Analisa berita dan teknikal di situs-situs trading kebanyakan
membicarakan pergerakan pasangan mata uang utama (FX majors). Informasi
ini memang sangat bermanfaat untuk mengetahui mana mata uang yang sedang
kuat dan yang sedang lemah, namun dengan hanya memperhatikan pasangan
mata uang utama, peluang trading Anda akan terbatas. Sebagian besar
trader memang tertarik pada pasangan mata uang utama seperti EUR/USD,
USD/JPY dan GBP/USD. Ini bisa dimengerti karena sebagian besar
pemberitaan, prediksi dan analisa selalu mengacu pada pasangan mata uang
utama.

Seperti pada penyebaran klien broker FXCM pada gambar diatas, konsentrasi trader terbanyak adalah pada pasangan EUR/USD, sekitar 30%, Emas-US Dollar atau XAU/USD sekitar 15%, GBP/USD dan USD/CHF sekitar 10%. Pasangan mata uang utama lainnya adalah USD/JPY, AUD/USD, NZD/USD dan USD/CAD, antara 5 hingga 7%. Pasangan mata uang cross yang tidak melibatkan USD berada dibawah 5%. Ketidak-seimbangan penyebaran tersebut disebabkan oleh banyaknya trader yang ikut arus dalam menentukan pasangan mata uang untuk trading tanpa memperhatikan peluang pasangan mata uang cross dilihat dari analisa fundamental maupun teknikal.
Seperti pada penyebaran klien broker FXCM pada gambar diatas, konsentrasi trader terbanyak adalah pada pasangan EUR/USD, sekitar 30%, Emas-US Dollar atau XAU/USD sekitar 15%, GBP/USD dan USD/CHF sekitar 10%. Pasangan mata uang utama lainnya adalah USD/JPY, AUD/USD, NZD/USD dan USD/CAD, antara 5 hingga 7%. Pasangan mata uang cross yang tidak melibatkan USD berada dibawah 5%. Ketidak-seimbangan penyebaran tersebut disebabkan oleh banyaknya trader yang ikut arus dalam menentukan pasangan mata uang untuk trading tanpa memperhatikan peluang pasangan mata uang cross dilihat dari analisa fundamental maupun teknikal.
Keuntungan pasangan mata uang cross
Jika Anda melihat indeks kekuatan suatu mata uang (strength index) pada suatu saat seperti gambar dibawah (sumber: DailyFX) maka Anda bisa memilih untuk trading pada pasangan mata uang yang paling lemah versus yang paling kuat, tidak pada yang lemah versus lemah atau yang kuat versus kuat. Dan pasangan tersebut tidak harus pasangan mata uang utama.

Kuat lemahnya suatu mata uang disebabkan oleh level permintaan dan penawarannya dibandingkan mata uang lainnya, dan hal ini sering kali dipengaruhi oleh kebijakan moneter atau suku bunga dari bank sentral negara mata uang tersebut. Seperti pada pasangan USD/JPY, JPY kembali menguat dari pelemahan bulan Oktober 2013 hingga Januari 2014, namun penguatan tersebut mentok di level 100.72 pada awal Pebruari 2014, dan tampak kembali melemah. Pada saat yang sama USD juga cenderung melemah.
Sementara belum ada faktor pendorong yang jelas untuk penguatan USD sejak awal Januari lalu, EUR dan GBP cenderung menguat. Bagi seorang swing trader yang cenderung mengikuti arah trend (trend following) untuk meraup keuntungan, akan lebih tertarik untuk masuk di pasangan EUR/JPY atau GBP/JPY daripada USD/JPY atau EUR/GBP, yaitu dengan mempertimbangkan mata uang yang kuat versus yang lemah. Berikut perbandingan perolehan pip antara USD/JPY versus EUR/JPY pada periode waktu yang sama ketika USD dan EUR sama-sama menguat terhadap JPY. Hal ini terjadi karena EUR pada saat itu memang sedang lebih kuat dari USD.

Contoh lain adalah pasangan mata uang AUD/CAD. Jika Anda lihat gambar penyebaran klien pada broker FXCM diatas, pasangan mata uang ini tidak tercantum atau persentasi yang trading pada pasangan ini dibawah 3%. Namun jika Anda cermati baik dari analisa fundamental maupun teknikal, pasangan mata uang ini cukup menarik untuk di-trading-kan. Dari segi fundamental, data tenaga kerja Australia sedang bagus dan Canada sedang mengecewakan, dan dari segi teknikal, level resistance angka psikologis kuat 1.0000 sedang akan ditembus.

Setelah level support psikologis 1.0000 ditembus (titik A) dan berubah jadi resistance, level ini rawan untuk ditembus kembali. Kemungkinan pergerakan uptrend cukup besar mengingat AUD sedang menguat terhadap USD dan CAD sedang melemah terhadap USD. Jika Anda punya posisi buy, exit target bisa pada level 1.0300 yang berimpit dengan level 100% Fibonaaci expansion.
Kesimpulan
Peluang dan perolehan profit trading pada pasangan mata uang cross bisa lebih besar dari pasangan mata uang utama jika Anda jeli melihat potensi masing-masing mata uang melalui analisa fundamental maupun teknikal. Untuk spread memang relatif lebih besar dari pasangan mata uang utama, tetapi apa artinya spread tinggi jika Anda memang yakin akan meraup profit?
Happy trading !
Sumber : www.dailyfx.com : How Trading Outside Of the FX Majors Can Ignite Your Trading, by Tyler Yell
Jika Anda melihat indeks kekuatan suatu mata uang (strength index) pada suatu saat seperti gambar dibawah (sumber: DailyFX) maka Anda bisa memilih untuk trading pada pasangan mata uang yang paling lemah versus yang paling kuat, tidak pada yang lemah versus lemah atau yang kuat versus kuat. Dan pasangan tersebut tidak harus pasangan mata uang utama.
Kuat lemahnya suatu mata uang disebabkan oleh level permintaan dan penawarannya dibandingkan mata uang lainnya, dan hal ini sering kali dipengaruhi oleh kebijakan moneter atau suku bunga dari bank sentral negara mata uang tersebut. Seperti pada pasangan USD/JPY, JPY kembali menguat dari pelemahan bulan Oktober 2013 hingga Januari 2014, namun penguatan tersebut mentok di level 100.72 pada awal Pebruari 2014, dan tampak kembali melemah. Pada saat yang sama USD juga cenderung melemah.
Sementara belum ada faktor pendorong yang jelas untuk penguatan USD sejak awal Januari lalu, EUR dan GBP cenderung menguat. Bagi seorang swing trader yang cenderung mengikuti arah trend (trend following) untuk meraup keuntungan, akan lebih tertarik untuk masuk di pasangan EUR/JPY atau GBP/JPY daripada USD/JPY atau EUR/GBP, yaitu dengan mempertimbangkan mata uang yang kuat versus yang lemah. Berikut perbandingan perolehan pip antara USD/JPY versus EUR/JPY pada periode waktu yang sama ketika USD dan EUR sama-sama menguat terhadap JPY. Hal ini terjadi karena EUR pada saat itu memang sedang lebih kuat dari USD.
Contoh lain adalah pasangan mata uang AUD/CAD. Jika Anda lihat gambar penyebaran klien pada broker FXCM diatas, pasangan mata uang ini tidak tercantum atau persentasi yang trading pada pasangan ini dibawah 3%. Namun jika Anda cermati baik dari analisa fundamental maupun teknikal, pasangan mata uang ini cukup menarik untuk di-trading-kan. Dari segi fundamental, data tenaga kerja Australia sedang bagus dan Canada sedang mengecewakan, dan dari segi teknikal, level resistance angka psikologis kuat 1.0000 sedang akan ditembus.
Setelah level support psikologis 1.0000 ditembus (titik A) dan berubah jadi resistance, level ini rawan untuk ditembus kembali. Kemungkinan pergerakan uptrend cukup besar mengingat AUD sedang menguat terhadap USD dan CAD sedang melemah terhadap USD. Jika Anda punya posisi buy, exit target bisa pada level 1.0300 yang berimpit dengan level 100% Fibonaaci expansion.
Kesimpulan
Peluang dan perolehan profit trading pada pasangan mata uang cross bisa lebih besar dari pasangan mata uang utama jika Anda jeli melihat potensi masing-masing mata uang melalui analisa fundamental maupun teknikal. Untuk spread memang relatif lebih besar dari pasangan mata uang utama, tetapi apa artinya spread tinggi jika Anda memang yakin akan meraup profit?
Happy trading !
Sumber : www.dailyfx.com : How Trading Outside Of the FX Majors Can Ignite Your Trading, by Tyler Yell
Seputarforex.com






