Ada banyak kesempatan trading yang menguntungkan di pasar forex,
namun sayangnya kita sering kali tak memiliki cukup waktu untuk
memanfaatkannya karena kesibukan sehari-hari yang beragam. Dalam situasi
semacam ini, berlangganan sinyal trading adalah salah satu solusi yang
bisa Anda tempuh untuk tetap bisa meraup untung dari pasar forex, tanpa
harus selalu memelototi platform trading 24 jam sehari.

Namun
di dunia maya banyak beredar sinyal trading forex, baik yang gratis
dengan persyaratan tertentu maupun yang bersistem langganan berbayar.
Diantara sinyal trading itu pun tak jarang yang cuma modus penipuan.
Sinyal trading forex hadir dalam berbagai jenis. Bagaimana kita memilih
sinyal trading yang tepat untuk kita? Pertama-tama yang perlu kita
lakukan adalah mengenali karakter dan jenis-jenis sinyal trading forex.
Mengenal Sinyal Trading Forex
Apa itu "Sinyal Trading Forex?" Sinyal trading forex adalah
saran untuk melakukan buy atau sell pair mata uang tertentu pada level
harga dan jangka waktu yang tertentu pula. Sinyal Trading Forex
dikirim oleh penyedia sinyal untuk klien mereka untuk membantu klien
dalam melakukan trading di pasar forex. Sinyal-sinyal exit dan entry
tersebut dikirimkan berdasarkan analisa pergerakan pair-pair mata uang
berdasarkan strategi tertentu. Analisa yang umum digunakan adalah
analisa teknikal, tetapi ada juga sejumlah sinyal yang dikombinasikan
dengan analisa fundamental. Sedangkan strateginya biasanya berbeda-beda
antara satu sinyal trading dengan yang lain; ada yang menggunakan
scalping, swing trading, martingale, dan lain sebagainya.
Ada
broker-broker tertentu yang sekaligus menyediakan servis sinyal trading
forex secara gratis bagi klien-nya, dan ada pula yang menawarkan sinyal
trading forex dengan tarif tertentu. Namun, para trader forex juga bisa
membeli sinyal trading forex pada penyedia sinyal trading (trading
signal provider) di internet secara independen, atau membuat sinyal
trading-nya sendiri. Masing-masing penyedia sinyal memiliki strategi
yang berbeda-beda, sehingga akurasi sinyal yang diberikan pun
bervariasi.
Sinyal trading forex secara umum dapat digolongkan dalam tiga kategori:
1. Sinyal yang dieksekusi secara otomatis dan sinyal yang tidak dieksekusi otomatis.
2.
Sinyal yang dikirim oleh software yang telah di-install pada komputer
trader, dan sinyal yang dikirim oleh sistem pihak ketiga.
3. Sinyal yang dibuat berdasarkan analisa personal seseorang, dan sinyal yang dibuat berdasarkan algoritma tertentu.
Sinyal yang dieksekusi secara otomatis dan sinyal yang tidak dieksekusi otomatis
Apabila seorang trader menggunakan sinyal trading yang akan
dieksekusi otomatis, maka ia hanya perlu berlangganan sinyal, memasang
setting sesuai petunjuk, lalu menyewa jasa VPS untuk memastikan komputer bisa online 24 jam.
Setelah itu, ia bisa duduk santai menonton sinyal-nya bekerja melakukan
entry dan exit, memanen pip demi pip. Sinyal trading akan langsung
dieksekusi di platform trading, sehingga trader pun cukup membiarkan
komputer menyala dan memantaunya sesekali saja.
Kelemahan dari
eksekusi otomatis ini terutama adalah ketahanan koneksi internet dan
aliran listrik. Komputer yang digunakan untuk trading harus benar-benar
"hidup" dan online 24 jam selama 7 hari seminggu, karena open dan close
posisi akan dilakukan terus menerus tanpa kenal waktu, dan bila platform
trading "mati" ditengah-tengah maka ada risiko posisi yang open tidak
ter-close, atau ketinggalan open posisi yang menguntungkan. Oleh karena
itu, para pengguna sinyal trading forex dengan eksekusi otomatis
disarankan untuk menyewa VPS yang berlokasi sedekat mungkin dengan
server pemberi sinyal trading untuk menghindari slippage dan delay.
Karena alasan ini, sejumlah penyedia sinyal menawarkan jasa sewa VPS-nya nya sendiri.
Sedangkan
sinyal yang tidak dieksekusi otomatis akan mengirimkan sinyal entry dan
close via email, sms, atau alarm langsung di platform trading, kepada
trader forex yang menjadi klien-nya. Sinyal-sinyal yang dikirimkan
tersebut kemudian harus dieksekusi sendiri oleh trader dalam jangka
waktu yang telah ditentukan. Perhatikan bahwa sinyal-sinyal itu tidak
akan berlaku lama dan hanya akan valid dalam waktu yang singkat, setelah
itu dengan cepat akan berubah lagi.

Sebagai
contoh, signal provider mengirim sinyal open posisi dan keluar untuk
pelanggan sinyal trading mereka dengan cara berikut :
- Sinyal pertama dikirimkan kepada trader pukul 10:00, dan sinyal ini akan tetap aktual sampai 12.30
- Trader akan menerima sinyal kedua pada 12.30, yang akan tetap aktual sampai pukul 15.00.
- Dan seterusnya
Waktu transaksi dalam sinyal-sinyal tersebut biasanya dikirim sesuai
dengan waktu GMT. Anda harus menyesuaikannya dengan waktu di tempat Anda
berada.
Sinyal yang dikirim oleh software yang telah di-install pada komputer trader, dan sinyal yang dikirim oleh sistem pihak ketiga.
Sinyal dari software yang telah di-install pada komputer trader juga
kerap disebut sebagai expert advisor (EA). Banyak EA yang ditawarkan
gratis di internet, juga ada yang ditawarkan dengan label harga
tertentu. Namun para trader forex sebenarnya bisa membuat EA sendiri
dengan memanfaatkan generator EA,
MQL4, ataupun MQL5. Tentu saja, kehandalan setiap EA berbeda-beda. Oleh
karena itu, sebelum menggunakan suatu EA, para trader biasanya
melakukan uji coba terlebih dahulu, backtest, ataupun meminta bukti akun riil dari penyedia EA. Dari bukti-bukti tersebut akan terlihat bagaimana performa EA itu dalam jangka waktu tertentu.
Kelemahan
EA terutama adalah pada ketergantungannya pada analisa teknikal. Karena
EA jelas dibentuk dari analisa teknikal, maka ia cenderung mengabaikan
faktor-faktor fundamental. Akibatnya, pengguna EA bisa mengalami
kerugian yang cukup besar saat terjadi pergerakan tak terduga akibat
rilis berita fundamental. Bahkan, ada sejumlah broker yang melarang
penggunaan EA dengan alasan bahwa EA bisa mengganggu sistem di saat-saat
tertentu. Namun akhir-akhir ini ada beberapa EA komersil generasi baru
yang memiliki fitur yang secara otomatis bisa menghentikan trading saat akan ada berita berdampak besar di kalender fundamental (High Impact News Filter).
Di
sisi lain, sinyal yang dikirim pihak ketiga, sesuai namanya, tidak
bersumber dari software seperti expert advisor. Salah satu contoh sinyal
trading forex dari tipe ini adalah sinyal yang dikirim oleh para trader
dalam jaringan social trading. Selain itu, ada juga sinyal yang dikirim
oleh penyedia sinyal independen via sms atau email. Sinyal yang dikirim
pihak ketiga ini bisa bersumber dari analisa personal seorang trader
forex berpengalaman, tapi bisa juga bersumber dari algoritma.
Sinyal yang dibuat berdasarkan analisa personal seseorang, dan sinyal yang dibuat berdasarkan algoritma tertentu
Sebagian sinyal yang beredar di jaringan-jaringan social trading seperti ZuluTrade, dan fasilitas sejenis dari broker tertentu seperti Forex Copy dari Instaforex
adalah sinyal yang berasal dari analisa personal lead trader. Para lead
trader melakukan transaksi buy dan sell, membuka dan menutup order,
lalu tindakan-tindakan tersebut akan dikopi secara otomatis ataupun
secara selektif (tidak otomatis) oleh para trader "pengikut"-nya. Karena
dilakukan oleh perseorangan, maka sinyal semacam ini rentan terkena
dampak pengaruh emosional si penyedia sinyal. Namun demikian, sinyal
hasil analisis seperti ini bisa mengkombinasikan analisa teknikal dan
fundamental secara lebih komprehensif dibanding sinyal yang dibuat
berdasarkan algoritma.
Sementara itu, sinyal yang dibuat
berdasarkan algoritma sepenuhnya terlepas dari emosi dan perasaan
individual, karena kondisi alamiahnya sebagai robot trading. Ya, sinyal
yang dibuat berdasarkan algoritma kerap disebut sebagai algo trading,
atau robot trading. Resiko terbesar dari sinyal semacam ini adalah
ketidakmampuannya mendeteksi kapan harus berhenti. Tak peduli apapun
yang terjadi di pasar, robot akan terus mengikuti instruksi awal yang
telah diberikan. Akibatnya, ketika terjadi krisis, maka robot cenderung
gagal. Sejumlah penelitian telah memperingatkan bahwa algo trading tidak
bisa mendeteksi kegagalan pasar (market crash).
Untuk
menghindari kerugian fatal, pengguna sinyal trading berbasis algoritma
perlu melakukan pemantauan rutin; memeriksa kelancaran infrastruktur
trading seperti VPS dan histori trading, serta memeriksa kehandalan
robot trading yang digunakan. Trader juga harus siap mengubah settingan
robot trading sesuai perubahan kondisi pasar. Dan apabila robot trading
itu tak lagi menguntungkan, jangan ragu untuk menyingkirkannya dan
mencari pengganti yang baru.
Itulah berbagai jenis sinyal
trading yang beredar. Lalu, bagaimana memilih sinyal trading yang tepat?
Simak pembahasannya di artikel berikutnya tentang tips dan trik dalam memilih sinyal trading yang bisa diandalkan.
Sumber: Seputarforex.com