Kamis, 17 Maret 2016

Perhitungan dan Pengelolaan Bunga Deposito

0 komentar
Menghitung bunga deposito jauh lebih mudah daripada menghitung bunga kredit. Anda cukup mencatat tenor deposito Anda dan besaran bunga deposito dari bank saat Anda memasukkan deposito. Berikut ini akan kami paparkan lebih lanjut mengenai cara menghitung bunga deposito dan pengelolaannya.
jatuh tempo depositoPerhitungan Bunga Deposito
Bank umumnya menetapkan besaran bunga yang berbeda-beda tergantung tenornya. Ada deposito bertenor (jangka waktu) 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Tenor 1 bulan artinya deposito tersebut tak bisa diambil sebelum jatuh tempo, yaitu 1 bulan. Begitu pula deposito 3 bulan maka jatuh temponya adalah 3 bulan, dan seterusnya. Besaran bunga untuk setiap jenis deposito dapat Anda ketahui dari halaman data kami, di kantor Bank Anda, maupun dengan bertanya kepada petugas Bank. Besaran bunga tersebut merupakan p.a. (per annum), atau bunga pertahun. Oleh karena itu, perhitungannya tidak bisa asal dikalikan dengan jumlah uang yang Anda depositokan.
cara menghitung bunga deposito
Selain itu, sekalipun deposito bebas pajak, tetapi bunga deposito untuk deposito dengan besaran diatas Rp 7.500.000 akan terkena pajak 20%. Oleh karena itu, pendapatan bunga Anda harus memperhitungkan pajak juga. Rumus perhitungan bunga deposito setidaknya ada dua cara:

1. Perhitungan bunga deposito pertenor sebelum pajak
Total bunga = besaran deposito x bunga pertahun x (tenor/12) x 100%

contohnya, bila Anda menyimpan 7 juta rupiah dalam deposito 3 bulan dengan bunga 6%, maka total bunga yang akan Anda peroleh setelah tiga bulan adalah:
7.000.000 x 6% x (3/12) x 100% = 105.000
Karena jumlah deposito Anda dibawah batas 7.500.000, maka Anda tidak perlu memperhitungkan pajak 20%.

2. Perhitungan bunga deposito perbulan setelah pajak
Total bunga = besaran deposito x bunga pertahun x (30/365) x 80%

contohnya, bila Anda menyimpan 10 juta rupiah dalam deposito 3 bulan dengan bunga 6%, maka total bunga yang akan Anda peroleh setelah tiga bulan adalah:
10.000.000 x 6% x (30/365) x 80% = 39.452
Jumlah tersebut sudah dikurangi pajak, jadi untuk mengetahui total bunga setelah tiga bulan, Anda tinggal mengalikan tiga, menjadi = 39.452 x 3 = 118.356

Perhitungannya cukup mudah bukan? Atau, bila Anda tidak ingin repot-repot menghitung sendiri, Anda bisa memanfaatkan kalkulator bunga deposito kami. Kalkulator tersebut dapat digunakan untuk menghitung besaran bunga untuk deposito dengan jumlah lebih dari Rp 7.500.000, sekaligus dikurangi pajak.

Pengelolaan Bunga Deposito
Jika kita menyimpan dana di deposito 3 bulan, maka dana hanya bisa ditarik setelah tiga bulan. Apakah bunganya juga hanya bisa didapat setelah tiga bulan? Belum tentu. Tergantung bank tempat Anda mendepositokan uang Anda, Anda bisa memilih untuk mengambil bunga per bulan atau mengakumulasikannya hingga jatuh tempo. Berikut beberapa opsi pengelolaan bunga deposito yang mungkin tersedia dan bisa Anda pilih:
1. Non-Automatic Rollover (Non-ARO)
Deposito Non-ARO berarti deposito berakhir saat jatuh tempo sesuai perjanjian awal, sedangkan bunganya bisa ditarik perbulan dan ditransfer otomatis ke rekening yang telah ditentukan, ataupun diambil bersamaan dengan penarikan deposito saat jatuh tempo.
2. Automatic Rollover (ARO)
Deposito ARO merujuk pada perpanjangan deposito secara otomatis. Misalkan Anda menyimpan 10 juta pada deposito tiga bulan dengan ARO, maka jika setelah tiga bulan pertama tidak ditarik, kemudian akan secara otomatis diperpanjang ke tiga bulan berikutnya. Bunga-nya bisa Anda atur untuk masuk ke rekening tabungan secara otomatis setiap bulan ataupun setiap akhir jatuh tempo.
3. Automatic Rollover Plus (ARO+)
Deposito ARO+ adalah pengembangan ARO dimana yang diperpanjang adalah deposito + bunga. Umpama Anda menyimpan 10 juta pada deposito tiga bulan dengan ARO+, maka jika setelah tiga bulan pertama tidak ditarik, maka pokok 10 juta dan bunga dari tiga bulan pertama akan secara otomatis menjadi pokok dari perpanjangan deposito ke tiga bulan berikutnya.

Anda sebagai nasabah memiliki kebebasan untuk memilih jangka waktu dan cara penarikan deposito yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Perhatikan bahwa menarik deposito sebelum masa jatuh tempo bisa mengakibatkan Anda terkena denda, bahkan kehilangan bunga yang telah dijanjikan. Oleh karena itu, penting untuk memilih jangka waktu dan model pengelolaan deposito dengan hati-hati. 

Sumber: Seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan