Tampilkan postingan dengan label Analisa intermarket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa intermarket. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Februari 2016

Interaksi Antara Pasar Saham Dan Pasar Forex (1)

0 komentar
Trader forex selalu melihat trend dan kondisi ekonomi untuk memprediksi pergerakan harga pasangan mata uang. Banyak diantara mereka yang selalu mengikuti rilis data fundamental semisal suku bunga, GDP dan lain sebagainya, namun Anda juga bisa memprediksi pergerakan harga di pasar forex dengan melihat pasar saham. Pasar saham terdiri atas perusahaan-perusahaan besar dari seluruh dunia yang memberikan laporan kondisi perusahaannya dan bisa digunakan sebagai salah satu sumber informasi bagi trader forex melalui pergerakan harga saham-saham atau indeks harga saham, disamping harga komoditi utama dunia seperti minyak mentah.

                                      

Faktor permintaan dan penawaran
Pada akhirnya pergerakan pasangan mata uang ditentukan oleh faktor permintaan dan penawaran pasar. Jika permintaan akan suatu mata uang bertambah banyak, maka nilai mata uang tersebut akan cenderung menguat dibandingkan dengan mata uang lainnya. Sebaliknya jika penawaran bertambah, nilai mata uang tersebut akan cenderung melemah. Prinsip dasar ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menyebabkan fluktuasi pergerakan pasangan mata uang setiap harinya. Salah satu faktor adalah pergerakan harga saham.

Melihat pasar secara global
Saat ini pasar forex adalah jenis pasar yang terbesar di dunia, jauh lebih besar dari pasar saham di negara manapun. Jika Anda membicarakan interaksi antara pasar saham dan pasar forex, Anda harus melihat kondisi pasar secara global. Perusahaan yang layak digunakan sebagai acuan adalah yang beroperasi secara internasional dan melakukan transaksi dengan berbagai mata uang. Sebagai contoh, perusahaan retailer terbesar dunia Wal-Mart akan lebih sering bertransaksi menggunakan mata uang asing (selain US dollar) dibandingkan perusahaan besar lain yang bukan tergolong multi-nasional. Nama besar lainnya adalah Coca-Cola. Kondisi kedua perusahaan multi-nasional besar tersebut selalu diperhatikan para pelaku pasar forex, terutama harga sahamnya.

Bursa saham sebuah negara besar bisa dipengaruhi oleh pasar forex. Mata uang yang lemah sangat mendukung para eksportir di negara tersebut. Jika mata uang sedang melemah, maka bagi negara partner dagangnya, produk-produk ekspor negara tersebut menjadi semakin murah. Hal ini mendorong meningkatnya volume ekspor yang berarti bertambahnya profit para eksportir dan juga produsen produk-produk domestik. Jika produksi negara tersebut meningkat maka pertumbuhan akan naik, dan pasar saham di negara tersebut akan semakin bergairah. Harga-harga saham utama akan meningkat, atau indeks harga saham naik. Situasi seperti ini terjadi pada hampir seluruh bursa saham utama dunia yang didukung oleh mata uang utama (US dollar, Yen Jepang, Euro, Pound Sterling dan lainnya).
Meski demikian pasar forex dianggap lagging indicator (indikator yang cenderung lambat) oleh para pelaku industri dalam memprediksi kondisi ekonomi dan mengambil keputusan. Investor menyadari akibat dari fluktuasi nilai mata uang. Sering kali hasil akhir perolehan perusahannya sangat berbeda dari estimasi atau riset yang telah dilakukan sebelumnya, hanya karena pergerakan nilai mata uang yang tidak terduga. Oleh karena itu mereka melakukan strategi hedging (lindung nilai) untuk mencegah kerugian akibat fluktuasi nilai mata uang. Dalam hal ini pasar forex jelas bisa mempengaruhi pasar saham.

(Bersambung)

Sumber : www.fxstreet.com : How Equities Affect The FX Market, by Sham Gad
seputarforex.com 
Read more...

Trading Forex Dengan Analisa Intermarket (1)

0 komentar
Intermarket berarti hubungan dan interaksi antara berbagai jenis pasar dengan instrument tradingnya masing-masing. Pergerakan harga dari berbagai jenis pasar tersebut saling mempengaruhi satu sama lain, misalnya antara pasar saham dan pasar komoditi, antara pasar komoditi dan pasar forex, dan lain sebagainya. Para trader forex profesional selalu menerapkan metode analisa intermarket guna memaksimalkan keuntungan dan mengurangi resiko akibat pengaruh salah satu jenis pasar terhadap pasar forex. Selain itu trader forex juga bisa melakukan hedging posisi tradingnya dengan masuk pada jenis pasar yang lain.

Pasar forex tidak terisolasi dan bergerak sendiri, melainkan bagian dari dinamika ekonomi global dan berbagai jenis pasar yang turut mempengaruhinya. Dengan mencermati pergerakan berbagai jenis pasar kita bisa memperoleh petunjuk arah gerakan suatu pasangan mata uang. Pada umumnya analisa intermarket pada pasar forex dilakukan dengan memperhatikan pergerakan indeks harga saham, bond dan harga komoditi utama dunia. Dengan mengetahui pengaruh masing-masing jenis pasar tersebut terhadap pasar forex kita bisa memperoleh sinyal guna memprediksi arah gerakan suatu pasangan mata uang tertentu.

                                         

Prinsip dasar analisa intermarket
1. Dalam pasar keuangan dunia, ada 4 instrument yang saling mempengaruhi satu sama lain, yaitu indeks harga saham, harga dan yield bond (bond pemerintah atau bond corporate besar), harga komoditi utama dunia dan pasangan beberapa mata uang utama (terhadap USD maupun yang cross currency)
2. Indeks harga saham digunakan untuk mengetahui arah perputaran uang dalam ekonomi global. Dalam keadaan normal, jika indeks harga saham suatu negara menguat maka nilai mata uang negara tersebut juga akan menguat, dan sebaliknya.
3. Harga bond dan yield bond digunakan untuk mengetahui gambaran pergerakan tingkat suku bunga suatu negara.
4. Harga komoditi utama dunia digunakan untuk mengetahui gambaran tingkat inflasi, tingkat permintaan dan penawaran (demand and supply) pada beberapa negara eksportir utama dan importir utama komoditi dunia.

Hubungan antara indeks harga saham dan pasangan mata uang

Pasar saham adalah acuan utama pasar keuangan, dan indeks harga saham mewakili tingkat harga saham-saham utama (blue chips) suatu negara. Untuk membeli saham suatu negara, kita harus menggunakan mata uang negara tersebut. Untuk melakukan investasi pada saham-saham utama Jepang, investor dari Eropa harus menukarkan mata uang Euro-nya dengan Yen Jepang. Permintaan Yen Jepang yang meningkat menyebabkan nilai tukarnya naik, sebaliknya penjualan mata uang Euro menyebabkan supply-nya meningkat sehingga nilai tukarnya berkurang.

Jika prospek pasar saham suatu negara bagus, maka aliran dana yang cukup besar akan masuk ke negara tersebut hingga memperkuat nilai tukar mata uangnya. Sebaliknya, jika pasar saham memburuk maka para investor akan memindahkan dananya ke negara lain yang prospek pertumbuhannya sedang bagus, sehingga mata uang negara tersebut akan melemah. Sebagai trader di pasar forex, Anda seharusnya juga mengikuti kondisi pasar saham di beberapa negara ekonomi utama dunia. Aliran uang akan terjadi pada negara yang indeks harga sahamnya sedang melemah ke negara yang indeks harga sahamnya sedang menguat. Itulah sebabnya indeks harga saham yang menguat akan diikuti oleh nilai mata uang yang menguat pula, dan sebaliknya. Jika Anda membeli mata uang suatu negara yang prospek pasar sahamnya bagus dan menjual mata uang suatu negara yang kondisi pasar sahamnya sedang memburuk, maka tentu Anda akan dapat meraup keuntungan.

Walau demikian, keadaan seperti diatas hanya bisa terjadi dalam kondisi perekonomian global yang normal, sedang dalam kondisi krisis atau resesi global, keadaan sebaliknya bisa saja terjadi. Sebagai contoh, korelasi antara indeks harga saham Nikkei dan USD/JPY (gambar bawah)

                  

Sebelum resesi ekonomi global yang dimulai tahun 2007, indeks harga saham Nikkei dan mata uang JPY memang searah, atau indeks Nikkei dan USD/JPY bergerak berlawanan atau dengan korelasi negatif, sehingga jika indeks Nikkei menguat maka JPY juga menguat (USD/JPY melemah). Namun setelah terjadi krisis keuangan yang diikuti oleh resesi global, korelasi indeks Nikkei dan USD/JPY berubah menjadi positif yang berarti jika indeks Nikkei menguat maka JPY melemah (USD/JPY menguat). Ada berbagai faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi, yang tidak diulas dalam serial artikel ini. Yang jelas keduanya tidak bergerak sendiri-sendiri, tetapi tetap saling mempengaruhi dengan korelasi positif.


Sumber : www.ebusinessreviews.net   www.babypips.com
seputarforex.com 
Read more...

