Tampilkan postingan dengan label Hedging Scalping Martingale. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hedging Scalping Martingale. Tampilkan semua postingan
Minggu, 27 Maret 2016

Strategi Hedging Dalam Trading Forex

0 komentar
Dalam trading forex, tingkat resiko yang mungkin terjadi selalu berubah. Tidak ada cara yang pasti untuk memperkirakan pergerakan suatu pasangan mata uang pada waktu yang akan datang. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah membatasi resiko guna melindungi posisi trading kita atau lazim disebut dengan hedging (lindung nilai). Ada beberapa cara yang digunakan untuk melindungi posisi trading, namun dasar pemikirannya sama dan sederhana.
                                                      

Ketika Anda mempunyai posisi buy pada sebuah pasangan mata uang, Anda harus membuka posisi yang berlawanan (sell) guna melindungi posisi Anda, atau mengurangi resiko jika pergerakan harga bergerak turun. Dengan cara yang sama, Anda membuka posisi buy jika posisi awal Anda sell.
Berikut dua metode yang lazim digunakan dalam trading forex:

Cara hedging sederhana
Jika Anda baru mencoba cara hedging, Anda bisa berlatih dengan cara yang sederhana. Cara ini kadang-kadang disebut dengan hedging langsung (direct hedging). Hal ini terjadi bila Anda mempunyai posisi buy dan posisi sell pada sebuah pasangan mata uang. Sebagai contoh, Anda trading pada pasangan EUR/USD dengan mulai membuka posisi buy pada harga 1.3000, tetapi setelah beberapa saat kemudian pergerakan harga mulai turun. Kemudian Anda membuka posisi sell, misal pada harga 1.2800.

Jika dari analisa selanjutnya pergerakan harga Anda perkirakan akan turun, maka Anda bisa menutup posisi buy dengan hasil loss, dan membiarkan posisi sell yang kemungkinan besar akan menghasilkan profit. Namun jika Anda tidak yakin kearah mana harga akan bergerak, Anda bisa membiarkan kedua posisi tersebut terbuka hingga tampak sinyal yang pasti. Anda juga bisa menambahkan level stop loss pada salah satu atau kedua posisi tersebut.

Kesulitan yang sering dialami dengan cara ini adalah ketika pergerakan harga tidak menentu kita akan sulit menentukan posisi mana yang akan kita tutup terlebih dahulu. Jika kedua posisi tersebut telah kena (harga telah pernah mencapai kedua level hedging tersebut) maka kita pasti akan loss sebesar jarak pip hedging yang telah kita buka. Dalam contoh diatas pip hedging kita adalah 1.3000-1.2800 = 200 pip.

Trading pada beberapa pasangan mata uang
Karena ada broker yang melarang menggunakan cara hedging sederhana seperti diatas sesuai dengan peraturan regulatornya, maka trader mensiasatinya dengan trading pada beberapa pasangan mata uang  yang memiliki korelasi. Sebagai contoh jika Anda membuka posisi buy pada pasangan EUR/USD dan beberapa saat kemudian harga mulai bergerak turun. Anda bisa membuka lagi posisi buy pada pasangan USD/CHF karena dari data historis USD/CHF memiliki korelasi negatif terhadap EUR/USD.

Jika USD memang menguat terhadap semua mata uang utama, maka EUR/USD akan turun dan USD/CHF akan naik. Anda bisa cut loss posisi buy pada EUR/USD dan membiarkan posisi USD/CHF yang kemungkinan besar akan profit. Selain membuka posisi buy pada USD/CHF, sebagai alternatif Anda bisa juga membuka posisi sell pada pasangan GBP/USD karena dari data historisnya GBP/USD memiliki korelasi positif terhadap EUR/USD. Jika USD menguat, Anda bisa cut loss posisi buy EUR/USD dan membiarkan posisi sell GBP/USD dengan kemungkinan besar akan profit.

Kelemahan cara hedging ini adalah bahwa hubungan korelasi antar pasangan mata uang tidak linier, suatu saat korelasinya bisa kuat dan kadang-kadang bisa melemah. Walau demikian dengan hedging paling tidak Anda bisa melindungi posisi trading Anda dengan meminimalisir kerugian.

Sumber : www.forexcrunch.com : Forex Hedging Strategies to Protect Investments
Seputarforex.com 
Read more...

Apa Itu Hedging?

0 komentar
Hedging adalah strategi trading untuk "membatasi" atau "melindungi" dana trader dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan. Hedging memberi kesempatan bagi trader untuk melindungi diri dari kemungkinan rugi (loss) meski ia tengah melakukan transaksi. Caranya adalah dengan memperkecil risiko merugi ketika pergerakan nilai tukar mata uang tidak memungkinkan trader meraih profit.



Sesuai dengan peraturan, kerugian seorang trader akan berhenti ketika harga menyentuh titik stop loss, atau pergerakan harga berbalik ke arah yang diprediksi oleh trader. Kejadian-kejadian tersebut sering menimpa trader. Sehingga bila Anda sedang mengalami hal semacam itu, Anda tak perlu terlalu memerhatikan detail. Cukup lakukan skenario yang sering dilakukan trader kebanyakan: tentukan titik stop loss yang sesuai sistem trading Anda dan jangan mudah panik bila melihat pergerakan harga. Singkat kata, ber-tradinglah sesuai dengan kondisi Anda saat ini dan gunakan money management serta risk management dalam sistem trading Anda.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para trader, terutama pemula, adalah mereka tidak menggunakan money management. Akibatnya trader-trader semacam ini selalu melakukan transaksi trading melebihi kemampuan mereka. Sedangkan pada kasus lain, trader tidak menggunakan risk management, sehingga dalam sistem ber-trading mereka tidak ada istilah "bertahan". Mereka selalu "menyerang", melawan trend harga yang sedang berlaku, sehingga mereka sering berakhir dengan kerugian.

Pada situasi-situasi yang telah disebutkan di atas, hedging wajib dipilih oleh trader sebagai strategi trading. Sebab bukan hanya akan melindungi dari risiko rugi yang besar, tetapi hedging juga bisa menjamin profit trading. Sebagai tambahan, hedging juga mempermudah trader untuk membuat perencanaan trading berikutnya, tanpa terpengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang.
Tipe-Tipe Hedging

Ada dua tipe hedging sehubungan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang:
1. Buyer hedging
Buyer hedging digunakan untuk mengurangi risiko berkaitan dengan kemungkinan nilai tukar mata uang yang naik.

2. Seller hedging
Seller hedging digunakan untuk membatasi risiko berkaitan dengan kemungkinan nilai tukar mata uang yang turun.
Sedangkan tipe strategi-strategi hedging adalah:
1. Classical hedging
Tipe strategi ini digunakan ketika trader berada dalam posisi yang berlawanan dengan pasar dan kebanyakan digunakan oleh pedagang produk pertanian, terutama di Chicago (Amerika Serikat).

2.Full and partial hedging
Full hegding mengimplikasikan perlindungan terhadap risiko-risiko keseluruhan transaksi yang merugikan. Tipe hedging ini secara keseluruhan menghapus kemungkinan kerugian yang akan diderita trader karena fluktuasi nilai tukar mata uang.

Sementara partial hedging hanya melindungi sebagian dari transaksi trading.

3. Anticipatory hedging
Hedging tipe ini bekerja dengan memperkirakan pembelian dan penjualan dengan baik sebelum transaksi trading dibuat. Dia bekerja dengan baik terutama di pasar riil. Namun strategi ini dapat pula diaplikasikan dalam trading pada pasar saham, bahkan bisa dikatakan tipe ini sering digunakan pada jenis pasar tersebut.

4. Selective hedging
Selective hedging ditandai oleh fakta bahwa transaksi di pasar pada masa akan datang akan memiliki variasi pada volume dan eksekusi order.

5. Cross hedging
Hedging tipe ini memiliki karakterisasi yang berhubungan dengan kenyataan bahwa aksi di pasar pada masa akan datang melibatkan kontrak, bukan pada aset di pasar riil, tetapi pada instrumen keuangan yang lain. Contohnya, pada pasar riil terdapat aksi-aksi yang berkaitan pembagian saham, tetapi di pasar pada masa yang akan datang akan lebih banyak melibatkan indeks saham.



Meski strategi ini mampu membuat trader mendapatkan profit, namun sejatinya hedging bertujuan untuk mengurangi potensi rugi atas transaksi seorang trader. 

Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Praktek Sederhana Hedging

0 komentar
Setelah artikel sebelumnya membahas tentang pengertian hedging, kini saatnya Anda beralih pada macam-macam hedging.


Simple Hedging
Meski tidak semua, tetapi terdapat beberapa broker yang mengijinkan kliennya untuk mempraktikkan trading mereka dengan apa yang disebut sebagai direct hedging. Dalam praktik trading semacam ini (direct hedging), seorang trader boleh melakukan open position pada buy dan sell pada satu pair mata uang dalam waktu yang bersamaan. Ketika profit net masih nol dan kedua trading masih dalam open position, trader bisa menghasilkan banyak untung tanpa menimbulkan risiko lain. Dengan syarat trader mampu menemukan timing dalam market yang tepat.



Sifat dasar strategi hedging dalam Forex adalah melindungi trader dari kerugian (loss). Pada hedging jenis sederhana (simple hedging), ia melindungi trader dengan cara mengijinkan trader untuk trading pada posisi yang berlawanan dengan posisi trading awal, tanpa harus menutup trading tersebut.

Mendengar hal tersebut reaksi pertama Anda pasti: "Betapa tidak masuk akal ide tersebut. Akan lebih mudah jika aku menutup trading awal untuk mencegah rugi dan menempatkan trading baru di posisi yang lebih baik."

Tentu saja, setiap keputusan bergantung pada masing-masing trader, serta kebijaksanaan mereka dalam ber-trading. Sebagai trader, Anda tentu boleh menutup trading awal Anda dan masuk kembali ke market pada harga yang lebih baik. Namun pertimbangkan pula kepraktisan strategi hedging ini: Anda bisa memiliki trading awal Anda di market, sementara di saat yang sama Anda dapat mendapatkan keuntungan (profit) dari pergerakan trend market yang berlawanan dengan posisi trading awal Anda.

Contoh:
Ambil saja contoh pair AUD/USD dan EUR/USD. Pada awal trading pair AUD/USD tampak akan menghasilkan profit bagi trading Anda, sementara pair EUR/USD tak memberi sinyal apapun.

Namun pada perkembangannya pair AUD/USD mengalami penurunan harga dan akan merugikan Anda. Pada saat inilah Anda bisa melakukan aksi hedging, dengan cara buy AUD dan sell USD secara bersamaan tanpa ada waktu jeda yang panjang. Dan jika di sisi lain pair EUR/USD memperlihatkan peningkatan nilai tukarnya, tanpa perlu menutup trading sebelumnya, Anda dapat melakukan sell di EURUSD.

Meski strategi hedging ini memperlihatkan kepraktisannya, namun ada peringatan yang dicamkan oleh trader: semakin banyak transaksi yang digunakan maka semakin rumit keputusan yang harus diambil. Oleh karena itu, trader wajib tanggap terhadap waktu yang tepat untuk melakukan likuidasi secara tepat, sehingga transaksi yang digunakan selalu aman dan tidak merugikan.

Selain itu, pastikan melakukan hedging ketika sinyal sistem Anda memberikan jaminan yang valid dalam menentukan arah trend. Selagi perjalanan harga masih bisa dideteksi maka hedging boleh dilakukan. Sebaliknya, jika arah harga yang terjadi sudah tidak bisa dipahami lebih baik hedging dihentikan. Jangan ada proses likuidasi pada saat Anda tidak mengetahui ke mana harga akan bergerak dengan pasti.


Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Stop Loss, Hedging, Dan Cut Loss

0 komentar
Stop Loss, Hedging dan Cut Loss adalah cara-cara untuk membatasi kerugian dalam forex trading.

Stop Loss berarti kita memasang order otomatis untuk meng-closed suatu posisi pada saat harga menyentuh level harga tertentu yang menjadi batas dimana kita "sanggup untuk menahan maksimal kerugian". Kita bisa menentukan sendiri, berapa banyak kerugian yang sanggup kita tanggung pada saat kita memasang Stop Loss ini. Mengenai teknik menentukan SL ini, sudah pernah saya bahas di artikel terdahulu.

stop loss
Hedging atau Locking ini maksudnya kita membuka posisi buy dan sell secara bersamaan atau tanpa meng-close salah satu posisi. Dalam prakteknya, kita bisa menggunakan pending order maupun instant execution untuk melakukan hedging guna melindungi satu posisi. Saya juga pernah membahas tentang masalah hedging sebagai pengganti SL dalam artikel terdahulu.

Sedangkan Cut Loss adalah meng-closed suatu posisi secara manual. Ketiga cara tersebut bisa kita lakukan untuk membatasi kerugian, tentu saja kecuali kita memang akan membiarkan modal tergerus habis alias MC. Terus, mana sebenernya dari ketiga cara tersebut yang paling efektif ? Yah, sebenernya sih tergantung "selera" dari masing-masing trader sih. Stop Loss sifatnya lebih pasti, karena suatu posisi akan otomatis tertutup pada saat kita anggap kerugiannya sudah terlalu besar. Tentunya besar kecilnya kerugian untuk setiap posisi ini sudah kita perhitungkan dalam trading plan kita. Jadi, secara psikologis, SL tidak menimbulkan keragu-raguan.

Hedging atau Locking banyak dipilih oleh trader yang menginginkan batas kerugian  yang lebih fleksibel, artinya, kerugian tetap dibatasi, akan tetapi masih menyimpan harapan bahwa posisi yang terfloating negatif akan dapat ditutup dengan profit. Hedging apabila dikelola dengan baik, memang akan lebih memnugkinkan kita untuk menutup satu posisi dengan profit. Akan tetapi, perlu kesabaran, ketelitian, dan juga disiplin dalam margin management dalam melakukan hedging. Banyak hedging yang justru berakibat tambahan koleksi floating negatif yang akhirnya berujung pada MC. Kesulitan utama dalam hedging memang dalam margin management dan dalam membuka locking-nya.

Membuka locking untuk trader yang belum berpengalaman memang sering menimbulkan keragu-raguan. Seringnya sih kita ragu, kapan waktu yang tepat untuk membuka locking atau menutup posisi hedge ini dengan meng-closed satu posisi.  Pertanyaan yang berkecamuk sih biasanya: "Close sekarang ato gak ya? Close sekarang, jangan-jangan trend masi terus berlanjut… jadinya yang minus makin gedhe, sedangkan yang plus udah keburu ditutup. Kalo gak close sekarang… jangan-jangan trendnya keburu balik arah, jadinya malahan gak jadi dapet untung deh." Memang membutuhkan kesabaran plus keyakinan yang tinggi pada saat membuka locking ini. Temen trader yang biasa menggunakan hedging menyarankan untuk membuka locking dan terus menjaga posisi serta melakukan scalping untuk menutup kerugian apabila trend masih berlanjut. Cara ini tentunya butuh ketenangan dan psikologis yang matang supaya tidak mudah terpancing oleh gerakan chart yang terkadang "menipu".

Saran lainnya bagi anda yang ingin menggunakan cara hedging ini, gunakan hedging hanya apabila available margin lebih besar dibanding used margin. Apabila margin sudah tipis, mending gunakan saja SL atau sekalian Cut Loss ajah. Nah, Cut Loss biasanya adalah pilihan terakhir untuk membatasi kerugian. Saya pribadi pake Cut Loss biasanya kalo udah bosen liat floating kelamaan. Tentunya ini bukan contoh yang pantas ditiru ya! Banyak juga kok.. temen-temen trader yang murni scalper, dan hanya melakukan semua tindakan secara manual, termasuk meng-close transaksi, baik dalam keadaan profit maupun dalam keadaan loss, yang berarti melakukan Cut Loss, dalam kondisi floating yang gak terlalu banyak seperti yang biasa saya lakukan… hehehe!

Ok deh, alternatif manapun yang akan anda pilih untuk membatasi kerugian, semua tergantung anda. Semuanya perlu "keberanian" tersendiri. Yah, temen trader saya bilang memang profesi trader itu butuh nyali dan mental yang kuat. Terutama tentunya pada saat harus menanggung resiko kerugian dan melakukan tindakan untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Jangan sampai karena kita ragu dalam membatasi kerugian, akhirnya harus dipaksa oleh broker untuk menutup semua posisi, alias Margin Call.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Hedging Sebagai Pengganti Stop Loss

0 komentar
Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai pentingnya Stop Loss dan pertimbangan-pertimbangan untuk menentukan berapa point sebaiknya Stop Loss ditentukan. Namun demikian, banyak juga trader yang masih juga kurang nyaman dengan Stop Loss yang bersifat “kaku”. Kebanyakan masih menganggap Stop Loss konvensional seperti ini masih terlalu kaku untuk mengantisipasi gejolak yang terjadi di market. Nah, bagi temen-temen trader yang masih menganggap Stop Loss konvensional ini terlalu kaku, saya sarankan untuk mencoba alternatif lain untuk membatasi kerugian, yaitu menggunakan hedging.

hedging
Hedging di sini maksudnya kita membuka posisi Buy dan Sell secara bersamaan atau tanpa meng-close salah satu posisi. Menggunakan hedging sebagai Stop Loss bisa dilakukan dengan dua cara.

1. Instant Execution

Maksudnya kita  membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sedang terfloating minus di mata uang yang sama dan tanpa meng-close dahulu posisi yang minus tadi.  Cara ini digunakan untuk mengunci posisi yang sedang floating minus.
Contoh: Kita open order Buy EUR/USD di posisi 1.3000 dan kemudian ternyata kita menderita loss hingga 50 point (turun ke 1.2950) kemudian di posisi 1.2950 tersebut kita  kunci (hedging) dengan cara open order Sell baru di 1.2950 pada EUR/USD lagi. Sehingga dengan cara ini maka loss kita akan tetap floating -50 point terus, sampai nanti salah satu atau kedua posisi hedging tersebut kita close. Jadi meskipun harganya turun terus ke arah 1.2500 pun posisi loss kita tetap -50 point.

2. Pending order
Maksudnya, kita memasang pending order pada harga tertentu sebagai pelindung dari sebuah posisi yang kita ambil, sehingga kalaupun harga bergerak diluar prediksi kita pada saat kita tidak sedang memantau chart, pending order akan otomatis aktif untuk melindungi kerugian atas posisi yang telah kita ambil tadi.
Contoh: Kita open order Buy EUR/USD di posisi 1.3000 kemudian kita memasang pending order (Sell Stop) di posisi 1.2950 pada EUR/USD juga. Dengan cara ini apabila harga ternyata bergerak turun, maka pending order akan otomatis aktif dan membatasi kerugian atas posisi pertama tadi. Masalahnya, bagaimana cara kita menentukan di posisi berapa kita memasang pending order? Kalau saran saya sih, karena hedging ini kita maksudkan sebagai pengganti Stop Loss, maka pertimbangan untuk menentukan di posisi berapa kita memasang pending order ya kurang lebihnya sama dengan pertimbangan kita dalam menentukan Stop Loss konvensional. Silahkan simak di artikel terdahulu tentang Stop Loss.

Cara hedging sebagai pengganti Stop Loss ini memang mempunyai kelemahan dari sisi psikologis, terutama untuk trader yang belum begitu berpengalaman. Biasanya kita akan ragu-ragu untuk menutup salah satu posisi yang positif, karena khawatir begitu posisi hedging kita close, ternyata trend terus berlanjut sehingga posisi yang masih terbuka semakin bertambah minusnya tanpa ada pelindung lagi. Sedangkan apabila kita meng-hold posisi yang positif, khawatir kalau-kalau trend tiba-tiba berbalik sehingga malahan kita jadi punya koleksi floating negatif deh.

Ada saran dari salah seorang temen trader yang  biasa menggunakan cara hedging sebagai pengganti Stop Loss mengenai kapan kita menutup posisi hedging tersebut: sebaiknya posisi hedging tidak usah dipasang TP. Konsekuensinya, kita harus telaten scalping untuk posisi tersebut. Maksudnya, kita pantau terus pergerakan harga, begitu kita rasa trend mulai berbalik arah, segera close posisi yang positif.

Kalaupun ternyata trend masih berlanjut, buka posisi lagi, demikian seterusnya. Memang kita akan rugi spread, tapi masih mendinglah kita bisa mengambil manfaat dari pergerakan harga, daripada cuma harap-harap cemas melihat loss dari posisi yang “terlanjur” kita ambil. Cara hedging sebagai pengganti Stop Loss ini memang tidak disarankan untuk trader pemula, namun demikian bisa menjadi alternatif bagi trader yang tidak menginginkan Stop Loss yang sifatnya kaku.

Alternatif manapun yang akan kita pilih, sebaiknya disesuaikan dengan “situasi dan kondisi” kita. Artinya, kita harus merasa nyaman dengan apapun keputusan yang kita ambil pada saat trading. Saran utama saya sih, enjoy your trade. Nikmati setiap proses dalam ber-trading. Jangan sampai trading hanya menghasilkan “penyakit”. Sudah menghabiskan waktu, tenaga, biaya, masih plus jantungan pula.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Scalping? Boleh-Boleh Aja Kok

0 komentar
Scalping di sini maksudnya kita melakukan Open Position untuk jangka waktu yang relatif pendek, menggunakan margin yang relatif besar dengan target profit yang relatif kecil. Mungkin anda masih penasaran, “kok relatif sih? tepatnya berapa lama, berapa persen margin dan berapa pips targetnya?” hehe. Ok deh, kalau memang harus menyebut angka, biasanya sih kalau scalping, saya menggunakan time frame antara 5 sampai 15 menit, margin antara 10 sampai 20 persen per posisi dan target profit cukup sekitar 10 pips saja. Atau malahan, margin sampai 40 persen dengan target profit di bawah 5 pips.

Salah seorang mentor saya pernah bilang, scalping itu cara trading khas newbie… whatever lah… terus terang saya juga kadang masih scalp juga kok, meskipun sebenernya saya memang lebih cenderung untuk memilih menjadi swinger trader. Yah, kadang sekedar iseng merasakan latihan sport jantung juga lumayan seru sih.

Ok deh… apapun kata master, scalping sah-sah saja dilakukan kok, asal tidak melanggar aturan dari broker tempat kita ber-trading, terutama masalah aturan short trading. Scalping biasanya memang dibatasi demi kelancaran para trader bertransaksi, karena memang kalo semua trader keseringan open dan close position dalam jangka waktu yang singkat, akan menjadi beban bagi server brokernya.

Nah, untuk scalping, ada baiknya kita memilih pair dengan spread yang tidak terlalu tinggi tapi pergerakannya lumayan kenceng, seperti misalnya pair GBP/USD atau EUR/USD. Sebenernya gak ada larangan juga sih, scalping di pair dengan spread yang besar seperti GBP/JPY. Cuma, kalau spread kegedhean, ya kita mesti siap mental buat nunggu spread ketutup yang mungkin aja rada lama, kalau pergerakannya tidak terlalu kenceng. Ehm, kadang-kadang lumayan mules juga tuh, nungguin spread yang gak ketutup-ketutup, apalagi klo pas main hantam pake margin gedhe. Iya deh, masalah pilih-pilih pair kayaknya sudah cukup jelas yaa. Nah, sekarang… indikator apa sih yang biasanya dipake oleh scalper?
Yuk, mari kita lihat chart berikut:



Pada chart di atas, saya menggunakan time frame 15 menit untuk pair GBP/USD. Indikator yang saya gunakan adalah parabolic SAR, Simple Moving Average periode 200 dan W%R. Patokan yang saya gunakan untuk entry adalah sebagai berikut: apabila harga di atas SMA 200, parabolic SAR terletak di atas candlestick dan W%R ada di area sell, maka saya melakukan Open Position Sell. Dan apabila harga di bawah SMA 200, parabolic SAR terletak di bawah candlestick dan W%R ada di area buy, maka saya melakukan Open Position Buy. Itu hanya salah satu contoh chart yang saya pake untuk scalping.

Ramuan indikator di atas memang lebih cocok dipakai apabila market dalam kondisi sideways.  Kalau market sedang trending sih, kadang-kadang saya scalping hanya berpatokan pada candlestick ajah. Ok deh, silahkan di coba dan dirasakan sendiri. Yang jelas sih, kalau mau Open Position, ingatlah selalu ketahanan margin kita. Jadi, jangan melakukan Open Position hanya berdasarkan nafsu karena melihat chart yang menari-nari menggoda di depan mata. Bisa-bisa bukannya profit yang kita dapet, tapi malahan dapet MC deh.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Strategi Sederhana Untuk Scalping

0 komentar
Salah satu yang paling sulit bagi scalper sebelum entry adalah menentukan strategi. Strategi trading ada yang kompleks dan ada yang sederhana, dan membuat rencana untuk entry dengan strategi tertentu bagi scalper tidak harus kompleks. Artikel ini mencontohkan strategi trading yang sederhana dengan indikator CCI (Commodity Channel Index) untuk scalping. Hanya 3 langkah yang perlu dilakukan yaitu menentukan arah trend, menentukan momentum entry dengan indikator CCI, dan menentukan level exit sesuai dengan management resiko.

Menentukan arah trend
Scalper biasanya menggunakan time frame 1 menit hingga 15 menit. Untuk menentukan arah trend biasanya digunakan indikator exponential moving average (ema). Pada contoh NZD/USD berikut digunakan ema periode 200. Jika harga bergerak diatas garis kurva ema-200 maka diasumsikan trend sedang bullish dan trader akan menunggu peluang momentum untuk buy, sebaliknya jika harga bergerak dibawah ema-200 maka trader menunggu peluang sell.

               
Dari gambar diatas tampak harga masih trending dengan kuat yang ditunjukkan oleh jarak antara penutupan harga dengan ema-200 yang makin lebar. Selain itu pergerakan harga juga membentuk level-level higher high (level high baru yang lebih tinggi dari level high sebelumnya) dan higher low (level low baru yang lebih tinggi dari level low sebelumnya) yang merupakan ciri pergerakan uptrend.

Momentum entry dengan indikator CCI
Karena trading dengan time frame rendah, maka setelah mengetahui arah trend trader harus segera menentukan momentum entry sebelum momentum tersebut hilang dan trend berubah. Salah satu indikator yang bisa membantu menentukan momentum entry adalah CCI. Selain digunakan untuk mengetahui keadaan overbought dan oversold, indikator CCI juga menunjukkan siklus pergerakan harga atau saat-saat pergantian arah trend, yaitu ketika terjadi divergensi antara arah pergerakan harga dan arah pergerakan indikator.

               
Karena pada contoh ini pergerakan harga uptrend, maka trader akan menunggu terjadinya keadaan oversold untuk entry, yaitu ketika CCI berada dibawah level -100 seperti tampak pada gambar diatas. Sebaliknya untuk entry sell dilakukan hanya bila harga bergerak dibawah garis kurva indikator ema-200 dan indikator CCI menunjukkan keadaan overbought.

Level exit sesuai dengan management resiko
Management resiko adalah hal yang krusial dalam scalping karena biasanya trader akan entry beberapa kali dalam sehari. Trader bisa menggunakan level ekstrem (tertinggi atau terendah) sebelumnya sebagai level stop loss, atau dengan menentukan level stop loss pada garis kurva itu sendiri. Risk/reward ratio tidak harus tinggi, tetapi usahakan lebih besar dari 1:1.

Sumber : www.dailyfx.com : A Simple CCI Strategy for Scalpers, by: Walker England, Forex Trading Instructor

Read more...

Analisa Time Frame Untuk Scalping

0 komentar
Analisa time frame artinya melakukan perbandingan pada beberapa time frame untuk memperoleh gambaran yang jelas dari arah pergerakan harga yang sedang terjadi. Analisa dengan memperbandingkan time frame trading atau multiple time frame analysis perlu dilakukan trader sebelum entry, terutama untuk scalper yang selalu bermain dengan time frame rendah. Untuk teknik scalping yang memerlukan kecepatan, trader tidak harus mengamati banyak time frame melainkan cukup 2 chart trading pada time frame yang berbeda. Yang pertama adalah chart referensi dan lainnya chart eksekusi. Tujuan utama analisa time frame adalah mengetahui arah trend yang dominan sebelum entry.

Teknik scalping dengan analisa time frame cocok digunakan untuk trading pada pasar yang volatilitasnya tinggi dengan waktu trading yang terbatas, seperti pada indeks harga saham. Pada artikel ini dicontohkan analisa time frame untuk scalping pada indeks saham UK-100 dimana pada umumnya trader menggunakan time frame 5 menit untuk eksekusi posisi. Dalam prakteknya cara ini juga bisa digunakan pada indeks Dow Jones (USA30), Hangseng (HKO43), Nikkei (JPN225) dan lainnya.

Chart Referensi
Chart referensi time framenya lebih tinggi dari chart eksekusi. Ada aturan (tidak baku) yang menentukan bahwa chart referensi sebaiknya 6 kali time frame chart eksekusi. Untuk trader yang biasa menggunakan time frame 5 menit pada chart eksekusi, maka time frame chart referensi pada umumnya 30 menit atau 1 jam.

          
Salah satu cara yang paling mudah dalam menentukan arah trend adalah dengan menerapkan indikator moving average. Untuk pasar yang volatilitasnya cenderung tinggi seperti indeks UK-100 ini trader biasanya menggunakan exponential moving average (ema). Dalam contoh ini kita menggunakan periode 200. Kita lihat bahwa harga sedang bergerak dibawah garis kurva indikator ema-200, yang merupakan peluang untuk membuka posisi sell. Langkah berikutnya kita lihat arah pergerakan harga pada chart eksekusi (time frame 5 menit).

Chart eksekusi
Chart eksekusi adalah pergerakan harga pada time frame dimana kita akan melakukan eksekusi, yaitu membuka atau menutup posisi trading bila memang telah sesuai dengan keadaan yang ditunjukkan oleh chart referensi. Seperti chart referensi, chart eksekusi juga menggunakan indikator ema dengan periode yang sama.

         

Peraturan dalam cara analisa time frame ini adalah:
- Jika pada chart referensi harga bergerak diatas garis ema-200, dan pada chart eksekusi harga juga bergerak diatas garis ema-200, maka trader bisa membuka posisi buy.
- Jika pada chart referensi harga bergerak dibawah garis ema-200, dan pada chart eksekusi harga juga bergerak dibawah garis ema-200, maka trader bisa membuka posisi sell.
- Jika pada chart referensi harga bergerak dibawah garis ema-200, tetapi pada chart eksekusi harga bergerak diatas garis ema-200 (tidak sejalan), maka trader dianjurkan untuk tidak membuka posisi, seperti pada contoh diatas. Demikian juga bila harga pada chart referensi berada diatas ema-200 tetapi pada chart eksekusi harga bergerak dibawah garis ema-200.

Sumber : www.dailyfx.com : Time Frame Analysis for Market Scalpers, by Walker England, Forex Trading Instructor
Seputarforex.com 
Read more...

Beberapa Catatan Untuk Trik Hedging

0 komentar
Strategi hedging atau locking ada yang digunakan secara konvensional dan ada yang digunakan sebagai trik. Yang konvensional biasanya dilakukan bila trader mengunci (locking) trade tersebut dengan entry pada posisi yang berlawanan dengan sebelumnya.
Misal: sebelumnya membuka posisi buy, tetapi kemudian harga turun, dan untuk menghindari kerugian yang lebih besar trader tersebut membuka posisi sell pada pasangan mata uang yang sama sehingga jumlah kerugian tidak bertambah. Jika harga berbalik arah ia akan membuka (unlock) kunci tersebut dengan menutup salah satu posisi. Cara konvensional ini biasanya dilakukan oleh trader pemula bila ia merasa salah posisi.


Cara hedging yang lain adalah memang dari awal tujuannya untuk memperoleh profit, bukan karena merasa salah posisi. Seorang trader akan entry buy dan entry sell pada harga yang sama dalam waktu yang relatif singkat (karena tidak mungkin bisa open buy dan open sell dalam waktu yang bersamaan). Contoh: trader A open sell EUR/USD pada harga 1.3300 dan beberapa saat kemudian ia open buy pada harga yang sama. Ternyata harga kemudian turun ke level 1.3200, trader A menutup posisi sell-nya dengan profit 100 pip dan membiarkan posisi buy-nya.

Ia kemudian membuka 2 posisi baru, yaitu open buy dan open sell pada level 1.3200. Katakan harga kembali naik ke level 1.3300, trader A akan menutup ke 3 posisi tersebut. Posisi buy yang tertinggal sebelumnya kini balik modal, dan 2 posisi yang baru dibuka juga masih imbang (balance). Trader A memperoleh profit 100 pip dari posisi sell yang dibuka pertama kali. Bagaimana jika harga terus drop? posisi sell yang baru bisa untuk mengunci posisi buy pertama, dan ia akan membuka 2 posisi lagi pada harga yang sama, dan seterusnya sampai dihasilkan profit.

Bagi trader yang telah berpengalaman cara ini memang profitable, dan jika Anda ingin mencobanya, berikut ada beberapa catatan yang mesti Anda perhatikan:
1. Bagi trader pemula atau yang belum pernah mencoba trik ini tidak dianjurkan untuk langsung menerapkan cara ini pada account live. Disarankan untuk berlatih menggunakan cara ini pada account demo terlebih dahulu.

2. Tidak semua broker mengijinkan penggunaan trik ini. Badan regulator NFA pada bulan Agustus 2009 jelas-jelas melarang cara forex hedging seperti ini. Beberapa broker diluar Amerika Serikat juga melarang penggunaan cara hedging. Jadi pastikan terlebih dahulu peraturan broker Anda sebelum mulai menggunakan trik ini.

3. Tidak mudah untuk memperoleh harga buy dan harga sell yang sama persis sekalipun dengan pending order. Mungkin automated execution dengan EA (Expert Advisor) bisa membantu, tetapi pada keadaan pasar yang sedang sepi (volatilitasnya sedang rendah).

4. Cara ini akan berjalan dengan baik hanya pada keadaan pasar yang ranging (sideways), jika tiba-tiba pasar trending dengan kuat maka akan sulit mengatasinya.

5. Target profit (jumlah pip) mesti relatif besar, jika Anda hanya ingin meraup beberapa pip saja cara ini tidak efektif dan bahkan tidak bisa bekerja dengan semestinya.

6. Diperlukan kesabaran yang tinggi dalam menunggu pergerakan harga mencapai level tertentu. Anda tidak bisa menutup posisi begitu saja jika memang belum waktunya.

7. Selalu lakukan evaluasi setiap 5 atau 10 kali trade. Jika hasilnya kurang sesuai, Anda bisa berganti pasangan mata uang atau memperbaiki rencana trading Anda. Jika telah beberapa kali berganti masih belum profitable, tinggalkan trik ini, mungkin cara trading ini bukan untuk Anda.

Sumber : www.forexcrunch.com : 7 Notes for Forex Hedging, by: Yohay Elam
Seputarforex.com 
Read more...

Teori Martingale

0 komentar
Banyak orang yang melihat strategi martingale adalah bom waktu. Benarkah cara ini efektif untuk digunakan dalam trading forex? Dan benarkah seperti bom waktu yang kadang-kadang bisa merugikan si trader? Artikel kali ini akan mengulas Teori Martingale sampai Anda bisa memahami penggunaan beserta risiko yang terjadi bila memakai strategi martingale.



Martingale merupakan salah satu cara trading forex yang sering digunakan oleh kalangan trader. Sejarahnya, Teknik Martingale ditemukan pertama kali di Perancis pada awal abad 18 dimana teknik ini digunakan para penjudi agar dapat menang taruhan. Martingale sangat dikenal di dunia trading karena sebagian orang masih beranggapan bahwa trading adalah sejenis judi.

Martingale sebenarnya bukanlah rumus "sakti" yang dapat membuat seseorang konsisten menang taruhan, tetapi hanyalah sekedar cara pengelolaan modal (money management). Martingale adalah sebuah teori manajemen probabilitas yang memungkinkan kesamaan nilai sesuatu di masa tertentu dengan masa sebelumnya, menggunakan prinsip penggandaan.

Dalam forex trading, Strategi Martingale adalah strategi untuk mendapatkan profit sekaligus menutup total kerugian dari transaksi sebelumnya melalui penggandaan modal. Oleh karena itu, ketika menggunakan strategi martingale, resiko pada transaksi berikutnya selalu meningkat seiring dengan meningkatnya kerugian. Aturan main strategi martingale ini adalah ketika Anda melakukan transaksi sekian lot dan bila hasilnya rugi, maka pada transaksi selanjutnya menggunakan lot 2 kali lipatnya. Sehingga ketika transaksi terakhir profit, maka keuntungannya sudah bisa menutupi semua kerugian dari transaksi-transaksi sebelumnya.

Teknik yang digunakan sangatlah sederhana, ilustrasinya :
- Pertama, pasang 1 lot dan kalah
- Kedua, pasang 2 lot (2 kali lipat sebelumnya) dan kalah
- Ketiga, pasang 4 lot dan kalah
- Keempat, pasang 8 lot akhirnya menang

Ilustrasi ini bisa dilihat pada contoh di bawah ini :
BUY lot 1 = - $10 (loss)
BUY Lot 2 = - $20 (loss)
BUY Lot 3 = - $40 (loss)
BUY Lot 4 = + $80 (Profit)
----------------------------------- +
Profit        = + $10

Dengan menggunakan prinsip tersebut, jumlah lot harus 2 kali lipat dari sebelumnya (agar jumlah lot selalu 1 langkah di depan kekalahan sebelumnya sehingga kalau menang maka kekalahan sebelumnya tertutup dan juga mendapatkan laba). Dilihat secara teori, teknik Martingale ini pasti akan menang. Namun, problem Martingale terletak pada pertanyaan "kapan menangnya?"

Apakah Anda akan menang di langkah ke-5, ke-10, atau ke-1000? Oleh karena itu ketika Anda akan menggunakan strategi martingale, maka harus menghitung ketahanan modal sampai transaksi ke berapa. Dengan demikian, Anda bisa lebih mengusahakan kemenangan sebelum transaksi yang terakhir dibuat.


Sumber:
http://siembah.com
http://andromeda-trading.blogspot.com
http://www.seputarforex.com
Seputarforex.com
Read more...

100% Hedging

0 komentar
Hedging didefinisikan sebagai trading dengan dua atau lebih posisi pada saat yang sama, di mana tujuannya adalah untuk mengimbangi kerugian di posisi pertama oleh keuntungan yang diterima dari posisi lainnya. Hedging biasanya dilakukan dengan cara membuka posisi untuk mata uang A, kemudian membuka kebalikannya untuk posisi mata uang yang sama (A). Hedging melindungi trader dari mendapatkan margin call. Posisi kedua akan dimanfaatkan jika posisi pertama sedang floating, begitu juga dengan sebaliknya.



Namun trader mengembangkan teknik hedging lebih banyak untuk mencoba memanfaatkan perlindungan nilai dalam bentuk keuntungan, bukan hanya untuk mengimbangi kerugian. Pada halaman ini kita akan membahas salah satu teknik hedging, yaitu:
100% HedgingTeknik ini paling aman dari yang pernah ada, serta yang paling menguntungkan dari semua teknik hedging lainnya sementara dia menjaga agar risiko tetap minimum. Teknik ini menggunakan arbitrase suku bunga (tingkat roll over) antara para broker. Dalam hedging tipe ini kita akan memerlukan bantuan dua orang broker.

Salah satu broker bertugas untuk membayar biaya atau bunga pada akhir hari, sedangkan yang lainnya tidak boleh mengatur atau membayar bunga. Namun, dalam kasus demikian trader sendirilah yang bertanggung jawab dalam meningkatkan profitnya. Dengan kata lain kita harus bisa memanfaatkan secara maksimal hedging jenis ini.

Gagasan utama tentang jenis hedging adalah untuk membuka posisi mata uang X pada broker yang akan membayar dengan  bunga tinggi untuk setiap posisi yang dilakukan, dan untuk membuka kebalikan dari posisi untuk mata uang X yang sama dengan broker yang tidak membebankan bunga untuk melakukan trading. Dengan cara ini kita akan mendapatkan bunga atau rollover yang dikreditkan ke akun. Namun ada banyak faktor yang kita harus mempertimbangkan yaitu:

1. Mata uang yang digunakanPair terbaik untuk digunakan adalah GBP/JPY, karena pada saat menulis artikel ini, bunga yang dikreditkan ke akun akan menjadi $24 untuk setiap 1 lot. Namun kita harus memeriksa pada broker karena masing-masing broker memiliki jumlah kredit yang berbeda.

2. Broker bebas bunga Ini adalah bagian tersulit. Sebelum membuka rekening dengan broker tersebut, kita harus memeriksa apakah broker membolehkan membuka posisi untuk waktu yang tidak terbatas?
Dan apakah broker tersebut menarik biaya komisi? Sebab beberapa broker memberi biaya sebesar $5 setiap malam untuk setiap lot yang diadakan. Ini adalah hal yang baik, meskipun tampaknya tidak. Ketika broker kita menarik biaya komisi, ada indikasi bahwa dia akan mengijinkan kita untuk membuka posisi dengan waktu yang tak terbatas.

3. Ekuitas akun Hedging membutuhkan banyak uang. Misalnya, jika kita ingin menggunakan GBP/JPY, kita akan membutuhkan $20.000 di akun masing-masing. Hal ini sangat diperlukan karena rentang maksimal bulanan untuk GBP/JPY dalam beberapa tahun terakhir adalah 2000 pips.

Kita tidak ingin salah satu dari rekening kita mendapatkan margin call, bukan? Oleh karena itu, jangan lupa bahwa ketika membuka 2 posisi di 2 broker, kita akan membayar spread sekitar 16 pips secara bersama-sama.

Jika menggunakan 1 lot regular, maka ini adalah sekitar $145. Jadi akan kehilangan $145 di awal. Jadi, kita memerlukan 6 hari pertama hanya untuk menutupi biaya spread. Jika terkena margin call, kita akan perlu untuk menutup posisi yang lain, mentransfer uang ke rekening yang lain, kemudian membuka posisi kembali. Setiap kali hal ini terjadi, kita akan kehilangan $145. Sangat penting untuk tidak mendapatkan margin call sehingga kita dapat mempertahankan ekuitas atau cara yang cepat untuk mentransfer uang antara broker.

4. Manajemen UangSalah satu cara terbaik untuk mengelola akun adalah menarik keuntungan bulanan dan menyeimbangkan posisi. Hal ini dapat dilakukan dengan menarik kelebihan dari satu akun, mengambil keuntungan, dan menyetorkan kelebihannya ke rekening yang kalah untuk menyeimbangkan mereka.

Namun, hal ini bisa menjadi sulit. Terutama jika broker tak memperbolehkan posisi masih terbuka. Salah satu cara yang efisien untuk melakukan hal ini dengan menggunakan penarikan layanan broker yang disediakan oleh perusahaan pihak ketiga.

Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Athalia Scalping Strategi

0 komentar
Indikator yang digunakan adalah:

Exponential Moving Average periode 5 apply to High (Blue)
Exponential Moving Average periode 5 apply to Low (Red)
MACD (12,26,9)

Rule:




Di TF 30M kita melihat MACD sudah cross sebelumnya dan harga dimulai dengan close diatas upper channel (OP BUY) dan close dibawah lower channel (OP SELL) disinilah memulai menentukan TREND. Dalam hal ini kita sebut TREND UP untuk posisi OP BUY dan TREND DOWN untuk posisi OP SELL.

Kemudian di TF 5M kondisi MACD sudah cross
Untuk posisi pertama kali langsung open setelah harga close diatas upper channel (TREND UP) dan langsung open posisi setelah harga close dibawah lower channel (TREND DOWN) yang konfirmasinya ada di TF 5M.

OP posisi berulang ketika harga setiap kali menyentuh upper channel (untuk TREND DOWN) dan lower channel (TREND UP) dengan melihat MACD di arah yang sama (sesuai TREND) dapat dilihat pada TF 5M.

Exit:
Di TF 5M terjadi cross MACD
Di TF 30M ada perubahan cross MACD
Target 15 poin minimal, maksimal perubahan cross MACD di TF 5 M atau 30M

StopLoss:
Untuk open posisi yang pertama dan berulang stoploss diletakkan 15 poin dari High atau Low pada candle/bar yang telah dijadikan entry, yaitu diatas upper channel (TREND DOWN) dan dibawah lower channel (TREND UP)

NB:
Untuk scalping saya memang  tidak pernah menggunakan pasangan TF yang lebih besar dari TF 30.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Belajar Scalping System (1)

0 komentar
Scalper adalah sebuah istilah bagi trader yang cenderung mengumpulkan sejumlah kecil profit (skala 5–10 pips) dengan menggunakan strategi open dan close posisi secara cepat dan berulang-ulang setiap harinya, dan tekhnik ini juga disebut dengan "scalping". Berbeda dengan seorang day trader yang mungkin hanya membuat dua sampai empat kali open posisi dalam setiap harinya, seorang scalper biasanya melakukan open posisi hingga puluhan kali dalam seharinya demi pencapaian target profit yang telah ditentukan.
belajar scalping system 1

Belajar Scalping System

Scalping tidaklah bisa dilakukan oleh sembarang trader. Seorang scalper butuh untuk terus duduk di depan komputer dan mereka harus dapat "menikmati" tekanan dalam pergerakan chart. Seorang scalper butuh untuk berkonsentrasi dalam mengamati sekecil apapun pergerakan chart. Dibutuhkan mental kuat dan reaksi yang cepat agar mampu membuka dan menutup posisi ketika trade yang dilakukan bergerak sesuai keinginan ataupun berlawanan. Scalper harus bisa memanfaatkan tiga faktor dalam transaksi trading forex ini:

    - Semakin likuid pasar  adalah semakin baik.
    - Volatilitas pasar yang perlu diperhatikan.
    - Waktu perdagangan yang ramai.


Trik dan hal-hal yang perlu dipersiapkan bagi para bonek scalping:

1. Pilih broker yang secara penuh memperbolehkan untuk Scalping. Hal ini perlu diperhatikan, karena memang ada sebagian broker yang membatasi bahkan melarang penggunaan teknik ini.

2. Kecepatan eksekusi Trading Platform. Karena kecepatan dalam eksekusi ini nantinya aka menentukan apakah posisi anda masuk atau tidak (re-quote), maka untuk itu anda perlu melakukan test melalui demo account terlebih dahulu bila anda belum familiar dengan broker tersebut.

3. Pilih mata uang dengan spread kecil. Memilih mata uang yang berspread kecil akan ikut membantu anda melakukan eksekusi profit. Hindarilah broker yang menerapkan komisi.

4. Memilih broker yang menggunakan harga 5 digit. Walau tidak harus, tapi cukup bisa dipertimbangkan karena akan membentuk eksekusi profit Anda.

5. Koneksi internet yang cukup. Dalam usaha melakukan trade yang berulang-ulang, anda harus memastikan bahwa kondisi internet yang anda gunakan kuat dan stabil. Ketika internet Anda mengalami gangguan, anda harus tahu apa yang harus anda lakukan untuk memperbaikinya.

6. Aliran listrik yang mendukung. Bagaimana jika tiba-tiba listrik mati saat anda open dan belum di-close?  hal ini perlu dipertimbangkan . Apa perlu memakai power supply? apa perlu stop loss? . Silakan dipersiapkan dan diperhatikan.

7. Gunakan 2-3 chart. Menggunakan chart pada time frame 15/30 menit untuk memperkirakan pergerakan trend dan menggunakan time frame 5 menit untuk melakukan open atau close posisi.

8. Pilih waktu yang tepat. Pasar Asia cocok untuk para scalper. Tapi ada juga scalper yang  mengincar waktu untuk scalping yaitu menjelang dibukanya market Eropa (sekitar pukul 12:00 s/d 15:00 WIB ) dan Amerika (sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 WIB). Pada jam-jam tersebut volume trading yang terjadi di forex market cukuplah besar. Dan yang menjadi catatan, setiap pergantian pasar sering terjadi pergerakan harga yang cukup ekstrim.

9. Hindari rilis data high impact kecuali jika anda ingin memasang teknik sistem perangkap dengan mengambil 5-7 pips.

10.  Perhatikan kesehatan anda, terlalu lama duduk didepan komputer bisa mengganggu kesehatan anda.

Indikator Yang Digunakan

Dalam penggunaan teknik scalping terbaik yang banyak dijumpai saat ini adalah dengan menggunakan minimal 2-3 indikator, bahkan ada yang menggunakan hingga 7-10 indikator.

Teknik scalping bisa menjadi sesuatu strategi trading yang menyenangkan. Namun juga bisa membuat stress dan kelelahan. Buatlah target profit harian yang harus anda capai, jangan terjebak untuk trading berlebihan. Saat trading Anda mengalami loss saat menggunakan teknik ini, janganlah sekali-sekali berpikiran untuk membalas dendam kerugian yang anda alami saat itu. Masih ada hari esok dimana anda bisa trading kembali dengan menggunakan teknik ini.

Dan secara perlahan anda akan menemukan apakah anda cocok sebagai seorang day trader ataupun swing trader sebagai akibat dari kepercayaan diri dan segala pengalaman yang anda dapatkan selama menggunakan teknik scalping.

Sumber:
http://www.tradesoulfx.com
http://spot-fx.blogspot.com
http://www.futuresgalleriablog.com
http://www.investopedia.com
Seputarforex.com 
Read more...

Strategi Trading Dengan Scalping - Bagian 1

0 komentar
Metode scalping dalam trading forex sudah begitu populer seiring dengan bertambah banyaknya trader retail yang terlibat. Teknik ini dikenal dengan membuka dan menutup sebuah atau beberapa posisi trading dalam tenggang waktu yang sangat singkat. Lamanya waktu yang singkat ini relatif, yang pasti scalper bermain dalam time frame 1 menit dan 5 menit, serta menahan posisinya hanya dalam hitungan menit.
Scalping jadi populer karena metode ini dianggap yang paling aman. Karena scalper bermain pada time frame rendah dan menahan posisinya hanya dalam waktu yang sangat singkat dibanding trader non-scalper, maka pengamatan pada kondisi pasar keseluruhan jadi sangat terbatas, dan resiko yang timbul akibat pergerakan harga pasar lebih kecil. Pada dasarnya scalper sejati hanya peduli pada besarnya spread, dan kurang memperhatikan kondisi pasar yang trending atau sideways karena memang itu tidak signifikan. Scalper hanya mencermati tingkat volatilitas harga pada periode waktu yang sangat singkat.
                          

Apakah metode scalping cocok untuk Anda?

Metode scalping tidak selalu sesuai digunakan oleh semua trader. Profit yang dihasilkan dari setiap posisi trading biasanya kecil, tetapi bila dijumlahkan untuk seluruh posisi trading yang telah closed, jumlah profitnya bisa cukup besar juga. Para scalper selalu menghindar dari mengambil resiko besar, mereka pantang trading dengan sekali gebrak menghasilkan profit besar melainkan trading dengan frekuensi tinggi dan profit kecil, tetapi aman. Dengan demikian seorang scalper membutuhkan kesabaran, dan harus rajin dalam meniti pergerakan harga pasar agar diperoleh profit sesering mungkin. Bagi mereka yang mempunyai karakter analis yang serius dengan mengharap hasil yang selalu spektakuler dalam tradingnya akan kecewa dan frustasi bila menerapkan cara ini.
Perhatian sangat penting bagi seorang scalper
Trading dengan metode scalping memerlukan perhatian yang jauh lebih besar dibandingkan metode trading yang lain seperti swing trading atau trading jangka panjang (long term position trading). Seorang scalper murni akan bisa membuka dan menutup 10 posisi sekaligus, bahkan ada yang dalam sehari trading sebanyak lebih dari seratus posisi. Karena tak ingin ada satu posisipun yang loss cukup besar, seorang scalper tidak bisa tidak harus sangat berhati-hati dan tidak sembrono dalam membuka atau menutup posisi dan menentukan stop loss ataupun target profit.

Pada mulanya cara seperti ini tampak sulit untuk dijalankan, tetapi bagi scalper yang telah melatih metode ini cukup lama akan merasa nyaman dan sulit untuk beralih ke metode trading yang lain. Bagi scalper yang ingin sukses kemampuan untuk fokus dan konsentrasi pada posisi tradingnya adalah mutlak. Hal itu bukan bakat bawaan sejak lahir, melainkan bisa dilatih secara terus menerus dengan komitmen yang serius untuk menjadi seorang scalper sejati.
Sistem trading otomatis
Bagi mereka yang bukan trader full time, metode scalping bisa jadi sangat menyita waktu. Mereka yang trading forex hanya untuk mencari tambahan pemasukan bagi bisnis tetapnya tentu tak ingin menghabiskan waktu berjam-jam untuk berlatih scalping forex. Untuk membantu mereka yang trading ‘sambilan’ dan tertarik dengan metode scalping, beberapa perusahaan pembuat software telah mengembangkan sistem trading otomatis (automated trading systems) yang telah banyak diiklankan dan dijual di berbagai situs forex terkemuka.

Walaupun kita mesti hati-hati dalam memilih jenis software yang ditawarkan karena tidak semua fitur yang diklaim oleh pembuatnya benar, tetapi software sistem trading otomatis tersebut bisa menjadi pilihan yang bermanfaat. Perlu diketahui bahwa software tersebut tidak full otomatis melainkan kita mesti menentukan sendiri level stop loss dan level target profit sesuai dengan analisa kita, hanya saja kita tidak perlu berlama-lama memonitor dan memperhatikan posisi-posisi trading kita. Dengan mempelajari dan mencoba beberapa fitur yang ada dalam software trading otomatis tersebut kita bisa menghemat banyak waktu untuk trading, walau bagi sebagian scalper yang berpengalaman software trading otomatis kurang cocok digunakan karena selain settingnya agak ribet juga hasilnya kurang sesuai dengan yang diinginkan.
Ukuran lot dalam scalping
Scalper harus konsisten dalam menggunakan ukuran lot atau besarnya volume ketika trading. Penerapan ukuran lot yang selalu berbeda pada setiap pembukaan posisi adalah sangat berbahaya. Mungkin Anda bisa menerapkan cara fleksibel lot ini bila tidak sedang menggunakan metode scalping, atau ketika Anda mengakhiri metode scalping dan trading dengan cara lain. Prinsip strategi scalping pada dasrnya adalah menutup kerugian dengan profit yang diperoleh, dan jika Anda menggunakan ukuran lot yang tidak tetap atau acak, cepat atau lambat akan menyebabkan kepincangan dalam kalkulasi perolehan hasil trading secara keseluruhan.
Jadi seorang scalper mesti sering berlatih, sabar, penuh perhatian dan konsentrasi ketika posisi trading masih aktif, disamping harus konsisten pada ukuran lot atau besarnya volume trading. Dalam bagian selanjutnya akan dibahas aspek-aspek lain dalam scalping antara lain bagaimana strategi guna memperoleh profit dalam scalping, pasangan mata uang dan waktu yang cocok untuk scalping serta memilih broker yang tepat untuk scalping.

Sumber : www.forextraders.com
Seputarforex.com 
Read more...

Metodologi Pyramid Anti Martingale

0 komentar
Dalam catatan kali ini kita mencoba sebuah strategi lainnya. Strategi ini di namakan Strategi Pyramid. Dalam Strategi ini, adalah tujuannya untuk melipat gandakan profit. Cara kerjanya mirip dengan strategi Anti Martingale, yaitu menambah posisi ketika posisi sebelumnya sedang profit dengan alasan dan harapan bahwa market akan terus bergerak sesuai dengan prediksi kita.

Keuntungan menggunakan strategi ini adalah bahwa dalam satu periode yang terdiri dari beberapa transaksi bisa menghasilkan profit lebih banyak Mungkin dalam kehidupan nyata ini disebut ”Aji Mumpung”. Karena begitu kondisi menguntungkan, kita lakukan transaksi sebanyak banyaknya seolah kesempatannya hanya datang 1 kali.




Kelemahannya adalah hanya ketika market balik arah atau terjadi reversal, posisi yang terakhir dibuka menjadi rugi, sehingga mengurangi total profit yang didapat.

Perbedaan antara strategi pyramiding dengan strategi anti martingale hanyalah masalah modal yang digunakan. Pada strategi pyramiding modal yang digunakan untuk setiap transaksi besarnya sama. Sehingga besarnya resiko akibat pembukaan posisi baru sama dengan resiko posisi sebelumnya.

Penggunaan Strategi Pyramid

Contoh :

Saat ini GBP/USD bernilai 1.5600 . Saya memprediksi harga akan naik, oleh karena itu saya membuka posisi Buy di level itu 1.5600 sebesar 1 lot.

Setelah 1 jam ternyata market bergerak naik ke level 1.5625. Alih-alih saya menutup posisi, saya melakukan analisa. Dan hasilnya saya memprediksi bahwa akan terjadi trend bullish yang panjang.

Oleh karena itu, karena saat ini sedang profit dan kondisinya bagus, maka saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini dengan membuka posisi Buy baru di level 1.5625 sebesar 0.1 lot, kemudian setelah naik lagi saya membuka posisi buy baru lagi di level 1.5650. Dengan demikian saat ini saya memiliki 3 buah posisi Buy.

Setelah beberapa saat, kini harga berada dilevel 1.5700, artinya ketiga posisi buy saya profit .lalu saya mnutup ketiga posisi tersebut karena saya memprediksi harga akan balik arah.


Dari transaksi di atas profit yang  didapatkan adalah :

Posisi buy pertama profit sebesar 100 point atau sebesar $100
Posisi buy kedua profit sebesar 75 point atau sebesar $75
Dan posisi ketiga profit sebesar 50 point atau sebesar $50

Sehingga total profit adalah $225

Coba bayangkan seandainya tidak melakukan strategi ini, mungkin  hanya profit sebesar $100 saja.

Kunci sukses yang harus diperhatikan dalam menggunakan strategi ini, yaitu:

1. Sebelum melakukan pyramiding anda harus memastikan bahwa beberapa saat kedepan akan terjadi trend panjang
2. Segera tutup posisi ketika memprediksi harga akan balik arah.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Metodologi Switching

0 komentar
Switching berdasarkan arti kata adalah mengganti. Dalam forex trading, strategi switching adalah melakukan pergantian arah dengan menutup posisi yang sedang merugi lalu membuka posisi baru dengan arah berlawanan dari posisi yang telah ditutup dengan harapan keuntungan posisi yang kedua akan lebih besar dari kerugian pada posisi pertama yang sudah ditutup.
 
metodologi switching

Hal ini bisa dicontohkan dengan:

Saat ini harga AUD/USD adalah 1.0300. Saya memprediksi AUD/USD akan naik menuju 1.0400 . Oleh karena itu saya membuka posisi buy .

Selang berapa jam ternyata AUD/USD bergerak berlawanan dengan prediksi saya, AUD/USD Turun dan saat ini berada di level 1.0270. Artinya posisi buy  rugi 30 pips

Setelah dianalisa ulang, ternyata AUD/USD akan semakin turun menuju level 1.0200.

Agar hari ini  tidak rugi, saya putuskan untuk menutup posisi buy saya dengan kerugian 30 point dan membuka posisi sell baru. Setelah beberapa jam ternyata benar bahwa market bergerak sesuai hasil analisa kedua yaitu turun,dan kini berada di level 1.0200. Akhirnya setelah merasa profit yang didapatkan cukup, maka saya menutup posisi sell saya dengan profit 70 point.

Dari akumulasi 2 transaksi diatas dengan melakukan switching, hari ini saya profit sebesar 40 point yaitu dari keuntungan 70 pips dikurangi kerugian 30 pips

Prinsip dasar dari cut & reverse technique (switching) adalah melakukan perubahan pada arah posisi transaksi secara drastis (reverse position) apabila posisi transaksi awal mengalami kerugian (salah arah). Dalam kondisi demikian pelaku transaksi akan melakukan cut Loss (melikuidasi posisi awal) dan langsung membuka posisi transaksi baru yang berlawanan arah dengan posisi transaksi awal tersebut. Sebagai contoh: jika pada awalnya pelaku transaksi membuka posisi transaksi awal dengan melakukan posisi transaksi pembelian (new Open buy position) sebesar 1 Lot maka apabila posisi tersebut mengalami kerugian dengan jatuhnya secara tajam harga ke arah bahwa maka si pelaku transaksi akan meakukan cut Loss pada posisi transaksi beli tersebut (close Sell position) dan kemudian membuka transaksi jual baru (new Open Sell position) juga sebesar 1(satu) lot.

Logika dasar pemilihan teknik transaksi ini adalah memberikan alternatif mengenai bagaimana seseorang pelaku transaksi dapat melakukan revisi terhadap posisi transaksinya dan melakukan antisipasi apabila terjadi perubahan trend harga secara mendadak tanpa kehilangan peluang untuk memperoleh keuntungan. Dari sudut pandang analisa teknikal tindakan cut & reverse position hanya akan dilakukan apabila harga memecahkan Level Support atau Level Resistance. Cut Loss position untuk transaksi beli hanya akan dilakukan apabila trend harga ke atas berbalik ke bawah dan memecahkan Level Support, sedangkan cut Loss position untuk transaksi jual hanya akan dilakukan apabila trend harga ke bawah berbalik ke atas dan berhasil menembus Level Resistancenya.
Switching dengan Martingale,  Averaging dan Hedging

Switching bisa saja dilakukan dengan martingale, Averaging, dan Hedging. Dimana pada intinya adalah menutup kerugian lama dengan membuka posisi baru.

Martingale adalah sebuah teori manajemen probabilitas yang memungkinkan kesamaan nilai sesuatu dimasa tertentu dengan masa sebelumnya dengan menggunakan prinsip penggandaan. Dalam forex trading ,Strategi Martingale adalah strategi untuk mendapatkan profit sekaligus menutup total kerugian dari transaksi sebelumnya melalui penggandaan modal.

Oleh karena itu, ketika menggunakan strategi martingale resiko pada transaksi berikutnya selalu meningkat seiring dengan meningkatnya kerugian. Aturan main strategi martingale ini adalah ketika anda melakukan transaksi sekian (n) lot dan hasilnya rugi, maka pada transaksi selanjutnya menggunakan lot 2 kali lipatnya (2n). Begitu pula selanjutnya. Sehingga ketika transaksi terakhir profit, maka keuntungannya sudah bisa menutupi semua kerugian dari transaksi-transaksi sebelumnya. Untuk memperkecil kerugian ketika posisi kita berlawanan arah dengan trend, serta untuk memaksimalkan keuntungan disaat posisi kita searah dengan trend, kita bisa menggunakan Strategi Averaging.

Averaging berdasarkan arti katanya adalah merata-ratakan. Dalam hal membuka posisi, strategi averaging ini berguna untuk merata-ratakan harga pembukaan posisi. Dimana pada suatu level tertentu, apapun kondisi marketnya nilai posisi yang kita buka adalah IMPAS. Dalam trading, arti Averaging adalah membuka lagi posisi baru sesuai dengan posisi lama meskipun saat ini harga bergerak berlawanan, dengan keyakinan bahwa market akan segera bergerak sesuai dengan prediksi kita.
 
Hedging menurut arti katanya adalah melindungi nilai. Dalam forex trading, aksi hedging berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan sehingga meskipun harga naik atau turun nilai floating nya tetap sama.

Hedging biasanya dilakukan ketika posisi yang kita buka mengalami kerugian.Supaya kerugian tidak menjadi lebih besar, kita kunci dengan teknik hedging ini. Sehingga selanjutnya Hedging ini dikenal juga dengan istilah Locking ( mengunci) karena saat kita menggunakan teknik hedging ini posisi kita terkunci yang membuat nilai keuntungan dan kerugian selalu bergerak beriringan.

Namun tentunya model diatas perlu keterampilan khusus. Perlu di pelajari dan dipahami cara kerjanya.

Penutup pembelajaran kali ini perlu diketahui, Kebanyakan investor pemula yang tidak punya skill, keras kepala menahan kerugiannya ketika kerugiannya masih kecil. Mereka beralasan akan bisa keluar dengan keuntungan yang minimal. Mereka tetap menunggu dan menunggu dan berharap sampai kerugiannya menjadi keuntungan. Namun disayangkan biaya yang dikeluarkan juga cukup besar. Maka stop loss sangat berguna di sini untuk membatasi diri dan memperbaiki disiplin trading kita.


Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Metodologi Hedging

0 komentar
Secara Umum, Hedging adalah sebuah strategi manajemen risiko yang digunakan dalam membatasi atau mengimbangi probabilitas kerugian dari fluktuasi harga komoditas, mata uang, atau surat berharga. Dengan kata lain, hedging merupakan pengalihan resiko tanpa membeli polis asuransi. Hedging menggunakan berbagai teknik, tetapi, pada dasarnya, melibatkan mengambil posisi yang sama dan berlawanan di dua pasar yang berbeda (seperti kas dan pasar berjangka). Hedging digunakan juga dalam melindungi modal seseorang terhadap efek inflasi melalui investasi di high-yield instrumen keuangan (obligasi, surat, saham), real estate, atau logam mulia.

Sementara Hedging menurut arti katanya adalah melindungi nilai. Dalam forex trading , aksi hedging berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan sehingga meskipun harga naik atau turun nilai floating nya tetap sama. Hedging biasanya dilakukan ketika posisi yang kita buka mengalami kerugian. Supaya kerugian tidak menjadi lebih besar, kita kunci dengan teknik hedging ini. Sehingga selanjutnya Hedging ini dikenal juga dengan istilah Locking (mengunci) karena saat kita menggunakan teknik hedging ini posisi kita terkunci yang membuat nilai keuntungan dan kerugian selalu bergerak beriringan.
Metodologi Hedging
Bagi sebagian orang, Hedging dianggap salah satu cara yang cukup ampuh untuk meraih profit; tetapi perlu diingat bahwa apapun taktik, strategi dan caranya, yang namanya resiko akan selalu melekat. Sebagian trader mungkin lebih suka memposisikan hedging untuk menyelamatkan atau mengunci loss kita. Salah satu kelemahan dari hedging ini adalah butuh waktu yang lama, menuntut perhitungan yang lebih cepat dan teliti. Karena itu, bisa mempengaruhi dari segi psikologis kita bagi yang tidak sabaran dan akibatnya malah kita bisa terjebak ke minus point yang lebih besar lagi.

Dasar-dasar hedging
Hedging adalah suatu keadaan dimana kita membuka 2 posisi berlawanan secara bersamaan. Contohnya membuka open posisi buy, tapi juga sekaligus membuka open posisi sell secara bersamaan dengan tanpa di pasangi stop loss melainkan hanya target profit saja biasanya target profitnya berkisar 30-50 poin. Adapun maksud dan tujuannya adalah supaya kita memperoleh profit di saat terjadi swing harga baik saat harga bullish maupun saat harga bearish.

Cara kerja hedging
Pada saat salah satu open posisi mencapai target, misalnya 50 point, maka open posisi yang tadi akan otomatis terlikuidasi sehingga anda hanya punya 1 posisi saja yang masih minus 50 point. Langkah selanjutnya adalah menunggu sampai minus di posisi yang satunya berkurang sedikit, misalnya dari minus 50 point jadi tinggal minus 30 point. Jika benar terjadi minus berkurang, maka kita akan melakukan open posisi yang berlawanan lagi, tapi secara fakta kita sudah untung 20 poin. Demikian seterusnya proses berjalan. Yang penting diingat adalah, kita harus konsekuen sesuai target kita. Jangan menjadi gugup jika misalnya kedua posisi malah minus semua. Berpikirlah dengan tenang, bahwa sebenarnya apapun yang terjadi, minus anda tidak akan lebih dari angka-angka yang telah dikunci tersebut.

Bagaimana jika setelah mencoba menunggu beberapa waktu dengan harapan posisi saya yang tinggal satu ini minusnya berkurang, tapi malah kenyataannya makin bertambah?

Inilah salah satu kelemahan dari taktik hedging tersebut. Salah satunya cara yang bisa dilakukan ya sesegera mungkin melakukan open lagi di posisi yang berlawanan sebelum minusnya makin bertambah besar, dengan harapan kelak kesempatan untuk mengurangi minus akan selalu ada.

Idealnya, system hedging dipraktekkan jika salah satu posisi mengalami kerugian berkisar 30-50 poin saja. Sistem hedging sudah mulai terasa berat dipraktekkan kalau salah satu posisinya sudah mengalami kerugian mencapai lebih dari 100 poin.

Tips Lain Cara Bongkar Hedging


cara pertama

1. Jangan terbawa emosi / sabar mencari momen keluar dari locking.
2. Jika locking / hedging lebih dari 50 pips, diperlukan sampai beberapa kali penggunaan teknik ini.

Caranya:
  • Gunakan H1
  • Gunakan indi daily pivot
  • Tunggu momen harga menyentuh S/R 3. Menurut pemantauan  jika harga telah menyentuh S/R 3 maka harga akan bouncing 30 - 50 pips, sebelum market akan memutuskan melanjutkan trend atau malah trend berubah. Kita manfaatkan momen tersebut.
  • Lepas hedging yang bernilai profit saat harga menyentuh S/R 3.
  • Jika locking/hedging yang terjadi lebih dari 50 pips, maka anda harus melakukan limit order 25 - 30 pips arah berlawanan dengan open posisi kita yang bernilai minus (floating yang masih terbuka)

Cara kedua


Hedging bisa kita lakukan, dan kita bisa mengambil keuntungan dari pergerakan naik turunnya harga. Hanya saja, tahap awal harus ada yang dikorbankan.
contoh: BUY dan SELL secara bersamaan, dengan lot yang sama. Jika sudah mencapai 100 pips misalnya, kita close yang minus, dan biarkan yang profit. Lalu, kita buka posisi berlawanan kembali. Disini kita mempunyai posisi hedging profit. Mau naik atau turun kita hanya ambil target profit.

Misal hedging profit: SELL AUD/USD di 0.9100 dan BUY AUD/USD  di 0.9000

harga ada di tengah tengah. Jika harga naik BUY biarkan.  pasang SL di 0.9085.  Sell otomatis tereksekusi. Jika dirasa aman kita sell lagi. Jika terjun, siap siap kita pasang SL di BUY 0.9020 misalnya. SELL biarkan, jika terjun BUY tereksekusi. jika dilihat aman. kita BUY lagi. dan di handle oleh SELL. dan seterusnya.

Diatas adalah contoh hedging aman, santai, dan bisa kita tinggalkan (tanpa harus berjam jam di depan chart)


Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Metodologi Scalping, Trik dan Tips

0 komentar
Scalping forex merupakan istilah yang sudah populer di kalangan trader. Teknik ini dikenal dengan membuka dan menutup sebuah atau beberapa posisi trading dalam tenggang waktu yang sangat singkat, terkenal juga dengan istilah "terlihat untung langsung sikat".

Ada sebuah anggapan bahwa metode Scalping ini dianggap aman sehingga tekhnik ini sangat familiar bagi pelaku pasar. Teorinya, para scalper bermain pada time frame rendah dan menahan posisinya hanya dalam waktu yang sangat singkat dibanding trader non-scalper. Dengan demikian maka pengamatan pada kondisi pasar keseluruhan jadi sangat terbatas, dan resiko yang timbul akibat pergerakan harga pasar lebih kecil.
metodologi scalping, trik dan tips

Namun demikian, metode scalping tidak selalu menguntungkan, walau juga tidak selalu merugikan. Hal ini kembali kepada karakter dari trader itu sendiri.

Profit yang dihasilkan dari setiap posisi trading biasanya kecil, tetapi bila dijumlahkan untuk seluruh posisi trading yang telah closed, jumlah profitnya bisa cukup besar juga. Para scalper selalu menghindar dari mengambil resiko besar, mereka pantang trading dengan sekali gebrak menghasilkan profit besar melainkan trading dengan frekuensi tinggi dan profit kecil, tetapi aman. Dengan demikian seorang scalper membutuhkan kesabaran, dan harus rajin dalam meniti pergerakan harga pasar agar diperoleh profit sesering mungkin. Bagi mereka yang mempunyai karakter analis yang serius dengan mengharap hasil yang selalu spektakuler dalam tradingnya akan kecewa dan frustasi bila menerapkan cara ini.

Para Scalper sangat dituntut dan membutuhkan konsentrasi yang tinggi, memonitor harga dan pengambilan keputusan sangat cepat. Juga memerlukan pemahaman yang baik tentang trading dilengkapi dengan kemampuan analisis.

Scalping melibatkan resiko yang tinggi. Banyak pemula memiliki masalah umum ketika tading;  mereka cenderung untuk memaksimalkan keuntungan transaksi  dengan modal penuh sekaligus. Maka sebaiknya Jangan lakukan itu. Memaksimalkan peluang keuntungan yang lebih tinggi sejalan dengan memaksimalkan risiko. Ukuran posisi terbuka harus dihitung sangat akurat sehingga seluruh account Anda tidak akan habis  dalam sekali transaksi.

Untuk memahami sepenuhnya cara trading scalping, pertimbangkan ini: kerja keras dan keuntungan kecil terakumulasi selama jangka waktu tertentu dapat dengan mudah habis dengan satu kerugian besar  (karena tidak membatasi kerugian). Menemukan keseimbangan antara tingkat keuntungan dan kerugian adalah hal yang paling sulit untuk para scalper .


Belajar dari Paul Rotter

Tahun 2003, suatu broker di London mencatat bahwa salah satu customer nya telah membukukan volume trading yang paling tinggi selama 8 tahun berturut-turut. Dia adalah Paul Rotter seorang trader sukses dengan jumlah lot trading rata-rata 3 juta setiap bulan dan berhasil membukukan 65 – 78 juta dollar dalam setiap tahunnya.

Paul Rotter termasuk salah satu seorang scalping trader sukses di muka bumi ini. Sukses trading Paul Rotter dimulai ketika ia bersama Kinski (salah satu teman dekatnya) membuka Greenhouse, suatu firma finansial. Dari modal awal sebesar $526,000, dalam tiga bulan kemudian Greenhouse telah membukukan profit $6,5 juta.

Semua trader dapat mencoba untuk menapaki kesuksesan Paul Rotter, dan berikut adalah wawancara lengkap Paul Rotter dengan salah satu majalah trader:

Q : Moment apa yang membawa kamu untuk terjun di dunia trading?

A : Aku memulainya dengan mengikuti suatu kontes trading, ketika itu aku masih duduk di bangku sekolah.

Q: Bagaimana anda bisa menjadi profesional?

A: Waktu itu aku bekerja di salah satu bank Jepang, dan aku bertemu dengan salah seorang chieftrader di bank tersebut. Dia berhasil membukukan profit yang konstan dan aku banyak berdiskusi dengannya mengenai psikologi market.

Q: Selama karir profesional kamu, apa kamu terus menjadi seorang scalper atau pernah mencoba strategi lain?

A: Aku selalu menjadi seorang scalper, namun aku mengatur frekuensi trading aku sesuai volatilitas yang terjadi di market.

Q: Berapa jam sehari kamu menghabiskan waktu di depan komputer ketika trading?

A: Biasanya sekitar 5 jam, namun ketika terjadi event-event market yang besar maka bisa sampai 11 jam.

Q: Berapa timeframe chart yang kamu gunakan?

A: Aku biasanya menggunakan timeframe antara 5 s/d 30 menit. Menggunakan trendline dan indikator Commodity Channel Index (CCI) untuk mengamati volatilitas yang terjadi di market.

Q: Berapa lama biasanya kamu membuka posisi trading?

A: Aku biasanya membuka posisi secara bergantian dalam hitungan menit, paling lama dalam hitungan jam.

Q: Apa yang kamu lakukan bila harga bergerak berlawanan dengan open posisi trading kamu? apa kamu menggunakan stop-loss?

A: Aku akan segera mencari penyebabnya dan menutup posisi bila market bergerak berlawanan denganku.

Q: Kenapa kamu tidak mempunyai problem dalam menutup open posisi mu bahkan dengan cara mengambil posisi yang berlawanan ? Bukankah seharusnya seorang trader harus berpegang teguh kepada opininya?

A: Tidak, anda salah. Seorang analis atau seorang mahaguru trading lah yang harus berpegang teguh kepada opininya. Seorang trader seharusnya tidak mempunyai opini, semakin kuat opini yang dipunyai, maka akan semakin susah pula dia keluar dari loss posisi.

Q: Dengan gaya scalping trading yang kamu lakukan, Risk Management seperti apakah yang kamu terapkan?

A: Aku membuat target harian baik untuk profit atau loss. Yang sangat penting adalah berapa maksimum loss yang bisa aku tahan.

Q: Bagaimana kamu mengatasi faktor emosi dan pikiran-pikiran yang mengganggu ketika trading?

A: Ketika itu semua menjadi makin buruk, aku pergi ke kamar mandi dan menyiram tubuhku dengan air dingin atau meloncat ke kolam renang yang dingin … hahaha

Q: Apa yang kamu lakukan ketika beristirahat sejenak dari trading?

A: Aku biasa berolah raga dan biasanya pergi ke suatu tempat untuk bertamasya.

Q: Apa yang kamu siapkan sebelum trading sehari-harinya? Apa kamu mempunyai suatu rutinitas tertentu?

A: Sebelum market open, aku membaca semua report ekonomi yang akan keluar, pidato dari para petinggi Bank Sentral bila ada, lalu aku mencoba membuat level-level harga penting di market yang akan ku tradingkan. Aku membuat suatu analisa sendiri dan membaca komentar-komentar analis di media untuk mendapatkan gambaran market dan level-level penting di dalamnya.

Trik dan Tips Scalping

Ada  beberapa hal penting tentang teknik scalping yang digunakan yaitu Menggunakan grafik pada timeframe 30 menit untuk memperkirakan pergerakan trend dan menggunakan time frame 5 menit untuk membuka atau menutup posisi. Untuk mendukung teknik scalping, pada umumnya menggunakan indikator seperti fibonacci, trend line dan CCI.

Waktu trading biasanya menjelang pembukaan pasar Eropa (sekitar pukul 12.00 s/d 15.00 WIB) dan Amerika (sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 GMT). Pada saat-saat itu, volume perdagangan yang terjadi di pasar forex cukup besar. Susun rencana untuk mencapai target keuntungan harian, dan jangan terjebak untuk trading berlebihan.

Bila Anda mengalami loss ketika trading menggunakan teknik scalping, jangan sekali-sekali berpikir untuk membalas kerugian Anda segera. Akan ada hari esok di mana Anda dapat kembali menggunakan teknik trading scalping.

Menutup tulisan ini, sedikit tips bagi anda yang ingin menjadi scalper yang handal,
– Anda harus mempunyai system atau strategi trading yang jelas dan sudah diuji dengan baik.
– Fokus hanya pada satu pair mata uang.
– Pahami menejemen resiko dengan baik.
– Tingkatkan terus skill Anda .


sumber :
http://spirit-forex.com
https://mahifx.com/blog/an-interview-with-paul-rotter-adapting-to-survive
Seputarforex.com 
Read more...

Sistem Bolishastic Scalping

0 komentar
Kali ini, kita akan mempelajari sistem yang terbuat dari 2 indicator sekaligus, dimana indicator ada pada MT4 bawaan. Sistem ini sangat sederhana, bisa digunakan disemua pair, dan bisa dijalankan oleh berbagai time frame. Sistem ini juga sudah dilengkapi filter signal palsu.

Untuk membuat sistem kita memerlukan indicator bawaan metatrader, yaitu Parabolic, dan Stochastic. Bagaimana caranya?

Ikuti langkah-langkah sebagai berikut :

1. Siapkan Time Frame (penulis menggunakan Time Frame m5)




2. Siapkan Indicator Parabolic bawaan metatrader
 (untuk memudahkan, penulis mengganti warna merah)




3. Siapkan Indicator Stochastic bawaan metatrader
(Diseting menjadi 20 , 80)



Bagaimana cara open posisinya ?
OP BUY, ikuti caranya seperti ini :
Biarkan pucuk bawah Stochastic menghilang, dan tunggu titik Parabolic berada dibawah candle.



OP SELL, ikuti caranya seperti ini :
Biarkan pucuk atas Stochastic menghilang, dan tunggu titik Parabolic berada diatas candle.



Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, tidak disarankan untuk open posisi. Mengingat sistem yang dicontohkan menggunakan tfm5, ambillah profit secukupnya, dan jangan lupa terapkan SL.


Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Scalper Mania

0 komentar

Jika disurabaya ada Bonek mania yang merupakan pendukung dari klub sepak bola persebaya. Maka di Pasar Forex Juga Ada Scalper mania.  Kali ini kita belajar menjadi seorang  Scalper.  Arti dari scalper sendiri adalah, Kutu Loncat atau Tukang Catut. Sistem ini memang  seperti Kutu Loncat.  Loncat sana, Loncat sini dengan  Melakukan Open Buy atau Sell , dan jika sudah  terlihat profit maka melakukan close trade ( menutup perdagangan). Keuntungan Menjadi seorang scalper Mania adalah bisa menghasilkan profit yang lebih Besar. Dikarena melakukan beberapa kali Open trade  baik BUY atau SELL.

Contoh metode Scalper 1

Untuk Menjadi Seorang Scalper bisa menggunakan peralatan dibawah ini.
TF / Grafik : All ( lebih diutamakan di M5 / M15 )
Currency Pair : All
Indikator Pendukung : Simple Moving Avarage 5 – Close – Warna Merah  Simple Moving Avarage 10 – Close – Warna Biru Stochastic Osilator  14,3,3 – Level 20 : 80

Perhatikan Tampilannya di TF M5    

Perhatikan Tampilannya di TF M15  

Aturan :
BUY  : jika SMA10  Cross dengan SMA5. SMA20 ( Biru ) Berada dibawah SMA5 (Merah ), dan  ketika Stochastic Berada di level 20
SELL : Jika SMA10  Cross dengan SMA5. SMA10 ( Biru ) berada dibawah SMA5 ( Merah ) Dan Ketika stochastic berada di level 80
EXIT / CLOSE PROFIT. Dikarenakan Sistem ini adalah Model Scalper. Untuk Exit atau Close Profit bisa dilakukan Close Manual jika telah terlihat Profit.


Contoh: metode Scalper 2

Untuk kali  ini pun  kita tampilkan model scalper yang lainnya. Peralatan yang digunakan masih menggunakan  Moving Avarage. Hanya saja dengan  setingan  yang berbeda dan  tambahan RSI (Relative Strength Index) sebagai pengganti Stochastic Osilator. Silahkan di simak.

Peralatan : TF/ Grafik : M15  ( Diatas M15 bisa ) Pair / Currency : All ( di utamakan GBP/USD & EUR/USD ) Indikator Pendukung : Exponential Moving Avarage 5 – Close – Warna Merah  Exponential Moving Avarage 12 – Close – Warna Biru Relative Strength Index 15 Level 50

Perhatikan Tampilannya  

 

Aturannya :
BUY
: EMA5 Cross dengan EMA 12. EMA12 dibawah EMA5 . RSI diatas  Level  50

SELL: Jika EMA 5 Cross dengan  EMA 12. EMA 12 diatas EMA5.  RSI dibawah Level  50

Exit / Take Profit : Profit 1-3 pips Cukup / Disesuaikan dengan Close Manual.

Perhatian . Tidak semua Broker membolehkan atau bahkan membatasi Model Trade seperti  ini  ( scalping ) . Lebih Efektif jika Sistem ini digunakan pada Broker Broker yang Secara Full membolehkan dan tidak membatasi  atau memberi jarak antara  Open Close satu dengan Open Selanjutnya. Pilih Mata uang dengan Spreadnya  yang Kecil atau dengan menggunakan Broker yang menggunakan 5 digit dari mata uang yang diperdagangkannya.

Contoh metode Scalper 3
Peralatan : Grafik / TF : M15 ( silahkan di coba juga di M1 - M5  ) Currency : All Bollinger Bands period 50 deviation 2 ( Biru ) Bollinger Bands period 50 deviation 3 ( Merah ) Bollinger Bands period 50 deviation 4 ( Kuning ) Relative Strength Index   8  level 30 dan 70 Stochastics osilator  14,3,3  level 20 dan  80

 Silahkan Perhatikan Tampilannya


Aturan :

Sinyal BUY : Jika Harga Sudah Secara Bersamaan menyentuh  level 30 RSI, Level 20 Stochastic dan Menyentuh salah satu garis Bolinger band Bawah

Sinyal  SELL : Jika Harga Sudah Secara Bersamaan menyentuh  level  70  RSI, Level  80 Stochastic dan Menyentuh salah satu garis Bolinger band Atas

Exit / Profit : Close setelah ada tanda tanda harga  Berbalik arah 

Perhatian . Tidak semua Broker membolehkan atau bahkan membatasi Model Trade seperti  ini  ( scalping ) . Lebih Efektif jika Sistem ini digunakan pada Broker Broker yang Secara Full membolehkan dan tidak membatasi  atau memberi jarak antara  Open Close satu dengan Open Selanjutnya. Pilih Mata uang dengan Spreadnya  yang Kecil atau dengan menggunakan Broker yang menggunakan 5 digit dari mata uang yang diperdagangkannya.



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan