Dalam melakukan trading Forex (Foreign Exchange) dan CFD (Contract
For Difference), kedua transaksi instrumen investasi ini sepintas
terlihat hampir sama. Keduanya sama-sama melibatkan proses eksekusi
trading yang sama, menggunakan spread sebagai 'cost of trading',
platform yang digunakan pun sama (metode harga dan grafiknya), keduanya
pun diperdagangkan secara OTC (Over-The-Counter).
Namun, jika kita 'kuliti' lagi, terdapat sekian perbedaan menyolok
antara trading forex dan CFD. Beberapa aspek yang membedakan trading
forex dan CFD antara lain dari aspek jenis produk dan layanan trading,
faktor yang mempengaruhi pasar trading, serta aspek alasan para investor
dalam memilih bertrading forex atau CFD, yang diuraikan berikut ini.
1. Produk Dan Layanan Trading
Trading Forex telah spesifik memfokuskan pada perdagangan mata uang
asing (valas). Metode trading forex mengkalkulasikan selisih 'pairing'
valas yang diperdagangkan.
Sementara, CFD menyajikan bervariasi produk dan layanan trading
berupa kontrak derivatif dari beberapa instrumen finansial seperti
komoditas energi dan logam, saham, indeks, ekuitas, dan termasuk forex
juga. Jadi, Anda bebas memilih kontrak atau trading dengan beragam mata
uang dan nilai kenaikan (increment value) tergantung pada wilayah negara
di mana aset-aset trading CFD berasal.
2. Faktor Yang Mempengaruhi Pasar
Dalam bertrading forex maupun CFD, terdapat dinamika pasar yang
dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut cenderung berbeda
untuk trading forex dan CFD.
Dalam trading forex, bursa tradingya secara umum terjadi dinamika
(fluktuasi) yang biasanya dipengaruhi oleh situasi dan peristiwa global.
Trading yang melibatkan kurs valas ini sangat dipengaruhi oleh faktor
kondisi perpolitikan dan keamanan internasional, bencana alam maupun
perang, kesejahteraan dan pembangunan perekonomian global, tata kelola
Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai faktor
produksi ekonomi suatu negara yang bertrading forex.
Untuk trading CFD, faktor-faktor yang mempengaruhi bursa tradingnya
lebih spesifik mengarah ke kondisi permintaan dan penawaran komoditi
atau perubahan tren dari sektor bisnis komoditi yang diperdagangkan
melalui kontrak CFD. Contoh faktor-faktor yang berdampak pada trading
CFD yaitu fluktuasi bursa saham dan obligasi, lalu adanya perubahan
harga internasional untuk produk atau komoditi yang paling tinggi
permintaannya.
3. Alasan Investor Bertrading
Perbedaan antara trading forex dan CFD juga terletak pada alasan
investor dalam memilih berinvestasi dalam bentuk forex atau CFD.
Mayoritas investor memilih trading forex, disebabkan oleh beberapa
alasan seperti untuk tujuan 'hedging', spekulasi, namun yang paling
utama ialah untuk kegiatan investasi dan perdagangan internasional.
Perdagangan valas ini dilakukan oleh bank sentral, para investor
institusional, dan para spekulator kecil (ritel). Forex juga
diperdagangkan di pasar CFD, namun mayoritas diperdagangkan bank dan
broker forex. Para investor atau trader kecil biasanya memilih kontrak
forex yang tersedia dalam unit mini dan mikro.
Kemudian, alasan bagi para investor yang bertrading CFD umumnya
didasari atas ketertarikan akan spekulasi finansial atau 'hedging'. CFD
dieksekusi dengan perpindahan dana dari tangan ke tangan, tapi tidak
terdapat hak kepemilikan atas aset pokok yang disalurkan.
Posisi trading CFD baik 'short positions' maupun 'long positions'
dapat dibuka tergantung pada sentimen aset dari seorang trader. Alasan
investor bertrading CFD yang ditujukan untuk 'hedging' yakni untuk
melindungi nilai investasi ekuitas dan komoditasnya menggunakan kontrak
CFD tersebut. Walaupun bisa juga investor bermotivasi spekulasi, karena ingin bisa bertrading saham-saham dari negara lain tanpa modal besar.
Itulah beberapa poin yang membedakan trading forex dan CFD yang masih
'kabur' bagi sebagian trader. Maka, uraian dapat menjadi referensi anda
para trader untuk memutuskan pilihan bijak untuk melangsungkan
aktivitas trading anda, forex atau CFD. Selamat bertrading!
Sumber: Seputarforex.com






