Sudah banyak sekali jenis penipuan layanan perbankan, mulai dari
penipuan via telepon hingga via ATM. Seiring dengan kemajuan teknologi,
kini penipuan layanan perbankan via internet pun tersebar di Indonesia.
Penipuan dimana penipu mengirim email yang "memancing" Anda untuk
memberikan informasi pribadi seperti nomor kartu kredit atau password
online banking ini salah satunya dikenal dengan istilah "phishing" tetapi belum begitu diketahui di Indonesia, sehingga banyak orang sempat menjadi korban.
Phishing merupakan istilah baru yang dilahirkan karena sifatnya
homofon dengan kata bahasa Inggris "fishing" yang dalam bahasa Indonesia
dapat diartikan dengan "memancing". Sebagaimana kegiatan memancing yang
menjebak ikan dengan umpan, pelaku phising juga menarik korban dengan
"umpan".
Dalam kasus-kasus seperti itu, nasabah menerima email dengan sumber mengatasnamakan bank tertentu. Dengan dalih sedang melakukan security update, mendapat transfer dana, atau lainnya, email itu meminta nasabah untuk mengklik link tertentu atau memasukkan nomor rekening dan PIN/password. Link yang diberikan dalam email itu selanjutnya akan mengantarkan korban pada jendela pop-up atau situs palsu berkedok website bank, dan dia akan diminta untuk memasukkan sejumlah identitas penting di situs tersebut. Setelah itu, tak tanggung-tanggung, seluruh isi rekening bisa "dihabisi" oleh pelaku.
Penipuan tersebut mengandung indikasi phishing, dimana:
- Penipu mengirim email yang seolah-olah dikirim oleh situs resmi yang untuk mengaksesnya membutuhkan data pribadi atau data akun, dalam hal ini situs bank.
- Email tersebut meminta data pribadi atau data akun Anda dengan dalih tertentu.
- Email tersebut bisa juga mengarahkan Anda ke jendela pop-up (pop-up window) atau situs tertentu yang mirip dengan situs bank asli, tetapi sebenarnya aspal dan digunakan untuk mencuri informasi pribadi Anda.
Penipuan bermodus phishing seperti ini cukup ampuh menjaring korban.
Sejumlah sumber menyebutkan, secara global, setidaknya 5% penerima email
phishing akan merespon email maut tersebut.
Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana cara kita untuk melindungi diri dari pancingan penipu bermodus phishing? Berikut beberapa langkah yang bisa Anda tempuh.
1. Jangan merespon email yang meminta informasi pribadi terkait kondisi finansial Anda.
Perusahaan finansial ataupun bank yang bagus tidak akan meminta informasi akun ataupun password Anda via email.
Oleh karena itu, jika ada email masuk secara khusus meminta detail
semacam itu, berarti itu bisa jadi email phishing. Hindari link maupun
nomor kontak yang tertulis didalamnya, juga jangan unduh attachment yang
mungkin terlampir di email tersebut. Kontak bank lewat nomor telepon
atau link website yang telah Anda simpan sebelumnya untuk memastikan
legitimasi informasi yang terkandung dalam email tersebut. Apalagi bila
dari email itu kemudian muncul jendela pop-up dimana Anda diminta
mengisikan password, maka itu bisa hampir dipastikan phishing.
2. Pastikan situs yang Anda kunjungi aman.
Kunjungi situs bank hanya dengan mengetikkan alamat website bank
tersebut di kolom url browser; jangan dengan mengklik link tertentu yang
ada di dalam email. Email phishing seringkali mengundang korban untuk
mengunjungi situs abal-abal dengan alamat dan rupa mirip dengan situs
asli. Perbedaan alamat situs pun seringkali luput karena kecil sekali,
misalnya banksya.com atau banksaya.co.my padahal aslinya banksaya.co.id.
Apabila Anda kurang teliti, Anda bisa terjebak phishing. Disamping itu,
pastikan bahwa situs yang Anda kunjungi berada di server aman, diawali oleh "https://" bukan hanya "http://".
3. Amankan komputer Anda dari serangan phishing
Sejumlah email phising atau email penipuan lainnya bisa jadi
mengandung virus atau spyware yang kemudian bisa merekam aktivitas
internet Anda, atau mengizinkan hacker untuk mengakses komputer Anda
dari jarak jauh. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali meng-klik link yang
terkandung di dalam email terindikasi phising, karena sekedar meng-klik
saja bisa membuat virus/spyware terunduh secara otomatis. Juga,
sangatlah penting untuk menjaga agar anti-virus dan browser Anda selalu
up-to-date (ingat agar update softaware hanya dari situs resmi). Sebagai
pengamanan ekstra, pasang juga firewall di komputer Anda, serta
menyaring spam di email agar secara otomatis masuk ke kotak spam.
Bagi para nasabah bank, khususnya yang sering berurusan dengan
internet banking, ketiga hal tersebut diatas amat penting untuk
diperhatikan untuk menghindari pancingan penipu yang mengincar isi
rekening Anda dengan phishing. Insting untuk mengenali penipuan juga
perlu dipertajam agar jangan sampai memakan "umpan" yang dilempar
pelaku. Ini karena seiring dengan kemajuan teknologi, para pelaku
kejahatan pun akan makin canggih; dalam beberapa tahun kedepan
langkah-langkah tersebut mungkin tidak lagi memadai untuk menghindari
ancaman phishing.
Sumber: Seputarforex.com






