Banyak temen trader yang nyemplung ke dunia forex trading dengan
harapan yang menurut saya kurang realistis. Rata-rata mereka berharap
bisa mengeruk keuntungan tinggi, jauh di atas rata-rata hasil investasi
secara umum, atau malah berharap meraih kebebasan financial secara
instant atau setidaknya dalam waktu yang singkat dari trading. Eh, bukan
maksud saya mematahkan semangat anda dalam belajar trading loh ya, Saya
cuma ingin mengingatkan bahwa setiap investasi dalam bisnis selalu mengandung resiko.

Hal inilah yang seharusnya disadari oleh setiap calon investor sebelum memutuskan untuk menanamkan modal alias berinvestasi. Sebenernya sih kalo diruntut ke belakang, pengharapan tinggi di kalangan (calon) trader bukan semata-mata "salah" si calon trader tersebut. Memang kebanyakan tawaran investasi di dunia forex trading hanya mengemukakan tingginya return yang bisa diperoleh, tanpa menyertakan warning tentang resikonya.
Seorang kenalan saya pernah menanyakan, bisa gak nitip modal untuk di tradingkan di forex. Saya tanya, berapa return yang dia harapkan per bulannya? Dia jawab: 100%. Wah, saya bilang, kalau saya gak berani jamin return sebesar itu bisa tetap setiap bulannya. Masih saya tambahi lagi dengan penjelasan mengenai resiko yang mungkin terjadi di forex trading ini.
Anda pengen tau reaksinya? Serta merta dia kabur deh. Lah, makanya saya katakan pada setiap calon trader maupun investor: get real deh! Mana ada investasi yang terjamin returnnya sebesar 100% sebulan tanpa resiko? Yang bener aja guys!
Mari coba kita itung-itung ya, kalau seandainya return per bulan katakan sebesar 100% dari modal dan anda melakukan compounding dari profit tersebut, artinya keuntungan tersebut anda kembali tananamkan sebagai modal, maka jika kita menginvestasikan sebesar US$250, di akhir tahun pertama modal anda akan menjadi sebesar US$1,024,000. Di akhir tahun ke-2 akan menjadi US$4,194,304,000. Di akhir tahun ke-3 akan menjadi US$17,179,869,184,000 dan di akhir tahun ke-4, anda akan menjadi "penguasa alam semesta" dengan memiliki asset sebesar US$70,368,744,177,664,000. Hitung sendiri deh nilainya dalam rupiah!
Wew, sebentar… Apakah anda percaya hasil seperti itu bisa tercapai? Eh, kalo menurut hitungan matematis di atas kertas sih emang hasilnya seperti itu. Tapi dalam prakteknya? Waduh! Sekali lagi, bukan maksud hati merontokkan niat anda menjadi trader, tapi dari pengalaman banyak temen trader yang sudah menjadi trader setidaknya lebih dari 2 tahun, hasil yang konsisten seperti itu dalam prakteknya sangat sulit untuk tercapai.
Ok, untuk beberapa bulan anda mungkin bisa mencapai perolehan return sebesar itu, tapi untuk konsisten sebesar itu, yah, terus terang, susah deh! Nah, lalu, berapa persen sih sebenernya hasil yang realistis yang bisa diperoleh dalam trading? Beberapa temen trader menyebutkan angka 30% per bulan. Temen trader yang lain menyebutkan angka 10% per bulan sebagai hasil yang konsisten bisa diperoleh.
O ya, temen trader lain masih menambahkan pesan: jangan melakukan compounding profit dengan menanamkan kembali seluruh profit yang diperoleh dari trading. Setidaknya, lakukan WD untuk menutup biaya operasional tiap bulannya. Bahkan ada yang menyarankan untuk melakukan hit and run. Maksudnya di sini, siklus atau aliran modal dalam bertrading itu sebaiknya singkat saja: deposit, trading lalu jika profit langsung di WD dan… nikmati hasil trading kita. Toh menurutnya, proses WD dan deposit relatif singkat. Ntar kalo pengen trading lagi, ya tinggal deposit lagi.
Saya tidak bisa mengatakan mana cara mengelola modal trading terbaik secara umum, semuanya tergantung pada anda. Silahkan pilih yang cocok untuk anda. Apakah anda akan melakukan cara hit and run tadi, ataukah akan menanamkan kembali sekian persen profit sebagai modal, atau akan melakukan WD secara rutin dalam jumlah tertentu untuk menutup biaya operasional setiap bulannya.
Yang jelas, tetaplah memasang pengharapan yang realistis dalam bertrading dan ingatlah resiko yang harus anda tanggung. Terus terang saya sedih melihat temen-temen trader yang berguguran di market gara-gara (tadinya) mempunyai harapan yang terlalu tinggi, dan akhirnya patah semangat dalam proses pencapaiannya. So, keep the spirit alive, but… be realistic! Trading itu asyik ko, apapun hasil akhir yang kita peroleh. Eh, tapi asal gak keseringan MC sih..
Hal inilah yang seharusnya disadari oleh setiap calon investor sebelum memutuskan untuk menanamkan modal alias berinvestasi. Sebenernya sih kalo diruntut ke belakang, pengharapan tinggi di kalangan (calon) trader bukan semata-mata "salah" si calon trader tersebut. Memang kebanyakan tawaran investasi di dunia forex trading hanya mengemukakan tingginya return yang bisa diperoleh, tanpa menyertakan warning tentang resikonya.
Seorang kenalan saya pernah menanyakan, bisa gak nitip modal untuk di tradingkan di forex. Saya tanya, berapa return yang dia harapkan per bulannya? Dia jawab: 100%. Wah, saya bilang, kalau saya gak berani jamin return sebesar itu bisa tetap setiap bulannya. Masih saya tambahi lagi dengan penjelasan mengenai resiko yang mungkin terjadi di forex trading ini.
Anda pengen tau reaksinya? Serta merta dia kabur deh. Lah, makanya saya katakan pada setiap calon trader maupun investor: get real deh! Mana ada investasi yang terjamin returnnya sebesar 100% sebulan tanpa resiko? Yang bener aja guys!
Mari coba kita itung-itung ya, kalau seandainya return per bulan katakan sebesar 100% dari modal dan anda melakukan compounding dari profit tersebut, artinya keuntungan tersebut anda kembali tananamkan sebagai modal, maka jika kita menginvestasikan sebesar US$250, di akhir tahun pertama modal anda akan menjadi sebesar US$1,024,000. Di akhir tahun ke-2 akan menjadi US$4,194,304,000. Di akhir tahun ke-3 akan menjadi US$17,179,869,184,000 dan di akhir tahun ke-4, anda akan menjadi "penguasa alam semesta" dengan memiliki asset sebesar US$70,368,744,177,664,000. Hitung sendiri deh nilainya dalam rupiah!
Wew, sebentar… Apakah anda percaya hasil seperti itu bisa tercapai? Eh, kalo menurut hitungan matematis di atas kertas sih emang hasilnya seperti itu. Tapi dalam prakteknya? Waduh! Sekali lagi, bukan maksud hati merontokkan niat anda menjadi trader, tapi dari pengalaman banyak temen trader yang sudah menjadi trader setidaknya lebih dari 2 tahun, hasil yang konsisten seperti itu dalam prakteknya sangat sulit untuk tercapai.
Ok, untuk beberapa bulan anda mungkin bisa mencapai perolehan return sebesar itu, tapi untuk konsisten sebesar itu, yah, terus terang, susah deh! Nah, lalu, berapa persen sih sebenernya hasil yang realistis yang bisa diperoleh dalam trading? Beberapa temen trader menyebutkan angka 30% per bulan. Temen trader yang lain menyebutkan angka 10% per bulan sebagai hasil yang konsisten bisa diperoleh.
O ya, temen trader lain masih menambahkan pesan: jangan melakukan compounding profit dengan menanamkan kembali seluruh profit yang diperoleh dari trading. Setidaknya, lakukan WD untuk menutup biaya operasional tiap bulannya. Bahkan ada yang menyarankan untuk melakukan hit and run. Maksudnya di sini, siklus atau aliran modal dalam bertrading itu sebaiknya singkat saja: deposit, trading lalu jika profit langsung di WD dan… nikmati hasil trading kita. Toh menurutnya, proses WD dan deposit relatif singkat. Ntar kalo pengen trading lagi, ya tinggal deposit lagi.
Saya tidak bisa mengatakan mana cara mengelola modal trading terbaik secara umum, semuanya tergantung pada anda. Silahkan pilih yang cocok untuk anda. Apakah anda akan melakukan cara hit and run tadi, ataukah akan menanamkan kembali sekian persen profit sebagai modal, atau akan melakukan WD secara rutin dalam jumlah tertentu untuk menutup biaya operasional setiap bulannya.
Yang jelas, tetaplah memasang pengharapan yang realistis dalam bertrading dan ingatlah resiko yang harus anda tanggung. Terus terang saya sedih melihat temen-temen trader yang berguguran di market gara-gara (tadinya) mempunyai harapan yang terlalu tinggi, dan akhirnya patah semangat dalam proses pencapaiannya. So, keep the spirit alive, but… be realistic! Trading itu asyik ko, apapun hasil akhir yang kita peroleh. Eh, tapi asal gak keseringan MC sih..
Sumber: Seputarforex.com






