Tampilkan postingan dengan label Deposito. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Deposito. Tampilkan semua postingan
Kamis, 17 Maret 2016

Risiko Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo

0 komentar
Deposito merupakan instrumen keuangan dan sarana investasi yang cukup populer di kalangan masyarakat. Menambahkan produk deposito dalam portfolio investasi Anda relatif tidak diragukan lagi keamanan serta benefitnya, dibandingkan instrumen investasi lainnya.
Deposito menyajikan fasilitas bunga yang memikat dengan jaminan tanpa ada pengurangan nilai pokok deposito. Tingkat suku bunga deposito relatif tetap, namun adakalanya berubah atau fluktuatif. Jadi, walaupun pendapatan bunga deposito Anda berubah (berkurang atau bertambah) karena fluktuasi tingkat suku bunga deposito, namun nilai pokok uang yang Anda investasikan pada deposito tersebut tidak akan berubah.
risiko mencairkan deposito sebelum jatuh tempo - ilustrasi
Kendati deposito menjadi opsi yang menarik untuk berinvestasi, namun bukan berarti bebas dari resiko, terutama bagi pengguna atau nasabah deposito yang tidak sabar menanti masa 'panen' pasca menanam depositonya tersebut. Pencairan deposito tidak bisa dieksekusi kapanpun sekehendak kita sebagaimana menggesek kartu ATM dari rekening tabungan.

Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo

Secara umum, masa jatuh tempo atau jangka waktu pencairan dana deposito berkisar satu bulan hingga tiga tahun sejak awal kita melakukan pembukaan rekening deposito.
Namun, beberapa nasabah deposito tak jarang ingin segera 'panen' depositonya dan mencairkannya sebelum masa jatuh tempo pencairan. Rata-rata alasan mereka seperti ini:
1.Membutuhkan Dana Untuk Keperluan Mendesak
Memang pada awal membuka rekening deposito, orang tersebut yakin untuk menyimpan uangnya untuk keperluan di masa depan. Namun, karena kebutuhan hidup harian yang kadang tak pasti, pengeluaran masif yang tak terduga atau darurat bisa terjadi. Alhasil, si nasabah deposito tersebut butuh 'dana likuid' segera termasuk dengan mendesak pencairan depositonya sebelum jatuh tempo.
2.Mengintai 'Iming-iming' Suku Bunga Yang Lebih Tinggi
Pada waktu tertentu, Bank membuat kebijakan untuk merubah tingkat suku bunga pada setiap produk perbankan (termasuk deposito) yang ditawarkan nasabahnya, sesuai peraturan bank tersebut.
Sebagai ilustrasinya, jika suku bunga deposito di sebuah bank pada Mei 2014 adalah 3.25 persen untuk 12 bulan. Kemudian di tahun berikutnya, bank tersebut menetapkan kenaikan suku bunga baru menjadi 5 persen. Jika seorang nasabah depositop ingin menikmati kenaikan suku bunga tersebut, maka dia harus segera mencairkan rekening depositonya sebelum jatuh tempo bulan Mei 2015 serta segera membuka rekening deposito kembali dengan peraturan suku bunga yang baru tersebut.

Risiko

Jika Anda ingin mencairkan dana deposito sebelum memasuki masa jatuh tempo pencairan yang telah ditetapkan, maka Anda bisa jadi akan menemui beberapa risiko merugikan dan tidak dapat dihindari, yakni sebagai berikut.
1. Risiko Kerugian Penalti (denda)
Penalti ini digunakan bank sebagai langkah primer untuk 'mewanti-wanti' para nasabahnya yang tidak sabaran dalam mencairkan investasi depositonya. Penalti ini berupa biaya administrasi dengan memotong nilai pokok plus pendapatan bunga deposito Anda dengan angka (prosentase) penati yang telah ditetapkan bank tersebut. Angka penalti ini rata-rata berkisar antara 0.5% hingga 3%, bervariasi tiap bank-bank di Indonesia.
2. Risiko Penghapusan Pembayaran Bunga Deposito
Disamping penalti, pendapatan bunga deposito yang sudah ditetapkan di awal pembukaan rekening deposito terancam akan dihapus atau tidak akan dibayarkan jika nasabah terburu-buru ingin mencairkan deposito pra-jatuh tempo.
3. Risiko Pendapatan Bunga Lebih Rendah
Risiko lain yang harus ditanggung nasabah deposito yang mendesak 'panen' sebelum jatuh tempo tersebut yaitu pendapatan bunganya akan dibayar bank lebih rendah dari bunga yang telah ditetapkan di awal pembukaan rekening. Jadi, nilai pendapatan bunga yang Anda terima pasca pencairan dana deposito sebelum jangka waktu yang ditentukan akan disesuaikan dengan waktu pencairan anda dan tentunya berubah lebih sedikit dari yang disepakati sejak awal membuka deposito.
Agar lebih komprehensif, sampel kasus risiko mencairkan deposito sebelum jatuh tempo yakni sebagai berikut.
Pak Budi membuka rekening deposito pada tanggal 24 September 2009 dengan rincian:
  • Nominal: Rp 5,000,000.00
  • Jangka waktu: 1 Tahun (12 bulan)
  • Suku bunga/tahun (jangka waktu 12 bulan): 5%
  • Pencairan (penarikan) deposito: 24 Desember 2009
  • Penalti: 2%
  • Jangka waktu sejak pembukaan rekening: 3 bulan
  • Suku bunga/tahun (untuk jangka waktu 3 bulan): 4.25%
Risiko kerugian Pak Budi jika menarik dana deposito sebelum jatuh tempo antara lain
  • Penalti sebesar 2% x Rp 5,000,000 = Rp100,000
  • Jika bunga tidak dibayarkan, total uang yang ditarik Pak Budi yaitu Rp 5,000,000 – Rp 100,000 = Rp4,900,000
  • Jika bunga dibayarkan dengan suku bunga 3 bulan, maka
  • Jumlah Bunga (Rp 5,000,000 x 4.25% x 90 hari)/365 hari = Rp 52,397.00
Total uang deposito yang Pak Budi tarik:
Rp 5,000,000 – Rp 100,000 + Rp 52,397 = Rp 4,952,397.00 (rugi Rp 47,603 sejak awal investasi deposito)
Dan jika bunga tidak dibayarkan, Pak Budi hanya menerima Rp 4,900,000.00 (rugi Rp 100,000.00)
Itulah risiko kerugian Pak Budi jika melakukan pencairan deposito pra-jatuh tempo.
Lain halnya, apabila Pak Budi melakukan penarikan tepat pada saat jatuh tempo, yaitu tanggal 24 September 2010, Pak Budi akan memperoleh: Bunga Rp 5,000,000 x 5% = Rp 250,000.00
Total uang yang Pak Budi tarik: Rp 5,000,000 + Rp 250,000 = Rp 5,250,000.00
Yak, begitulah sampel kasusnya. Dengan mengetahui ini, Anda dapat memperhitungkan segala risiko yang bakal dihadapi ketika mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.
Dengan mengantisipasi berbagai risiko yang ada, tentunya Anda mampu memanajemen risiko dalam berinvestasi di deposito. Salah satunya dengan memahami karakteristik deposito sebagai instrumen investasi jangka panjang dan likuiditasnya yang terpatok oleh jangka waktu tertentu. Maka Anda perlu menjaga dana deposito Anda hingga menikmati momentum 'panen' yang lebih afdol, yakni pada masa jatuh temponya, sehingga terhindar dari segala risiko bila melakukan pencairan dini terhadap deposito anda sebelum jatuh temponya.

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Awas Penipu Mengancam Rekening Bank Anda Lewat Phishing

0 komentar
Sudah banyak sekali jenis penipuan layanan perbankan, mulai dari penipuan via telepon hingga via ATM. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini penipuan layanan perbankan via internet pun tersebar di Indonesia. Penipuan dimana penipu mengirim email yang "memancing" Anda untuk memberikan informasi pribadi seperti nomor kartu kredit atau password online banking ini salah satunya dikenal dengan istilah "phishing" tetapi belum begitu diketahui di Indonesia, sehingga banyak orang sempat menjadi korban.

Phishing 
Phishing merupakan istilah baru yang dilahirkan karena sifatnya homofon dengan kata bahasa Inggris "fishing" yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan "memancing". Sebagaimana kegiatan memancing yang menjebak ikan dengan umpan, pelaku phising juga menarik korban dengan "umpan".

Dalam kasus-kasus seperti itu, nasabah menerima email dengan sumber mengatasnamakan bank tertentu. Dengan dalih sedang melakukan security update, mendapat transfer dana, atau lainnya, email itu meminta nasabah untuk mengklik link tertentu atau memasukkan nomor rekening dan PIN/password. Link yang diberikan dalam email itu selanjutnya akan mengantarkan korban pada jendela pop-up atau situs palsu berkedok website bank, dan dia akan diminta untuk memasukkan sejumlah identitas penting di situs tersebut. Setelah itu, tak tanggung-tanggung, seluruh isi rekening bisa "dihabisi" oleh pelaku.

Penipuan tersebut mengandung indikasi phishing, dimana:
  • Penipu mengirim email yang seolah-olah dikirim oleh situs resmi yang untuk mengaksesnya membutuhkan data pribadi atau data akun, dalam hal ini situs bank.
  • Email tersebut meminta data pribadi atau data akun Anda dengan dalih tertentu.
  • Email tersebut bisa juga mengarahkan Anda ke jendela pop-up (pop-up window) atau situs tertentu yang mirip dengan situs bank asli, tetapi sebenarnya aspal dan digunakan untuk mencuri informasi pribadi Anda.
Penipuan bermodus phishing seperti ini cukup ampuh menjaring korban. Sejumlah sumber menyebutkan, secara global, setidaknya 5% penerima email phishing akan merespon email maut tersebut.

Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana cara kita untuk melindungi diri dari pancingan penipu bermodus phishing? Berikut beberapa langkah yang bisa Anda tempuh.

1. Jangan merespon email yang meminta informasi pribadi terkait kondisi finansial Anda.

Perusahaan finansial ataupun bank yang bagus tidak akan meminta informasi akun ataupun password Anda via email. Oleh karena itu, jika ada email masuk secara khusus meminta detail semacam itu, berarti itu bisa jadi email phishing. Hindari link maupun nomor kontak yang tertulis didalamnya, juga jangan unduh attachment yang mungkin terlampir di email tersebut. Kontak bank lewat nomor telepon atau link website yang telah Anda simpan sebelumnya untuk memastikan legitimasi informasi yang terkandung dalam email tersebut. Apalagi bila dari email itu kemudian muncul jendela pop-up dimana Anda diminta mengisikan password, maka itu bisa hampir dipastikan phishing.

2. Pastikan situs yang Anda kunjungi aman.

Kunjungi situs bank hanya dengan mengetikkan alamat website bank tersebut di kolom url browser; jangan dengan mengklik link tertentu yang ada di dalam email. Email phishing seringkali mengundang korban untuk mengunjungi situs abal-abal dengan alamat dan rupa mirip dengan situs asli. Perbedaan alamat situs pun seringkali luput karena kecil sekali, misalnya banksya.com atau banksaya.co.my padahal aslinya banksaya.co.id. Apabila Anda kurang teliti, Anda bisa terjebak phishing. Disamping itu, pastikan bahwa situs yang Anda kunjungi berada di server aman, diawali oleh "https://" bukan hanya "http://".

https - ilustrasi 

3. Amankan komputer Anda dari serangan phishing

Sejumlah email phising atau email penipuan lainnya bisa jadi mengandung virus atau spyware yang kemudian bisa merekam aktivitas internet Anda, atau mengizinkan hacker untuk mengakses komputer Anda dari jarak jauh. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali meng-klik link yang terkandung di dalam email terindikasi phising, karena sekedar meng-klik saja bisa membuat virus/spyware terunduh secara otomatis. Juga, sangatlah penting untuk menjaga agar anti-virus dan browser Anda selalu up-to-date (ingat agar update softaware hanya dari situs resmi). Sebagai pengamanan ekstra, pasang juga firewall di komputer Anda, serta menyaring spam di email agar secara otomatis masuk ke kotak spam.

Bagi para nasabah bank, khususnya yang sering berurusan dengan internet banking, ketiga hal tersebut diatas amat penting untuk diperhatikan untuk menghindari pancingan penipu yang mengincar isi rekening Anda dengan phishing. Insting untuk mengenali penipuan juga perlu dipertajam agar jangan sampai memakan "umpan" yang dilempar pelaku. Ini karena seiring dengan kemajuan teknologi, para pelaku kejahatan pun akan makin canggih; dalam beberapa tahun kedepan langkah-langkah tersebut mungkin tidak lagi memadai untuk menghindari ancaman phishing.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Kelebihan Dan Kekurangan Deposito Online

0 komentar
Deposito online merujuk pada pembukaan simpanan deposito secara online tanpa harus mengunjungi kantor bank terkait. Layanan ini telah mulai marak sejak beberapa tahun yang lalu, namun nampaknya masih kurang populer di kalangan masyarakat. Sebabnya selain karena masih rendahnya transaksi keuangan via internet di Indonesia, juga terdapat sejumlah resiko.

Deposito Online - ilustrasi

Kelebihan Deposito Online

Sejalan dengan perkembangan e-banking di Indonesia, kian bertambah jumlah bank yang menawarkan layanan deposito online bagi nasabah. Peminatnya pun kian bertambah karena kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkannya.

1. Cara pembukaan mudah

Pembukaan deposito online sangat mudah. Anda cukup log in ke akun e-banking Anda, lalu mengakses opsi untuk pembukaan deposito online dan mengisi kolom-kolom yang diminta. Di kolom-kolom tersebut Anda akan diminta mengisikan nominal dana yang akan didepositokan, berikut pilihan tenor (jangka waktu) dan apakah akan menerapkan perpanjangan otomatis atau tidak. Setelah itu, dana akan berpindah dari rekening koran Anda di bank ke simpanan deposito. Anda juga bisa membuka lebih dari satu deposito, sesuai minat.

Dengan demikian, syarat yang dibutuhkan hanyalah memiliki rekening di bank terkait, serta telah mengaktivasikan e-banking dan memiliki token untuk transaksi keuangan bia e-banking tersebut. Berbeda dengan pembukaan langsung di kantor cabang bank dimana Anda perlu mengantri dan mengisi banyak formulir, pembukaan deposito online semudah mentransfer dana via e-banking. Pembukaan deposito online juga tidak memerlukan meterai seperti pembukaan deposito biasanya.

Deposito Online - ilustrasi

2. Cara penutupan tanpa perlu ke kantor bank
Penutupan deposito online juga dilakukan secara online. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot menyempatkan diri datang ke kantor cabang bank di hari jatuh tempo deposito guna mencairkan dana. Apabila Anda memilih deposito tipe Non-ARO (tanpa perpanjangan), maka dana dari deposito plus bunganya akan secara otomatis dipindahkan ke rekening koran Anda di bank tersebut begitu jatuh tempo tiba. Sedangkan apabila Anda memilih deposito dengan rollover (perpanjangan otomatis), maka pembatalan deposito dilakukan via internet juga di akun e-banking yang sama.

Dilihat dari perspektif ini, deposito online jauh lebih praktis ketimbang via kantor bank biasa. Ini karena jika membuka deposito lewat kantor bank biasa maka penutupan/pembatalan deposito-nya juga harus dilakukan lewat kantor bank yang sama, sehingga membutuhkan alokasi waktu khusus untuk mengantri dan menarik dana.

Kekurangan Deposito Online

Disamping keunggulan-keunggulan diatas, deposito online juga mengandung kekurangan tersendiri. Sebelum log in ke akun e-banking dan mengalihkan dana ke produk ini, ada baiknya Anda mengenali kekurangan yang bisa jadi menimbulkan masalah di kemudian hari.

1. Bank penyedia layanan deposito online masih jarang
Sejalan dengan perkembangan infrastruktur teknologi komunikasi di Indonesia yang masih berada di taraf awal, layanan e-banking pun belum begitu maju dan merata. Oleh karena itu, layanan deposito online baru disediakan oleh sejumlah bank nasional tertentu saja, antara lain: Bank Mandiri, CIMB Niaga, dan HSBC. Sedangkan bank-bank daerah dan BPR umumnya belum merambah layanan ini. Diantara bank nasional yang menawarkan produk deposito berjangka biasa pun, cukup banyak yang belum memiliki fitur deposito online.

Deposito Online - ilustrasi

2. Kesalahpahaman
Banyak istilah bidang keuangan dan perbankan yang berakar dari bahasa Inggris, dan tidak memiliki persamaan yang ringkas dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, formulir pembukaan deposito secara manual di kantor bank maupun blanko pembukaan deposito online pun ditaburi istilah-istilah yang mungkin asing bagi kebanyakan masyarakat awam. Ketika Anda membuka deposito di kantor bank, maka Anda bisa menanyakan makna dari istilah-istilah asing tersebut kepada pegawai yang melayani Anda. Namun, ketika Anda mengisi sendiri blanko pembukaan deposito online, Anda tak punya pilihan selain harus mengetahui makna istilah-istilah asing tersebut sebelumnya. Apabila Anda membuka deposito online dengan asal centang tanpa mengetahu maknanya, maka belakangan berpotensi jadi perkara.

3. Risiko Phishing, Hacking, Dan Salah Teknis
Di era internet ini, keamanan cyber merupakan suatu hal yang sangat kritis. Sehubungan dengan itu, layanan berbasis internet seperti e-banking yang juga memfasilitasi deposito online termasuk layanan rawan phising, hacking, dan permasalahan teknis.

Phishing merupakan pencurian data pribadi yang dilakukan oleh pihak tak bertanggungjawab dengan menyamar menjadi institusi bonafid. Tindak kriminal phishing umumnya secara khusus menyasar klien online banking dan online payment sejenis. Dalam beberapa kasus terkenal, kelompok kriminal mengirimkan email dengan mengatasnamakan bank bonafid, lalu mengarahkan target ke link website palsu yang mirip dengan link bank aslinya. Setelah itu, selain data pribadi Anda bisa diketahui mereka, dana yang Anda miliki pun bisa dicuri.

Terkait dengan e-banking di Indonesia, resiko pembobolan rekening oleh hacker tidak bisa diabaikan. Kemudian masalah-masalah teknis seperti halaman gagal load, input tidak masuk, dan terblokir juga kadang masih terjadi. Pihak perbankan tentu selalu berusaha menyempurnakan layanan e-banking-nya, namun insiden-insiden seperti ini patut untuk dipertimbangkan.


Deposito online menawarkan kenyamanan dan kemudahan ekstra dibanding deposito biasa. Oleh karena itu, produk perbankan ini sangat layak dipertimbangkan bagi Anda yang tanggap teknologi dan merasa akan terbantu oleh kemudahannya. Namun demikian, apabila Anda kurang memahami seluk-beluk transaksi elektronik dan produk perbankan, maka ada baiknya bagi Anda untuk tetap membuka deposito di kantor bank seperti biasa.

Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Perbedaan Deposito Syariah Dan Deposito Berjangka Biasa

0 komentar
Perbankan syariah di Indonesia semakin hari semakin banyak jumlahnya. Saat ini, kantor bank syariah berikut ATM-nya dapat dijumpai dimana-mana. Namun demikian, pengetahuan masyarakat mengenai produk-produk keuangan yang disediakan bank syariah masih sangat terbatas. Salah satu yang sering menjadi bahan pertanyaan adalah, apa bedanya antara deposito berjangka di bank syariah dengan produk serupa di bank umum yang tidak berembel-embel syariah?

Perbedaan Deposito Syariah Dan Deposito Berjangka Biasa - ilustrasi

Keuntungan Muncul Bersama Risiko

Pada dasarnya, secara definisi, deposito berjangka syariah sama saja dengan deposito berjangka di bank umum. Deposito berjangka merupakan simpanan dengan jangka waktu tertentu yang hanya bisa ditarik setelah jatuh tempo, dan penyimpannya akan mendapatkan imbalan. Sebagaimana deposito berjangka, imbal hasil deposito syariah juga bisa diakumulasikan dalam sistem rollover ARO+ maupun ditarik secara berkala, otomatis masuk rekening tabungan maupun ditarik manual. Bedanya, imbalan deposito syariah berasal dari skema bagi hasil, bukan sistem bunga.

Bagi hasil didasarkan pada teori "keuntungan muncul bersama risiko", sedangkan bunga dari bank umum diberikan tanpa pertimbangan yang sama. Jika Anda menyimpan dana dalam deposito di bank umum, maka Anda akan mendapatkan imbal hasil dalam bentuk bunga yang persentasenya tetap, tidak peduli apakah bank mengalami kenaikan laba atau malah laba-nya menurun. Bank menerapkan bunga bagi nasabah penabung secara terpisah dengan bunga yang dibebankan bagi nasabah peminjam dana. Jadi, disaat terjadi kesulitan ekonomi dan laba bank jatuh, nasabah penabung tetap bisa mendapatkan bunga deposito dalam jumlah besar dan nasabah peminjam dana tetap akan ditagih bunga kredit yang tinggi

Perbedaan Deposito Syariah Dan Deposito Berjangka Biasa - ilustrasi
Tetapi jika Anda menyimpan deposito di bank syariah, maka imbal hasil akan diatur berdasarkan akad mudharabah, dimana imbalan yang Anda terima akan dihitung berdasarkan porsi tertentu dari laba bank dalam suatu periode. Bank syariah mendapat laba dari bagi hasil debitur, lalu laba tersebut dibagi lagi oleh bank kepada nasabah penabung. Bila laba debitur naik, maka laba bank naik, dan imbal hasil deposito syariah Anda pun naik; tetapi bila laba bank turun, maka imbal hasil yang Anda terima pun berkurang. Inilah yang dimaksud dengan "keuntungan muncul bersama risiko". Dalam kondisi ekonomi bagus dan para enterpreneur yang meminjam modal dari Bank Syariah mengalami peningkatan laba, maka bagian bagi hasil Bank Syariah dari pembiayaan yang disalurkan berpotensi meningkat, dan ini akan diikuti oleh meningkatnya bagi hasil yang diterima nasabah pemilik deposito syariah mudharabah. Dalam kondisi ekonomi buruk dan laba para enterpreneur turun, maka laba Bank Syariah turun dan laba deposan juga dimungkinkan turun walaupun tidak sampai negatif.

Nisbah Bagi Hasil Deposito Syariah

Porsi bagi hasil deposito syariah dikenal dengan istilah "nisbah" dan ditentukan saat akad, yaitu ketika Anda membuka deposito syariah. Anda bisa menanyakan kepada petugas bank syariah, berapa nisbah bagi hasil deposito saat itu. Nisbah ini sering disebutkan dalam bentuk persentase, tetapi perhitungannya berbeda dengan persentase bunga deposito biasa. Misalkan di bank syariah XYZ nisbah bagi hasil deposito berjangka waktu 3 bulan adalah 60%, maka itu bukan berarti nasabah akan mendapat return sebesar 60% dari depositonya. Nisbah bagi hasil 60% disini artinya, jika laba bank diumpamakan 100%, maka 60% dari laba itu menjadi hak nasabah, sedangkan 40%-nya menjadi hak bank sebagai pengelola dana.

Perhitungan untuk bagi hasil deposito mudharabah di bank syariah sebenarnya cukup kompleks karena pendapatan dan laba bank sendiri berubah-ubah, dan nasabah deposan maupun debitur jumlahnya sangat banyak. Oleh karena itu, sering digunakan perhitungan berdasar indeks nilai keuntungan bank seperti HI-1000. HI-1000 mengacu pada nilai keuntungan bank per 1000 rupiah dana terhimpun yang diinvestasikan. Umpamanya, HI-1000 di bank syariah XYZ bulan Desember 2014 adalah sebesar 10, maka itu berarti per 1000 rupiah investasi, Bank Syariah mendapat untung 10 rupiah. HI-1000 tersebut kemudian digunakan untuk menghitung bagi hasil yang akan dibagikan pada nasabah pemegang deposito.

Contoh:
Fulanah menyimpan dana sebesar 20 juta Rupiah dalam deposito syariah bertenor 1 bulan di bank XYZ pada awal bulan Desember dengan perjanjian nisbah 60%:40%. Maka perhitungan bagi hasilnya:
= (Besar Deposito Pokok:1000) x HI-1000 x nisbah
= (20,000,000:1000) x 10 x 60% = 120,000
Setelah dikurangi pajak deposito 20%, maka nominal bagi hasil yang akan diterima Fulanah bulan Desember itu adalah 96,000 Rupiah.

Indeks nilai keuntungan bank syariah tersebut bisa berubah-ubah setiap bulannya tergantung pada kondisi ekonomi dan kinerja investasi yang dibina bank syariah terkait. Oleh karena itu, Bank Syariah tidak bisa menjamin berapa besar nominal bagi hasil yang akan diterima nasabah dari deposito syariah nya di masa depan, walaupun nisbah bagi hasilnya tetap. Ini berbeda dengan perhitungan bunga deposito bank umum biasa dimana nasabah bisa mengkalkulasikan besaran bunga yang didapatnya bahkan sebelum membuka deposito.

Usaha Dijamin Halal

Perbedaan lain antara deposito syariah dan deposito berjangka biasa adalah penyalurannya akan dikhususkan bagi usaha-usaha yang secara syariat Islam dinilai halal. Bank umum biasa mungkin akan memberikan pinjaman kredit bagi perusahaan minuman keras, misalnya. Tetapi bank syariah dilarang untuk menyalurkan pembiayaan kepada perusahaan yang usahanya melanggar peraturan syariat terkait Haram, Gharar (Penipuan), Maysir (Perjudian), dan Riba. Oleh karena itu, apabila seseorang menyimpan dananya dalam deposito syariah, maka ada jaminan bahwa dananya hanya akan diinvestasikan pada usaha-usaha halal. Inilah salah satu alasan mengapa deposito syariah menjadi favorit baru di Indonesia.

Konsep "keuntungan muncul bersama risiko", bagi hasil, dan kehalalan investasi adalah tiga faktor utama yang menjadi perbedaan antara deposito syariah dan  deposito berjangka biasa. Selain ketiga faktor itu, masih ada sejumlah perbedaan-perbedaan lain, namun secara praktis, itulah yang paling utama untuk diketahui. Dengan kata lain, apabila Anda berminat untuk menyimpan dana di deposito berjangka biasa, kalkulasi imbalan bisa langsung dihitung dari besar bunga yang telah diketahui. Tetapi bila Anda berminat untuk menyimpan dana di deposito syariah, maka proyeksi imbalan bergantung pada porsi nisbah, dan jika ada, pantauan catatan historis besar nominal bagi hasil per-1000 rupiah di bulan-bulan sebelumnya.

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Keajaiban Bunga Deposito

0 komentar
Bisakah kita jadi kaya hanya dengan menabung? Semboyan "hemat pangkal kaya" yang banyak didengungkan di zaman Orde Baru dulu kini seakan terlupakan. Angka inflasi yang tinggi di Indonesia pun membuat masyarakat, khususnya yang berpendapatan pas-pasan, semakin enggan untuk menabung dan memilih untuk membelanjakan saja semua pendapatannya. Padahal, menabung dan mengakumulasikan bunga deposito merupakan cara termudah untuk menghimpun kekayaan untuk dinikmati di kemudian hari, walaupun memang membutuhkan waktu, kerja keras, dan kesabaran.

Bunga Deposito - ilustrasi

Semakin Muda Memulai, Semakin Besar Hasilnya

Prinsip bunga berbunga dalam deposito berarti kita menabungkan kembali bunga yang diperoleh, sehingga kelak bunga itu akan berbunga kembali. Prinsip ini biasa berlaku dalam deposito jenis ARO Plus dimana Anda membiarkan deposito pokok dan bunganya terus bergulir dari waktu ke waktu. Umpama Anda menyimpan 10 juta pada deposito tiga bulan dengan ARO+, maka jika setelah tiga bulan pertama tidak ditarik, maka pokok 10 juta dan bunga dari tiga bulan pertama akan secara otomatis menjadi pokok dari perpanjangan deposito ke tiga bulan berikutnya. Dengan cara ini, asal Anda mampu menahan diri untuk tidak mengusik deposito dan bunganya, maka kumulasi keduanya bisa menjadi simpanan masa depan yang manis.

Sudah banyak cerita di sekitar kita tentang orang-orang yang pekerjaannya hanya berjualan kecil-kecilan di pasar, tetapi mampu naik haji dan membeli rumah besar, hanya dengan mengumpulkan sebagian kecil dari pendapatan hariannya. Seperti itulah gambaran "hemat pangkal kaya"; dengan disiplin menabung maka jerih payah hari ini tidak hanya habis dimakan sekarang. Apabila tabungan itu depositokan dengan membiarkan bunganya berkembang disitu, maka hasilnya pun bisa berlipat ganda. Ini karena dengan sifatnya kumulatif, atau semakin besar seiring perjalanan waktu, maka semakin lama akan semakin besar pertambahannya. Dengan demikian juga, maka makin muda Anda mulai mengakumulasikan bunga deposito ini, makin besarlah perolehan Anda kelak.

Misalkan Anda telah rajin berhemat dan sudah mulai menabung 50,000 Rupiah setiap minggu sejak umur 20 tahun, lalu menyimpannya dalam deposito. Dalam satu tahun ada 52 minggu. Dengan begitu, dalam satu tahun saja tabungan Anda sudah mencapai 2,600,000. Kemudian saat berulang tahun yang ke 25, Anda menyimpan tabungan Anda sejak 5 tahun terakhir kedalam deposito. Jumlahnya saat itu (2,600,000 x 5), atau sebesar 13,000,000. Katakanlah bunga deposito sesuai dengan standar penjaminan LPS sebesar 7.75% per tahun, maka perolehan bunga setelah pajak tiap tahun adalah 806,000 rupiah.

Jumlah itu nampaknya kecil sekali. Tetapi, coba bayangkan bila 806,000 itu Anda biarkan terakumulasi dalam deposito pokok, dan setelah itu pun Anda masih terus menabung 50,000 rupiah/minggu untuk kemudian digabungkan dalam deposito utama tadi. Saat berumur 40 tahun, Anda sudah bisa memiliki rumah sendiri. Besarnya bisa jauh lebih besar lagi bila Anda telah bekerja dan setelah mendapatkan kenaikan gaji, Anda meningkatkan tabungan per minggu menjadi 100,000, atau lebih dari itu.

Bunga Deposito - ilustrasi
 

Sedikit Demi Sedikit Lama-lama Menjadi Bukit

Dalam hal ini, nafsu kita sendiri adalah musuh utama yang harus ditaklukkan. Setelah dana yang susah payah dihimpun itu terkumpul, Anda akan tergoda untuk menariknya ditengah jalan untuk hal-hal yang kadangkala tidak penting. Padahal, apalah artinya Anda susah payah menabung selama setahun, kalau itu hanya akan habis dalam sehari? Untuk mencegah nafsu menghancurkan rencana masa depan Anda, susunlah strategi yang setidaknya meliputi tiga hal berikut ini:

1. Target yang realistis
Perlu diingat bahwa deposito bukan cara tercepat untuk menjadi kaya. Ini artinya, bila Anda memasang target yang terlalu ambisius maka Anda akan kecewa. Perhitungkan secara konvensional saja, dan terapkan target yang realistis sesuai dengan kemampuan menabung Anda sendiri. Jika Anda hanya menabung 50ribu rupiah tiap minggu, tentunya Anda tak bisa berharap akan jadi milyuner dalam satu dekade.

2. Disiplin
Besar-kecilnya uang yang rutin Anda tabungkan memang penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah Anda bisa disiplin. Jika Anda sudah menetapkan akan menabung 100 ribu rupiah tiap minggu, maka tak peduli awal bulan atau akhir bulan, bagaimanapun keadaan kantong, Anda harus tetap menyisihkan 100 ribu rupiah itu untuk didepositokan. Jika Anda meragukan kemampuan diri untuk bersikap disiplin, maka ada baiknya mendaftar deposito otomatis seperti BNI Simponi, dimana rekening Anda akan di-autodebet setiap bulannya untuk dimasukkan ke dana deposito yang baru akan bisa Anda ambil setelah memasuki masa pensiun.

3. Tujuan yang jelas
Tetapkan satu tujuan yang jelas: apakah Anda ingin menabung untuk masa tua? ataukah Anda ingin menabung untuk membeli rumah kedua? ataukah Anda ingin menabung untuk menyekolahkan anak hingga S2? Tentukan satu tujuan yang penting bagi Anda, dan mantapkan hati untuk tidak menggunakan dana yang terkumpul dari deposito dan bunga deposito untuk apapun selain tujuan itu. Adanya tujuan penting ini juga akan memotivasi Anda untuk terus disiplin menyisihkan sebagian pendapatan Anda.

Bisa Dilakukan Siapa Saja

Kebiasaan hidup hemat dan rajin menabung, bila digabungkan dengan bunga deposito maka akan memungkinkan siapa saja untuk melipatgandakan harta. Keunggulan deposito adalah kemampuannya untuk meningkatkan dana sedikit demi sedikit tanpa perlu repot, dengan risiko yang sangat rendah. Sedangkan bila membuka wirausaha, berinvestasi di pasar saham atau trading forex, maka disamping Anda harus pusing berpikir setiap hari, profit yang meningkat pun akan terus terancam oleh resiko rugi yang salah-salah makin lama makin besar.

Ini bukan berarti deposito lebih baik dari alternatif lainnya; hanya saja deposito jelas merupakan salah satu alternatif paling mudah dan berisiko rendah. Bahkan para miliuner yang sukses pun pasti tetap menanamkan sebagian uangnya dalam deposito karena dengan demikian maka dananya tersimpan di tempat yang aman sekaligus bisa terus berkembang walau tidak diapa-apakan. Inilah keunggulan lain dari deposito. Baik anak SD, mahasiswa, orang bekerja, maupun pengusaha kaya, semua orang bisa memanfaatkannya dengan mudah.

Menanamkan dana di deposito bukan merupakan cara tercepat untuk menjadi kaya. Mengakumulasikan bunga deposito membutuhkan waktu yang lama, juga kesabaran dan kemantapan hati untuk terus menambahkan pokok deposito apapun yang terjadi. Apabila Anda ingin kaya dengan cepat, maka sebaiknya Anda berinvestasi di pasar modal atau belajar trading forex saja. Tetapi ketahuilah bahwa peningkatan potensi untung akan selalu diikuti oleh peningkatan potensi rugi; sehingga dalam hal ini, mengakumulasikan bunga deposito merupakan cara teraman karena adanya jaminan nama bank dan penjaminan dana deposito dari LPS sesuai undang-undang.

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Mengenal Deposito Valas Di Indonesia

0 komentar
Bank-bank di Indonesia umumnya menerima deposito valas dalam mata uang-mata uang tertentu, seperti USD, GBP, HKD, SGD, JPY, EUR, dll. Deposito Valas, atau deposito dalam bentuk mata uang asing, pada dasarnya sama saja dengan deposito biasa dalam Rupiah. Akan tetapi, perbedaan mata uang memiliki implikasi yang mengakibatkan adanya perbedaan-perbedaan lain. Suku bunga untuk deposito valas, misalnya, biasanya lebih rendah dibanding deposito Rupiah.

deposito valas - ilustrasi

Keunggulan Deposito Valas

Jika bunganya lebih rendah, lalu kenapa orang mau membuka deposito valas? Itu karena deposito valas pun memiliki sejumlah keunggulan dibanding deposito Rupiah. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Melindungi nilai kekayaan Anda dari fluktuasi nilai tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah sangat labil dan mudah melemah. Oleh karena itu, orang-orang berkebutuhan khusus dan sering menukar valas ke Rupiah atau sebaliknya, akan menjadi korban dari fluktuasi ini. Oleh karena itu, apabila Anda  atau keluarga Anda ada yang belajar atau bekerja di luar negeri, ada baiknya Anda memiliki deposito valas sebagai persiapan jika perlu mengirim uang ke luar negeri, sementara Rupiah sedang lemah.

Ini juga berlaku apabila Anda berencana menyekolahkan anak Anda di luar negeri. Saat nilai tukar Rupiah sedang kuat, belilah Dollar, lalu simpan di bank dalam bentuk deposito valas. Kelak, ketika tiba saatnya anak Anda bersekolah, Anda tinggal menarik pokok plus bunganya.

2. Penyimpan Kekayaan Sementara
Apabila Anda bekerja di luar negeri dan memperoleh gaji dalam bentuk valas, maka akan lebih mudah dan hemat untuk menyimpan pendapatan tersebut langsung dalam bentuk valas di deposito, daripada menukarnya dengan Rupiah lalu baru menabungkannya. Menyimpan dalam deposito juga akan memberi Anda tambahan pendapatan dalam bentuk bunga yang jumlahnya bisa jadi cukup besar.

deposito valas - ilustrasi

Kekurangan Deposito Valas

Walaupun memiliki keunggulan, deposito valas juga mengandung sejumlah kekurangan. Apabila Anda akan membuka deposito valas, perhatikan juga kedua hal ini.

1. Level Penjaminan LPS Lebih Rendah
Penjaminan LPS adalah perlindungan bagi Anda jika terjadi sesuatu terhadap bank Anda. Penjaminan ini memiliki batas besaran deposito dan tingkat bunga maksimum. Bagi deposito valas, besaran deposito yang dilindungi LPS sama dengan deposito Rupiah, yakni setara dengan 2 milyar Rupiah. Jika dibandingkan dengan kurs Rupiah terhadap Dolar saat ini, maka perlindungan hanya berlaku bagi maksimal 171,189 USD dana Anda dalam satu bank. Sedangkan tingkat bunga deposito valas yang dijamin LPS juga hanya 1.5%; berarti jika bunga deposito valas melebihi ini, maka deposito tersebut tidak dijamin LPS. Ini adalah salah satu sebab kenapa bunga dari deposito valas juga sangat rendah.

2. Pencairan Dikenakan Kurs Jual/Beli
Di sejumlah bank, penyetoran dan pencairan yang tidak dilakukan dalam bentuk valas itu sendiri bisa dikenakan kurs jual/beli, karena pada dasarnya Anda melakukan penukaran dari satu mata uang ke mata uang lain. Namun, apabila Anda melakukan penyetoran dan pencairan dalam mata uang yang sama, maka kebanyakan bank tidak menerapkan aturan tersebut. Agar lebih jelas, ada baiknya Anda menanyakan dulu ke bank yang bersangkutan sebelum membuka deposito valas.

Selain perbedaan-perbedaan tersebut, deposito valas sebenarnya sama saja dengan deposito Rupiah. Bunga deposito valas dikenakan pajak dalam perhitungan yang sama dengan deposito Rupiah. Demikian pula cara perhitungan dan pengelolaannya juga sama. Deposito valas dapat digunakan sebagai jaminan kredit bank sebagaimana deposito Rupiah. Bahkan cara pembukaan deposito valas juga sama dengan deposito Rupiah. Anda cukup datang ke Bank yang Anda kehendaki dengan membawa dana yang akan dimasukkan ke dalam deposito (atau rekening tempat dana tersebut berada) serta fotokopi KTP dan NPWP.

Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Tips Menyiapkan Pensiun Sejak Dini Dengan Deposito

0 komentar
Manusia bekerja di usia produktif-nya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga untuk menyiapkan masa tua. Akan tetapi, tak banyak yang mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyiapkan pensiun sejak dini.

Dana Pensiun - ilustrasi

Lebih Banyak Yang Deposito Daripada Investasi

Survei HSBC yang dipublikasikan bulan April 2014 lalu menyebutkan bahwa 84% masyarakat Indonesia menyiapkan dana pensiun dalam produk tabungan atau deposito. Sisanya menjual atau menyewakan properti, investasi reksadana, obligasi, atau unit link, serta ada pula yang hanya mengandalkan Jamsostek dan harta warisan. Situasi ini sangat tidak ideal, mengingat dana yang disimpan dalam tabungan atau deposito seringkali tak mampu berkembang akibat digerogoti inflasi.

Tentu saja Anda akan mendapatkan bunga deposito yang tidak sedikit, tetapi inflasi di negeri ini juga tidak kecil. Bunga yang Anda peroleh pun paling-paling hanya mampu menjaga nilai riil deposito Anda, tetapi tak mampu meningkatkan daya belinya.

Bayangkan saja apabila Anda bekerja dengan gaji 3,500,000 sebulan, lalu menyisihkan 250,000 per bulan dalam dana pensiun. Setelah bekerja 30 tahun dari usia 25 tahun sampai 55 tahun, Anda hanya akan berhasil mendapatkan 90 juta Rupiah saja. Asumsikan kebutuhan bulanan Anda setelah pensiun adalah 2 juta rupiah per bulan, maka dana 90 juta tersebut hanya akan bertahan (90,000,000 / 2,000,000) = 45 bulan saja. Akhirnya, Anda bekerja keras 30 tahun, tetapi dana pensiun habis dalam waktu kurang dari 4 tahun. Itu ironis.

Apalagi, saat ini masih banyak karyawan muda yang belum memikirkan rencana pensiunnya. Mereka mengira, pensiun bisa dipikir kelak kalau gaji sudah tinggi, atau kalau usia sudah kepala tiga. Padahal dana pensiun harus sudah dipikirkan sejak dini. Kecelakaan bisa terjadi, penyakit bisa muncul kapan saja. Masa depan itu tidak pasti, maka kita harus merencanakan mulai dari hari ini.

Namun masalahnya, banyak orang tidak memahami konsep investasi untuk masa depan. Contohnya, dana pensiun dibelikan apartemen dengan anggapan bahwa kelak bisa pensiun dengan menikmati perolehan hasil sewa atau penjualan aset tersebut. Namun ternyata posisi apartemen tersebut tidak strategis dan tidak laku untuk dijual maupun disewakan. Atau contoh lain, dana pensiun diinvestasikan di perusahaan yang menjanjikan return besar, tetapi ternyata perusahaan itu cuma investasi bodong.

Ketidakpahaman akan investasi membuat banyak orang terjerumus memilih investasi yang salah, hingga masa tua yang santai dan bebas kerisauan hanya jadi ilusi. Oleh karena itu, pada dasarnya kami berpendapat bahwa apabila Anda kurang memahami investasi, maka lebih baik merencanakan dana pensiun dengan deposito daripada investasi lain yang risikonya lebih tinggi. Tetapi deposito untuk dana pensiun tersebut harus dirancang sedemikian rupa hingga mampu menawarkan masa pensiun yang cukup lama dan nyaman dijalani.

Tips Menyiapkan Pensiun Dengan Deposito

Disini kami telah menyusun sejumlah tips agar rencana pensiun sejak dini dengan deposito dapat dilaksanakan secara lebih baik.

1. Jangan hanya mengandalkan pensiun yang dijamin perusahaan.
Sistem pensiun yang dirancang perusahaan biasanya memberikan alokasi dana yang jumlahnya lebih kecil daripada gaji Anda saat ini. Padahal, seiring bertambahnya usia, kebutuhan kita pun akan bertambah, baik karena masalah kesehatan, anak yang minta dibiayai S2, bertambahnya tanggungan keluarga, atau faktor lainnya.

Jamsostek


2. Mendaftarlah ke program pensiun di bank yang akan langsung meng-autodebet rekening kita setiap bulan.
Kebanyakan orang menyusun pengeluaran persis sejumlah pemasukan bulanannya. Apabila ada sisa di akhir bulan, barulah sisa itu dimasukkan tabungan. Ini adalah sikap yang tidak bijak. Bagaimana mungkin Anda bisa menyiapkan masa tua dengan cara demikian?

Para penasehat keuangan biasanya menyarankan agar orang menabung di awal bulan sebelum membuat pengeluaran yang lain. Namun realitanya, kita masih saja sering tergoda untuk menggunakan uang yang sudah disisihkan tersebut untuk membeli barang diskon atau sejenisnya. Oleh karena itu, pilihan yang tepat adalah autodebet rekening langsung ke deposito dana pensiun.

Dengan sistem autodebet, sejumlah dana yang telah ditentukan akan langsung dipindah dari rekening koran ke rekening deposito dana pensiun secara otomatis. Sehingga dana pensiun Anda akan terjaga hingga tiba saatnya Anda akan menjalani masa pensiun.

Saat ini sudah banyak bank yang menawarkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dengan beragam manfaat. Iuran bulanannya pun bisa Anda atur sendiri, mulai dari Rp 50,000 per bulan hingga tak terbatas.

3. Gaji meningkat, berarti tabungan juga harus meningkat.
Kenaikan gaji harus dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah tabungan untuk dana pensiun. Apabila dulu saat bergaji 2,500,000 Anda menabung 250,000, maka ketika gaji Anda menjadi 3,500,000, selayaknya tabungan dana pensiun Anda lebih dari 250,000. Jangan hanya memikirkan kenyamanan sekarang, tetapi juga masa depan.

4. Pisahkan dana pensiun dengan dana cadangan untuk kebutuhan darurat.
Banyak juga orang yang hanya membagi pemasukannya menjadi dua: dana kebutuhan sehari-hari dan dana tabungan. Ini keliru. Dana tabungan yang hanya satu itu bisa lenyap ketika Anda membutuhkan dana darurat, dan menyisakan 0 ketika Anda pensiun. Oleh karena itu, pisahkanlah alokasi pemasukan Anda menjadi minimal 3 pos: dana kebutuhan sehari-hari, dana cadangan untuk kebutuhan darurat, dan dana pensiun.

5. Jangan gunakan dana pensiun untuk investasi.
Dalam contoh-contoh kegagalan investasi yang telah kami sebutkan diatas, dana hangus karena investasinya merugi. Sebenarnya, ini bisa dihindari. Caranya mudah, yaitu dengan tidak menggunakan dana pensiun untuk investasi. Apabila Anda berminat untuk membeli saham atau properti, jangan gunakan dana pensiun. Susunlah satu pos alokasi pemasukan baru yang dilabeli "Dana Untuk Investasi".

Ini memang tidak mudah, terutama apabila Anda bergaji dibawah lima juta Rupiah per bulan, namun bukannya tidak mungkin. Alternatifnya, Anda bisa berinvestasi dengan menggunakan pemasukan tak terduga seperti bonus, Tunjangan Hari Raya (THR), hadiah undian, atau warisan. Bonus 1,000,000 rupiah, misalnya, sudah bisa Anda gunakan untuk mendaftar ke broker saham dan membeli saham-saham yang berharga murah sebagai investasi masa depan. Dengan demikian, meski investasi tersebut merugi, namun hari tua Anda masih terjamin dan kebutuhan sehari-hari masih dapat terpenuhi.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Awas Jebakan Bunga Deposito Tinggi

0 komentar
Deposito berjangka banyak dianggap sebagai bentuk investasi paling aman dan mudah dipahami masyarakat awam. Daripada menyimpan uang di rekening tabungan yang berbunga rendah dan akan digerogoti oleh biaya administrasi, banyak orang kini berpindah ke deposito berjangka. Orang berlomba-lomba mencari deposito berjangka dengan bunga setinggi-tingginya.

Masalahnya, dengan makin maraknya deposito berjangka, maka deposito menjadi umpan menarik bagi para penjahat kriminal yang ingin memangsa uang hasil jerih-payah orang lain. Kasus-kasus deposito bodong semakin meningkat dari tahun ke tahun, demikian pula penipuan deposito dengan memalsukan sertifikat deposito berjangka dari bank-bank nasional.
Jebakan Bunga Deposito Tinggi - ilustrasi
Untuk menghindari jebakan-jebakan bunga deposito tinggi maupun penipuan deposito bodong semacam itu, Anda perlu mengetahui tiga hal berikut yang terkait dengan deposito berjangka dan bunga deposito.

1. Bunga Deposito Tinggi Yang Tidak Dijamin LPS

Setelah krisis tahun 97/98 dimana banyak bank kolaps, Pemerintah mengadakan program penjaminan simpanan bank yang dikelola oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jika Anda menyimpan uang di bank-bank yang terdaftar di LPS, maka apabila bank-nya mengalami masalah, Anda akan mendapatkan ganti sesuai besar simpanan Anda.

Namun demikian, ada batas-batas yang telah ditetapkan LPS, yang berarti bahwa hanya simpanan yang sesuai dengan batas-batas tersebut yang akan diganti. Persyaratan tersebut mencakup besar bunga simpanan maksimum dan besar simpanan maksimum.

Untuk periode 15 Mei 2014-14 September 2014, tingkat bunga yang dijamin LPS adalah 7,75% untuk simpanan Rupiah di Bank Umum, 1,5% untuk simpanan valas di Bank Umum, serta 10,25% untuk simpanan Rupiah di BPR. Sedangkan maksimum besar simpanan per individu yang dijamin adalah Rp 2 miliar. Artinya, jika Anda menyimpan lebih dari Rp 2 miliar di satu bank, maka simpanan Anda tidak dijamin LPS. Juga, apabila Anda menyimpan deposito berjangka dengan bunga 12% misalnya, maka deposito berjangka tersebut juga tidak dijamin LPS, walaupun bank tempat Anda menyimpan uang tersebut termasuk anggota LPS. Peraturan-peraturan tersebut dapat dilihat langsung di website LPS.
Tanda Bank Yang Dijamin LPS

2. Tak Ada Keuntungan Tanpa Risiko

Banyak penawaran deposito berbunga tinggi menjanjikan return yang luar biasa besar tanpa risiko atau dengan risiko yang sangat kecil. Yang perlu Anda pahami disini adalah, tak ada return besar tanpa risiko yang besar. Pertumbuhan investasi dengan risiko rendah semacam deposito tidak mungkin jauh melebihi standar suku bunga acuan.

Sebagai perbandingan, suku bunga acuan Bank Indonesia saat ini adalah 7,5%. Batas bunga yang dijamin LPS hanya 7,75%. Imbal hasil investasi obligasi juga hanya sekitar tujuh koma sekian persen. Dengan patokan tersebut, maka bisa dikatakan kalau Investasi yang memungkinkan return lebih tinggi atau diatas 8% adalah investasi dengan level risiko yang juga lebih tinggi, seperti saham dan forex. Jika ada yang berani menawarkan deposito berjangka dengan bunga deposito tinggi hingga belasan atau bahkan puluhan persen, maka Anda perlu hati-hati, siapa tahu itu termasuk deposito bodong, atau malah skema investasi berbahaya seperti Ponzi atau High-yield Investment Program (HYIP).

Bank resmi nasional maupun daerah bisa saja memberikan bunga deposito tinggi kepada Anda, bila dana Anda berjumlah besar. Deposito semacam itu legal secara hukum, dan tentu saja sangat menguntungkan. Namun, perlu Anda pertimbangkan juga resiko deposito yang meningkat karena deposito berjangka Anda tersebut tidak akan masuk ke program penjaminan LPS.

3. Pembukaan Dan Pencairan Deposito Hanya Di Kantor Bank

Sudah ada kasus pemalsuan sertifikat deposito berjangka dengan menggunakan slip yang dikeluarkan oleh salah satu bank nasional populer. Para pelakunya menawarkan deposito tersebut dengan iming-iming bunga lebih tinggi daripada yang sudah tercantum di bank. Selain itu, dengan berbagai alasan, pelaku mengajak korban melaksanakan transaksi pembukaan dan pencairan deposito bukan di kantor bank.

Perlu dicatat bahwa pembukaan dan pencairan deposito berjangka umumnya hanya bisa dilakukan di kantor bank. Apabila ada orang yang datang kepada Anda menawarkan deposito dengan mengatasnamakan bank tertentu, maka ada baiknya Anda melakukan pengecekan langsung ke cabang bank terdekat untuk memastikan bahwa orang tersebut benar orang bank, dan deposito yang ditawarkannya benar deposito bank tersebut. Begitupun, walau semuanya benar, masih tetap disarankan agar Anda membuka deposito langsung di kantor bank tersebut saja.

Pembukaan dan pencairan deposito berjangka relatif mudah prosedurnya, namun orang bisa dengan mudah terjerumus kedalam penipuan jika kurang berhati-hati dan tergiur dengan bunga deposito tinggi yang ditawarkan. 'High risk, high return', adalah semboyan investor yang perlu diingat-ingat agar Anda tidak mudah terjebak oleh iming-iming bunga deposito tinggi. Apabila Anda terlanjur terjerumus dalam salah satu jebakan yang diuraikan disini, maka upayakan untuk menarik deposito Anda secepatnya, atau hubungi pihak kepolisian terdekat.


Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Menggunakan Deposito Sebagai Jaminan Kredit Bank

0 komentar
Menggunakan deposito sebagai agunan, atau jaminan kredit bank (Cash Collateral), masih jarang dilakukan. Umumnya, orang menggunakan aset berwujud sebagai barang jaminan, dan belum mengetahui bahwa deposito dan tabungan bisa dipakai sebagai jaminan kredit juga di Bank. Memang tidak semua bank menerima jaminan dalam bentuk deposito, tetapi sejumlah bank besar seperti Bank Mandiri, BNI, dan lain-lain, mengizinkan deposito yang tersimpan di bank mereka untuk digunakan sebagai jaminan kredit bila Anda mengambil kredit di bank mereka. Namun, sebagaimana halnya jaminan berbentuk aset riil, kredit dengan jaminan deposito memiliki kelebihan dan kelemahan.
deposito sebagai jaminan kredit bank
Kelebihan Kredit Dengan Jaminan Deposito
Kelebihan yang paling utama adalah, Anda bisa menjaga kepemilikan aset Anda. Jika Anda tidak memiliki harta berharga kecuali peninggalan keluarga, Anda pun tidak perlu mempertaruhkan warisan tersebut. Katakanlah satu-satunya aset yang Anda punya adalah rumah yang sudah turun-temurun ditinggali beberapa generasi, daripada menggunakannya sebagai jaminan, apabila Anda memiliki deposito atau tabungan dalam jumlah cukup besar, maka Anda bisa menggunakannya sebagai jaminan.

Alternatif ini merupakan solusi ketika Anda memiliki kebutuhan mendadak, sedangkan Anda terlanjur menyimpan dana Anda dalam deposito ARO jangka 6 atau 12 bulan. Daripada menarik sebelum jatuh tempo dan terkena denda, Anda memiliki opsi untuk mengambil kredit saja dan menggunakan deposito tersebut sebagai jaminan. Anda bisa meminjam hingga sebesar 70-90 persen dari deposito, tergantung kebijakan bank.

Apalagi, karena aset yang dijadikan jaminan (deposito) berada di bank yang sama dengan tempat Anda mengambil kredit, maka pemrosesan permohonan kredit juga jadi relatif lebih cepat. Situasinya berbeda dengan pemrosesan jaminan aset seperti tanah atau rumah yang perlu appraisal terlebih dahulu. Ini akan sangat membantu jika kebutuhan Anda sudah mendesak.

Kelebihan terakhir, dengan menggunakan deposito sebagai jaminan kredit, Anda akan terkena bunga yang lebih kecil daripada bunga kredit umum. Bunga yang harus dibayar ke Bank dihitung dari bunga kredit biasa dikurangi bunga deposito. Bagi pihak bank, resiko pinjaman berjaminan deposito jelas jauh lebih rendah daripada jaminan bentuk lain, maka Anda pun hanya perlu membayar bunga rendah. Bahkan kabarnya ada yang menetapkan bunga kredit hanya 2-3% diatas bunga deposito, yang berarti Anda hanya perlu membayar bunga 2-3% itu saja.
 
Kelemahan Menggunakan Deposito Sebagai Jaminan Kredit
Kelemahan pertama, bunga deposito umumnya jauh lebih rendah daripada bunga kredit. Sehingga, ada kalanya menarik deposito dan terkena denda jadi lebih baik secara ekonomis daripada menarik kredit dengan jaminan deposito. Perhitungkan baik-baik dari segi jumlah dana yang Anda butuhkan dan perkiraan berapa lama Anda akan bisa menyelesaikan angsuran kredit. Jika dana yang dibutuhkan relatif kecil dan krisis keuangan Anda hanya akan berlangsung sebentar, maka ada baiknya mengambil kredit dengan jaminan deposito saja daripada terkena denda atau menanggung bunga tinggi KTA.

Kelemahan kedua, deposito yang dijadikan jaminan tak bisa ditarik selama masa kredit. Berbeda dengan ketika Anda menggunakan mobil sebagai jaminan kredit, Anda masih bisa menggunakan mobil tersebut, atau ketika Anda menjaminkan rumah dan tanah, dimana Anda bisa terus tinggal dan memanfaatkan rumah. Selain itu, deposito yang dijadikan jaminan praktis kehilangan manfaat bunga-nya, karena bunga kredit yang lebih besar daripada bunga deposito tadi.

Terlepas dari kelemahan-kelemahan tersebut, adanya fasilitas ini merupakan keunggulan sistem perbankan masa kini yang bisa Anda manfaatkan. Deposito dapat dijadikan jaminan untuk kredit konsumsi maupun kredit usaha, baik pinjaman biasa ataupun pinjaman rekening koran. Menjaminkan deposito bisa jadi keputusan bagus maupun keputusan yang kurang tepat, tergantung situasi Anda.

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Perhitungan dan Pengelolaan Bunga Deposito

0 komentar
Menghitung bunga deposito jauh lebih mudah daripada menghitung bunga kredit. Anda cukup mencatat tenor deposito Anda dan besaran bunga deposito dari bank saat Anda memasukkan deposito. Berikut ini akan kami paparkan lebih lanjut mengenai cara menghitung bunga deposito dan pengelolaannya.
jatuh tempo depositoPerhitungan Bunga Deposito
Bank umumnya menetapkan besaran bunga yang berbeda-beda tergantung tenornya. Ada deposito bertenor (jangka waktu) 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Tenor 1 bulan artinya deposito tersebut tak bisa diambil sebelum jatuh tempo, yaitu 1 bulan. Begitu pula deposito 3 bulan maka jatuh temponya adalah 3 bulan, dan seterusnya. Besaran bunga untuk setiap jenis deposito dapat Anda ketahui dari halaman data kami, di kantor Bank Anda, maupun dengan bertanya kepada petugas Bank. Besaran bunga tersebut merupakan p.a. (per annum), atau bunga pertahun. Oleh karena itu, perhitungannya tidak bisa asal dikalikan dengan jumlah uang yang Anda depositokan.
cara menghitung bunga deposito
Selain itu, sekalipun deposito bebas pajak, tetapi bunga deposito untuk deposito dengan besaran diatas Rp 7.500.000 akan terkena pajak 20%. Oleh karena itu, pendapatan bunga Anda harus memperhitungkan pajak juga. Rumus perhitungan bunga deposito setidaknya ada dua cara:

1. Perhitungan bunga deposito pertenor sebelum pajak
Total bunga = besaran deposito x bunga pertahun x (tenor/12) x 100%

contohnya, bila Anda menyimpan 7 juta rupiah dalam deposito 3 bulan dengan bunga 6%, maka total bunga yang akan Anda peroleh setelah tiga bulan adalah:
7.000.000 x 6% x (3/12) x 100% = 105.000
Karena jumlah deposito Anda dibawah batas 7.500.000, maka Anda tidak perlu memperhitungkan pajak 20%.

2. Perhitungan bunga deposito perbulan setelah pajak
Total bunga = besaran deposito x bunga pertahun x (30/365) x 80%

contohnya, bila Anda menyimpan 10 juta rupiah dalam deposito 3 bulan dengan bunga 6%, maka total bunga yang akan Anda peroleh setelah tiga bulan adalah:
10.000.000 x 6% x (30/365) x 80% = 39.452
Jumlah tersebut sudah dikurangi pajak, jadi untuk mengetahui total bunga setelah tiga bulan, Anda tinggal mengalikan tiga, menjadi = 39.452 x 3 = 118.356

Perhitungannya cukup mudah bukan? Atau, bila Anda tidak ingin repot-repot menghitung sendiri, Anda bisa memanfaatkan kalkulator bunga deposito kami. Kalkulator tersebut dapat digunakan untuk menghitung besaran bunga untuk deposito dengan jumlah lebih dari Rp 7.500.000, sekaligus dikurangi pajak.

Pengelolaan Bunga Deposito
Jika kita menyimpan dana di deposito 3 bulan, maka dana hanya bisa ditarik setelah tiga bulan. Apakah bunganya juga hanya bisa didapat setelah tiga bulan? Belum tentu. Tergantung bank tempat Anda mendepositokan uang Anda, Anda bisa memilih untuk mengambil bunga per bulan atau mengakumulasikannya hingga jatuh tempo. Berikut beberapa opsi pengelolaan bunga deposito yang mungkin tersedia dan bisa Anda pilih:
1. Non-Automatic Rollover (Non-ARO)
Deposito Non-ARO berarti deposito berakhir saat jatuh tempo sesuai perjanjian awal, sedangkan bunganya bisa ditarik perbulan dan ditransfer otomatis ke rekening yang telah ditentukan, ataupun diambil bersamaan dengan penarikan deposito saat jatuh tempo.
2. Automatic Rollover (ARO)
Deposito ARO merujuk pada perpanjangan deposito secara otomatis. Misalkan Anda menyimpan 10 juta pada deposito tiga bulan dengan ARO, maka jika setelah tiga bulan pertama tidak ditarik, kemudian akan secara otomatis diperpanjang ke tiga bulan berikutnya. Bunga-nya bisa Anda atur untuk masuk ke rekening tabungan secara otomatis setiap bulan ataupun setiap akhir jatuh tempo.
3. Automatic Rollover Plus (ARO+)
Deposito ARO+ adalah pengembangan ARO dimana yang diperpanjang adalah deposito + bunga. Umpama Anda menyimpan 10 juta pada deposito tiga bulan dengan ARO+, maka jika setelah tiga bulan pertama tidak ditarik, maka pokok 10 juta dan bunga dari tiga bulan pertama akan secara otomatis menjadi pokok dari perpanjangan deposito ke tiga bulan berikutnya.

Anda sebagai nasabah memiliki kebebasan untuk memilih jangka waktu dan cara penarikan deposito yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Perhatikan bahwa menarik deposito sebelum masa jatuh tempo bisa mengakibatkan Anda terkena denda, bahkan kehilangan bunga yang telah dijanjikan. Oleh karena itu, penting untuk memilih jangka waktu dan model pengelolaan deposito dengan hati-hati. 

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Menimbang Untung-Rugi Deposito

0 komentar
Deposito merupakan pilihan tepat untuk menyimpan dana jangka panjang dengan risiko kecil. Namun banyak juga yang mengatakan kalau investasi dalam bentuk deposito itu percuma; untungnya sedikit, malah termakan pajak saja. Mana yang benar? Setiap jenis produk jasa yang ditawarkan bank dan lembaga keuangan apapun pasti memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing, baik itu kredit, reksadana, asuransi, ataupun deposito. Yang perlu Anda ketahui adalah mengenali produk tersebut dengan baik agar dana tetap berbuah manis, bukannya berkurang. Untuk itu, dalam artikel ini kami akan menguraikan beberapa hal yang bisa menentukan untung-rugi deposito Anda.
deposito yang untungBunga Deposito Dibanding Inflasi
Inflasi merujuk pada kenaikan harga-harga barang dan jasa secara terus menerus dalam suatu periode tertentu. Fenomena ini akan mempengaruhi nilai riil uang yang Anda miliki, baik uang itu Anda simpan di bawah bantal, di Deposito, ataupun di jenis-jenis investasi yang lain. Pada prinsipnya, kenaikan harga barang akan membuat uang yang Anda punya bernilai lebih rendah. Misalkan Anda memiliki uang 100.000, sekarang Anda mungkin bisa menggunakannya untuk membeli 12 kilogram beras, tapi karena ada inflasi, dengan uang yang sama bulan depan Anda hanya bisa membeli 10 kilogram. Inilah yang dimaksud dengan nilai riil uang.

Uang yang kita simpan dalam deposito pun akan mengalami hal yang sama. Oleh karena itu, adanya bunga merupakan "kompensasi" bagi kita karena telah "menitipkan dana" di Bank. Pertanyaannya adalah, lebih tinggi mana antara tingkat inflasi tahunan dengan suku bunga deposito per tahun? Jika tingkat inflasi lebih tinggi, maka walaupun Anda mendapatkan bunga deposito, tapi secara riil, nilai uang Anda berkurang. Jika suku bunga deposito yang lebih tinggi, maka dengan menyimpan dana di Deposito, Anda sudah bisa mendapatkan sedikit keuntungan.

Besaran Dana dan Bunga yang Dijamin LPS
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merupakan lembaga yang menyediakan 'asuransi' kalau-kalau bank tempat kita menyimpan dana tiba-tiba bangkrut, dilikuidasi, atau mengalami masalah finansial lain. Pada prinsipnya, LPS menggantikan posisi bank untuk mengembalikan dana yang sebelumnya kita taruh di bank yang bangkrut tersebut. Namun, ada batas-batas mengenai seberapa besar dana kita yang dijamin oleh LPS.

Berdasarkan rilis terakhir, LPS hanya menjamin simpanan di bank umum, bank syariah, dan BPR/BPRS (baik tabungan maupun deposito) yang bernilai maksimum 2 milyar. Selain itu, ada tiga persyaratan lain yang harus dipenuhi agar dana Anda terjamin sepenuhnya:
  • Tercatat dalam pembukuan bank
  • Tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan
  • Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank

Perhatikan poin kedua. Itu artinya, bunga simpanan yang dijamin LPS terbatas, yaitu kurang dari atau sama dengan tingkat bunga penjaminan yang sudah ditentukan LPS. Tingkat bunga penjaminan untuk periode 15 Januari- 14 Mei 2014 adalah sebesar 7,5% untuk deposito Rupiah dan 1,5% untuk deposito valas di Bank Umum, serta 10,0% untuk deposito Rupiah di BPR. Jika bunga deposito Anda di bank umum lebih dari 7.5%, maka walaupun deposito berjumlah kurang dari 2 milyar, tapi itu tidak dijamin oleh LPS apabila terjadi sesuatu dengan bank Anda.

Pajak dan Zakat Atas Deposito
Bunga yang diperoleh dari bank termasuk pendapatan, oleh karena itu termasuk objek kena pajak. Pemerintah telah menetapkan pajak atas bunga deposito dan tabungan sebesar 20% dari nominal bunga yang diperoleh. Besaran deposito dan tabungan yang kena pajak adalah yang berjumlah diatas Rp 7.500.000. Produk-produk deposito yang ditawarkan bank bervariasi dalam menyikapi pajak ini. Ada memberikan bunga deposito tanpa dikurangi pajak, dan ada yang memberikan bunga yang sudah dikurangi pajak secara otomatis. Mintalah penjelasan dari bank Anda untuk mengetahui posisi mereka dalam pembayaran pajak deposito.

Sebagai warga negara, kita wajib membayar pajak. Namun bila Anda beragama Islam, maka Anda juga wajib membayar zakat atas dana yang mengendap di deposito. Karena itu, jika Anda membuka deposito di Bank Syariah, maka Anda juga akan ditawari fitur pembayaran zakat otomatis. Memilih fitur ini artinya pokok dana Anda akan dikurangi zakat secara otomatis sesuai peraturan zakat. Zakat ini kemudian akan disalurkan oleh pihak Bank Syariah ke orang-orang yang berhak menerimanya. Tentu saja, ini opsional, Anda bisa saja tidak memilih fitur ini jika tidak berkenan.

Inflasi, penjaminan LPS, dan besaran pajak, merupakan tiga hal yang menentukan apakah deposito Anda tergolong menguntungkan, impas, atau justru menurun nilainya. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di Deposito demi mendapatkan keuntungan, maka ketiga hal inilah yang harus Anda selidiki terlebih dahulu. Akan tetapi, misalkan pun nilai deposito Anda ternyata diperkirakan akan berkurang, bukan berarti deposito itu buruk, karena masih ada manfaat deposito selain tingkat keuntungannya. Pemilihan tempat penyimpanan dana secara bijak perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan, bukan semata tentang keuntungan. 

Sumber; Seputarforex.com
Read more...

Apa Bedanya Menyimpan Uang di Deposito dan Tabungan?

0 komentar
Masyarakat sering bingung, apa bedanya antara Deposito dan Tabungan. Toh, dua-duanya sama-sama menyimpan uang di Bank, kan!? Sama-sama kena pajak 20% juga. Padahal, konsep keduanya amat berbeda. Pihak Bank pun umumnya memberikan tingkat bunga yang berbeda bagi dana di Deposito dan Tabungan.
perbedaan deposito dan tabunganDeposito Simpanan Berjangka, Tabungan Bisa Diambil Kapan Saja
Perbedaan yang paling utama antara Deposito dan Tabungan adalah fleksibilitas penarikan. Sebagai simpanan berjangka, Deposito tidak bisa diambil kapan saja seperti Tabungan. Deposito dirancang dengan tenor (jangka waktu) tertentu, ada yang 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Bila Anda menyimpan uang di Deposito 3 bulan, maka Anda tidak bisa mengambil dana-dana disana sebelum waktu 3 bulan itu tercapai. Akan ada denda yang cukup besar jika Anda menarik deposito sebelum waktunya. Penarikan Deposito juga tidak bisa dilakukan dimana saja ada ATM seperti tabungan. Deposito hanya bisa ditarik dari Bank dimana Anda memasukkan deposito tersebut. Sebaliknya, dana-dana di tabungan bisa ditarik kapan saja dan dimana saja.

Sebagian orang memanfaatkan perbedaan ini untuk mengatur keuangan pribadi mereka. Caranya adalah dengan memisahkan dana untuk kebutuhan jangka panjang dengan kebutuhan rutin dan darurat. Dana untuk kebutuhan jangka panjang, jika disimpan di rekening tabungan yang sama dengan dana untuk kebutuhan rutin dan darurat, maka nantinya akan terpakai untuk membayar keinginan sesaat. Oleh karena itu, setelah terkumpul jumlah tertentu di rekening tabungan, mereka menyimpannya dalam deposito yang lebih sulit untuk ditarik. Selain dana aman dari diri sendiri, juga bisa meraup pendapatan bunga yang lebih tinggi.    

Bunga Deposito Lebih Tinggi Daripada Tabungan
Bank-bank biasanya menetapkan bunga yang lebih tinggi untuk deposito daripada untuk tabungan. Sebagai contoh, ketika artikel ini ditulis, bunga tabungan di BCA maksimum adalah 2,05%, sedangkan bunga deposito Rupiah dengan tenor 1 bulan saja sudah 7,50%. Jika bunga tabungan Anda biasanya habis termakan biaya administrasi, maka dengan deposito setidaknya masih ada sedikit keuntungan yang tersisa.
suku bunga deposito
Di Bank Syariah, bahkan sistem pemberian manfaat bagi nasabah antara deposito dan tabungan saja sudah berbeda. Rekening Tabungan biasanya berskema wadi'ah (titipan), dimana prinsipnya adalah Anda 'menitipkan' sejumlah uang di bank, dan kemudian bank akan memberikan 'bonus' sejumlah tertentu kepada Anda. Sesuai dengan prinsip non-riba, bonus ini bukan berupa persentase seperti bunga. Sedangkan Deposito di Bank Syariah berskema mudharabah (bagi hasil), dimana Anda menaruh dana di bank untuk disalurkan oleh bank ke pembiayaan (kredit), kemudian keuntungan bank dari penyaluran itu akan dibagi dengan Anda sebagai nasabah berdasarkan proporsi tertentu. Bonus wadi'ah biasanya jauh lebih kecil daripada bagi hasil mudharabah.

Deposito Itu Investasi, Tabungan Itu Tabungan
Bunga Deposito yang lebih tinggi daripada Tabungan menjadikan sifat Deposito berbeda dengan Tabungan. Deposito termasuk dalam golongan instrumen investasi, sebagaimana juga saham, reksadana, obligasi, forex, properti, emas, dan lain sebagainya. Dibandingkan potensi profit dari instrumen investasi lain, potensi profit Deposito adalah yang paling rendah. Namun, resiko investasi dalam bentuk Deposito juga yang paling rendah. Oleh karena itu, investasi Deposito sangat cocok bagi mereka yang awam dengan investasi dan mereka yang tidak ingin mengambil risiko tinggi. Selain itu, banyak juga yang memasukkan Deposito sebagai salah satu komponen dalam portofolio investasi-nya sembari berinvestasi di sektor lain yang berisiko lebih tinggi.

Di sisi lain, menyimpan uang di rekening Tabungan bukan tindakan investasi. Kecilnya bunga rekening Tabungan kadang malah membuat dana Anda lama-lama habis atau berkurang karena dipergunakan untuk membayar biaya administrasi secara otomatis. Rekening Tabungan tepat sebagai tempat penyimpanan dana masuk dan dana keluar rutin serta cadangan situasi khusus.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan ada tiga perbedaan utama antara Deposito dan Tabungan, yaitu fleksibilitas penarikan, besarnya manfaat yang akan Anda dapatkan, serta perbedaan sifat dana yang disimpan di Deposito dan Tabungan. Nah, apakah Anda tertarik untuk menyimpan di Deposito, atau sudah merasa cukup dengan Tabungan saja? Keputusan ada di tangan Anda. Jika Anda membutuhkan pertimbangan lebih lanjut, silakan membaca artikel-artikel deposito yang lain.  

Sumber: Seputarforex.com
Read more...
Minggu, 03 Januari 2016

Tabungan Deposito Berjangka

0 komentar


Pengertian deposito: deposito adalah sejenis produk investasi / tabungan yang ditawarkan oleh bank kepada masyarakat. Kelebihan tabungan deposito adalah tingkat suku bunga bank yang diberikan lebih besar daripada produk tabungan biasa namun uang yang telah disimpan hanya boleh ditarik nasabah setelah jangka waktu tertentu. Deposito biasa dikenal juga sebagai deposito berjangka.

Setelah mengetahui pengertian deposito, mari kita bandingkan deposito dengan beberapa produk investasi yang lain.

Deposito adalah instrumen investasi dengan resiko yang kecil. Melalui investasi / tabungan deposito berjangka, Anda dapat menjaga nilai pokok dari uang yang Anda investasikan. Hal ini berbeda dengan instrumen investasi dalam bentuk saham dan investasi obligasi, dimana ada kemungkinan nilai pokok dari kedua investasi tersebut dapat berkurang. Nilai pokok obligasi sangat tergantung dari pergerakan suku bunga. Ketika suku bunga bergerak naik, harga obligasi bergerak turun. Begitu pula halnya dengan harga saham, yang juga tergantung pada kondisi pasar. Setiap kali terjadi ketidakstabilan politik dapat menyebabkan perubahan harga saham biasa berupa penurunan harga saham.

Oleh karena itu, bila Anda memiliki investasi dalam bentuk deposito berjangka, investasi Anda akan aman dari penurunan nilai pokok, walaupun suku bunga bergerak naik turun. Fluktuasi suku bunga bank hanya akan berpengaruh terhadap pendapatan bunga yang Anda terima, tidak pada penurunan atau kenaikan nilai pokok uang yang Anda investasikan.

Tabungan deposito juga dapat berfungsi sebagai alat investasi jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan menginvestasikan uang dalam deposito berjangka, Anda mempunyai pilihan jatuh tempo dalam waktu satu, tiga, enam, dua belas bulan atau dua puluh empat bulan. Anda akan dikenakan denda (penalty) dengan tidak mendapat hasil apapun apabila Anda mencairkan dana deposito sebelum jatuh tempo. Dengan demikian, bila Anda berniat menggunakan uang tersebut delam jangka pendek sebaiknya Anda membuka tabungan. Karena dengan membuka tabungan, dana Anda sewaktu-waktu dapat diambil tanpa harus dikenakan denda. Namun, perlu Anda ketahui bahwa suku bunga tabungan yang diberikan biasanya lebih kecil dari suku bunga deposito bank. Walaupun demikian, dari pada menyimpan uang dibawah bantal, tentu menyimpan uang di bank akan lebih aman sesuai dengan pilihan jangka waktu yang diperlukan.

Uang yang Anda simpan di Bank, yang memenuhi persyaratan pemerintah, adalah seratus persen dijamin pemerintah dari resiko kegagalan bayar. Skema garansi tersebut masih diberlakukan oleh pemerintah untuk jangka waktu yang belum dapat ditentukan. Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan uang yang Anda simpan bila bank tersebut ditutup atau diambil alih. Pemerintah akan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa uang Anda akan dibayarkan kembali sesuai dengan jumlah yang Anda simpan.

Deposito berjangka juga tersedia dalam beberapa mata uang asing. Jangan menyimpan uang Anda seluruhnya dalam bentuk tabungan deposito rupiah. Simpan sebagian dalam bentuk rupiah untuk keperluan mendadak dan bukalah deposito dalam mata uang US Dolar untuk keperluan jangka panjang. Anda mungkin khawatir akan fluktuasi nilai tukar mata uang pada deposio USD Anda, tetapi bila Anda terlalu konservatif, uang yang Anda tanamkan tidak akan cukup untuk mengimbangi laju inflasi. Anda akan kehilangan kemampuan daya beli akibat nilai tukar uang tersebut sangat rendah. Jika Anda memerlukan uang dalam bentuk US dollar dimasa yag akan datang, Anda sebaiknya menyimpan uang dalam US dollar.

Investasi / tabungan deposito relatif aman dan konservatif. Walau bagaimanapun, Anda seharusnya tidak berinvestasi hanya dalam bentuk deposito saja dalam portfolio investasi Anda. Diversifikasikanlah portfolio investasi yang Anda miliki. Jika Anda cenderung konservatif, tetaplah pada porsi deposito berjangka yang lebih besar dan sebagian kecil lainnya dalam instrumen obligasi dan saham.

Sumber: Belajar Investasi
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan