Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 April 2016

Trader Dan Investor, Apa Bedanya?

0 komentar
Banyak pemain di pasar forex atau saham menganggap dirinya sebagai investor. Namun dilain kesempatan ia mengaku dirinya adalah seorang trader. Istilah ‘investor’ dan ‘trader’ sering kali dianggap sama saja, atau diartikan bahwa seorang trader adalah investor juga karena telah menginvestasikan sejumlah dana, dan seorang investor adalah trader juga karena tentu akan melakukan transaksi trading.

Dalam dunia investasi, ‘trading’ dan ‘investing’ adalah 2 aktivitas yang berbeda walaupun trader dan investor sama-sama terjun di pasar. Sudut pandang, cara kerja dan strategi mereka sangat berbeda meskipun tujuan mereka persis sama yaitu memperoleh profit yang sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat mungkin. Pada artikel ini diulas pokok-pokok perbedaan antara keduanya.

                                                             


Yang termasuk investor
Dalam dunia investasi pada umumnya, yang dikategorikan investor adalah mereka yang menempatkan dananya dalam instrument investasi jangka panjang seperti real estate atau rumah, industri skala besar maupun kecil, atau berinvestasi di pasar komoditi atau pasar saham untuk ditahan dalam jangka panjang atau sangat panjang (puluhan tahun). Dasar pertimbangan investor berfokus pada produk yang akan dibeli atau jenis usaha yang akan dimasuki. Bagi seorang investor saham, ia akan memilih perusahaan yang benar-benar mempunyai performa yang sangat bagus.

Investor bisa digolongkan dalam investor institusi (institutional investor) seperti bank, lembaga keuangan selain bank, perusahaan asuransi dan lain sebagainya, dan investor retail atau investor perorangan. Yang dibahas disini lebih pada investor perorangan, yang secara tipikal tidak memiliki rencana yang jelas bila kelak hasil investasinya merugi. Mereka akan cenderung cut-loss untuk beralih ke instrument investasi lain, atau dibiarkan dengan harapan nilainya akan rebound dan akan menghasilkan profit.

Biasanya mereka menanggapi perubahan harga pasar dengan was-was. Misalnya saat harga emas sedang drop seperti saat ini, mereka yang invest besar di emas tentu sangat cemas. Namun tentu saja tidak semua investor perorangan berlaku demikian, mereka yang serius dengan rencana dan strategi investasi yang canggih dan matang akan bisa menuai sukses besar. Warren Buffett adalah contoh salah seorang investor perorangan kelas dunia yang sangat sukses.


Yang termasuk trader
Jika investor berfokus pada produk yang akan dibeli, trader berfokus pada sentimen dan kondisi pasar. Seorang trader di pasar saham kurang mempedulikan performa saham perusahaan yang akan dibeli, selama sentimen pasar terhadap perusahaan tersebut positif ia akan membeli sahamnya untuk secepatnya dijual kembali. Selain itu ia akan mempertimbangkan kondisi pasar, jika pasar saham sedang terpukul oleh suasana politik yang tidak kondusif hingga indeks harga saham turun, maka ia tidak akan masuk pasar hingga kondisinya normal kembali.

Dibandingkan dengan investor, transaksi yang dilakukan trader lebih bersifat jangka pendek dengan frekuensi yang jauh lebih besar. Dari hasil survey yang pernah dilakukan, sebagian besar trader mengandalkan pendapatannya hanya dari trading (trading for living), baik di pasar saham, indeks saham futures, forex atau komoditi. Pada umumnya trader mempunyai metode, strategi dan rencana yang jelas dan terarah karena biasanya mereka tidak menahan posisi trading terlalu lama.

Mereka menggunakan stop loss, target profit dan risk/reward ratio guna membatasi kerugian dan mengatur keuntungan serta teknik-teknik dalam money management untuk memaksimalkan profit yang mungkin tidak digunakan oleh para investor. Trader yang telah mahir akan masuk ke semua jenis pasar, baik pasar forex, saham, komoditi atau futures. George Soros, pendiri Quantum Funds adalah contoh salah seorang trader kelas dunia yang sangat sukses.


Sumber : www.investopedia.com
Seputarforex.com 
Read more...

Pilihan Dan Resiko Berinvestasi

0 komentar
Apabila anda melakukan investasi, sebenarnya terdapat dua pilihan dalam melakukan investasi, yakni secara periodik dan sekali saja. Dalam memilih model investasi terbaik, tinggal bagaimana anda menentukan mana yang sesuai dengan keadaan keuangan anda.

pilihan dan resiko investasi
Sedangkan untuk pengertian dari dua pilihan jenis Investasi, bisa anda pahami dibawah ini:


Skala Periodik

Bila berinvestasi secara periodik, berarti anda melakukan investasi secara rutin. Dimana anda bisa melakukan investasi dengan jangka waktu setahun sekali, enam bulan sekali, atau bahkan sebulan sekali. Beberapa orang ada yang berinvestasi setiap satu atau dua minggu sekali. Namun yang penting untuk digarisbawahi di sini adalah bahwa anda melakukan investasi secara rutin. Melakukan investasi secara periodik adalah cara yang paling ampuh untuk mengejar target dana yang besar disuatu hari kelak. Anda tak perlu memiliki jumlah dana yang besar pada saat ini, namun anda cukup hanya menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan anda untuk lalu diinvestasikan kedalam sebuah produk investasi. Lama kelamaan, anda akan memiliki saldo investasi yang begitu besar, karena anda juga akan mendapatkan bunga.

Dengan melakukan investasi secara periodik sama seperti seorang tukang bangunan yang sedang membuat dinding. Apa yang ia lakukan adalah mengambil sebuah batu bata, kemudian mengoleskannya dengan semen, lalu menempelkannya. Ambil lagi sebuah batu bata, memberikan semen, dan menempelkannya disebelah kiri maupun kanan batu bata yang tadi. Begitu seterusnya sampai ia bisa menyelesaikan satu lapis. Setelah itu, ia akan melanjutkannya dengan lapis kedua. Lapis kedua selesai, dilanjutkan dengan lapis ketiga, dan begitu seterusnya. Lama kelamaan, anda akan melihat sebuah dinding. Persis seperti itulah gambarannya apabila anda berinvestasi secara periodik. Hanya bedanya, dengan berinvestasi, anda juga mendapatkan bunga. Sementara tukang bangunan tadi, tidak mendapatkan 'bunga'. Yang ia lakukan hanyalah seperti menabung kedalam celengan saja secara rutin. Tetapi prinsipnya sama saja: sedikit demi sedikit, akan menjadi bukit.

Hanya Sekali Saja

Anda juga bisa berinvestasi sekali saja (lump sum). Artinya, anda cukup memasukkan uang sekali saja kedalam sebuah produk investasi. Deposito, umpamanya, anda endapkan selama, katakanlah sepuluh tahun. Setiap tahun, anda akan mendapatkan bunga yang bisa ditambahkan ke uang pokok. Kemudian didepositokan lagi sehingga bunganya makin lama makin besar. Setelah sepuluh tahun, anda akan memiliki jumlah dana yang sangat besar.

Berinvestasi secara lump sum sama persis seperti kalau anda naik gunung bersalju. Dari atas, anda mengambil sekumpulan salju dengan tangan anda, lalu membentuknya menjadi sebuah bola. Setelah itu, anda lepaskan bola salju tersebut dari atas untuk digelindingkan ke bawah. Apa yang terjadi? Dalam perjalanannya dari atas sampai kebawah, bola salju tersebut makin lama akan semakin besar.
Dan pertumbuhan bola salju itu persis seperti deret ukur : 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512, 1024, 2048, 4096, dan seterusnya. seperti itulah gambarannya apabila anda berinvestasi dengan cara lump sum.
Gunakan Hukum 72
Kapan investasi anda akan berlipat? Jikalau anda melakukan investasi sekali saja, maka ada saatnya jumlah investasi anda akan berlipat ganda. Sebagai contoh, bila anda menginvestasikan Rp 1 juta pada deposito yang mampu memberikan suku bunga sebesar 12% per-tahun (di-roll over setiap tahun), maka uang Rp 1 juta anda akan berlipat dua dalam waktu enam tahun. Cara menghitungnya ialah dengan menggunakan "Hukum 72". Bagi angka 72 dengan suku bunga (misalnya 12%) dari produk investasi anda. Sebagai contoh: (72/12) x 1 tahun = 6 tahun. Itulah jangka waktu yang dibutuhkan agar investasi anda dapat berlipat dua.

Resiko Berinvestasi Yang Paling Ditakutkan

"Beranikah saya mengambil risiko dalam berinvestasi?" Mungkin pertanyaan ini sering terlontar bila anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan anda punya uang Rp 10 juta, dan anda bingung apakah akan menaruhnya di bank atau ditempat lain. Kalau ditaruh dibank, anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran investasi ditempat lain seringkali cukup besar dan sangat menggoda, sehingga kadang-kadang menarik namun juga sekaligus beresiko untuk anda lakukan.

Yang namanya investasi pasti memiliki resikonya masing-masing. Nah, dari pengalaman saya selama ini, biasanya hanya ada tiga (3) risiko yang paling ditakuti ketika berinvestasi:

1. Turunnya Nilai Investasi

Risiko yang paling ditakuti pada umumnya adalah "Apakah uang saya akan hilang?" Kebanyakan orang mungkin menjawab "tidak" kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya resiko pasti ada dalam setiap jenis investasi. Bedanya ada pada seberapa besar uang yang hilang. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, dan ada pula yang kecil. Itu semua mungkin butuh pembahasan yang khusus.
Sekarang kalau anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia anda tanggung bila anda mengalami kerugian? Apakah 10 persen, 30 persen, 50 persen, atau mungkin hingga 100 persen? Berapapun besar kerugian yang mampu anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau enggak mengalami, ya enggak belajar, betul tidak?


2. Sulitnya Produk Investasi Untuk Dijual
Risiko kedua yang paling ditakuti adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu akan mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang investasi emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan dilemari, maka kondisi fisik dari uang kertasnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing apabila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal.

Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang koleksi. Barang-barang koleksi pada umumnya tidak selalu mudah untuk dijual kembali karena pasar para pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, tidak selalu mudah dalam menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan buat orang yang menjualnya. Maka, sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudah produk investasi anda dapat terjual. Jangan sampai anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena hal itu akan menyulitkan anda untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan.

3. Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa
Coba anda bayangkan apabila anda berinvestasi pada deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen. Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, melainkan karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai. Beberapa dari anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya ialah bahwa hasil investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus anda alami dari tahun ketahun, maka anda akan mengalami bangkrut.
Apa yang harus anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk jenis investasi lain yang mungkin anda belum tahu, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Dengan begitu anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.

Semoga uraian pada artikel kali ini dapat membantu anda dalam memilih jenis Investasi yang akan anda lakukan dikemudian hari. Selama ber-Investasi.



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Hukum Syariah Transaksi Valas

0 komentar
Saya memberanikan diri untuk mencoba mengangkat topik kali ini yaitu tentang hukum syariah transaksi valas, karena banyak temen trader yang menanyakan tentang kejelasan masalah ini. Idealnya memang, sebelum kita terjun ke dalam suatu kegiatan, kita harus yakin terlebih dahulu tentang segala aspek hukum yang menyangkut kegiatan tersebut, termasuk hukum syari’ah, khususnya bagi temen-temen muslim.

hukum syariah
Saya akan mencoba mengetengahkan beberapa dasar hukum yang mungkin bisa menjadi pertimbangan kita untuk mengambil kesimpulan, bagaimana hukum kegiatan trading yang kita lakukan dalam pandangan syariah. Menurut prinsip mu’amalah syari’ah, jual beli mata uang yang disetarakan dengan emas (dinar) dan perak (dirham) haruslah dilakukan dengan tunai/kontan (naqdan) agar terhindar dari transaksi ribawi (riba fadhl), sebagaimana dijelaskan hadits mengenai jual beli enam macam barang yang dikategorikan berpotensi ribawi.

Rasulullah bersabda: “Emas hendaklah dibayar dengan emas, perak dengan perak, bur dengan bur, sya’ir dengan sya’ir (jenis gandum), kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, dalam hal sejenis dan sama haruslah secara kontan (yadan biyadin/naqdan). Maka apabila berbeda jenisnya, juallah sekehendak kalian dengan syarat secara kontan.” (HR. Muslim).

Jadi, pada prinsip syariahnya, perdagangan valuta asing dapat dianalogikan dan dikategorikan dengan pertukaran antara emas dan perak atau dikenal dalam terminologi fiqih dengan istilah (sharf) yang disepakati para ulama tentang keabsahannya. (Ibnul Mundzir dalam Al-Ijma’:58). Emas dan perak sebagai mata uang tidak boleh ditukarkan dengan sejenisnya misalnya Rupiah kepada Rupiah (IDR) atau US Dolar (USD) kepada Dolar kecuali sama jumlahnya (contohnya; pecahan kecil ditukarkan pecahan besar asalkan jumlah nominalnya sama). Hal itu karena dapat menimbulkan Riba Fadhl seperti yang dimaksud dalam larangan hadits di atas.

Namun bila berbeda jenisnya, seperti Rupiah kepada Dolar atau sebaliknya maka dapat ditukarkan (exchange) sesuai dengan market rate (harga pasar) dengan catatan harus efektif kontan/spot (taqabudh fi’li) atau yang dikategorikan spot (taqabudh hukmi) menurut kelaziman pasar yang berlaku sebagaimana yang dikemukakan Ibnu Qudamah (Al-Mughni, vol 4) tentang kriteria ‘tunai’ atau ‘kontan’ dalam jual beli yang dikembalikan kepada kelaziman pasar yang berlaku meskipun hal itu melewati beberapa jam penyelesaian (settelment-nya) karena proses teknis transaksi. Harga atas pertukaran itu dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli atau harga pasar (market rate).

Nabi bersabda: “Perjualbelikanlah emas dengan perak semau kalian asalkan secara kontan” dan dalam hadits Ibnu Umar Rasulullah memberikan penjelasan bahwa ketentuan kontan tersebut fleksibel selama dalam toleransi waktu yang lazim, tidak menimbulkan persoalan dan tetap dalam harga yang sama pada hari transaksi (bisi’ri yaumiha). Dalam praktiknya, untuk menghindari penyimpangan syariah, maka kegiatan transaksi dan perdagangan valuta asing (valas) harus terbebas dari unsur riba, maysir (spekulasi gambling) dan gharar (ketidak jelasan, manipulasi dan penipuan).

Oleh karena itu jual beli maupun bisnis valas harus dilakukan dalam secara kontan (spot) atau kategori kontan. Motif pertukaran itupun tidak boleh untuk spekulasi yang dapat menjurus kepada judi/gambling (maysir) melainkan untuk membiayai transaksi-transaksi yang dilakukan rumah tangga, perusahaan dan pemerintah guna memenuhi kebutuhan konsumsi, investasi, ekspor-impor atau komersial baik barang maupun jasa (transaction motive).

Di samping itu perlu dihindari jual-beli valas secara bersyarat dimana pihak penjual mensyaratkan kepada pembeli harus mau menjual kembali kepadanya pada periode tertentu dimasa mendatang, serta tidak diperkenankan menjual lagi barang yang belum diterima secara definitif (Bai’ Fudhuli) sebagaimana hal itu dilarang dalam hadits riwayat imam Bukhari.

Sekarang mari kita simak ketentuan dari Majelis Ulama Indonesia, sehubungan dengan perdagangan valuta asing. Ketentuan umum tentang seputar kegiatan transaksi jual-beli valuta asing berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Sharf pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
  • Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
  • Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
  • Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.
Adapun ketentuan mengenai hukum Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing, dijelaskan dalam fatwa tersebut sebagai berikut:

Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan pen-jualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang diguna-kan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasi-kan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maysir (spekulasi).

Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Ok deh, apa yang saya kemukakan di atas bukanlah suatu kesimpulan. Terus terang saya tidak berani dan bukan dalam kapasitas untuk mengatakan bahwa kegiatan forex trading itu 100% halal atau haram. Silahkan anda sendiri yang mengambil kesimpulan dari uraian di atas.




Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Lima Investasi Anti Inflasi Selain Emas

0 komentar

Emas dikenal sebagai jenis investasi yang anti inflasi dan aman. Namun, di dunia ini tidak ada jenis investasi yang tidak berisiko, termasuk investasi emas. Harga emas saat ini secara ironis dinilai masih rendah bila dibandingkan dengan harga emas pada beberapa tahun lalu. Apalagi tingginya volatilitas harga emas juga akan membuat Anda ragu untuk terjun dalam jenis investasi ini.
Investasi Anti Inflasi Selain Emas
Lalu apakah ada alternatif investasi lain yang anti inflasi selain emas? tentu saja ada, berikut ini adalah lima investasi anti inflasi yang juga cukup populer di dunia:

1. Jam Tangan Mewah Buatan Tangan (Fine Watches)

Investasi jam tangan mewah bukan tergolong jenis investasi tradisional. Jika Anda mencari sebuah investasi yang aman dan solid, reksadana mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, jika Anda termasuk kelompok investor tradisional yang menginginkan memiliki aset yang nyata dan yang bernilai tinggi di sepanjang masa, maka investasi jam tangan mewah klasik bisa jadi cocok bagi Anda.
Namun, Anda juga perlu tahu kalau tidak semua tipe dan merek jam tangan memiliki harga jual yang akan melonjak berlipat-lipat dari harga belinya setelah lima sampai tujuh tahun. Karenanya, Anda harus tahu tipe dan merek apa saja yang bagus digunakan untuk investasi. Misalnya adalah jam tangan mewah merek Rolex, Patek Philippe, dan lain sebagainya.
Rolex merupakan salah satu pilihan bagi mereka yang ingin investasi jam tangan. Selain karena Rolex adalah merek yang populer dan disukai banyak orang di dunia, jam tangan mewah ini juga sangat mudah diperjualbelikan berkat peminatnya yang banyak. Bahkan seorang dealer vintage watch, Paul Altieri mengatakan, Rolex akan semakin tinggi nilainya setelah 20 sampai 30 tahun.
Namun, merek yang bagus bukan hanya Rolex saja. Salah satu jam tangan merek Audemars Piguet dari model The End Of Days yang dibuat untuk memperingati pemutaran film End of Days-nya Arnold Schawrzenegger dijual seharga $13,660 pada tahun 1999. Pada tahun 2010, jam tangan dari seri tersebut terjual dengan harga $85,000. Demikian pula jam tangan SkyMoon Tourbillon dari Patek Philippe yang dijual seharga $1.2 juta; tetapi saat jam buatan tahun 2003 tersebut terjual di Sotheby's Hong Kong tahun 2008 dengan harga $1.5 juta.

2. Berlian

Saat ini berlian mulai diperhitungkan sebagai jenis investasi yang menjanjikan dan menguntungkan selain emas. Berlian yang bisa dijadikan sebagai investasi adalah berlian yang memiliki satu karat ke atas dan juga dilengkapi dengan sertifikat untuk bisa diperjualbelikan.
Sedangkan pada berlian dengan karat kecil atau berlian yang memiliki karat besar namun sudah menjadi butiran kecil ketika dijual harganya akan turun hingga 30 persen. Oleh karena itu, jenis berlian yang seperti itu lebih baik dipakai untuk sebagai perhiasan.

Walaupun investasi perhiasan sendiri juga seringkali masih dikaitkan dengan investasi emas karena banyak dari perhiasan terbuat dari emas, tetapi The American Jewerly Institute mencatat bahwa selama 20 tahun terakhir, perhiasan yang mengandung berlian berkualitas tinggi lebih banyak memecahkan rekor pada mayoritas acara pelelangan.
Karenanya, berlian bisa menjadi alternatif investasi cerdas yang berpotensi mengalahkan hasil dari investasi emas.
Berlian

3. Barang Antik

Jika Anda termasuk orang yang suka mengoleksi barang antik, maka menjadikan koleksi anda sebagai alternatif investasi adalah pilihan yang tepat. Investasi barang antik ini merupakan jenis investasi jangka panjang dan nilai jual barang-barang antik ini juga lumayan tinggi tergantung seberapa langka barang tersebut.
Contoh barang antik yang bisa digunakan investasi adalah senjata antik. Harga senapan baik pada pasar primer dan sekunder sudah sangat meroket akhir-akhir ini. Mulai dari pedang, pisau, keris, sampai flintlock firearms dipandang sebagai investasi yang solid di kalangan kolektor dan investor.
Selain senjata, karya seni berupa lukisan juga merupakan investasi jangka panjang dan bisnis yang besar. Bahkan investasi dalam karya seni juga bukan hanya bisa dilakukan oleh orang yang sangat kaya raya. Karya lukisan yang tidak begitu mahal di masa kini, beberapa dekade kelak juga bisa mengungguli karya seni yang lebih mahal, apabila pelukisnya ternyata berbakat dan menjadi populer. 

4. Mobil Klasik

Mobil klasik juga bisa jadi jenis investasi yang menyenangkan. Selain itu, imbal hasil dari investasi ini bisa mengalahkan nilai emas beberapa tahun lalu. Namun, Anda harus kritis dalam membeli mobil klasik yang tepat dan merawat mobil itu agar tetap dalam kondisi yang prima.
Bahkan, penelitian Historic Automobile Group International (HAGI) membuktikan bahwa koleksi lain seperti karya seni (lukisan), anggur, apalagi emas, kalah dengan kendaran klasik karena dalam dekade terakir ini banyak orang yang telah menjadikan kendaraan lawas sebagai investasi mereka.
Hal tersebut bisa terjadi karena mobil klasik memiliki daya tarik yang kuat dan punya "kelas" sendiri bagi orang yang memilikinya. 

5. Koin Koleksi

Serupa dengan karya seni (lukisan), investasi di koin adalah investasi jangka panjang. Anda bisa investasi koin koleksi yang biasanya dibuat khusus secara terbatas dari emas atau perak untuk memperingati hari kemerdekaan suatu negara atau event-event penting tertentu. Selain itu, Anda juga bisa investasi koin koleksi yang berasal dari seri perilisan mata uang yang kini mungkin sudah tidak berlaku lagi, tergolong langka, dan banyak dicari kolektor.
Koin Koleksi
Meskipun nilai koin koleksi seringkali dikaitkan erat dengan harga emas, namun koin yang benar-benar sudah jarang ditemukan dan susah dicari membuat nilai koin koleksi sangat bernilai tinggi bukan karena mengandung emas, tetapi karena kelangkaan dan "mutu"-nya sebagai barang koleksi.
Akan tetapi, sebagaimana pada barang berharga lainnya, banyak pula koin yang diklaim "berkualitas kolektor", tetapi ternyata hanya imitasi. Untuk itu, jika Anda mulai tertarik untuk mulai investasi koin koleksi, berikut ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
  • Tanyakan informasi tentang titik lebur koin tersebut, yaitu nilai intrinsik koin jika dilebur dan dijual. Informasi untuk titik lebur untuk semua jenis koin bullion dan koin koleksi seharusnya tersedia luas serta mudah diakses. 
  • Lakukan riset untuk mengecek nilai jual koin tersebut.
  • Perjelas mengenai komisi atau biaya yang dikenakan dealer koin itu.
  • Periksa koin secara personal. Jika memungkinkan, buat keputusan untuk membeli koin tertentu berdasarkan foto atau percakapan dengan penjualnya.
  • Cari pendapat orang lain tentang grade dan nilai koin yang Anda pertimbangkan sebagai pengecekan ulang pada validitas nilai koin tersebut.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

IPO Paling Menjanjikan Di Tahun 2016

0 komentar
Memperdagangkan saham-saham IPO (Initial Public Offering atau Penawaran Umum Perdana) dari berbagai perusahaan tentunya akan menjadi salah satu pilihan tepat untuk menuju finansial yang lebih profitable. Kesempatan ini awalnya hanya bisa dilakukan oleh broker-broker saham, dan hanya baru dalam beberapa tahun kemudian broker-broker Forex akhirnya juga bisa menawarkan Contract for Difference atau disingkat CFD, pada saham-saham yang telah terdaftar di bursa saham.
Mengapa saham IPO? Alasannya cukup sederhana. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan teknologi tiba-tiba memutuskan untuk go public, yang tak lain demi meningkatkan nilai perusahaan mereka secara keseluruhan. Namun, untuk mengetahui penyebab penurunan harga saham dari suatu perusahaan tidaklah mudah, bisa saja turun dalam jangka menengah dsb. Mari kita lihat contoh dinamika harga saham di bawah ini.
Facebook
Grafik di atas merupakan pergerakan harga saham perusahaan Facebook (NASDAQ: FB), yaitu perusahaan yang memfasilitasi jejaring sosial, penyimpanan daftar pertemanan, foto-foto dan informasi lainnya dalam jaringan. Facebook juga menjual sebuah iklan. Penyedia layanan jejaring sosial ini telah go public sejak tanggal 18 Mei 2012 dengan harga saham perdana untuk per lembarnya sebesar $38. Meskipun sempat menjalani beberapa masa sulit akibat merosotnya harga saham yang hampir mencapai 50%, namun kini harga saham perusahaan telah menembus level $100.
Lalu, seperti apa masa depan saham perusahaan ini? Nilai saham mereka, bisa saja akan turun, atau bahkan runtuh, tetapi kemungkinan ini sangat kecil. Hanya satu yang pasti, Facebook akan tetap penyedia layanan jejaring sosial nomor satu, dan jumlah penggunanya pun akan terus bertambah, setidaknya dalam beberapa tahun ke depan. Tren serupa sebenarnya juga dimiliki oleh beberapa perusahaan teknologi lainnya, tetapi mereka memiliki beberapa eksepsi. Twitter misalnya, harga saham mereka telah turun dari $42 sampai $24 per lembarnya. Selanjutnya, mari kita tinjau, saham-saham IPO mana saja yang memiliki prospek paling menjanjikan pada tahun 2016 nanti.


IPO Yang Paling Optimistis Di Tahun 2016

No.1 – Uber
Tahun ini Uber banyak dimuat di berbagai media di dunia. Perusahaan ini berencana untuk go public, dan ini pasti akan menjadi salah satu kontrak CFD yang paling didambakan oleh setiap broker Forex. Uber sendiri adalah perusahaan taksi terbesar di dunia, yang pada faktanya tidak memiliki satu mobil pun, akan tetapi profit perusahaan telah meningkat secara signifikan, seiring pula dengan ekspansi geografisnya. Meski aplikasi Uber ini sangat populer, tetapi penyebarannya dinilai masih belum berhasil menjangkau banyak negara, oleh sebab itu ekspansi geografis lanjutan akan menjadi salah satu alasan utama yang menjamin pertumbuhan harga sahamnya. Namun di sisi lain, dalam hal pelanggaran perundang-undangan di negara-negara tertentu, Uber mungkin akan dihadapkan dengan beberapa konsekuensi hukum. Tetapi bagaimanapun juga, IPO Uber akan tetap menjadi salah satu saham yang paling menarik pada tahun 2016 nanti.
No.2 – Airbnb
Prinsip operasi perusahaan ini hampir sama dengan Uber, yang membedakan hanyalah sektor bisnisnya, Airbnb merupakan hotel terbesar yang tidak memiliki nomor kamar satu pun, tetapi menyediakan akses ke ratusan ribu kamar dan apartemen di seluruh dunia. Meskipun pendapatan Airbnb relatif lebih kecil (jika dibandingkan dengan Uber), namun perusahaan ini jauh lebih stabil, sebab tidak banyak dicampurtangani oleh pihak-pihak yang berwenang.

IPO Yang Patut Diwaspadai di Tahun 2016

Snapchat
Perusahaan ini bisa disebut sebagai “unicorn”. Perusahaan ini menerima bantuan dana dan penghargaan, namun tidak mampu menghasilkan profit sama sekali dan mereka justru berencana untuk go public pada tahun depan. Jika membandingkan Snapchat dengan Twitter, maka kita akan dapat melihat absensinya stabilitas struktur pendapatan, yang mana berpotensi menyebabkan krisis saham. Pendapatan Twitter memang tidak tinggi, namun cukup konsisten dan stabil. Hal ini berbeda dengan Snapchat, di mana situasinya sangat jauh dari kata aman. Dengan demikian, Snapchat bukan menjadi tempat yang tepat untuk berinvestasi, namun jika Anda ingin mencoba mempertaruhkan keberuntungan Anda, maka lebih baik untuk melakukannya melalui broker binary dengan aksi jual.
Kesimpulan:
Pada tahun 2016, cukup banyak saham-saham IPO yang akan diperdagangkan. Pada artikel ini, kita telah meninjau tiga IPO mayor, yang mana Uber dan Airbnb akan menjadi dua pemimpin pada segmen ekonomi. Diperkirakan saham-saham mereka akan tumbuh dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Sedangkan Snapchat, dapat dinilai sebagai perusahaan yang rentan terhadap krisis, saham IPO-nya sangat berisiko, karena masih berpeluang dihadapkan dengan faktor-faktor negatif yang tak terduga.



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Perbedaan Trading Forex Dan CFD

0 komentar
Dalam melakukan trading Forex (Foreign Exchange) dan CFD (Contract For Difference), kedua transaksi instrumen investasi ini sepintas terlihat hampir sama. Keduanya sama-sama melibatkan proses eksekusi trading yang sama, menggunakan spread sebagai 'cost of trading', platform yang digunakan pun sama (metode harga dan grafiknya), keduanya pun diperdagangkan secara OTC (Over-The-Counter).
Perbedaan Trading Forex Dan CFD
Namun, jika kita 'kuliti' lagi, terdapat sekian perbedaan menyolok antara trading forex dan CFD. Beberapa aspek yang membedakan trading forex dan CFD antara lain dari aspek jenis produk dan layanan trading, faktor yang mempengaruhi pasar trading, serta aspek alasan para investor dalam memilih bertrading forex atau CFD, yang diuraikan berikut ini.

1. Produk Dan Layanan Trading

Trading Forex telah spesifik memfokuskan pada perdagangan mata uang asing (valas). Metode trading forex mengkalkulasikan selisih 'pairing' valas yang diperdagangkan.
Sementara, CFD menyajikan bervariasi produk dan layanan trading berupa kontrak derivatif dari beberapa instrumen finansial seperti komoditas energi dan logam, saham, indeks, ekuitas, dan termasuk forex juga. Jadi, Anda bebas memilih kontrak atau trading dengan beragam mata uang dan nilai kenaikan (increment value) tergantung pada wilayah negara di mana aset-aset trading CFD berasal.

2. Faktor Yang Mempengaruhi Pasar

Dalam bertrading forex maupun CFD, terdapat dinamika pasar yang dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut cenderung berbeda untuk trading forex dan CFD.
Dalam trading forex, bursa tradingya secara umum terjadi dinamika (fluktuasi) yang biasanya dipengaruhi oleh situasi dan peristiwa global. Trading yang melibatkan kurs valas ini sangat dipengaruhi oleh faktor kondisi perpolitikan dan keamanan internasional, bencana alam maupun perang, kesejahteraan dan pembangunan perekonomian global, tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai faktor produksi ekonomi suatu negara yang bertrading forex.
Untuk trading CFD, faktor-faktor yang mempengaruhi bursa tradingnya lebih spesifik mengarah ke kondisi permintaan dan penawaran komoditi atau perubahan tren dari sektor bisnis komoditi yang diperdagangkan melalui kontrak CFD. Contoh faktor-faktor yang berdampak pada trading CFD yaitu fluktuasi bursa saham dan obligasi, lalu adanya perubahan harga internasional untuk produk atau komoditi yang paling tinggi permintaannya.

3. Alasan Investor Bertrading

Perbedaan antara trading forex dan CFD juga terletak pada alasan investor dalam memilih berinvestasi dalam bentuk forex atau CFD. Mayoritas investor memilih trading forex, disebabkan oleh beberapa alasan seperti untuk tujuan 'hedging', spekulasi, namun yang paling utama ialah untuk kegiatan investasi dan perdagangan internasional.
Perdagangan valas ini dilakukan oleh bank sentral, para investor institusional, dan para spekulator kecil (ritel). Forex juga diperdagangkan di pasar CFD, namun mayoritas diperdagangkan bank dan broker forex. Para investor atau trader kecil biasanya memilih kontrak forex yang tersedia dalam unit mini dan mikro.
Perbedaan Trading Forex Dan CFD
Kemudian, alasan bagi para investor yang bertrading CFD umumnya didasari atas ketertarikan akan spekulasi finansial atau 'hedging'. CFD dieksekusi dengan perpindahan dana dari tangan ke tangan, tapi tidak terdapat hak kepemilikan atas aset pokok yang disalurkan.
Posisi trading CFD baik 'short positions' maupun 'long positions' dapat dibuka tergantung pada sentimen aset dari seorang trader. Alasan investor bertrading CFD yang ditujukan untuk 'hedging' yakni untuk melindungi nilai investasi ekuitas dan komoditasnya menggunakan kontrak CFD tersebut. Walaupun bisa juga investor bermotivasi spekulasi, karena ingin bisa bertrading saham-saham dari negara lain tanpa modal besar.
Itulah beberapa poin yang membedakan trading forex dan CFD yang masih 'kabur' bagi sebagian trader. Maka, uraian dapat menjadi referensi anda para trader untuk memutuskan pilihan bijak untuk melangsungkan aktivitas trading anda, forex atau CFD. Selamat bertrading!


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Tips Investasi: Karena Dalam Jangka Panjang, Kita Semua Mati

0 komentar
Banyak orang yang menyarankan investasi jangka panjang sebagai formula ajaib untuk meraih kebebasan finansial. Padahal, ini bisa jadi nasehat yang menyesatkan. Kenapa? karena dalam jangka panjang, kita semua akan mati. Masalah utama dengan praktek investasi jangka panjang 'beli lalu pegang terus' adalah: kita bisa jadi gagal menikmati profit yang diharapkan karena umur kita terbatas.
Investasi Jangka Panjang - ilustrasi

Hidup Hingga 122 Tahun

Sebuah kisah nyata dari buku "Gents With No Cents" menyoroti ketidakpastian investasi jangka panjang ini.
"Mari berkenalan dengan Jeanne Louise Calment. Ia lahir di Arles, Perancis, pada 21 Februari 1875. Pada 1965, ketika ia berumur 90 tahun, ia menilai bahwa itu adalah waktunya untuk pensiun dan mencairkan investasinya. Jadi Calment menjual apartemennya kepada pengacaranya, Francois Raffray. Bagi Raffray yang baru berumur 47 tahun, jual beli itu dipandang menguntungkan. Itu adalah investasi jangka panjang ideal yang tentunya akan menghasilkan profit. Ia setuju untuk membayar cicilan bulanan pada Calment hingga ia meninggal. Sebagaimana 99.9 persen investor jangka panjang lainnya, Raffray sudah menganalisa, memproyeksikan, dan menganalisa ulang profit yang belum diperolehnya, karena menganggap bahwa waktu ada di pihaknya."
"10 tahun berlalu, tahun 1975 tiba, dan Calment masih hidup. Raffray pun terpaksa harus terus membayarnya. Investasi jangka panjangnya belum juga berbuah, tetapi ia yakin segera akan menuai hasil. Sementara itu, ia terus menganalisa, memproyeksi, dan menganalisa keuntungan yang akan didapatnya di masa depan."
"Hingga akhirnya tahun 1985 tiba, dan secara mengejutkan Calment bukan cuma masih hidup, melainkan juga melakukan segala hal yang orang berumur 110 tahun tidak bisa melakukannya!. Ia bermain anggar, memasak, bersepeda. Dan Raffray pun harus terus membayar cicilan pada Calment."
"Ketika 10 tahun lagi berlalu dan 1995 tiba, Calment masih hidup, mementahkan statistik mortalitas, dan mengacuhkan malaikat maut. Kemudian 'permainan investasi jangka panjang' itu tiba-tiba terhenti ketika Raffray meninggal karena kanker pada umur 77, meninggalkan jandanya untuk terus membayar cicilan hingga Calment akhirnya meninggal 20 bulan kemudian."
Ekonom tenar JM Keynes pernah mengakui keterbatasan perencanaan jangka panjang dengan mengatakan, "Dalam jangka panjang, kita semua mati". Sepintas, menanamkan modal dengan target beberapa tahun atau puluh tahun ke depan mungkin kelihatan mapan, tetapi sejatinya investasi jangka panjang penuh dengan ketidakpastian. Kita bisa saja beruntung berumur panjang hingga 122 tahun seperti Calment, tetapi kita juga bisa saja tak punya cukup waktu untuk memanen hasilnya. Menunggu beberapa dekade untuk meraup profit jelas berisiko tinggi.

Awas Volatilitas

Banyak yang salah kaprah, menganggap investasi jangka panjang akan terlindung dari jatuh-bangunnya harga yang dialami trader dan investor jangka pendek. Namun, investasi jangka panjang juga bukan pelindung aset dari volatilitas. Ambil contoh investasi saham. Dengan harapan saham yang dipegang lama-lama makin menjulang harganya, maka menumpuk terus lembar demi lembar saham. Tanpa memperhitungkan kalau pasar bisa saja crash, perusahaan bisa saja gulung tikar.
Volatilitas, atau naik-turunnya harga aset di pasar finansial, bisa membuat investor susah untuk mencairkan dananya. Jika di tengah-tengah krisis tiba-tiba kita perlu menjual saham-saham itu, maka jarang ada yang mau membelinya; atau jikalaupun terbeli maka kita mesti menanggung rugi. Jadi meskipun investasi jangka panjang mengurangi risiko kita mengalami rugi, tetapi tidak lantas berarti kita 100 persen aman.
Ketidak-amanan ini menjadi dobel kalau kita pertimbangkan investasi tanah atau properti yang relatif jauh lebih susah lagi dijual ketimbang aset finansial. Inilah kenapa pandangan nenek moyang kita yang membeli tanah banyak-banyak kini dianggap sudah ketinggalan jaman.
Yang terpenting di hari tua adalah berapa banyak uang yang sudah kita kumpulkan untuk pensiun, BUKAN berapa banyak uang yang masih ada di tangan. Dalam hal ini, maka strategi yang perlu diterapkan adalah merencanakan investasi yang terdiversifikasi sesuai dengan seberapa besar risiko yang mampu kita tanggung. Intinya, jangan menyerahkan uang pensiun kita pada satu jenis aset saja, dan selalu kenali kapan waktu yang paling strategis untuk beli dan jual. Karenanya, tidak ada salahnya untuk membeli Emas sembari juga bertrading forex. Atau bertrading forex, tetapi juga menanamkan dana di pasar saham dan jual-beli properti.




Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Acuan Untuk Analisa Saham Dan CFD Saham

0 komentar

Kita semua tahu kenapa harga dalam pasar uang atau pasar modal bergerak. Ya, jawabannya adalah dikarenakan kegiatan jual beli dari pelaku pasar. Saat saham atau uang dijual maka harga akan tertekan turun. Hal tersebut dikarenakan penawaran/persediaan lebih besar dari permintaan. Sama halnya ketika banyak petani cabe yang sedang panen dalam waktu yang sama, maka harga cabe akan murah; sedangkan ketika jarang ada yang panen cabe dan persediaan dipasar sedang sedikit maka harga cabe akan sangat mahal. Hal itulah yang nantinya disebut sebagai bias dalam artikel ini.

penawaran - permintaan

Bias juga dapat diartikan sebagi cerminan pemikiran atau perkiraan terhadap pasar oleh buyer seller. Jika pelaku pasar memperkirakan suatu instrument pasar kedepan akan jelek, maka pelaku pasar tersebut akan cenderung melakukan sell pada instrument tersebut atau berperan sebagai seller. Sedangkan jika pelaku pasar memperkirakan suatu instrument pasar kedepan akan baik, maka pelaku pasar tersebut akan cenderung melakukan buy pada instrument tersebut atau berperan sebagai buyer. Lantas apa hubungannya bias dengan judul artikel diatas? Hubungannya adalah bias bergerak atas dasar acuan tertentu sesuai dengan analisa masing-masing pelaku pasar. Sebagai penggerak harga, bias sangat penting untuk dianalisa: atas dasar apa mayoritas buyer melakukan aksi buy, begitu juga seller.
Buyer seller yang dimaksud adalah pelaku pasar yang mampu mempengaruhi gerak harga. Siapakah mereka? Ya, mereka adalah trader mayor, trader mayor adalah sebagian besar trader yang melakukan tindakan yang sama (buy atau sell) sehingga membuatnya menjadi mayoritas dalam suatu pasar. Sedangkan trader minor adalah kebalikan dari trader mayor, pemikiran trader minor akan terkalahkan oleh trader mayor, sehingga sudah sepantasnya sikap trader mayor yang harus dikuti oleh para trader.
Beda lagi dengan trader pada broker ritel; mereka hanya dapat membuka posisi berdasarkan kontrak perbedaan harga seperti halnya CFD. Dana tidak dialokasikan pada instrument secara langsung, melainkan dititipkan kepada broker dan pekerjaan broker hanya memegang modal untuk dikalkulasi plus minusnya berdasarkan perbedaan harga posisi awal dan harga akhir instrument yang diperdagangkan. Karenanya, pemikiran trader ritel tidak akan menghasilkan bias sama sekali pada harga.
Akan tetapi, dengan keterbatasan tersebut bukan berarti trader ritel tidak mendapat kesempatan menganalisa dengan benar. Selama trader tetap mengacu pada acuan yang dipakai oleh trader mayor, maka pendekatan dan analisa yang dilakukan trader ritel akan menghasilkan profit dalam kalkulasi seluruh trading yang dilakukan; trader akan sering benar dari pada salah. Acuan trader mayor adalah acuan yang lebih sering diikuti harga daripada dilawan oleh harga. Untuk itu, pada artikel ini akan direkomendasikan beberapa acuan yang dapat digunakan untuk menganalisa saham atau CFD saham, silahkan amati gambar dibawah ini.

Apple Inc

Terlihat pada gambar, gerak harga saham Apple yang selaras dengan data yang berada dibawahnya. Data tersebutlah yang menjadi rekomendasi acuan untuk menjadi dasar penentuan trend yang berlaku. Data tersebut adalah net income, gross profit, EBIT, net operating profit after tax. Jika dijelaskan satu persatu bagaimanakah definisi masing-masing data tersebut mungkin akan memakan waktu lama. Namun ada satu hal yang harus dijelaskan mengenai data-data acuan tersebut, yaitu bahwa data-data tersebut sangat berhubungan erat dengan keuntungan dari perusahaan dimana saham dan CFD saham yang sedang diperdagangkan.
Meski banyak sekali teknik atau teori dalam menganalisa saham dan CFD saham, namun kenyataannya harga lebih selaras dengan data-data yang berhubungan dengan keuntungan dari perusahaan. Hal tersebut dikarenakan bias yang dihasilkan pada harga, sebagian besar berhubungan dengan data yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan. Tidak ada penjelasan yang dapat menjelaskan kenapa hal tersebut terjadi, namun jika ditinjau dari gerak harga yang selalu mengikuti data tersebut, maka dapat disimpulkan mayoritas trader saham lebih mengikuti data-data tersebut daripada yang lain.
Menurut artikel ini, data tersebutlah yang dianggap cukup obyektif dalam menentukan acuan dalam trading saham/CFD saham. Memang trader bebas dalam menentukan apaun teknik dan acuan dalam menganalisa harga, namun jika terlalu subyektif dalam menganalisa justru akan menjerumuskan trader dalam kebangkrutan. Jika diamati dengan jeli, dalam gambar telah dipampangkan data fundamental yang menurut artikel ini sangat mendekati gerak harga; disaat data naik harga juga naik, disaat turun harga juga ikut turun. Simpel dan akurat, mungkin itu yang dicari oleh sebagian besar trader dalam mencapai konsistensi mencari keuntungan dalam dunia trading saham, CFD, ataupun instrumen yang lain.
Pada artikel ini tidak membatasi trader dalam menggunakan acuan fundamental, namun hanya memberikan gambaran dan rekomendasi acuan yang pada kenyataanya harga selaras dengan gerak acuan tersebut, sehingga trend pada data acuan tersebut dapat digunakan sebagai acuan dasar dalam teknik apapun. Data yang digunakan tidak sebatas yang telah tercantum diatas, namun acuan yang dimaksud adalah semua yang berhubungan dengan keuntungan perusahaan yang saham atau CFD sahamnya diperdagangkan. Demikian artikel tentang acuan saham dan CFD saham semoga bermanfaat.





Sumber: Seputarforex.com 

Read more...

Jenis Investasi Safe Haven

0 komentar
Jenis investasi safe haven adalah investasi yang mempunyai tingkat resiko rendah pada periode ketika perekonomian global tidak menentu. Masalahnya adalah suatu jenis investasi safe haven adalah safe haven hingga jenis investasi tersebut tidak lagi safe haven. Ada beberapa jenis asset yang saat ini termasuk dalam safe haven diantaranya bond pemerintah AS, emas dan perak, tanah dan properti. Hal yang perlu Anda ketahui adalah memutuskan kapan Anda akan masuk ke asset-asset tersebut.
                  
Contoh klasik adalah bond pemerintah AS. Dalam hal ini pembayaran kupon dan nilai pokoknya dijamin sepenuhnya oleh pemerintah AS. Dan karena pemerintah AS dianggap tidak pernah default (gagal) dalam membayar hutang maka bond pemerintah AS dianggap jenis investasi safe haven. Banyak pemerintahan negara-negara lain yang juga menerbitkan bond, namun tingkat resikonya tidak selalu sama. Sebagai contoh pemerintah Rusia pernah default dalam membayar bond pada tahun 2000, dan juga pemerintah Australia pada tahun 1930-an. Beberapa negara Eropa juga demikian ketika terjadi krisis hutang hingga tahun 2012.

Disamping bond pemerintah AS yang bisa ditarik berdasarkan kekuatan kredibilitas pemerintah AS, beberapa jenis asset safe haven secara fisik tidak berubah meskipun terjadi kekacauan ekonomi global seperti emas dan perak, tanah dan properti. Meski demikian apakah saat ini investasi pada emas dan perak benar-benar tanpa resiko, atau yang beresiko rendah? Harga emas saat ini memang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 1980-an yang berada pada level USD 300 hingga USD 400 per ounce, tetapi 2 tahun terakhir cenderung terus merosot dari harga tertingginya USD 1920.72 pada September 2011.

Emas tidak lagi dianggap sebagai jenis asset safe haven jika nilainya tiba-tiba turun hingga mendekati level tahun 1980-an. Banyak investor individu di Australia yang menganggap jenis asset tanah dan properti adalah yang paling kecil tingkat resikonya, tetapi akhir-akhir ini banyak yang tidak puas dengan merosotnya harga properti akibat pengaruh krisis finansial global.

Waktu untuk berinvestasi ke jenis asset safe haven barangkali adalah sebuah keputusan yang sulit. Apakah Anda akan menunggu hingga harga asset yang telah Anda miliki jatuh dan kemudian menjualnya untuk dimasukkan ke asset safe haven? Hal tersebut kelihatannya masuk akal saat ini tetapi masalahnya mungkin kerugian Anda telah menumpuk.

Setelah berakhirnya krisis finansial global, pasar saham akan rebound dan saatnya Anda masuk, tetapi ketika terjadi resesi Anda bisa kembali melirik asset-asset safe haven. Dalam menentukan waktu untuk berinvestasi Anda sebaiknya memperhatikan juga siklus ekonomi suatu negara dimana Anda ingin berinvestasi.

Anda tidak harus beralih ke jenis asset-asset safe haven hanya ketika keadaan ekonomi tidak menentu, jika Anda melakukan diversifikasi dengan baik pada asset-asset Anda, maka porto-folio Anda adalah juga termasuk jenis asset safe haven, yang tetap bisa profitable baik ketika kondisi ekonomi sedang ekspansi maupun ketika kondisi ekonomi tidak menentu.

Sumber : www.thebull.com.au : What are safe haven investments?, by: Richard Heaney
Seputarforex.com 
Read more...

Cash Flow VS Capital Gain - Jalur Mana Lebih Cepat Menuju Kaya?

0 komentar


Rich Dad akan menyarankan Anda untuk fokus pada membangun cash flow / cash flow jika Anda ingin menjadi kaya. Namun ketika Dennis Ng masih hidup, dia akan mengatakan itu tidak benar. Dia menjadi kaya dengan capital gain. Ia menjadi jutawan dengan menginvestasikan $ 250k dalam saham.
Lalu siapa yang benar?
Saya akan mengatakan keduanya benar. Bahkan, Anda membutuhkan keduanya untuk menjadi kaya dan tidak ada cara lain kecuali jika Anda menang lotere besar. Jika Anda dan saya tahu bahwa kita tidak memiliki nasib untuk menang besar dari lotere, kita harus bekerja dengan cara melalui cash flow dan capital gain. Marilah saya berikan Anda perspektif di posting ini dan saya pikir itu akan membantu membingkai pikiran Anda dalam cara yang bermanfaat.
PERAN CAPITAL GAIN (PENDAPATAN MODAL)
Untuk menjadi kaya, Anda harus memiliki capital gain yang signifikan. Supaya mendapatkan capital gain yang besar, Anda harus memiliki modal yang cukup besar untuk berinvestasi. Katakanlah Anda menginvestasikan $ 100k setelah crash pasar saham pada tahun 2008 dan Anda menjual saham Anda pada 2013 dan membuat $ 100k. Meskipun persentase kenaikan Anda 100% sangat mengesankan, Anda masih jauh dari menjadi seorang jutawan. Berapa kali Anda perlu untuk melipatgandakan uang $ 1 juta? Anda akan membutuhkan satu lagi 2 crash pasar yang mungkin hanya dicapai dalam 10 sampai 20 tahun. Tapi jika Anda memiliki $ 500k diinvestasikan dalam periode yang sama, Anda akan menjadi jutawan dalam 1 siklus pasar. Cara ini lebih cepat untuk menjadi kaya melalui capital gain jika Anda tahu bagaimana cara berinvestasi.
Ini adalah alasan mengapa orang kaya semakin kaya. Mereka memiliki modal yang cukup besar untuk berinvestasi dan mengembangkan uang mereka jauh lebih cepat daripada orang rata-rata. Ingat, pertumbuhan kekayaan adalah non-linear terhadap efek compounding.
Saya rasa ini adalah mudah dimengerti. Tapi pertanyaannya adalah, Jika belum memilikinya maka bagaimana Anda mendapatkan modal yang cukup besar? Jawabannya adalah bukan Capital Gain melainkan Cash Flow
PERAN CASH FLOW (ARUS KAS)
Meskipun Dennis menjadi kaya karena capital gain, kemungkinan tetap memainkan peran cash flow dalam proses membangun kekayaannya. Ketika ia meninggalkan pekerjaan bank nya, pendapatannya merosot selama beberapa tahun sampai ia mengatur perusahaan broker hipotek. Perusahaan ini menghasilkan uang dan Dennis memiliki lebih dari cukup uang untuk biaya nya. 'kelebihan' uang akan menjadi tabungan atau investasi modal. Dia punya uang untuk berinvestasi karena cash flow = positif.
Dengan kata lain, Anda perlu cash flow positif untuk membangun modal Anda. Sumber dari cash flow bisa berupa gaji. Anda perlu memastikan pengeluaran yang lebih rendah daripada gaji Anda sehingga bisa memiliki 'kelebihan' uang untuk membentuk modal. Jika Anda tidak memiliki tabungan yang cukup, Anda perlu mengurangi pengeluaran ataupun meningkatkan penghasilan. Tidak ada cara lain. Jangan memanfaatkan modal Anda secara berlebihan dalam berinvestasi karena Anda mungkin tidak memiliki kekuatan finansial untuk bertahan dalam periode investasi yang sedang buruk, hal ini dapat membawa diri Anda menuju bencana finansial.
Pikirkan bahwa cash flow sebagai proses yang memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Anda. Anda tidak mungkin mampu untuk menunggu capital gain hingga 5 tahun karena Anda tidak bisa ber lapar diri begitu lama. Meskipun cash flow sangat penting, Anda tidak mampu untuk mengandalkannya semata-mata karena Anda akan membutuhkan waktu lama untuk menjadi kaya,  Oleh karena itu, investasi untuk capital gain masih diperlukan.
TRADING DAN INVESTING
Kebanyakan orang bertrading dan berinvestasi tanpa mengetahui apa yang ingin mereka capai. Apakah mereka ingin penghasilan atau mereka ingin mengembangkan uang mereka? Bagi saya, trading adalah cash flow dan investasi adalah capital gain. Saya tahu beberapa orang berinvestasi untuk dividen atau cash flow tapi saya pikir itu bukan cara terbaik untuk mengembangkan kekayaan. Ketika saya berinvestasi di saham, saya lebih memilih untuk tidak menjual saham tersebut selama beberapa tahun. Saya biasanya membeli ketika tidak ada yang mau, dan menjual ketika orang lain tertarik untuk membeli. Investasi, jika dilakukan sedemikian rupa lambat laun semakin mantap dan cukup mudah untuk menghasilkan uang. Kadang-kadang, Anda bisa mendapat keuntungan beberapa kali lipat dari modal. Menurut pendapat saya, ini adalah cara terbaik untuk menjadi  kaya terutama jika Anda memiliki modal yang cukup besar.
Trading … di sisi lain, baik untuk penghasilan. Karena kerangka waktu yang lebih singkat, Anda bisa sering mendapatkan cash flow. Jumlah tersebut mungkin tidak banyak tapi bisa cukup bagi Anda untuk hidup dan memiliki beberapa uang ekstra untuk modal investasi. Meski penghasilan ini sering anda peroleh, tapi jika hasilnya kecil akan sulit untuk membuat Anda kaya. Banyak orang membuat kesalahan dimana trading sebagai cara untuk cepat kaya dan saya berharap sekarang Anda mengerti bahwa itu tidak benar. Jika Anda memiliki pekerjaan yang bergaji besar dan Anda puas dengannya, fokuslah melakukan pekerjaan yang baik tersebut dan menyimpan sebagian dari gaji Anda untuk berinvestasi. Anda tidak harus bertrading, karena sebenarnya trading diperuntukan bagi orang-orang yang mencari nafkah dalam pasar uang.
KESIMPULAN
Trading adalah sebagai cash flow dan investasi adalah untuk capital gain.
Cashflow saja akan memakan waktu lama bagi Anda untuk menjadi kaya. Jadi Anda masih harus berinvestasi untuk capital gain.
Cara terbaik untuk orang rata-rata menuju kaya adalah dengan berinvestasi untuk capital gain
Anda perlu memiliki modal investasi yang cukup besar agar memiliki keuntungan yang akan membuat perbedaan untuk kekayaan bersih Anda
Anda perlu memiliki cash flow positif untuk berkembangnya modal Anda
Sebuah cash flow positif dibuat bila pengeluaran Anda lebih kecil dari penghasilan Anda
Untuk meningkatkan cash flow, Anda dapat mengurangi pengeluaran Anda, meningkatkan pendapatan Anda, dan / atau set up lebih banyak sumber pendapatan.

 
Sumber  : 
bigfatpurse.com
Seputarforex.com 
Read more...

Trading Atau Gambling - Termasuk Manakah Anda?

0 komentar

 
Ini benar ..., sebagian besar trader adalah penjudi, bahkan mungkin sebagian besar pelaku market berubah menjadi para penjudi sejati.
Para trader penjudi bertrading dengan tidak ada rencana dan tanpa memahami peluang untuk mereka. Apakah itu buy atau sell dengan tidak ada metode untuk profitabilitas ataupun memburu saham secara acak sesuai kemauan hati.
Anda dikatakan berjudi apabila Anda mempertaruhkan uang tanpa peluang keuntungan dan anda tidak memiliki sisi keunggulan untuk menang. Kerugian dari para penjudi adalah di mana sebagian besar keuntungan datang dari para trader yang menang di market karena memiliki keunggulan.
Di sisi lain … Ada Trader yang secara konsisten menang dengan menggunakan keunggulan yang memberikan mereka keuntungan atas para trader lainnya. Para trader pemenang tidak trading melawan kasino, mereka trading melawan penjudi. Mereka mengubah dirinya menjadi kasino, seperti layaknya kasino - mereka mengetahui peluang besar yang bisa menguntungkan di pihak mereka dan yang bisa menguntungkan dalam jangka panjang. Seperti kasino – mereka memiliki batas meja, mereka memiliki manajemen risiko untuk tidak terlalu mengekspos diri pada salah satu taruhan para penjudi.
Masalah terbesar yang penjudi miliki adalah emosi mereka yang menyebabkan mereka selalu kalah dalam jangka panjang dengan menempatkan taruhan didasarkan pada perasaan bukannya peluang. Paratrader menang trading didasarkan pada probabilitas yang menguntungkan mereka dan bertrading dengan hati-hati berdasarkan peluang terbaik untuk sukses.
Dalam jangka panjang - Kasino selalu untung, tidak ada kasino bangkrut karena para penjudi yang menang, Kasino dibangun dari kerugian para penjudi, hal ini berlaku pula dalam trading, dimana … Rekening trader pemenang - dibangun di atas perjudian para trader yang tidak memiliki rencana/plan, tidak memiliki sisi keunggulan, dan tidak memiliki manajemen risiko.
 
Sekarang ... Masihkan anda termasuk para trader penjudi / gambler ??



Sumber  :
newtraderu.com
Seputarforex.com 
Read more...

Mental Seorang Pengusaha

0 komentar
Seorang trader forex bisa disebut juga sebagai bisnisman atau pengusaha. Jika seseorang melakukan bisnis, dimanapun berada ia akan selalu mendapatkan suatu rintangan, beban, dan hambatan. Apabila menyerah, pasti ia akan gagal. Dalam forex, perlu pula memiliki jiwa seorang pengusaha. Nah, artikel ini akan mengulas tentang mental-mental yang digunakan oleh orang-orang yang berhasil sebagai pengusaha. Untuk lebih jelasnya kita lihat saja pada ulasan berikut.



Pola lama mengatakan bahwa untuk meraih keberhasilan dalam hidup seseorang harus sekolah untuk meraih gelar setinggi mungkin, bekerja serta berkarir di perusahaan yang besar, kerja keras siang malam, dan jangan lupa untuk selalu rajin menabung supaya cepat kaya dan terjamin pada hari tua. Demam tersebut lebih dikenal oleh masyarakat awam dengan nama Financial Freedom.

Menurut Sandiago, seorang pengusaha harus selalu memiliki mental yang kuat dan tahan banting. Pengusaha harus selalu optimis dan berpikir positif dalam segala tindakan dan perkataannya. Sikap berpikir positif dan optimis itu kemudian ditopang dengan keberanian dalam mengambil keputusan.

Dalam usaha adakalanya mengalami jatuh bangun, di saat usaha sedang jatuh, seorang pengusaha yang baik wajib mempunyai sikap yang tenang dan mental yang tangguh. Sebagai inspirasi, mari kita melihat sepak terjang seorang usahawan muda bernama Robert Kiyosaki.

Kiyosaki merupakan seorang investor dan sekaligus pengusaha yang sukses dalam bidangnya. Ia seorang yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Pada dasarnya, ia mengajak orang untuk berpikir lebih banyak secara lateral daripada secara linear untuk memandang bentuk pekerjaan dan sumber mata pencaharian dalam perspektif lain yang lebih luas. Dalam bukunya, ia selalu mengungkapkan pentingnya suatu kejujuran dalam berbisnis.

Kejujuran menurut kami adalah adalah kunci yang utama dalam sebuah usaha, apabila usaha dimulai dengan sebuah kejujuran pasti akan berkah dan halal. Tetapi bila dalam usaha diawali dengan ketidakjujuran maka usaha tersebut tidak akan mendapatkan berkah serta tidak akan halal ujung-ujungnya.

Di samping itu, seorang pengusaha harus berani untuk Just make it (lakukan saja), entah esok apakah berhasil ataupun tidak lakukan saja. Namun, keyakinan yang kita lakukan harus tetap pada jalan yang benar dengan tidak melanggar aturan-aturan agama maupun negara.

Kalau sudah begitu, dengan hanya bermodal awal yang kecil dan sejumlah pengetahuan tentang manajemen keuangan dan investasi, trader sudah dapat memiliki penghasilan sendiri yang lumayan bahkan tak kalah banyaknya dengan gaji seorang pegawai di sebuah perusahaan multinasional. Kuncinya "Believe to Make it" (Percaya dan lakukan).
Sumber:
http://www.oktomagazine.com
http://www.ciputraentrepreneurship.com
http://ekonomi.kompasiana.com
Seputarforex.com 
Read more...

True And False In Investment

0 komentar
2. True And False In Investment
Not all investments provide good return. Investment is not a certain matter. There are external factors which influence investments' return. However there are true and false in investment.
The following are the falsehoods as well as the truths.

1. The first falsehood: there are many investment companies offering and promising a definite return.
That's a lie. Sales or marketing people are usually persuade us to join their investment programs, or buy the company products in order to achieve their sales target. Investment will not guarantee a definite return even if you deposited your money in a bank. Since the inflation rate is higher than its interest rate you earn.

All investment products are risky as well as banking products. If you had saving deposit in a bank
and the bank collapses, who will reimburse you for the money? Sometimes the government is not literally guarantee the bank clients. So there is no investment with a definite return.

The truth is: investment complies with certain rule, that is risk to return ratio. It means that the higher your return the higher your risk is. Higher return necessarily entails greater risk. If an investment is low risk and so is the return. But there is also a high risk low return investment that you need not to follow.

2. The second falsehood: investment is suitable for rich people.
It is true, 10 years ago, when financial business wasn’t establish yet. But today it is different.
That is because many people lack enough knowledge about investment. We should supply them
with information that financial business is growing well.

The truth is: financial business nowadays is opened up to retail investors, and this is as small as your initial saving deposit in a bank. In the past, forex market participants were central banks and big players and it needed a relative large initial deposit to start trading.

3. The third falsehood: investment is suitable for high educated and genius people because of its complexity.
That is not true. Investment procedure is not as formal as job application procedure. You don’t
have to attach your diploma when you open an account, and you should not be a high educated person either. Many of our clients are housewives and students.

The truth is: you could ask a fund manager to handle your account so you will make money in the market passively, without the aggravation of day to day trading. But if you loved to trade your own account and didn't mind sitting in front of computer screen every day, you need to know all about market analysis, money management, and trading psychology.

4. The fourth falsehood: it is difficult to open a trading account in outlying district.
That is true 30 years ago, when information and telecommunication technologies were not as established as today. The world is now connected with internet network, which allows an outlying and remote place to communicate online all over the world. It may be a little bit difficult to deal with real sector investment, but not for the financial business.

The truth is: it is very easy to participate in financial business anywhere you live. You just
make sure for the internet network, telephone line, and bank in your location. Afterward, you can choose a well regulated broker. It is important that you carefully look into each broker before choosing the one, which best suits your needs. You can register and communicate with your broker by email.




Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Faktor Pentingnya Konsistensi Profit Dalam Investasi

0 komentar
Mungkin belum banyak yang tahu, bahwa dalam dunia trading, perusahaan-perusahaan besar per tahunnya hanya membuat profit dengan presentase yang tidak sebesar orang bayangkan.
Tentu Anda bertanya-tanya, mengapa perusahaan investasi yang sudah besar hanya memiliki profit yang kecil tiap tahunnya. Untuk mengetahui jawabannya, mari kita fokus pada angka-angka ini dan fakta bahwa dengan presentasi profit yang kecil, bisa mendapatkan return yang jauh lebih besar dan terus menjadi lebih besar seiring dengan waktu. Angka-angka  yang awalnya tampaknya kecil ini, asal konsisten dikelola, akan mendatangkan keuntungan besar di masa depan.



Mari kita lihat asumsi berikut.

Mari kita mulai dengan mengasumsikan rekening yang kita miliki yaitu return 15% per tahun, dengan akun awal $10,000. Dengan jumlah sebesar itu, kita rencanakan untuk membuat minimal 1,171% profit per bulan, atau 15% per tahun trading. Gambaran rincinya adalah sebagai berikut:

$11.500 (15% pertumbuhan) setelah 1 tahun.
$13.223 (32% pertumbuhan) setelah 2 tahun.
$20,108 (101% pertumbuhan) setelah 5 tahun.
$40,432 (304% pertumbuhan) setelah 10 tahun.
$163.475 (1.535% pertumbuhan) setelah 20 tahun.
$ 660.960 (6510% pertumbuhan) setelah 30 tahun.
Return 25% per tahun, dengan akun awal $ 10,000

Sama seperti sebelumnya, kita asumsikan rekening kita sebesar $10.000, lalu kita membuat minimal 1,877% profit per bulan, atau 25% per tahun trading. Gambaran rincinya adalah sebagai berikut :
$12.500 (25% pertumbuhan) setelah 1 tahun.
$15,625 (pertumbuhan 56%) setelah 2 tahun.
$30,519 (205% pertumbuhan) setelah 5 tahun.
$93,140 (831% pertumbuhan) setelah 10 tahun.
$867.512 (8575% pertumbuhan) setelah 20 tahun.
$8.080.034 (80.700% pertumbuhan) setelah 30 tahun.

Sangat penting untuk dicatat bahwa tidak semua manajer investasi menghasilkan uang. Return sebesar 15% atau 25% per tahun di atas, hanya menjadi milik para manajer yang mampu mengelola keuntungan secara konsisten. Selanjutnya, return seperti ini biasanya bersifat terikat bagi sebagian besar investor.

Untuk dapat berinvestasi di dalam skema tersebut, sebagian besar manajer investasi (fund manager) hanya akan menerima investor “tinggi” yang minimal memiliki $500.000 untuk diinvestasikan.  Bahkan, manajer investasi dengan level yang lebih tinggi lagi (senior fund manager) hanya akan mengambil investor dengan minimal investasi sebesar $25.000.000 dolar AS.

Terlepas dari apa pendapat orang, yang pasti kita tidak memiliki uang sebesar itu untuk diserahkan kepada orang lain, untuk dikelola. Bagaimanapun, ini merupakan dilema, banyak yang berpikir bahwa hidup ini terlalu singkat untuk merasa puas dengan return tahunan yang hanya sebesar 7%. inilah sebabnya mengapa orang lebih memilih untuk berinvestasi sendiri di pasar keuangan. Setidaknya, mereka merasa memiliki kendali penuh atas hasil yang nantinya akan didapat.

Pasar keuangan memang berisiko, tetapi kita semua dapat menghindarinya, jika kita mampu menjaga harapan agar tetap realistis.


Sumber:
earnforex.com
Seputarforex.com 
Read more...

Perbedaan Hyip Dan Forex

0 komentar
Pernah dengar Hyip? Program tersebut hampir mirip dengan investasi Forex. Memang ada perbedaan dari segi investasi, namun intinya baik Hyip maupun Forex sama-sama memiliki efek investasi yang bila tidak dicermati akan merugikan. Namun tentu saja ada perbedaan antara keduanya. Apa sajakah itu? Artikel ini akan memberikan ulasannya untuk Anda.
Semua tahu bahwa Anda dapat menghasilkan uang dari investasi Hyip. Hyip online jarang memberikan informasi kepada investor apa saja yang dilakukan dengan uang mereka. Sehingga penipuan pada investasi Hyip lebih sering terjadi. Penyelenggara dapat bersikap tidak jujur untuk membuat sebuah situs web yang terlihat seperti Hyip lain yang tersedia di internet. Dia bisa saja menunggu investor untuk menempatkan uang mereka, kemudian menghentikan kegiatan, lalu pihak penyelenggara dapat kabur dengan uang tunai investor.


Sekilas tentang Hyip
Hyip banyak yang menerapkan “ponzi scheme”, sebuah skema di mana orang yang masuk terlebih dahulu pada program tersebut, maka akan mendapatkan profit melalui orang yang masuk belakangan, dan apabila sudah tidak ada yang masuk atau yang mendaftar sudah berkurang, maka program tersebut akan tutup (scam). HYIP sendiri saat ini banyak menggunakan mata uang internet (e-payment atau e-money) seperti Liberty Reserve, Alertpay, WebMoney, dan lain-lain.

Banyak orang yang mengatakan bahwa HYIP itu merupakan investasi yang untung-untungan atau sebuah permainan judi. Pendapat ini tidak 100% benar. Dilihat dari risiko, judi jauh lebih berisiko karena kalau Anda kalah 100%, uang Anda akan hilang. Tidak demikian dengan HYIP. Bila Anda mengikuti aturan main, maka Anda akan bisa meraih profit dan setidaknya tidak rugi 100%. Kecuali Anda sedang sial, bergabung dengan program Hyip yang kategori “bagus” hari ini. Namun besoknya program tersebut telah tutup.

Perbedaan Hyip dengan lainnya adalah setiap referall compound kita dapat bonus 10%, yang tidak ada hentinya. Seperti jika kita bermain game Profitclicking.
Contoh:
  • Investasi referal $100 akan mendapatkan bonus referall $10,
  • Investasi referal $50 akan mendapatkan bonus referall $5,
  • Investasi referal $20 akan mendapatkan bonus referall $2,
  • dan seterusnya.
Bayangkan jika kita punya 10 referall dan compound terus. Dapat diipastikan pemasukan Anda setiap hari akan besar. Hyip sering membayar Anda untuk merujuk orang lain pada skema mereka, pembayaran ini seringkali rendah.
Sehubungan dengan karakteristik Hyip yang memungkin peniupan, ada satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Lihatlah dari dekat situs dan desain serta fungsionalitasnya. Jika Anda melihat banyak konten yang terlihat seolah-olah itu copy dari situs web lain, atau jika desain dan tata letak sangat amatir, bisa jadi bahwa penyelenggara tahu bahwa itu tidak akan bertahan lama untuk berkembang.

Bagaimana dengan Forex?
Berkembangnya teknologi internet menambah daftar keunggulan trading Forex. Ia bukan hanya mempermudah investor dengan dana relatif kecil ikut bergabung, dengan sistem margin trading dengan menggunakan leverage dan nilai kontrak yang sangat kecil. Namun Forex juga mempermudah siapapun untuk trading Forex di manapun. Termasuk dari rumah.

Di sini investor tidak akan bingung kapan Forex akan scam. Karena setiap dana yang kita miliki bebas untuk ditransaksikan kapan saja. Sama halnya Anda menyimpan pada tabungan bank. Anda boleh kapan mengambil uang Anda. Singkat kata, di Forex sangat jelas bagaimana perkembangan uang yang ditransaksikan.

Contoh: Jika Anda memprediksikan EUR/USD akan naik, maka ambillah posisi open buy. Jika prediksi Anda benar EUR/USD naik. Anda pun mendapat keuntungan dengan menutup transaksi. Begitupun sebaliknya, jika Anda memprediksi EUR/USD akan turun, maka ambillah posisi open sell, dan menutupnya. Sangat transaparan dan bisa di ketahui hasil investasi forex ini. Disty



Referensi:
http://kreasianaknegeri.com/perbedaan-forex-hyip.html
http://id.prmob.net/skema-ponzi/investasi/investor-732180.html
Seputarforex.com 
Read more...

Ciri-Ciri Seorang Spekulator

0 komentar
Banyak orang yang tidak menyadari kalau dirinya seorang spekulator. Setiap transaksi yang dilakukan trader akan memiliki kemungkinan apakah permainannya berbentuk spekulasi atau tidak. Di artikel ini kita akan membahasnya mengenai ciri khusus yang dilakukan oleh seorang spekulator. Bagaimana kelanjutannya? Yuk kita lihat di ulasan berikut ini.



Seorang spekulator adalah seseorang yang membeli atau menjual sesuatu dengan tujuan untuk meraih keuntungan dalam waktu singkat tidak untuk jangka panjang. Seorang spekulator menjalankan trading hanya dalam waktu beberapa menit, jam, hari, dan paling lama hanya hitungan minggu. Dan bisa melakukan jual beli puluhan kali dalam satu hari. Salah satu spekulator sukses adalah George Soros.

Perbedaan paling realistis antara investor dan spekulator ada pada perilaku mereka terhadap pergerakan pasar. Kepentingan utama seorang spekulator terletak pada tindakan antisipasi dan pengambilan keuntungan dari fluktuasi pasar. Seorang investor sadar bahwa harga mungkin akan berfluktuasi dan tidak merasa khawatir oleh penurunan besar, juga tidak akan girang dengan kenaikan tajam. Ia akan selalu ingat bahwa harga pasar akan selalu memihaknya. Ia tidak akan pernah membeli karena harganya naik, atau menjualnya karena harga turun.

Investasi menurut Benjamin Graham dalam buku legendarisnya "The Intelligent Investor" adalah sebagai berikut: "Sebuah operasi investasi adalah suatu tindakan yang dilakukan setelah melalui analisis mendalam, menjanjikan keselamatan modal pokok dan pengembalian yang memadai. Operasi yang tidak memenuhi persyaratan ini adalah spekulatif."

Banyak orang menganggap miliarder George Soros sebagai seorang investor, tapi ia sendiri lebih suka memilih istilah spekulator. Bahkan, ia telah mengatakan bahwa "investasi adalah sebuah spekulasi yang salah." Maksudnya adalah bahwa suatu "investasi" adalah nama yang mereka berikan kepada suatu spekulasi yang tidak sesuai dengan yang mereka harapkan, spekulasi tersebut membuat mereka terjebak ke dalam suatu posisi, yang diharapkan akan membaik seiring berjalannya waktu.

Soros dan spekulan lain membuat sebagian prediksi mereka didasarkan pada psikologi pasar, dan dalam hal ini perilaku mereka cocok dengan definisi spekulasi menurut Keynes. Istilah spekulasi sering digunakan untuk "merangkul" antara investasi dengan judi, istilah spekulasi digunakan untuk kegiatan yang biasanya dianggap investasi tetapi dilakukan dengan cara yang menjurus kepada perjudian.

Dalam The General Theory of Employment, Interest, and Money, karangan John Maynard Keynes, spekulasi didefinisikan sebagai "kegiatan peramalan psikologi pasar". Motif spekulasi sama saja dengan investasi dan judi yaitu mencari keuntungan.

Perhatikan bahwa seorang investor memperhitungkan "harga pasar menggunakan standar-standar nilai yang telah ada," sedangkan spekulator "mendasarkan standar nilai mereka sendiri pada harga pasar".

Bagi seorang spekulator, aliran harga saham/mata uang yang terus menerus bagaikan oksigen, jika terhenti maka ia akan mati. Bagi seorang investor, apa yang disebut sebagai harga/nilai pasar tidaklah begitu penting. Pada sisi lain, investasi pasar modal/uang adalah jenis bisnis yang unik. Di sini Anda tidak akan bisa rugi selama Anda selalu bermain dalam aturan yang menempatkan semua kemungkinan bagi keuntungan Anda.



Sumber:
http://instagratis.blogspot.com
http://janganserakah.wordpress.com
http://spekulator-cerdik.blogspot.com/
http://www.seputarforex.com
Read more...

Investasi Syariah

0 komentar
Menggunakan produk keuangan, di jaman seperti ini rasanya sudah tidak mungkin dihindari. Perbankan, selain digunakan untuk mempermudah transaksi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana investasi. Asuransi juga sekarang memiliki peran sebagai alat investasi berbarengan dengan fungsi utamanya untuk memberikan proteksi.

Tidak puas dengan hanya investasi di perbankan dan asuransi, masyarakat juga mulai banyak melirik reksadana sebagai alternatif yang memberikan hasil lebih baik. Pendeknya, produk keuangan sekarang bukan lagi suatu hal yang baru. Malah sudah menjadi suatu kebutuhan untuk hampir semua orang. Akhir-akhir ini banyak sekali investasi yang berkembang khususnya di bidang syariah. Namun apakah sebenarnya investasi syariah itu? Apakah bedanya dengan yang non-syariah?



Apa Itu Syariah?
Syariah adalah sebuah aturan atau undang-undang dengan ketetapan hukum yang bersumber dari kitab suci Al-Quran dan sunnah yang mengatur segala bidang kehidupan manusia. Dengan sistem ini, nasabah dan bank memang tidak bisa mengetahui berapa hasil yang pastinya akan mereka terima. Karena bagi hasil baru akan dibagikan kalau hasil usahanya sudah bisa ditentukan pada akhir periode. Tapi dengan sistem bagi hasil, nasabah dan bank akan membagi keuntungan secara lebih adil daripada sistem bunga. Karena kedua belah pihak selalu membagi adil sesuai nisbah berapapun hasilnya.

Lalu apa landasan dan tujuan syariah ini digalakkan?Tujuannya adalah untuk berbuat baik kepada sesama, saling tolong menolong secara sukarela, saling bertanggung jawab, kerjasama dengan baik, saling melindungi, tidak mementingkan diri sendiri, saling mensejahterakan, dan mengajak untuk makmur bersama.

Sebenarnya umat Muslim tidak perlu khawatir, karena jauh sebelum MUI secara resmi memfatwakan bahwa bunga bank itu haram, sudah ada alternatif untuk umat Islam. Sejak 12 tahun yang lalu, bank syariah pertama di Indonesia sudah beroperasi tanpa menggunakan bunga. Dan kini sudah ada 3 bank umum syariah dan lebih dari 10 bank konvensional yang buka cabang khusus syariah.

Lalu apa bedanya antara bank syariah dan bank konvensional yang selama ini sudah dikenal? Yang paling jelas, adalah tidak adanya bunga pada bank syariah. Nasabah yang menabung di bank syariah tidak akan diberikan keuntungan bunga melainkan berupa bagi hasil.

Saat ini, sudah banyak tersedia investasi yang mengikuti prinsip dan kaidah syariah. Beberapa di antaranya adalah sukuk ritel, deposito iB, dan juga reksadana syariah. Untuk investor pemula yang ingin berinvestasi untuk jangka menengah (minimal 5 tahun), disarankan membeli reksadana campuran syariah. Dan apabila berinvestasi untuk jangka panjang (minimal 8 tahun), maka direkomendasikan untuk berinvestasi di reksadana saham syariah.

Berikut adalah tips singkat berinvestasi di reksadana syariah:
1. Tentukan tujuan berinvestasi
2. Hitung kebutuhan investasi reksadana
3. Pilih produk reksadana sesuai dengan rencana investasi
4. Beli reksadana melalui Agen Penjual resmi
5. Monitor investasi reksadana secara berkala.



Sumber:
http://www.perencanakeuangan.com
http://female.kompas.com
http://www.yendyinvestasikeuangan.com
Seputarforex.com
Read more...

Transaksi Trading Yang Dilarang

0 komentar
Banyak orang yang tidak mengerti bahwa ada trading yang dilarang. Pelarangan ini karena mengandung unsur penipuan, manipulasi, ataupun karena mengandung unsur riba dalam dunia Islam. Oleh karena itu perlu rasanya untuk mengkaji masalah pelarangan ini, supaya trader dapat memahami dan menjalankan trading sesuai yang disahkan oleh pemerintah maupun agama.



Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) menjelaskan jenis-jenis transaksi yang dilarang dalam pasar modal seperti penipuan, manipulasi pasar dan perdagangan orang, serta menetapkan sanksi-sanksi baik berupa sanksi pidana maupun sanksi administrasi.

Menurut fatwa Dewan Syariah Nasional, pertukaran mata uang itu diperbolehkan dengan 2 syarat: "spot" dan "tunai". Kalau di money changer online contohnya bisa langsung tunai. "Spot" artinya harga yang berlaku adalah harga saat transaksi dilakukan, bukan harga yang diperjanjikan seperti forward, swap, dan lain-lain. Misalnya: "saya janji akan beli dolar 2 minggu lagi di harga X" itu haram. Padahal itulah yang terjadi di bursa berjangka. Atau sebaliknya: "saya janji jual dolar saya minggu depan dengan harga Y", itu tidak boleh.

Artinya mata uang yang dipertukarkan benar-benar ditukar. Contoh riilnya, uang rupiah dengan uang dolar. Di dalam fatwa diberikan dispensasi waktu +2 hari untuk transfer. Jadi tunai itu boleh juga melalui transfer, tidak harus fisik seketika. Tapi harus benar-benar riil ada uang dipertukarkan. Bukan cuma angka abstrak di komputer yang naik/turun. Itu berarti perdagangan semu. Berikut ini adalah transaksi-transaksi umum yang dilarang, antara lain :

Ihtikar (penimbunan)Ihtikar adalah melakukan pembelian atau dan mengumpulkan dengan tujuan untuk mempengaruhi pihak lain sehingga terjadi perubahan harga.

Margin tradingMargin trading adalah melakukan transaksi secara kredit dengan memakai bunga atas pinjaman yang dilakukan untuk broker. Hal ini bisa dicegah dengan memakai free swap.

Terdapat informasi yang menyesatkanJika transaksi yang dilakukan untuk mendapatkan hasil dengan cara mengandung informasi yang menyesatkan maka sudah pasti dilarang. Nanti kalau Anda sudah jadi orang berpengaruh, mungkin godaannya akan seperti ini, yaitu membuat isu penting.

Insider tradingMencoba untuk mendapatkan informasi dari orang dalam agar memperoleh keuntungan dari transaksi yang dilarang.

Bai’ al-ma’dumBai’ al-ma’dum adalah melakukan penjualan atas barang yang belum sepenuhnya menjadi miliknya. Misalkan seseorang membeli efek secara kredit dan belum lunas kemudian dia menjual kembali efek yang belum sepenuhnya menjadi miliknya itu kepada pihak ketiga.

NajsyNajsy adalah melakukan penawaran palsu terhadap suatu barang.

Melakukan PenipuanPenipuan sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 90 huruf c UUPM adalah membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta yang material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat, dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan mempengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek.

Manipulasi PasarYang dimaksud dalam manipulasi pasar menurut pasal 91 UUPM adalah tindakan oleh setiap pihak, baik langsung maupun tidak langsung, dengan tujuan untuk menciptakan gambaran semu atau menyesatkan mengenai kegiatan perdagangan, keadaan pasar, atau harga efek di Bursa Efek. Menyebarluaskan informasi palsu mengenai emiten dengan tujuan untuk mempengaruhi harga efek perusahaan yang dimaksud di bursa efek (false information). Misalnya suatu pihak menyebarkan rumor bahwa emiten A akan segera dilikuidasi, pasar merespon yang menyebabkan harga efeknya jatuh tajam.

Nah, sebagian besar investasi online Forex yang tidak resmi, tidak melakukan transaksi riil. Tapi cuma angka skor saja naik/turun. Sedangkan di bursa berjangka Forex yang resmi pun, prinsip tunai itu tidak terjaga karena boleh lakukan margin, top up, dan lain-lain. Transaksi Forex di bursa seringkali tidak penuhi kedua syarat "spot" dan "tunai" sehingga "haram". Untuk itu hindari transaksi di broker yang memang sudah diyakini tidak resmi dan melakukan transaksi tidak lebih dari 2 hari kerja.


Sumber:
http://www.wahyubram.wmk.web.id
http://tofikonline.net
http://www.ilmu-investasi.com
Seputarforex.com
Read more...

Waspadalah Investasi Ilegal

0 komentar
Kasus penipuan berkedok investasi memang sudah banyak bertebaran di sekitar kita. Bahkan sampai masuk ke ranah agama supaya terlihat lebih afdol. Namun kenapa mereka melakukannya dengan alasan investasi? Apakah hanya karena mereka butuh uang? Atau sekedar ingin mendapatkan untung yang besar? Atau memang suatu kebodohan dari masyarakat karena tak mengerti secara jelas investasi yang dipilih. Berikut ulasan dan paparan dari beberapa informasi tentang investasi ilegal.


Banyak kasus penipuan investasi ditemukan di daerah-daerah yang perekonomiannya berkembang baik. ”Kasus seperti pada Raihan Jewellery dan Global Traders Indonesia Syariah (GTIS) banyak terjadi di Surabaya, Jakarta, Medan, dan beberapa kota besar yang secara ekonomi tumbuh produktif,” ujar Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Syahrul R. Sempurnajaya, di Jakarta, pekan lalu.

Kasus investasi ini terungkap saat empat nasabah Raihan Jewellery di Surabaya melaporkan pemilik perusahaan itu kepada polisi atas dugaan penipuan. Salah satu pelapor berinisial AML (46) mengaku rugi hingga Rp. 850 juta. Pada Juli 2012 dia menginvestasikan Rp. 1.8 miliar untuk membeli 2.7 kilogram emas batangan.

Waspada jika Anda menerima suatu tawaran pengelolaan dana atau investasi yang menggiurkan karena menawarkan imbal hasil yang cukup tinggi. Bisa jadi tawaran tersebut justru akan merugikan di masa mendatang, karena Anda ditipu! Pastikan bahwa orang atau perusahaan yang melakukan penawaran tersebut telah memiliki izin sesuai dengan peruntukannya dari salah satu lembaga yang berwenang seperti:
  1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), BUKAN IZIN untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi,
  2. Jangan tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar,
  3. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan, diatur bahwa Perusahaan dilarang menggunakan SIUP untuk melakukan kegiatan “menghimpun dana masyarakat dengan menawarkan janji keuntungan yang tidak wajar (money game)”.
Pada beberapa kasus ditemukan pula perusahaan pengerah dana masyarakat, yang mengakui dan menggunakan izin usaha perusahaan lainnya dalam operasinya. Jika kita menelisik lebih lanjut bentuk umum produk yang ditawarkan oleh para investasi bodong adalah:
  1. Fixed income product,
  2. Return atau keuntungan yang ditawarkan sangat tinggi (tidak masuk akal) dan atau dalam jumlah yang pasti,
  3. Penjualan atau penawaran produk investasi dilakukan melalui tenaga marketing secara langsung,
  4. Produk investasi ditawarkan dengan janji akan dijamin dengan instrumen tertentu seperti Giro atau dijamin oleh pihak tertentu seperti pemerintah atau bank.
Untuk itu, segera laporkan kepada Polisi atau Sekretariat Satgas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi, bila mengetahui ada tawaran penghimpunan dana dan pengelolaan investasi yang mencurigakan atau ilegal. Atau Anda bisa mengirimkan informasi tersebut ke alamat berikut:
Website: www.bapepam.go.id
Email: waspadainvestasi@bapepam.go.id
Alamat: Sekretariat Satgas Biro Pemeriksaan dan Penyidikan, Bapepam dan LK Gedung 16 Lantai, Lantai 16 Jl. Lapangan Banteng Timur 1 – 4 Jakarta 10710
Telepon: (021) 3857821 ext 5320
Fax: (021) 3857821



referensi:
http://waspada-investasi.blogspot.com
http://bisniskeuangan.kompas.com
http://waspada-investasi.bapepam.go.id
Seputarforex.com
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan