"Dolar Komoditas" atau Comdoll adalah sebutan yang diberikan bagi
mata uang dari negara-negara yang pendapatannya bergantung pada ekspor
komoditas, khususnya Dolar Australia, Dolar Kanada, dan Dolar New
Zealand. Sebagai eksportir besar komoditas, baik komoditas tambang
maupun agrikultur, maka nilai tukar mata uang mereka berkaitan erat
dengan Dolar AS karena kuotasi harga komoditas dalam perdagangan
internasional umumnya dalam Dolar AS.
Australia Dan Komoditas Tambang
Australia, secara khusus merupakan salah satu eksportir bahan tambang
terbesar dunia, dan pertumbuhan pesatnya menjadi salah satu raksasa
ekonomi dunia terutama didorong oleh pesatnya ekspor komoditas. Berbagai
perusahaan pertambangan multinasional beroperasi di Australia, dan
banyak sekali perusahaan eksplorasi mineral dan tambang yang
beraktivitas disana, berkontribusi pada perekonomian dan menyerap tenaga
kerja. Di pasar sahamnya saja, sedikitnya 20% kapitalisasi pasar di
pasar saham Australia (Australian Stock Exchange/ASX) dan sepertiga
perusahaan disana, merupakan perusahaan eksplorasi mineral dan tambang.
Tak pelak, ekspor tambang mendominasi ekspor Australia.
Diantara komoditas utama yang diekspor adalah Bijih Besi dan
konsentratnya, Batu Bara, Gas, Minyak, dan Emas. Australia bahkan
tercatat sebagai negara eksportir batu bara terbesar dunia dengan pangsa
pasar 35% dalam perdagangan internasional. Karenanya, terdapat hubungan
yang cukup erat antara harga komoditas dengan nilai tukar Dolar
Australia. Dalam artikel ini, akan dibahas dua diantaranya, yaitu
hubungan Dolar Australia dengan harga bijih besi dan harga emas.
AUD/USD vs Harga Bijih Besi, Emas
Baik harga bijih besi maupun harga emas, keduanya berhubungan positif
dengan pergerakan pasangan mata uang AUD/USD. Perhatikan chart dibawah
ini yang merekam dan membandingkan pergerakan harga bijih besi dengan
AUD/USD berdasarkan data tahun 2005-2012.
Sebagaimana bisa dilihat, meski dalam jangka pendek simpangan
harganya bisa berbeda, tetapi dalam jangka menengah-panjang arah trend
harga bijih besi dengan AUD/USD bergerak kearah yang sama.
Hal serupa juga dialami antara harga emas dengan AUD/USD. Dalam gambar dibawah ini, pergerakan harga emas dan AUD/USD jelas menampilkan naik-turun searah.
Saat ini, Australia adalah negara produsen emas terbesar dunia,
sehingga logis bila ketika harga Emas naik, AUD/USD juga ikut naik.
Bahkan korelasi diantara keduanya disebut-sebut bisa mencapai 80%, lebih
signifikan dibanding korelasi harga bijih besi dengan AUD/USD.
Implikasi
Dalam studi analisa intermarket yang mendalami pemahaman akan
hubungan antara pasar saham, obligasi, komoditas, dan mata uang,
hubungan-hubungan semacam ini bermanfaat untuk menganalisa trend dalam
jangka menengah dan panjang. Dalam jangka pendek, korelasinya mungkin
tidak nampak, tetapi setelah berlangsung berlarut-larut maka akan
menunjukkan dampak. Penurunan harga emas sehari atau dua hari, misalnya,
mungkin takkan membebani Dolar Australia, tetapi apabila tren bearish
berlangsung terus menerus maka dalam beberapa bulan bisa menjadi faktor
yang menekan apabila nilai ekspor emas Australia terimbas negatif.
Demikian juga, ketika harga bijih besi hanya naik sedikit, maka AUD/USD
mungkin acuh; tetapi bila reli bullish berlangsung maka AUD/USD juga
akan ikut tertarik naik.
Sebab lain mengapa harga komoditas bisa berjalan searah dengan comdoll seperti Dolar Australia adalah karena harga komoditas biasanya berada pada posisi berlawanan dengan Dolar AS. Dengan demikian, pergerakan harga komoditas berlawanan dengan Dolar AS, tetapi searah dengan comdoll. Bagi swing-trader dan para trader jangka panjang yang biasa menerapkan strategi "buy and hold", ini merupakan salah satu faktor yang penting untuk diamati. Bahkan day-trader yang berbasis analisa fundamental pun bisa mendapatkan manfaat dari pemahaman ini, khususnya bila naik-turunnya harga komoditas berpengaruh pada proyeksi inflasi, GDP, dan suku bunga.
sumber: seputarforex.com