Menggunakan Sentimen Pasar Saham Untuk Mendapatkan Peluang Dalam Forex

0 komentar
Bagi kebanyakan trader, analisa teknikal sepertinya sudah menjadi hal yang jamak digunakan. Penggunaan indikator yang disertakan dalam aplikasi trading popular semacam Meta Trader pastilah menjadi keseharian mereka untuk menentukan saat yang tepat untuk membuka ataupun menutup posisi. Begitu juga dengan kelompok yang mengambil aliran fundamentalis. Berita menjadi konsumsi wajib untuk disantap tiap saat.
Tetapi apakah anda pernah mempertimbangkan satu model analisa yang lain? Ada suatu model analisa kondisi pasar yang cukup menarik untuk dipakai sebagai alternatif. Mungkin ada yang pernah mendengar konsep analisa intermarket? Ohh, model membandingkan dua kondisi ya? Iya, itu cara menganalisa satu kondisi pasar dengan menggunakan perbandingan dua atau lebih kondisi pasar keuangan yang berbeda.
Sebagai contoh, membandingkan antara pergerakan harga pada pasar saham dengan pasar valas.
Ehh..memangnya bisa? Kita coba lihat ilustrasinya ya. Ambil contoh misalnya, hmmmh..indeks S&P 500 vs AUD/USD ya...coba perhatikan grafik pergerakan terbaru ini.
AUDUSD dan S&P500
Chart candle yang gelap itu menunjukkan AUD/USD di timeframe D1, sedangkan garis-garis yang lebih cerah itu indeks S&P 500.
Menurut Anda bagaimana? Kita dapat melihat benang merah kedua tampilan di atas. Kuatnya korelasi antara indeks S&P 500 dan AUD/USD memang naik-turun, tetapi bias yang muncul bisa kita pakai untuk membaca peluang di pasar yang lain. Begini, indeks S&P 500 yang disarikan dari ratusan perusahaan kredibel di AS tersebut cukup bisa kita jadikan patokan untuk melihat kondisi perekonomian AS secara umum. Di saat-saat seperti itu, investor semakin berminat untuk menggelontorkan dananya ke pasar saham dan aset lain yang berbunga tinggi, seperti AUD/USD.
Alasannya ada dua:
1. Minat Risiko
Ini karena investor akan cenderung lebih berminat untuk beli aset berisiko tinggi ketika iklim bisnis dianggap bagus. Nah, saham dan AUD/USD itu salah satu contoh aset berisiko tinggi. Sedangkan Dolar AS yang termasuk safe haven dan berbunga rendah malah dijauhi (ingat, Dolar AS, Yen, dan CHF termasuk safe haven).

2. Tingkat Suku Bunga
Kita tahu bahwa Aussie termasuk mata uang mayor dengan suku bunga gede, sedangkan bunga Dolar AS masih rendah dan entah kapan bakal dinaikkan. Dengan sendirinya, ini mengundang carry trade, yaitu cara trading yang menjual mata uang berbunga rendah sambil membeli mata uang berbunga tinggi.
Dari sini bisa disimpulkan bahwa selama AS masih berusaha memulihkan perekonomiannya dan selama suku bunga AUD masih tinggi, maka korelasi antara indeks S&P 500 dan AUD/USD akan ada. Dalam kondisi itu, kalau S&P500 mulai turun, artinya minat risiko berkurang, investor berusaha menghindari carry trade, dan AUD/USD kemungkinan juga akan mulai di-sell.
Sebenarnya banyak instrumen yang bisa diambil untuk memanfaatkan analisa intermarket. Tidak cuma menghubung antara pasar saham dengan valas saja. Bisa juga menggunakan perbandingan antara pasar surat hutang dengan valas. Pasar surat hutang juga dikenal mempunyai kapitalisasi yang luar bisa besar dan sangat cair. Sehingga kemungkinan intervensi dan manipulasi akan lebih diminimalisir.
Nah..apakah anda merasa ada kecocokan dengan model alternatif ini? Profit dalam trading tak semata-mata hanya dengan mengandalkan faktor teknikal dan fundamental. Banyak jalan menuju Roma bukan?
---------------------------------
Terinspirasi dari : How to Read Risk 'OFF' or Risk 'ON' Sentiment oleh Jeremy Wagner, Lead Trading Instructor, DailyFX Education
seputarforex.com 
Read more...
Kamis, 18 Februari 2016

Kanada 'Petrodolar': Hubungan Dolar Kanada Dan Harga Minyak

0 komentar
Hari ini kita akan belajar topik baru. Kita akan mengulas sekilas tentang korelasi antara harga minyak dari Kanada versus nilai tukar mata uangnya terhadap dolar AS. Mengapa hal ini menarik? Ya, karena diluar sana sudah jadi rahasia umum kalau mata uang Dolar Kanada sekarang sering dikait-kaitkan dengan harga komoditas unggulan lokal mereka, yaitu minyak.
Dulu sekitar tahun 1990an patokan harga minyak cenderung stabil, tak banyak gejolak yang mempengaruhi naik turunnya harga minyak dunia. Tapi semakin kesini, kira-kira memasuki milenium baru, muncul kecenderungan baru. 
Porsi Minyak Dalam Neraca Dagang Kanada
Di dalam tampilan ini, porsi minyak dalam neraca perdagangan Kanada terhadap AS mengalami pelipatgandaan selama memasuki tahun 2000an sampai dengan 2014an. Sebelum tahun 2000an, kita bisa lihat rata-rata rasio perdagangan minyak terhadap komoditi yang lain di neraca Kanada hanya berada di kisaran 5 persen. Nah, coba amati, begitu memasuki tahun 2000an, minyak Kanada nampaknya mulai banyak diminati oleh negara luar. Volume konsumsinya signifikan mengalami lonjakan hingga data terakhir di periode 2014an tercatat volume ekspor sudah naik lebih dari 300 persen. Juga ada susulan data sebagai berikut:
Ekspor dan Impor Minyak KanadaDi awal 1990 an, didapati rakyat Kanada ternyata belum begitu banyak eksplorasi potensi alamnya yang kaya akan cadangan minyak. Cenderung mereka memanfaatkan pasokan dari cadangan-cadangan minyak yang telah ada. Di sisi lain, kita dapat ketahui, ternyata tidak semua rakyat Kanada menyukai produk dalam negeri. Diantara mereka juga masih ada yang mengkonsumsi minyak yang didatangkan dari luar. Jadi dalam grafik terlihat perbandingan ekspor dan impor masih sebanding.
Nah, begitu ditemukan cadangan minyak yang lebih besar di Kanada, mulai deh mereka bergerilya mencari-cari peluang dengan menawarkan lebih banyak pasokan ke luar negeri. Gayung pun bersambut, dan dueeerrrr!! meledak. Ekspor minyak Kanada, perlahan namun pasti, melonjak di kisaran awal tahun 2002an. Di awal 2000an, kran ekspor mereka hanya mampu terbuka sebanyak 20 milyar dolar. Namun coba lihat di periode 2014 an, nilainya membubung fantastis, berlipat 400 persen atau lebih dari 80 milyar dolar. 
Itu gambaran awalnya. Nah, ini inti sarinya. Coba teman-teman lihat tampilan ini:
Hubungan Dolar Kanada dan Harga MinyakBegitu harga minyak dunia naik di awal 2003an, ternyata nilai tukar CAD/USD juga ikut mengekor! Trus, saat harga minyak anjlok atau di sekitar periode resesi, ehh...si Looney atau sebutan populer buat Dolar Kanada...kok ngikut ambles! Terutama buat pasangan mata uang Dolar Kanada versus Dolar AS paling terpantau berhubungan. Nah, jadi kita bisa melihat benang merah antara keduanya bukan? Walaupun sebelum periode tersebut tidak banyak yang kita bisa ketahui dari relasi kedua hal itu.
Artinya, harga minyak punya korelasi negatif dengan USD/CAD. Inilah hubungan antara Dolar Kanada dan harga minyak. Ketika harga emas hitam itu naik, USD/CAD akan cenderung turun. Ketika minyak turun, USD/CAD naik. Jadi, kalau besok lagi lihat harga minyak naik, info itu bisa jadi pertanda buat shorting USD/CAD. Lihat dimana harganya? Beberapa broker punya opsi trading minyak disamping forex, jadi harganya bisa langsung lihat di platform. Atau tengok saja harga minyak di Seputarforex.
Lha, kenapa kok hanya pasangan dengan dolar AS saja yang dipantau? Emang yang lain gimana?
Ini mungkin karena AS adalah konsumen utama dari produk minyak Kanada. Jadi data yang paling menonjol berkaitan adalah hubungan antara harga minyak dengan Dolar Kanada. Bayangkan kalau nilai ekspor sekian banyak harus dibayar oleh AS dengan mata uang Dolar Kanada...stok Looney di pasaran bisa-bisa kesedot habis deh. Kalau dah begitu..masuk akal kan kalau hukum ekonomi berlaku. Harga minyak naik, rakyat AS konsumsinya makin banyak, tetap harus bayar kan? Otomatis permintaan Dolar Kanada juga naik. Nilai tukar juga ikut menyesuaikan.
Terus, gimana ya buat besok-besoknya? Apakah keterkaitan ini akan terus berlangsung?
Kalau melihat tren sampai 2014an, kayaknya bakal masih terus merekat erat. Selama pasokan minyak Kanada masih stabil, komoditas itu masih bakal disandingkan pergerakan USD/CAD. Mungkin jika nanti pasokan minyak Kanada mulai seret, bisa saja relasi antara keduanya menjadi tidak positif lagi. Ada kata kunci yang bisa ditengahi dari korelasi keduanya, yaitu kontinuitas dan volume pasokan.
----------
seputarforex.com 
Read more...

Korelasi Antara Forex Dan Pasar Saham

0 komentar
Apakah pasar saham mempengaruhi forex, atau forex mempengaruhi saham? Korelasi antara forex dan pasar saham kadangkala samar-samar, dan kadang cuma ilusi. Tak ada jaminan kalau pasar saham jatuh maka mata uang akan jatuh juga, atau sebaliknya bergerak menguat. Dalam situasi yang berbeda, reaksinya bisa berbeda pula.

ilustrasi 

Korelasi Intermarket

Diantara aset-aset saham, obligasi, dan mata uang, yang dinilai sebagai aset paling aman secara fundamental bisa jadi adalah saham. Oleh karena itu, banyak kejadian dimana dana berpindah dari mata uang ke saham menyusul meningkatnya sentimen anti risiko (risk avoidance). Namun demikian, ini hanyala konsep teori umum, dan biasanya tidak berlaku pada setiap pair mata uang, kecuali sejumlah pair tertentu yang berhubungan dengan Dolar AS dan Yen Jepang. Terkait dengan kedua mata uang itu pun, hubungannya tetap sulit untuk didefinisikan dengan jelas.

Premis-nya disini adalah, ketika kepercayaan terhadap pasar saham di suatu negara meningkat, maka permintaan (demands) untuk memiliki mata uang negara tersbeut pun akan meningkat karena investor akan membutuhkan dana untuk membeli saham-sahamnya. Sudah ada banyak contoh dimana Dolar AS menguat menyusul gain Dow Jones, NASDAQ, dan S&P500. Korelasi yang mirip juga pernah terpantau antara Nikkei dengan Yen.

Pada gambar dibawah ini, Anda bisa lihat bagaimana indeks Dow Jones, salah satu indeks saham utama Amerika, berhubungan dengan reli AUDUSD dan GBPUSD antara Juli 2008 hingga Juni 2009. Saking mencoloknya, bahkan bisa dikatakan gain tajam di pasar saham memicu reli bullish Dolar pada pair AUDUSD dan GBPUSD.

Dow Jones, AUDUSD, GBPUSD

Namun demikian, ada kemungkinan juga bagi nilai tukar mata uang suatu negara untuk apresiasi di saat pasar saham menurun, karena investor yang melikuidasi aset-asetnya bisa jadi hanya menukar saham ke mata uang-nya saja. Hanya karena investor menilai performa pasar saham di suatu negara buruk, tidak berarti mereka menganggap negaranya tak punya prospek, sehingga bisa saja mereka tetap memegang aset lain ataupun mata uang negara tersebut. Namun, bila kondisi yang mengecewakan berlanjut, maka kemunduran pasar saham bisa mengarah pada capital outflow (dana mengalir ke luar negeri) yang akhirnya akan menjatuhkan nilai mata uangnya.

Hubungan Samar

Realitanya, korelasi positif antara pasar saham dan forex tidak menentu. Korelasi positif akan terjadi bila sejumlah persyaratan fundamental terpenuhi, diantaranya yaitu: investor meyakini perekonomian negeri itu melambat, padahal tanda-tanda perekonomian pulih akan mempengaruhi gain masa depan mereka. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, lihatlah gambar dibawah ini tentang hubungan antara Nikkei dan USDJPY dalam waktu 11 tahun antara 2000-2011.

Nikkei vs USDJPY

Sebagaimana bisa Anda lihat, ada masa-masa dimana Nikkei dan USD/JPY bergerak dalam posisi berlawanan, sedangkan korelasi positif diantara keduanya baru muncul belakangan. Bukan kebetulan kalau periode korelasi positif itu bertepatan dengan masa-masa sulit dalam perekonomian Jepang.

Ketidakjelasan korelasi ini bisa ditilik lebih lanjut dari gambar dibawah tentang hubungan antara Dow Jones dan USDJPY antara tahun 2000-2012.

Dow Jones vs USDJPY

Nampak bahwa indeks Dow dan pair USD/JPY kadang bergerak ke arah yang sama, tetapi keduanya juga sering bergerak berlawanan. Kita bisa saja berargumen bahwa pair USD/JPY lebih berkorelasi dengan Nikkei daripada Dow, tetapi hal itu tidak mengeliminasi fakta bahwa korelasi diantara indeks saham dan pair ini cenderung short-term dan itu pun kurang jelas.
 
Apakah ini berarti korelasi antara forex dan pasar saham itu palsu? Tidak juga. Ini hanya berarti bahwa ketika kita menganalisa pasar, kita harus memperhitungkan banyak indikasi, bukan hanya satu atau dua faktor. Meski memantau perkembangan pasar saham itu bisa bermanfaat bagi trader, tetapi analisa fundamental dan teknikal juga penting. Memahami korelasi antara forex dan pasar saham juga sangat bermanfaat ketika Anda berada dalam dilema antara bullish-nya fundamental dan bearish-nya teknikal, atau sebaliknya, karena ini akan bisa memberikan Anda perspektif yang lebih baik dalam menganalisa tren yang berlangsung saat ini di pasar finansial internasional.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Hubungan Antara Dolar Australia dan Harga Komoditas

0 komentar

"Dolar Komoditas" atau Comdoll adalah sebutan yang diberikan bagi mata uang dari negara-negara yang pendapatannya bergantung pada ekspor komoditas, khususnya Dolar Australia, Dolar Kanada, dan Dolar New Zealand. Sebagai eksportir besar komoditas, baik komoditas tambang maupun agrikultur, maka nilai tukar mata uang mereka berkaitan erat dengan Dolar AS karena kuotasi harga komoditas dalam perdagangan internasional umumnya dalam Dolar AS.

Dolar Australia

Australia Dan Komoditas Tambang

Australia, secara khusus merupakan salah satu eksportir bahan tambang terbesar dunia, dan pertumbuhan pesatnya menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia terutama didorong oleh pesatnya ekspor komoditas. Berbagai perusahaan pertambangan multinasional beroperasi di Australia, dan banyak sekali perusahaan eksplorasi mineral dan tambang yang beraktivitas disana, berkontribusi pada perekonomian dan menyerap tenaga kerja. Di pasar sahamnya saja, sedikitnya 20% kapitalisasi pasar di pasar saham Australia (Australian Stock Exchange/ASX) dan sepertiga perusahaan disana, merupakan perusahaan eksplorasi mineral dan tambang. Tak pelak, ekspor tambang mendominasi ekspor Australia.

Komposisi Ekspor Australia

Diantara komoditas utama yang diekspor adalah Bijih Besi dan konsentratnya, Batu Bara, Gas, Minyak, dan Emas. Australia bahkan tercatat sebagai negara eksportir batu bara terbesar dunia dengan pangsa pasar 35% dalam perdagangan internasional. Karenanya, terdapat hubungan yang cukup erat antara harga komoditas dengan nilai tukar Dolar Australia. Dalam artikel ini, akan dibahas dua diantaranya, yaitu hubungan Dolar Australia dengan harga bijih besi dan harga emas.

AUD/USD vs Harga Bijih Besi, Emas

Baik harga bijih besi maupun harga emas, keduanya berhubungan positif dengan pergerakan pasangan mata uang AUD/USD. Perhatikan chart dibawah ini yang merekam dan membandingkan pergerakan harga bijih besi dengan AUD/USD berdasarkan data tahun 2005-2012.

AUDUSD - Bijih Besi

Sebagaimana bisa dilihat, meski dalam jangka pendek simpangan harganya bisa berbeda, tetapi dalam jangka menengah-panjang arah trend harga bijih besi dengan AUD/USD bergerak kearah yang sama.

Hal serupa juga dialami antara harga emas dengan AUD/USD. Dalam gambar dibawah ini, pergerakan harga emas dan AUD/USD jelas menampilkan naik-turun searah.

AUDUSD - Emas

Saat ini, Australia adalah negara produsen emas terbesar dunia, sehingga logis bila ketika harga Emas naik, AUD/USD juga ikut naik. Bahkan korelasi diantara keduanya disebut-sebut bisa mencapai 80%, lebih signifikan dibanding korelasi harga bijih besi dengan AUD/USD.

Implikasi

Dalam studi analisa intermarket yang mendalami pemahaman akan hubungan antara pasar saham, obligasi, komoditas, dan mata uang, hubungan-hubungan semacam ini bermanfaat untuk menganalisa trend dalam jangka menengah dan panjang. Dalam jangka pendek, korelasinya mungkin tidak nampak, tetapi setelah berlangsung berlarut-larut maka akan menunjukkan dampak. Penurunan harga emas sehari atau dua hari, misalnya, mungkin takkan membebani Dolar Australia, tetapi apabila tren bearish berlangsung terus menerus maka dalam beberapa bulan bisa menjadi faktor yang menekan apabila nilai ekspor emas Australia terimbas negatif. Demikian juga, ketika harga bijih besi hanya naik sedikit, maka AUD/USD mungkin acuh; tetapi bila reli bullish berlangsung maka AUD/USD juga akan ikut tertarik naik.

Sebab lain mengapa harga komoditas bisa berjalan searah dengan comdoll seperti Dolar Australia adalah karena harga komoditas biasanya berada pada posisi berlawanan dengan Dolar AS. Dengan demikian, pergerakan harga komoditas berlawanan dengan Dolar AS, tetapi searah dengan comdoll. Bagi swing-trader dan para trader jangka panjang yang biasa menerapkan strategi "buy and hold", ini merupakan salah satu faktor yang penting untuk diamati. Bahkan day-trader yang berbasis analisa fundamental pun bisa mendapatkan manfaat dari pemahaman ini, khususnya bila naik-turunnya harga komoditas berpengaruh pada proyeksi inflasi, GDP, dan suku bunga.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Perubahan Pengaruh Harga Minyak Dunia Terhadap Forex Gara-gara Minyak Shale AS

0 komentar

Minyak bumi sebagai salah satu sumber energi utama dunia memiliki pengaruh besar bagi nyaris semua negara. Oleh karena itu, harga minyak dunia adalah salah satu dari sejumlah indikator ekonomi yang secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian di beberapa negara sekaligus. Hal ini selanjutnya terefleksikan di pasar finansial dalam bentuk apresiasi atau depresiasi nilai tukar mata uang yang mengikuti naik-turun pergerakan harga minyak dunia. Namun demikian, korelasi diantara harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang sebenarnya sangat tergantung pada kondisi pasar minyak dunia dan akan terus bertransformasi seiring dengan perubahan-perubahan yang terjadi di pasar.

pengaruh harga minyak dunia terhadap forex

Pengaruh Harga Minyak Dunia Terhadap Forex

Pengaruh harga minyak dunia terhadap forex dapat dilihat dari dua sudut pandang: sebagai negara produsen minyak (eksportir) dan sebagai negara konsumen minyak (importir). Negara eksportir minyak meraup manfaat dari tingginya harga minyak dunia, dan karena itu maka mata uangnya akan menguat seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia. Sebaliknya, negara berbasis manufaktur yang tak memiliki banyak sumber energi akan tergantung pada impor dan harus membayar lebih mahal ketika harga minyak tinggi; sehingga mata uangnya akan 'menderita' ketika harga minyak dunia membumbung.

Korelasi-korelasi ini lebih sering tercermin pada grafik pergerakan harga jangka panjang dibanding pergerakan dari hari-ke-hari, karena dampak kumulatifnya memukul perlahan, bukan seketika. Namun bagi mata uang yang tergolong banyak diperdagangkan di pasar forex (major), maka pergeseran harga minyak dunia akan lebih cepat mempengaruhi kepercayaan investor.

Dua contoh yang paling terkenal adalah Dolar Kanada dan Dolar AS. Kanada adalah negara pengekspor netto, yang berarti mereka akan meraup lebih banyak untuk seiring melesatnya harga minyak dunia. Oleh karena itu, tak mengejutkan bila Dolar Kanada cenderung menguat ketika harga minyak dunia memuncak, dan melemah ketika harga minyak dunia menyusut. Di sisi lain, Amerika Serikat perlu mengimpor minyak untuk memenuhi sekitar separuh kebutuhan energi industri dan rumah tangganya, dimana sebagian impor itu dipenuhi oleh minyak asal Kanada. Akibatnya, CAD/USD cenderung bergerak searah dengan pergerakan harga minyak dunia.

harga minyak dunia dan CAD/USD
Contoh yang lain adalah mata uang Yen. Jepang termasuk negeri yang miskin sumber energi, sehingga sangat tergantung pada pembangkit energi nuklir-nya serta impor minyak dan gas. Dengan demikian, apabila harga minyak tinggi, maka perekonomian bisa diperkirakan terbebani. Selaras dengan itu, CAD/JPY kadang membentuk pergerakan signifikan menyusul pergerakan harga minyak dunia. Ketika harga minyak dunia jatuh, pasar bisa mengharapkan CAD/JPY bergerak turun; sedangkan ketika kebalikannya yang terjadi, maka pasar bisa mengharapkan CAD untuk bullish terhadap Yen.

harga minyak dunia dan CAD/JPY
Namun, paparan diatas bisa jadi telah berubah sekarang, karena praktek fracking minyak shale Amerika Serikat perlahan-lahan mengubah lansekap pasar minyak dunia.

Fracking Minyak Shale AS

Hydraulic fracturing, atau yang lebih dikenal dengan nama 'fracking' adalah metode untuk mengebor sumur dengan menginjeksi cairan dengan tekanan tinggi ke formasi bebatuan di dalam bumi dimana gas dan minyak tersimpan dalam jumlah besar, dengan tujuan agar gas dan minyak tersebut mengalir dengan lebih mudah. Metode tersebut sebenarnya telah eksis sejak lama. Di Amerika Serikat khususnya, fracking telah dilakukan sejak tahun 1949.

oil and gas shale fracking
Penggunaan fracking untuk mengebor shale (lapisan bebatuan sedimen klastik) di Amerika Serikat telah dilakukan sejak tahun 1976 dengan dimulainya proyek Gas Shale Timur. Perkembangannya lambat, namun akhir-akhir ini semakin pesat, hingga kabarnya telah mencatat pertumbuhan produksi 45% pertahun dalam periode 2005-2010. Praktek fracking ini bertanggung jawab atas meroketnya output komoditas energi AS dan merosotnya impor baik minyak maupun gas. AS telah mengambil alih trofi Rusia sebagai produsen gas nomor satu dunia, dan diperkirakan akan menjadi eksportir netto sekitar tahun 2020. Di saat yang bersamaan, minyak shale juga telah menggerus impor minyak AS dan merubahnya menjadi produsen minyak terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi. Proyeksi oleh International Energy Agency juga memperkirakan eksplorasi minyak shale AS akan terus tumbuh dan menjadikan negeri Paman Sam sebagai produsen minyak terbesar dunia pada tahun 2020.

Fracking memungkinkan eksplorasi sumber daya alam yang tersimpan di lapisan bumi yang lebih dalam dan 'memaksa' minyak dan gas yang tersimpan didalamnya untuk mengalir keluar. Namun praktek ini bukannya tanpa kelemahan. Orang-orang yang menentang fracking sering menyebutkan bahayanya yang tinggi bagi lingkungan. Fracking berpotensi mengkontaminasi air tanah, mencemari udara, serta merembeskan gas dan zat kimia berbahaya ke permukaan bumi. Lebih dari 600 zat kimia digunakan dalam cairan fracking, dan beberapa diantaranya dikenal sebagai zat karsinogenik dan beracun, seperti Uranium, Merkuri, Ethylene Glycol, Metanol, Hydrochloric Acid, dan Formaldehyde. Apalagi, banyak perusahaan pelaku fracking menolak untuk mengumumkan zan kimia apa saja yang terkendung dalam cairan yang mereka gunakan.

Selain itu, pengeboran bebatuan dalam bumi seperti itu berpotensi mengakibatkan kejadian seismik. Faktanya, fracking dituding sebagai penyebab lebih dari selusin gempa bumi kecil di Texas dalam periode 2008-2009. Inilah mengapa walaupun menguntungkan, namun tidak banyak negara yang mengadaptasinya. Fracking saat ini masih terus menjadi subjek perdebatan sengit, sehingga pengaplikasiannya di luar AS pun tergolong terbatas.

Terlepas dari efek samping-efek samping tersebut fracking gas dan minyak shale AS telah merubah lansekap pasar minyak dunia. Berdasarkan data US Energy Information Administration, produksi minyak oleh negara non-OPEC melambung dalam beberapa tahun terakhir, dan kini meliputi 60% total produksi minyak dunia (2014). Ini berarti bahwa kemampuan kedua belas negara dalam kartel minyak OPEC untuk mempengaruhi harga minyak dunia juga terkikis secara signifikan, berikut posisi tawar mereka dalam perpolitikan dan ekonomi dunia.

Pasca Booming Minyak Shale AS

Perubahan lebih lanjut diungkap dalam laporan terbaru yang disusun oleh Jeffrey Currie dari Goldman Sachs.

pengaruh harga minyak dunia terhadap dolar AS
Currie mencatat bahwa Amerika Serikat mengimpor sekitar 12 juta barel minyak per hari pada tahun 2008, tetapi jumlahnya kini anjlok menjadi kurang dari 5 juta barel minyak per hari sebagai dampak dari teknologi fracking minyak shale AS. Dari jumlah itu, sekitar 2.6 juta barel diantaranya diimpor dari Kanada dan Meksiko. Itu berarti, impor minyak Amerika Serikat telah merosot hingga lebih dari 60% sejak tahun 2008, dan ini secara signifikan mengurangi pengaruh harga komoditas terhadap Dolar AS.

Currie menyebutkan, "Seiring dengan normalisasi pasar keuangan pasca krisis, (jatuhnya impor minyak) telah mengurangi korelasi antara minyak dan Dolar AS secara dramatis, menjadi sekitar 0% saat ini (artinya tidak berkorelasi sama sekali) dibandingkan dari puncak historis (korelasi harga minyak dan Dolar AS) setinggi 60% pada tahun 2008/2009."

Di lain pihak, harga minyak masih dipandang sebagai salah satu penggerak Dolar Kanada. Alasannya karena produksi dan penyulingan minyak merupakan salah satu industri terbesar disana. Kanada adalah produsen minyak terbesar kelima dunia setelah Arab Saudi, Amerika Serikat, Rusia, dan China. Negeri ini diestimasikan memegang 4.54% pangsa pasar minyak dunia tahun 2014 ini.

Kesimpulan

Praktek fracking minyak shale AS telah dan akan terus mengusik pasar minyak dunia. Apalagi, produksi minyak shale AS diperkirakan akan terus tumbuh pesat karena adanya cadangan gas dan minyak shale yang luar biasa besar. Kondisi ini menghantarkan kita pada tiga poin yang bisa disimpulkan:
  1. Negara eksportir minyak dirugikan saat harga minyak merosot, sehingga mata uang mereka akan cenderung terdepresiasi di pasar forex. Depresiasi akan terus berlangsung hingga harga minyak dunia pulih, atau hingga negara tersebut menemukan cara baru untuk mengurangi pengaruh industri pemrosesan minyak bumi dalam perekonomiannya.
  2. Korelasi antara harga minyak dan nilai tukar mata uang negara pengimpor minyak melandai sejalan dengan berkurangnya nilai impor minyak mereka. Khususnya dalam hal Dolar AS, korelasi berkurang akibat praktek fracking minyak shale.
  3. Penyebab tergulingnya harga minyak dunia baru-baru ini masih belum diketahui dengan jelas, tetapi analisa ini membuktikan bahwa penguatan Dolar AS bukanlah alasan utamanya.
sumber: seputarforex.com
Read more...

Pentingnya Analisa Intermarket

0 komentar
Analisa intermarket meliputi tinjauan terhadap 4 instrumen utama pasar keuangan yaitu mata uang, komoditi, bond dan saham. Keempat jenis pasar ini saling berinteraksi satu dengan yang lain sepanjang waktu trading. Analisa terhadap interaksi ini akan memberikan prediksi arah pergerakan masing-masing pasar. Mengenai hubungan antara keempat jenis pasar ini ada aturan yang sangat spesifik, yaitu pergerakan US Dollar cenderung berlawanan arah dengan komoditi. Ada banyak aturan lainnya yang digunakan analis dan trader intermarket untuk memperkirakan arah pergerakan keempat jenis pasar tersebut. Memahami hubungan antara masing-masing pasar tersebut akan sangat membantu trader dalam meningkatkan akurasi prediksinya.

                                                             

Prinsip dasar intermarket
- Keempat instrumen utama pasar keuangan tersebut saling berhubungan satu sama lain, baik domestik maupun global
- Salah satu dari pasar tersebut tidak bergerak sendiri atau terisolasi
- Analisa pada salah satu pasar harus melibatkan analisa keempat jenis pasar tersebut
- Keempat jenis pasar itu adalah saham, komoditi, forex dan bond.
Keempat prinsip tersebut adalah dasar dari intermarket yang harus selalu diingat dalam melakukan analisa.

Analisa intermarket dan analisa teknikal
Analisa teknikal berdasar pada evaluasi terhadap satu jenis pasar. Ketika melakukan evaluasi pada pasar saham kebanyakan trader technicalist (chartist) tidak memperhatikan pergerakan diluar pasar saham. Pergerakan harga di pasar forex, perubahan yield bond dan harga komoditi tidak ikut diperhitungkan. Berbeda dengan trader intermarket, ia akan mengamati pasar forex untuk mengetahui aliran modal, melihat pasar bond untuk memperkirakan tingkat suku bunga dan pasar komoditi untuk mengetahui kecenderungan inflasi.

Analisa intermarket dan analisa fundamental
Analisa fundamental hampir sama dengan analisa intermarket, keduanya mengandalkan faktor-faktor ekonomi dan data fundamental. Perbedaannya adalah analisa fundamental terbatas hanya pada satu jenis pasar sementara intermarket menganalisa keempat jenis pasar tersebut secara simultan.

Siapa saja yang menggunakan analisa intermarket?
Analisa intermarket dikembangkan dan dipopulerkan oleh trader terkenal John Murphy. Berangkat dari seorang technicalist, Murphy mencoba mempertajam analisanya dengan melakukan riset terhadap hubungan antar instrumen dalam pasar keuangan. Saat ini telah banyak trader dan analis pasar keuangan yang menggunakan analisa intermarket disamping analisa fundamental dan teknikal, guna memperoleh prediksi yang lebih akurat.

Dengan menggunakan analisa intermarket trader akan mendapatkan gambaran yang lebih luas dan menyeluruh tentang apa yang sedang terjadi dalam pasar keuangan sehingga akan lebih memperbesar probabilitas prediksinya.

Sumber : forextrading.about.com : A New Approach to Forecasting Market Moves.
seputarforex.com 
Read more...

Pengertian Bond Dalam Investasi

0 komentar
Trader forex sebaiknya memahami perdagangan bond. Perubahan harga bond dan yield bond bisa mempengaruhi nilai tukar mata uang. Dengan mengetahui dasar-dasar bond, trader bisa melakukan analisa pasar forex dengan membandingkan pergerakannya terhadap perubahan harga dan yield bond.

                                                                     

Apakah bond itu?
Bond artinya surat hutang atau obligasi. Bond adalah suatu pernyataan hutang dari penerbit bond tersebut kepada pemegang bond beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Pemegang bond adalah kreditor dan penerbit bond adalah peminjam. Besar keuntungan yang akan diperoleh apabila menempatkan dananya pada bond dinyatakan sebagai yield, dan investor harus mempertimbangkan besarnya yield sebelum membeli bond.

Bond dan saham
Bond dan saham keduanya surat berharga, bedanya jika pemegang saham ikut memiliki perusahaan sedang pemegang bond adalah pemberi hutang ke perusahaan tersebut. Bond ada waktu jatuh temponya sedang saham tidak, selain itu keuntungan yang diperoleh dari investasi bond lebih kecil dari kemungkinan profit yang akan diperoleh dari saham, tetapi bond lebih stabil sedang fluktuasi harga saham cenderung tinggi. Investor saham bisa membagi portofolio-nya dengan bond untuk memperkecil resiko.

Penerbit bond
Bond bisa diterbitkan oleh pemerintah suatu negara atau perusahaan, baik perusahaan pemerintah maupun swasta. Bond diperdagangkan dengan denominasi tertentu dan waktu jatuh tempo tertentu. Bond pemerintah dianggap lebih aman dan dijual melalui lelang (auction) dimana individu dan bank bisa memberikan penawarannya.

Karakteristik bond
1. Nilai nominal (face value) adalah nilai pokok dari suatu bond yang akan diterima oleh pemegang bond pada saat jatuh tempo.
2. Kupon (interest rate) adalah nilai bunga yang diterima pemegang bond secara berkala, biasanya setiap 3 atau 6 bulan.
3. Jatuh tempo (maturity) adalah tanggal dimana pemegang bond akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau nilai mominalnya. Periode jatuh tempo bond bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan 40 tahun. Secara umum umum, semakin panjang jatuh tempo akan semakin tinggi bunganya.

Harga bond
Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang, harga bond dinyatakan dalam persentase dari nilai nominalnya. Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari bond yang ditawarkan, yaitu:
1. Par : harga bond sama dengan nilai nominal. Misal: bond dengan nilai nominal USD 5,000 dijual pada harga 100%, maka nilai bond tersebut adalah 100% x USD 5,000 = USD 5,000.
2. At premium(dengan premi): harga bond lebih besar dari nilai nominal. Misal: bond dengan nilai nominal USD 5,000 dijual dengan harga 102%, maka nilai bond adalah 102% x USD 5,000 = USD 5,100.
3. At discount (dengan discount): harga bond lebih kecil dari nilai nominal. Misal: bond dengan nilai nominal USD 5,000 dijual dengan harga 98%, maka nilai dari bond  adalah 98% x USD 5,000 = USD 4,900.

Yield bond
Ada 2 istilah dalam penentuan yield yaitu current yield dan yield to maturity.
1. Currrent yield adalah yield yang dihitung berdasarkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun terhadap harga bond.
Current yield = (bunga tahunan) / (harga bond)
2. Yield to maturity (YTM) adalah tingkat pengembalian yang akan diperoleh investor apabila memiliki bond sampai waktu jatuh temponya. Formula YTM agak kompleks dan biasanya istilah yield bond mengacu ke YTM.

Sumber : stocks.about.com : Bond Basics
                    www.forex.in.rs : What are Bonds ?
seputarforex.com 
Read more...

Perusahaan Pemeringkat Kredit

0 komentar
Sering kali kita membaca bahwa S&P atau Moody’s telah menurunkan peringkat kredit (credit rating) atau obligasi suatu negara dari sebelumnya AAA menjadi AA+, atau BBB menjadi BBB-. Akibat penurunan peringkat ini menyebabkan sentimen negatif pada perekonomian negara tersebut dan akan berdampak pada melemahnya mata uang negara itu. Bagi trader forex kiranya perlu mengetahui siapakah S&P dan Moody’s yang sering disebut-sebut ini hingga tidak merasa asing dengan mereka dan aktivitas yang dilakukannya.

S&P dan Moody’s adalah perusahaan pemeringkat kredit atau credit rating company, yaitu perusahaan yang menerbitkan peringkat kredit atau hutang bagi para penerbit obligasi. Penerbit obligasi bisa suatu perusahaan, lembaga, kota atau pemerintah suatu negara. Peringkat kredit yang diterbitkan tersebut mengukur kelayakan kredit dan kemampuan pembayaran kembali hutang tersebut. Bagi investor informasi peringkat kredit ini sangat berguna dalam mengukur resiko portofolio investasinya, dan bagi penerbit surat hutang atau obligasi peringkat kredit yang diberikan merupakan pengakuan terhadap kelayakan kredit atau hutang mereka.

                                          

Karena banyak yang menggunakan jasanya, perusahaan pemeringkat sudah merupakan industri. 3 perusahaan besar dalam industri pemeringkatan kredit ini adalah S&P (Standard & Poor’s), Moody’s dan Fitch Group. Selain kredit dan obligasi, mereka juga memeringkat saham-saham di berbagai negara. Produk S&P yang dikenal secara luas adalah pemeringkatan atas 500 saham di Amerika Serikat dengan nama S&P 500 dan pemeringkatan 200 saham di Australia yang dikenal dengan nama indeks harga saham gabungan S&P/ASX200.

S&P dan Moody’s berbasis di Amerika Serikat sementara Fitch memiliki 2 kantor pusat masing-masing di New York City dan London yang dikontrol oleh Fimalac di Perancis. Pada tahun 2001 S&P dan Moody’s masing-masing mempunyai market share 40% sementara Fitch sekitar 15%, sehingga ke 3 perusahaan pemeringkat tersebut menguasai market share 95%. Para penerbit kredit, obligasi dan bond pada umumnya akan berusaha untuk mendapatkan rating dari S&P atau Moody’s, jika keduanya tidak setuju (disagree) baru mereka berpaling ke Fitch. Sejak tahun 1990 ke 3 perusahaan besar pemeringkat ini telah memperoleh kepercayaan dari Nationally Recognized Statistical Rating Organizations (NRSROs) Amerika Serikat. Selain itu saat ini S&P juga diakui sebagai organisasi pemeringkat statistik nasional Amerika Serikat oleh U.S. Securities and Exchange Commission (lembaga pengawas pasar modal di Amerika).

Kritik banyak ditujukan atas dominasi ke 3 perusahaan pemeringkat tersebut ketika terjadi krisis keuangan menyusul resesi global tahun 2008. Dengan menguasai market share 95% maka sangat kecil kemungkinan untuk bisa berkompetisi dengan sehat. Banyak yang menganggap pemeringkatan bisa dipengaruhi oleh konflik kepentingan hingga kurang transparan. Uni Eropa mengusulkan agar perusahaan pemeringkat lain yang jumlahnya lebih dari seratus itu juga ikut diperhitungkan. Uni Eropa punya European Securities and Markets Authority (ESMA) yang siap memberikan rekomomendasi jika perusahaan pemeringkat tersebut memang berkualitas. Bahkan European Central Bank (ECB) dan International Monetary Fund (IMF) siap memberikan data jika diperlukan.

Ke 3 perusahaan pemeringkat besar tersebut menerbitkan peringkat atas hutang jangka pendek dan jangka panjang dengan kode pemeringkatan yang berbeda-beda. Berikut kode-kode yang terdiri dari huruf dan angka tersebut:

                
Contoh arti kode S&P untuk peringkat investasi:
AAA : berkualitas baik, layak dan stabil
AA    : berkualitas,sedikit lebih berisiko dibanding AAA
BBB  : saat ini dalam kondisi memuaskan.
BB     : kecenderungan mengalami perubahan dalam situasi ekonomi


Sumber : www.investopedia.com
                en.wikipedia.org
seputarforex.com 
Read more...

Mengenal Mata Uang Komoditi

0 komentar
Mata uang komoditi atau commodity currency adalah mata uang yang nilainya sangat dipengaruhi oleh harga komoditi ekspor yang dihasilkan oleh negara yang menggunakan mata uang tersebut. Naik turunnya nilai mata uang komoditi bergantung pada naik turunnya harga komoditi ekspor utama negara tersebut. Selain itu, keadaan neraca perdagangan yang berhubungan dengan komoditi ekspor utama negara tersebut juga turut mempengaruhi fluktuasi nilai mata uang komoditi.

                             

Dalam pasar forex, 3 mata uang komoditi yang paling banyak diperdagangkan adalah: Dollar Australia (AUD), Dollar Canada (CAD) dan Dollar Selandia Baru (NZD). Australia, Canada dan Selandia Baru adalah 3 negara yang Produk Domestik Bruto (GDP)-nya sangat dipengaruhi oleh nilai ekspor komoditi yang dihasilkannya, sehingga fluktuasi nilai tukar mata uangnya sebagian besar juga ditentukan oleh kuantitas dan harga komoditi ekspor utamanya. Mata uang utama lain yang juga dipengaruhi oleh harga komoditi dunia adalah Franc Swiss (CHF) dan Yen Jepang (JPY), tetapi pengaruhnya relatif cukup rendah. Dengan mengetahui hubungan antara nilai mata uang dan harga komoditi utama dunia maka akan bisa membantu kita dalam memprediksi pergerakan harga suatu mata uang.
 Australia dan emas
Australia adalah penghasil emas terbesar kedua dunia setelah Afrika Selatan. Ekspor emas mengambil andil terbesar dalam GDP Australia sehingga fluktuasi harga emas dunia akan sangat berdampak pada GDP negara ini dan juga mata uang AUD. Selain emas, komoditi ekspor lain dari Australia adalah batubara, biji besi dan gandum, tetapi korelasinya terhadap AUD tidak sebesar emas. Bank sentral Australia  (RBA) secara berkala selalu menerbitkan commodity index sebagai acuan untuk mengetahui korelasi antara komoditi ekspor Australia dan AUD pada suatu periode tertentu. Bagi trader forex yang hendak buka posisi pada AUD, sebaiknya juga mencermati pergerakan harga emas dunia sebelum mengambil keputusan untuk masuk pasar.

Canada dan minyak mentah dunia
Canada adalah salah satu negara penghasil minyak mentah dunia disamping Saudi Arabia, Irak, Iran, Kuwait, Rusia dan Venezuela. Selain minyak, Canada juga pengekspor utama aluminium, tembaga dan nikel. Fluktuasi harga minyak mentah dunia beberapa tahun terakhir ini sangat berdampak pada pergerakan harga dan range trading Dollar Canada (CAD). Harga minyak dunia melonjak dari US$ 60 per barrel pada tahun 2006 menjadi US$ 147 per barrel pada 2008 sebelum kembali turun dibawah US$ 40 pada 2009 dan melonjak melebihi US$ 80 pada 2011. Korelasi positif antara harga minyak dunia dan CAD tampak pada gambar dibawah. (Oil dan CAD terhadap USD).

                             

Banyak faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga minyak dunia termasuk naik turunnya US Dollar (karena harga minyak memang dipatok dengan US Dollar) dan kuat lemahnya permintaan global akan minyak mentah. Tetapi bila harga minyak dunia turun, sebagai salah satu negara pengekspor utama minyak mentah dunia perekonomian Canada akan terganggu, sementara Jepang sebagai salah satu negara importir utama minyak dunia cenderung untuk lebih diuntungkan. Bagi trader CAD dan JPY,  penting kiranya untuk mencermati fluktuasi harga minyak mentah dunia sebelum mengambil keputusan dalam trading.

Selandia Baru dan produk olahan susu dan daging
Selandia Baru adalah negara yang juga sangat bergantung pada hasil ekspor komoditinya. Yang terpenting adalah produk olahan susu dan daging serta kayu. Fluktuasi Dollar Selandia Baru (NZD) tidak dipengaruhi oleh satu komoditi tertentu, melainkan harga komoditi secara umum. NZD memiliki korelasi positif terhadap harga komoditi utama dunia. Selain itu, Australia adalah negara tujuan ekspor utama Selandia Baru karena faktor kedekatan geografis, sehingga kondisi perekonomian Seladia Baru sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian Australia. NZD/USD atau Kiwi memiliki korelasi positif sekitar 96% terhadap AUD/USD. Bagi trader Kiwi, adalah penting untuk mencermati indeks harga komoditi utama dunia dan AUD/USD.


Sumber : www.onlineforextrading.com
seputarforex.com 
Read more...

Trading Korelasi Minyak Dan USDCAD

0 komentar
Perdagangan komoditas dapat menjadi referensi ide untuk para trader saat memasuki pasar forex. Caranya adalah dengan melakukan korelasi. Artikel ini akan mempelajari cara untuk bertrading pasangan USDCAD berdasarkan dari perkembangan minyak.

Apakah Anda pernah berfikir untuk mengkorelasikan pasar komoditas dengan pasangan mata uang forex? Memahami korelasi-korelasi antar market dapat menjadi cara jitu untuk menemukan arah tren market dengan membandingkan dua aset yang sama sekali berbeda. Salah satu korelasi yang paling umum terdapat pada USOil dan pasangan mata uang USDCAD.

Pada gambar grafik di bawah ini terlihat korelasi antara USOil dan USDCAD dengan time frame harian. Hal tersebut dinamakan korelasi terbalik (inverse correlation). Karena nilai USOil mengalami penurunan, diharapkan USDCAD akan bergerak lebih tinggi. Sebaliknya jika USOil mengalami kenaikan, maka kita bisa berharap USDCAD menurun. Jika bisa memahami hal itu,  maka seorang trader cerdas akan mampu menyimpulkan untuk memperdagangkan satu aset dengan aset yang lain. Mari kita lihat contohnya.



Lihatlah pada grafik USDCAD di bagian bawah, Anda bisa melihat pasangan mendekati resistance dekat titik 1,0100. Biasanya trader akan menggunakan tingkat tersebut sebagai kesempatan entri masuk ke pasar. Pedagang yang sudah memiliki analisa tentang USOil, dapat merencanakan perdagangan USDCAD yang sesuai.

Selanjutnya di bawah ini Anda akan ditunjukkan bagaimana cara menyikapi keadaan bearish pada harga USOil. Dengan mengharapkan harga menurun pada USOil, diprediksi USDCAD akan bergerak naik lebih tinggi sejalan dengan korelasi terbalik tersebut. Trader dapat menggunakan level resistensi di harga 1,0100 dan merencanakan sebuah breakout harga ke titik tertinggi dalam uptrend. Order entri dapat diatur di bawah titik resistensi tersebut, sementara stop lossnya dapat ditempatkan di bawah resistensi saat ini.



Ingatlah, selalu ada dua sisi untuk setiap perdagangan. Yaitu harapan akan USOil untuk bisa naik ataupun turun. Jika harga berada di resistensi dan tetap di bawah 1,0100, maka trader cukup mengharapkan USDCAD untuk bergerak menurun.




Sumber:
Dailyfx.com
seputarforex.com 
Read more...

Geo-Politik Memiliki Dampak Pada Market

0 komentar
Berita mengenai geopolitik dapat memberikan pengaruh yang cukup penting terhadap pasar forex.

Segala macam berita fundamental dapat dikategorikan sebagai scheduled events atau peristiwa-peristiwa yang terjadwal. Setiap berita yang dirilis pastinya akan mencatumkan keterangan tanggal, sehingga pembaca mengetahui apakah berita tersebut sudah "kadaluarsa" atau belum untuk dijadikan pertimbangan dalam membuat trading plan.

Walaupun tanggal rilis berita itu pasti, namun tidak akan ada seorang pun yang dapat memastikan peristiwa apa yang akan terjadi esok hari bahkan satu detik ke depan. Begitu juga dengan pergerakan harga. Pergerakan harga dan uang tidak akan pernah bisa dipastikan. Pertanyaan dan reaksi, baru akan timbul setelah uang atau harga itu bergerak.

Acara yang bersifat politik sampai bencana alam pun dapat pula mempengaruhi harga pasangan mata uang. Contohnya pada saat hari pemilihan Presiden AS, harga di pasar mengalami sideway dalam jangka waktu yang cukup lama karena pada saat itu trader tidak ingin melakukan transaksi jangka panjang. Saat presiden baru sudah terpilih dan pemerintahannya sudah berjalan, terjadilah gejolak market yang hebat. Hal ini menjadikan dasar pemicu terjadinya penguatan nilai mata uang.

Berita mengenai bencana alam pun turut mempengaruhi forex trading. Contohnya, ada badai yang melanda Teluk Meksiko dan badai tersebut menghancurkan platform minyak. Jelas ini akan mengurangi pasokan minyak, dan karena Canadian Dollar sangat berkorelasi dengan harga, CAD akan sangat mungkin mengalami tekanan.

Geopolitik



Pada grafik di atas menggambarkan korelasi antara harga minyak dan Dolar Kanada. Jika harga minyak naik, maka nilai dari CAD naik juga. Bagan ini dimunculkan untuk menunjukkan hubungan terbalik atau reversal. Jadi setelah Anda tahu bahwa peristiwa geopolitik memiliki peran di pasar mata uang dan mampu mempengaruhi market dengan cepat, Anda harus tetap waspada dengan selalu memasang antisipasi. Kuncinya, agar akun Anda selamat, gunakanlah selalu stop loss pada setiap trade Anda, mengingat tidak ada kalender peristiwa yang pasti. Batasi risiko Anda dengan management risk.



sumber: seputarforex.com
Read more...

Alasan Trading Oil

0 komentar
Oil - twps2 - pendulangforex
Ketika harga oil dunia dimana mampu menembus harga pada kisaran $100 per-barrel dipasar oil trading, para analis market mulai memprediksikan kemungkinan harga oil akan menembus hingga mencapai $200 bahkan $300 per-barrel. Kemudian apa yang dapat kita lakukan apabila kita hanya sekedar “menunggu saja”.

Pada tahun 1999, harga oil dipasar dunia hanya sekitar $13,50 per-barrel. Bahkan beberapa media ramai menampilkan prediksi “harga oil bisa mencapai $5 per-barrel, konsumen akan menikmati harga-harga yang murah dan masa depan yang akan lebih baik”. Namun, dapat dikatakan untuk saat ini harga oil langsung “lepas landas” setelah itu, tidak pernah kembali.

Oil adalah salah satu komoditas trading paling dicari didunia selain Gold. Saya yakin kebanyakan dari anda sudah tau kenapa harga oil akan terus naik pada masa yang akan datang. Seperti halnya Gold, oil adalah komoditas yang sangat langka. Namun ternyata bukan hanya itu saja faktor yang mendukung terus naiknya harga oil.
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan dari harga Oil :

1. Peak Oil
Lonjakan harga oil dunia didukung oleh suatu teori popular yang disebut dengan teori “Peak Oil”. Teori ini secara garis besar menyebutkan bahwa produksi oil dunia akan terus meningkat sehingga mencapai puncak, lalu akan turun sesuai kecepatan peningkatan produksi pada sebelumnya. Ladang minyak terbesar di Saudi Arabia sudah menampakkan produksi yang menurun, begitu pula ladang minyak kedua di Cantarell yang terdapat di Mexico.

2. Geopolitik
Ketidakstabilan kondisi politik di Timur Tengah yang terjadi seperti di Libya, Mesir, Algeria, Yaman, Jordania dan Bahrain akhir-akhir ini mendukung memberikan kontribusi dalam melonjaknya harga oil dunia saat ini. Negara Timur Tengah dikenal sebagai pemasok oil di dunia, ketidakstabilan pada area tersebut dikhawatirkan akan mengakibatkan kelangkaan suplai oil dipasar dunia.

3. Spekulasi
Oil sebagai komoditas juga turut menjadi incaran para trader dipasar trading. Pada bursa trading, oil dikenal dengan nama/simbol Crude Oil WTI yang diperdagangkan melalui kontrak (futures). Aktivitas Oil trading ini sangat ramai di bursa Wall Street. Sehingga para trader melakukan spekulasi untuk mendapatkan keuntungan dari volatilitas/fluktuasi harga kontrak oil trading yang terjadi dipasar bursa.

4. Industrialisasi
China dan India adalah negara yang bisa dikatakan perekonominya maju secara cepat. Kedua negara tersebut sangat membutuhkan oil sebagai “bahan bakar” bagi berjalannya industrialisasi di negara mereka. Sehingga China telah mengalahkan Amerika Serikat sebagai negara terbesar pengkonsumsi sumber daya energi di dunia. Badan energi internasional menyatakan bahwa China mengkonsumsi 2,5 trilyun ton oil pada tahun 2010 lalu.

5. Populasi Penduduk
Mesir ialah salah satu contoh dari beberapa negara di dunia yang mengalami ledakan penduduk. Para pejabat di Mesir mungkin saja berpikir bahwa lebih mudah untuk menggulingkan kekuasaan diktator di Mesir daripada memberi makan rakyat Mesir. Populasi di Mesir telah meningkat sebesar 3 kali lipat dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Dimana masalah ini membutuhkan suplai makanan yang sangat besar, dan untuk itu membutuhkan oil sebagai sumber energi pada mesin-mesin yang memproduksi sumber makanan.

6. Faktor Cuaca
Harga oil dunia cenderung akan naik ketika memasuki musim dingin. Dimana penduduk di negara-negara Eropa dan Amerika membutuhkan sumber energi untuk menghidupkan mesin-mesin pemanas mereka ketika disaat musim dingin tiba.

7. Belum Tersedianya Energi Pengganti Oil
Hingga saat ini, Oil masih menjadi sumber energi utama yang dipakai diseluruh belahan dunia. Meski beberapa negara sudah mengembangkan beberapa alternatif sumber energi, namun belum mampu menunjukkan hasil yang signifikan. Energi nuklir sebenarnya adalah yang paling berpotensial untuk menggantikan oil, namun persoalan ekosistem masih menjadi hambatan berat, apalagi setelah terjadinya tragedi reaktor Chernobyl dan Fukushima. Krisis oil dimasa yang akan datang tidak bisa dihindari, dan negara-negara di dunia mulai berlomba untuk terus mencari energi alternatif.

Kecerdikan akal manusia tidak bisa diremehkan. Ketika saatnya tiba, dengan segala insentif yang diberikan untuk menciptakan sumber energi baru, saya percaya kita tidak akan kembali ke masa manusia bertransportasi menggunakan kuda. Betul tidak kawan ?

sumber: seputarforex.com
Read more...

Pengaruh Harga Komoditi Terhadap Trading Forex

0 komentar
Perkembangan harga komoditi dan index saat ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap beberapa perkembangan mata uang dalam trading Forex. Sebut saja beberapa komoditi seperti minyak mentah, emas, gas alam yang mampu membuat pengaruh yang kuat terhadap naik turunnya mata uang USD dan mata uang lainnya.
PHKTTF - twps2 - StarFish
Begitu juga dengan pegaruh pergerakan saham di Amerika yang tergabung dengan Dow Jones Index. Jika pergerakan saham secara umum disuatu negara mengalami penurunan maka nilai mata uang dinegara tersebut juga akan ikut terkoreksi turun.

Minyak Mentah
Minyak mentah atau yang lebih dikenal dengan Crude Oil merupakan komoditi dan kebutuhan utama dunia pada saat ini. Bahkan Indonesia juga mengalami krisis minyak pada saat ini. Kategori minyak mentah yang biasa diperdagangkan di dunia adalah:
  1. West Texas Intermediate (WTI) yang merupakan kualitas tertinggi, manis, berwarna kuning keemasan dan dihasilkan di Cushing, Oklahoma (Amerika).
  2. Dubai-Oman, disuplai ke Timur Tengah dan Asia Pasifik.
  3. Tapis (diproduksi di Malaysia, disuplai ke Asia Timur).
  4. Brent Blend, yang terdiri dari 15 macam dengan diuji sistem Brent dan Ninian. Minyak ini dihasilkan di perairan Basin Shetland timur di Laut Utara. Basis produksi adalah di Sullom Voe, Shetland. Negara-negara di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah menggunakan minyak ini sebagai standar alat tukar komoditas.
  5. Minas (diproduksi di Indonesia, juga disuplai ke Asia Timur).
  6. OPEC Reference Basket, diproduksi di negara-negara anggota OPEC.
Baru-baru ini minyak kembali turun ke area dibawah $120 per barelnya. Hal ini disebabkan karena ada badai Edward yang mengacaukan pipa gas & minyak diteluk Meksiko sehingga minyak dijual dibawah harga normal (obral) untuk menyelamatkan persediaan yang ada dari badai. Seperti pada penjelasan sebelumnya mengenai perkembangan minyak dunia maka negara eksportir minyak seperti Kanada akan menurun penjualannya karena turunnya harga minyak dunia. Sebagai contoh, Dolar Kanada mengalami kemerosotan saat harga minyak turun dari $147,47 (15 Juli 2008) menjadi $118.38 (6 Agustus 2008). Pada masa itu, grafik USD/CAD mencatatkan kenaikan tajam. Sebaliknya, dengan naiknya harga minyak mentah dunia maka:
  • Nilai mata uang USD akan melemah. Hal ini disebabkan karena beban konsumsi minyak negara Amerika juga akan meningkat diikuti neraca perdagangan yang negatif.
  • Nilai mata uang negara pengekspor rutin minyak dunia seperti CAD (Kanada), dan NOR (Norwegia), akan naik.
  • Nilai pasangan mata uang (pair) terhadap USD yang lain seperti AUD/USD, EUR/USD, GBP/USD, dan NZD/USD diikuti dengan melemahnya pair USD/CHF, USD/JPY dan USD/CAD.
Emas
Siapa yang tidak kenal dengan komoditi yang satu ini. Emas digunakan sebagai satuan standard berdasar sistem Bretton Woods. Komoditi yang disimbolkan dengan XAU ini kemurniannya diukur dengan karat, dengan kisaran yang paling murni adalah 24 karat. Harga emas saat ini sedang dalam level tinggi karena jumlahnya memang sangat terbatas. Pertama kali pemerintah Amerika mematok harga emas menjadi $20,67 per troy ons ($664,56/kg), pada tahun 1934 naik menjadi $35 per troy ons atau setara dengan $1125,27 per kg. Pada tahun 1961, Amerika dan Eropa membuat manipulasi harga di pasar hingga harga emas melambung tinggi pada saat itu. Kini, harga emas mencapai level $892,4 per onz. Pada tahun 2005 badan World Gold Council memperkirakan persediaan emas di dunia mencapai 3,859 ton. Jika dikurangi dengan permintaan akan emas yang totalnya mencapai 3,754 ton maka masih ada sisa sebesar 105 ton.

Emas adalah standar nilai mata uang kebanyakan Negara seperti halnya Amerika. Maka dapat dikatakan emas adalah komoditas berharga kedua setelah minyak. Negara yang paling sensitive terhadap naik turunnya harga emas adalah AUD.

Dow Jones Index
Dow Jones Index adalah index utama yang mencakup semua jasa layanan termasuk didalamnya nilai tukar dan berbagai produk investasi lainnya. Yang lebih dikenal adalah Dow Jones Industrial Average atau lebih dikenal dengan Dow Jones Index yang mencakup 130,000 jenis produk investasi fix income dan alternatif, termasuk didalamnya investasi hedge fund dan pasar komoditi. DJI juga merupakan pemilik dari Dow Jones STOXX Index, salah satu basis index yang didalamnya terdapat indeks Eropa, Wilshire Associates (Dow Jones Wilshire Global Index), yang terdiri dari data Dow Jones Wilshire 5,000 yang didalamnya terdapat indeks di 60 negara dan 12,000 perusahaan sekuritas. Sistem yang terdapat didalamnya merupakan suatu kesatuan sistem yang terpadu dan terintegrasi satu dengan yang lainnya.

Intinya Dow Jones Index mencerminkan 95% kapitalisasi perusahaan Amerika, diluar perusahaan kecil menengah yang pergerakan sahamnya lambat. Jika pergerakan DJI melemah atau menguat maka pergerakan mata uang USD juga akan terpengaruh. Jika semua harga saham yang tergabung dalam DJI naik maka nilai mata uang USD juga akan cenderung naik, demikian pula sebaliknya.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Korelasi Gold Terhadap AUD, NZD, CAD, CHF, Dan USD

0 komentar
Gold atau emas dalam sejarah perkembangan sistem ekonomi dunia sudah dikenal sejak 40000 SM. Hal itu ditandai dengan penemuan emas dalam bentuk kepingan di Spanyol, yang saat itu digunakan oleh paleiothic man. Dalam sejarah lain disebutkan bahwa emas ditemukan oleh masyarakat Mesir kuno (circa) 3000 SM. Sedangkan sebagai mata uang, emas mulai digunakan di zaman Raja Lydia (Turki) sejak 700 SM. Sejarah penemuan emas sebagai alat transaksi dan perhiasan tersebut kemudian dikenal sebagai barbarous relic.
Emas telah diketahui sangat berharga sejak zaman prasejarah. Hieroglif Mesir (2600 SM) mengatakan logam dan emas  dinyatakan beberapa kali dalam kitab Perjanjian Lama (Old Testament). Penjelajahan oleh bangsa Eropa (pada zaman penjelajahan Eropa) ke benua Amerika salah satunya digalakkan oleh berbagai berita yang menyatakan bahwa bahan hiasan emas digunakan secara luas di kalangan orang asli Amerika, terutamanya di Amerika Tengah, Peru, dan Colombia.
Emas telah lama dianggap sebagai logam yang paling berharga, digunakan sebagai simbol ketulenan, nilai tinggi, kedaulatan, dsb.
Sejak Islam datang sebagai sebuah peradaban baru dunia yang dibawa dan disebarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, maka sejak saat itu telah memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap penggunaan emas sebagai mata uang (hal ini disebut dinar) yang digunakan dalam aktivitas ekonomi dan perdagangan. Pada masa Rasulullah, ditetapkan berat standar dinar diukur dengan 22 karat emas, atau setara dengan 4,25 gram (diameter 23 milimeter). Standar ini kemudian dibakukan oleh World Islamic Trading Organization (WITO), dan berlaku hingga sekarang.
Namun saat ini, fakta menunjukkan bahwa ada ketidakseimbangan aktivitas perdagangan internasional, yang terjadi akibat tidak berimbangnya penguasaan mata uang dunia. Hal ini ditandai dengan semakin merajalelanya Dolar AS. Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan kemunculan Euro sebagai mata uang bersama negara-negara Eropa atau yang disebut dengan Zona Euro. Fakta pun menunjukkan bahwa negara-negara Islam memiliki ketergantungan sangat tinggi terhadap kedua mata uang tersebut, terutama Dolar AS. Bahkan dalam transaksi perdagangan international saat ini, dolar AS menguasai hampir 70% sebagai alat transaksi dunia.
korelasi gold dengan pair forex
Namun, ada hal yang perlu diketahui bahwasannya fluktuasi harga Gold versus USD (XAU/USD) di dunia ternyata juga berdampak kuat di dalam Pasar Forex. Ada empat mata uang yang berkorelasi positif dengan perubahan harga Gold dunia, keempat mata uang ini adalah AUD, CAD, NZD dan CHF.


Korelasi  Antara Gold Dengan AUD, CAD, NZD Dan CHF

Pair mata uang AUD/USD mempunyai hubungan positif dengan pergerakan harga Gold di market. Setiap harga Gold naik, pair AUD/USD juga cenderung naik. Penyebab dari korelasi ini adalah: Australia merupakan negara ketiga terbesar yang memproduksi emas. Setiap tahunnya Australia  mengekspor emas kurang lebih senilai $5 Milyar. Untuk itu, setiap harga Gold naik, maka para importir Gold dari Australia akan “memburu” lebih banyak Dollar Australia untuk menutup biaya kenaikan harga gold tersebut.
New Zealand merupakan negara tetangga Australia. Jadi bisa dibilang, perekonomian di New Zealand tak jauh beda dengan Australia. Oleh sebab hal yang sama, korelasi mata uang NZD versus USD dengan harga Gold juga menjadi positif.
Begitupula yang terjadi pada pair mata uang USD/CAD, Kanada adalah negara pengekspor emas nomor 5 terbesar di dunia. Korelasi USD/CAD dengan harga gold di market lebih kuat dibandingkan Australia dan New Zealand.
Sedang pair USD/CHF disebut juga sebagai pasangan yang mempunyai korelasi yang cukup kuat. Diperkirakan mempunyai korelasi sebesar 88% mengikuti harga Gold di market. Meski Swiss bukanlah sebagai eksportir Gold dunia, namun negara ini adalah salah satu dari sedikit negara yang masih menggunakan sistem Gold standard terutama di bidang perbankan. Mata uang Swiss juga dikenal sebagai "safe-haven currency", yang artinya bisa diandalkan dalam kondisi perekonomian dunia yang sedang krisis.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan