Tampilkan postingan dengan label Sistem Trading. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Trading. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Maret 2016

Pasar Mempunyai Ingatan (1)

0 komentar
Pasar tidak pernah lupa, atau tepatnya mempunyai ingatan. Secara kasat mata Anda bisa melihat level-level support dan resistance yang membuktikan hal ini. Pasar tidak pernah melupakan saat-saat dimulainya pergerakan yang signifikan. Berapa kali Anda mengamati pergerakan harga yang mengalami koreksi dan kembali lagi ke level atau area dimana pergerakan tersebut dimulai?

Kadang harga bergerak ranging di sekitar level tersebut sebelum berlanjut atau berbalik arah. Kejadian ini terus berulang dalam histori pergerakan setiap pasangan mata uang, dan jika Anda mengerti mengapa hal ini terjadi tentu Anda tidak akan mengalami kesulitan lagi dalam mengantisipasi pergerakan harga pasar.

Trading forex adalah mengenai probabilitas, jadi bukan seperti mengukur atau menghitung sesuatu yang pasti dan mutlak. Pasar akan selalu ingat setiap pergerakan signifikan yang dibuatnya. Ini adalah probabilitas yang tinggi tetapi tidak selalu demikian. Meski demikian probabilitas yang tinggi bisa dijadikan sebagai asumsi.

Bukti yang jelas dari probabilitas tinggi tersebut terlihat pada formasi bar (candlestick) atau formasi pergerakan harga (price action) yang terjadi. Price action merupakan sinyal arah pergerakan selanjutnya. Kombinasi antara asumsi dan formasi price action bisa memberikan petunjuk yang jelas mengenai pergerakan harga dan merupakan sinyal trading dengan probabilitas yang tinggi.

Berikut contoh pada chart daily indeks saham DAX30  (Jerman) :

        

Level resistance kunci (key resistance) terbentuk antara 9735.00 hingga 9700.00. Area antara level resistance kunci dan pergerakan harga ke arah bawah yang signifikan dalam kasus ini disebut sebagai ‘event area’. Sinyal trading tidak harus terjadi pada level kunci, tetapi bisa juga pada event area. Seperti pada contoh ini sebuah pin bar reversal tampak terbentuk pada event area yang merupakan sinyal untuk sell.

Setelah 12 hari kembali terbentuk pin bar reversal pada event area dan harga kembali bergerak turun. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tidak pernah lupa dan selalu merespek level-level kunci dan juga event area yang terbentuk. Jika trader telah mengerti akan hal ini maka ia akan bisa melakukan antisipasi ketika terbentuk sinyal-sinyal pada level-level kunci maupun event area.

Entry berdasarkan sinyal price action yang terjadi dekat pada level resistance atau support dan event area biasanya lebih aman dan sering kali benar. Ini karena keadaan tersebut dikonfirmasi oleh ingatan pasar.

(Bersambung)

Sumber : www.learntotradethemarket.com : The Market Never Forgets, by: Nial Fuller
Seputarforex.com 
Read more...

Kiat Untuk Masuk Pasar (1)

0 komentar
Pada tulisan yang lalu kita telah membicarakan trading dengan cara seperti seorang penembak jitu dan seperti seekor buaya yang sedang menunggu mangsa. Kita juga tahu apa manfaatnya. Buaya, predator yang keberadaannya di bumi jauh lebih tua dari manusia bisa bertahan hingga sekarang karena ’’metode mencari mangsa’’ yang akurat, sabar dan disiplin. Buaya bisa ’’entry’’ dengan tepat hanya pada jenis mangsa yang berkualitas, bukan mangsa kecil-kecil yang jumlahnya banyak tapi kurang berkualitas. Pendekatan ini bisa kita gunakan pada cara kita entry atau masuk pasar.

Ide dari kiat masuk pasar ini adalah ketika Anda telah melihat sinyal trading dari price action atau trend, Anda tidak harus serta merta masuk pada harga pasar saat itu, melainkan tunggulah hingga terjadi pullback atau retracement. Kondisi retrace selalu akan terjadi akibat tarik menarik antara buyer dan seller. Mungkin banyak trader lainnya yang masuk begitu terjadi sinyal, tetapi sebaiknya Anda memberi kesempatan pasar untuk bernafas sejenak. Apa manfaatnya?

Dengan menunggu pasar menarik nafas, Anda akan tahu lebih jelas kemana sentimen pasar selanjutnya hingga memperoleh harga entry yang tepat, atau Anda akan entry dengan optimal. Dengan harga entry yang optimal Anda bisa mengatur level stop (stop loss) lebih ketat hingga Anda bisa menaikkan angka rasio risk/reward. Artinya Anda bisa trade dengan position size yang lebih besar, dan bukan resikonya yang lebih besar.

Perlu diketahui bahwa fokus utamanya bukan pada level stop yang ketat, tetapi lebih pada harga entry yang ideal. Level stop ketat bisa diterapkan setelah Anda yakin sentimen pasar selanjutnya. Ingat semakin tinggi risk/reward ratio akan semakin memungkinkan Anda untuk memperoleh profit yang lebih besar. Berikut ini contoh entry yang optimal untuk bisa memperoleh risk/reward ratio yang tinggi dengan stop loss yang sempit (ketat).



Pada chart XAU/USD diatas tampak terbentuknya pin bar rejection pada level support kunci. Setelah retrace pada bar berikutnya, level entry yang dianggap ideal adalah sedikit diatas support kunci pada level 1272.75 atau sekitar 50% dari range pin bar. Dengan menunggu retracement bar berikutnya maka level reward (profit) bisa mencapai 4 kali resiko, atau risk/reward ratio 1:4. Biasanya mungkin level entry Anda akan disekitar level tertinggi pin bar karena buru-buru masuk, dengan level resiko pada level terendah pin bar. Dalam hal ini reward Anda hanya sekitar 2.5 R hingga maksimal 3R saja.

(Bersambung)

Sumber : www.learntotradethemarket.com :  The Ultimate Forex Trade Entry ‘Trick’ You Need To Master
Seputarforex.com
Read more...

Distribusi Acak: Kenyataan Dalam Trading Forex

0 komentar
Suatu kenyataan penting dalam trading forex adalah kita tidak bisa mengharapkan hasil yang pasti dari setiap trade yang kita lakukan. Ini sering tidak disadari trader. Meski terasa agak janggal tetapi begitulah kenyataannya. Meski Anda menggunakan strategi trading dengan angka persentasi profit atau win rate tertentu tetapi Anda tetap saja tidak bisa memastikan apakah hasil trade Anda bakal profit atau loss.


                                       


Misalkan Anda menggunakan sebuah sistem trading dengan win rate 60%, apakah Anda tahu trade mana yang bakal profit dan mana yang bakal loss? Atau  kolom-kolom mana saja dalam statement trading Anda yang mewakili 60% profit dan 40% kerugian Anda? Anda tidak akan tahu, dan tidak akan pernah tahu. Hal ini disebabkan karena dalam trading terjadi distribusi acak (random distribution) antara trade yang profit (winning trades) dan trade yang loss (losing trades), tidak peduli apapun strategi atau sistem trading yang Anda gunakan.

Banyak trader yang tahu akan hal ini, namun kenyataannya banyak pula yang trading dengan mengabaikan kenyataan tersebut dengan memastikan sebuah trade akan profit atau loss. Penyebaran pergerakan harga yang didistribusikan secara acak (istilah dalam ilmu statistik) dalam hal ini berarti Anda tidak akan pernah tahu kapan stop loss kita akan kena atau kapan target profit kita bakal tercapai, meski Anda menggunakan sistem trading "A" yang mempunyai win rate tinggi. Jadi hasil akhir trading Anda terdistribusikan secara acak. Namun jika Anda selalu menggunakan sistem trading "A", maka seharusnya hasil akhir trading Anda secara kumulatif akan profit.

Kuncinya adalah "selalu menggunakan". Dan ini biasanya sulit dipatuhi trader. Mereka cenderung tidak disiplin dan tidak sabar untuk selalu menggunakan sistem trading yang telah disepakati sekalipun mereka tahu win rate-nya tinggi. Di dalam sistem trading tersebut tentu telah diterapkan strategi money management yang hasilnya bisa diketahui setelah sekian kali trade. Berikut contoh sebuah kurva equity dengan distribusi hasil trading yang acak:


               


Pada gambar tersebut tampak bahwa kurva equity tersebut selalu naik, yang berarti sistem trading yang digunakan cukup efektif dan profitable setelah digunakan dalam suatu periode waktu.

Hal penting yang seharusnya diketahui mengenai kenyataan ini adalah Anda mesti menerima kenyataan tersebut, dan tidak mengambil resiko melebihi dari yang sanggup Anda tanggung pada setiap trade yang Anda lakukan. Trader yang berani resiko melebihi dari yang seharusnya adalah mereka yang seolah tahu akan memperoleh profit pada suatu trade tertentu. Hal inilah yang sering kali menimbulkan masalah.

Sebaliknya jika Anda trading berdasarkan kenyataan bahwa pergerakan harga pasar didistribusikan secara acak dan Anda tidak pernah tahu sebuah trade akan berakhir win atau lose, Anda tentu akan sangat peduli dengan potensi resiko yang bakal terjadi, dan Anda akan menentukan perbandingan risk/reward dengan proporsional dengan tidak hanya fokus pada target atau reward yang mungkin Anda peroleh.

Setelah beberapa kali rugi, sering kali Anda menghindar masuk pasar karena takut mengalami kerugian kembali, meski Anda melihat sinyal pada sistem trading Anda. Sebaliknya Anda mengharap sinyal yang lebih pasti atau lebih akurat. Sebenarnya hal ini tidak tepat Anda lakukan. Anda seharusnya mengharapkan hasil trading pada jangka panjang, bukan pada setiap trade yang sebenarnya tidak bisa Anda ketahui dengan pasti hasil akhirnya. Seperti pada keterangan sebelumnya, Anda seharusnya disiplin dengan selalu menggunakan sistem trading yang telah teruji untuk suatu periode waktu tertentu.

Contoh distribusi acak dalam kenyataan
Pada contoh-contoh berikut ini ditunjukkan bahwa meski sinyal trading sudah benar atau valid tetapi tetap saja ada kemungkinan meleset, atau tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Contoh-contoh ini menunjukkan distribusi acak yang terjadi pada pergerakan harga di pasar forex.

Sinyal valid yang dihasilkan bukanlah yang pasti benar, tetapi yang kemungkinannya paling besar. Kita tidak pernah akan tahu apakah akan profit atau loss sekalipun posisi yang kita buka sesuai dengan sinyal trading yang probabilitasnya tinggi. Pada contoh-contoh berikut kita menggunakan setup price action sebagai sinyal trading.





Gambar diatas menunjukkan 3 setup price action yang berbeda. Pin bar (1) yang berekor panjang tampak cukup valid dan berada dekat level support. Meski tidak searah dengan trend utama namun probabilitasnya cukup tinggi dan jelas. Namun demikian jika kita entry sesuai aturan umum maka kemungkinan besar akan loss. Setelah naik melebihi level tertinggi pin bar, harga kembali turun hingga sama dengan level terendah pin bar (1), sebelum membentuk pin bar (2). Jadi kita tidak bisa memastikan bahwa sinyal yang valid akan selalu profitable.

Validitas pin bar (2) sama dengan pin bar (1), berekor panjang dan dekat dengan level support. Setelah retrace hingga mendekati level 50% pin bar, harga naik hingga menyentuh resistance. Jika kita entry sesuai aturan umum yakni buy diatas level 50% pin bar maka kita akan memperoleh profit. Tidak ada alasan khusus kenapa pin bar yang ini profitable kecuali setup pin bar yang seperti ini probabilitasnya cukup tinggi.

Demikian pula dengan setup fakey (false) pin bar (3) yang mengalami penolakan (rejection) pada level resistance. Jika kita entry ketika harga menembus level terendah pinbar dengan target sekitar level support maka kita akan bisa profit.

Dari 3 sinyal yang terjadi, 2 sinyal profitable dan yang satu tidak sesuai dengan perkiraan. Jadi karena pergerakan harga pasar didistribusikan secara acak maka kita tidak akan pernah tahu dengan pasti trade mana yang profitable dan mana yang tidak.





Pada contoh diatas tampak pin bar (1) yang terjadi pada kondisi pasar downtrend dan mengalami rejection pada level support. Sebagian trader menganggap pin bar ini kurang valid sebagai sinyal buy mengingat trend utama saat itu cenderung bearish. Namun ternyata pin bar (1) tersebut profitable, sedang pin bar (2) yang juga cukup valid untuk entry sell ternyata tidak profitable.

Dengan adanya kenyataan bahwa pergerakan harga di pasar forex didistribusikan secara acak maka kita tidak bisa mengharapkan untuk selalu profit dalam setiap trade sekalipun sinyal trading cukup valid atau telah sesuai dengan syarat-syarat yang kita tetapkan. Kita bisa menentukan persentasi profit untuk jangka panjang setelah beberapa kali trade, tetapi tidak untuk setiap trade yang kita lakukan. Yang penting kita perhatikan adalah management resiko yang proporsional dan sistem trading yang kita terapkan dengan disiplin.


Sumber :
www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com 
Read more...

Trading Dengan False Breakout

0 komentar
Breakout adalah penembusan harga pada suatu level tertentu yang dianggap penting, bisa level resistance, support atau level psikologis angka bulat. Jika pergerakan harga gagal menembus level tersebut maka dikatakan breakout yang salah atau false breakout. Menurut teori, support atau resistance adalah level penting yang seharusnya ditembus (break) atau tidak ditembus (bounching). Dengan acuan ini maka trader seharusnya entry sell ketika harga sudah melampaui level support atau buy jika harga lewat level resistance.

Namun dalam perkembangannya, kenyataan di pasar sering kali berbeda. Harga bisa break sesaat untuk segera berbalik arah lagi (bounching) atau terjadi false breakout. Trader yang memanfaatkan momen ini untuk entry bisa disebut contrarian trader, dan cara yang digunakan dinamakan contrarian trading. Trading dengan false breakout adalah salah satu cara dalam contrarian trading.

Contrarian trading bisa dilakukan misalya dengan mencari peluang entry buy pada saat pergerakan harga turun atau peluang sell saat harga dianggap telah overvalued atau terlalu mahal, tentu saja setelah disesuaikan dengan kemungkinan terjadinya pembalikan arah trend (trend reversal) melalui konfirmasi indikator teknikal atau formasi price action yang terbentuk.

Jika kebetulan Anda gemar menggunakan strategi breakout mungkin pernah mengalami ketika Anda telah entry dibawah level support atau diatas resistance saat harga menembus, tiba-tiba pergerakan harga berbalik arah. Ada beberapa sebab mengapa pasar gagal breakout, yang tampak jelas adalah menurunnya momentum sesaat setelah harga berhasil break. Pada level-level penting ini terjadi pertarungan antar pemain besar, yaitu bank sentral, institusi keuangan dan para big boys.

Jika bank sentral tidak ingin harga lewat level tertentu maka akan segera melipat gandakan ukuran lot (position size), dan jika para big boys merasa kurang mendapat dukungan, atau merasa tidak cukup kuat melawan bank sentral, maka mereka akan ikut arus, entry pada arah reversal. Oleh karena itu pada level-level penting tersebut pergerakan harga akan meluncur dengan cepat dan tajam karena momentum yang sangat kuat, baik ketika break maupun saat berbalik arah (false breakout).

Sebagai contoh, berikut false breakout pada trend bullish yang pernah terjadi pada pergerakan harga GBP/USD daily. Pada awal Nopember 2007 GBP/USD berhasil tembus level 2.1050, 50 pip diatas level psikologis 2.1. Perlu diketahui Pound belum pernah mencapai angka 2 per US dollar-nya sejak Maret 1993. Setelah formasi bar candlestick membentuk engulfing bearish, selanjutnya Pound-dollar merosot hingga ke level 1.5 setahun kemudian (Nopember 2008), 6000 pip dari level false breakout. Perhatikan sentimen pasar di hari-hari selanjutnya yang cenderung bearish.





Contoh lain pada pasangan mata uang populer EUR/USD. Pada chart weekly berikut tampak terjadi beberapa false breakout pada trend bullish maupun bearish, di level-level angka bulat.





Perhatikan semakin kuat level resistance atau support maka semakin kuat pula pergerakan arah reversal yang terjadi setelahnya.

Dalam pasar forex false breakout lebih sering terjadi mengingat pada umumnya kondisi pasar yang benar-benar trending hanya sekitar 20% hingga 30% dari seluruh pergerakan harga. Oleh karenanya strategi ini cukup populer dalam trading forex.
Breakout dan false breakout pada kondisi sideways

Kondisi false breakout sering kali terjadi pada pasar yang sideways (ranging), seperti pada contoh berikut:





Disini terlihat 4 kali false breakout, 2 kali pada level resistance dan 2 kali pada level support. Trader yang terbiasa dengan analisa price action tentu bisa mengantisipasi dengan formasi bar yang terbentuk, pin bar, inside bar ataupun doji. Dengan pengamatan setup price action dan konfirmasi indikator teknikal akan bisa diketahui apakah kondisi breakout tersebut telah sempurna atau belum.

Agar aman, contrarian trader akan cenderung menggunakan limit order pada area yang dekat dengan level resistance atau support, yaitu limit sell pada area 2 dan 4, dan limit buy pada area 1 dan 3. Sedang trader yang agresif akan memanfaatkan terjadinya kondisi breakout yang sempurna dengan stop order, yaitu stop buy pada area 2 atau 4, dan stop sell pada area 1 atau 3. Seperti tampak pada contoh diatas, breakout yang sempurna terjadi setelah 4 kali false.

Namun demikian pending order seperti itu belum tentu aman, dan lebih bersifat untung-untungan karena kita tidak tahu pasti alur perilaku harga (order flow) pada level-level order yang kita tempatkan. Untuk lebih obyektif kita mesti mengetahui perilaku pergerakan harga keseluruhan dengan mengacu pada time frame yang lebih tinggi untuk mengetahui trend yang dominan pada saat ini. Jika dominan uptrend maka keadaan sideways akan cenderung breakout pada resistance, dan sebaliknya jika yang dominan downtrend.

Berikutnya kita lihat formasi bar candlestick dan setup price action di sekitar level resistance dan support. Pada contoh diatas, pada area 1 tampak inside bar diikuti oleh doji, menunjukkan konsolidasi pasar yang kuat. Selain itu juga terjadi rejection pada level support. Kita bisa entry buy ketika level tertinggi mother bar telah terlewati. Pada area 2 tampak pin bar dan inside bar serta rejection pada resistance. Hal ini menunjukkan pasar yang sedang konsolidasi setelah harga menguji level resistance. Entry sell bisa dilakukan ketika level terendah mother bar telah ditembus, demikian pula pada area 4.


False breakout pada level psikologis

Contoh lain adalah false breakout yang sering terjadi pada level psikologis, seperti berikut ini:







False breakout
terjadi 2 kali pada level psikologis 1.6000. Pertama saat swing low, dengan terbentuknya inside bar, dan kedua saat terbentuk formasi bullish engulfing.

Dalam trading dengan false breakout hendaknya kita tidak terburu-buru untuk entry. Tunggu hingga arah sentimen pasar jelas.


Sumber :
www.forex-fx-4x.com - Contrarian Trading Approaches - Fading The Breakout
Seputarforex.com 
Read more...

Trading Dengan Pivot Point

0 komentar
Di awal saya belajar trading, permasalahan support-resistant terus terang menjadi salah satu hal yang bikin saya penasaran. Bukan apa-apa sih, asalnya sih cuma pengen tau ajah… Soalnya seringkali ada temen trader yang bilang gini,"Kalo harga bisa tembus sekian, dia bakalan terus naik" atau "Kalo dia break sekian, bakalan terus turun tuh" atau "Ahh… paling-paling dia ntar mental di sekian”

Nah tuh, pikir saya, gimana cara dia menentukan angka "sekian"-nya itu yah? Jangan-jangan cuma main sok yakin aja ni orang. Maklumlah setelah sekian lama berhubungan dengan temen-temen trader (yang gak semuanya punya maksud baik), saya jadi punya bawaan curiga mulu kalo ada trader yang dengan yakin menyebutkan prediksi hasil analisisnya.
analisa trader - ilustrasi
Yah, akhirnya dengan modal tanya sana sini dan googling sana sini, saya jadi paham bahwa sebagian besar trader menggunakan pivot point sebagai pedoman menentukan support-resistant. Iya sih… memang ada juga temen trader yang lebih mengandalkan Fibonacci retracement sebagai patokan yang berfungsi sebagaimana pivot point, dan terus terang belakangan saya juga ikutan jatuh cinta pada Fibonacci ini. Tapi setidaknya, pivot point memberikan perhitungan matematis yang bisa dikatakan lebih obyektif dibanding dengan indikator lainnya. Saya tidak akan menjabarkan bagaimana menghitung pivot point dan support-resistant di sini.

Toh anda akan dengan mudah mendapatkan hasil perhitungan pivot dari berbagai web yang menyediakan pivot calculator. Atau, kalo anda memang hobi yang ruwet-ruwet, silahkan googling aja untuk mendapatkan rumus perhitungan pivot point ini. Yang terpenting menurut saya adalah bagaimana memanfaatkan informasi yang didapat dari seretan angka pivot, R1,R2, R3, S1, S2 dan S3 tersebut.

Ok, Pivot point serta nilai support-resistant sebenarnya secara umum menggambarkan bagaimana pergerakan harga sebuah pair bergerak dalam rentang nilai tertentu. Pergerakan harga ini bisa diibaratkan pita elastis yang meregang dan pada akhirnya, cepat atau lambat akan rebound dan kembali ke posisi keseimbangan.

Nah, pivot point ini membantu kita untuk mengetahui, seberapa jauh peregangan ini akan terjadi. Secara psikologis, traders secara umum juga memiliki batas psikologis tentang tingkat harga yang dianggap tinggi dan tingkat harga yang dianggap rendah. Batasan-batasan psikologis yang "disepakati" inilah level-level support-resistant tersebut.

Ok, sekarang masalahnya adalah bagaimana dasar cara trading dengan pivot point? Pedoman secara umumnya sih, kalau anda sudah mengetahui batas-batas kapan harga akan rebound, anda akan bisa menentukan kapan anda sebaiknya masuk ataupun keluar market. Kalau kita sudah bisa mengetahui titik-titik support-resistant ini, maka kita bisa tahu, kapan sebaiknya melakukan buy, kapan sebaiknya sell dan kapan sebaiknya take profit.

Saya sendiri biasa memasang TP beberapa pips di bawah resistant (untuk posisi buy) atau beberapa pips di atas support (untuk posisi sell) sebagai TP. Apabila dilihat trend masih kuat, terkadang saya akan memasang pending order buy beberapa pips di atas resistant atau pending order sell beberapa pips di bawah support.

Dengan kata lain, nilai-nilai pivot, support dan resistant bisa dijadikan pedoman dalam menentukan TP (keluar market). Nah, kalaupun anda sudah mempunyai indicator andalan, gak ada salahnya anda menggabungkan sinyal dari indicator tersebut dengan patokan dari perhitungan pivot point ini. Setidaknya anda akan memperoleh gambaran yang lebih lengkap dalam memahami perilaku pergerakan sebuah pair.



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Pola ABCD dan Three Drive

0 komentar
Pada pola grafik ini, yang anda butuhkan ialah suatu kelihaian mata anda dalam melihat suatu posisi, bisa diibaratkan seperti mata elang yang ultra tajam dan indikator Fibonacci. Untuk kedua versi Bullish dan Bearish pada pola grafik ABCD, garis AB dan CD dikenal sebagai kaki, sedangkan BC disebut sebagai koreksi atau retracement. Apabila anda menggunakan alat retracement fibonacci pada kaki AB, retracement BC harus mencapai pada tingkat 0,618. Kemudian, CD harus menjadi perpanjangan Fibonacci 1,272 BC. Sederhana, bukan ? Yang harus anda lakukan ialah menunggu keseluruhan pola tersebut selesai terbentuk (mencapai titik D) sebelum anda mengambil posisi Sell atau Buy.

Bisa anda lihat pada gambar dibawah ini:

BearishABCD - twps2 - pendulangforex Bullish ABCD - twps2 - pendulangforex
Berikut ini adalah beberapa aturan dari pola ABCD yang valid.
  • Waktu yang diperlukan ialah dimana harga A ke B haruslah sama dengan waktu yang diperlukan pada saat pergerakan harga dari C ke D.
  • Panjang garis AB haruslah sama panjang dengan garis CD.
Pola Three Drive
Pada pola tiga drive, sangatlah mirip dengan pola ABCD hanya saja kecuali bahwa ia memiliki tiga kaki (yang sekarang dikenal sebagai drive) dan dua koreksi atau retracements. Lagipula pada pola Three-Drive adalah nenek moyang pola Elliott Wave. Seperti biasa, anda membutuhkan mata elang, sebagai alat fibonacci, dan sedikit kesabaran untuk dalam pola yang satu ini.

D3D - twps2 - pendulangforexBU3D - twps2 - pendulangforex

Seperti yang dapat anda lihat pada gambar diatas, dimana pergerakan dari grafik diatas, titik A harus retracement 61,8% dari drive 1. Demikian pula, titik B harus menjadi retracement 0,618 drive 2. Kemudian, drive 2 harus menjadi perpanjangan 1,272 koreksi A dan drive 3 harus menjadi perpanjangan 1,272 koreksi B. Pada saat pola Three Drive seluruhnya telah selesai, saat itulah anda bisa membuka pada perdagangan anda untuk long maupun short. Biasanya terjadi pada saat harga mencapai titik B, anda sudah dapat mengatur order anda long atau short pada ekstensi 1,272 sehingga anda tidak akan ketinggalan dalam meraih Pips. Namun anda akan lebih baik lagi untuk memeriksa aturan dibawah ini :
  • Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pergerakan dari drive 2 harus sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan drive 3 .
  • Waktu untuk menyelesaikan retracements A dan B harus sama.
Semoga pada uraian kali ini dapat memberikan anda pencerahan mengenai Pola ABCD dan three Drive. Semoga Trading anda selalu bergerak seperti apa yang anda harapkan.
 
 
Sumber: Seputarforex.com


S
Read more...

Trading By Moment

0 komentar
Salah satu saran yang selalu di berikan oleh para master trader adalah: "Sabar, tunggu moment yang tepat untuk masuk market". Iya sih, kedengerannya mudah, tapi ternyata dalam prakteknya, ada kalanya (ato malahan sering) kita terlalu buru-buru mengambil posisi dan masuk market. Seringkali kita terpancing melihat pergerakan chart yang keliatannya mantaps buat di "buy".
BUY NOW
Ternyata pas kita sudah buy, harga bergerak turun. Kita pun panik dan buru-buru close posisi buy, balik posisi, ambil posisi sell. Eh, begitu kita sell, gak lama kemudian market ternyata recovery dan harga kembali naik. Nah kaan! Trading dan emosi memang gak boleh disatukan.

Trading dengan emosi jelas membahayakan account kita. Jadi, memang salah satu kunci untuk masuk ke market adalah: sabar, tunggu moment yang tepat. Banyak cara mengidentifikasi moment yang tepat untuk masuk market. Semuanya tergantung sistem yang anda anut. Bagi anda yang technicalist, ada beberapa kondisi yang bisa menjadi patokan untuk masuk ke market. Kondisi yang pertama adalah saat-saat breakout terjadi. Breakout biasanya terjadi apabila terbentuk chart pattern tertentu atau setelah terjadinya sideways.

Anda bisa baca-baca kembali bahasan tentang macam-macam chart pattern dan trading breakout ini di artikel-artikel yang lalu. Trading breakout memungkinkan kita menggunakan momentum "pecahnya" market, yaitu saat-saat salah satu pihak, buyer atau seller memenangkan tarik menarik harga. Saat-saat breakout ditandai dengan melesat atau meluncurnya harga, yang tentunya akan sangat menguntungkan apabila kita bisa masuk ke market dengan posisi dan waktu yang tepat.

Kondisi kedua yang menguntungkan untuk masuk market adalah saat-saat divergence terjadi. Divergence yang  dimaksud disini adalah perbedaan antara pergerakan harga dengan pergerakan indicator oscillator. Mengenai divergence trading  ini juga sudah pernah saya bahas di artikel sebelumnya.

Nah, bagi anda yang cenderung fundamentalist, saat-saat yang dianggap tepat untuk masuk market tentunya adalah saat news release, terutama yang high impact news dengan rata-rata pengaruh terhadap pergerakan chart lebih dari 30 pips.

Berikut ini antara lain high impact news:
1. Non Farm Payroll USA (efek 100 – 200 pips).
2. Trade Balance USA (efek 70 – 120 pips).
3. Interest Rate Statements (efek kurang lebih 100 pips).
4. Durable Good (efek 50 – 100 pips).
5. Producer Price Index (efek 50 – 60 pips)
6. PPI excl. Food and Energy (efek 50 – 60 pips)
7. Consumer Price Index (efek 50 – 60 pips).
8. CPI excl. Food and Energy (efek 50 – 60 pips).
9. Trichet, Bernanke & Fukui Speaks (efek 30 – 100 pips).
10.Unemployment Rate (efek 30 – 50 pips).

Anda bisa mengecek jadwal, kapan news tersebut release. Gak usah jauh-jauh, di halaman pertama site ini, sudah tersedia juga kalender forex yang mencantumkan jadwal news beserta efeknya. Jadi anda bisa menyesuaikan jadwal trading (dan jadwal tidur) anda dengan jadwal news release tersebut. Dengan mengenal kondisi yang tepat untuk masuk market, anda gak harus mantengin chart terus dan mungkin juga gak harus open position setiap hari.

Tapi, secara umum account anda bisa tumbuh dengan pertumbuhan positif yang konsisten, karena setiap posisi yang anda buka mengambil waktu yang tepat sehingga anda bisa mengikuti seluruh trend yang terjadi. Asyik kan? Oya, satu hal lagi. Biar anda tidak merasa harus kejar setoran setiap hari, bikin target  trading anda secara mingguan, gak usah harian. Eh, tapi, biarpun gak open tiap hari, WD sih pastinya rutin setiap minggu dong ya!



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Naked Trading = Trading Nekad?

0 komentar
Seorang rekan trader berbagi cerita di sebuah forum. Dia bilang, berhasil memenangkan sebuah kompetisi trading, meskipun urutan ke 5 dan mendapat hadiah $150. Mm, sampai di sini, saya salut deh atas keberhasilan temen tadi. Tapi, nah ini dia, ada tapinya nih, dia cerita, hadiah itu gak sempet dinikmati, karena dia langsung gunakan untuk nambah modal tradingnya, yang ternyata kena MC dalam seminggu kemudian. Wedew! Terus terang, saya jadi lumayan heran juga nih. Lah kok bisa ya? Abis menang kompetisi kok trus MC?

trader
Saya pikir, kalo sampai udah bisa menang kompetisi, setidaknya udah kelas master gitulah yang (saya pikir juga) pasti punya trading system yang mayan mantapslah. Temen trader lainnya kahirnya nanyain petanyaan yang ada di benak saya juga: trading systemnya kayak apa sih? apa indikator yang dipake? Pengen tahu jawabannya? Dia bilang: "Saya gak pake indikator sama sekali, Cuma pake feeling doang". Membaca jawaban tersebut, saya yakin banyak diantara temen-temen trader yang akhirnya mengambil kesimpulan bahwa: trading tanpa indikator alias naked trading itu (hampir) serupa dengan nekad trading, alias trading dengan dasar untung-untungan. Malahan, pernah ada temen trader yang bilang, trading tanpa indikator itu sama dengan judi. Nah lo, apa bener seperti itu?

Terus terang, akhir-akhir ini saya termasuk penganut "aliran naked trading" juga. Tapi sebenernya, meskipun tanpa indikator” saya jelas menolak kalo dibilang trading dengan modal nekad doang. Soalnya, meskipun trading dengan chart yang bersih dari indikator, saya tetep berpedoman pada beberapa informasi yang bisa dipertanggung jawabkan loh. Nah, klo anda pengen menjadi penganut naked trading tanpa menjadi trading nekad, anda bisa memanfaatkan informasi yang bisa diperoleh dari chart yang "polos" tersebut misalnya:

Candlestick

Menurut saya, candlestick itu bukan hanya sekedar jenis chart biasa. Dari sebuah candlestick saja, kita bisa mendapatkan informasi tentang banyak hal. Setidaknya kita tahu nilai high-low-closed serta volume di setiap periodenya bukan? Nah, dari situ kita bisa tahu, bagaimana proses tarik-menarik antara buyer dan seller. Berbagai bentuk candlestick bisa dipergunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan pergerakan yang akan terjadi.

Chart Pattern
Selain "sebuah" candlestick, pola-pola yang dibentuk oleh candlestick tersbut juga bisa bercerita tentang apa sebenarnya yang terjadi di market, lewat pola-pola chart pattern. Ada banyak chart pattern yang sudah diindentifikasi (dan diberi nama) yang kita kenal. Mmm, untuk contoh dan gambarnya, silahkan buka-buka catatan lagi deh. Seinget saya, saya sudah pernah juga kok membahas tentang beberapa chart pattern di artikel terdahulu. Anyway, dari mengidentifikasi chart pattern, kita kan juga bisa memperoleh informasi arah pergerakan yang akan terjadi.

Data Sentimen Jual-Beli
Nah, untuk data yang satu ini sih memang kita peroleh "di luar" chart, melainkan dari sumber-sumber yang memang menyediakan informasi ini.  Pada intinya, kita mencoba mengikuti kemauan (trader)pemilik uang yang menggerakkan market dengan mengikuti arah mana yang lebih dominan: buyer atau seller.

Ok deh, menurut saya, dengan mengandalkan 3 informasi tersebut (saja), kita bisa trading tanpa indikator tetapi tanpa menjadi modal nekad doang. Yah, diharapkan dengan memiliki patokan dan trading sistem yang jelas, hasil yang kita peroleh akan lebih konsisten.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Melindungi Profit Dengan Trailing Stop

0 komentar
Seringkali di chat room ada temen trader yang nanya: “udah ijo 100 pips nih…, close gak ya?” Gak tau sih… dia bilang githu dalam rangka mencari pendapat beneran ato sekedar pamer. Yang jelas, kalo saya yang diminta saran singkatnya sih saya akan bilang: “close ajah, mo ambil profit aja kok repot”. Nah, kalo diminta saran rada seriusnya sih, saya akan bilang: "Liat trend-nya dulu aja, kalo udah lemah, close ajah, kalo masih kuat, geser aja SL-nya”.

trailing stops
Nah, geser-geser SL ini disebut trailing stop dan intinya dimaksudkan untuk melindungi profit yang telah kita peroleh. Ngomong-ngomong masalah geser-menggeser SL (dan TP) ini, masing-masing trader punya kebiasaan masing-masing. Ada temen trader yang biasa menggeser SL setiap 10 pips, ada juga yang menggunakan patokan menggeser SL setiap setengah TP. Maksudnya, kalo misalnya dia ambil TP 50 pips, maka SL akan digesernya setiap 25 pips.

Ada trader yang menggunakan patokan support-resistant dalam menggeser SL, ada juga yang menggunakan level-level fibonacci sebagai patokannya. Apapun patokan yang kita gunakan untuk menggeser SL, yang jelas sih, diharapkan dengan upaya ini, profit yang sudah kita peroleh akan terlindungi. Jangan sampai sebenernya posisi udah “pernah” ijo, tapi karena kemudian pergerakan berbalik arah, akhirnya justru loss yang kita dapet. Sebenernya selain kita bisa menggeser SL, kita juga bisa menggeser TP kita mengikuti kekuatan trend.

Memang butuh ketelatenan tersendiri, terutama kalo kita trading di trading platform yang mengharuskan kita melakukan geser menggeser ini secara manual. Akan tetapi dengan menggeser TP (dan SL) kita akan bisa terus mengikuti trend tanpa “rugi” spread. Maksudnya? Begini, kita memang bisa segera meng-close posisi yang udah ijo untuk bisa segera mengambil keuntungan yang sudah kita peroleh. Kalopun trend ternyata masih berlanjut, kita bisa melakukan open position lagi.

Iya sih, cara ini memang lebih mudah, tapi dengan berkali-kali melakukan open-close position, berarti kita akan berkali-kali juga terkena spread. Iya kalo spread “cuma” 2 pips kadang-kadang di beberapa broker, untuk pair-pair tertentu, spead bisa mencapai 9 sampai belasan pips yang tentunya akan lumayan kalo bisa dihindari. Nah, melakukan trailing TP dan SL ini bisa dilakukan untuk mengikuti pergerakan yang ada, tanpa berkali-kali terkena spread.

Hambatan utama untuk melakukan trailing ini adalah kurangnya ketelatenan. Apalagi kalo trading platform yang kita gunakan mengharuskan kita menggeser-geser TP maupun SL secara manual. Kita harus rajin-rajin memantau chart dan menggeser SL maupun TP secara manual yang tentunya lumayan butuh waktu dan ketelatenan extra. Bagi trader yang hanya bisa meluangkan waktu yang relatif terbatas untuk trading, bisa jadi trailing secara manual ini memang susah untuk dilakukan.

Terus terang saya sendiri seringkali harus secara berkala mengecek posisi plus menggeser SL atau TP kalo memungkinkan. Tapi seringkali  ya “kecolongan” juga sih. Begitu di cek, eh, posisi udah terclosed. Mungkin dasarnya sifat manusia yang kurang bersyukur ya. Udah kena TP, kok ya bisa-bisanya masih menyesal juga. Biasanya sih yang terlintas dalam pikiran: “yah.. kok tadi cuma ambil 50 pips sih… padahal geraknya sampai 100 pips lebih…” Nah tuh… kalo kata mentor saya, menyesali keputusan yang telah kita ambil dalam bertrading itu tandanya kita belum punya psikologis yang matang untuk jadi seorang trader. Tapi bagaimanapun, saya setuju  dengan pendapat seorang temen, bahwa SL ijo itu bisa bikin hati lebih tenang. Jadi? Ya telaten-telaten lah melakukan trailing. 



Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Mengulangi Posisi Yang Salah Dalam Forex Trading

0 komentar
Saya pernah sharing chart di salah satu forum yang memperlihatkan bagaimana posisi yang masih terfloating negatif kita ulang beberapa kali. Rata-rata temen-temen bilang, itu tindakan yang "nekad. Kalau dilihat sepintas memang rada-rada nekad sih, karena kita justru mengulangi posisi yang "salah".

Maksudnya di sini, kita melakukan open position dengan posisi yang sama: searah dan di pair yang sama dengan posisi yang masih terfloating negatif. Coba kita liat chart yang di share oleh mentor saya, oom Wison, berikut ini:



Bagaimana komentar anda? Nekad? Lihatlah bagaimana beliau mengulangi  posisi searah yang jelas-jelas masih terfloating. Pada akhirnya memang (sebagian)posisi tersebut terclosed setelah harga bergerak sesuai prediksi.

Banyak temen yang berkomentar kalau teknik trading seperti di atas itu sejenis averaging, meskipun contoh di atas tidak bener-bener menunjukkan teknik averaging murni sih, karena biasanya kalau kita melakukan averaging, kita pasang TP dan SL di nilai yang sama dengan posisi pertama. Saya pribadi, kadang melakukan pengulangan untuk posisi yang “salah” tetapi dengan TP yang tidak seragam.

Biasanya sih TP untuk posisi yang kedua adalah harga open dari posisi yang pertama. TP untuk posisi yang ketiga adalah harga open untuk posisi yang kedua, dst. Maksud dari melakukan open position kedua dan ketiga (dan selanjutnya, kalau ada) adalah memanfaatkan trend yang ada untuk mengurangi minus sekaligus mengambil profit. Yah, namanya juga trading, variasi posisi yang kita lakukan kan suka-suka kita lah.

Bagaimanapun tetap ada yang berpendapat bahwa melakukan averaging itu seakan-akan kita mengulangi kesalahan posisi. Banyak yang beranggapan, kalau bisa memanfaatkan pergerakan chart dengan mengikuti saja trend yang berjalan, mengapa harus melakukan pengulangan posisi yang salah? Semuanya tergantung sudut pandang sih. Pengulangan posisi ini memang biasa dilakukan oleh swinger trader yang mencari TP minimal 50 atau bahkan mungkin 100 pips.

Iyalah, klo untuk scalper yang menggunakan margin lebih dari 20%, terfloating negatif satu posisi aja udah bikin jantung deg-degan. Apalagi mengulang posisi yang sama. Mending cepet-cepet ganti posisi dan mengikuti trend yang sedang terjadi. Yah, semua itu pilihan masing-masing  trader. Suka-suka kok mau pilih gaya trading seperti apa, asalkan kita paham bener semua resikonya.

Yang perlu kita ingat saat melakukan averaging, selalu perhatikan ketahanan margin kita. Margin Management harus dijaga ketat. Paling aman sih memang kita menggunakan margin kecil di setiap posisi. Namun ini juga perlu mempertimbangkan fee per transaksi yang dikenakan oleh broker tempat kita bertrading. Pertimbangkan, apakah lebih untung apabila kita menggunakan margin relatif besar  per posisi tetapi hanya meng-hold sedikit running position, ataukah kita menggunakan margin kecil untuk setiap posisi tapi meng-hold relatif banyak running position. Semua kembali ke gaya trading masing-masing trader sih.

Ada temen trader yang cuma mau meng-hold maksimum 3 running position. Tapi ada juga temen trader yang rata-rata running positionnya 30 posisi. Bagaimanapun, sesuaikanlah keputusan trading yang kita lakukan dengan kenyamanan kita. Gak usah maksain meniru cara trading yang kurang sesuai dengan kondisi account dan kondisi jantung kita. Kalau belum yakin dan pengen coba satu teknik baru, silahkan pakai account virtual dulu deh.. Kalau udah cocok dan yakin, barulah kita terjun ke live account. Janganlah kita trading dengan hanya modal nekad dan akhirnya meramaikan kuburan para trader! Sayangi account dan jantung anda.



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Trading Breakouts

0 komentar
Pada artikel-artikel sebelumnya, kita sudah banyak membahas tentang chart pattern, antara lain double bottom/top, head & shoulder serta triangle. Sebenarnya, pemahaman tentang chart pattern tersebut adalah salah satu alat yang bisa kita pergunakan dalam trading breakout. Apa sih trading breakouts ini?

Intinya sih, kita memanfaatkan gerakan ekstrem dari pair sehingga kita bisa masuk di saat yang tepat untuk memanen pips. Siapa sih yang gak mau dapet pips besar dalam tempo yang singkat? Kayaknya semua mau deh. Nah, untuk bisa memanfaatkan saat-saat yang mengasyikkan ini, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Yang pertama tentunya bagaimana kita bisa mengindentifikasi bakal terjadinya breakout ini.

Ada beberapa alat yang bisa kita gunakan untuk mengidentifikasi breakouts. Salah satunya adalah pemahaman tentang chart pattern seperti yang telah kita bahas dalam artikel-artikel terdahulu. Breakouts bisa terjadi sebagai kelanjutan dari sebuat trend, atau bisa juga berupa reversal dari major trend.
Breakouts pada market seringkali terjadi pada tingkat harga tertentu, misalnya saat level harga menyentuh level support-resistant, level fibo atau high-low harian atau saat terlihat pattern-pattern tertentu seperti di atas. Untuk bahasan tentang chart pattern ini silahkan anda ikuti di artikel terdahulu. Untuk kali ini, saya akan mencoba membahas cara lain mengidentifikasi breakouts, yaitu dengan menggunakan trendlines dan channel. Menggunakan trendline sebagai pengindentifikasi breakout bisa dilihat dalam gambar berikut:


Pada ilustrasi di atas, trendline kita tarik dari low ke low dan berlaku sebagai support level. Saat harga menembus support level tersebut, biasanya akan terjadi breakout. Breakout juga bisa diidentifikasi dengan menggunakan channel seperti ilustrasi berikut:


Trend line yang kita tarik berfungsi sebagai  support-resistant level. Pada channel  yang naik, saat harga menembus level support, kemungkinan besar akan terjadi breakout. Trading Breakouts memang menarik untuk dilakukan, karena saat-saat terjadi breakout ini bisa dikatakan sebagai saat panen raya. Namun demikian, kita perlu tetap waspada, karena ada pula saat terjadi breakouts yang "menipu".

Yah, namanya juga dunia nyata, kadang tidak selalu seindah dalam dongeng kan? Bagaimanapun, trading breakout ini adalah salah satu cara yang perlu kita ketahui sebagai salah satu senjata kita dalam memahami dan mengikuti tarian market.



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Memanfaatkan Gap Saat Market Buka Di Awal Pekan

0 komentar
Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana memanfaatkan Gap yang biasa terjadi saat market buka di awal pekan. Seperti kita ketahui, pasar valas tutup selama akhir pekan, tepatnya tutup pada hari Sabtu pukul 04.00 WIB dan buka kembali pada hari Senin pukul 04.00 WIB. Di lain pihak, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai matauang suatu Negara, seperti misalnya kondisi ekonomi politik  negara  yang bersangkutan, tetap terus berjalan, karena secara umum kegiatan manusia tetap berjalan. Itulah sebabnya, sangat mungkin terjadi di awal market buka di awal pekan, terjadi gap atau harga yang meloncat, baik naik ataupun turun dan harga terakhir saat market tutup.

Gap yang sering terjadi di awal pekan ini membuat banyak trader menghindari menghold posisi tetap terbuka selama akhir pekan saat market tutup. Masuk akal memang, karena saat market tutup kita tidak akan bisa berbuat apa-apa terhadap posisi kita yang masih terbuka. Padahal segala kemungkinan bisa saja terjadi. Ekstremnya, kondisi politik dan ekonomi suatu Negara bisa saja berubah drastis saat akhir pekan, yang membuat nilai mata uang bisa saja berubah drastis tanpa kita bisa berbuat apa-apa karena market sedang tutup.

Gap
ini memang bisa jadi mimpi buruk bagi trader yang posisinya tersabet SL saat market buka di awal pekan, tapi bisa juga menjadi peluang bagi kita yang ingin mengambil manfaat dari adanya gap tersebut. Memanfaatkan gap di awal pekan, prinsipnya hampir sama dengan menfaatkan pergerakan cepat saat news release seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya. Mari kita amati chart berikut:  



Apabila harga pada hari sabtu pukul 03.58 adalah 1.5620, maka kita pasang pending order buy stop 10 pips di atasnya, yaitu di 1.5630 dengan TP sekitar 20 pips di 1.5650. Pasang juga pending order sell stop kurang lebih 10 pips di bawah harga menjelang market tutup, yaitu di 1.5610 dengan TP sekitar 20 pips di 1.5590.

Sesaat setelah market buka pada hari Senin pukul 04.00 WIB, cek posisi pending order tersebut. Batalkan pending order yang tidak tersentuh, dalam contoh di atas adalah pending order sell-nya. Dengan demikian kita sudah mendapatkan kurang lebih 20 pips saat market buka. Kelemahan dari cara ini adalah, kita harus “berkorban” untuk bangun sesaat sebelum market tutup dan sesaat setelah market buka.

Ok, cara di atas hanyalah contoh apabila kita ingin memanfaatkan Gap yang terjadi di awal pekan. Pilihan sepenuhnya ada di tangan anda, apakah akan menghindar Gap dengan menutup semua posisi di akhir pekan, atau justru memanfaatkan Gap tersebut dengan sengaja memasang posisi sesaat sebelum market tutup.

Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Swing Trading, Strategi Trading Ideal Untuk Trader Ritel

0 komentar
Salah satu dari banyak alasan mengapa trading mata uang asing tetap atraktif bagi trader forex ritel, baik yang baru maupun lama, adalah karena volatilitasnya yang tinggi dengan ayunan harga (price swings) yang sering mengguncang. Pasar yang volatile menyediakan lebih banyak kesempatan untuk mengeksekusi trading yang bagus dan menguntungkan, asalkan seseorang bisa mengidentifikasi dan memilih perubahan arah yang benar dalam harga, tepat saat perubahan itu terjadi.
Idenya adalah untuk menangkap sebuah trend yang sedang berubah ketika hal itu mulai terjadi, dan menunggangi tren baru itu selama masih berlangsung di arah yang lain. Singkat kata, Anda pada prakteknya akan "berayun" dari satu arah ke arah lainnya (swinging) seiring trend bergeser dari upswing ke downswing, atau dari downswing ke upswing. 
swing trading - illustration

Beberapa trader telah berulangkali mencoba mengembangkan sebuah strategi trading yang diharapkan bisa meraup keuntungan dari price swing yang dihasilkan oleh volatilitas pasar. Mereka menginginkan sebuah strategi yang bisa memberikan return secara substansial dan konsisten. Dan, mereka menyebut strategi-strategi semacam itu sebagai 'swing trading'. Strategi-strategi swing trading mulai bermunculan, tetapi tak ada satupun diantaranya yang membuahkan hasil seperti yang diharapkan. 
Kesuksesan pada strategi swing trading sesungguhnya bergantung pada kepemilikan metode yang solid dan teruji untuk memilih perubahan arah dalam pergerakan harga. Sayangnya, hal inilah yang disebut-sebut sebagai 'holy grail' dalam trading forex dan selama berdekade-dekade tetap sukar diperoleh. Semua orang sudah mencarinya, tetapi tanpa mencapai sukses dalam pencarian itu. Para trader hanya bisa berharap mereka memiliki sebuah strategi atau tool yang bisa memprediksi pergeseran dalam harga-harga sebelum pergeseran itu terjadi dan dengan akurasi yang sangat tinggi. Sayangnya lagi, yang seperti itu tidak ada - setidaknya, belum ada untuk saat ini. Dan menurut saya, mereka tidak akan pernah mendapatkannya, karena mereka mencarinya di tempat yang salah. 
Pertama-tama, sebagian besar strategi swing trading yang telah dipublikasikan sejauh ini menggunakan satu atau lebih tools analisa teknikal standar yang telah dikembangkan -baik sebagai tools yang berdiri sendiri maupun dengan kombinasi beberapa tools- untuk memprediksi arah pergerakan harga masa depan. Semua orang tahu bahwa tools dan studi-studi teknikal tersebut dikalkulasikan dari pergerakan harga sebelumnya untuk memperkirakan arah pergerakan harga mendatang -sebuah metodologi yang telah dibuktikan tak efektif oleh banyaknya kerugian yang ditanggu trader-trader pengguna strategi-strategi tersebut. 
Orang cenderung lupa akan fakta bahawa harga bagi komoditas atau aset finansial manapun hanyalah refleksi dari sentimen kolektif yang dirasakan oleh mayoritas pemain di pasar pada suatu waktu. Contohnya, jika sentimen yang mendasari mereka tentang sebuah komoditas atau aset finansial adalah bullish, maka mereka ramai-ramai melakukan buy dan mendorong harga naik. Sebaliknya, jika mereka bearish, maka mereka berlomba-lomba sell dan menekan harga turun. Inilah pergeseran sentimen mayoritas yang mana kita perlu peka padanya karena mengindikasikan kemungkinan perubahan tren dalam jangka pendek.
Masalahnya, bisakah kita mengukur sentimen yang mendasari pandangan mayoritas pemain pasar pada suatu waktu tertentu? Jawaban jujurnya adalah tidak. Namun demikian, kita bisa segera mendapat peringatan akan pergeseran sentimen ini dengan menggunakan formasi chart candlestick Jepang. Dengan candlestick, Anda bisa dengan mudah menyimpulkan kekuatan atau kelemahan pada setiap pergerakan harga berkat panjang, luas, dan warna masing-masing candlestick. Candlestick bahkan bisa memberitahu Anda kapan harus keluar dan menyingkir dari pasar. Sungguh luar biasa, apalagi yang perlu Anda butuhkan hanyalah menyisihkan sedikit waktu untuk memahami formasi-formasi candlestick dan pesan apa yang disampaikan oleh setiap formasi kepada Anda.
Nah, sekarang, inilah tips terbaik untuk Anda. Jika Anda menggunakan candlestick bersama dengan garis-garis resisten dan support, Anda tidak akan tersesat - dan tidak perlu menduga-duga jalan yang harus ditempuh. Cukup memperhatikan pergeseran sentimen yang direfleksikan oleh formasi candlestick yang terbentuk atau terjadi bertepatan dengan garis support/resisten penting -utamanya yang kelihatan menonjol- pada level-level rendah atau tinggi secara historis. Dengan akurasi yang sangat besar, pasar kemungkinan akan 'tersedak' atau meloncat lebih tinggi dari titik itu.
Intinya adalah, tak ada alat yang lebih baik untuk memformulasikan strategi swing trading yang menguntungkan, selain dengan candlestick yang dipakai bersama garis-garis support dan resisten.



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Menggunakan Teknik Confluence Untuk Mendulang Profit

0 komentar
Teknik ini sebenarnya sudah umum dipakai oleh para trader professional. Namun sepertinya teknik ini masih jadi rahasia bagi para pemula. Confluence secara gampangnya diartikan suatu kondisi yang dibarengi dengan terjadinya situasi-situasi lain yang mendukung penguatan kondisi tersebut. 
Misalkan terjadi suatu kondisi tren, disaat sekarang terjadi juga suatu perpotongan dengan suatu setup MA, dan seterusnya. Nah, hal tersebut dapat kita pahami sebagai suatu Confluence.


Menentukan Sebuah Kondisi Confluence Sebagai Suatu Peluang

Karena banyak trader pemula yang belum mengetahui teknik ini, maka saya akan coba sampaikan dengan contoh yang sudah saya pakai selama ini. Teknik ini sebenarnya bisa saja diaplikasikan ke segala konsep trading yang akan atau telah anda pakai. Bahkan hal ini mungkin bisa anda gunakan sebagai pijakan untuk menjadi lebih profitable seperti para trader professional pada umumnya.
1. Kita pakai aturan dasar yang umum dipakai di dunia forex “trend is your friend”. Saya harus menemukan kondisi ini sebagai dasar teknik Confluence. Dalam hal ini suatu uptrend.

Penggunaan confluence untuk mendulang profit

2. Di saat yang bersamaan, harga retrace dari suatu new high ke suatu area support kunci.
 
retrace harga untuk confluence

3. Ada dukungan dari candlestick pattern. Sebuah pin bar terbentuk untuk menguatkan posisi support kunci. Kita tahu bahwa probabilitas pin bar cukup dapat diandalkan bukan?
 
pin bar confluence

4. Support dinamis dari suatu indicator MA muncul di saat yang bersamaan. Kebetulan saya masih harus menggunakan indicator untuk memantabkan teknik Confluence.
 
support dinamis ma untuk confluence

5. Setelah kondisi dan situasi terjadi di depan mata, maka saya siap untuk membuka posisi buy.

Confluence Komplit = Jaminan Profit

Dengan semakin banyak suatu situasi yang terjadi secara bersamaan dalam suatu kondisi Confluence apakah ini menjamin kita pasti mendapatkan profit di dalamnya? Apakah menggunakan 5 situasi yang terjadi bersamaan dan saling mendukung, memberikan jaminan untuk selalu profit? Saya jawab..tidak juga. Anda masih juga bisa merasakan loss.
Jadi apa nilai lebih teknik ini? Teknik ini akan lebih memudahkan anda untuk lebih tertata dalam bertrading. Dengan begitu anda akan lebih terlatih untuk bersabar dalam menunggu suatu kondisi (apalagi kalau anda menggunakan 4-5 situasi sebagai syarat untuk menunggu confluence terjadi). Saya sampaikan suatu perumpamaan yang akan juga mendukung kinerja anda dalam berkarir sebagai seorang trader. Berpikirlah seperti sebuah bisnis casino. Bisnis ini tidak setiap saat dalam pergerakan hariannya selalu untung. Namun mereka melihat bisnis tersebut dalam hitungan tahun. Setiap akhir tahun mereka selalu membukukan keuntungan. Bisnis ini bukanlah sebuah perlombaan lari sprint namun sebuah lomba lari marathon.
Semoga sukses

Sumber:
www.earnforex.com – The Power of Confluence in the Forex Market by Justin Bennet
Seputarforex.com 
Read more...

Trading Menggunakan Banyak Timeframe

0 komentar
Banyak trader forex profesional menggunakan metode esktensif yang meliputi pemanfaatan banyak timeframe, dan saya pun mempercayai sistem ini. Untuk bertrading dengan banyak timeframe, trader pertama-tama harus melihat timeframe dalam jangka panjang, seperti chart bulanan (monthly) atau mingguan (weekly) untuk mengetahui trend secara umum. Ini sebenarnya cukup mudah; jika tren secara umum naik, maka Anda harus membuka posisi buy, sedangkan bila trend secara umum turun, maka pasang posisi sell.
 
Selanjutnya adalah menengok timeframe yang lebih pendek, seperti di chart H4 atau H1 untuk mencari peluang trading. Sebagaimana saya ungkapkan diatas, jika jika tren secara umum naik, maka Anda harus membuka posisi buy; tetapi ini tidak lantas berarti Anda sama seklai tidak boleh membuka posisi sell. Akans elalu ada kesempatan untuk terjadinya pergerakan melawan trend yang akan membuka kesempatan bagi Anda untuk bertrading. Misalnya saat ada arus uptrend kuat, maka retracement minor ke arah bawah bisa menjadi peluang trading potensial. Terakhir, lihatlah timeframe yang lebih rendah, seperti chart 15M untuk memastikan titik entri yang tepat.
 
Karena saya seorang day trader, maka saya tidak memantau chart harian, dan malah menggunakan chart H4 serta H1 untuk menengok trend secara umum. Kemudian, saya akan menengok chart M15 dan M5 untuk mencermati jika disana ada kesempatan trading yang muncul. Tentu saja, ini bisa berbeda-beda, semua tergantung pada berapa lama Anda mau memegang trading itu.

Multiple Time Frames In Forex Trading

Hal yang membuat trading dengan banyak timeframe menjadi powerful adalah kemampuannya untuk meletakkan trader pada sisi yang benar di pasar, sekaligus menunjukkan peluang-peluang entri yang tersedia. Dalam salah satu buku favorit saya karya Dr. Alexander Elder, ia menjelaskan tentang metode "Triple Screen" yang digunakan dalan pemanfaatan banyak timeframe, lengkap dengan detailnya.
 
Dalam buku Come Into My Trading Room: A Complete Guide to Trading, Elder menuturkan:
"Triple Screen menyelesaikan kontradiksi antara indikator dan timeframe. Mencapai keputusan strategi pada chart jangka panjang, menggunakan indikator trend-following — ini adalah screen pertama. Kemudian berlanjut pada pembuatan keputusan taktis tentang entri dan exit pada chart intermediate, menggunakan oscillator — ini screen kedua. Kemudian menyediakan beberapa metode untuk menempatkan order buy dan sell — ini adalah screen ketiga, yang bisa kita terapkan dengan menggunakan chart intermediate maupun chart jangka pendek."
"Dimulai dari memilih timeframe favorit Anda, yaitu chart mana yang Anda sukai untuk digunakan, dan sebutlah itu 'intermediate'. Kemudian kalikan lima jangka-nya untuk menemukan timeframe jangka panjang Anda. Terapkan indikator trend-following pada chart untuk mencapai keputusan strategis untuk membuka posisi long, short, atau menyingkir dari pasar. Menyingkir dari pasar (tidak membuka trading) juga salah satu posisi yang bisa diambil. Jika chart jangka panjang menampilkan bullish atau bearish, kembalilah ke chart intermedate dan gunakan oscillator untuk menemukan poin-poin entri dan exit ke arah yang sama dengan yang ditunjukkan oleh trend jangka panjang. Pasang target profit dan stop loss sebelum beralih ke chart jangka pendek, jika ada, untuk meningkatkan kualitas entri dan exit."

Mari saya beri contoh. Untuk trading dengan stratgei ini, trader akan memulai dengan timeframe favoritnya, katakanlah chart H4, dan menyebutnya "intermediate". Untuk mendemukan chart jangka panjang-nya pada timeframe berapa, maka kalikan dengan lima (atau 4, atau 6). Dengan demikian, chart jangka panjang bisa jadi chart harian (H4 chart x 5 = H20, H20 itu berhubungan dekat dengan chart harian/D1). Sedangkan untuk mendapatkan chart jangka pendek-nya, maka chart intermediate harus dibagi 4-6. Sehingga, chart jangka pendek dalam contoh ini bisa jadi chart H1 (H4 chart ÷ 4 = H1 chart).

Chart jangka panjang harus menjadi screen pertama dimana Anda bisa berfokus pada trend dan menggunakan indikator seperti Moving Averages, MACD, atau trendline untuk memutuskan apakah Anda akan membuka posisi buy atau sell, atau tidak bertrading karena pasar tidak sedang trending. Chart intermediate merupakan screen kedua yang bisa diaplikasikan Stochastics atau RSI untuk mengidentifikasi zona entri pullback. Terakhir, pada chart jangka pendek, atau screen ketiga, Anda mencari breakout support/resisten yangs esuai dengan arah yang ditunjukkan oleh trend jangka panjang untuk memandu entri trading.

Strategi triple screen ini benar-benar bagus. Saya selalu melakukannya; periksa timeframe yang lebih tinggi terlebih dahulu sebelum membuka posisi trading pada timeframe yang lebih rendah. Bertrading forex dengan hanya satu timeframe saja itu seperti trading buta; Anda tidak akan mengetahui apa yang terjadi pada kondisi yang lebih besar.

Saya harap artikel ini akan berguna bagi Anda. Semoga beruntung!
Rico FY-Forex Day Trader

Seputarforex.com
Read more...

Teknik Entry Breakout Dalam Trading Forex

0 komentar
Trading pada kondisi pasar yang sedang trending dengan kuat adalah sangat menguntungkan. Trend follower trader selalu mengamati arah dan kekuatan trend untuk mendapatkan peluang entry yang paling tepat. Satu-satunya cara untuk memperoleh profit yang maksimal dari kondisi trending yang sedang kuat adalah dengan teknik breakout atau penembusan level harga tertinggi atau terendah.

Berikut contoh keadaan downtrend yang sedang kuat yang ditandai dengan terbentuknya level-level lower high (level high yang lebih rendah) dan level-level lower low (level low yang lebih rendah). Trader menunggu peluang yang paling tepat untuk entry sell dengan teknik breakout.

                                 
Seperti tampak pada gambar chart daily diatas, dalam bulan Mei 2014 EUR/JPY telah mengalami penurunan sebesar 582 pip dihitung dari harga tertingginya pada Maret 2014 (tertinggi pada level 143.78), dengan membentuk level-level lower high dan lower low. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa pergerakan pasangan mata uang ini sedang downtrend dengan kuat.

Trading dengan teknik breakout
Pada keadaan downtrend seperti contoh diatas, pertama kali tentukan level support yang terdekat, kemudian level terendah saat ini. Dari definisi downtrend yang sedang kuat, EUR/JPY pasti akan membentuk level terendah baru agar keadaan downtrend bisa berlanjut. Teknik yang paling efektif untuk entry breakout pada keadaan ini adalah dengan menggunakan pending order, yaitu sell stop atau sell dibawah harga pasar sekarang.

Level entry (sell) harus ditentukan dibawah level terendah saat ini. Agar lebih teliti bisa digunakan time frame yang lebih rendah, dalam contoh ini misallnya time frame 4 jam (H4). Tentukan juga level stop loss dan target (take profit) sesuai dengan management resiko yang Anda sepakati. Order Anda akan tereksekusi ketika harga telah menyentuh level entry yang telah Anda tentukan.

Level terendah saat ini adalah 137.96 dan trader harus menempatkan level entry-nya dibawah level tersebut. Trader yang agresif akan menentukan level entry sell sedekat mungkin dengan level terendah saat ini, bisa hanya terpaut 1 pip saja, sedang trader yang konservatif  akan menentukan level entry agak jauh dari level terendah. Jika dibawah level terendah tersebut ada level support kuat, maka sebaiknya level entry ditentukan dibawah level support tersebut.

                                 

Level stop loss bisa ditentukan diatas level terendah saat ini sesuai dengan money management yang telah disepakati. Agar diperoleh hasil yang optimal, maka sebaiknya risk/reward ratio diatas 1:1.

Sumber : www.dailyfx.com : Breakout Basics for Forex, by: Walker England, Forex Trading Instructor
Seputarforex.com 
Read more...

Keuntungan Trading Pada Pasangan Mata Uang Cross

0 komentar
Analisa berita dan teknikal di situs-situs trading kebanyakan membicarakan pergerakan pasangan mata uang utama (FX majors). Informasi ini memang sangat bermanfaat untuk mengetahui mana mata uang yang sedang kuat dan yang sedang lemah, namun dengan hanya memperhatikan pasangan mata uang utama, peluang trading Anda akan terbatas. Sebagian besar trader memang tertarik pada pasangan mata uang utama seperti EUR/USD, USD/JPY dan GBP/USD. Ini bisa dimengerti karena sebagian besar pemberitaan, prediksi dan analisa selalu mengacu pada pasangan mata uang utama.

                                                                
Seperti pada penyebaran klien broker FXCM pada gambar diatas, konsentrasi trader terbanyak adalah pada pasangan EUR/USD, sekitar 30%, Emas-US Dollar atau XAU/USD sekitar 15%, GBP/USD dan USD/CHF sekitar 10%. Pasangan mata uang utama lainnya adalah USD/JPY, AUD/USD, NZD/USD dan USD/CAD, antara 5 hingga 7%. Pasangan mata uang cross yang tidak melibatkan USD berada dibawah 5%. Ketidak-seimbangan penyebaran tersebut disebabkan oleh banyaknya trader yang ikut arus dalam menentukan pasangan mata uang untuk trading tanpa memperhatikan peluang pasangan mata uang cross dilihat dari analisa fundamental maupun teknikal.
Keuntungan pasangan mata uang cross
Jika Anda melihat indeks kekuatan suatu mata uang (strength index) pada suatu saat seperti gambar dibawah (sumber: DailyFX) maka Anda bisa memilih untuk trading pada pasangan mata uang yang paling lemah versus yang paling kuat, tidak pada yang lemah versus lemah atau yang kuat versus kuat. Dan pasangan tersebut tidak harus pasangan mata uang utama.

                                                                          
Kuat lemahnya suatu mata uang disebabkan oleh level permintaan dan penawarannya dibandingkan mata uang lainnya, dan hal ini sering kali dipengaruhi oleh kebijakan moneter atau suku bunga dari bank sentral negara mata uang tersebut. Seperti pada pasangan USD/JPY, JPY kembali menguat dari pelemahan bulan Oktober 2013 hingga Januari 2014, namun penguatan tersebut mentok di level 100.72 pada awal Pebruari 2014, dan tampak kembali melemah. Pada saat yang sama USD juga cenderung melemah.

Sementara belum ada faktor pendorong yang jelas untuk penguatan USD sejak awal Januari lalu, EUR dan GBP cenderung menguat. Bagi seorang swing trader yang cenderung mengikuti arah trend (trend following) untuk meraup keuntungan, akan lebih tertarik untuk masuk di pasangan EUR/JPY atau GBP/JPY daripada USD/JPY atau EUR/GBP, yaitu dengan mempertimbangkan mata uang yang kuat versus yang lemah. Berikut perbandingan perolehan pip antara USD/JPY versus EUR/JPY pada periode waktu yang sama ketika USD dan EUR sama-sama menguat terhadap JPY. Hal ini terjadi karena EUR pada saat itu memang sedang lebih kuat dari USD.



Contoh lain adalah pasangan mata uang AUD/CAD. Jika Anda lihat gambar penyebaran klien pada broker FXCM diatas, pasangan mata uang ini tidak tercantum atau persentasi yang trading pada pasangan ini dibawah 3%. Namun jika Anda cermati baik dari analisa fundamental maupun teknikal, pasangan mata uang ini cukup menarik untuk di-trading-kan. Dari segi fundamental, data tenaga kerja Australia sedang bagus dan Canada sedang mengecewakan, dan dari segi teknikal, level resistance angka psikologis kuat 1.0000 sedang akan ditembus.

                          


Setelah level support psikologis 1.0000 ditembus (titik A) dan berubah jadi resistance, level ini rawan untuk ditembus kembali. Kemungkinan pergerakan uptrend cukup besar mengingat AUD sedang menguat terhadap USD dan CAD sedang melemah terhadap USD. Jika Anda punya posisi buy, exit target bisa pada level 1.0300 yang berimpit dengan level 100% Fibonaaci expansion.

Kesimpulan
Peluang dan perolehan profit trading pada pasangan mata uang cross bisa lebih besar dari pasangan mata uang utama jika Anda jeli melihat potensi masing-masing mata uang melalui analisa fundamental maupun teknikal. Untuk spread memang relatif lebih besar dari pasangan mata uang utama, tetapi apa artinya spread tinggi jika Anda memang yakin akan meraup profit?

Happy trading !

Sumber : www.dailyfx.com : How Trading Outside Of the FX Majors Can Ignite Your Trading, by Tyler Yell
Seputarforex.com 
Read more...

Discretionary Trader Versus System Trader

0 komentar
Pada akhirnya seorang trader mesti memilih, menjadi discretionary trader atau system trader. Ini menyangkut sistem trading, discretionary trader adalah mereka yang menggunakan sistem trading discretionary, sementara system trader adalah yang menerapkan sistem trading mechanical. Banyak yang pro maupun yang kontra dalam menentukan pilihan itu, namun apa sebenarnya perbedaan diantara kedua jenis trader tersebut, dan mana yang lebih menguntungkan?

                                                     


Discretionary trader
Discretionary trader menggunakan sebuah metode entry dan exit yang bergantung pada kriteria yang cenderung subyektif. Sebagai contoh, trader yang mendasarkan keputusannya pada analisa fundamental bisa dikatakan seorang discretionary trader. Seorang technicalist (chartist) yang melakukan analisa langsung sebelum entry atau exit juga termasuk discretionary trader. Misalkan Anda trading dengan menggunakan indikator CCI dengan strategi entry buy saat level CCI dibawah -100. Meskipun Anda telah merencanakan kapan akan entry atau exit, interpretasi Anda mengenai trend atau bahkan cara membaca indikator CCI adalah sangat subyektif.



Interpretasi trend dan timing untuk entry maupun exit antara trader bisa berbeda. Meski mungkin memiliki aturan entry dan exit yang sama, namun belum tentu trader akan entry atau exit pada level yang sama pula.

Keuntungan menjadi discretionary trader adalah Anda bisa merasakan suasana pergerakan harga pasar secara real time. Meskipun harga mungkin bergerak pada satu arah tertentu, Anda akan bisa merasakan gejala akan terjadinya pembalikan arah baik melalui sinyal divergensi indikator ataupun pola candlestick. Oleh karenanya discretionary trader cenderung bisa bereaksi dengan cepat untuk segera menyesuaikan dengan kondisi pasar.

Hal yang kurang menguntungkan adalah bila perkiraan Anda ternyata meleset dan pergerakan harga tidak seperti yang Anda inginkan. Kejadian tersebut sering kali bisa memicu emosi sekalipun Anda telah berusaha mengendalikannya, karena Anda memang terlibat langsung dalam ritme trading secara real time.
System trader
Berbeda dengan cara discretionary, trading berdasarkan system yang telah deprogram ini disebut juga dengan sistem trading mechanical, black box atau algo trading. System trader menggunakan aturan tertentu untuk menentukan level entry dan exit. Aturan yang ditentukan dan interpretasinya adalah ya atau tidak (hitam putih) dan telah dibuat dalam sebuah program hingga computer Anda bisa melakukan trading secara otomatis. Pasar forex yang beroperasi selama 24 jam menyebabkan system trading mechanical menjadi popular. Bagi Anda yang sibuk dengan pekerjaan lain tidak perlu setiap kali memonitor komputer untuk melihat peluang trading.

Keuntungan utama menjadi system trader adalah Anda tidak perlu berpengalaman atau belajar terlalu banyak mengenai trading, cukup memilih software yang menjanjikan keuntungan yang memadai. Software tersebut saat ini banyak dijual di pasaran. Kekurangan system trading mechanical adalah Anda tidak bisa berharap terlalu banyak dari spesifikasi software tersebut. Pengalaman menunjukkan bahwa hasil trading di masa lalu tidak selalu akan berlanjut karena histori pergerakan harga tidak akan selalu berulang. Drawdown pada kondisi riil saat sekarang cenderung lebih besar dari drawdown hasil backtest.
Mana yang akan dipilih sepenuhnya tergantung dari kondisi dan karakteristik pribadi Anda, namun untuk mengatasi kekurangan kedua sistem trading tersebut Anda mesti menerapkan management resiko dengan baik dan tidak over-leverage. 

Sumber : www.dailyfx.com : The Discretionary Trader vs The System Trader, by: Jeremy Wagner
 Seputarforex.com 
Read more...

Trading Berdasarkan Double Top Dan Double Bottom

0 komentar
Salah satu pola pergerakan harga yang populer dan sering terjadi dalam kenyataan adalah double top dan double bottom. Hal ini membuktikan bahwa pola pergerakan harga pasar bisa berulang dan tidak selalu acak (random). Pola double top dan double bottom menggambarkan sentimen pelaku pasar terhadap range level harga yang dianggap ekstrem. Pasar akan berkonsolidasi dengan menguji level harga tersebut, makin sering level harga itu diuji, maka semakin kuat level tersebut.

Jika pergerakan harga pasar selalu acak, kenapa beberapa kali berhenti pada level itu sebelum berbalik arah (bounching) atau breakout ? Berikut contoh pola double top dan double bottom yang terjadi pada EUR/USD time frame 1-hour dengan potensi profit diatas 100 pip:





Untuk mengantisipasi double top / bottom, bisa digunakan acuan level resistance / support yang dikombinasikan dengan setup price action atau formasi bar candlestick seperti pada contoh GBP/USD daily berikut:




Setting level stop loss dengan Bollinger bands

Pada umumnya level stop loss ditentukan beberapa pip diatas level resistance, atau beberapa pip dibawah level support. Namun sering kali setting tersebut kurang akurat dan berbahaya. Kadang-kadang harga break sebelum bounching seperti contoh dibawah ini:


Cara lain yang digunakan untuk menentukan stop loss untuk double top / bottom adalah dengan indikator Bollinger bands. Bollinger bands menunjukkan volatilitas yang dihitung berdasarkan standard deviasi. Banyak trader yang menganggap cara ini lebih akurat. Implementasinya bisa dilakukan sebagai berikut:

1. Gunakan indikator Bollinger bands dengan setting periode 20 (standard) dan deviasi 4.
2. Tarik garis lurus dari level puncak / lembah pola double top / bottom ke garis Bollinger bands.
3. Stop loss ditentukan pada level perpotongan garis tersebut.
Berikut contoh penerapannya:




Contoh berikut menunjukkan dengan menentukan stop loss berdasarkan cara diatas trader bisa terhindar dari kerugian yang lebih besar:




Trading berdasarkan pola double top dan double bottom seperti cara diatas bisa diterapkan pada hampir semua time frame.


Sumber : www.investopedia.com - by: Boris Schlossberg
Seputarforex.com 
Read more...

Trading Dengan Pola Chart Gartley

0 komentar
Pola chart Gartley adalah variasi dari retracement Fibonacci yang biasanya digunakan untuk menentukan level entry dan exit. Metode ini dirumuskan oleh seorang trader bernama Gartley pada tahun 1935 seperti yang terulis dalam bukunya ‘Profit in the Stock Market’. Pola Gartley mengisyaratkan terjadinya pergerakan harga yang bullish atau bearish, dan disebut dengan Bullish Gartley dan Bearish Gartley.
                           
Meski secara detail agak kompleks, namun secara garis besar dapat disimpulkan sebagai berikut:
X ke A adalah kenaikan atau penurunan harga yang tajam atau cukup panjang, dan retracement dari A ke D terdiri atas 2 gelombang dimana panjang AB (dalam pip) hampir sama dengan panjang CD (dalam pip).

Pola chart Gartley bisa diapplikasikan dengan baik pada semua time-frame sehingga bisa digunakan oleh trader jangka panjang, trader harian maupun para scalper. Idealnya pergerakan XA mengikuti arah trend yang dominan, AB adalah gelombang koreksi pertama dan CD gelombang koreksi ke 2. Pada titik D diasumsikan level support (untuk bullish) atau level resistance (untuk bearish) sudah cukup kuat untuk membuat pergerakan harga kembali berbalik arah (reversal) mengikuti arah trend utama.

Pola Bullish Gartley


                                            
Pergerakan harga membentuk pola bullish Gartley bila:
- Panjang AB 61.8% dari panjang XA, dan panjang waktu dari A ke B tidak berbeda jauh dengan panjang waktu dari C ke D.
- Panjang BC antara 61.8% hingga 78.6% dari panjang AB.
- Panjang CD antara 127.2% hingga 161.8% dari panjang BC.

Contoh pola bullish Gartley:


                                  


Pola Bearish Gartley


                                                

Pergerakan harga membentuk pola bearish Gartley bila:
- Panjang AB 61.8% dari panjang XA, dan panjang waktu dari A ke B tidak berbeda jauh dengan panjang waktu dari C ke D.
- Panjang BC antara 61.8% hingga 78.6% dari panjang AB.
- Panjang CD antara 127.2% hingga 161.8% dari panjang BC.

Contoh pola bearish Gartley:


                            


Untuk konfirmasi titik pembalikan (reversal point) pada D bisa dengan memperhatikan formasi bar candlestick atau setup price action di titik tersebut. Meski kurang populer dibandingkan pola chart yang lain, namun technician (chartist) tidak jarang melihat pola variasi Fibonacci ini.


Sumber : www.iforex-indicators.com
                www.fx360.com
Seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan