Selasa, 29 Maret 2016

Trading Dengan Pola Chart Gartley

0 komentar
Pola chart Gartley adalah variasi dari retracement Fibonacci yang biasanya digunakan untuk menentukan level entry dan exit. Metode ini dirumuskan oleh seorang trader bernama Gartley pada tahun 1935 seperti yang terulis dalam bukunya ‘Profit in the Stock Market’. Pola Gartley mengisyaratkan terjadinya pergerakan harga yang bullish atau bearish, dan disebut dengan Bullish Gartley dan Bearish Gartley.
                           
Meski secara detail agak kompleks, namun secara garis besar dapat disimpulkan sebagai berikut:
X ke A adalah kenaikan atau penurunan harga yang tajam atau cukup panjang, dan retracement dari A ke D terdiri atas 2 gelombang dimana panjang AB (dalam pip) hampir sama dengan panjang CD (dalam pip).

Pola chart Gartley bisa diapplikasikan dengan baik pada semua time-frame sehingga bisa digunakan oleh trader jangka panjang, trader harian maupun para scalper. Idealnya pergerakan XA mengikuti arah trend yang dominan, AB adalah gelombang koreksi pertama dan CD gelombang koreksi ke 2. Pada titik D diasumsikan level support (untuk bullish) atau level resistance (untuk bearish) sudah cukup kuat untuk membuat pergerakan harga kembali berbalik arah (reversal) mengikuti arah trend utama.

Pola Bullish Gartley


                                            
Pergerakan harga membentuk pola bullish Gartley bila:
- Panjang AB 61.8% dari panjang XA, dan panjang waktu dari A ke B tidak berbeda jauh dengan panjang waktu dari C ke D.
- Panjang BC antara 61.8% hingga 78.6% dari panjang AB.
- Panjang CD antara 127.2% hingga 161.8% dari panjang BC.

Contoh pola bullish Gartley:


                                  


Pola Bearish Gartley


                                                

Pergerakan harga membentuk pola bearish Gartley bila:
- Panjang AB 61.8% dari panjang XA, dan panjang waktu dari A ke B tidak berbeda jauh dengan panjang waktu dari C ke D.
- Panjang BC antara 61.8% hingga 78.6% dari panjang AB.
- Panjang CD antara 127.2% hingga 161.8% dari panjang BC.

Contoh pola bearish Gartley:


                            


Untuk konfirmasi titik pembalikan (reversal point) pada D bisa dengan memperhatikan formasi bar candlestick atau setup price action di titik tersebut. Meski kurang populer dibandingkan pola chart yang lain, namun technician (chartist) tidak jarang melihat pola variasi Fibonacci ini.


Sumber : www.iforex-indicators.com
                www.fx360.com
Seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan