Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 April 2016

Mari Trading dengan Passion

0 komentar
Eh, sebelumnya perlu saya tekankan, bahwa yang saya maksud di sini adalah passion, bukan emotion loh... Passion tidaklah sama dengan emotion, apalagi bila dikaitkan dengan trading. Trading dengan passion sangat saya anjurkan, sedangkan trading dengan emotion adalah 2 hal yang harus dipisahkan jauh-jauh. Mungkin saya perlu membuat padanan kata dari passion supaya tidak terjadi salah paham yah? Ok deh... saya padankan saja bahwa apa yang saya maksud  dengan "trading dengan passion" yang saya anjurkan di sini adalah "trading dengan hati".
trading dengan passion
Ok, sekarang saya ingin cerita dikit nih! Saya masih inget, saat awal belajar trading, beberapa temen nanya, "Ngapain sih belajar jadi trader, apa gak cuma buang-buang waktu tuh?" Atau kalo gak ya pertanyaan klasik berikutnya, "Emang dapet berapa sih dari trading, kok sampe rela begadangan gitu?"

Terus terang, jawaban yang paling sering saya berikan untuk pertanyaan model gitu sih ya nyengir saja. Hehehe! Yah, harap maklum, teman-teman saya jelas gak bisa ngerti gimana asyiknya trading, lah mereka belum pernah nyoba trade sih!
Trading bagi saya lebih sebagai hobi sih. Uang mungkin hanya "efek samping". Justru yang susah tergantikan menurut saya ya, keasyikan dan kepuasannya itu, yang gak bisa didapet dari kerjaan saya sehari-hari. Itulah kenapa, kalo ada orang yang nanya berapa saya "dapet" dari trading, buat saya pertanyaan itu gak relevan. It's not about money, it's about passion!

Nah, bicara tentang passion, kalo boleh saya mengutip pernyataan dari seorang konsultan karir. Katanya, "passion" adalah segala hal yang kita sukai sedemikian rupa sehingga kita tidak mungkin terpikir untuk tidak mengerjakannya. Passion will lead you to succes. And what is succes? Not about becoming the best, it is about becoming your self-best!

Passion masing-masing orang tidak sama. Ada yang passionnya di musik, ada yang di olah raga, atau bahkan ada yang passionnya lebih abstrak, semacam "membimbing orang lain". Wow! Di bidang apapun passion anda, apabila anda bekerja sesuai dengan passion, maka segala sesuatunya akan terasa lebih menyenangkan, karena "pengorbanan"pun akan terasa sebagai "kenikmatan".

Nah, masalahnya, banyak orang yang ternyata tidak tahu apa passionnya. Passion itu tidak sekedar hobi atau kesenangan. Memang mirip meskipun tidak sama. Untuk menemukan passion kita, cobalah merenung sesaat, "Apakah yang membuat kita merasa fullfilled dan happy?"
Ok, intinya saya pengen mengajak anda untuk coba menelusuri passion anda. Siapa tau nih, ada yang menemukan bahwa passionnya ada di kegiatan trading. Cocok kan? Hehehe... Soalnya kalau saya rasakan, di trading ini banyak banget hal-hal yang bisa berhubungan dengan passion. Mau contoh? Ok, coba kita lihat yah... Untuk sebagian orang mungkin ngeliat deretan angka juga sudah menarik. Eh, jangan salah, saya pernah kenal dengan orang yang ngaku bisa jatuh cinta pada bilangan atau deretan angka loh... Hehehe!  Atau, mungkin ada yang menikmati adrenaline rush saat open position dan mengamati gerakan chart. It’s ok!

Di bagian manapun dari kegiatan trading ini yang sesuai dengan passion, maka jadilah! Maksudnya? Ya...itu, jadilah trading sebagai kegiatan yang menyenangkan. Hehehe... "Pengorbanan" semacam melek semaleman, berjam-jam melototin chart atau bahkan saat loss-pun menjadi "menyenangkan". Nah, kalau pekerjaan sudah terasa menyenangkan, maka pembahasan soal stress tidak lagi relevan. Artinya? kita akan jauh dari stress, meskipun load kerja tinggi. Hebat kan?

Nah, sekarang... Coba deh, barangkali anda menemukan passion di trading. Kalau memang iya, saya ucapkan "Selamat!" Anda (kemungkinan besar) akan menjadi successful trader. Yah... Setidaknya anda sudah bekerja sesuai dengan passion, sehingga anda (mestinya) jauh dari stress. Itu satu hal yang patut disyukuri loh... Bukankah bebas stress adalah hal yang "mahal" di jaman yang (katanya sih) serba bikin stress ini? Hehehe...
Happy trading!



sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Trading Dengan Gaya Perang Sun Tzu

0 komentar
Jenderal Sun Tzu, panglima perang terkemuka China ketika negara tersebut terbelah menjadi 3 kerajaan dikenal genius, cerdik, disiplin dan setia pada profesinya, yaitu perang, perang dan perang. Sebagai panglima perang ia hanya punya satu tujuan hidup yaitu memenangkan setiap pertempuran.

Ia sadar tidak semua pertempuran akan bisa dimenangkan, oleh karena itu Sun Tzu tidak asal main serang lawan, seperti katanya: “ yang akan memenangkan pertempuran adalah meraka yang tahu kapan harus menyerang dan kapan harus tidak menyerang.” Gaya perang ala Sun Tzu telah banyak dikenal. Sebagai trader kita bisa mengadopsi seni perang tersebut terutama dalam memutuskan kapan kita mesti masuk dan kapan harus menjauhi pasar.

                                                      

Pasar forex selalu berubah, pasangan mata uang selalu bergerak setiap waktu dan banyak trader selalu berbuat kesalahan yang sama, yaitu over-trading. Mereka entry berkali-kali seakan mengejar pasar dan berpikir bahwa semakin banyak posisi trading akan semakin besar kemungkinannya untuk profit. Dan ternyata itu tidak benar.

Jika Anda ingin menjadi trader yang menghasilkan profit dengan konsisten Anda harus bisa menunggu dengan sabar waktu yang paling tepat untuk entry, seperti gaya perangnya Jenderal Sun Tzu. Ia tidak asal menyerang meskipun bisa menyerang. Ia akan terlebih dahulu mempelajari dengan detail apa saja tentang lawannya, kekuatan dan kelemahannya, kemudian mempersiapkan strategi yang paling jitu, membuat rencana detail dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan.

Trader forex seharusnya tidak mengejar pasar dengan trading pada time frame 5 menit dan melakukan 20 trade dalam sehari. Sebaiknya mereka melihat pada time frame tinggi semisal 4 jam atau sehari (daily) untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai trend dan pergerakan harga pasar, menentukan level stop loss dan target, dan menunggu dengan sabar hingga tiba peluang yang paling memungkinkan untuk entry. Mereka bisa menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari untuk sebuah kesempatan entry yang telah dipersiapkan dengan baik dan yang probabilitasnya tinggi.

Belajar dari seni perang ala Sun Tzu Anda seharusnya masuk pasar hanya jika Anda yakin akan menang dan kesempatan tersebut memang ada. Jika Anda tidak yakin 100% sebaiknya Anda menjauh dari pasar untuk menghindari kerugian. Didalam bukunya “The Art of War”, Sun Tzu menulis bahwa pihak yang memenangkan peperangan adalah mereka yang telah membuat kalkulasi dalam segala aspek perang dengan detail, termasuk pertahanan, logistik dan teknik penyerbuan.

Strategi perang berabad-abad yang lalu itu mempunyai banyak persamaan dengan dunia trading masa kini. Keduanya berhubungan dengan perubahan variabel yang tidak bisa diprediksi dengan akurat. Jadi untuk memenangkan suatu peperangan atau memperoleh profit dalam trading adalah dengan persiapan yang maksimal dalam semua aspek sebelum terjun ke medan perang atau masuk ke pasar.

“Jika serangan pasti akan berbuah kemenangan maka lakukan sekalipun raja melarang, tetapi jika belum tentu menang maka jangan lakukan meskipun raja memerintahkan.” (Sun Tzu)


Sumber : www.forexsocialtraders.com : Apply Sun Tzu’s Art of War To Learn When It Is More Profitable To Stay Away From Market
Seputarforex.com
Read more...

Gaji Seorang Trader Forex

0 komentar
Seorang trader forex bisa melakukan trading untuk dirinya sendiri atau pihak lain dengan perjanjian tertentu. Dia adalah trader independen. Namun dia juga bisa bekerja untuk sebuah broker besar, bank, institusi keuangan atau perusahaan investasi. Trading untuk diri sendiri atau pihak lain (klien) tentu tidak dituntut syarat pendidikan formal yang tinggi, asal klien Anda percaya pada prestasi trading Anda atau pada pihak yang merekomendasikan Anda.

Tetapi lain halnya jika bekerja untuk broker besar, bank atau perusahaan investasi. Selain diminta menunjukkan bukti prestasi trading (bagi yang telah berpengalaman), Anda juga diharuskan lulus dari serangkaian test dan memenuhi syarat pendidikan formal sesuai ketentuan. Broker dan bank besar bahkan ada yang mensyaratkan sertifikat dari badan regulator tertentu. Di Amerika Serikat seorang trader forex minimal harus mengantongi sertifikat Commodity Trading Advisor atau Retail Foreign Exchange Dealer dari badan regulator pemerintah seperti National Futures Association (NFA).

                                                 

Kompensasi
Jika Anda bekerja untuk sebuah broker, institusi keuangan atau perusahaan investasi di Amerika Serikat, sebagai kompensasi Anda akan menerima gaji pokok (base salary) ditambah sejumlah bonus berdasarkan lama waktu kerja Anda (dalam satuan tahun), volume trading dan total profit yang Anda hasilkan selama periode tertentu. Menurut survey Biro Statistik Tenaga Kerja AS (yang merilis data Non-Farm Payrolls) per tahun 2010 rata-rata gaji pokok trader forex dan trader komoditi di AS adalah USD 60,980 per tahun, dan USD 104,000 per tahun bagi top ranking 10% (belum termasuk bonus). Trader berpengalaman bisa memperoleh gaji pokok antara USD 100,000 hingga USD 120,000, dan dengan bonus bisa mengantongi USD 150,000 hingga USD 250,000 per tahun.

Hal yang mendukung keberhasilan seorang trader forex
Menurut John McCarthy, managing director dan head of foreign exchange trading di ING Capital Markets, LLC, kualitas yang diperlukan seorang trader forex adalah “cepat tanggap, terbuka, bisa merasa enjoy dalam menghadapi tekanan akibat resiko yang diambil, dan bisa bekerja pada lingkungan yang sensitif terhadap waktu dan resiko.” Bank-bank dan institusi keauangan besar memang mensyaratkan Anda minimal mesti memiliki gelar MBA atau Ph.D. dalam bidang keuangan, ekonomi, matematika atau fisika. Namun jika pendidikan Anda tidak sampai ke jenjang tersebut tetapi memiliki track record trading yang bagus dan bisa dibuktikan, Anda juga dianggap berkualitas.

Gaya hidup
Di AS, pekerjaan trading forex adalah sebuah gaya hidup tersendiri. Pasar buka jam 5 pagi hari Senin waktu Australia dan tutup jam 5 sore hari Jum’at waktu New York. Jika lokasi Anda di New York dan trading pada pasar Asia dan Eropa, Anda mesti siap di meja trading paling tidak jam 4 sore hingga larut malam. Bagi seorang trader forex, bekerja sehari 12 jam bukanlah hal yang luar biasa. Anda memang digaji untuk menjalani gaya hidup seperti itu, trading or sleeping. Tentu saja kecuali hari Sabtu dan Minggu.

Sumber : work.chron.com : Salary of a Currency Trader, by: Victoria Duff
                    work.chron.com : Currency Trader Job Description, by: Linda Ray
Seputarforex.com 
Read more...

3M - Tiga Komponen Untuk Sukses Dalam Trading (1)

0 komentar
Strategi, sistem dan metode trading selalu terkesan hebat diatas kertas, namun jika telah diterapkan dalam trading, pada kenyataannya kondisi pasar yang tidak menentu dan sangat sulit diperkirakan akan membuat strategi yang paling hebatpun tidak mampu menghasilkan profit yang terus menerus. Kenyataan yang paling cepat dipelajari adalah trading menjadi semakin sulit ketika trader mengalami tekanan emosi, sekalipun ia menggunakan strategi trading yang efektif.
                                                  
Meski metode trading yang Anda gunakan sangat penting, namun itu belumlah cukup. Pada dasarnya ada tiga komponen untuk sukses dalam trading, yaitu Mind (pikiran), Money (money management) dan Method (metode trading), atau lazim disingkat dengan 3-M. Jika Anda mengabaikan salah satu komponen tersebut, cepat atau lambat Anda tidak akan mampu menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.

Hal tersebut bukan berarti Anda tidak harus menggunakan strategi trading yang bagus, trading forex jelas memerlukan strategi dan sistem trading yang telah teruji dengan tingkat profit (winning rate) setinggi mungkin. Tanpa metode, strategi dan sistem trading yang bagus Anda tidak akan menemukan sinyal trading yang probabilitas-nya tinggi. Namun jika Anda hanya mengandalkan strategi trading, Anda tidak akan pernah benar-benar sukses karena dua komponen yang lain kurang Anda perhatikan, yaitu Mind dan Money.

Memang pada awalnya trader akan mengandalkan strategi trading yang canggih dengan winning rate yang besar, namun sebenarnya ketiga komponen tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Anda seharusnya bisa menjaga keseimbangan ketiga faktor tersebut ketika trading.

Komponen pertama: Mind (pikiran)
Jika Anda tidak mempunyai cara pikir yang benar, strategi trading yang paling bagus sekalipun tidak akan membuat Anda sukses. Cara pikir yang kurang benar antara lain: berapa profit yang akan saya peroleh jika mengikuti metode trading tertentu, atau berapa lama lagi saya akan menjadi trader full-time yang bisa terus profit, dan lain sebagainya. Pikiran seperti itu sering terjadi pada trader pemula atau mereka yang sedang berjuang untuk bisa trading dengan profitable.

Mereka selalu beranggapan bahwa trading forex adalah semacam mesin uang (meski anggapan ini bisa saja benar bila mereka mampu menghasilkan profit secara kontinyu), sehingga fokus pikiran mereka akan selalu tertuju pada berapa besar uang yang akan mereka peroleh. Hal inilah yang mendorongnya untuk mengambil jalan pintas antara lain dengan masuk pasar sesering mungkin yang pada akhirnya sangat mungkin bisa menyebabkan account trading-nya hancur.

Pikiran yang berfokus pada hasil akhir yang bakal diperoleh akan cenderung menyebabkan tekanan emosi yang tidak terelakkan. Satu-satunya cara untuk menghindari hal ini hanya dengan merubah cara pikir yang kurang benar tersebut. Uang, atau hasil yang profitable akan bisa Anda peroleh bila Anda tidak trading dengan cara pikir yang kurang benar yang menyebabkan emosi Anda lebih berperan.

Sumber : www.learntotradethemarket.com : Even the Best Trading Strategy Won’t Save You
Seputarforex.com 
Read more...

Trading Ala Sun Tzu: Seni Berperang (1)

0 komentar
Seni Perang Sun Tzu adalah karya klasik yang banyak dibaca dan diterapkan pada berbagai bidang, karena sifat fundamental alaminya yang mudah diadaptasikan pada berbagai bidang kehidupan. Dalam posting ini, saya mengekstraksi beberapa bagian untuk diterapkan dalam trading dan dengan berbuat demikian, berharap untuk memperkenalkan konsep trading yang penting bagi Anda.

Saya juga mengelompokkan dan mengkategorikannya untuk memudahkan pemahaman. Untuk meletakkannya dalam konteks trading, saya telah menganalogikan istilah sebagai berikut :
- Jendral = Anda/trader
- Pertempuran = Trading
- Pasukan = modal/uang Anda
DALAM HAL MEMAHAMI MARKET
  • "Kami tidak cocok untuk memimpin pasukan pada bulan Maret kecuali kita sudah familiar dengan wajah negaranya - pegunungan dan hutan, perangkap dan tebing serta rawa-rawa." (Sun Tzu).

    Seperti apa yang Warren Buffett katakan, "risiko itu bukanlah mengetahui apa yang Anda lakukan. Jika Anda tidak memahami market, Anda tidak cocok untuk berinvestasi di dalamnya. Anda akan mendapatkan modal Anda (tentara anda) tersapu habis"
  • "Dia yang mengetahui semua hal ini, dan dalam pertempuran menempatkan pengetahuan ke dalam praktek, akan memenangkan pertempuran." (Sun Tzu).

    Tidak cukup baik jika kita hanya mengetahui teori dan konsep di balik investasi. Seorang trader harus mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dengan benar untuk mendapatkan profit dari market.
DALAM HAL PSIKOLOGI TRADER
  • "Seorang Jenderal, yang tak mampu mengendalikan kejengkelannya, akan meluncurkan anak buahnya untuk serangan seperti semut dipenuhi, mengakibatkan sepertiga anak buahnya gugur, sementara kota masih tak terkendali. Hal demikian adalah efek buruk dari pengepungan." (Sun Tzu)

    Jangan emosional terpengaruh oleh market atau kerugian. Jika trader terlalu bersemangat untuk mendapatkan keuntungan atau membalas dendam kerugian, trader bisa kehilangan kewarasan dan menjadi tidak rasional. Keputusan-keputusan yang diabil kemungkinan akan cacat dan berakhir dengan kerugian. Hal demikian adalah efek buruk dari trading yang impulsif
  • "Ada lima kesalahan berbahaya yang dapat mempengaruhi seorang jenderal:
    (1) kecerobohan, yang mengarah pada kehancuran,
    (2) pengecut, yang mengarah untuk tertangkap,
    (3) temperamen tergesa-gesa, yang dapat dipicu oleh penghinaan,
    (4) kenikmatan kehormatan yang sensitif terhadap rasa malu,
    (5) over-perhatian pada pasukan, yang membawa dia pada kekhawatiran dan masalah"

    Psikologi adalah kunci untuk trader. Jika dia tidak bisa mengendalikan emosi dan karakternya, dia akan kehilangan uang dalam market. Jika dia ceroboh, ia akan membuat trading runyam tanpa memperhitungkan peluang untuk menang. Jika dia adalah seorang pengecut, ia tidak pernah bisa menang cukup besar untuk menutupi kerugiannya. Jika ia memiliki temperamen yang tergesa-gesa, dia akan mencoba untuk membalas dendam pada market yang berakhir dengan kerugian lebih besar. Jika dia membanggakan diri ketika ia menang, ia akan menjadi tenang ketika ia loss dan dia tidak akan pernah belajar dari kesalahan. Jika dia over perhatian pada kerugian, ia akan selalu khawatir dan tidak pernah dapat melakukan transaksi lagi dengan lebih baik.
DALAM HAL MANAGEMENT UANG
  • "Kontrol/pengaturan atas pasukan besar adalah sama prinsipnya sebagaimana kontrol atas beberapa orang, itu hanyalah sebuahpertanyaan tentang pembagian jumlah mereka." (Sun Tzu)

    Trading modal besar adalah sama halnya dengan trading modal kecil. Anda seharusnya tidak terpengaruh oleh angka absolut kerugian dan keuntungan ketika bertrading. Ikuti sistem dan aturan normal dan membagi modal sesuai lot dan posisi yang tepat.
DALAM HAL MENJAUH DARI MARKET
  • "Dia akan menang, yang tahu kapan harus melawan dan kapan tidak melawan." (Sun Tzu)

    Peluang tidak selalu tersedia di market. Ada saat bahwa sistem trading Anda tidak akan bekerja dan penting untuk absen dari trading market. Jika Anda bersikeras dalam trading market dalam kondisi seperti itu, Anda akan berakhir dalam serangkaian kerugian dan menguras modal Anda yang tidak perlu.

    Ketika Anda mengalami serangkaian kerugian, itu adalah tanda jelas bagi Anda untuk menghentikan trading. Renungkan apakah itu adalah masalah dengan diri sendiri, atau sistem yang tidak bekerja di bawah kondisi market tertentu.

    Selama menjalani refleksi Anda, hentikan semua kegiatan trading Anda sampai Anda mengetahui masalah yang sebenarnya. Anda akan belajar lebih banyak tentang diri Anda, sistem trading dan market. Pengalaman ini akan membantu dalam menilai kapan untuk trading dan kapan tidak bertrading di masa depan. Tidak melawan bukan bermakna pengecut, itu adalah mantra "bertahan hidup untuk melawan di hari lain".
  • "Jika pertempuran ini yakin akan menghasilkan kemenangan, maka Anda harus berjuang, meskipun penguasa melarangnya. Jika pertempuran tidak akan menghasilkan kemenangan, maka Anda tidak harus berjuang bahkan saat ada penawaran penguasa."

    Penting belajar untuk trading ketika ada peluang menguntungkan untuk melakukannya. Tapi lebih penting lagi belajar untuk tidak trading ketika situasi tidak menguntungkan.


Sumber:
bigfatpurse.com
Seputarforex.com 
Read more...

Kisah Inspiratif Seorang Trader

0 komentar
Sebelumnya kisah ini pernah ditulis pada majalah-majalah ekonomi dan disebarluaskan kebentuk koran bisnis. Namun saya tak membahas mengenai siapa dia, asal-usulnya, ataupun pekerjaannya. Yang jelas kita bisa ambil intisari dari kisah perjalannnya dalam trading yang kini telah meneguk kesuksesan tiada tara. Bukan cuma main kecil-kecilan melainkan sudah bertransaksi milyaran dollar. Mau tau kisah inspirasinya?



Beberapa teman penulis lain sepertinya juga menulis kembali ke dalam site-site investor maupun artikel forex. Banyak yang mengambil dari informasi luar negeri atau menelaah hasil kajian diskusi beberapa site indo maupun forum dalam negeri.

Kisah ini tidak menceritakan perjalanan hidup, karir, ataupun suka dukanya melainkan tips atau trik yang dipetik dari uraian kisahnya. Anda sudah tahu Paul Rotter. Yap benar sekali dia seorang trader profesional saat ini yang sukses dalam dunia trading. Ia bisa menghasilkan dari modal awal $526.000 menjadi $6.5 juta dalam waktu 3 bulan.

Bagaimana sih ia bisa sukses seperti itu? Ternyata dia selalu menerapkan pemikiran dasar seperti yang dilakukan oleh trader lain. Bedanya ada dalam mindset fikiran. Kita trading sebetulnya bisa sukses kalau ada orang yang mengajarkan kita menjadi sukses. Setuju? Paul Rotter bisa menghasilkan begitu banyak keuntungan karena ia memiliki partner atau guru, atau tokoh inspiratifnya yang secara tidak langsung memberikan contoh trading.

Waktu Paul Rotter bekerja di salah satu Bank Japan, ia bertemu dengan salah seorang chief trader di bank tersebut yang selalu membuat keuntungan konsisten. Karena trader tersebut bisa membukukan profitnya setiap bulan dan setiap tahunnya, akhirnya Paull Rotter belajar dengannya. Nah, berarti Paull bukan belajar sendiri, ia tetap belajar dari gurunya di Bank Japan tersebut.

Ia juga mengutarakan selalu melihat fundamental, rilis news, rumor yang beredar sebelum “market open”. Jadi market open sekitar pukul 04.00 WIB hari Senin. Berarti ada 2 hari waktu libur, dan ia menggunakannya untuk mengamati, mempelajari jadwal-jadwal penting mengenai news yang beredar. Setelah ia tahu ada hal penting tersebut, mulailah mengumpulkan informasi level-level penting di market. Biasanya akan membentuk trend panjang setelah melewati level harga penting. Level ini identik dengan aturan fibonanci, support resisten, ataupun pivot point. Paull tidak mengatakan secara detail mengenai level ini.

Dalam tradingnya, Paull selalu menerapkan MM. Trader profesional memang menerapkan management. Dikatakan setiap hari ia akan selalu menargetkan loss ataupun profitnya. Jika memang loss atau profit sudah sesuai target maka dia tak akan open posisi lagi.

Yang paling menarik adalah Paul tak segan-segan untuk menutup posisi bila memang transaksinya salah. Prinsipnya seorang trader harus memiliki dasar transaksi, bukan opini. Contoh jika harga melawan transaksi, sedangkan market telah memperlihatkan signal lain dan Anda tetap berpegang teguh tidak menutup posisi maka hal ini identik dengan opini. Jadi semakin kuat opini trader, semakin tidak rela melakukan close posisi. “Itu kuncinya”, tegas Paull.

Ketika posisi memang salah, ia selalu mencari penyebabnya. Bukan langsung menutup saat itu, dicarilah kenapa market melawan transaksi. Bila memang ada bukti-bukti yang mendukung kesalahannya maka transaksi tersebut pasti akan ditutup. Disini kita melihat harga yang melawan belum tentu sebuah kesalahan. Paull selalu mencari penyebab dari perlawanan tersebut hingga akhirnya keputusan untuk keluar posisi dilakukan.

Sekarang bagaimana dengan Anda? 


Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Tip Trading - Belajar Dari Seekor Buaya

0 komentar
Suatu siang di bagian benua Australia yang beriklim tropis, keberadaan seekor buaya yang dikenal sebagai predator sungguh menakutkan. Ia dengan sabar sedang menunggu makhluk hidup yang tidak was-was untuk dimangsa sebagai menu utama makan siangnya. Buaya adalah salah satu spicies binatang yang sangat sukses dalam mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Menurut para pakar arkeologi keberadaannya di bumi sudah terbilang sangat tua, lebih dari 200 juta tahun lalu, jauh sebelum manusia ada. Dari waktu ke waktu buaya mengalami perkembangan baik fisik maupun perangainya hingga bisa mempertahankan hidup di bumi bersama-sama dengan manusia.

Buaya adalah binatang predator yang oportunistik. Ia selalu mempelajari tingkah laku calon mangsanya, mengintai sambil berbaring menunggu dalam waktu yang cukup lama dan sanggup menahan rasa lapar berhari-hari. Ketika tiba kesempatan yang tepat, ia segera menangkap mangsanya dengan sangat akurat, tanpa ragu dan penuh percaya diri. Ini menunjukkan bahwa salah satu makhluk hidup yang paling tua di bumi ini bisa mempertahankan eksistensinya dengan sebuah metode mencari mangsa (walaupun sederhana), sangat sabar dan disiplin. Pakar arkeologi Charles Darwin telah meneliti hal ini, bahkan predator raksasa tyrannosaurus tidak bisa mempertahankan keberadaannya di bumi lantaran metode berburu mangsa dan perangai hidupnya yang berbeda dengan reptil yang satu ini.

                               

Buaya bisa digolongkan sebagai binatang ‘penembak jitu’. Ia mungkin hanya perlu makan sekali dalam seminggu karena bisa mendapatkan mangsa yang berkualitas dan bukan mangsa kecil-kecil yang jumlahnya banyak tapi kurang berkualitas. Buaya enggan melakukan itu karena selain menghamburkan banyak tenaga, resiko ketika memburu mangsanya juga besar. Sebagai seorang trader forex, banyak hal positif yang bisa kita pelajari dari perilaku seekor buaya dalam mencari makanan untuk menyambung kelangsungan hidup dan eksistensinya.

Buaya adalah contoh yang baik bagi seorang trader

Tingkah laku buaya diatas bisa dijadikan model atau contoh bagi seorang trader bagaimana seharusnya mereka berperilaku dalam trading. Dalam trading forex kita adalah predator, bukan hanya itu, bahkan sebagai manusia secara alami kita mempunyai naluri untuk berburu. Sebagai seorang trader, kita bisa meniru metode buaya dalam mencari mangsa. Kita mesti disiplin, sabar, bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pasar dan mempunyai metode tertentu untuk menghindari resiko dan meraup profit. Seekor buaya bisa belajar dengan cepat untuk mengenali situasi disekelilingnya, jika lingkungannya membahayakan, ia segera cabut, pindah ketempat lain.

Buaya memang tercipta sebagai predator pemburu dan ‘penembak jitu’ yang sabar. Tubuhnya yang besar dan panjang tentu saja memerlukan banyak protein untuk bertahan ketika diet, untuk berenang kesana kemari memburu mangsanya. Ia tidak makan ikan kecil yang banyak terdapat disekelilingnya dan sangat mudah untuk ditangkap, mangsa sejenis itu tidak menarik. Selain menghabiskan banyak energi untuk memburunya, kandungan gizi yang diperoleh tidak sebanding dengan mangsa besar yang cukup sekali lahap. Analoginya dengan trading: dengan jarang-jarang entry kita bermaksud memperoleh ‘kandungan gizi’ yang cukup untuk bertahan hingga saat entry berikutnya, dan mengurangi resiko dari perburuan entry pada posisi trading yang kurang berkualitas.

Tentu saja kita bisa mengalami loss, tidak semua ‘mangsa’ yang kita lihat besar selalu akan menguntungkan, tergantung dari strategi trading dan management resiko kita. Tetapi ‘metode buaya’ ini jelas: menunggu dan memantau dengan sabar hingga ada ‘mangsa’ besar, dan pada saat yang tepat kita ‘menerkam’. Ada ungkapan ‘All good things come to those who wait’ yang sering disitir para motivator guna menjelaskan manfaat dari kesabaran, disiplin dan bekerja mengikuti rencana. Tentu saja ungkapan tersebut sangat besar artinya bagi seorang trader.

Trader berpengalaman dan trader profesional jarang masuk pasar (untuk satu jenis pasar tertentu). Mereka selalu menjaga frekuensi tradingnya guna menghindari resiko yang lebih besar. Cara trading mereka hampir sama dengan cara buaya menunggu mangsa. Mereka adalah ‘penembak jitu’ dalam pasar forex, bukan ‘pemberondong’  pasar. Selain disiplin dan sabar, para trader profesional mempunyai metode yang pasti dan rencana trading yang jelas.
Buaya mempunyai pukulan yang efektif dan mematikan
Belum pernah dalam kenyataan ada cerita makhluk yang bisa meloloskan diri setelah tertekam masuk ke mulut buaya, atau buaya yang baik hati mau melepaskan mangsanya. Bandingkan dengan seekor singa yang sering kali gagal ketika mengejar dan berusaha menangkap seekor rusa. Singa telah banyak mengeluarkan energi dalam memburu mangsanya dan sering gagal, sedang buaya cenderung ‘sering profit’ dengan diam menunggu mangsa yang lewat dekat mulutnya. Buaya tidak banyak membuang energi, cukup diam tetapi selalu siaga dan awas. Itulah sebabnya buaya bisa memukul dan menerkam mangsanya yang sedang lengah dengan efektif dan mematikan.

Sebagai trader, bersabar menunggu saat yang tepat akan meningkatkan ‘daya terkam’. Kita mesti bisa mengendalikan diri sendiri karena memang kita tidak bisa mengontrol pasar sebagai ‘mangsa’ yang hendak kita terkam. Kita bisa menghemat dana atau ‘energi’ dan menunggu dengan sabar hingga pasar memberikan sinyal trading yang valid. Dengan cara ini kita bisa meningkatkan ‘daya pukul’, bukan dengan berkali-kali masuk pasar seperti seekor singa yang banyak membuang energi mengejar mangsanya.

                                

Buaya belajar cepat dalam mengenali resiko di lingkungannya
Buaya bisa belajar mengenali lingkungannya dengan cepat dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada, terutama sekali ia bisa dengan cepat menghindari keadaan yang membahayakan. Kemampuan ini adalah salah satu sebab mengapa buaya bisa bertahan hidup jauh lebih lama dari spicies reptil sejamannya. Dalam trading, dengan tidak mengambil resiko yang berlebihan, atau menentukan resiko dengan wajar sesuai kondisi pasar adalah salah satu cara agar account trading kita bisa bertahan lama.

Manusia jelas memiliki intelegensia yang jauh lebih tinggi dari buaya, kita juga punya emosi yang tidak ada pada buaya, dan emosi sering menyebabkan kita ragu-ragu, berlebihan dalam analisa (over analyzing) hingga sangat mempengaruhi dalam mengambil keputusan trading. Sebagai trader kita mesti bisa belajar dari kesalahan, terutama dalam menghindari ‘bahaya’ atau resiko dengan tidak sering-sering entry dan menentukan besarnya resiko per trade dengan wajar.

Buaya bisa menghemat energi untuk digunakan pada perburuan mangsa berikutnya
Buaya menghemat energi dengan memangsa daging yang cukup besar dan mengandung banyak protein untuk bisa bertahan selama beberapa waktu kedepan. Ini pula yang menyebabkan spicies ini bisa bertahan hidup pada masa lalu ketika makanan di bumi begitu langka. Secara teori evolusi telah terbukti bahwa konsep sabar dan disiplin dalam memburu mangsa menyebabkan beberapa spicies tertentu bisa bertahan hidup lebih lama. Buaya memang mempunyai intuisi semacam itu dan kemampuan untuk menghemat energi adalah akibat dari kebiasaannya dalam berburu mangsa. Kemampuan untuk mempertahankan account trading adalah hal yang sangat krusial. Akan lebih menguntungkan jika intuisi kita dalam trading seperti seekor buaya. Akan lebih banyak dana atau ‘energi’ yang bisa kita hemat dengan tidak entry pada kondisi pasar yang kurang jelas.

Buaya beradaptasi dengan cepat pada kondisi lingkungan yang berubah
Seorang pawang buaya di Australia menuturkan bahwa ia selalu mengalami kesulitan ketika hendak menangkap buaya-buaya liar pada suatu lokasi dengan cara yang sama. Harus digunakan trik yang berbeda dari sebelumnya. Kemampuan buaya untuk bisa cepat beradaptasi dengan perubahan keadaan lingkungan adalah juga salah satu sebab mereka bisa bertahan hidup selama berabad-abad. Sebagai trader, kita harus bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi pasar yang kadang memang sangat cepat. Beberapa pembuat software sistem trading telah banyak menawarkan metode yang ‘adaptable’ dan bisa diterapkan dengan instan. Terserah pada kebijakan Anda untuk menggunakan software-software tersebut, namun intinya kita tahu bahwa kondisi pasar bisa cepat berubah, dan kita mesti bisa beradaptasi secepat mungkin, seperti seekor buaya.

Apakah Anda harus ‘trading ala buaya’ ?
Kesimpulannya terserah pada persepsi Anda masing-masing. Artikel ini hanya memberi gambaran dan analogi dalam kehidupan nyata yang masuk akal serta bisa diterapkan dalam trading.  Barangkali untuk menjadi ‘buaya trading’ (seperti istilah untuk ‘buaya keroncong’ atau orang yang hobbi sekali dan jago menyanyikan lagu-lagu keroncong), Anda mesti menerapkan ‘trading ala buaya’.


Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com 
Read more...

Seni Dalam Trading Forex - (bagian 1)

0 komentar
Didalam suatu peperangan, kita tidak bisa mengendalikan musuh kita atau mengetahui dengan pasti apa yang akan mereka lakukan. Dalam trading, kita tak bisa mengendalikan pasar atau mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi di pasar. Didalam peperangan maupun trading, satu-satunya variabel yang bisa benar-benar kita kendalikan adalah diri kita sendiri, yaitu cara berpikir dan tindakan kita. Semakin baik cara berpikir dan rencana tindakan kita dalam trading semakin tepat langkah yang kita lakukan. Dalam suatu peperangan, pihak yang kurang persiapan dan kurang terlatih dengan baik biasanya adalah yang kalah. Kita bisa meraih sukses ‘kemenangan’ dalam trading dengan persiapan sebaik mungkin sebelum terjun ke ‘peperangan’ di pasar.
Didalam bukunya “The Art of War”, Sun Tzu menulis bahwa pihak yang memenangkan peperangan adalah yang telah membuat kalkulasi dalam segala aspek perang dengan detail, termasuk pertahanan, logistik dan teknik penyerbuan. Strategi dalam militer mempunyai banyak persamaan dengan dunia trading masa kini. Keduanya berhubungan dengan perubahan variabel yang tidak bisa diprediksi dengan akurat 100%. Jadi untuk memenangkan suatu peperangan atau memperoleh profit dalam trading adalah dengan persiapan yang maksimal dalam semua aspek sebelum terjun ke medan perang atau masuk ke pasar.
        

Trading adalah seni

Untuk menjadi seorang trader forex yang sukses Anda mesti bisa mengembangkan kemampuan internal Anda dalam mengendalikan pikiran dan tindakan Anda. Ini juga berarti Anda harus mengasah kemampuan dalam membaca trading chart dan menganalisa kondisi pasar agar Anda merasa percaya diri pada kemampuan Anda dalam “membaca” pasar.
Pengetahuan tersebut tidak bisa dirumuskan dalam metode yang kaku dan baku sebab pasar adalah dinamis yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Salah satu cara untuk menyiasati keadaan ini adalah dengan pendekatan membaca sentimen para pelaku pasar. Membaca pasar lebih bersifat seni yang memperbolehkan kebebasan dalam memilih metode memahami sentimen pasar yang sangat dinamis dan tidak harus baku. Inilah yang membedakan trader profesional, trader amatir dan trader pemula.
Cara berpikir untuk terjun ke ‘medan perang’ trading forex
Menerapkan cara berpikir yang tepat untuk terjun ke ‘medan perang’ trading forex adalah sangat penting guna meraih sukses dalam trading di pasar forex. Peperangan terjadi antara Anda melawan emosi Anda. Jadi intinya Anda melawan diri Anda sendiri, bukan melawan pasar atau trader lain seperti yang diperkirakan oleh banyak trader pada umumnya.
Trader yang telah berhasil dalam hal ini tidak terlalu peduli apakah dia loss atau profit pada sebuah posisi trading karena mereka tahu hasil trading adalah respon pasar yang merupakan bagian dari proses trading secara keseluruhan. Yang mereka pedulikan adalah cara eksekusi posisi yang tepat sesuai metode trading serta managemen resiko yang memadai sesuai rencana tradingnya. Mereka tidak terganggu sama sekali oleh emosinya dengan target profit yang harus menghasilkan sejumlah uang tertentu dalam setiap posisi trading yang dibuka, seperti yang banyak dilakukan oleh para trader pemula. Tidak seperti profesi lain pada umumnya, kita sebagai seorang trader forex tidak bisa dengan pasti menentukan berapa penghasilan yang bakal kita dapatkan dalam suatu perode waktu. Jika kita telah menjalankan rencana trading sesuai dengan money management dengan benar, berapapun hasil yang kita dapat adalah bagian dari tahapan untuk sukses.
Persiapan mental untuk trading dalam pasar forex
Katakan Anda telah menjalankan strategi dan rencana trading yang telah teruji. Apakah Anda masih bisa mengendalikan emosi Anda jika ternyata mengalami loss yang berturut-turut? Jika Anda masih merasa emisional dalam trading, Anda perlu proses ulang dalam mempersiapkan mental Anda tidak hanya sebelum Anda trading, tapi juga pada saat Anda telah membuka posisi dan ketika hasil trading Anda tercapai, baik loss maupun profit. Hal ini tidaklah sulit untuk dilakukan. Anda bisa belajar dari para trader profesional yang selalu obyektif ketika menjalankan rencana trading mereka, disiplin dan realistis dalam menentukan money management. Anda bisa berlatih membentuk mental trading yang benar dengan evaluasi rencana trading dan hasil akhir yang telah Anda capai dari waktu ke waktu.

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com 
Read more...

Sehari Dalam Hidup Nial Fuller - Trader Dan Penulis

0 komentar
Tulisan kali ini menuturkan aktivitas harian seorang yang bernama Nial Fuller, penulis artikel tentang forex dan sekaligus pelaku dalam pasar forex. Ia tinggal di Australia, mendirikan komunitas bagi para trader forex, dan mengajarkan metode trading dengan price action. Banyak dari tulisannya telah diterjemahkan dan dimuat dalam rubrik ini, yang sebagian besar berisi tentang motivasi trading dan tentu saja metode trading dengan price action. Memang Nial Fuller adalah seorang trader yang menganut metode price action dan diterapkan dengan disiplin tinggi. Disini Anda diajak untuk mengikuti aktivitasnya dalam sehari guna memberi wawasan bagaimana seorang price action trader menggunakan metode ini dalam keseharian tradingnya.


Berikut penuturan Nial Fuller tentang aktivitas kesehariannya :
Jam 7:30 : Setelah mandi, saya buka channel CNBC atau Bloomberg untuk mendapatkan gambaran apa yang telah dan sedang terjadi pada pasar.
Jam 8:15 : Membaca surat kabar sebentar, karena saya bukan penggemar berat berita. Saya tidak akan meluangkan banyak waktu untuk membaca berita dengan detail atau mengunjungi berbagai blog berita. Saya kurang peduli dengan akan bangkrutnya negara-negara dalam zona Euro dengan hutang yang dibuat atau surat obligasi yang diterbitkannya, dan juga saya tidak peduli dengan negara penghasil minyak di timur tengah yang sedang memulai perang, karena informasi tersebut tidak membantu seorang price action trader seperti saya dan tentu saja hal tersebut kurang menarik perhatian saya. Setelah sarapan pagi, saya melihat ke layar komputer dan mulai menuliskan beberapa hal dalam sebuah ‘buku catatan trading’ yang selalu saya gunakan untuk membuat rencana trading dan evaluasi hasil trading setiap hari. Saya tidak membuat catatan trading pada komputer, tapi lebih suka menuliskannya dalam sebuah buku, dan saya lakukan secara teratur setiap hari selama melakukan aktivitas trading. Saya tuliskan pasangan mata uang mana yang berpotensi untuk ditradingkan hari ini, lengkap dengan level support dan resistance-nya, type price action yang terbentuk dalam formasi bar time frame daily-nya (jika ada), dan apakah ada kejadian atau peristiwa tertentu yang akan sangat berpengaruh terhadap pasangan mata uang tersebut.

Saya tinggal di Australia, dan waktu penutupan sesi pasar New York hampir bersamaan dengan dimulainya waktu jam kerja di Australia. Saya memulai kerja sekitar jam 8 pagi, dimana saat itu New York jam 5 sore. Setiap memulai aktivitas trading, saya selalu melihat beberapa pasangan mata uang utama pada time frame daily dan mencermati apakah ada sinyal price action yang valid. Selanjutnya saya memeriksa apakah ada level support atau resistance yang telah tertembus, dan apakah ada level harga yang berpotensi untuk menjadi level support atau resistance yang baru.
Kemudian saya tuliskan hal-hal berikut untuk pasangan mata uang yang akan saya tradingkan :

- Kondisi pasar : apakah saat ini pasar sedang trending atau konsolidasi?
- Apakah ada perubahan pada garis horisontal yang menunjukkan level support dan resistance pada chart daily dan weekly-nya?
- Apakah setup price action terbentuk pada sekitar level support atau resistance-nya?
- Bagaimana dengan kurva exponential moving average (ema) 8 daily dan ema 21 daily-nya?   
  Apakah saling berpotongan, atau setup price action terbentuk disekitarnya?
- Apakah ada faktor pendukung yang memperkuat validitas setup price action tersebut, jika ada (misalnya garis horisontal level support atau resistance-nya), apakah sudah sejalan dengan rencana trading saya?
- Apa yang terjadi pada time frame 4-hour-nya?, apakah ada sinyal price action yang sejalan
  dengan trend daily-nya?

Biasanya saya melihat pasangan AUD/USD dan EUR/USD sebagai pasangan mata uang favorit dan sering saya tradingkan. Selain itu saya juga melihat US Dollar Index dan membuat plot serta mencatat level-level pentingnya.
Berikutnya, jika setup price action memang benar-benar telah memberi sinyal trading yang valid, saya akan memeriksa ulang apakah telah sesuai dengan rencana trading saya. Biasanya saya periksa lagi faktor pendukungnya, momentumnya dan formasi bar yang terbentuk pada setup price action-nya. Jika tidak benar-benar sesuai dengan kriteria pada rencana trading, saya tidak masuk pasar. Dan jika saya putuskan untuk membuka posisi trading, biasanya saya gunakan pending order agar harga yang saya dapatkan sesuai dengan rencana. (Pending order yaitu dengan stop atau limit order, bisa buy stop, sell stop, buy limit atau sell limit). Tentu saja saya juga tetapkan risk/reward ratio sesuai rencana dan strategi trading saya.
Jam 9:00 : Setelah saya membuka posisi trading (atau mungkin tidak jadi masuk pasar), saya secara teratur selalu menuliskan komentar tentang situasi pasar hari ini dalam blog saya untuk para anggota dalam komunitas trading yang saya adakan. Saya tuliskan analisa saya mengenai beberapa pasangan mata uang yang berpotensi untuk ditradingkan hari ini, tentu saja dengan metode price action. Dengan membuat analisa dan jurnal setiap hari, saya jadi terlatih dan peka terhadap setup price action, level-level support dan resistance, trend dan sinyal-sinyal trading yang sangat membantu saya dalam trading, selain melatih saya untuk selalu disiplin. Setelah selesai menulis, saya memeriksa beberapa pertanyaan atau komentar para anggota komunitas dalam email saya, dan saya selalu sempatkan untuk membalasnya.
Jam 10:30 : Saya tinggalkan pasar, dan melakukan pekerjaan lain diluar trading. Seperti yang telah sering saya tuliskan bahwa hendaknya kita tidak selalu terpaku pada layar komputer, jika telah membuka posisi, sebaiknya ‘set and forget’ untuk mencegah kita over-analyzing yang berakibat over-trading.
Jam 14:00 : Setelah selesai makan siang, saya kembali melihat ke layar komputer. Biasanya tidak ada perubahan yang signifikan sejak tadi pagi dan pasar masih relatif sepi karena saat ini masih waktu sesi Asia yang biasanya memang lambat. Jika terjadi perubahan penting dalam setup price action, saya lakukan edit atau pembatalan pada pending order yang telah saya set tadi pagi, dan saya tidak akan mengejar atau memaksakan agar terjadi trade hari ini. Jika kondisi pasar tidak memungkinkan, saya tidak trade hari ini, dan jika saya telah ketinggalan untuk masuk pasar, saya lupakan peluang itu dan menunggu kesempatan berikutnya. Saya selalu berusaha menghindari keterlibatan emosi dalam trading. Nah, jika pending order tereksekusi, saya tuliskan dalam buku catatan saya untuk dievaluasi kemudian.
Saya tetap memonitor layar komputer menjelang dan saat pembukaan sesi pasar Eropa, melihat apakah ada perubahan dalam setup price action pada beberapa pasangan mata uang utama yang memberikan peluang untuk membuka posisi.
Setelah itu, saya kembali memeriksa email dan berkomunikasi dengan para anggota dalam komunitas trading saya sebelum istirahat dan dilanjutkan dengan makan malam.
Jam 19:00 : Saat ini sesi trading pasar London dan Eropa sedang berlangsung. Saya lihat time frame daily dan 4-hour pada beberapa pasangan mata uang utama, dan seperti sebelumnya, jika ada sinyal trading yang valid, saya lakukan pending order, kemudian ‘set and forget’.
Jam 22:00 : pada saat ini biasanya saya telah punya posisi trading baru jika pending order saya tereksekusi, atau menunggu pending order tereksekusi. Atau, jika tidak ada pending order sebelumnya, saya punya posisi yang sedang berjalan, tetapi seperti sebelumnya, saya tidak memaksakan untuk masuk pasar jika tidak ada sinyal trading yang valid menjelang pembukaan sesi New York ini.

Selepas jam ini, saya istirahat total dan membiarkan pasar bekerja dan merespon posisi trading saya hingga esok hari saya periksa apakah stop loss saya kena, atau sebaliknya target profit saya yang tereksekusi.

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com

Seputarforex.com
Read more...

Penegasan Harian Dalam Trading Anda

0 komentar
Seorang trader yang telah berhasil menemukan kekuatan dalam diri dan mampu menerapkannya dalam trading bahkan dalam cara hidupnya menuturkan apa yang telah dilakukannya. Adalah Napoleon Hill, seorang penulis buku dan motivator terkenal yang telah mempengaruhinya. Napoleon Hill yang terkenal karena pernah mewawancara orang-orang yang telah mencapai sukses seperti Henry Ford, Thomas Edison, Andrew Carnegie dan lainnya menuliskan bahwa pada umumnya mereka ‘berlaku seolah-olah’ seperti apa yang hendak dicapai sebelum mereka benar-benar bisa mencapainya.

Inilah inti filosofinya, penegasan, atau pernyataan yang tegas bahwa yang diangankan atau dipikirkan seseorang itu nyata, benar dan pasti terjadi. Dituliskan oleh Napoleon Hill : ‘apa yang dipikirkan seseorang dengan sangat yakin, pasti akan bisa dicapainya’. Dalam trading forex, penegasan apa yang hendak Anda capai sangat penting untuk meraih sukses dalam jangka panjang, dimulai dengan penegasan harian dalam trading Anda. Jika Anda tertarik lebih jauh pada tulisan motivasi Napoleon Hill, silahkan lihat video ini  Napoleon Hill : ‘Think And Grow Rich’
Berikut daftar 17 penegasan harian yang bisa Anda terapkan pada trading forex untuk memotivasi Anda dalam meraih sukses :
1. ‘Apa yang dipikirkan seseorang dengan sangat yakin, pasti akan bisa dicapainya’
    (Napoleon Hill)
2. ‘Saya adalah seorang trader yang sukses’ - jika Anda memikirkan setiap hari bahwa Anda adalah seorang trader yang sukses, maka Anda akan melakukan hal-hal yang menuju untuk menjadi trader yang berhasil. Sebaliknya jika Anda tidak percaya dan tidak yakin bahwa Anda adalah trader yang sukses, maka Anda benar-benar tidak akan pernah menjadi trader yang sukses. Seperti hal lain dalam kehidupan, Anda harus percaya dan yakin akan suatu alasan dan tujuan sebelum membuatnya menjadi kenyataan.
3. ‘Saya menerapkan trading plan dengan konsisten’ - perlakukan trading forex sebagai bisnis Anda hingga diperlukan suatu rencana dan strategi yang mesti dijalankan dengan konsisten dan tidak menyimpang. Jika telah Anda lakukan, trading Anda jadi jauh lebih efektif  karena dengan trading plan Anda bisa obyektif dan tidak emosional dalam menyikapi kondisi pasar.
4. ‘Saya mempunyai jurnal trading dan saya menggunakannya’ - jurnal trading yang berisi track record hasil trading Anda harus Anda buat dan gunakan untuk evaluasi setiap kali Anda selesai melakukan transaksi, baik saat open posisi ataupun saat menutup posisi trading. Jurnal trading sangat diperlukan agar Anda lebih bertanggung-jawab terhadap hasil trading Anda, dan lebih mudah melakukan koreksi pada cara trading Anda.
5. ‘Saya menerapkan managemen resiko yang terukur’ - besarnya resiko hendaknya disesuaikan dengan ukuran resiko per trade yang telah Anda sepakati. Sukses dalam trading forex diukur dalam kurun waktu yang cukup panjang, bukan pada sekali atau dua kali trade, jadi hendaknya Anda benar-benar disiplin dalam menerapkan level resiko yang telah direncanakan.
6. ‘Saya entry berdasarkan kondisi yang sedang terjadi di pasar, bukan apa yang saya pikir akan terjadi’ - Anda hanya masuk pasar setelah mencermati apa yang sedang terjadi pada pergerakan harga pasar saat ini, bukan yang Anda perkirakan atau inginkan akan terjadi. Pada akhirnya pasar akan bergerak sesuai dengan keinginan pasar itu sendiri, yang Anda lakukan hanya mempelajari pergerakan harga (price action) pasar untuk mengambil keuntungan darinya, bukan untuk melawan kondisi tersebut.

7. ‘Saya hanya trading dengan reward yang lebih besar dari resikonya’ - tujuan utama setiap trader atau investor tentunya mendapatkan profit dengan kalkulasi lebih besar dari resiko yang mesti ditanggungnya. Bergantung pada kondisi pasar, risk/reward ratio paling tidak ditetapkan 1:1.5 atau 1:2.
8. ‘Saya akan melakukan aktivitas lain setelah membuka posisi trade’ - setelah membuka posisi, sebaiknya Anda tinggalkan pasar hingga jadwal Anda untuk kembali memeriksanya. Biarkan pasar bekerja, dan Anda akan terhindar dari keterlibatan emosi Anda untuk mengintervensi posisi trade Anda yang sedang direspon pasar. Set and forget.
9. ‘Saya tidak terpengaruh oleh hasil trading yang profit atau loss’ - profit atau loss bisa mempengaruhi emosi Anda. Loss menyebabkan rasa balas dendam menuntut dana Anda yang hilang, dan profit bisa mengakibatkan rasa percaya diri Anda berlebihan atau bahkan rasa euforia. Keduanya sangat mungkin menyebabkan Anda over-trade dengan entry pada probabilitas rendah yang sebelumnya tidak direncanakan, dan menyimpang dari trading plan Anda. Jika mungkin mengalaminya, sebaiknya menjauh dari pasar untuk sementara sampai rasa percaya diri Anda pulih kembali.
10. ‘Saya trading dengan trend dominan pada time frame daily’ - trend adalah teman Anda, dan jika Anda trading mengikuti trend yang sedang dominan di pasar tentu probabilitas profitnya tinggi. Dibawah time frame daily, sering terjadi counter-trend atau berlawanan dengan trend yang dominan pada time frame daily. Dengan berpatokan pada time frame daily, Anda akan memperoleh sinyal-sinyal yang lebih akurat dan relatif tanpa noise, sehingga sinyal trading yang dihasilkan akan cukup valid.
11. ‘Saya tidak akan over-trading, dan sabar menunggu sinyal trading yang valid’ - banyak trader yang mengalami rugi besar karena over-trade. Jika metode trading Anda yang telah teruji tidak memberikan sinyal yang valid, sebaiknya Anda bersabar hingga kesempatan untuk entry tiba.
12. ‘Saya adalah trader profesional maka saya tidak akan gambling dalam trading’ - semua aturan yang telah Anda buat dalam trading plan dan money management harus Anda terapkan dengan sungguh-sungguh dan tidak bersifat ‘gambling’ yang pada akhirnya berpengaruh pada hasil trading Anda.
13. ‘Saya tidak akan mengintervensi posisi trading tanpa alasan tertentu’ - sama seperti point 8, hanya saja jika Anda menerapkan strategi memaksimalkan profit semisal teknik averaging atau pyramiding, maka Anda mesti memindahkan level stop loss (trailing) dan level target profit, hanya jika kondisi pasar mendukung.
14. ‘Berita fundamental tidak akan mempengaruhi saya dalam mengambil keputusan trading’ - bagi pembaca yang fundamentalist, harap dimaklumi bahwa si trader kita ini rupanya lebih ke chartist, yang percaya bahwa semua variabel dalam pasar telah tercermin pada pergerakan harga itu sendiri. Hal ini tentunya sangat relatif tergantung dari pengalaman trading dan pembelajaran pelaku trading. Disini diasumsikan si trader menerapkan metode trading dengan kurang mempertimbangkan faktor fundamental, dan keputusan yang akan diambil hanya berdasarkan metode tradingnya.
15. ‘Saya sudah puas dengan target profit saya, dan tidak akan greedy’ - hendaknya Anda tidak ‘greedy’ dengan memperbesar target profit ketika target itu hampir tercapai, kecuali Anda menggunakan teknik trading seperti pada poin 13.
16. ‘Saya harus tetap belajar’ - Anda harus tetap terus belajar karena pembelajaran yang terus menerus adalah kunci untuk meraih sukses dalam trading forex. Bisa dengan mengikuti seminar atau workshop yang beneran dan bermutu, atau membaca artikel-artikel trading yang mutakhir.
17. ‘Saya percaya sepenuhnya pada metode dan strategi trading yang saya terapkan’ - hal ini penting Anda tanamkan dalam diri Anda untuk menghilangkan keraguan dan memperkuat rasa percaya diri Anda dalam menyikapi kondisi pasar saat trading.
Diharapkan dengan kalimat-kalimat motivasi diri diatas akan membuat Anda percaya diri dan disiplin dalam trading forex hingga bisa mencapai hasil yang maksimal.

Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com 
Read more...

Pengharapan Yang Realistis Dalam Forex Trading

0 komentar
Banyak temen trader yang nyemplung ke dunia forex trading dengan harapan yang menurut saya kurang realistis. Rata-rata mereka berharap bisa mengeruk keuntungan tinggi, jauh di atas rata-rata hasil investasi secara umum, atau malah berharap meraih kebebasan financial secara instant atau setidaknya dalam waktu yang singkat dari trading. Eh, bukan maksud saya mematahkan semangat anda dalam belajar trading loh ya, Saya cuma ingin mengingatkan bahwa setiap investasi dalam bisnis selalu mengandung resiko.

risiko bisnis - ilustrasi
Hal inilah yang seharusnya disadari oleh setiap calon investor sebelum memutuskan untuk menanamkan modal alias berinvestasi. Sebenernya sih kalo diruntut ke belakang, pengharapan tinggi di kalangan (calon) trader bukan semata-mata "salah" si calon trader tersebut. Memang kebanyakan tawaran investasi di dunia forex trading hanya mengemukakan tingginya return yang bisa diperoleh, tanpa menyertakan warning tentang resikonya.

Seorang kenalan saya pernah menanyakan, bisa gak nitip modal untuk di tradingkan di forex. Saya tanya, berapa return yang dia harapkan per bulannya? Dia jawab: 100%. Wah, saya bilang, kalau saya gak berani jamin return sebesar itu bisa tetap setiap bulannya. Masih saya tambahi lagi dengan penjelasan mengenai resiko yang mungkin terjadi di forex trading ini.

Anda pengen tau reaksinya? Serta merta dia kabur deh. Lah, makanya saya katakan pada setiap calon trader maupun investor: get real deh! Mana ada investasi yang terjamin returnnya sebesar 100% sebulan tanpa resiko? Yang bener aja guys!

Mari coba kita itung-itung ya, kalau seandainya return per bulan katakan sebesar 100% dari modal dan anda melakukan compounding dari profit tersebut, artinya keuntungan tersebut anda kembali tananamkan sebagai modal, maka jika kita menginvestasikan sebesar US$250, di akhir tahun pertama modal anda akan menjadi sebesar US$1,024,000. Di akhir tahun ke-2 akan menjadi US$4,194,304,000. Di akhir tahun ke-3 akan menjadi US$17,179,869,184,000 dan di akhir tahun ke-4, anda akan menjadi "penguasa alam semesta" dengan memiliki asset sebesar US$70,368,744,177,664,000. Hitung sendiri deh nilainya dalam rupiah!

Wew, sebentar… Apakah anda percaya hasil seperti itu bisa tercapai? Eh, kalo menurut hitungan matematis di atas kertas sih emang hasilnya seperti itu. Tapi dalam prakteknya? Waduh! Sekali lagi, bukan maksud hati merontokkan niat anda menjadi trader, tapi dari pengalaman banyak temen trader yang sudah menjadi trader setidaknya lebih dari 2 tahun, hasil yang konsisten seperti itu dalam prakteknya sangat sulit untuk tercapai.

Ok, untuk beberapa bulan anda mungkin bisa mencapai perolehan return sebesar itu, tapi untuk konsisten sebesar itu, yah, terus terang, susah deh! Nah, lalu, berapa persen sih sebenernya hasil yang realistis yang bisa diperoleh dalam trading? Beberapa temen trader menyebutkan angka 30% per bulan. Temen trader yang lain menyebutkan angka 10% per bulan sebagai hasil yang konsisten bisa diperoleh.

O ya, temen trader lain masih menambahkan pesan: jangan melakukan compounding profit dengan menanamkan kembali seluruh profit yang diperoleh dari trading. Setidaknya, lakukan WD untuk menutup biaya operasional tiap bulannya. Bahkan ada yang menyarankan untuk melakukan hit and run. Maksudnya di sini, siklus atau aliran modal dalam bertrading itu sebaiknya singkat saja: deposit, trading lalu jika profit langsung di WD dan… nikmati hasil trading kita. Toh menurutnya, proses WD dan deposit relatif singkat. Ntar kalo pengen trading lagi, ya tinggal deposit lagi.

Saya tidak bisa mengatakan mana cara mengelola modal trading terbaik secara umum, semuanya tergantung pada anda. Silahkan pilih yang cocok untuk anda. Apakah anda akan melakukan cara hit and run tadi, ataukah akan menanamkan kembali sekian persen profit sebagai modal, atau akan melakukan WD secara rutin dalam jumlah tertentu untuk menutup biaya operasional setiap bulannya.

Yang jelas, tetaplah memasang pengharapan yang realistis dalam bertrading dan ingatlah resiko yang harus anda tanggung. Terus terang saya sedih melihat temen-temen trader yang berguguran di market gara-gara (tadinya) mempunyai harapan yang terlalu tinggi, dan akhirnya patah semangat dalam proses pencapaiannya. So, keep the spirit alive, but… be realistic! Trading itu asyik ko, apapun hasil akhir yang kita peroleh. Eh, tapi asal gak keseringan MC sih..



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Mengapa Saya Memilih Menjadi Technicalist

0 komentar
Dua kelompok analisis dalam forex trading adalah fundamental dan teknikal. Di masa awal saya belajar trading, saya mencoba untuk memahami kedua teknik analisis tersebut. Saya memantau news, mencoba memperkirakan bagaimana reaksi market terhadap news tersebut, selain juga menggunakan (banyak) indikator di chart saya.
indikator di chart
Tapi sejalan dengan waktu, lama kelamaan saya lebih cenderung untuk mengandalkan analisis teknikal. Mengapa? Ada beberapa alasan yang membuat saya cenderung untuk memilih menjadi teknikalis di antaranya:
  1. Hasil berupa angka
    Hasil dari technical analysis itu berupa angka. Semua informasi dan dampaknya terhadap market dinyatakan dalam harga mata uang (pairs) yang langsung berupa angka.
  2. Menunjukkan trend secara lebih jelas
    Analisis teknikal secara jelas menunjukkan trend (kecenderungan arah) pergerakan harga pairs. Ini jelas satu hal yang paling penting. Bukankah sebagai trader, membaca trend adalah satu hal yang "wajib" dilakukan supaya kita bisa mengambil posisi yang tepat?
  3. Pola-pola yang terjadi pada chart cenderung berulang
    History itu selalu berulang. Hal ini jelas terjadi pada pergerakan harga pairs dalam forex trading. Pola chart tertentu konsisten, dapat diandalkan dan berulang. Technical analysis sangat membantu kita untuk melihat pola-pola tersebut.
Nah, Karena 3 alasan utama di atas (plus pengalaman buruk ketiga mencoba mengandalkan analisis fundamental) saya cenderung untuk lebih mengandalkan analisis teknikal sebagai dasar pengambilan keputusan dalam ber-trading.

Ok, bicara tentang technical analysis tentunya tidak bisa lepas dari indikator. Mungkin anda bertanya, trus, apa indicator yang sebaiknya digunakan? Mm… kalau menurut mentor saya sih… "semua indikator itu bagus, tinggal bagaimana tingkat pemahaman kita terhadap indicator tersebut". Thanks mastah… atas informasinya! Yah… berbekal quote standar tersebut, akhirnya saya memilih untuk menggunakan indikator-indikator berikut:

Moving Average
Saya memakai indicator ini karena inilah indikator yang menurut saya paling sederhana dan paling mudah dipahami. Oh iya… satu lagi… karena inilah indikator yang pertama kali saya lihat karena secara default sudah terpasang di trading platform yang saya gunakan. Pada intinya indicator ini memberikan gambaran tentang nilai rata-rata bergerak untuk periode tertentu yang kita inginkan. Kita bisa menggunakan beberapa moving average untuk membaca apakah trend untuk jangka waktu yang lebih pendek memang berbeda dari jangka waktu yang lebih panjang untuk menentukan kapan kita masuk/keluar market.

MACD dan RSI
Saya terutama menggunakan MACD untuk membaca momentum yang ada di sebuah trend. Sedangkan RSI digunakan untuk melihat kondisi  market, apakah terjadi oversold mapuan overbought. Selain itu juga bisa digunakan apabila kita ingin melakukan divergence trading.

Fibonacci Retracement
Nah, yang satu ini adalah indicator favorit saya. Fibonacci retracement secara umum menggambarkan pola-pola yang terjadi di alam semesta, termasuk juga dalam pergerakan harga pairs di forex trading. Saya biasa menggunakan patokan Fibonacci retracement untuk menentukan level-level support-resistant untuk memperkirakan pergerakan selanjutnya harga sebuah pairs berdasarkan pola-pola yang ada. Oh iya, tambahan  satu lagi, yang wajib dipahami bagi technicalist, yaitu: candlestick.

Candlestick
Yups, bener banget, "cuma sekedar" candlestick. Eh, jangan salah, jenis chart yang satu ini banyak sekali memberikan informasi bagi trader. Dari melihat bentuk-bentuk candlestick, kita bisa melihat apa sebenarnya yang terjadi di market, bagaimana tarik-menarik terjadi antara buyer-seller dan juga berapa volume transaksi yang akhirnya terjadi. Ini jelas merupakan informasi standart yang perlu diketahui dan dipahami oleh semua trader.

Belum lagi dari melihat pola chart (chart pattern) yang terjadi dari sederetan candlestick, kita bisa memahami apa yang sedang terjadi. Dan yang terpenting:  apa yang bakalan terjadi di market sehingga kita bisa mengambil posisi yang tepat. Nah, ternyata, cuma berbekal pengetahuan tentang beberapa indikator di atas plus candlestick, sampai sekarang saya ternyata masih "betah" tuh menjadi technicalist. Bagaimana dengan anda?



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Antara Sepak Bola Dan Forex

0 komentar
Lah… apa hubungan antara sepak bola dengan forex yah? Trader partner diskusi saya (yang kebetulan juga maniak MU) bilang kalo pengaturan strategi di sepak bola sejatinya gak beda dengan strategi dalam trading forex. Mmm… ok deh… berhubung saya gak terlalu ngeh dengan strategi sepak bola, saya cuma nanya, "Gimana tuh?". Dia bilang, strategi di sepak bola dalam hal ini adalah tugas dan kewenangan pelatih.

money_ball
Pelatih sebuah tim sepakbola, sebagai perumus strategi, harus punya sudut pandang yang lebih luas dibandingkan dengan pemain sebagai pelaksana di lapangan. Seorang pelatih tim sepak bola harus mengetahui karakteristik permainan (dan pemain) lawan sehingga bisa menentukan strategi untuk menghadapi tim lawan tersebut, misalnya menentukan pemain mana yang akan dipasang, juga menentukan siapa pemain lawan yang harus dijaga ketat dan sekaligus menugaskan siapa yang harus melakukan penjagaan tersebut. Trus, apa tugas para pemainnya? Nah, pemain di sini sebagai pelaksana ya harus patuh pada arahan yang telah diberikan oleh sang pelatih. Kalo gak nurut? Ya jadinya nasib tim mereka bisa kayak MU kemaren deh. Yah, whatever!

Trus, emangnya gimana hubungannya dengan forex? Sebagai seorang trader, kita harus mengenal karakteristik market untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menghadapinya. Kita mesti tahu perilaku market untuk mengetahui kapan kita sebaiknya melakukan dan mengambil posisi, apa indikator yang mesti dipasang, berapa margin yang sebaiknya "dikerahkan", berapa point SL yang mesti dipasang untuk menjaga satu posisi dan kapan mesti keluar dari market. Sekali kita menetapkan strategi dan menyusun trading plan, dalam pelaksanaannya kita harus berpegang pada strategi tersebut.

Disiplin… lagi-lagi menjadi kunci utama. Gak ada gunanya kita susah-susah menyusun strategi dan trading plan kalo dalam pelaksanannya akhirnya kita langgar sendiri. Oya, selain mesti tahu karakteristik market, sebagai trader kita juga mesti tahu perilaku yang spesifik dari masing-masing pair. Itulah mengapa, Kebanyakan trader mempunyai pair andalan maupun type market yang menjadi spesialisasinya. Pertama kali saya mengenal trading, pair yang saya kenal ya cuma EU. Untungnya, 2 tahun yang lalu, EUR/USD belum seliar sekarang. Sekarang, EUR/USD masih menjadi pair favorit saya. Bukan apa-apa sih… rasanya udah kenal aja dengan karakteristik pair yang satu ini.

Ok, kembali  ke hubungan antara sepak bola dan forex tadi. Kalo saya sih malahan melihat bahwa mental seorang trader seharusnya juga menjadi mental dasar seorang atlet, termasuk juga pemain sepak bola. Mental seperti apa tuh? Cerdas membaca situasi, disiplin, percaya diri (tapi tidak over confident), tidak mudah terpancing emosi dan pantang menyerah. Yah, singkatnya sih mental seorang winner.

Saya pernah baca satu quote…  "The winner and losers are divided not two years down the road or even six months down the road, but from day one". Beda antara yang kalah dan yang menang memang berawal dari mental.  Jelas…  mental seorang pemenang dibutuhkan di semua bidang, termasuk juga trading. Setuju? Owh… iya, ada satu lagi hal yang sama antara sepak bola dan trading: sama-sama bikin rela begadangan.




Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Belajar Dari Trading Sistem Terburuk

0 komentar
Di suatu forum trader, ada seorang member yang memberikan pengumuman yang menurut saya rada aneh. Bunyinya: "Dicari EA yang dijamin selalu loss". Wehh! buat apa juga cari EA yang dijamin loss? Ternyata, dia berharap bisa menggunakan sinyal dari EA tersebut sebagai sinyal terbalik. Ok, saya memang gak akan membahas bagaimana mencari atau membuat EA yang dijamin selalu loss. Tapi, melihat pengumuman di forum tersebut, membuat saya berpikir, memang ada baiknya kita mengetahui hal yang terburuk supaya kita bisa mengetahui di mana letak kesalahan atau kelemahannya dan kalo bisa menghindarinya.

profit_loss
Nah, sehubungan dengan trading system, saya pernah membaca tentang satu trading system yang dikatakan sebagai trading system yang terburuk yang pernah ada. Memang sih, trading system tersebut memiliki rekor terburuk untuk digunakan sebagai trading system di stock market. Tapi, gak ada salahnya kita coba liat juga deh. Siapa tahu kita bisa ambil pelajaran dari trading system terburuk tersebut. Trading system yang dikatakan terburuk tersebut dikenal dengan istilah average down. Inti dari strategi ini adalah, trader melakukan aksi buy di saat trend sedang turun, dan aksi buy ini dilakukan berulang-ulang ketika trend sedang terus turun. Tujuan asalnya adalah mencari harga terendah dan mencoba memperendah harga rata-rata saham yang sudah dibeli tersebut sehingga apabila nantinya harga mulai naik, kita bisa menjual dengan keuntungan yang lebih tinggi.

Contohnya, katakan harga perlembar saham saat itu $50 dan kita membeli sebanyak 1 lot. Harga kemudian turun menjadi $40 per lembar dan kita melakukan pembelian lagi sebanyak 1 lot pula, sehingga harga rata-rata 2 lot saham yang kita miliki adalah $45. Jika harga ternyata masih turun lagi, kita kembali melakukan aksi beli kembali dengan tujuan untuk  memperendah harga rata-rata saham yang sudah kita miliki. Demikian seterusnya. Nah, sudahkah terbayang bagaimana seandainya harga terus turun? Wahh… menurut saya, itu sih sama saja dengan membuang uang. Terbayang kah bila kita melakukan strategi yang sama di market forex? Mungkin anda berpendapat, melawan trend bisa saja kita lakukan apabila margin management kita kuat.

Ok, saya gak bilang melawan trend itu salah. Toh, kata para master, gak ada posisi yang "salah" dalam trading. Tapi… mari kita berpikir secara rasional saja. Buat apa "menyia-nyiakan" margin kita untuk mengulang posisi yang masih terfloating (jauh) negatif? Bukankan akan lebih menguntungkan secara rasional untuk menggunakan margin di posisi yang searah dengan trend saja? Ok, kalopun misalnya trend memang kemudian berubah arah dan floating negatif tersebut akhirnya ter-closed positif, bukankah kita tetap rugi waktu? Dalam ekomoni, apalagi bila berhubungan dengan investasi, kita harus selalu menghitung biaya kesempatan alias opportunity cost. Jadi, seandainya kita memelihara posisi floating minus tersebut selama seminggu, kita seharusnya berpikir bahwa kita telah menyia-nyiakan margin kita selama seminggu tersebut, karena gara-gara masih terpakai untuk posisi yang floating tersebut kita jadi kehilangan kesempatan menggunakan margin tersebut untuk melakukan open position yang menghasilkan profit.

Ok, jadi, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kegagalan averaging down? Kalo boleh saya simpulkan disini: jangan menentang trend, jangan terlalu percaya diri, jangan over trading, jangan ragu melakukan "amputasi" terhadap posisi dengan kerugian yang makin membengkak, alias jangan ragu melakukan cut loss… Mmm, trus apalagi yah? Mungkin anda bisa menambahkan?


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Be A Smart And Up-To-Date Trader

0 komentar
Terus terang, saya suka prihatin melihat trader yang pada dasarnya tidak paham apa dan bagaimana dasar-dasar bertrading tapi dengan pe-de nya masuk market tanpa mengetahui apa dasar maupun mengapa dia mengambil posisi, bahkan kadang hanya sekedar ikut-ikutan trader yang lain (yang belum tentu juga bisa dipertanggungjawabkan dasar analisisnya).

trader
Sebaiknya, dalam bertrading, jadilah seorang trader yang smart & up-to-date. Smart trader maksudnya di sini adalah trader yang tahu apa segala dasar keputusannya dalam bertrading. Tahu resiko yang dihadapi, tahu dasar analisis yang dilakukan, tahu mengapa mengambil posisi buy, tahu mengapa mengambil posisi sell dan tahu kapan harus keluar dari market.

Trader yang cerdas memiliki trading system yang bisa dipertanggungjawabkan. Setidaknya, mempunyai patokan dasar mengapa dia melakukan open position. Boleh-boleh saja kita mengadopsi trading system trader lain, tetapi kita setidaknya paham dasar analisis yang digunakan dalam system yang kita pakai. Atau, sah-sah saja anda trading tanpa selembar indikator pun, alias naked chart, tapi anda mesti paham dan mampu menterjemahkan apa yang "diceritakan" oleh si candlestick.

Trader yang cerdas tidak pernah menyalahkan situasi atau orang lain atas hasil posisi yang tidak sesuai harapannya, karena dia melakukan segala keputusannya dalam bertrading dengan dasar yang kuat. Untuk menjadi smart trader, anda setidaknya mesti menguasai dasar-dasar analisis yang diperlukan dalam trading. Jangan malas untuk selalu belajar dan meng up-grade kemampuan dan pengetahuan trading anda. Belajarlah dari site-site yang menyediakan segala informasi untuk belajar forex trading, e-book, buku, atau, rajinlah berdiskusi dengan sesama trader. Tapi perlu diingat, diskusi dengan trader lain bukan bertujuan untuk semata-mata mencari sinyal loh yaa. Nanya sinyal sih ya boleh-boleh aja, tapi yang terpenting justru memahami apa dasar dan mengapa trader partner diskusi kita itu mengambil posisi tersebut. Jadi bukan sekedar nyontek posisi doang tanpa mencuri, eh, mewarisi ilmu tradingnya.

Up-to-date trader maksudnya di sini adalah anda mesti mengikuti perkembangan yang terjadi di market. Pantaulah news yang sehubungan dengan fluktuasi nilai mata uang. Menjadi analis teknikal bukan alasan bagi anda untuk tidak mengetahui kapan news release, khususnya news yang high impact. Zaman sekarang, informasi seperti itu mudah sekali didapat. Gak percaya? Buka saja halaman depan web ini, anda akan menemukan segala macam berita yang perlu anda ketahui sehubungan dengan trading. Merasa repot untuk memantau semua news? Loh... saya memang tidak menganjurkan anda untuk memantau "semua" news kok.

Cukup pantau news yang berkaitan dengan mata uang yang ada di pair yang anda trading-kan saja. Misalnya anda trade di pair EUR/USD dan GBP/USD, anda cukup pantau news yang berhubungan dengan EUR, GBP dan USD. Masih ngerasa repot juga? Wehh, iya sudah, pantau saja news yang berhubungan dengan matauang yang anda tradingkan, dan hanya yang memiliki high impact. Tenang, gak banyak kok. Silahkan cek di kalender forex. Anda mungkin mengira untuk menjadi smart & up-to-date trader, anda harus online nyaris 24 jam? Wah… gak haruslah! Terus terang saya juga gak akan sanggup kalo harus mantengin market terus lah. Sekarang kan banyak banget pihak-pihak yang menyediakan informasi, bahkan secara gratis untuk membantu kita memantau market.

Seorang temen trader mengatakan bahwa dia memantau market cukup dengan sms untuk mengetahui berapa harga yang berlaku saat ini. Baru jika market dirasa udah lumayan seru, nyalakan laptop, login trading platformnya dan masuk market.

So, menjadi trader yang smart & up-to-date bukan berarti kita terus terpaku di depan komputer. Tetaplah menikmati hidup, pergilah jalan-jalan atau berenang, atau main basket. Toh, market bisa dipantau kapan saja dan di mana saja kok.



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

7 Film Tentang Trader Dan Investasi Finansial

0 komentar
Anda sedang jenuh bertrading forex atau trading saham? Tak ada salahnya rehat sejenak dan mencari inspirasi dengan cara menonton film tentang trading forex, saham, atau film-film yang berkaitan dengan perusahaan finansial dan ekonomi. Jangan salah, tidak sedikit lho film berkualitas tentang kehidupan seorang trader yang berhasil menjadi nominasi di ajang penghargaan perfilman bergengsi dunia. Daripada penasaran, mari simak beberapa referensi judul film yang bisa menjadi pencerahan bagi Anda para trader forex yang sedang belajar maupun sedang bosan.
film

1. Inside Job (2010)

Film ini terbilang sebagai film yang fenomenal tentang krisis keuangan dan tentunya sudah banyak direkomendasikan. Inside Job memenangi piala Oscar untuk kategori Best Documentary Feature di tahun 2011. Dibintangi Matt Damon, Inside Job berhasil menceritakan kembali bagaimana situasi negara adidaya, Amerika Serikat, saat diterjang krisis keuangan global di tahun 2008 dan membongkar konspirasi dan pengkhianatan yang merupakan penyebab krisis.

Film ini menampilkan bagaimana chaos-nya transaksi keuangan di Wall Street pada saat itu dengan grafik dan animasi yang cukup menarik. Inside Job akan membuka pengetahuan para trader seperti kita tentang bagaimana korelasi antara derivatives dengan collateralized debt obligation (CDO) melalui wawancara dengan para politisi, wartawan, serta para pentolan industri keuangan.

2. Wall Street 1 (1987) dan Wall Street 2 (2010)

Dalam film pertama pada tahun 1987, Wall Street berkisah tentang seorang pialang saham muda tak sabaran, arogan, dan serakah, Gordon Gekko (Michael Douglas), yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan dan posisi tinggi. Akibatnya, Gekko pun harus mendekam di penjara selama empat tahun karena tersangkut kasus bertrading secara ilegal dengan bantuan informasi dari insider di perusahaannya. Segala yang dimiliki Gekko pun akhirnya hilang karir dan keluarganya berantakan sejak dia di penjara.
(Baca juga: Perbedaan Forex dan Saham)

Nah, dalam sekuelnya, Wall Street mengisahkan kehidupan Gekko setelah keluar dari hotel prodeo. Winnie (Carey Mulligan), putri Gekko, membenci ayahnya karena menganggap ayahnyalah yang menjadi penyebab kematian saudaranya atas masalah keserakahan dulu.

Meskipun kepribadiannya sudah lebih bijak dan lembut setelah keluar dari penjara, Douglas yang kembali dipilih memerankan Gekko, berhasil mempertahankan karakter Gekko yang kuat meski mentransisi keserakahan menjadi keagresifan yang lebih positif. Di Wall Street 2, Gekko diceritakan bertemu dengan seorang pialang saham muda, Jacob Moore (Shia LaBeouf) yang ternyata merupakan kekasih Winnie.

Moore sedang mencari tahu siapa dalang dibalik kematian gurunya yang berjasa dalam karirnya di Wall Street. Gekko dan Moore pun akhirnya menjalin kesepakatan. Gekko membantu Moore untuk mendapat informasi tersebut, sedangkan Moore membantu Gekko untuk memperbaiki hubungan ayah-anaknya dengan Winnie.

3. The Big Short (2015)

the_big_shortFilm ini adalah film bergenre drama terbaru tentang krisis keuangan 2007-2009 yang baru saja dirilis pada Desember 2015 lalu. Meski sama-sama menceritakan kondisi dunia saat krisis finansial, The Big Short berbeda dari Inside Job karena The Big Short bertabur aktor-aktor kawakan Hollywood dan dikemas secara ringan dan disisipi guyonan-guyonan cerdas meski membuat penontonnya tetap harus berpikir.
Selain itu, The Big Short lebih menyoroti permasalahan krisis finansial yang diakibatkan oleh kredit macet perumahan. Dikisahkan, investasi properti pada sekitaran 2007 masih dianggap sebagai investasi yang paling menjanjikan dengan kenaikan nilai dari tahun ke tahun.
Semua investor berbondong-bondong menanamkan uangnya ke sektor ini karena termakan omongan spekulan pada umumnya. Namun Michael Burry (Christian Bale), memiliki pandangan yang berbeda dengan spekulan pada umumnya. Burry yang berprofesi sebagai manager hedge fund ini memprediksi bahwa suatu saat, sektor properti akan rubuh dan mengakibatkan krisis.

Orang-orang sulit mempercayai prediksi Burry tersebut, sehingga Burry tertantang untuk bertaruh meminta para bankir membuatkan platform pertaruhan khusus untuk sektor properti KPR. Jika harga properti ternyata tak goyah, Burry kalah dan harus memberikan uang pada peserta taruhan itu, sebaliknya jika prediksi Burry terbukti, ia akan kaya raya.

4. Boiler Room (2000)

Film Boiler Room ini mengisahkan tentang mahasiswa yang di drop out dari kampusnya sehingga ia memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan investasi di pinggiran kota. Posisi mereka adalah sebagai pialang saham dengan segala targetnya. Kegigihan para mantan Mahasiswa tersebut pun membuahkan hasil.

Mereka pun menjadi kaya raya, namun sayangnya, mereka tak kuat iman sehingga terjerat masalah akibat keserakahan. Hampir sama seperti Wall Street versi 1987, keserakahan itu membawa sengsara. Tokoh utama Boiler Room yang dibintangi oleh Ben Affleck dan Vin Diesel. Ada pula yang membandingkan Boiler Room dengan Wolf of Wall Street yang dibintangi oleh Leonardo Di Caprio. Bedanya, Wall of Wall Street terbilang lebih rusuh dan kasar.

Dari film ini, penonton juga bisa memetik pelajaran tentang strategi penjualan dan mengetahui secara jelas apa yang harus dikatakan kepada seseorang yang menawarkan peluang investasi besar kepada Anda. Tindakan-tindakan penipuan dalam film ini masih terjadi di dunia nyata hingga saat ini. Sehingga cocok untuk Anda yang kesehariannya berprofesi sebagai salesman atau berminat pada aktivitas investasi yang besar.

5. Margin Call (2011)

margin_callUntuk trader forex, judul film ini mungkin terdengar mengerikan, Margin Call. Film ini mengisahkan tentang apa yang terjadi di sebuah perusahaan besar pada masa-masa awal krisis keuangan 2007-2008. Film ini bertempo lambat, jadi ada baiknya jika Anda memahami terlebih dahulu isu-isu yang muncul pada masa krisis tersebut.
J.C. Chandor, sutradara film ini, berhasil mengajak penontonnya untuk melihat metafora jatuhnya sebuah bank investasi. Ketika para analis-analis muda menemukan adanya masalah dengan perusahaan keuangan, para pekerja senior menghabiskan waktu sekitar 36 jam untuk menentukan masa depan perusahaan mereka. (Baca juga: Pengertian Margin Call Dalam Forex)

Uniknya, sutradara film ini adalah putra dari seorang eksekutif di Merril Lynch , sehingga ia mampu dengan cekatan mengeksplorasi dilema etika dan moral yang dihadapi oleh masing-masing karakter untuk menghadapi sang CEO perusahaan yang karismatik namun menyeramkan. Usaha Chandor didukung oleh aktor dan aktris ternama termasuk Jeremy Irons, Kevin Spacey, Stanley Tucci and Paul Bettany.

6. The Pursuit of Happyness (2006)

The Pursuit of Happyness ini cocok bagi Anda yang tengah dilanda masalah finansial. Cocok untuk melipur lara setelah dilanda loss. Diangkat dari kisah nyata seorang pialang saham ternama, Chris Gardner (Will Smith) yang mengawali karirnya di bidang saham secara tidak diniatkan. Bermula dari menjual alat-alat kedokteran untuk memindai tulang yang suit sekali laku, Chris menemui banyak masalah. Ia telah menghabiskan semua modalnya untuk memborong alat pemindai tulang tersebut, namun tak menyangka penjualannya akan sulit sekali, berkali-kali ia ditolak oleh rumah sakit sehingga mengalami krisis keuangan keluarga.

Meski demikian, pada dasarnya Chris adalah sosok yang gigih dan pantang menyerah. Ia tetap optimis pemindai tulangnya akan laku, sedangkan istrinya sudah tak tahan hidup serba kekurangan pun pergi meninggalkan Chris dan anaknya. Chris sangat menyayangi anaknya, sehingga ia pun terus berjuang mencari pembeli pemindai tulang itu. Berpindah-pindah kontrakan, berebut tidur di penampungan, sampai dengan tidur di toilet stasiun pernah dilakoninya. (Baca juga: 10 Langkah Memilih Saham Berkualitas)

Perkenalannya dengan seorang pialang saham sukses mengubah segalanya. Ia pun diterima magang tanpa dibayar di sebuah broker saham dengan syarat harus bisa mengumpulkan klien terbanyak untuk bisa lolos menjadi pegawai tetap. Chris terus berjuang meski sempat mengalami tindak diskriminasi dalam perusahaan itu. Ketekunan, kegigihan, dan kepribadian yang menyenangkan dari Chris Gardner membuahkan hasil. Ia sukses menjadi pegawai tetap di perusahaan itu, dan kemudian sukses mendirikan broker sendiri.

7. Too Big To Fail (2011)

too_big_to_failKrisis ekonomi Amerika Serikat tahun 2008 sepertinya memang membuka banyak sekali inspirasi film. Satu lagi adalah Too Big To Fail. Dalam film ini, kinerja Menteri Keuangan AS kala itu, Henry Paulson, menjadi sorotan publik karena krisis berasal dari kredit perumahan yang mangkrak, hampir mirip dengan gagasan yang diusung oleh The Big Short.

Di tahun itu, perusahaan-perusahaan finansial besar bertumbangan, termasuk Lehman Brothers. Padahal sebelumnya, perusahaan-perusahaan tersebut yakin bahwa mereka terlalu besar untuk sampai bangkrut (too big too fail). Tanggung jawab Paulson begitu besar dituntut untuk menyelesaikan masalah ini. Ia pun berinisiatif untuk berembug dengan CEO raksasa-raksasa finansial seperti Merril Lynch, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan JP Morgan Chase untuk mengentaskan Amerika dari krisis.

Sang Menteri Keuangan pun menyusun program untuk menyelamatkan perusahaan pemberi pinjaman hipotek terbesar di Amerika, yakni program Hope Now Alliance untuk menyelamatkan Fannie Mae & Fredie Mac. Sayangnya, krisis ini ternyata sudah merambat kemana-mana termasuk ke Wall Street. Paulson menerima masukan dari Presiden The Fed untuk wilayah New York untuk memerger bank-bank investasi yang dilanda krisis. Program itu merupakan dilema karena di satu sisi sukses menyetabilkan bank tapi justru menambah pengangguran. Film arahan sutradara Curtis Hanson ini merupakan film thriller ekonomi karena menggambarkan betapa gentingnya situasi saat itu.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

5 Langkah Menuju Sukses Trading Forex Ala Kathy Lien

0 komentar
Sebagai salah satu trader wanita sukses di masa kini, Kathy Lien punya segudang tips yang bisa dibagikan untuk para trader pemula. Salah satu rekomendasinya tercantum dalam buku trading berjudul High Profits in High Heels: Secrets from Today's Top Women Traders. Dalam karya kompilasi tersebut, ia tak hanya membagikan kesan dan pengalaman sebagai trader wanita yang masih jarang ada, tapi juga rahasia sukses dengan 5 langkah trading berikut ini:
tips trading forex ala kathy lien
Kathy Lien

1. Membangun Rencana Trading

Langkah paling awal dalam menciptakan strategi trading adalah membuat perencanaan. Kesalahan terbesar pemula adalah trading berdasarkan naluri atau metode trader lain. Walaupun nantinya bisa berhasil, berkiblat pada cara trading orang adalah sebuah "dosa", karena Anda akan kesulitan membuat profit yang sama saat tak lagi menerima "tips" dari trader tersebut. Gelar trader sukses tak bisa disematkan jika Anda hanya berhasil profit besar di satu posisi trading. Oleh karena itu, Anda perlu membuat strategi yang Anda pahami luar dalam.

Kenali Diri Anda
"Di setiap presentasi saya, selalu ada pertanyaan tentang indikator dan time frame mana yang terbaik. Jawaban saya adalah 'tidak ada'." demikian ungkap Kathy Lien. Menurutnya, semua trader punya kesempatan profit yang sama, baik itu trader jangka pendek, jangka panjang, teknikalis, maupun fundamentalis.
Kuncinya, temukan gaya trading yang sesuai dengan kepribadian Anda, dan jangan mencoba untuk menyesuaikan kepribadian Anda dengan gaya trading tertentu. Kenali diri Anda dan ketahui apakah Anda termasuk orang yang tidak sabaran, butuh hasil cepat, suka deg-degan melihat pergerakan harga walau hanya 10 pip, atau tergolong lebih ingin mengambil pendekatan yang lebih santai dan memiliki perspektif jangka panjang.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa mulai menyusun strategi dengan menjawab 3 pertanyaan ini:
  1. Apakah strategi saya nantinya akan berbasis teknikal, fundamental, atau keduanya?
  2. Apakah strategi saya akan lebih fokus pada trading range atau trend?
  3. Time frame apa yang akan saya gunakan?
mengenali karakter trading
Sebagai catatan, penentuan time frame bisa didasarkan pada kepibradian Anda. Time frame besar seperti H1 atau lebih mungkin kurang cocok bila Anda termasuk tipe trader yang kurang sabaran. Sebaliknya, Anda akan kesulitan mencerna volatilitas di time frame rendah seperti M5 atau M15 bila Anda tergolong trader yang lebih suka "jalan pelan-pelan".

Lalu, Anda bisa melanjutkan dengan menjawab 3 pertanyaan berikutnya:
  1. Pair apa yang akan saya tradingkan? mayor atau cross?
  2. Apakah saya akan tetap menahan posisi di atas jam 5 sore atau bahkan di akhir pekan?
  3. Apakah saya hanya akan membeli pair yang memberikan saya bunga swap?
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda bisa membangun fondasi trading Anda. Sekedar info, ada beberapa strategi yang bekerja lebih baik di pair-pair tertentu. Misalnya, pair EUR/GBP kerap dipilih untuk strategi trading dalam range. Ini artinya, EUR/GBP lebih sesuai untuk strategi "buy low, sell high". Menyusun rencana trading tentu akan terasa lebih mudah bila Anda dapat mengenali karakteristik pergerakan harga di pair-pair tertentu, dan memasangkannya dengan setup trading yang tepat.

2. Mengatur Money Management

Langkah berikutnya berkaitan dengan manajemen resiko. Mengapa ini perlu menjadi yang kedua? Faktanya, tahu kapan saat yang tepat untuk exit adalah sama pentingnya dengan mengenali momen pas untuk entry posisi.

Ada berbagai macam metode manajemen resiko yang bisa Anda gunakan. Di sini, Kathy Lien tidak menekankan cara mana yang paling baik, karena semuanya bergantung pada bagaimana Anda menggunakannya. Metode averaging misalnya, bila digunakan dengan tujuan untuk memaksimalkan keuntungan mungkin dapat berbuah manis. Namun beda perkaranya bila cara tersebut diaplikasikan saat posisi Anda sedang loss, karena Anda justru dapat memperbesar resiko kerugian. Untuk itu, ketahui dulu apa yang akan Anda lakukan sebelum membuka posisi agar bisa mengambil langkah exit terbaik.
Gunakan Trailing Stop
Satu lagi tips dalam menentukan exit adalah dengan melibatkan trailing stop. Menurut Kathy Lien, pasar forex adalah market yang sangat trending. Artinya, harga bisa bergerak hingga ribuan pip jika sedang tren di arah tertentu, dengan sedikit retracement di sana-sini. Karena inilah banyak fund manager menjadi trend follower. Dalam menerapkan strategi trend following, trailing stop memiliki peran yang cukup krusial karena berguna untuk memaksimalkan potensi profit sekaligus membatasi resiko.
pentingnya trailing stop
Contoh penggunaan trailing stop
Lalu bagaimana dengan Kathy Lien sendiri? Di buku ini, ia mengungkapkan strategi favoritnya:
"Saya suka membuka beberapa posisi trading dengan ukuran 2 lot. Target pertama saya biasanya ada di level "konservatif", atau yang mudah tercapai. Sementara untuk target kedua, saya tempatkan dengan rasio 1:3. Ketika target pertama saya tersentuh, saya akan pindahkan stop loss ke level breakeven dan terus menyesuaikannya dengan trailing stop seiring dengan penguatan trend. Prinsipnya adalah, jangan pernah biarkan posisi win berubah menjadi loss."

3. Menguji Strategi Trading

Setelah menyusun metode entry dan exit, kini tiba saatnya untuk menguji kehandalan strategi tersebut. Ingat, semuanya perlu dites baik dengan back test maupun forward test. Cara terbaik melakukan back test sebenarnya adalah dengan mengaplikasikan program coding tertentu. Namun karena tak semua trader bisa menggunakannya, maka kita bahas cara yang umum saja, yaitu dengan mereview chart. Lama waktu back test biasanya tergantung pada strategi trading Anda. Semakin rumit metode yang Anda gunakan, jelas semakin lama durasi tesnya.

Hanya setelah Anda selesai melakukan back test, Anda bisa melaju ke akun demo untuk forward test. Tahap ini penting dijalankan meski Anda sudah memperoleh hasil dari back test. Mengapa? Apa yang mungkin terjadi dalam teori kadang tak serupa dengan kenyataannya. Apalagi bila Anda menggunakan strategi breakout atau news trading, pastinya gejolak harga tidak akan mudah diperkirakan, dan mencari posisi entry tentu tidaklah semudah yang tercermin di hasil back test.

Bila Anda sudah berhasil meraih profit konsisten di akun demo, maka Anda bisa melangkah ke akun live. Dalam hal ini, ada baiknya Anda tak terburu-buru, karena "naik kelas" ke akun live sebelum mencetak keuntungan stabil di akun demo hanya akan membawa bencana bagi Anda nantinya.

4. Memahami Strategi Trading

Selain memilih strategi yang sesuai dengan karakter, Anda juga perlu memahami benar strategi trading yang Anda gunakan. Bukan hanya dari cara kerjanya, tapi juga seperti apa hasil trading yang akan didatangkan.

Dari segi hasil trading, ada dua macam strategi yang bisa dikenali. Strategi pertama berhasil membuat banyak posisi Anda berakhir profit, namun jumlah keuntungan per posisinya rendah. Dengan strategi semacam ini, jumlah untung dan rugi Anda di setiap trading kurang lebih sama besar. Namun karena kebanyakan posisi Anda profit, maka angka harapan profit Anda secara keseluruhan masih positif.
Sebaliknya, strategi kedua membuat sebagian besar posisi Anda tak ditutup dengan profit. Tapi dalam sekali profit, keuntungan yang Anda peroleh bisa sangat besar jumlahnya. Dengan demikian, setiap kali profit besar keuntungannya akan mampu menutupi kerugian dari posisi loss. Tipe kedua ini biasanya dihuni oleh strategi-strategi macam metode breakout dan trend following.

Mengenali sisi ini akan mempermudah Anda mengukur keberhasilan trading. Katakanlah Anda mengambil strategi breakout. Setelah sekian lama trading ternyata besar profit Anda tak terlalu besar, dan malah gagal menutupi kekurangan dari loss Anda. Hasil yang seperti ini jelas mengindikasikan ketidakberhasilan penerapan strategi tersebut. Kalau sudah begini, maka tak ada cara lain kecuali kembali ke langkah pertama.

5. Mengembangkan Trading

Bila Anda mampu melewati tahap keempat, maka yang tersisa selanjutnya adalah pengembangan. Meski sudah di tahap terakhir, bukan berarti Anda bisa bersantai-santai begitu saja. Kenyataannya, justru di tahap inilah Anda perlu lebih berusaha, karena mengembangkan trading adalah proses yang terus berlangsung sepanjang waktu.

Belajar Dari Kathy Lien
"Setiap minggu, saya dan partner trading saya mengadakan sesi refleksi diri, dimana kami berdiskusi tentang trading seperti apa saja yang telah kami lakukan. Kami juga membahas kesalahan-kesalahan yang kami buat, apakah ada pola kekalahan yang bisa dilacak, atau adakah sesuatu yang bisa diperbaiki", demikian ungkap Kathy Lien.
kathy lien dan boris schlossberg
Kathy Lien dan partner tradingnya
Trader wanita yang pernah bekerja di JP Morgan itu membagikan pengalamannya ketika berdialog dengan salah seorang trader di suatu event. "Dia mengatakan bahwa strategi trading miliknya sangat profitable, namun ada satu masalah yang mengganjal; strateginya selalu gagal tiap ada rilis berita. Percaya atau tidak, dia meminta saran kepada saya. Jawaban saya sederhana saja, bila Anda bisa profit di pasar normal namun gagal saat ada rilis berita, maka hindari trading di waktu-waktu itu. Saya yakin sekarang trader itu telah memahaminya. Walaupun simpel, tapi hal semacam itu kadang perlu disampaikan dengan benar-benar jelas dulu untuk bisa dipahami", begitulah katanya.

Kathy Lien kembali memberi contoh dengan mengungkapkan 'curhatan' trader lain: "Ada trader yang bercerita bahwa ia belum bisa berhasil menggunakan strategi breakout. Setelah saya tanya-tanya, barulah ketahuan duduk perkaranya. Selama ini ia mencari breakout di akhir sesi Amerika dan awal sesi Asia, dua sesi pasar yang paling jarang ada momen breakout-nya. Saya kemudian menyarankannya untuk menyesuaikan jam trading di awal sesi Eropa, dan hanya dengan melakukan hal itu, tingkat profitabilitasnya meningkat secara signifkan. Penyesuaian-penyesuaian kecil seperti inilah yang justru mampu membuat perbedaan besar".

Kesimpulan

Trading yang sukses selalu dimulai dengan perencanaan. Menyusun rencana trading pun tak bisa sembarangan. Anda perlu mengenali karakter Anda sebagai trader, baru mencari strategi yang tepat dengan kepribadian Anda. Sesudah itu, masih ada langkah-langkah mengatur manajemen resiko, menguji dan memahami strategi, juga senantiasa mengembangkan trading Anda. Meski terkesan panjang dan melelahkan, namun kelima tahap di atas bisa menjadi penentu kesuksesan Anda di masa depan. Lalu, sudahkan Anda menerapkan langkah-langkah tersebut? Jika ya, ada di tahap manakah Anda sekarang?



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan