Tampilkan postingan dengan label Analisa Fundamental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa Fundamental. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Februari 2016

Aspek Fundamental Dalam Trading Forex (1)

1 komentar
Analisa dalam trading forex terbagi atas 2 kategori yaitu analisa teknikal dan fundamental. Dalam membuat strategi pada umumnya trader memilih untuk menggunakan kombinasi kedua analisa tersebut untuk kemudian diterapkan pada rencana trading. Analisa teknikal digunakan untuk mengetahui level-level kunci sedang faktor penggerak pasar ditentukan oleh aspek fundamental. Dengan memahami aspek fundamental kita akan mengetahui data dan peristiwa penting yang menjadi penggerak utama pasar guna membuat keputusan trading yang tepat.
                                                                
Aspek fundamental dalam pasar forex adalah data ekonomi atau peristiwa yang menyebabkan aliran dana masuk atau keluar untuk membeli atau menjual suatu mata uang. Sebagai trader kita berusaha untuk menemukan mata uang yang paling kuat untuk dipasangkan dengan yang lebih lemah. Ini artinya dalam menerapkan strategi fundamental kita berusaha mencari data atau peristiwa yang paling menjadi perhatian pasar sebagai dasar dalam membeli atau menjual suatu pasangan mata uang. Data atau peristiwa semacam itu lazim disebut mempunyai dampak yang tinggi (high impact).

Untuk mengetahui data atau peristiwa yang berdampak tinggi, trader harus selalu mengikuti berita-berita mengenai isu utama dalam fundamental seperti data tenaga kerja dan pengangguran, inflasi, suku bunga dan juga situasi politik suatu negara atau kawasan sebelum membuat keputusan untuk entry. Jika menemukan data yang mengalami perbaikan sehingga mempertinggi kinerja ekonomi suatu negara, kita tinggal mencari pasangan mata uang yang kinerja ekonomi negaranya sedang lemah. Sebagai contoh jika data ekonomi kawasan Euro atau Jerman sedang bagus sementara data ekonomi Amerika Serikat sedang melemah maka kita akan buy EUR/USD.

Kalender Ekonomi
Didalam kalender ekonomi biasanya dijelaskan data atau peristiwa mana yang berdampak tinggi dan waktu rilis data tersebut. Untuk mengetahui jadwal data atau peristiwa, trader harus selalu memonitor kalender ekonomi setiap hari terutama hari Senin hingga Jum’at.
Dalam hal ini situs kami telah menyajikan informasi dan penjelasan data dan peristiwa fundamental setiap hari beserta perkiraan hasil rilis yang diharapkan. Anda bisa lihat pada rubrik Analisa Fundamental.

Aspek fundamental sangat mempengaruhi pasar forex, dan kunci untuk trading dengan analisa fundamental adalah membuat kesimpulan dari kombinasi berbagai data dan peristiwa yang dirilis. Karena ada banyak data ekonomi yang dirilis maka kita seharusnya fokus pada data yang berdampak tinggi dan medium. Data yang berdampak medium bisa menjadi berdampak tinggi bila hasil rilisnya menyimpang jauh dari yang diharapkan pasar. Selain itu pernyataan atau ungkapan petinggi bank sentral juga akan berdampak langsung pada pasar dan sering kali dampaknya melebihi data penting yang akan atau baru dirilis.
Pada bagian berikutnya kita akan melihat data-data penting yang sering menjadi fokus perhatian pasar serta pengaruhnya terhadap mata uang.

(Bersambung)

Sumber : www.dailyfx.com : The Forex Guide to Fundamentals, Part1: What is a Fundamental?, by: Walker England
seputarforex.com 
Read more...

Pokok Pokok Analisa Fundamental

1 komentar
Analisa fundamental merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam trading di pasar forex. Analisa fundamental tidak hanya fokus pada rilis data fundamental atau peristiwa ekonomi penting, tetapi juga pada berbagai aspek yang mempengaruhi perekonomian suatu negara termasuk peristiwa politik, regulasi sistem keuangan, pengaruh sosial dan berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat. Pada kenyataannya, analisa fundamental memiliki lebih banyak indikator dibandingkan dengan analisa teknikal, namun dalam prakteknya hanya beberapa indikator penting yang berdampak terhadap pergerakan mata uang saja yang perlu diperhatikan para trader. Artikel ini mengulas secara singkat pokok-pokok analisa fundamental yang perlu diketahui dalam trading di pasar forex.
Mengetahui kondisi ekonomi makro secara globalEkonomi makro adalah dasar analisa fundamental. Mengetahui siklus ekonomi yang sedang terjadi, kebijakan pemerintah suatu negara dalam mengendalikan tingkat inflasi, memacu pertumbuhan ekonomi, mengatur anggaran belanja dan pemasukan negara yang antara lain melalui pendapatan pajak. Seluruh proses tersebut merupakan rangkaian yang bisa mempengaruhi pergerakan nilai uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Situasi politik global juga mempengaruhi fluktuasi mata uang utama dunia. Misalnya era inflasi tinggi tahun 1970-an adalah akibat kejadian-kejadian politik yang mempengaruhi fundamental ekonomi negara-negara besar, demikian juga hyper-inflasi di Jerman pasca perang dunia pertama.
Namun demikian ketika kondisi politik global relatif tidak bergejolak, perekonomian cenderung tumbuh seiring dengan inovasi baru di bidang teknologi yang memacu produktivitas tinggi (fase booming), hingga cenderung meninmbulkan keadaan bubbles (menggelembung tak terkendali) dan pada akhirnya menyebabkan kontraksi. Siklus ekonomi tersebut sangat mempengaruhi iklim investasi dan juga pergerakan nilai mata uang. Ketika fase booming telah usai, aktivitas spekulasi dan investasi biasanya menurun dan permintaan mata uang juga berkurang.
Mengetahui kebijakan moneter negara-negara mata uang utama duniaKebijakan moneter bank sentral berpengaruh langsung terhadap nilai tukar mata uang suatu negara. Yang paling diperhatikan pelaku pasar forex adalah tingkat suku bunga. Jika bank sentral menaikkan suku bunga maka permintaan mata uang negara tersebut akan meningkat hingga nilai tukarnya terhadap mata uang negara lain akan menguat, sebaliknya bila bank sentral menurunkan tingkat suku bunga. Perbedaan tingkat suku bunga yang cukup besar antara 2 negara cenderung menyebabkan carry trade. Dalam menentukan tingkat suku bunga biasanya bank sentral melihat pada tingkat inflasi dan pertumbuhan, dengan mengatur jumlah uang yang beredar.
Ketika perekonomian mengalami kontraksi atau menuju ke tanda-tanda resesi maka bank sentral bisa menerapkan kebijakan quantitative easing guna meningkatkan jumlah uang beredar seperti yang sekarang terjadi di Jepang, Amerika Serikat, Inggris dan Swiss. Selain itu peringkat kredit suatu negara yang merupakan acuan kepercayaan investor juga penting untuk diperhatikan. Jika sebuah lembaga atau perusahaan pemeringkat kredit terpercaya menurunkan rating kredit atau obligasi suatu negara maka sentimen pasar terhadap mata uang negara tersebut akan cenderung negatif.
Mengetahui gambaran neraca pembayaran negara-negara mata uang utama duniaNeraca pembayaran meliputi neraca perdagangan, investasi suatu negara di negara lain dan investasi asing di negara tersebut. Neraca perdagangan adalah perbandingan antara besarnya total ekspor dan total impor negara tersebut. Neraca perdagangan dikatakan surplus jika ekspor lebih besar dari impor, dan disebut defisit jika yang terjadi sebaliknya. Walaupun saat ini neraca perdagangan kurang berdampak langsung pada pergerakan harga di pasar forex, namun perubahan nilai ekspor dan impor tetap penting untuk diketahui. Ekspor yang meningkat mengindikasikan level produksi yang meningkat yang akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi.


Sumber : www.forextraders.com
seputarforex.com 
Read more...

Pertemuan Antara Ahli Fundamental Dan Ahli Teknikal

0 komentar
Artikel ini akan menjelaskan beberapa perbedaan antara Analisis Teknis dan Fundamental dan menjelaskan sedikit tentang jenis perdagangan. Kutipan-kutipannya diambil dari buku laris "Market Wizards" di mana Jack Schwager telah melakukan wawancara dengan Ed Seykota dan Bruce Kovner.



Ed adalah seorang trader tren sejati dan juga sudah berpengalaman trading selama 20 tahun. Dia adalah trader yang "fanatik" menggunakan analisis teknis. Bahkan saking ahlinya dalam membaca chart, para ahli anlisis teknikal dengan bercanda menjuluki Ed sebagai "Si Bungkuk" akibat terlalu banyak menganalisa chart. Ed mengasumsikan bahwa berita fundamental tidak bisa digunakan sebagai patokan yang baik dalam menganalisa, karena pada saat berita dirilis kebanyakan harga di pasar sudah mengalami banyak perubahan.

Oleh karena itu, terkadang kata "fundamental" diplesetkan menjadi "funny-mentals" atau "surprise-a-mentals" karena berita-berita yang dirilis seringkali mengejutkan. Namun, jika Anda menangkap news lebih awal, sebelum orang lain mengetahui data tersebut, maka Anda mungkin memiliki informasi "arah harga".

Ed mengatakan prioritasnya dalam perdagangan antara lain adalah tren jangka panjang, grafik yang sedang terbentuk, dan waktu yang tepat untuk menjual atau membeli. Sedangkan Bruce berpendapat bahwa analisa teknis memang mengagumkan dan sangat berguna, tetapi tidak berarti mengabaikan fundamental.

Sangat penting untuk dicatat bahwa analisis teknis adalah metode yang kritis untuk memahami sejarah pergerakan pasar dan berguna untuk mengidentifikasi tren. Chart memang tidak menunjukkan kemana pastinya harga akan bergerak, namun historinya lah yang dianalisa. Nah, setelah menganalisa semua itu, kita tetap harus menggunakan intelejensi kita untuk memperhitungkan harga yang akan terjadi nantinya.

Analisis teknis dapat diibaratkan seperti mengetahui suhu pasien. Jadi hanya perkiraan saja. Dan bila diterapkan ke market, analisa tersebut dapat memberitahu Anda apakah pasar aktif, atau dingin dan tidak aktif.

Pola-pola chart yang terjadi tidak akan pernah sama. Apa pun yang mempengaruhi pola grafik baru adalah sesuatu yang tidak biasa. Bruce juga mengatakan "Mempelajari grafik benar-benar penting dan mengingatkan saya akan perubahan trend."

Dari situ, analisa fundamental-lah yang akan membantu untuk menunjukkan apakah nilai perdagangan akan meningkat atau menurun. Informasi ekonomi yang dirilis oleh sesuatu negara mempengaruhi segala bidang termasuk bidang Forex. Belanja konsumen, pengeluaran pemerintah, indeks biaya tenaga kerja, kebijakan pemerintah, kekhawatiran politik dan bahkan aktivitas tertentu dapat mempengaruhi pasar.

Singkatnya, fundamental akan menunjukkan arah harga. Sedangkan analisis grafik atau analisis teknis menunjukkan arah trend, sehingga teknikal dan fundamental itu saling mendukung satu sama lain.

Alasan mengapa analisis teknis begitu ditekankan adalah bahwa banyak trader menggunakan grafik untuk perdagangan dan pada waktu tertentu. Jadi jika Anda dapat membaca grafik dengan baik, Anda memiliki kesempatan mengetahui atau memprediksi pergerakan pasar. Sedangkan cara terbaik untuk belajar tentang faktor-faktor pengaruhnya dan seberapa kuat tekanan pergerakannya adalah dengan mempelajari data ekonomi yang dirilis oleh berita fundamental saat itu. Jadi, trader sebaiknya tidak meremehkan analisis manapun, karena informasi dari teknis maupun fundamental sama-sama penting untuk mendukung trading Anda.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

5 Kunci Analisa Fundamental

1 komentar
Dalam seni trading, biasanya trader selalu menggunakan dua analisis dasar yaitu analisis teknis dan analisa fundamental. Fakta mengatakan bahwa para trader yang sukses menerapkan kedua analisa tersebut. Bahkan itu juga ditegaskan dalam kisah klasik Jack Schwager, yang menceritakan tentang dua pedagang yang diwawancarai oleh Ed Seykota dan Jim Rogers. Rogers bersikeras bahwa mustahil untuk mencari nafkah sebagai trader teknis. Ia menambahkan bahwa ia belum pernah bertemu dengan seorang trader teknis yang kaya.


Seykota yang juga seorang trader muda, juga tidak mau kalah menceritakan pengalamannya. Dalam sebuah wawancara, ia menyatakan bahwa dirinya adalah seorang trader yang berpedoman teguh pada analisa fundamental. Kita telah membaca di atas bahwa trader yang kesuksesannya tercatat dalam sejarah, menggunakan analisa teknis dan fundamental. Dengan kata lain, dalam trading, tidak ada orang yang bisa sukses hanya dengan mengandalkan faktor teknis. Para trader yang juga memperhatikan analisa fundamental, merekalah yang bisa sukses dan kaya raya. Dalam artikel ini, kita akan memahami prinsip-prinsip dasar analisa fundamental di pasar forex.

Analisis Fundamental umumnya didefinisikan sebagai metode untuk mengevaluasi nilai intrinsik dengan menganalisa sejumlah data ekonomi dan keuangan. Pelaku pasar terus menganalisis informasi yang muncul dari suatu negara untuk menentukan nilai intrinsik mata uang yang bersangkutan. Ada beberapa indikator ekonomi yang menjadi kunci pemahaman di tingkat dasar. Secara umum, Fluktuasi data dari indikator-indikator kunci ini membuat nilai mata uang naik dan turun sangat cepat.


Suku BungaIni adalah kekuatan penggerak market yang terbesar yang dihasilkan dari nilai suatu mata uang dalam jangka panjang. Sebagian besar Bank Sentral mengumumkan besarnya suku bunga setiap bulannya, dan informasi ini diawasi dengan sangat cermat oleh pelaku pasar. Alasannya, suku bunga bisa dimanipulasi oleh Bank Sentral untuk mengontrol jumlah uang beredar dalam perekonomian suatu negara. Secara sederhana dapat dikatakan jika Bank Sentral ingin menambah jumlah uang yang beredar, tindakan ini akan memicu turunnya suku bunga. Demikian pula sebaliknya, jika Bank Sentral ingin mengurangi jumlah uang yang beredar maka tindakan ini akan menaikkan suku bunga.

Produk Domestik Bruto (PDB)PDB adalah indikator kesehatan ekonomi negara yang paling penting. Bank Sentral adalah lembaga yang melakukan pencatatan terhadap PDB. Ketika PDB berada jauh di bawah ekspektasi pasar, nilai mata uang akan cenderung melemah. Dan ketika PDB mengalahkan ekspektasi pasar, nilai mata uang cenderung menguat.

InflasiInflasi menghancurkan daya beli riil dari mata uang, dan oleh karena itu, inflasi sangat buruk bagi perekonomian suatu negara. Setiap tahun, tingkat normal inflasi yang diharapkan sebesar 2%-3%, tetapi jika inflasi mulai bergerak melampaui target-atas yang telah ditetapkan oleh Bank Sentral, maka suku bunga akan langsung dinaikkan. Nilai suku bunga yang lebih tinggi dari ekspektasi menjadi senjata yang ampuh untuk melawan inflasi.

PengangguranBesar kecilnya angka pengangguran sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Ketika angka pengangguran meningkatkan tajam, ini langsung memberi dampak yang buruk bagi pertumbuhan perekonomian di suatu negara. Ketika pengangguran yang diikuti kontrak pasar tenaga kerja semakin meningkat, suku bunga menjadi sering dipangkas untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian dan pada akhirnya diharapkan mampu merangsang pertumbuhan ekonomi.

Permintaan KonsumenSeperti yang tercantum pada poin sebelumnya, manusialah yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebagai konsekuensinya, semakin sehat permintaan dari masyarakat semakin sehat pula perekonomian suatu negara. Dengan kata lain, ketika konsumen menuntut barang dan jasa, perekonomian cenderung untuk menjadi baik dan berdampak pada daya beli masyarakat yang meningkat. 

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Pentingnya Berita Fundamental Dalam Trading Forex

1 komentar
Saat ini trading forex sudah menjadi bisnis serius dengan perputaran dana terbesar didunia. Seperti halnya bisnis serius dibidang lainnya, para pelakunya mesti selalu mengikuti perkembangan kondisi pasar dari waktu ke waktu. Trader forex profesional selalu menerapkan kombinasi analisa fundamental dan teknikal untuk menentukan waktu yang tepat dalam membuka posisi atau keluar dari pasar.

Analisa fundamental memberi informasi tentang penyebab gerakan harga pasar, sementara analisa teknikal menjelaskan akibat dari pergerakan harga. Terlepas dari perdebatan klasik tentang mana yang lebih unggul, mereka yang ingin serius dalam trading forex sebaiknya selalu mencermati dan mengikuti peristiwa ekonomi serta rilis berita fundamental sebagai salah satu acuan dalam strategi tradingnya.
Pentingnya indikator ekonomi bagi trader forex
Mata uang suatu negara adalah ikon yang mewakili negara tersebut, dan sehat atau tidaknya ekonomi negara tersebut tercermin dalam nilai mata uangnya. Indikator ekonomi adalah ukuran yang menunjukkan kesehatan suatu sistem perekonomian. Adalah penting bagi trader untuk selalu mengikuti perkembangan peristiwa ekonomi global yang sangat berpengaruh pada pasar forex, disamping memperhatikan jadwal rilis beberapa indikator yang dianggap penting oleh para pelaku pasar. Ada banyak situs sebagai referensi yang memberikan jadwal rilis data fundamental secara real-time dengan rincian mata uang dan waktu rilis, lengkap dengan prediksi para analis (forecast atau consensus) dan data rilis sebelumnya sebagai acuan.
       

Kenapa beberapa indikator ekonomi lebih penting dari yang lain?

Kondisi pasar saat sekarang akan berpengaruh pada berita fundamental mana yang akan paling direspon pasar dan tentu saja indikator ekonomi mana yang paling berpengaruh. Misalnya ketika Amerika Serikat sedang mengalami defisit perdagangan yang cukup besar, pelaku pasar akan mencermati data neraca perdagangan. Rilis berita mengenai hal ini akan menyebabkan volume perdagangan dan pergerakan harga yang besar.

Disaat ekonomi Amerika Serikat sedang tumbuh pesat dengan tingginya indikator data tenaga kerja, pasar tidak fokus pada data pengangguran. Keadaan perekonomian suatu negara berubah-ubah setiap saat. Defisit perdagangan Amerika Serikat yang besar bisa memperlemah US dollar, dan jika US dollar lemah pelaku pasar akan mengalihkan perhatiannya pada tingkat inflasi dengan mencermati rilis data CPI guna mengantisipasi tingkat suku bunga yang akan diputuskan oleh The Fed.
Pada umumnya, saat ini indikator ekonomi yang selalu jadi perhatian pasar adalah yang menyangkut tingkat suku bunga, inflasi, data tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Apakah pentingnya membandingkan rilis data aktual dengan consensus (forecast)?
Rilis data aktual adalah hasil data yang baru dirilis, dan consensus atau sering disebut juga forecast adalah prediksi dari para analis yang juga pelaku pasar, dan bisa dianggap harapan atau ekspektasi pasar tentang berita tersebut. Hasil rilis data itu sendiri tidak begitu penting, yang penting apakah hasil rilis tersebut sesuai dengan harapan pasar. Jika ada perdedaan yang sangat menyolok antara data aktual yang dirilis dan yang diharapkan pasar, harga akan bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi.
Misalnya jika data CPI sebelumnya 0.2%, maka rilis data aktual pada angka 0.3% sangat penting artinya jika kita telah tahu pasar mengharapkan data CPI bulan ini pada angka 0.1%. Bergantung pada metode dan strategi trading, kita bisa masuk pasar sesaat sebelum rilis berita (dengan pending order), atau beberapa saat setelah rilis berita.

Membuka posisi tepat pada saat rilis berita adalah riskan karena selain sulit masuk berhubung padatnya pengguna jaringan on-line juga sering terjadi slippage atau loncatan harga sehingga harga yang kita peroleh meleset dari yang kita inginkan. Untuk melihat pengaruh jangka panjang dari rilis sebuah berita yang tidak sesuai dengan harapan pasar, biasanya trader menunggu sekitar 30 menit setelah rilis berita. Demikian pula bagi trader yang menghindari buka posisi saat rilis berita.
Kenapa trader teknikal (chartist) mesti mencermati rilis berita fundamental?
Analisa teknikal tidak akan bekerja jika faktor fundamental sedang menjadi fokus utama para pelaku pasar. Pasar menjadi sensitif dengan perkembangan berita fundamental yang sedang menjadi isu. Dengan motivasi memperoleh profit yang lumayan dan agak bersifat spekulatif trader biasanya akan masuk pasar pada saat rilis berita non farm payrolls Amerika Serikat dan pengumuman tingkat suku bunga The Fed atau BoE.
Saat rilis berita-berita tersebut pasar cenderung tidak lagi mematuhi aturan analisa teknikal. Spekulasi massal yang terjadi membuat trader berusaha mendapatkan harga yang terbaik untuk membuka posisi trading daripada melihat posisi indikator moving average atau stochastic oscillator.


Sumber : www.actionforex.com
seputarforex.com
Read more...

Waspadalah Jika Trading Berdasarkan Berita Fundamental

0 komentar
Dalam trading forex, seorang trader bisa menggunakan metode dan strategi yang lebih menekankan pada analisa teknikal (chartist), tetapi bisa juga lebih menekankan pada analisa fundamental termasuk berita ekonomi (fundamentalist). Dari kedua cara tersebut tidak bisa disimpulkan mana yang lebih unggul atau paling benar. Hal itu sangat relatif dan bergantung pada pengalaman trading. Artikel ini adalah pandangan dari trader yang menggunakan metode price action, yang tidak seratus persen chartist karena minimnya indikator teknikal yang digunakan, tetapi juga bukan fundamentalis.
Beli berdasarkan rumor, jual berdasarkan kenyataan
Beralasan juga jika slogan ‘Beli berdasarkan rumor, jual berdasarkan kenyataan’ (Buy the rumor, sell the fact) telah lebih dari seratus tahun beredar di pasar bursa Wall Street. Secara umum para pemain besar di pasar (lazim disebut big boys), yaitu mereka yang sebenarnya menggerakkan harga pasar, hanya akan masuk pasar berdasarkan pada prediksi mereka akan prospek sebuah saham atau komoditas lainnya, tidak sepenuhnya berdasarkan berita yang baru dirilis.
Berita ekonomi yang dirilis akan selalu dicerminkan pada harga sebuah saham atau komoditas dalam pasar. Misalnya jika data Non Farm Payroll Amerika Serikat bulan ini diprediksi akan bertambah sebanyak 200,000 pekerjaan baru dibanding bulan lalu, maka pelaku pasar akan mentradingkan prediksi pertambahan 200,000 pekerjaan baru ini, dan keyakinan mereka bahwa prediksi tersebut akan mempengaruhi pasar. Mereka tidak tahu data jumlah pekerjaan yang sebenarnya sebelum berita Non Farm Payroll dirilis, kecuali mungkin jika mereka bisa memperoleh informasi sebelum rilis beritanya.
Saat berita data Non Farm Payroll tersebut dirilis, para big boys telah masuk pasar terlebih dahulu dengan keyakinan bahwa prediksi mereka akan mempengaruhi harga pasar. Jika data Non Farm Payroll yang dirilis benar bertambah sebanyak 200,000 pekerjaan baru dibanding bulan lalu, akan malah membuat harga pasar turun karena banyak yang telah membuka posisi buy sesuai prediksi bahwa pertambahan 200,000 pekerjaan baru akan membuat data Non Farm Payroll bulan ini positif. Jadi jika yang dirilis benar bertambah 200,000 pekerjaan baru, maka para big boys tidak akan membuka posisi buy lagi karena data yang keluar tidak membuat ‘kejutan’ naik seperti yang diramalkan para analis pasar.

Trading berdasarkan rilis berita fundamental sama dengan ‘gambling’ (untung-untungan). Anda tak akan tahu persis bagaimana reaksi pasar terhadap sebuah berita tertentu yang dirilis, dan Anda tidak bisa berasumsi bahwa secara logika jika hasil yang dirilis lebih baik dari sebelumnya dan lebih baik dari prediksi maka harga akan naik dan sebaliknya, karena semua faktor yang mungkin tidak Anda ketahui akan tercermin pada pergerakan harga saat berita tersebut dirilis. Oleh karena itu trader yang terlalu fokus pada rilis berita sering kali mengalami kerugian akibat ‘slippage’ (loncatan harga pasar) ketika masuk pasar pada saat rilis suatu berita.
Semua faktor telah tercermin pada harga
Seorang trader yang menggunakan metode price action yakin bahwa semua faktor fundamental termasuk berita yang dirilis telah tercermin pada harga pasar dan bisa ditradingkan melalui analisa pola pergerakan harganya dengan metode price action. Rilis berita dan variabel lainnya hanyalah unsur-unsur yang menggerakkan pasar. Setup price action yang terjadi adalah refleksi dari perubahan variabel pasar yang menggerakkan harga. Refleksi ini bisa membentuk pola-pola yang berulang sebagai acuan untuk mengukur perubahan pergerakan harga. Jadi dengan trading berdasarkan analisa pola pergerakan harga atau setup price action berarti kita telah memasukkan faktor perubahan variabel fundamental termasuk berita didalamnya.
Pengaruh rilis berita pada posisi trading
Jika kita mempunyai posisi yang terbuka, saat rilis berita penting semisal Non Farm Payroll, pengumuman suku bunga (interest rate) atau pidato pejabat Bank Sentral tentu akan sangat mempengaruhi volatilitas pergerakan harga hingga bisa berdampak pada posisi kita. Tetapi dengan risk/reward ratio yang telah kita tetapkan sebelumnya, kita biarkan pasar merespon posisi trading kita dengan reaksi yang memang seharusnya terjadi terlepas dari level stop loss atau level target profit kita yang kena. Ada baiknya kita gunakan trailing stop dengan teknik averaging atau pyramiding jika memungkinkan.
Mengetahui saat rilis berita
Untuk menghindari resiko slippage atau loncatan harga pada saat rilis berita yang penting, sebaiknya kita membuka posisi beberapa saat setelah rilis berita tersebut pada kondisi pasar yang relatif tenang (tidak terlalu bergejolak / volatile). Untuk itu kita mesti mengetahui jadwal rilis berita-berita penting yang berpengaruh pada pasar forex, seperti yang banyak dimuat dalam kalender ekonomi beberapa situs trading. Yang sering kali mempengaruhi volatilitas pasar adalah berita-berita yang berhubungan dengan suku bunga (interest rate), data tenaga kerja (Non Farm Payroll di Amerika Serikat, unemployment rate / data pengangguran), inflasi (Consumer Price Index / CPI) dan juga pertumbuhan ekonomi (Gross Domestic Product per kwartal / GDP q/q).

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
seputarforex.com 
Read more...

Fundamentalist Atau Technicalist?

0 komentar
Apa itu fundamentalist dan technicalist? Hehehe… Begini, di kalangan para trader dikenal 2 "aliran" trader yaitu: fundamentalist dan technicalist. Pembedaan ini didasarkan pada kecenderungan analisis yang dipakai oleh masing-masing trader.
forex trader
Secara umum memang ada 2 tipe analisis dalam forex trading:
Analisis Fundamental yaitu analisis yang didasarkan pada berita (news) yang berpengaruh pada nilai mata uang yang kita perdagangkan. Trader yang menggunakan analisis fundamental dalam bertrading sering digolongkan sebagai fundamentalist. Mereka memperhatikan berita (news) yang berpengaruh terhadap nilai mata uang dari pair yang mereka perdagangkan. Ada banyak news yang bisa berpengaruh terhadap nilai mata uang, baik pengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Apa saja news yang berpengaruh? Secara umum sih biasanya news yang berkaitan dengan perekonomian atau politik dari negara yang mata uangnya kita perdagangkan. Jadi misalnya kita memperdagangkan pair EUR/USD, maka kita perlu memperhatikan news dari Negara Eropa dan Amerika Serikat.

Mungkin anda berpikir: weh, ribet dong? trus di mana kita bisa memantau atau mengetahui adanya news tersebut? Jangan khawatir, sekarang ini ada banyak situs yang menyediakan data tentang news tersebut disertai dengan perkiraan pengaruhnya terhadap pasangan mata uang tertentu. Jadi kalau anda lebih berminat untuk bergabung dengan para fundamentalist, sering-seringlah berkunjung ke situs-situs yang menyediakan berita-berita yang berkaitan dengan pergerakan nilai mata uang. Atau, broker tempat kita trading juga biasanya menyediakan fasilitas pemberitahuan (alert) tentang akan adanya news.

Nah, para fundamentalist ini banyak memanfaatkan pergerakan chart yang biasanya memang mengalami pergerakan yang ekstrem saat menjaleng dan sesudah news keluar. Untuk pair-pair tertentu seperti GBP/USD, pergerakan menjelang dan sesudah news bisa sebesar 20-50 pips dalam tempo tidak lebih dari 15 menit. Itulah sebabnya para fundamentalist biasa meramaikan market disaat-saat news dirilis.

Analisis Teknikal Berbeda dengan para fundamentalist, trader technicalist lebih memilih untuk "menyingkir" dari market saat menjelang dan sesudah news dirilis. Mereka mengibaratkan pergerakan yang cepat karena pengaruh news jangka pendek itu seperti halnya kolam yang sedang diaduk-aduk airnya, sehingga terlihat "keruh". Maksudnya, pergerakan "asli" dari sebuah pair tidak terlihat di saat-saat seperti itu sehingga mereka memilih menunggu "air" tenang kembali dan memperlihatkan "watak asli"-nya kembali.

Para technicalist lebih mendasarkan analisis pada history pergerakan chart. Pada dasarnya, para technicalist ini percaya bahwa history pergerakan chart itu akan berulang, dan dalam sesuatu yang terlihat acak, tersembunyi pola-pola tertentu yang apabila bisa dipahami dapat dipergunakan untuk mengetahui apa yang sedang dan akan terjadi pada pergerakan chart. Trader technicalist berkomunikasi" dengan chart melalui indikator-indikator. Dari sinyal yang diberikan oleh indikator inilah, bisa diketahui apa yang sedang terjadi atau "dilakukan" oleh suatu pair. Pertanyaan-pertanyaan seperti: "lagi ngapain ini si GJ? Mau kemana dia, naik atau turun?" bisa dijawab dengan melihat sinyal yang diberikan oleh indikator.

Ada banyak indikator yang bisa digunakan dalam forex trading. Biasanya masing-masing trader technicalist mempunyai indikator yang menjadi andalan mereka, sesuai dengan kepahaman mereka terhadap indikator tersebut.

Nah, anda memilih menjadi fundamentalist atau technicalist? Ehm, sebenernya ya tidak harus dibedakan secara tegas seperti itu sih. Ada juga temen trader yang memilih menjadi kedua-duanya. Mereka mempunyai indikator yang menjadi andalan, tetapi juga ikut meramaikan market saat news dirilis. Semua sah-sah saja karena itulah enaknya menjadi trader.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Pengaruh Tingkat Bunga Terhadap Pasar Forex

0 komentar
Jika anda penganut analisis fundamental, salah satu hal yang harus anda pahami adalah bagaimana tingkat bunga mempengaruhi nilai sebuah mata uang. Tingkat bunga (interest rate) pada dasarnya adalah "harga" dari mata uang yang jika diruntut dari asal kata "interest" itu menggambarkan tingkat "minat" orang untuk memegang uang. Yah, maaf sebelumnya kalo bahasan kali ini berbau teori ekonomi makro banget. Mau gak mau, sebagai trader, kita harus paham tentang apa dan bagaimana faktor yang mempengaruhi kekuatan mata uang kan.
mata uang
Ok, tentunya anda sudah paham bahwa pasar forex dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah tingkat bunga ini. Forex trading berbicara mengenai uang. It’s all about money. Di market forex, mata uang dari seluruh dunia diperdagangkan dan dipertukarkan. Sebagai contoh, seorang broker bisa membeli yen Jepang ketika rasio yen terhadap US dollar meningkat dan menjual yen dan membeli kembali US dollar untuk mengambil keuntungan. Market forex di jaman sekarang sangat terbuka untuk semua orang, tidak hanya pihak-pihak dengan modal yang besar. Semua orang, bahkan dengan modal yang kecil, boleh mempertukarkan dan memperdagangkan mata uang dari negara manapun yang ditawarkan di market untuk mengambil keuntungan dari pergerakan nilai mata uang tersebut.

Di forex market, kita berhadapan dengan the law of large number, dimana market digerakkan oleh pemilik uang yang masuk ke market pada saat itu, yang jumlah pelakunya boleh dikatakan sangat banyak. Jadi untuk memahami bagaimana market bereaksi terhadap suatu kondisi, kita mesti memahami perilaku dan harapan market secara umum. Itulah mengapa, apabila anda berminta menjadi trader yang baik, maka anda mau gak mau harus memahami dasar-dasar teori tentang apa yang mempengaruhi market supaya bisa mengambil keputusan yang logis dalam ber-trading. Seperti sudah saya singgung di atas, tingkat bunga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi market forex. Untuk dapat memahami pasar, seorang trader  harus memahami kondisi dari masing-masing tingkat bunga mata uang yang diperdagangkan.

Sebenarnya, kondisi ekonomi dan politik juga sangat mempengaruhi nilai mata uang, tetapi tingkat bunga memiliki pengaruh yang lebih besar. Hal mendasar yang perlu diingat adalah bahwa uang sering mengikuti tingkat bunga. Ketika tingkat bunga mata uang sebuah negara meningkat, investor akan cenderung ingin memanfaatkan return yang tinggi tersebut dan sebagai akibatnya uang (modal) akan mengalir ke negara itu.

Ketika tingkat bunga naik satu negara, mata uang mereka dipandang  lebih kuat daripada mata uang lainnya. Hal ini terjadi karena investor mencari mata uang yang lebih banyak untuk mendapatkan keuntungan lebih. Campur tangan pemerintah di forex memang tidak sering terjadi, tetapi terkadang  pemerintah suatu negara bisa jadi akan melakukan intervensi jika dirasa perlu. Pemerintah, melalui Bank Sentral negara tersebut, akan membanjiri pasar valuta asing dengan mata uang negara mereka jika menginginkan untuk menurunkan harga (tingkat bunga).

Sebaliknya, bisa jadi mereka membeli mata uang negara mereka, jika ingin mereka menaikkan harga (tingkat bunga). Hal ini dilakukan pemerintah melakukan ini untuk membantu perekonomian mereka secara keseluruhan. Jika anda mengetahui kapan sebuah Bank Sentral akan melakukan intervensi, ini bisa menjadi keuntungan tersendiri. Asal tahu saja, intervensi semacam ini pengaruhnya lumayan gedhe (dalam ukuran pips tentunya). Anda bisa ikut mengambil manfaat dari intervensi pemerintah suatu negara tersebut dengan ikut melakukan tindakan yang searah dengan mereka.

Memang sih, karena sifat market forex yang mempunyai volume yang besar dan pelaku yang hampir tak terbatas, pengaruh suatu kebijakan bisa jadi tidak berjangka panjang. Tapi toh tetap saja akan bermanfaat jika kita selalu mengikuti berbagai berita terutama yang berkenaan tentang kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan suku bunga seperti misalnya tingkat inflasi. Sebagai trader, terutama yang mengandalkan analisis fundamental, "mendengarkan" pidato dari politisi dan orang berpengaruh lainnya menjadi suatu keharusan. Syukur-syukur jika kita bisa menebak sebelum pengumuman dibuat.

Dari uraian di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa tingkat bunga memang berpengaruh secara signifikan terhadap market forex. Tingkat bunga dapat menjadi patokan untuk mengetahui mata uang mana yang kuat terhadap yang lain. Salah satu  saat di mana perubahan tingkat bunga sangat mempengaruhi kekuatan mata uang, meskipun relatif jarang terjadi, adalah saat terjadinya intervensi pemerintah melalu Bank sentral di market forex. Atau, setidaknya saat-saat keluarnya kebijakan-kebijakan negara yang bersangkutan yang berpengaruh terhadap tingkat bunga mata uang negara tersebut.

Jadi, sebagai trader yang baik, kita memang sebaiknya tetap memperhatikan informasi seputar tingkat bunga dari mata uang yang kita tradingkan. Itulah mengapa saya menyarankan anda untuk menjadi smart & informed trader.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Indikator-Indikator Perekonomian Yang Berpengaruh Terhadap Forex Trading

0 komentar
Bagi anda pengguna analisis fundamental, pemahaman tentang apa dan bagaimana indikator-indikator perekonomian, terutama yang berpengaruh besar dalam forex trading, tentunya sangat diperlukan. Di saat awal mencoba belajar trading, sebagai trader dengan latar belakang pendidikan ekonomi, saya cenderung mengandalkan pengetahuan tentang bagaimana hubungan indikator perekonomian dengan nilai mata uang sebuah negara.
Jangan tanya gimana ribetnya yah! Dulu, saya terkadang trade sambil membuka beberapa buku makroekonomi plus setumpuk lainnya yang siap dijadikan referensi. Jadinya, sebelum mengambil posisi, saya biasanya sibuk menganalisis berita-berita yang ada plus buka-buka referensi kalo masih kurang paham bagaimana masing-masing indikator tersebut saling mempengaruhi yang ujung-ujungnya berusaha menemukan pengaruhnya terhadap nilai mata uang suatu negara. Mirip-mirip kayak nyusun thesis lah.
menyusun analisis - ilustrasi
Secara umum, indikator-indikator ekonomi yang dirilis oleh pemerintah maupun organisasi-organisasi swasta memang dapat digunakan untuk melihat kinerja perekonomian suatu negara. Nah, berdasarkan penilaian tersebut, kemudian akan timbul sentimen positif (optimis) mapun negatif (pesimis) terhadap kebijakan maupun kondisi perekonomian suatu negara yang ujung-ujungnya akan mempengaruhi nilai mata uang negara tersebut. Sebagai seorang trader, intinya kita harus memahami bagamana pengaruh indikator perekonomian terhadap nilai mata uang yang nantinya harus kita ambil kesimpulan pengaruhnya terhadap harga pairs yang kita perdagangkan. Misalnya, kalo tingkat pengangguran di USA meningkat, berarti kecenderungan harga EUR/USD naik ato turun, dst. Mari kita simak indikator-indikator yang berpengaruh relatif besar terhadap forex trading antara lain:
Angka pengangguran dan tingkat inflasi. Ketika angka pengangguran dan inflasi meningkat, ini mencerminkan kondisi politik yang kurang baik, sehingga cenderung terjadi sentiment negatif yang akan menurunkan nilai mata uang negara yang bersangkutan.
Produk domestik bruto, atau PDB. PDB dianggap indikator yang paling umum untuk menilai kondisi perekonomian sebuah negara.  Produk domestik bruto merupakan total nilai pasar semua barang dan jasa yang biasanya diproduksi dalam suatu negara tertentu. PDB biasanya diukur dalam jangka waktu satu tahun, dan tidak dalam beberapa minggu atau bulan karena dengan  periode waktu yang lebih besar akan lebih bagus dalam penggambaran statistik terhadap produk dan jasa yang diproduksi di suatu negara. Oleh karena itu, indikator ini tidak digunakan sendirian dalam forex trading. PDB dianggap sebagai indikator lagging, yang berarti merupakan faktor terukur yang berubah setelah perekonomian sudah mulai mengikuti tren tertentu.
Laporan penjualan ritel adalah faktor ekonomi ketiga yang sering digunakan dalam forex trading. Indikator ini menunjukkan penerimaan total dari semua toko ritel di sebuah negara. Indikator ini dianggap sebagai indikator ekonomi yang sangat handal dan penting karena pola belanja konsumen yang diharapkan sepanjang tahun. Faktor ini biasanya lebih penting dibanding lagging indikator dan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keadaan ekonomi di suatu negara.
Laporan produksi industri. Laporan ini menunjukkan fluktuasi dalam produksi di industri seperti pabrik, dan utilitas. Laporan ini melihat produksi aktual dalam kaitannya dengan potensi kapasitas produksi selama periode waktu. Ketika suatu negara memproduksi pada kapasitas maksimum secara positif mempengaruhi nilai mata uang dan dianggap sebagai kondisi yang ideal.
Indeks harga konsumen, atau CPI, adalah indikator ekonomi terakhir penting dalam menganalisis forex. CPI adalah ukuran dari perubahan dalam harga barang-barang konsumen di 200 kategori. Laporan ini dapat memberitahu apakah suatu negara membuat atau kehilangan uang pada produk dan layanan mereka.
Laporan terhadap indikator-indikator tersebut biasanya dirilis secara berkala untuk setiap negara. Hal ini tentu saja memudahkan trader untuk bersiap-siap "menyambut" rilis laporan tersebut dan tentu saja berusaha mengambil profit dari pergerakan harga yang lumayan kenceng saat menjelang dan setelah news release tersebut. Jadi, sebagai trader yang baik, sebaiknya anda memahami bagaimana membaca indikator perekonomian tersebut dan catat tanggal mainnya, eh, kapan rilisnya, maksudnya! Hihihi..

sumber: seputarforex.com 
Read more...

News Release: Dinanti Atau Dihindari?

0 komentar
Saat-saat menjelang dan setelah news release adalah saat-saat istimewa di market, karena pergerakan harga yang cenderung cepat, bahkan terkadang melesat (atau menukik) tajam. Bagi sebagian trader, karena pergerakan yang cepat ini, saat-saat news release dianggap sebagai saat yang tepat untuk memanen pips dalam waktu yang singkat. Iya sih, memang saat-saat seperti itu, pergerakan sampai 100 pips dalam waktu kurang dari 30 menit sangat mungkin terjadi. Jadi, kalo kita bisa mengambil posisi yang tepat, saat news release bisa menjadi saat panen raya. Eits, tapi tunggu dulu, tadi saya bilang kalo posisi kita "tepat" loh! Nah, klo pas posisi kita "salah" gimana tuh? 

Yaa, pastinya bukan panen raya kali, tapi bisa jadi cut loss raya atau malahan puso alias MC. Nah, karena  pergerakan yang terlalu ekstrem tersebut, dan kadang-kadang juga diluar kebiasaan atau malahan melenceng dari trend "asli"-nya, sebagian trader yang biasanya mengaku technicalist murni justru menghindari saat-saat menjelang dan setelah news release ini untuk open position.

Mereka menganggap, lonjakan atau tukikan tajam harga saat news release sebagai hal diluar perhitungan teknikal dan dianggap terlalu beresiko sebagai dasar melakukan open position. Kalau diibaratkan pergerakan harga saat news release ini seperti halnya air danau yang biasanya tenang dan jernih tiba-tiba diaduk-aduk sehingga keruh sehingga tidak bisa diperkirakan kedalaman danau tersebut. Pergerakan harga yang ekstrem saat news release, jika diamati dalam time frame yang pendek,  memang seringkali keluar dari trend dan susah diprediksi kedalaman (atau ketinggian)nya.

Terus terang saya dulu (mengaku) penganut aliran teknikal, sehingga saat news release, saya justru tidak melakukan open position. Paling-paling saya cuma memantau posisi yang masih terbuka. Malahan terkadang beberapa jam sebelum high impact news, saya sudah menahan diri untuk tidak melakukan open position. Apakah keputusan untuk tidak melakukan open position saat news release ini memang tepat? Nah, ini dia! Setelah mengamati dan berdiskusi dengan temen-temen trader, ternyata justru banyak diantara temen trader yang menunggu news untuk melakukan open position. Bahkan, mereka di bela-belain begadangan untuk menunggu high impact news yang sialnya, jam releasenya tepat di jam tidur.

Mmm… yah akhirnya saya tergoda juga untuk mencoba-coba meramaikan market saat news release. Awalnya, saya sering menggunakan pending order, seperti yang pernah saya kemukakan di artikel terdahulu. Kurang lebihnya gambarannya sebagai berikut:



Pada intinya, saya membuat horizontal line kurang lebih 30 pips di atas dan di bawah harga berlaku saat 5-10 menit menjelang news. Pasang pending order di harga tersebut. Buy stop di 1.5550 (kurang lebih 30 pips diatas) dan sell stop di 1.5510 (kurang lebih 30 pips dibawah).

Dengan demikian, saat harga menyentuh salah satunya, otomatis posisi akan terbuka. Batalkan posisi yang tidak tersentuh dan biarkan posisi terbuka mencapai TP, atau bisa juga kita close secara manual apabila kita rasa profit sudah cukup dan trend sudah mulai melemah. Akan tetapi, hati-hati yaa! Tidak selalu news menghakibatkan pergerakan yang  "manis dan jelas" seperti itu. Kecenderungan sekarang, pergerakan awal sesaat setelah news release itu cenderung "menipu". Mari perhatikan pergerakan pair EUR/USD saat NFP bulan April kemaren:



Nah, kalo pergerakannya seperti itu, berarti pending order kita dua-duanya tersentuh. Ddan kalo kita penganut trading tanpa SL, wah… bisa-bisa abis deh. Apalagi kalo kita main hantam pake margin besar. Bukannya panen raya, malahan cut loss raya atau MC deh. Nah, trus gimana dunks, kalo kita mau trading saat news release?

Mmm… ada baiknya kita bersabar dan menahan diri saat melihat pergerakan sesaat news release. Tahan dulu,lihat dan pastikan apakah itu sekedar tipuan yang akhirnya arah justru berbalik tajam. Yah… masih mending “ketinggalan” beberapa puluh pips kan… daripada kita kejebak sell di dasar lembah atau buy di pucuk gunung. Masih terlalu beresiko? Iya sudahlah, menghindar aja dari news release. Tahan OP, lihat, dan ikutan amati  aja pergerakan chart "liar" tersebut, mayan seru juga kok buat tontonan.

Nah, jadi gimana nih… Mau meramaikan market saat news release, atau malahan menghindar? Yah… itu sih terserah kita deh.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Memanfaatkan Eforia Pasar Saat Release News

0 komentar
Kegiatan forex trading sangat berkaitan dengan kegiatan manusia, terutama kegiatan politik dan ekonomi suatu negara. Tidak heran, pergerakan suatu pair sangat dipengaruhi oleh news atau berita-berita yang berkaitan dengan kondisi politik dan perekonomian negara dari pair tersebut. Bagi trader yang murni mengandalkan analisis teknikal sebagai dasar pengambilan keputusan, news yang berpengaruh jangka pendek justru seringkali dihindari, karena pergerakan pair sesaat menjelang dan setelah news keluar memang seringkali sangat tidak terprediksi.

Itulah kenapa, temen-temen trader yang menganut analisis teknikal seringkali menghindar dari market pada saat-saat tersebut. Mereka menganggap pergerakan yang terlalu acak saat news seringkali keluar dari trend yang sedang berjalan, sehingga mereka menganggap pergerakan saat itu bersifat semu. Mereka memilih memantau saja pergerakan pair dan menghindari melakukan Open Position saat market bergejolak.

Beda dengan trader yang lebih mengandalkan analisis fundamental, atau analisis berdasarkan berita (news). Saat-saat menjelang dan setelah news justru kesempatan bagi mereka untuk panen raya, mengambil untung dari pergerakan yang biasanya memang jauh lebih cepat daripada kondisi normal. Bagi trader yang memanfatkan pergerakan pair saat news, jadwal release news dari negara-negara yang pairnya diperdagangkan menjadi modal utama dalam mengatur jadwal trading.

Memang bagi kita yang tinggal di wilayah Asia, khususnya Indonesia, mengikuti jadwal news ini kadang butuh “pengorbanan” tersendiri. Gimana gak berkorban namanya, news besar seringkali jam releasenya saat jam-jam lewat tengah malam di WIB. Jadilah waktu tidur kita yang diatur oleh waktu release news tersebut. Okelah, menghindar atau justru memanfaatkan news itu pilihan bagi masing-masing trader. Di sini saya hanya akan memperlihatkan, seberapa besar pengaruh news terhadap pergerakan pair dan bagaiman kita bisa memanfaatkan pergerakan yang di luar kebiasaan tersebut (kalau kita berminat). Mari kita lihat chart berikut:

Chart di atas memotret pergerakan pair GBP/USD sesaat sebelum dan setelah news dari Negara US yang berpengaruh pada nilai USD. Bisa kita lihat bagaiman pengaruh news tersebut terhadap pergerakan pair GBP/USD. Pergerakan pair cenderung lambat menjelang news di release, tapi begitu news tersebut release, GPB/USD melesat naik dari 1.5530 ke 1.5644, lebih dari 100 pips hanya dalam rentang waktu kurang lebih 45 menit! Lumayan menggiurkan untuk dibiarkan lewat begitu saja. Ok deh, itu gambaran pengaruh dari sebuah news. Memang sih, tidak semua news berpengaruh sebesar itu. Akan tetapi biasanya sih setidaknya kita bisa mengambil rata-rata antara 30-50 pips dari pergerakan tersebut.

Nah, bagaimana cara relatif aman untuk mengambil manfaat dari pergerakan yang lumayan kenceng setelah news release? Untuk masuk pasar dengan instant execution memang kadang terlalu beresiko, karena sesaat sebelum dan sesudah news, biasanya pergerakan pair cenderung susah diprediksi. Akan relatif lebih aman apabila kita memasang “perangkap” pending order untuk memanfaatkan pergerakan tersebut. Mari kita perhatikan kembali chart di atas.

Saya membuat horizontal line kurang lebih 30 pips di atas dan di bawah harga yang berlaku saat 5-10 menit menjelang news. Pasang pending order di harga tersebut. Buy stop di 1.5550 (kurang lebih 30 pips diatas) dan sell stop di 1.5510 (kurang lebih 30 pips dibawah). Dengan demikian, saat harga menyentuh salah satunya, otomatis posisi akan terbuka. Batalkan posisi yang tidak tersentuh dan biarkan posisi terbuka mencapai TP, atau bisa juga kita close secara manual apabila kita rasa profit sudah cukup dan trend sudah mulai melemah. Ok, itu salah satu cara memanfaatkan pergerakan chart, apabila kita ingin berpartisipasi meramaikan market saat news dirilis.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Analis Fundamental Atau Teknikal

0 komentar
Apa itu fundamentalist dan technicalist? Begini, di kalangan para trader dikenal 2 "aliran" trader yaitu: fundamentalist dan technicalist. Pembedaan ini didasarkan pada kecenderungan analisis yang dipakai oleh masing-masing trader. Secara umum memang ada 2 tipe analisis dalam forex trading.

Analisis Fundamental

Yaitu analisis yang didasarkan pada berita (news) yang berpengaruh pada nilai mata uang yang kita perdagangkan. Trader yang menggunakan analsisis fundamental dalam bertrading sering digolongkan sebagai fundamentalist. Mereka memperhatikan berita (news) yang berpengaruh terhadap nilai mata uang dari pair yang mereka perdagangkan. Ada banyak news yang bisa berpengaruh terhadap nilai mata uang, baik pengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Apa saja news yang berpengaruh?

berita
Secara umum sih biasanya news yang berkaitan dengan perekonomian atau politik dari negara yang mata uangnya kita perdagangkan. Jadi misalnya kita memperdagangkan pair EUR/USD, maka kita perlu memperhatikan news dari Negara Eropa dan Amerika Serikat. Mungkin anda berpikir: weh, ribet doong… trus di mana kita bisa memantau atau mengetahui adanya news tersebut? Jangan khawatir, sekarang ini ada banyak situs yang menyediakan data tentang news tersebut disertai dengan perkiraan pengaruhnya terhadap pasangan mata uang tertentu.

Jadi kalau anda lebih berminta untuk bergabung dengan para fundamentalist, sering-seringlah berkunjung ke situs-situs yang menyediakan berita-berita yang berkaitan dengan pergerakan nilai mata uang. Atau, broker tempat kita trading juga biasanya menyediakan fasilitas pemberitahuan (alert) tentang akan adanya news. Nah, para fundamentalist ini banyak memanfaatkan pergerakan chart yang biasanya memang mengalami pergerakan yang ekstrem saat menjelang dan sesudah news keluar. Untuk pair-pair tertentu seperti GBP/USD, pergerakan menjelang dan sesudah news bisa sebesar 20-50 pips dalam tempo tidak lebih dari 15 menit. Itulah sebabnya para fundamentalist biasa meramaikan market disaat-saat news dirilis.

Analisis Teknikal
Berbeda dengan para fundamentalist, trader technicalist lebih memilih untuk “menyingkir” dari market saat menjelang dan sesudah news dirilis. Mereka mengibaratkan pergerakan yang cepat karena pengaruh news jangka pendek itu seperti halnya kolam yang sedang diaduk-aduk airnya, sehingga terlihat “keruh”. Maksudnya, pergerakan “asli” dari sebuah pair tidak terlihat di saat-saat seperti itu sehingga mereka memilih menunggu “air” tenang kembali dan memperlihatkan “watak asli”nya kembali.

Para technicalist lebih mendasarkan analisis pada history pergerakan chart. Pada dasarnya, para technicalist ini percaya bahwa history pergerakan chart itu akan berulang, dan dalam sesuatu yang terlihat acak, tersembunyi pola-pola tertentu yang apabila bisa dipahami dapat dipergunakan untuk mengetahui apa yang sedang dan akan terjadi pada pergerakan chart. Trader technicalist “berkomunikasi” dengan chart melalui indikator-indikator. Dari sinyal yang diberikan oleh indikator inilah, bisa diketahui apa yang sedang terjadi atau “dilakukan” oleh suatu pair.

Pertanyaan-pertanyaan seperti: “lagi ngapain ini si GJ? Mau kemana dia, naik atau turun?” bisa dijawab dengan melihat sinyal yang diberikan oleh indikator. Ada banyak indikator yang bisa digunakan dalam forex trading. Biasanya masing-masing trader technicalist mempunyai indikator yang menjadi andalan mereka, sesuai dengan kepahaman mereka terhadap indikator tersebut.

Nah, anda memilih menjadi fundamentalist atau technicalist? Ehm, sebenernya ya tidak harus dibedakan secara tegas seperti itu sih. Ada juga temen trader yang memilih menjadi kedua-duanya. Mereka mempunyai indikator yang menjadi andalan, tetapi juga ikut meramaikan market saat news dirilis. Semua sah-sah saja, suka-suka kita juga kok. Itulah enaknya menjadi trader.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Mengenal Pelonggaran Kuantitatif (Quantitative Easing)

0 komentar
Pada artikel kali ini saya akan mencoba membahas mengenai isu Pelonggaran Kuantitatif atau biasa disebut dengan Quantitative Easing (QE), yang mana baru saja diberlakukan oleh negara-negara maju. Tentunya tidak satu atau dua kali anda mendengar mengenai istilah ini. Nah, sebagian investor ada yang cukup mafhum namun masih banyak yang bertanya-tanya mengenai hal ini. Sesungguhnya apakah pelonggaran kuantitatif serta apa dampaknya bagi pergerakan market? Untuk lebih jelasnya, silakan anda simak ulasannya berikut ini.

Kelonggaran Kuantitatif - twps2 - www.seputarforex.com

Sebagai alat pertimbangan yang paling utama dari sebuah kebijakan moneter suatu negara, ialah tingkat inflasi. Secara garis besar, inflasi dapat dikatakan sebagai indikator yang menggambarkan sebuah tingkatan perubahan, sedangkan proses kenaikan harga beberapa komponen vital yang sedang berlangsung secara terus menerus dan saling mempengaruhi. Istilah ini juga sering digunakan untuk mengukur ketersediaan uang sebagai alat tukar yang seringkali dipandang sebagai pemicu kenaikan suatu harga. Dengan demikian nilai mata uang terhadap barang dan jasa konsisten turun secara berkala.

Pada hukum ekonomi, pemicu inflasi dapat digolongkan menjadi dua faktor, yakni faktor yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Inflasi dalam negeri bisa disebabkan oleh defisit anggaran belanja negara dan kegagalan pasar dalam menjaga harga pangan. Sedangkan inflasi dari luar negeri dipengaruhi oleh kenaikan harga barang-barang impor. Lonjakan harga bisa terjadi akibat tingginya biaya produksi eksportir maupun tarif impor barang.

Berdasarkan tingkatan kenaikan harga, inflasi dapat dibedakan kedalam beberapa kategori, berikut kategori yang dapat mempengaruhinya :
  1. Inflasi Ringan " kurang dari 10% /tahun "
  2. Inflasi Sedang " antara 10% hingga 30% /tahun "
  3. Inflasi Berat " antar 30% hingga 100% /tahun "
  4. Hiperinflasi " lebih dari 100% /tahun "
Sedangkan negara bertugas dalam menentukan arah parameter normal dari tingkat inflasi setiap tahunnya. Sebuah Inflasi yang ringan dapat menciptakan keadaan perekonomian yang kondusif, karena pendapatan nasional dan investasi akan lebih lancar. Namun apabila yang terjadi malah sebaliknya, maka hiper-inflasi justru akan membuat perekonomian negara menjadi tidak terkendali. Sebagai penerima pendapatan tetap seperti PNS, karyawan swasta serta kaum buruh akan mengalami kewalahan dalam menanggung biaya hidup, sehingga membuat tingkat kesejahteraan semakin merosot.

Pemerintah selaku regulator dalam suatu negara akan mengambil tindakan pada instrumen suku bunga bank untuk mengontrol laju inflasi. Suku bunga acuan berperan besar dalam mempengaruhi cara pandang para debitur dan kreditur. Apabila suku bunga cukup menarik, maka niat menabung akan makin tinggi dan jumlah peminjam akan semakin berkurang.

Jika suku bunga dipatok lebih rendah, maka jumlah peminjam akan semakin bertambah sehingga produktifitas ikut terdorong dimasa datang. Perubahan suku bunga harus dilaksanakan dengan penuh pertimbangan, jika tidak terjadwal dengan baik justru dapat merusak pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, bank sentral berwenang penuh dalam setiap kebijakan moneter. Apabila inflasi telah melampaui target angka patokan, maka pihak Bank akan menaikkan suku bunga untuk menurunkan tingkat pengeluaran dan belanja. Begitu juga sebaliknya, jika tingkat inflasi berada dibawah target, maka bank akan memotong tingkat suku bunga untuk men-stimulasi kenaikan pengeluaran dan belanja dari sektor rumah tangga serta perusahaan.

Dalam sebuah konsep pemangkasan suku bunga dapat mempercepat lajunya inflasi. Namun, bank sentral harus dapat mencermati kondisi inflasi pada level normal, karena jika angka tersebut tidak naik menuju target yang telah ditetapkan, maka pemangkasan harus secepatnya dilakukan dengan ambang batas 0%. Pada periode evaluasi, jika ekonomi belum memenuhi harapan, bank sentral harus mencetak uang guna mencukupi suplai ke pasar. Proses inilah yang disebut dengan ‘Quantitative Easing’. Selaku regulator, bank sentral mengadakan pertemuan secara berkala untuk dapat mengevaluasi pertumbuhan ekonomi.

Pencetakan Uang Kembali Dalam dunia modern seperti sekarang ini dikenal sebagai konsep uang yang tidak hanya berbentuk kartal, giral atau dalam bentuk sertifikat deposito bank. Nilai uang pada akselerasi pertumbuhan ekonomi normal akan selalu bertambah dari pertumbuhan yang diukur. Jika sirkulasi uang di pasar bertambah, artinya inflasi juga naik.

Apabila berkaca pada kejadian tahun 2008, ketika krisis likuiditas melanda bank, uang yang beredar (sirkulasi) saat itu sangat sedikit sekali. Di sinilah QE berperan penting untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Sebuah keputusan bank sentral untuk menyuntikkan dananya secara tidak langsung, tidak diaplikasikan melalui pencetakan uang fisik baru. Melainkan dengan pembelian aset dari sektor swasta. Maksud dari tujuan tersebut agar penjual aset dapat memiliki cukup banyak dana di bank dan selanjutnya digunakan dalam aktifitas perekonomian.

Efek dari injeksi uang akan menjalar ke pasar, mulai dari aksi lembaga/institusi yang sudah mendapat sokongan dana segar. Akselerasi pengeluaran dan belanja mereka akan meningkat sehingga bursa saham turut bergerak pada uptrend. Pada pembahasan artikel diatas, Kita telah mengetahui dan bahkan memahami bahwa ‘Quantitative Easing’ merupakan ‘new tools’ bagi pemerintah guna mengendalikan tingkat inflasi. Yang patut diingat adalah, langkah tersebut hanya salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi. Sedangkan pemberlakuannya hanya bisa tepat sasaran apabila penyesuaian suku bunga tidak mampu membendung tekanan ekonomi pada sebuah negara.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Pengertian Analisa Fundamental

0 komentar
Dalam melakukan transaksi mata uang tidak terlepas dari kepiawaian kita dalam menganalisa sebuah pergerakan index dari saham tersebut. Analisa ini penting dilakukan untuk menentukan arah pergerakan dari index saham tersebut. Ada dua metode analisa yaitu, Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal. Analisa Fundamental adalah analisis terhadap fundamental suatu negara pemilik index saham, untuk index hangseng misalnya, akan dianalisis kondisi ekonomi, sosial dan politik Hongkong. Sedangkan analisis tekninal hanya mengandalkan tren harga kedepan berdasar perkembangan harga dimasa lalu.
apa itu analisa fundamental



1. Analisa Fundamental
Definisi. Analisa Fundamental adalah analisis yang didasarkan pada situasi dan kondisi ekonomi, politik dan keamanan secara global dan juga tiap-tiap negara yang mengeluarkan Index Saham.
Prinsip. Analisa fundamental membutuhkan kelihaian seni tersendiri untuk memperhitungkan penting tidaknya suatu informasi menjadi faktor yang akan berpengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar suatu mata uang.

Berikut adalah prinsip-prinsip analisis fundamental :
a) Reaksi Berantai : Semakin besar dampak berantai suatu informasi, maka akan semakin besar pengaruhnya terhadap nilai sebuah index perusahaan.
b) Jarak Informasi : Semakin dekat sebuah informasi dengan suatu index saham, maka akan semakin besar pengaruh informasi tersebut. Misalnya, informasi yang berasal dari dalam negeri Indonesia akan besar pengaruhnya terhadap nilai IHSG dibandingkan informasi dari luar negeri.
c) Sumber Berita : Semakin resmi sumber berita tersebut, maka akan semakin kuat pengaruhnya terhadap nilai suatu index saham.
d) Jenis Berita : Berita ekonomi lebih kuat pengaruhnya terhadap index saham suatu negara dibanding berita lainnya, seperti politik, sosial maupun budaya.

Prosedur. Segala informasi hingga hal-hal yang tidak rasional harus dikumpulkan, guna dijadikan alat untuk memprediksi pergerakan suatu index saham. Pada intinya, informasi tersebut akan mempengaruhi supply dan demand atas index saham suatu negara.
Metode. Dalam melakukan metode analisis fundamental adalah dengan terus-menerus mengupdate informasi yang ada. Mengenai media informasi tersebut tergantung, ketersediaan yang ada di tempat kita. Namun untuk trading index saham, informasi ini akan selalu tersedia.
Sifat Berita Fundamental dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

1. Berita Permintaan Bersifat Bullish
Bullish berasal dari kata ‘bull’ (sapi jantan), sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar terlihat seolah-olah akan turun namun sebenarnya akan naik (mirip gerakan sapi jantan menanduk musuhnya yaitu, menanduk kemudian dilemparkan keatas).

Gambar Berita Bullish

Contoh berita yang bersifat bullish dari media cetak : - Cuaca buruk/storm/unfavourable. - 3–6 conseccutive (berturut-turut) days up/firmer (menguat). - Triggered Buying, Bottomside/bottomout, Buying Power, dll.



2. Berita Penawaran/Supply bersifat BEARISH
Bearish berasal dari kata ‘bear’ (beruang), sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar yang terlihat seolah-olah akan naik namun sebenarnya harga akan turun (mirip gerakan beruang mencengkeram mangsanya, yaitu mengangkat lalu dibanting).

Gambar Berita Bearish


Contoh berita bersifat Bearish dari media cetak : - Cuaca baik/favourable, 3-6 consecutive days down/easier (melemah). - Lack of Demand (Kekurangan Permintaan). - Triggered Selling, Topside capped (Puncak sudah tercapai), Harvesting. - Selling Power, Ample of stock (Stok melimpah), dll.

Keuntungan Analisa Fundamental - Dapat menentukan harga secara global. - Pada kasus tertentu efektif untuk short term trading. - Penentu trend jangka panjang (long term).

Kelemahan Analisa Fundamental- Tidak bisa menentukan secara cepat. - Memakan banyak waktu. - Subyektif, terlalu banyak asumsi dan sumber yang dipakai.

sumber: seputarforex.com
Read more...

Apa Artinya Kenaikan Fed Rate Buat Dolar?

0 komentar
Beberapa orang memantau the Fed karena mengharapkan kenaikan suku bunga bisa memicu reli Dolar. Sayangnya, sejumlah analisa level dasar mengindikasikan kalau Dolar tidak punya hubungan sedekat itu dengan siklus kenaikan suku bunga the Fed.
Kathleen Brooks dari Forex.com dalam catatannya yang bertanggal 17 Agustus 2015 menengok ke siklus kenaikan Fed rate sebelumnya di tahun 1987, 1994, 1999, dan 2004, dan inilah hasilnya:
1987: Dolar jatuh di beberapa bulan pertama setelah kenaikan suku bunga.
1994: Dolar bergerak sideways, sebelum kemudian bergerak dengan tren naik berkekuatan ringan.
1999: Dolar melanjutkan uptren ringan-nya yang sudah dimulai sejak sebelum the Fed mulai menaikkan suku bunga.
2004: Dolar jatuh seiring dengan the Fed memulai siklus kenaikan suku bunga-nya.
Anda bisa lihat dari penggambaran pada chart dibawah ini, yang menunjukkan indeks Dolar dan tingkan suku bunga AS. Chart dibawah ini sudah dinormalisasi untuk menunjukkan bagaimana keduanya bergerak bersama-sama.
Hubungan Kenaikan Fed Rate Dengan Dolar
Jadi, apa artinya buat trader?
  • Jangan mengandalkan the Fed untuk menentukan arah pergerakan Dolar dalam beberapa bulan mendatang.
  • Ketika the Fed mulai menaikkan suku bunga, Dolar cenderung mengikuti tren dominan sebelumnya.
  • Tidak ada hubungan langsung antara the Fed menaikkan suku bunga dengan jatuhnya Dolar. Ketika Dolar lemah bertepatan dengan siklus kenaikan suku bunga the Fed, pelemahan itu (biasanya) sudah berlangsung selama beberapa waktu sebelumnya.
Karenanya, Brooks saat itu memproyeksikan reaksi yang kalem terhadap potensi kenaikan suku bunga the Fed dalam beberapa bulan ke depan.
Nah, pertanyaannya kali ini, kemana Dolar akan bergerak jika Fed rate naik?
Jika the Fed benar-benar menaikkan suku bunga September (yang mana hal ini masih belum tentu terjadi mengingat proyeksi yang diperhitungkan oleh pasar Fed Funds futures), sejarah mengatakan kepada kita agar tak berharap terlalu banyak pada reaksi Dolar. Namun demikian, karena Dolar telah mengalami reli uptrend mendekati event ini sejak pertengahan 2014, ada kemungkinan Dolar bakal reli sejalan dengan siklus kenaikan Fed rate, meski analisa menyebutkan bahwa ini bisa jadi tidak terlalu banyak dipengaruhi oleh apakah the Fed sungguh menaikkan atau tidak.
-------
Disadur dari catatan Kathleen Brooks, direktur analisis Forex.com, yang dipublikasikan tanggal 17 Agustus 2015.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Spekulasi: Loss atau Profit

0 komentar
Spekulasi bagi seorang trader adalah mutlak, makanya trader-trader sering disebut sebagai spekulan. Bagaimana tidak, analisa secara fundamental maupun teknikal serta didukung oleh data-data apapun tidak akan bisa menentukan arah pasti pergerakan mata uang, namun, dapat menentukan keuntungan atau kerugian yang akan ditanggung. Rata-rata trader saat ini seperti saudara sekalian dan saya bisa dikatakan spekulan yang cerdik, maupun sembrono, tergantung bagaimana strategi yang Anda jalankan, jelas sangat tergantung dengan bagaimana portofolio Anda terlihat. Tidak akan ada masalah besar bila kita hanya mengelola keuangan pribadi, tapi lain cerita jika Anda mempunyai klien.
Saya secara pribadi belajar mempertanggungjawabkan perdagangan yang saya lakukan, dengan menganggap diri sendiri adalah klien dan selalu menanamkan suatu alasan dibalik suatu posisi yang akan dibuka, walaupun yah sebagai seorang manusia juga terkadang saya sering ngawur, asal-asalan karena jenuh dan kurang mau belajar. Maklum, saya juga bekerja disebuah perusahaan swasta.
Kemarin saya melakukan sebuah spekulasi terhadap salah satu mata uang yang menjadi fokus saya, Dolar Australia. Spekulasi tersebut berdasarkan pada fakta bahwa data-data ekonomi khususnya retail sales Australia akan dirilis dan lagi suku bunga juga akan diumumkan, dan yang membuat saya melakukan spekulasi adalah posisi Aussie yang berada dititik mendekati support. Sebagai catatan: saya sering dan merasa nyaman melakukan spekulasi bila suatu mata uang sorotan saya berada pada kondisi mendekati support maupun resistance. Alasannya, peluang lumayan besar dengan resiko yang kecil.
Saya membeli Aussie di 0.72675 dengan stop hanya 35 poin, tepat di kisaran titik support menjelang rilis data retail sales, boom...retail sales amat baik, profit berjalan, pindah stop untuk menunggu suku bunga dan hasilnya saat ini plus 110 poin dan masih tetap terbuka.

AUDUSD 
Saya akan menjelaskan alasan mengapa saya akan tetap membuka posisi ini, dan bahkan menambahkan posisi ini.
Kemarin, banyak analis dunia memperkirakan bahwa aussie akan terus melorot, bahkan mungkin aka mencoba berada dibawah 0.7, jika melihat perkembangan dunia saat ini yah memang masuk akal, dan lagi pidato Steven sebagai guburnur RBA bulan sebelumnya menegaskan hal tersebut yang membuat Aussie terus berda dalam tekanan bearish, "Further depreciation seems both likely and necessary, particularly given the significant declines in key commodity prices."
Namun bandingkan dengan pidato Steven kemarin, "The Australian dollar is adjusting to the significant declines in key commodity prices." Wooohoooo...ini merupakan perubahan sikap yang signifikan, jika sebelumnya dirasa perlu penurunan maka sekarang adalah penyesuaian, amat berbanding terbalik dengan harapan pasar bearish yang berbalik mengalami tekanan bullish.
Memang apa yang dikatakan oleh Bank Sentral belumlah tentu menjadi kepastian dalam pergerakan pasar, tapi setidaknya saat ini bullish AUD sedang mengalami naik daun. Lalu, sampai kapan kiranya bullish akan bergerak? Yah tidak ada yang tahu, semua tergantung perkembangan kedepan. Namun, mengingat pidato Steven pada penutupan tahun bahwa penurunan Aussie diperlukan hingga 0.75, maka saya bisa mengasumsikan bahwa di kisaran tersebutlah aussie akan menjadi stabil. Saya akan menutup posisi ini apabila Aussie harian ditutup di bawah 0.7350 dan posisi kedua saya juga hanya akan meresikokan kecil saja.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Memahami Analisis Sentimen Dengan Filsafat

0 komentar

Cacat Analisa

Saya meyakini bahwa pada level apapun, sebuah analisa pasti bercacat. Tidak peduli siapapun orangnya dan seberapa lama, seberapa banyak dana yang dikelola atau seberapa ahli dia di pasar keuangan pastilah analisanya bercacat. Ada beberapa sudut pandang untuk menjelaskan kenapa setiap analisa yang kita lakukan memiliki cacat.

Komposisi variabel fundamental yang dilakukan oleh seorang analis tidak menjamin dia telah memilih rangkaian yang tepat untuk menjelaskan pristiwa dari fenomena pergerakan harga mata uang.

Katakanlah Anda sudah mengumpulkan semua data dengan lengkap, namun lengkapnya itu sendiri menjadi sebuah pertanyaan yang berlanjut Sampai mana batas kelengkapan tersebut? Apakah standar mutlak atau memang standar kita sendiri?

Umumnya, yg terakhirlah yang banyak dipilih, entah itu disebabkan oleh elemen waktu untuk mengambil keputusan secepatnya ataupun orientasi uang yang membentuk standar kita sendiri. Tapi kalo dipikir-pikir sebetulnya kita juga masih memiliki keraguan dengan standar mutlak tersebut. Namun realitanya, standar mutlak tersebut runtuh sepenuhnya dengan keberadaan hukum dialektika, di mana tidak ada satu kebenaran yang absolut. Akibatnya, self standard kita sendiri hancur dengan hukum ketidakpastian manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lengkap atau tidaknya informasi, tidak akan menjamin hasil sukses seseorang. Kita bisa berhasil dengan data yang lengkap dan sebaliknya kita juga bisa berhasil dengan data yang tidak lengkap.

Dan ini bisa dibuktikan oleh peristiwa di sekitar kita di mana ada kinerja dana yg berhasil dgn teknikal tanpa tau apa itu bank central atau tanpa tahu seluk beluk fundamental sekalipun.

Namun di sini saya merasa tertarik ingin membahas dari segi realitas pasar keuangan saya akan menggunakan filsafat untuk ini. berikut pemaparannya.

Absolute VS Self

Absolute atau kita sebut sebagai standar mutlak adalah harga yang digerakkan oleh selain standar buatan kita sendiri. Segala hal yang digerakkan oleh hasrat memperoleh uang bukanlah standar mutlak karena harga mutlak seharusnya bergerak karena faktor fundamental bukan karena campur tangan manusia di sektor keuangan.



Jadi bisa dikatakan, harga mata uang sudah seharusnya merepresentasikan sektor bisnis yang mana menjadi fundamentalnya tapi pada kenyataannya kondisi ini tidak mungkin tercapai karena walau bagaimanapun, sektor keuangan memiliki pemain yang berisi manusia di dalamnya. Harga digerakkan oleh manusia sedangkan manusia memiliki kepentingan untuk menghasilkan uang. Dapat di simpulkan bahwa standar mutlak memainkan peranan yang kecil atau bahkan kasarnya kita meniadakan kondisi mutlak tersebut.

Sedangkan standar self atau dgn kata lain adalah standar yang kita buat sendiri, merupakan esensi terpenting untuk mengetahui kenapa harga mata uang bervolatilitas. Standar self merupakan standar keputusan yang kita buat dengan mempertimbangkan berbagai hal, meskipun yang paling sering terjadi adalah keinginan untuk mencetak laba. Tidak ada yg lebih dominan dibanding keinginan akan uang dan keinginan ini mendorong partisipan pasar untuk mengaktifkan mekanisme. Ekspektasi dan kekhawatirannya sehingga hargapun bervolatilitas walaupun pada saat informasi di lapangan terbatas.

Gabungan Absolute Dan Self

Kemudian Kita mencoba mencari cara dari kondisi-kondisi tersebut dengan menggabungkan kedua faktor yaitu standard mutlak dan self yang membawa kita pada kesimpulan bahwa harga mata uang sejatinya terbentuk dari fundamental yang melatarinya sebagai standar mutlak kemudian ada campur tangan manusia sebagai self standard. Lalu di saat inilah kita mengenal apa yg disebut analisis fundamental dan sentimen.

Sebetulnya inilah yang menjadi masalah, karena dua hal tersebut sepenuhnya memiliki eksistensi yg berbeda. Oleh sebab  itu, eksistensi ini menjadi sentimen yang sangat mendominasi dalam pasar keuangan dan akan semakin kuat lagi dominasinya dengan keberadaan mekanisme pasar bebas di mana uang sesukanya terbang kemanapun dia mau.

Banyak yang mengira sebelumnya kalo saya adalah seorang fundamentalis. Betul sekali karena saya mempertimbangkan faktor fundamental tapi itu kurang tepat karena saya selalu bersusah payah untuk merumuskan nilai sentimen yg menggerakan mata uang. Saya juga berkeyakinan bahwa para hedge fund- seperti first state indoequity yg mengelola dana (thn 2009) sekitar $134 Milyar-juga melakukan hal yg sama dgn saya yaitu memanfaatkan harga tidak wajar akibat sentimen dari orang-orang yg memiliki orientasi jangka pendek dalam pengelolaannya.

Namun tentu saja, saya tidak tahu berapa banyak dana yg dikelolanya dalam risk appetite. Saya merasa perlu menyampaikan ini karena falsafah hedge funds tersebut sejalan dengan pedoman trading saya sendiri. Dan yg pasti saya bukanlah fundamentalis dan saya tidak sedang menganalisis fundamental walaupun tampak luar kelihatan seperti itu.

Filsafat

Di sini, saya tidak mengajak Anda untuk menghasilkan profit, melainkan lebih ke bagaimana memahami realitas. saya akan mencoba mengajak anda untuk memahami realitas bukan dengan logika biasa yang sering kita pakai sehari-hari.

Pada dasarnya pasar merupakan akumulasi dari informasi yang tidak sempurna sehingga hargapun bisa dikatakan tidak valid. Namun kenapa pasar cacat? Apa yg menyebabkan harga cacat? Dan bagaimana berpikir dgn logika yang tidak biasa? Berikut pemaparannya.

Kenapa Pasar Cacat ?

Kenapa pasar cacat? Hal itu dikarenakan oleh keputusan yang kita ambil berpijak pada ekspektasi masa depan, sedangkan masa depan sendiri adalah hal yang tidak pasti. Jadi dapat dikatakan bahwa keputusan ini salah, karena harga yang terjadi pun adalah hasil dari kesalahan ini.

Saat keputusan yang kita ambil berpijak pada masa depan, maka keputusan ini akan mengaktifkan mekanisme Ekspektasi maupun kekhawatiran diri seseorang  dengan kata lain kamu tidak mengambil keputusan berdasar informasi dan tentu saja hal ini bisa menuai kesalahan di masa depan saat-saat di mana ekspektasi tidak sesuai harapan lagi. Jadi kita bisa tarik kesimpulan bahwa harga mata uang digerakan oleh ekspektasi  partisipan dan ekspektasi bisa salah sehingga harga mata uang sejatinya perwakilan dari informasi yang salah.

Namun kalo kita mengambil keputusan berdasar informasi apakah harga bisa dikatakan benar. Tentu saja harga bisa dikatakan benar jika keputusan yang partisipan ambil berpedoman pada informasi. Namun kondisi inilah yg tidak mungkin karena walau bagaimanapun partisipan akan selalu dominan utk mengambil keputusan berdasar ekspektasi atau sekedar kekhawatirannya.

Lalu kenapa partisipan menggunakan ekspektasi bukan malah informasi. Tidak ada jawaban yang pasti karena pasar tentu menggunakan keduanya untuk masuk ataupun keluar pasar namun jawaban bisa diberikan dengan pendekatan uang. Saat segala hal berhubungan dengan uang maka ada rasa emosional di mana kita kadang ketakutan mengenai hal-hal yang mungkin terjadi di masa yg akan datang apakah uang kita akan bertumbuh atau malah lenyap.

Ketika seseorang ingin mengetahui masa depan maka sejatinya tidak akan ada informasi untuk tahu bagaimana masa depan itu maka di saat inilah proses peramalanpun dimulai. Dan di saat ini juga kita bisa mengklaim bahwa harga merupakan hasil kesalahan di mana harga bergerak dengan ekspektasi-ekspektasi yg sebetulnya semu. Namun ekspektasi ini menjadi realita di saat informasi mengkonfirmasi ekspektasi tersebut tapi seandainya ekspektasi tersebut bertolak belakang dengan ekspektasi maka konsekuensinya harga akan jatuh lagi.

Kita tidak bisa mengatakan harga pasar adalah benar karena kadang harga tidak mencerminkan informasi yang ada dan hal ini sangat jauh dari kebenaran. Pasar merupakan gabungan dari kebenaran atau kesalahan. Namun yg menjadi fokus utama adalah seberapa dominan keduanya.

Jika kuantitas kebenaran lebih besar dari kesalahan maka harga akan bergerak menuju kebenaran tersebut sehingga kesalahan akan ikut dengan tren tersebut. Namun sebaliknya jika kuantitas kesalahan lebih besar dari kebenaran maka kebenaran akan ikut kepada kesalahan tersebut. Jadi walaupun pasar salah dia bisa memvalidasi atau mensahkan dirinya sendiri dengan paham dominannya di saat inilah kita mengenal apa yang namanya satu model market 'True market model' atau kumpulan berbagai kesalahan dan kebenaran akan menjadi satu model tidak peduli benar atau salah.

Hal ini tampaknya menarik perhatian kita untuk menemukan model tersebut. Mari kita identifikasi 'True market model' pasar bergerak dengan paham sentimen bukan paham fundamental karena dialah yang paling dominan di pasar keuangan. Jika kita mau melihat sejarah krisis semenjak Great depression 1929 hingga krisis yang baru-baru ini , model true market adalah yang paling cocok untuk menggabarkan kriteria sifat pasar keuangan. Sebagai contoh pada periode 1982 sampai 1985 amerika defisit yg tentunya memperlemah mata uang namun ekspektasi pasar terhadap terpilihnya Ronald Reagan menjadi presiden amerika ke -40 justru membuat dolar semakin meroket.

Itulah kenapa pasar keuangan ini memiliki deskripsi dengan perumpamaan hewan. Seperti kita tahu bull yang berarti banteng, bear yg berarti beruang dan heard instinct atau kerumulan hewan di mana orang lain akan ikut melakukan jika yang lainnya juga melakukan. Pasar keuangan menetapkan sentimen menjadi paham dominan.

Selesai.
 

KONTRIBUTOR :
Nama : Ardhy Solomon
Email : assuperhuman88@gmail.com
sumber: seputarforex.com 
Read more...

Pengertian Tingkat Inflasi Tahunan

0 komentar
Tingkat inflasi kembali menjadi perhatian pasar minggu ini sehubungan dengan akan dirilisnya data CPI Inggris, Selandia Baru, kawasan Euro dan Canada. Inggris tak begitu risau dengan inflasi setelah CPI total tahunannya (y/y) naik 1.9% dan CPI inti y/y naik 2.0% sesuai dengan target bank sentral (BoE). Data CPI ini kemarin sempat menyebabkan GBP/USD menguat lebih dari 100 pip. Minggu ini bank sentral Inggris dan Selandia Baru sedang fokus dengan data inflasi menyusul kenaikan suku bunga yang sedang direncanakan, sebaliknya bank sentral kawasan Euro (ECB) sedang merencanakan program stimulus sehubungan tingkat inflasi tahunan kawasan yang rendah. Apa sebenarnya tingkat inflasi tahunan itu dan apa dampak perubahannya?

                                          

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa yang kita beli. Tingkat inflasi tahunan mengukur perubahan harga (lebih tinggi atau lebih rendah) dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan perubahan biaya hidup kita. Jika semisal tingkat inflasi bulan Januari 3%, artinya harga-harga barang dan jasa yang kita beli lebih mahal 3% dibandingkan dengan bulan Januari tahun sebelumnya. Dengan kata lain untuk membeli barang dan jasa yang sama kita mesti mengeluarkan biaya lebih 3%.

Kita membandingkan tingkat harga pada bulan yang sama ditahun sebelumnya untuk memperoleh gambaran apakah kenaikan harga tersebut lebih tinggi atau lebih rendah. Jika tingkat harga naik dari 2% pada bulan Desember ke 3% pada bulan Januari artinya tingkat kenaikannya lebih cepat, atau laju inflasinya tinggi. Jika tingkat harga turun dari 2% pada bulan Desember ke 1% pada bulan Januari artinya harga barang dan jasa tetap lebih mahal tetapi tidak setinggi jika tingkat kenaikannya 3%.

Deflasi dan hiper inflasi
Bagaimana dengan tingkat inflasi yang negatif? Jika tingkat inflasi tahunan negatif, misalnya -1%, ini artinya harga-harga barang dan jasa yang kita beli lebih murah 1% dibandingkan bulan yang sama setahun lalu. Tingkat inflasi yang terus turun hingga ke angka negatif memang akan membuat biaya hidup lebih ringan, tetapi jika ini berlangsung terus menerus kita akan segera merasakan dampak negatifnya akibat menurunnya aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Penurunan tingkat inflasi yang terus menerus dinamakan deflasi. Jika ini terjadi maka tingkat pengangguran akan meningkat akibat produksi sektor industri yang turun tajam sebagai dampak keuntungan yang merosot, juga retailer dan wholesaler yang menutup usahanya.

Sebaliknya jika tingkat inflasi tahunan terus menerus tinggi, maka akibatnya akan mengurangi pendapatan riil bagi kelompok yang berpenghasilan tetap, mengurangi efisiensi produksi (terjadi perubahan alokasi produksi) akibat permintaan terhadap barang tertentu naik tajam. Dalam kasus tingkat inflasi yang sangat tinggi (hiper inflasi) maka nilai mata uang akan turun tajam dan transaksi akan mengarah ke barter, yang biasanya diikuti dengan turunnya produksi barang. Hiper inflasi terakhir kali terjadi di negara Zimbabwe.

Target inflasi bank sentral
Untuk menghindari hiper inflasi dan deflasi, maka perubahan tingkat inflasi tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Bank sentral negara-negara mata uang utama menentukan target tertentu yang harus dicapai. Tingkat inflasi tahunan yang dinilai wajar oleh bank-bank sentral saat ini adalah 2%.


Sumber rujukan : www.bbc.com : Economy tracker: Inflation
seputarforex.com 
Read more...

Dampak Neraca Perdagangan Pada Nilai Mata Uang

0 komentar
Di masa lalu, data neraca perdagangan berdampak tinggi pada pasar forex mengingat pengaruhnya yang langsung pada nilai tukar mata uang suatu negara terhadap negara partner dagangnya. Namun pada dekade terakhir ini pengaruhnya tampak semakin berkurang seiring dinamika pasar dengan indikator fundamental lainnya yang lebih berdampak pada perekonomian. Namun demikian dalam jangka pendek neraca perdagangan masih berdampak terutama jika data yang dirilis menyimpang jauh dari perkiraan pasar.

                                         
Secara sederhana neraca perdagangan atau trade balance adalah nilai total ekspor suatu negara dikurangi dengan nilai total impornya. Jika nilai total ekspor suatu negara lebih besar dari nilai total impornya maka neraca perdagangan dikatakan mengalami surplus. Dalam hal ini artinya negara tersebut mampu menjual produk-produk yang dihasilkan dengan nilai total lebih banyak dari nilai total yang dibelinya dari negara-negara lain. Pendapatan yang diperoleh dari total ekspor lebih besar dari pengeluaran untuk impor, sehingga mengalami surplus.

Secara umum hal ini berarti perekonomian negara tersebut relatif lebih kuat dibandingkan negara partner dagangnya. Akibatnya nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung menguat terhadap negara partner dagang. Penguatan nilai tukar mata uang tersebut mengakibatkan harga produk-produk yang diekspor lebih mahal dari produk-produk yang diimpor dari negara partner dagang. Dalam kenyataannya nilai tukar mata uang suatu negara akan cenderung menguat jika negara tersebut mampu mempertahankan kondisi surplus neraca perdagangannya.

Sebaliknya jika total pengeluaran suatu negara untuk impor lebih besar dari total yang diperolehnya dari ekspor, maka artinya negara tersebut membeli lebih banyak produk-produk dari negara partner dagangnya dibandingkan negara tersebut menjual produk-produknya ke negara partner dagang. Dalam hal ini neraca perdagangan dikatakan mengalami defisit. Negara tersebut lebih banyak membeli dan mengkonsumsi produk-produk negara partner dagang daripada menjual produk-produknya sendiri ke negara partner dagangnya, sehingga negara partner dagang relatif lebih untung dari produk-produk yang diekspor.

Secara umum hal ini berarti perekonomian negara partner dagang relatif lebih kuat dibandingkan negara tersebut, akibatnya nilai tukar mata uang negara partner dagang cenderung menguat, atau nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung melemah terhadap mata uang negara partner dagang. Pelemahan nilai tukar mata uang tersebut mengakibatkan harga produk-produk yang diimpor lebih mahal dari produk-produk yang diekspor ke negara partner dagang. Negara yang mengalami defisit neraca perdagangan secara terus-menerus, dalam jangka panjang nilai tukar mata uangnya cenderung melemah.

Negara dengan neraca perdagangan yang surplus akan mendorong negara partner dagang yang defisituntuk memperlemah (men-devaluasi) nilai tukar mata uangnya untuk membuat produk-produk ekspornya lebih kompetitif. Produk-produk ekspor yang lebih kompetitif akan meningkatkan volume ekspor dan pada akhirnya mempersempit defisit neraca perdagangan. Jika nanti neraca perdagangan kembali surplus, maka dalam jangka panjang nilai tukar mata uang negara tersebut akan cenderung menguat.

Sumber : www.etoro.com : The Implications of the Balance of Trade on Forex Trading
seputarforex.com 
Read more...

Dampak Neraca Perdagangan Pada Nilai Mata Uang

0 komentar
Di masa lalu, data neraca perdagangan berdampak tinggi pada pasar forex mengingat pengaruhnya yang langsung pada nilai tukar mata uang suatu negara terhadap negara partner dagangnya. Namun pada dekade terakhir ini pengaruhnya tampak semakin berkurang seiring dinamika pasar dengan indikator fundamental lainnya yang lebih berdampak pada perekonomian. Namun demikian dalam jangka pendek neraca perdagangan masih berdampak terutama jika data yang dirilis menyimpang jauh dari perkiraan pasar.

                                         
Secara sederhana neraca perdagangan atau trade balance adalah nilai total ekspor suatu negara dikurangi dengan nilai total impornya. Jika nilai total ekspor suatu negara lebih besar dari nilai total impornya maka neraca perdagangan dikatakan mengalami surplus. Dalam hal ini artinya negara tersebut mampu menjual produk-produk yang dihasilkan dengan nilai total lebih banyak dari nilai total yang dibelinya dari negara-negara lain. Pendapatan yang diperoleh dari total ekspor lebih besar dari pengeluaran untuk impor, sehingga mengalami surplus.

Secara umum hal ini berarti perekonomian negara tersebut relatif lebih kuat dibandingkan negara partner dagangnya. Akibatnya nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung menguat terhadap negara partner dagang. Penguatan nilai tukar mata uang tersebut mengakibatkan harga produk-produk yang diekspor lebih mahal dari produk-produk yang diimpor dari negara partner dagang. Dalam kenyataannya nilai tukar mata uang suatu negara akan cenderung menguat jika negara tersebut mampu mempertahankan kondisi surplus neraca perdagangannya.

Sebaliknya jika total pengeluaran suatu negara untuk impor lebih besar dari total yang diperolehnya dari ekspor, maka artinya negara tersebut membeli lebih banyak produk-produk dari negara partner dagangnya dibandingkan negara tersebut menjual produk-produknya ke negara partner dagang. Dalam hal ini neraca perdagangan dikatakan mengalami defisit. Negara tersebut lebih banyak membeli dan mengkonsumsi produk-produk negara partner dagang daripada menjual produk-produknya sendiri ke negara partner dagangnya, sehingga negara partner dagang relatif lebih untung dari produk-produk yang diekspor.

Secara umum hal ini berarti perekonomian negara partner dagang relatif lebih kuat dibandingkan negara tersebut, akibatnya nilai tukar mata uang negara partner dagang cenderung menguat, atau nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung melemah terhadap mata uang negara partner dagang. Pelemahan nilai tukar mata uang tersebut mengakibatkan harga produk-produk yang diimpor lebih mahal dari produk-produk yang diekspor ke negara partner dagang. Negara yang mengalami defisit neraca perdagangan secara terus-menerus, dalam jangka panjang nilai tukar mata uangnya cenderung melemah.

Negara dengan neraca perdagangan yang surplus akan mendorong negara partner dagang yang defisituntuk memperlemah (men-devaluasi) nilai tukar mata uangnya untuk membuat produk-produk ekspornya lebih kompetitif. Produk-produk ekspor yang lebih kompetitif akan meningkatkan volume ekspor dan pada akhirnya mempersempit defisit neraca perdagangan. Jika nanti neraca perdagangan kembali surplus, maka dalam jangka panjang nilai tukar mata uang negara tersebut akan cenderung menguat.

Sumber : www.etoro.com : The Implications of the Balance of Trade on Forex Trading
seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan