Minggu, 27 Maret 2016

Metodologi Pyramid Anti Martingale

0 komentar
Dalam catatan kali ini kita mencoba sebuah strategi lainnya. Strategi ini di namakan Strategi Pyramid. Dalam Strategi ini, adalah tujuannya untuk melipat gandakan profit. Cara kerjanya mirip dengan strategi Anti Martingale, yaitu menambah posisi ketika posisi sebelumnya sedang profit dengan alasan dan harapan bahwa market akan terus bergerak sesuai dengan prediksi kita.

Keuntungan menggunakan strategi ini adalah bahwa dalam satu periode yang terdiri dari beberapa transaksi bisa menghasilkan profit lebih banyak Mungkin dalam kehidupan nyata ini disebut ”Aji Mumpung”. Karena begitu kondisi menguntungkan, kita lakukan transaksi sebanyak banyaknya seolah kesempatannya hanya datang 1 kali.




Kelemahannya adalah hanya ketika market balik arah atau terjadi reversal, posisi yang terakhir dibuka menjadi rugi, sehingga mengurangi total profit yang didapat.

Perbedaan antara strategi pyramiding dengan strategi anti martingale hanyalah masalah modal yang digunakan. Pada strategi pyramiding modal yang digunakan untuk setiap transaksi besarnya sama. Sehingga besarnya resiko akibat pembukaan posisi baru sama dengan resiko posisi sebelumnya.

Penggunaan Strategi Pyramid

Contoh :

Saat ini GBP/USD bernilai 1.5600 . Saya memprediksi harga akan naik, oleh karena itu saya membuka posisi Buy di level itu 1.5600 sebesar 1 lot.

Setelah 1 jam ternyata market bergerak naik ke level 1.5625. Alih-alih saya menutup posisi, saya melakukan analisa. Dan hasilnya saya memprediksi bahwa akan terjadi trend bullish yang panjang.

Oleh karena itu, karena saat ini sedang profit dan kondisinya bagus, maka saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini dengan membuka posisi Buy baru di level 1.5625 sebesar 0.1 lot, kemudian setelah naik lagi saya membuka posisi buy baru lagi di level 1.5650. Dengan demikian saat ini saya memiliki 3 buah posisi Buy.

Setelah beberapa saat, kini harga berada dilevel 1.5700, artinya ketiga posisi buy saya profit .lalu saya mnutup ketiga posisi tersebut karena saya memprediksi harga akan balik arah.


Dari transaksi di atas profit yang  didapatkan adalah :

Posisi buy pertama profit sebesar 100 point atau sebesar $100
Posisi buy kedua profit sebesar 75 point atau sebesar $75
Dan posisi ketiga profit sebesar 50 point atau sebesar $50

Sehingga total profit adalah $225

Coba bayangkan seandainya tidak melakukan strategi ini, mungkin  hanya profit sebesar $100 saja.

Kunci sukses yang harus diperhatikan dalam menggunakan strategi ini, yaitu:

1. Sebelum melakukan pyramiding anda harus memastikan bahwa beberapa saat kedepan akan terjadi trend panjang
2. Segera tutup posisi ketika memprediksi harga akan balik arah.


Sumber: Seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan