Salah satu dari banyak alasan mengapa trading mata uang asing tetap
atraktif bagi trader forex ritel, baik yang baru maupun lama, adalah
karena volatilitasnya yang tinggi dengan ayunan harga (price swings)
yang sering mengguncang. Pasar yang volatile menyediakan lebih banyak
kesempatan untuk mengeksekusi trading yang bagus dan menguntungkan,
asalkan seseorang bisa mengidentifikasi dan memilih perubahan arah yang
benar dalam harga, tepat saat perubahan itu terjadi.
Idenya adalah untuk menangkap sebuah trend yang sedang berubah ketika
hal itu mulai terjadi, dan menunggangi tren baru itu selama masih
berlangsung di arah yang lain. Singkat kata, Anda pada prakteknya akan
"berayun" dari satu arah ke arah lainnya (swinging) seiring trend
bergeser dari upswing ke downswing, atau dari downswing ke upswing.
Beberapa trader telah berulangkali mencoba mengembangkan sebuah
strategi trading yang diharapkan bisa meraup keuntungan dari price swing
yang dihasilkan oleh volatilitas pasar. Mereka menginginkan sebuah
strategi yang bisa memberikan return secara substansial dan konsisten.
Dan, mereka menyebut strategi-strategi semacam itu sebagai 'swing
trading'. Strategi-strategi swing trading mulai bermunculan, tetapi tak
ada satupun diantaranya yang membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Kesuksesan pada strategi swing trading sesungguhnya bergantung pada
kepemilikan metode yang solid dan teruji untuk memilih perubahan arah
dalam pergerakan harga. Sayangnya, hal inilah yang disebut-sebut sebagai
'holy grail' dalam trading forex dan selama berdekade-dekade tetap
sukar diperoleh. Semua orang sudah mencarinya, tetapi tanpa mencapai
sukses dalam pencarian itu. Para trader hanya bisa berharap mereka
memiliki sebuah strategi atau tool yang bisa memprediksi pergeseran
dalam harga-harga sebelum pergeseran itu terjadi dan dengan akurasi yang
sangat tinggi. Sayangnya lagi, yang seperti itu tidak ada - setidaknya,
belum ada untuk saat ini. Dan menurut saya, mereka tidak akan pernah
mendapatkannya, karena mereka mencarinya di tempat yang salah.
Pertama-tama, sebagian besar strategi swing trading yang telah
dipublikasikan sejauh ini menggunakan satu atau lebih tools analisa
teknikal standar yang telah dikembangkan -baik sebagai tools yang
berdiri sendiri maupun dengan kombinasi beberapa tools- untuk
memprediksi arah pergerakan harga masa depan. Semua orang tahu bahwa
tools dan studi-studi teknikal tersebut dikalkulasikan dari pergerakan
harga sebelumnya untuk memperkirakan arah pergerakan harga mendatang
-sebuah metodologi yang telah dibuktikan tak efektif oleh banyaknya
kerugian yang ditanggu trader-trader pengguna strategi-strategi
tersebut.
Orang cenderung lupa akan fakta bahawa harga bagi komoditas atau aset
finansial manapun hanyalah refleksi dari sentimen kolektif yang
dirasakan oleh mayoritas pemain di pasar pada suatu waktu. Contohnya,
jika sentimen yang mendasari mereka tentang sebuah komoditas atau aset
finansial adalah bullish, maka mereka ramai-ramai melakukan buy dan
mendorong harga naik. Sebaliknya, jika mereka bearish, maka mereka
berlomba-lomba sell dan menekan harga turun. Inilah pergeseran sentimen
mayoritas yang mana kita perlu peka padanya karena mengindikasikan
kemungkinan perubahan tren dalam jangka pendek.
Masalahnya, bisakah kita mengukur sentimen yang mendasari pandangan
mayoritas pemain pasar pada suatu waktu tertentu? Jawaban jujurnya
adalah tidak. Namun demikian, kita bisa segera mendapat peringatan akan
pergeseran sentimen ini dengan menggunakan formasi chart candlestick
Jepang. Dengan candlestick, Anda bisa dengan mudah menyimpulkan kekuatan
atau kelemahan pada setiap pergerakan harga berkat panjang, luas, dan
warna masing-masing candlestick. Candlestick bahkan bisa memberitahu
Anda kapan harus keluar dan menyingkir dari pasar. Sungguh luar biasa,
apalagi yang perlu Anda butuhkan hanyalah menyisihkan sedikit waktu
untuk memahami formasi-formasi candlestick dan pesan apa yang
disampaikan oleh setiap formasi kepada Anda.
Nah, sekarang, inilah tips terbaik untuk Anda. Jika Anda menggunakan
candlestick bersama dengan garis-garis resisten dan support, Anda tidak
akan tersesat - dan tidak perlu menduga-duga jalan yang harus ditempuh.
Cukup memperhatikan pergeseran sentimen yang direfleksikan oleh formasi
candlestick yang terbentuk atau terjadi bertepatan dengan garis
support/resisten penting -utamanya yang kelihatan menonjol- pada
level-level rendah atau tinggi secara historis. Dengan akurasi yang
sangat besar, pasar kemungkinan akan 'tersedak' atau meloncat lebih
tinggi dari titik itu.
Intinya adalah, tak ada alat yang lebih baik untuk memformulasikan
strategi swing trading yang menguntungkan, selain dengan candlestick
yang dipakai bersama garis-garis support dan resisten.
Sumber: Seputarforex.com






