Selasa, 29 Maret 2016

Trading Berdasarkan Double Top Dan Double Bottom

0 komentar
Salah satu pola pergerakan harga yang populer dan sering terjadi dalam kenyataan adalah double top dan double bottom. Hal ini membuktikan bahwa pola pergerakan harga pasar bisa berulang dan tidak selalu acak (random). Pola double top dan double bottom menggambarkan sentimen pelaku pasar terhadap range level harga yang dianggap ekstrem. Pasar akan berkonsolidasi dengan menguji level harga tersebut, makin sering level harga itu diuji, maka semakin kuat level tersebut.

Jika pergerakan harga pasar selalu acak, kenapa beberapa kali berhenti pada level itu sebelum berbalik arah (bounching) atau breakout ? Berikut contoh pola double top dan double bottom yang terjadi pada EUR/USD time frame 1-hour dengan potensi profit diatas 100 pip:





Untuk mengantisipasi double top / bottom, bisa digunakan acuan level resistance / support yang dikombinasikan dengan setup price action atau formasi bar candlestick seperti pada contoh GBP/USD daily berikut:




Setting level stop loss dengan Bollinger bands

Pada umumnya level stop loss ditentukan beberapa pip diatas level resistance, atau beberapa pip dibawah level support. Namun sering kali setting tersebut kurang akurat dan berbahaya. Kadang-kadang harga break sebelum bounching seperti contoh dibawah ini:


Cara lain yang digunakan untuk menentukan stop loss untuk double top / bottom adalah dengan indikator Bollinger bands. Bollinger bands menunjukkan volatilitas yang dihitung berdasarkan standard deviasi. Banyak trader yang menganggap cara ini lebih akurat. Implementasinya bisa dilakukan sebagai berikut:

1. Gunakan indikator Bollinger bands dengan setting periode 20 (standard) dan deviasi 4.
2. Tarik garis lurus dari level puncak / lembah pola double top / bottom ke garis Bollinger bands.
3. Stop loss ditentukan pada level perpotongan garis tersebut.
Berikut contoh penerapannya:




Contoh berikut menunjukkan dengan menentukan stop loss berdasarkan cara diatas trader bisa terhindar dari kerugian yang lebih besar:




Trading berdasarkan pola double top dan double bottom seperti cara diatas bisa diterapkan pada hampir semua time frame.


Sumber : www.investopedia.com - by: Boris Schlossberg
Seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan