan semakin cepat tampak hasilnya.
Berikut 10 tip para trader profesional dari broker Alpari UK yang mungkin bisa membantu Anda para trader pemula:

                                                        

1. Anda seharusnya tidak ingin kaya dengan cepat
Trader pemula biasanya menganggap trading forex sebagai cara yang mudah dan sederhana untuk menjadi kaya dengan cepat. Tanpa memperhitungkan resiko mereka masuk pasar dengan ukuran lot (volume) trading yang sebesar mungkin dengan harapan memperoleh keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat. Pada kenyataannya cara seperti ini akan menyebabkan kerugian besar dalam jangka panjang karena Anda tidak akan pernah bisa memprediksi pergerakan harga dengan tepat sekalipun Anda paham analisa teknikal dan fundamental.

2. Anda seharusnya tidak membuat keputusan trading secara acak
Anda seharusnya mempunyai strategi untuk entry dan exit meskipun sederhana, dan tidak masuk pasar berdasarkan perkiraan semata. Entry yang acak dan tanpa dasar tidak ubahnya seperti bermain judi.

3. Hati-hati dengan leverage yang tinggi
Leverage memang merupakan daya tarik utama dalam trading forex. Para broker berlomba menawarkan leverage setinggi mungkin. Anda harus hati-hati dan tidak menggunakan leverage yang terlalu tinggi. Leverage tinggi memungkinkan Anda membuka banyak posisi sekaligus karena margin minimum yang kecil, tetapi jika pergerakan harga tidak seperti yang Anda perkirakan maka Anda akan kehilangan banyak uang untuk menahan kerugian tersebut.

4. Hendaknya selalu menggunakan stop loss
Biasanya trader berani menahan posisi yang loss hingga waktu yang lama dengan harapan harga akan berbalik arah. Pada kenyataannya cara trading semacam ini akan cenderung menghancurkan account Anda karena Anda tidak pernah membatasi resiko. Secanggih apapun strategi trading yang digunakan, Anda harus tetap menentukan stop loss sebagai proteksi dini.

5. Usahakan untuk tidak melibatkan emosi ketika trading
Keterlibatan emosi dalam trading akan menyebabkan Anda tidak berpikir logis, yang pada akhirnya akan menghancurkan account trading Anda. Anda harus berlatih untuk tidak emosional ketika trading antara lain dengan tidak mencoba memaksakan kehendak kepada pasar.

6. Anda harus konsisten dan disiplin dengan strategi trading
Konsisten dengan strategi yang telah Anda pilih dan disiplin dalam menggunakannya.Ujilah terlebih dahulu strategi Anda dan jangan cepat berganti strategi.

7. Anda harus menerapkan money management
Money management tidak hanya resiko per trade (stop loss) tetapi juga risk/reward ratio yang dalam jangka panjang akan menentukan keberhasilan trading Anda.

8. Sebaiknya Anda mengikuti perkembangan keadaan pasar
Mengetahui perkembangan pasar secara global akan membantu dalam memilih pasangan mata uang yang akan ditradingkan. Untuk memaksimalkan hasil trading sebaiknya Anda memilih pasangan mata uang antara mata uang yang sedang kuat versus yang sedang lemah.

9. Usahakan untuk selalu memonitor posisi Anda
Sekalipun Anda menggunakan pending order lengkap dengan level stop dan exit, sebaiknya Anda tetap memonitor posisi trading yang Anda harapkan. Sebagai trader sebaiknya Anda sering memonitor pergerakan harga pasar.

10. Buatlah rencana trading dengan jelas
Hindari untuk membuat rencana dengan menargetkan profit bersih minimal yang ingin Anda peroleh, tetapi rencanakan bagaimana Anda akan menghadapi pasar. Rencana trading yang kurang jelas membuat Anda selalu ragu dalam mengambil keputusan. Rencana trading Anda minimal harus mencakup:

- Frekuensi trading dalam seminggu, 2 minggu atau sebulan (bisa juga per hari jika Anda trader harian)
- Waktu yang tepat untuk trading (terutama bila Anda trader part timer)
- Strategi yang digunakan untuk keadaan pasar tertentu. Contoh: untuk pasar trending akan digunakan strategi A sedang untuk kondisi sideways menggunakan strategi B, atau keduanya menggunakan strategi yang sama dengan parameter yang berbeda.
- Sinyal untuk buy dan sell yang jelas
- Cara menentukan stop loss dan take profit (limit)
- Kriteria besarnya risk/reward ratio setiap trade

Untuk mencapai sukses dalam jangka panjang hendaknya Anda fokus pada proses trading, bukan pada besarnya profit yang akan Anda peroleh.

Sumber : www.alpari.co.uk : Top tips for traders
seputarforex.com 
Read more...

Termasuk Tipe Trader Yang Manakah Anda ?

0 komentar
Untuk menunjang keberhasilan dalam trading forex, Anda mesti tahu tipe kepribadian Anda sebelum menentukan gaya trading. Sesuaikan gaya trading dengan tipe kepribadian Anda. Pada dasarnya ada 4 tipe trader, yaitu scalper, trader harian (day trader), position trader dan swing trader.

                                                  

Scalper
Pada umumnya frekuensi trading seorang scalper jauh lebih besar dari trader lainnya. Tujuannya adalah masuk dan keluar pasar secepatnya, meraup beberapa pip setiap trade sebagai targetnya, dan sering kali dengan resiko yang lebih besar dari take profitnya. Memahami cara trading yang tidak umum tersebut memang sulit bagi trader pemula.

Trend tidak begitu penting bagi seorang scalper karena mereka hanya mengincar pergerakan harga dalam range yang begitu sempit sehingga tidak harus mempertimbangkan arah trend pada time frame tinggi, mereka bhkan trading pada time frame yang sangat rendah seperti 5 menit atau bahkan 1 menit. Bagi seorang scalper platform trading mesti reliable dan juga broker tempat mereka trading harus memperbolehkan penggunaan cara trading ini.
Trader harian
Cara trading yang setingkat diatas scalping berdasarkan jarak waktu entry dan exit yang digunakan adalah trader harian (day trader). Tujuan seorang trader harian pada umumnya adalah masuk dan keluar pasar dalam satu sesi perdagangan saja dengan risk/reward ratio minimal 1:1. Pada prinsipnya seorang trader harian memiliki cara trading yang hampir sama dengan seorang scalper yaitu masuk dan keluar pasar secepat mungkin, hanya saja day trader lebih fokus pada arah trend dan cenderung trading searah dengan trend yang sedang terjadi.
Position trader
Jangka waktu trading seorang position trader jauh lebih panjang dari scalper atau trader harian. Pada umumnya mereka menahan sebuah posisi hingga beberapa hari atau beberapa minggu. Sebagian position trader masuk pasar hanya berdasarkan analisa fundamental, namun pada umumnya mereka menggabungkan analisa teknikal dan fundamental. Sebagai contoh seorang position trader akan masuk sell setelah memastikan bahwa pasar akan bearish berdasarkan suku bunga yang turun, keadaan ekonomi global yang sedang resesi dan faktor-faktor lainnya. Biasanya mereka menentukan level stop loss yang besar, bisa hingga ratusan pip dengan risk/reward ratio minimal 1:1.

Swing trader
Swing adalah cara trading jangka menengah dengan mengambil titik-titik entry dan exit pada level-level tertinggi dan terendah dalam sebuah arah trend, bisa uptrend atau downtrend. Swing trader menggunakan time frame yang berubah-ubah tergantung dari time frame mana yang paling jelas memberikan informasi titik-titik entry, biasanya titik-titik reversal ataupun tititik-titik koreksi atau retracement.

Waktu trading swing trader tidak pasti, kadang bisa jangka pendek jika kriteria entry dan exitnya sudah terpenuhi, atau jangka panjang bila masih menunggu level targetnya. Pada umumnya swing trader menerapkan berbagai indikator teknikal termasuk Fibonacci retracement, garis dan channel trend serta pivot point.
Sumber : www.authenticfx.com : Your Trader Type
seputarforex.com 
Read more...

6 Hal Yang Dilakukan Para Trader Sukses

0 komentar
Menurut sumber artikel ini yaitu Forex Social Traders (www.forexsocialtraders.com) pada kenyataannya ada 6 hal yang telah dilakukan oleh para trader forex yang sekarang telah sukses, yaitu:

1. Kebanyakan para trader yang sekarang sukses memulai trading dengan dana yang kecil (menurut ukuran mereka), yaitu antara USD 1,000 hingga USD 5,000. Hal ini mungkin membuat orang yang awam dengan trading forex tidak percaya mengingat gaya hidup para trader sukses tersebut yang relatif mewah dan jauh diatas rata-rata. Dengan modal yang sekecil itu orang awam hanya menganggap mimpi untuk bisa mencapai taraf hidup yang cukup wah itu. Namun kenyataannya memang demikian, dan dari penuturan para trader tersebut ternyata mereka memang menabung sedikit demi sedikit untuk bisa memulai trading.

                                                                          
2. Kebanyakan para trader sukses tersebut meraih hasil jutaan dollar pertamanya setelah 5 tahun hingga 15 tahun. Ini menunjukkan bahwa kesabaran dan dedikasi sangat penting, dan menyerah tentu saja bukan pilihan mereka. Konsisten pada rencana trading, terus belajar dan kerja keras untuk memperoleh hasil yang lebih baik adalah salah satu kunci sukses mereka.
3. Para trader sukses tersebut menjaga drawdown-nya relatif rendah dibandingkan dengan persentasi keuntungan tahunan yang mereka peroleh. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memang sangat mengutamakan faktor pengendalian resiko dan money management dalam trading.

4. Para trader sukses tersebut rata-rata menghasilkan keuntungan bersih (return of investment atau ROI) per tahun sekitar 50%. Ini perlu diketahui para trader pemula yang kebanyakan memasang target keuntungan bersih sebesar 20% hingga 30% per bulan sebagai hal yang realistis. Jika dipaksakan demikian, dalam jangka panjang akan berbahaya. Tentu saja mungkin Anda pernah menemui beberapa trader forex dengan keuntungan per tahun 1000%, tetapi hal itu diperoleh dengan resiko yang sangat tinggi. Tahun depan mungkin tak seorangpun dari mereka yang bisa tetap bertahan.

5. Kebanyakan para trader sukses itu tidak menerapkan risk/reward ratio yang rendah atau menggunakan sistem trading martingale. Didalam prakteknya tak seorangpun akan bertahan dalam jangka panjang dengan menggunakan sistem martingale atau strategi dengan resiko yang lebih besar dari target profit. Mereka sangat peduli pada ‘cut loss secepat mungkin, dan biarkan profit terus berjalan’ (cut your losses short and let your profit runs). Selain itu mereka hanya akan masuk pasar bila probabilitas profitnya tinggi.

6. Yang mungkin jarang diketahui adalah bahwa kebanyakan dari mereka memperoleh uang banyak dengan mengelola dana orang lain. Banyak orang berduit yang menginginkan untung besar dan mencari trader forex yang berpengalaman dengan track record yang bagus. Para trader tersebut tentu mudah menarik investor dengan dana yang besar.

Sebagai kesimpulan, para trader yang telah sukses tersebut tidak pernah menargetkan keuntungan 50% per bulan, atau 1000% per tahun. Apa yang telah dilakukannya sehingga memperoleh sukses adalah pengendalian resiko, disiplin dan tekun.

Sumber : www.forexsocialtraders.com : 6 Secrets of Successful Forex Traders
seputarforex.com 
Read more...
Kamis, 07 April 2016

Menjadi Trader Forex Yang Full Time

0 komentar
Menjadi trader yang full time atau ’’trading for living’’ adalah impian setiap trader yang aktif. Selain tidak terikat oleh waktu kerja, Anda sangat mungkin bisa memperoleh kebebasan finansial (financial freedom) yang sebenarnya. Namun demikian trading bukanlah jalan untuk memperoleh pendapatan yang luar biasa dalam waktu singkat. Diperlukan usaha yang nyata, rencana yang jelas dan disiplin tinggi agar bisa benar-benar trading for living. Tidak ada jalan pintasnya, dan jika komitmen Anda pada trading memang kuat, Anda akan bisa trading for living. Banyak orang telah berhasil melakukannya, termasuk Nial Fuller, penulis artikel ini. Nial akan berbagi pengalamannya tentang ’’how to become a full time forex trader’’.
                                                  

Trading forex adalah bisnis, dan bisnis trading forex tidak seperti bisnis pada umumnya. Siklus ekonomi sangat mempengaruhi iklim bisnis. Ekspansi, kontraksi dan resesi. Bisnis Anda akan naik atau turun tergantung dari kondisi perekonomian baik global maupun lokal. Trading forex sama sekali tidak tergantung dari iklim bisnis, Anda bisa untung besar ketika perekonomian sedang booming, lesu maupun resesi. Anda tentu sudah paham akan hal ini, tetapi apakah Anda memang benar-benar tertarik dengan bisnis ini?

Sebelum bermimpi menjadi seorang trader full time yang sukses, terlebih dahulu Anda harus tertarik pada bisnis trading forex yang akan Anda jalani. Jika Anda ingin sekali menjadi trader sukses tetapi Anda kurang tertarik pada pasar forex, maka buatlah diri Anda untuk tertarik. Cobalah temukan apa yang menarik dari pasar forex. Jangan pernah masuk ke bisnis ini jika Anda memang sama sekali tidak tertarik.

Selain itu trading forex tidak bisa dianggap sebagai hobby, tetapi benar-benar pekerjaan rutin. Bisa saja Anda trading paruh waktu atau part time, tetapi dari pengamatan saya hasilnya tidak akan pernah maksimal. Pertumbuhan account trading part timer tidak secepat trader full time. Sekali lagi, trading forex berbeda dengan bisnis laninnya, Anda tidak bisa mendelegasikan begitu saja account trading Anda, atau bahkan klien Anda, ke pihak ketiga. Banyak trader profesional memilih trading dengan full time.
Dari yang saya amati, ada beberapa ciri seorang trader full time yang sukses, yaitu:
1. Selalu bersikap realistis
Ciri ini yang paling mudah diamati. Seorang trader full time selalu bersikap realistis, artinya mereka tidak berharap terlalu berlebihan, ingin selalu profit pada setiap trade atau ingin profit yang sangat besar dalam sekali trade. Jika Anda tidak realistis pada pasar yang sangat tidak pasti, maka Anda akan cenderung mengambil resiko yang melebihi kapasitas account Anda, atau Anda akan over trading. Agar bisa bertahan dalam jangka panjang, Anda harus menyesuaikan position size dengan besarnya account trading. Sesuaikan harapan Anda dengan kenyataan di pasar. Pasar tidak pasti, Anda mesti bisa membatasi resiko.
Ciri lain dari full time trader adalah mereka bisa bertahan lama. Bukan berarti mereka selalu menambah dana jika terkena margin call, tetapi memang karena mereka bisa mengatur pola irama trading sesuai dengan balance. Mereka bisa mengembangkan account yang sedang menyusut dan menarik dana sesuai rencana. Dari yang saya amati, mereka hanya menambah dana bila benar-benar diperlukan. Hal tersebut bisa mereka lakukan karena mereka bekerja dengan rencana yang jelas dan dilakukan secara rutin. Trading forex adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.
                                                            

2. Rutinitas harian seorang trader full time
Seorang trader forex full time mempunyai rutinitas trading, sekalipun mungkin tidak tampak dalam kesehariannya. Rutinitas tersebut telah berlangsung dari waktu ke waktu hingga menjadi kebiasaan. Ia bisa melakukan hal itu karena telah mempunyai rencana yang baku dan jelas yang selalu harus diikuti.

Mempunyai rencana trading dan jurnal trading
Agar bisa mengembangkan kebiasaan dalam trading dan menjaga keterlibatan emosi sangat diperlukan adanya sebuah rencana trading dan jurnal trading. Kedua alat penting dalam trading ini harus benar-benar diikuti agar trader bisa bertahan. Dari pengamatan dan pengalaman saya, rencana dan jurnal trading adalah salah satu penentu keberhasilan kita sebagai trader full time.

Analisa chart harian (daily) dan mingguan (weekly)
Untuk keperluan analisa rutin harian, chart daily dan weekly sangat diperlukan sekalipun mungkin Anda trading dalam basis time frame 1 jam atau 15 menit. Dengan melihat chart daily dan weekly setiap hari, Anda akan mengetahui arah trend dan sentimen pasar jangka panjang. Berilah catatan atau komentar pada setiap awal minggu sebagai patokan langkah trading yang hendak Anda lakukan. Tentukan level-level support dan resistance yang penting, serta waktu rilis data fundamental berdampak yang bisa mempengaruhi pasangan mata uang trading Anda.

Rencana selalu dibuat didepan, dan setelah itu antisipasi, bukan reaksi. Trader full time biasanya tahu pasti apa yang akan dilakukan sebelum entry, bukan bereaksi setelah masuk pasar. Hasil dari rutinitas trading yang konsisten adalah kebiasaan. Dengan rencana dan jurnal yang teratur Anda akan memiliki kebiasaan positif yang mendukung keberhasilan trading Anda.

3. Yakin pada metode dan strategi trading yang telah dipilih
Agar bisa konsisten dengan rencana tradingnya, trader harus yakin pada metode dan strategi trading yang digunakan dan tidak berubah-ubah seiap kali akan entry. Saya lihat metode trading mereka yang full time selalu sederhna tetapi efektif. Mereka menghindari untuk menggunakan banyak indikator teknikal yang bisa menimbulkan konflik. Selain itu strategi yang mereka terapkan selalu mengacu pada prediksi berdasarkan probabilitas yang paling tinggi. Tak ada yang benar-benar pasti dalam pasar forex, hanya probabilitas saja yang bisa dipakai sebagai ukuran sebuah prediksi.
4. Menerapkan money management dengan benar
Trader full time yang berhasil sangat menguasai metode dan strategi trading yang digunakan. Mereka tidak pernah ragu dalam menggunakannya. Jika ternyata kondisi pasar meragukan, hanya ada dua pilihan: take it or leave it. Tetapi diluar metode dan strategi trading, yang paling penting untuk selalu diterapkan adalah money management. Kunci utama keberhasilan dalam trading (juga dalam bisnis pada umumnya) adalah me-manage modal. Trader yang berhasil selalu membatasi resiko dengan menerapkan rasio risk/reward yang proporsional sesuai dengan kondisi pasar.

Saya pernah melakukan survey pada sejumlah trader forex full time yang ’’trading for living’’. Semuanya mempunyai metode dan strategi yang relatif sederhana meski tidak seragam. Cara trading mereka obyektif, logis dan sama sekali tidak emosional. Meski kinerjanya tidak selalu seperti yang diharapkan, tetapi selalu mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.


Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com :  How to Make a Living From Full-Time Forex Trading
seputarforex.com 
Read more...

Menjadi Bagian Dari 10% Trader Yang Sukses (1)

0 komentar
Kita tahu bahwa hanya sekitar 10% saja dari seluruh trader yang bisa benar-benar memperoleh keuntungan besar dalam jangka panjang. Lalu, bagaimana sebenarnya mereka bisa menghasilkan profit? Bagaimana cara berpikir mereka dan seperti apa proses trading dan rutinitas mereka? Apa yang mereka telah lakukan tetapi tidak dilakukan oleh sebagian besar trader? Dalam artikel ini Nial Fuller, seorang trader profesional yang juga mentor, memberikan pandangannya mengenai pertanyaan tersebut berdasarkan pengalamannya.

                                            

Kurangi frekuensi trading Anda
Seberapa besarkah frekuensi trading Anda? Seberapa sering Anda masuk pasar atau mengutak-utik posisi Anda? Sekali seminggu, tiga kali seminggu atau 20 kali? Atau mungkin Anda tidak pernah menghitung frekuensi trading karena memang tidak membuat jurnal trading. Dari pengamatan saya, jika Anda kebetulan tidak termasuk dalam 10% trader yang bisa memperoleh keuntungan besar dalam jangka panjang, Anda mungkin sekali trading jauh lebih sering.

Bagi saya pribadi, saat yang paling menentukan dalam karir trading saya adalah ketika menyadari bahwa saya bisa memperbaiki hasil trading secara dramatis dengan mengurangi frekuensi masuk pasar, tidak sering mengintervensi posisi trading dan sabar menunggu sinyal trading yang benar-benar jelas dan mempunyai probabilitas sangat tinggi.

Trader pemula dan trader yang sering mengalami loss dengan frekuensi trading yang tinggi kurang menyadari bahwa dengan jarang masuk pasar, atau mengurangi frekuensi trading, maka akan menaikkan faktor profit secara keseluruhan. Dengan lebih sabar maka akurasi trade Anda akan semakin tinggi, dan dengan semakin Anda mampu mengontrol trading Anda, maka Anda akan semakin bisa menghasilkan profit dari pasar.

Salah satu hal yang dilakukan oleh 10% trader yang sukses dan mungkin tidak Anda lakukan adalah menunggu dengan sabar sinyal trading yang probabilitasnya sangat tinggi, tidak peduli berapa lama keadaan tersebut akan muncul. Selain itu, dari pengamatan saya mereka tidak menggunakan skema management resiko dengan model mematok 1% atau 2% dari equity, tetapi lebih fokus pada risk/reward ratio dan jumlah sebenarnya dalam dollar berapa kerugian yang akan dialami dibandingkan dengan keuntungan yang akan diperoleh, trade demi trade.

Sebenarnya secara matematis bisa ditunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi trading akan semakin tinggi pula tingkat kesalahan (error rate) Anda sehingga menurunkan faktor profit secara keseluruhan.

Selalu asumsikan bahwa trader-trader lain adalah lawan Anda
Ibarat sebuah perlombaan, agar bisa menang (profit) dalam trading, Anda mesti berasumsi bahwa trader-trader yang lain adalah lawan Anda. Maksudnya Anda harus bisa mendahului lawan Anda dalam mendapatkan sinyal dengan probabilitas sangat tinggi. Asumsikan jika Anda gagal mendapatkannya, maka trader lain pasti akan mengambilnya.

90% dari trader yang mengalami kerugian disebabkan karena mereka tidak melakukan apa yang seharusnya bisa dilakukan, yaitu masuk pasar sesuai dengan sinyal probabilitas tinggi yang sebenarnya sudah mereka ketahui. Bukankah Anda telah tahu kriteria sinyal trading yang valid?, lalu mengapa Anda biarkan lawan Anda mengambilnya dari Anda?

(Bersambung)

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com :  How To Be In The 10% of Successful Forex Traders
seputarforex.com 
Read more...

Tiga Pertanyaan Populer Trader Pemula

0 komentar
Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman Rob Pasche, seorang instruktur trading forex terhadap sejumlah partisipan di kelas trading-nya. Sebagian besar dari mereka adalah trader pemula yang sudah siap membuka account live. Pasche mengajarkan penggunaan platform trading dan beberapa strategi trading sederhana, namun kebanyakan dari mereka mengajukan tiga pertanyaan yang sama. Tidak hanya di kelas itu, di kelas lainnya yang sebagian besar pengikutnya para trader pemula Pasche juga menerima pertanyaan yang sama.
                                        

Sebagai instruktur trading forex, Pasche belum tentu seorang trader yang bisa menghasilkan profit kontinyu, namun ia pribadi teringat akan tiga pertanyaan populer yang juga pernah ia tanyakan ketika baru memulai trading di account live.

Pertanyaan pertama : indikator apa yang paling tepat digunakan dalam trading forex?
Jawaban singkatnya adalah ’’tidak ada ’’. Tidak ada satu indikator yang lebih akurat dari indikator lainnya, atau yang bisa menjamin pasti benar dan profitable. Setiap indikator teknikal dibuat dengan tujuan identifikasi dan prediksi, dan akan profitable bila digunakan dengan tepat. Penggunaan jenis indikator tergantung pada kondisi pasar, dan trader hendaknya mempelajari tiap-tiap indikator pada beberapa kondisi pasar hingga bisa diperoleh gambaran hingga seberapa jauh akurasi-nya.

Satu hal yang penting diketahui adalah beberapa indikator dihitung dengan cara yang berbeda, tetapi penampilannya bisa sangat mirip. Trader harus memahami jenis-jenis indikator, misalnya ada beberapa jenis indikator oscillator, indikator untuk mengukur kekuatan trend, indikator volatilitas dan sebagainya. Trader hendaknya tahu bagaimana menggunakannya dan kapan harus digunakan.

Pertanyaan kedua : berapa pip yang secara wajar bisa diperoleh dalam sehari atau seminggu?
Pertanyaan ini sangat sering dilontarkan, dan kerap kali diulang. ’’Apakah profit 50 pip seminggu cukup bagi seorang trader full time? ’’, atau ’’Apakah 250 pip per bulan terlalu tinggi? ’’ Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya sia-sia. Dalam trading forex, menentukan target berdasarkan pip yang diperoleh adalah tidak benar dan bisa merusak kinerja trading.

Pasar forex tidak konsisten dan Anda tidak bisa mengatur perolehan Anda selama periode waktu tertentu. Bahkan dengan strategi trading yang sangat canggihpun Anda bisa mengalami kerugian jika memang kondisi pasar tidak menguntungkan. Anda seharusnya fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan. Hasil trading Anda akan sangat bergantung pada rencana trading yang telah Anda buat, dan bukan pada keputusan untuk membuka atau menutup posisi trading berdasarkan emosi.

Pertanyaan ketiga : time frame mana yang paling pas untuk trading?
Penggunaan time frame trading bisa disesuaikan dengan jadwal dan kesibukan Anda sehari-hari. Ada trader full time yang bisa profit dengan menggunakan semua time frame trading. Untuk trader dengan metode scalping, time frame yang digunakan biasanya 5-menit dan 15-menit, untuk swing trader biasa menggunakan 1-hour hingga daily, dan untuk trader jangka panjang biasanya menggunakan time frame daily dan weekly. Hanya saja sebelum membuka posisi trading, sebaiknya Anda konfirmasikan arah trend dengan kondisi pada time frame yang lebih tinggi.

Sumber : www.dailyfx.com : 3 Popular Questions New Forex Traders Ask, by Rob Pasche
seputarforex.com 
Read more...

Bagaimana Merubah Diri Menjadi Trader Sukses

0 komentar
Banyak trader yang mengalami kegagalan sebelum berhasil merubah dirinya menjadi trader yang sukses. Perubahan tersebut tentu saja tidak bisa terjadi dalam waktu singkat, tetapi lebih merupakan evaluasi dan perbaikan dari waktu ke waktu. Secara sederhana sukses dalam trading bisa diartikan sebagai perolehan keuntungan secara kontinyu dalam periode waktu tertentu. Jika Anda belum bisa mencapainya, mungkin ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan atau Anda perbaiki. Berikut ini cara-cara sederhana yang bisa Anda terapkan jika mungkin Anda selalu mengalami kegagalan dalam trading forex.

                                           

Mengetahui sebab-sebab Anda selalu mengalami kerugian
Langkah sederhana ini wajar dan sangat penting untuk Anda ketahui. Pada umumnya trader cenderung melihat keluar jika mereka gagal dalam trading, lazimnya menganggap kondisi pasar sedang tidak menguntungkan. Banyak trader yang enggan mengakui bahwa sesungguhnya kesalahan ada didalam diri mereka sendiri. Cobalah Anda mengevaluasi diri dengan mengetahui sebab-sebab kegagalan Anda:

1. Apakah Anda mempunyai sebuah strategi trading yang efektif dan Anda yakini? Apakah Anda tahu apa yang Anda cari ketika menganalisa chart trading, atau hanya ingin ’’menembak dalam kegelapan ’’ ?
2. Anda telah memiliki strategi trading yang bisa dianggap efektif dan Anda yakini, tetapi apakah Anda telah benar-benar menerapkannya dengan disiplin, atau Anda masih cenderung mengabaikannya karena Anda ingin selalu ada di pasar?
3. Apakah Anda telah menggunakan management resiko dengan benar sesuai dengan modal trading Anda?
4. Dalam trading, apakah Anda telah menggunakan dana untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga Anda akan sangat terbeban jika mengalami kerugian?
Keempat hal diatas sangat penting Anda ketahui untuk mendiagnosa kegagalan sebelum Anda melangkah lebih jauh.

Membuat rencana untuk perbaikan
Setelah melakukan diagnosa dan mengetahui sebab kegagalan Anda, mulailah membuat sebuah rencana guna memperbaiki kekurangan tersebut. Sebagai contoh jika Anda memang merasa kurang disiplin dalam menerapkan strategi trading yang telah Anda uji dan yakini (point 2 diatas), cobalah untuk bertanya pada diri sendiri apakah Anda memang ingin merugi?. Anda bisa mulai mengambil langkah perbaikan dengan merencanakan untuk membatasi jumlah trade per hari atau per minggu. Katakan Anda bisa entry maksimal tiga atau empat kali seminggu, dan tetap disiplin mengikuti strategi trading Anda.

Demikian juga jika Anda belum menerapkan management resiko dengan benar misalnya Anda cenderung untuk mengambil resiko terlalu tinggi dengan ukuran lot trading yang besar, maka Anda bisa rencanakan untuk memulai trading dengan resiko per trade tidak lebih dari dua atau tiga persen dari total balance Anda. Dan jika Anda menggunakan dana untuk keperluan sehari-hari dalam trading, rencanakan untuk berhenti trading sementara mengusahakan dana yang sedang tidak terpakai (disposable money). Meski mungkin jumlahnya kecil, disposable money tidak akan membuat Anda trading dengan emosional karena terbebani oleh kerugian yang sangat mungkin bisa terjadi.

Mulailah bekerja sesuai dengan rencana Anda
Setelah membuat rencana untuk perbaikan, mulailah bekerja sesuai dengan rencana tersebut dengan disiplin. Cobalah beberapa bulan, dan Anda akan bisa mulai melihat adanya perubahan pada hasil trading Anda. Hendaknya selalu melakukan evaluasi dan perbaikan guna merubah diri Anda menjadi seorang trader forex yang sukses.

Sumber : www.learntotradethemarket.com : How to Transform Yourself into a Successful Trader
seputarforex.com 
Read more...

Kiasan Dalam Trading : Kura Kura Vs Kelinci

0 komentar
Kisah perlombaan antara kura-kura dan kelinci sering digunakan sebagai kiasan dalam trading forex untuk membedakan antara trader yang menang atau sukses dan trader yang kalah atau kurang sukses. Seperti halnya seekor kelinci, Anda mungkin pernah merasakan euforia dan rasa puas yang berlebihan ketika Anda mulai trading di account live. Tetapi karena tidak konsisten dalam menjaga langkah Anda, sukses awal yang telah Anda raih akan hilang seiring dengan berjalannya waktu. Langkah kura-kura jauh lebih lambat dari kelinci, tetapi karena selalu konsisten dan tidak emosional, ia akhirnya memenangkan perlombaan. Cara trading Anda seharusnya lebih banyak seperti cara kura-kura dan lebih sedikit meniru cara kelinci.
                             
   
Dalam kisah perlombaan kura-kura vs kelinci, kura-kura yang berjalan lambat dengan cepat ditinggalkan oleh kelinci yang melangkah dengan cepat. Kura-kura yang tidak emosional tetapi yakin akan kemampuannya memulai perlombaan dengan langkah lambat tetapi konsisten hingga bisa mencapai garis finish lebih cepat. Kelinci yang penuh emosi kadang merasa tergoda dengan binatang lain, sering memamerken kecepatannya, dan acap kali merasa kelelahan dan beristirahat, sehingga pada akhirnya tertinggal. Seperti akhir cerita pada kisah tersebut, kura-kura yang secara kurang menguntungkan dibanding kelinci bisa memenangkan perlombaan tersebut karena ‘cara berpikir’nya yang konsisten dan sinkron dengan apa yang harus dilakukan untuk memenangkan perlombaan.

Kisah tersebut layak digunakan sebagai kiasan dalam menggambarkan perbedaan utama antara trader yang selalu konsisten merugi dan trader yang secara konsisten menghasilkan profit. Mereka yang trading dengan cara tidak konsisten dan emosional akan dengan cepat menghancurkan accountnya. Mereka adalah kelinci dalam kisah tersebut. Sebaliknya trader yang cenderung pelan namun konsisten seperti kura-kura dalam kisah tersebut, akan memperoleh profit yang konsisten dalam jangka panjang, dan account tradingnya tidak naik turun seperti trader ‘kelinci’.

Salah satu ciri trader ‘kura-kura’ adalah trading dengan frekuensi rendah, atau tidak sering masuk pasar. Yang penting dalam hal ini adalah hasil yang diperoleh dalam jangka panjang, bukan hasil trading dari bulan pertama saat baru memulai account live. Anda harus mampu untuk disiplin dan sabar, bahkan ketika timbul godaan untuk over trade atau over leverage. Pada pokoknya, Anda harus menjaga langkah Anda dalam trading. Banyak trader yang hanya fokus pada jangka pendek, trading dengan cara seolah-olah berlomba lari sprinter. Kelinci menghabiskan banyak energi diawal perlombaan (dalam hal ini dana dalam account trading) dan dengan rasa percaya diri yang berlebihan (over estimate terhadap kemampuan tradingnya) sehingga ia kelelahan dan membuatnya tertinggal dari kura-kura yang lebih lambat.

Seperti halnya yang dilakukan kura-kura, Anda harus menyimpan ‘energi’ Anda untuk memenangkan perlombaan. Dengan kata lain Anda harus menjaga modal trading Anda untuk sinyal trading yang benar-benar tinggi probabilitasnya, daripada hanya masuk pasar secara acak. Trading adalah lomba lari marathon, bukan lomba lari sprint. Konsistensi pada akhirnya akan lebih unggul dan menang.

Sumber : www.learntotradethemarket.com : The Tortoise vs. The Hare – A Trading Metaphor
Seputarforex.com 
Read more...

Lima Belas Tipe Kepribadian Trader

0 komentar

Dr. Van K. Tharp, seorang psikolog profesional dan pembimbing para trader (trader coach), telah melakukan studi mengenai psikologi trader dengan men-survey 5000 trader, termasuk trader forex. Dari hasil survey tersebut Dr. Van Tharp membagi trader menjadi lima belas golongan sesuai dengan tipe kepribadiannya. Menurutnya tipe kepribadian sangat mempengaruhi psikologi trader dalam mengambil keputusan. Studi ini diharapkan bisa membantu para trader pemula mengetahui kepribadiannya hingga bisa menyesuaikan tindakannya ketika trading.




Menurut survey Dr. Tharp, pada umumnya tipe kepribadian trader terbagi atas lima belas golongan yaitu:
  1. Accurate trader, trader yang lebih mengutamakan ketelitian angka-angka dalam entry dan exit.
  2. Administrative trader, atau trader yang lebih memperhatikan administrasi dalam trading.
  3. Artistic trader, atau trader yang lebih mengutamakan seni dalam trading.
  4. Adventurous trader, atau trader yang lebih menikmati petualangan dalam trading.
  5. Detailed trader, atau trader yang lebih mengutamakan analisa teknikal dan atau fundamental secara detail.
  6. Facilitative trader, atau trader yang lebih mengutamakan fasilitas yang diberikan broker.
  7. Fun loving trader, atau mereka yang menganggap trading seperti permainan yang menyenangkan.
  8. Independent trader, atau trader yang cenderung independen, tidak bergantung pada trader lain.
  9. Innovative trader, atau trader yang lebih mengutamakan inovasi dalam trading.
  10. Planning trader, atau trader yang selalu membuat rencana trading sebelum entry atau exit.
  11. Socially responsible trader, atau trader yang lebih memperhatikan tanggung jawab sosial.
  12. Spontaneous trader, atau trader yang cenderung spontan ketika entry dan exit.
  13. Strategic trader, atau trader yang selalu mengikuti strategi tertentu ketika entry atau exit.
  14. Supportive trader, atau trader yang senang mendukung sesama trader.
  15. Values driven trader, atau trader yang cenderung entry dan exit hanya dengan perkiraan atau taksiran semata.

Karakteristik trader sukses
Menurut Dr. Van Tharp, tiga karakteristik trader yang sukses dan selalu menjadi ciri khas adalah:
  1. Mampu menggambarkan kondisi pasar dalam jangka panjang serta hubungannya dengan event ekonomi global.
  2. Mampu mengambil keputusan trading berdasarkan analisa yang logis.
  3. Disiplin, tidak ragu-ragu dan bekerja sesuai urutan prioritas.

Dari lima belas tipe kepribadian tersebut, hanya dua yang dianggap Dr. Tharp bisa mengantarkan sesorang menjadi trader sukses, yaitu planning trader dan strategic trader. Mereka akan lebih bisa menyesuaikan mental tradingnya dengan perubahan kondisi pasar. Sementara sepuluh tipe kepribadian lainnya memerlukan usaha dan kerja keras untuk menjadi trader sukses.
Mereka adalah detailed trader, facilitative trader, innovative trader, spontaneous trader, independent trader, administrative trader, values driven trader, socially responsible trader, accurate trader dan adventurous trader.

Tiga tipe kepribadian sisanya yaitu artistic trader, fun loving trader dan supportive trader menurut Dr. Tharp tidak cocok diterapkan dalam trading, yang berarti akan cenderung selalu mengalami kerugian. Jika mereka ingin tetap serius di trading, maka mutlak diperlukan pembimbing (coach) psikologi dan kerja yang sangat keras agar bisa mencapai sukses dalam trading seperti tipe planning trader dan strategic trader.

Sumber :
www.traderplanet.com - Dr. Van Tharp's Trader Personality Test and Types
www.forextraders.com - Trader Personality Types
Seputarforex.com 
Read more...

Fokus Untuk Menjadi Trader Yang Mumpuni

0 komentar
Dalam trading forex para profesional tidak terlalu fokus pada profit yang bakal diperoleh, seperti halnya para trader amatir. Mereka lebih fokus pada skill dan pengetahuan agar bisa menjadi trader yang tangguh. Daripada menebak profit atau loss yang akan dialami, trader profesional lebih tertarik pada kemampuan membaca pergerakan harga pada trading chart. Fokus untuk menjadi trader yang mumpuni akan membantu Anda meraih sukses dalam trading dengan lebih cepat.


                                


Sukses dalam trading lebih ditentukan oleh penguasaan diri

Salah satu ciri yang menonjol dari trader profesional adalah disiplin dalam mengikuti rencana trading, apapun yang terjadi. Hal ini mereka lakukan karena mereka tahu bahwa trading yang dipengaruhi emosi akan merusak rencana trading yang pada akhirnya bisa merugikan. Trader yang mumpuni harus bisa obyektif. ‘Trade what you see, not what you think’, dan Anda akan terhindar dari keterlibatan emosi ketika trading. Lakukan tindakan terbaik yang seharusnya dilakukan untuk account trading Anda.

Ubah fokus Anda dari sekedar memperoleh profit ke fokus menjadi trader yang berkualitas

Secara alami fokus untuk mendapatkan profit dalam trading adalah normal, karena tujuan utama trading tentunya untuk memperoleh profit sebesar mungkin. Namun jika Anda selalu berfokus pada pikiran tersebut, Anda akan cenderung mengabaikan faktor-faktor lain yang sebenarnya lebih penting guna menunjang hasil trading yang konsisten dan memadai.

Fokus pada profit (atau uang) akan merangsang emosi Anda, dan membuat Anda tidak obyektif dalam trading. Hal ini memang sulit dicegah, tetapi dengan mengalihkan fokus pada penguasaan strategi trading dan money management, Anda akan bisa mengurangi pengaruh emosi tersebut. Strategi trading dan money management Anda tuangkan dalam rencana trading, dan Anda akan sulit fokus pada rencana dan proses trading jika pikiran Anda tertuju pada hasil akhir.

Dengan kurang peduli pada rencana trading, Anda akan sulit mengembangkan metode dan strategi trading, dan dengan metode dan strategi yang tidak berkembang maka akan sulit memperoleh hasil yang konsisten, atau dengan kata lain Anda akan berjalan ditempat. Karena pasar forex sangat dinamis, jika Anda tidak mengikuti arus geraknya maka Anda akan tertinggal. Itulah sebabnya para trader forex profesional selalu menimba pengetahuan dari waktu ke waktu.

Memang, profit yang kita peroleh menunjukkan prestasi, atau skor trading yang telah kita lakukan, tetapi itu bisa kita atur dan kita evaluasi dari risk/reward ratio yang kita tetapkan setiap kali entry. Dalam hal profit atau loss, yang penting Anda perhatikan adalah jumlah balance awal yang Anda investasikan untuk trading, kemudian buatlah target yang logis dan realistis berapa persentasi profit yang Anda harapkan per 2 minggu, atau per bulan. Tentu saja Anda bisa mengambil acuan pada hasil demo trading yang telah Anda lakukan.

Dengan hanya berfokus pada besarnya profit akan membuang waktu dan energi, dan membuat trading tidak efisien. Jika Anda ingin menjadi trader forex yang efektif dan tangguh, maka seharusnya Anda fokus pada strategi trading dan money management. Seiring dengan waktu Anda akan terus mengembangkan pengetahuan dan strategi trading, yang akan sangat berdampak pada hasil akhir trading Anda.


Sumber : www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com
Read more...

5 Kunci Agar Trader Memiliki Batas Keunggulan

0 komentar
       
Belajar untuk trading adalah sebuah proses, dan ini berlaku sama untuk semua orang. Sangat mudah untuk kehilangan ataupun mendapatkan uang di market, bagian tersulit adalah bagaimana menghasilkan uang secara konsisten dan stabil. Berikut adalah prosesnya … …
1. BELAJAR LOSS / KEHILANGAN SEDIKIT
Ketika Anda memulai trading Anda dapat menyelamatkan diri Anda dari rasa sakit dan kesulitan finansial dengan hanya mempertaruhkan tidak lebih dari 1% s/d 2% dari modal per sekali trading. Jika Anda memiliki account $ 5,000 Anda harus trading dengan membatasi kerugian sebesar $50 sampai $100 melalui penggunaan stoploss. Berusahalah untuk melewatkan bagian di mana Anda meledakkan account Anda selama proses pembelajaran. Batas keunggulan pertama Anda atas orang lain adalah mengelola risiko kebangkrutan, dengan trading kecil/sedikit sesuai modalnya - Anda akan berhasil sementara yang lain gagal.
2. BELAJAR MENCAPAI BREAK EVEN POINT / TITIK IMPAS
Setelah Anda belajar untuk trading kecil dan kehilangan sedikit, langkah berikutnya adalah mencari keuntungan dan berusaha untuk mencapai titik impas/balik modal. Beberapa trader besar dapat membuat profit bahkan hanya dengan Rasi0 50-50 di mana keuntungan dan kerugian adalah minimal sama setelah serangkaian trading. Anda harus belajar untuk mencapai titik impas sebelum Anda benar-benar bisa profitable. Umumnya dibutuhkan kontrol diri dan disiplin. Anda akan memiliki sisi keunggulan atas mereka yang tidak memiliki kontrol diri.
3. BELAJAR MEMBATASI DRAWDOWN DALAM MARKET TIDAK KONDUSIF 
Belajar kapan saatnya tidak bertrading adalah sama pentingnya dengan cara bertrading itu sendiri.. Beberapa trading terbaik saya adalah ketika saya memutuskan untuk tidak bertrading karena tidak adanya faktor keunggulan disitu atau karena imbalan yang tidak sepadan dengan risikonya. Batas keunggulan Ketiga yang Anda dapat miliki adalah dengan menjadi sangat selektif terhadap trading yang Anda ambil serta duduk diam disaat yang lain kehilangan uang karena memaksakan trading dalam kondisi yang tidak jelas.
4. BELAJAR MENJADI PROFITABLE / LEBIH SERING PROFIT DARIPADA LOSS
Profitabilitas didapatkan ketika Anda memiliki metode yang konsisten membuat lebih banyak uang daripada kehilangan. Trading yang profitable adalah jika keuntungannya selalu lebih besar daripada kerugian. Terlepas dari persentase kemenangan Anda, time frame, atau pun price action dan chart historisnya. Bila Anda mengikuti metodologi yang sudah teruji maka sistem Anda akan memiliki keunggulan atas mereka yang bertrading dengan opini dan prediksi.
5. BELAJAR MENJAGA UANG YANG SUDAH DIDAPATKAN
Bahkan setelah Anda menghasilkan uang, Anda harus menjaganya. Banyak trader yang sukses memberikan kembali sebagian dari profitnya dengan menyimpang jauh dari apa yang membuat mereka profitable sebelumnya. Jangan pernah berhenti untuk berkembang dan meningkat. Jangan mulai terhanyut ke sebuah metode atau sistem yang Anda tidak benar-benar memahami, tetaplah dengan prinsip-prinsip inti yang membuat Anda bisa menghasilkan uang seperti sebelumnya. Telitilah trading Anda dan lihat apa yang menyebabkan kerugian dan dari mana keuntungan Anda benar-benar bisa datang. modifikasi agar menjadi lebih baik, Lakukan lebih pada apa yang berhasil dan jangan lakukan apapun pada apa yang tidak membawa hasil. Sisi keunggulan kelima anda adalah … tidak pernah berhenti belajar, berkembang, beradaptasi, dan semakin lebih baik dalam bertrading.
"Rahasia untuk menjadi sukses dari perspektif trading adalah dengan memiliki rasa tak kenal lelah dan rasa haus tak terpadamkan untuk informasi dan pengetahuan."- Paul Tudor Jones

Sumber: newtraderu.com
seputarforex.com 
Read more...

Jenis Trader Harian

0 komentar
Trader harian (day trader) adalah mereka yang tidak menahan posisi tradingnya lebih dari sehari. Mereka cenderung untuk menutup posisi pada hari yang sama, apapun yang terjadi. Karena karakteristik trading yang demikian, para trader harian bisa dikategorikan sebagai spekulator. Trader harian ada di berbagai jenis pasar, bisa di pasar saham, derivatives, futures, forex atau options. Tujuan utamanya adalah mengejar profit harian sebanyak mungkin dengan frekuensi trading yang tinggi. Ada 2 jenis trader harian, yaitu trader institusi dan trader retail. Keduanya adalah spekulator, bukan investor.
                           


Trader harian institusi

Trader harian institusi adalah spekulator yang bekerja untuk sebuah institusi keuangan. Mereka memiliki keuntungan-keuntungan tertentu yaitu bisa akses ke berbagai sumber yang mungkin sulit diakses trader retail pada umumnya, trading tools yang mutakhir dan lengkap serta fasilitas komputer, software dan komunikasi on-line yang sangat memadai. Selain itu dana segar dalam jumlah besar selalu mengalir ke account trading yang dikelolanya sehingga mereka tidak khawatir akan kehabisan dana jika terjadi margin call.

Pada institusi keuangan besar dengan management yang mapan, para trader didukung oleh beberapa team dengan tugas yang berbeda-beda, ada yang khusus memantau rilis berita fundamental dan ada yang menganalisa data-data teknikal. Trader mengelola dana klien di institusi tersebut dan biasanya bekerja sesuai target yang ditentukan perusahaan.

Trader harian retail

Berbeda dengan trader institusi, trader harian retail adalah spekulator yang bekerja untuk dirinya atau kelompoknya sendiri. Mereka trading dengan dana pribadinya atau dana hasil patungan dari beberapa trader. Ada juga yang mengelola dana pihak lain dengan perjanjian tertentu. Di Amerika Serikat ada pembatasan jumlah dana yang bisa dikelola oleh seorang trader harian retail, mereka juga tidak diperbolehkan mengiklankan diri sebagai penasehat (advisor) investasi atau manager investasi.

Berbeda dengan trader institusi, pada umumnya trader retail tidak mempunyai fasilitas untuk bisa akses ke berbagai sumber. Mereka mengandalkan fasilitas software trading yang diberikan broker, ditambah mungkin berlangganan pada penyedia data untuk memperoleh informasi tertentu. Dana yang dikelola trader harian retail relatif terbatas dan jauh lebih kecil dari trader institusi.

Dimasa lalu sebagian besar trader harian adalah trader institusi, namun dengan perkembangan teknologi komunikasi dan IT yang sangat pesat, sejak pertengahan tahun 1990-an jumlah trader harian retail mulai booming. Bersamaan dengan itu banyak broker-broker baru yang muncul dengan fasilitas software yang cukup memadai dan persyaratan trading yang bersaing.

Meski terdapat pro dan kontra, namun jumlah trader harian retail terus bertambah baik di pasar saham, derivatives atau forex. Menurut Adam Leitzes dan Josh Solan dalam bukunya ‘Bulls, Bears and Brains: Investing With the Best and Brightest of the Financial Internet’, kondisi pasar yang paling disukai trader harian adalah volatilitas yang tinggi, tanpa mempedulikan arah trend jangka panjang. Mereka bisa beradaptasi dengan cepat pada kondisi pasar apapun.

Khusus untuk pasar forex, data menunjukkan sejak tahun 2010 volume perdagangan hariannya adalah 4 trilliun US dollar, yang terbesar dari semua jenis pasar yang ada. Diperkirakan partisipan dari 10% jumlah tersebut adalah trader retail. Belum lagi fasilitas leverage yang diberikan broker ada yang hingga 1:1000 (di Amerika Serikat ketentuan leverage maksimum adalah 1:50), membuat trading di pasar forex makin semarak. Namun demikian para trader harus selalu waspada terhadap broker-broker yang tidak teregulasi dengan benar dan cenderung menipu atau scam.


Sumber :
en.wikipedia.org - Day Trader
seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan