Kamis, 18 Februari 2016

Korelasi Antara Forex Dan Pasar Saham

0 komentar
Apakah pasar saham mempengaruhi forex, atau forex mempengaruhi saham? Korelasi antara forex dan pasar saham kadangkala samar-samar, dan kadang cuma ilusi. Tak ada jaminan kalau pasar saham jatuh maka mata uang akan jatuh juga, atau sebaliknya bergerak menguat. Dalam situasi yang berbeda, reaksinya bisa berbeda pula.

ilustrasi 

Korelasi Intermarket

Diantara aset-aset saham, obligasi, dan mata uang, yang dinilai sebagai aset paling aman secara fundamental bisa jadi adalah saham. Oleh karena itu, banyak kejadian dimana dana berpindah dari mata uang ke saham menyusul meningkatnya sentimen anti risiko (risk avoidance). Namun demikian, ini hanyala konsep teori umum, dan biasanya tidak berlaku pada setiap pair mata uang, kecuali sejumlah pair tertentu yang berhubungan dengan Dolar AS dan Yen Jepang. Terkait dengan kedua mata uang itu pun, hubungannya tetap sulit untuk didefinisikan dengan jelas.

Premis-nya disini adalah, ketika kepercayaan terhadap pasar saham di suatu negara meningkat, maka permintaan (demands) untuk memiliki mata uang negara tersbeut pun akan meningkat karena investor akan membutuhkan dana untuk membeli saham-sahamnya. Sudah ada banyak contoh dimana Dolar AS menguat menyusul gain Dow Jones, NASDAQ, dan S&P500. Korelasi yang mirip juga pernah terpantau antara Nikkei dengan Yen.

Pada gambar dibawah ini, Anda bisa lihat bagaimana indeks Dow Jones, salah satu indeks saham utama Amerika, berhubungan dengan reli AUDUSD dan GBPUSD antara Juli 2008 hingga Juni 2009. Saking mencoloknya, bahkan bisa dikatakan gain tajam di pasar saham memicu reli bullish Dolar pada pair AUDUSD dan GBPUSD.

Dow Jones, AUDUSD, GBPUSD

Namun demikian, ada kemungkinan juga bagi nilai tukar mata uang suatu negara untuk apresiasi di saat pasar saham menurun, karena investor yang melikuidasi aset-asetnya bisa jadi hanya menukar saham ke mata uang-nya saja. Hanya karena investor menilai performa pasar saham di suatu negara buruk, tidak berarti mereka menganggap negaranya tak punya prospek, sehingga bisa saja mereka tetap memegang aset lain ataupun mata uang negara tersebut. Namun, bila kondisi yang mengecewakan berlanjut, maka kemunduran pasar saham bisa mengarah pada capital outflow (dana mengalir ke luar negeri) yang akhirnya akan menjatuhkan nilai mata uangnya.

Hubungan Samar

Realitanya, korelasi positif antara pasar saham dan forex tidak menentu. Korelasi positif akan terjadi bila sejumlah persyaratan fundamental terpenuhi, diantaranya yaitu: investor meyakini perekonomian negeri itu melambat, padahal tanda-tanda perekonomian pulih akan mempengaruhi gain masa depan mereka. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, lihatlah gambar dibawah ini tentang hubungan antara Nikkei dan USDJPY dalam waktu 11 tahun antara 2000-2011.

Nikkei vs USDJPY

Sebagaimana bisa Anda lihat, ada masa-masa dimana Nikkei dan USD/JPY bergerak dalam posisi berlawanan, sedangkan korelasi positif diantara keduanya baru muncul belakangan. Bukan kebetulan kalau periode korelasi positif itu bertepatan dengan masa-masa sulit dalam perekonomian Jepang.

Ketidakjelasan korelasi ini bisa ditilik lebih lanjut dari gambar dibawah tentang hubungan antara Dow Jones dan USDJPY antara tahun 2000-2012.

Dow Jones vs USDJPY

Nampak bahwa indeks Dow dan pair USD/JPY kadang bergerak ke arah yang sama, tetapi keduanya juga sering bergerak berlawanan. Kita bisa saja berargumen bahwa pair USD/JPY lebih berkorelasi dengan Nikkei daripada Dow, tetapi hal itu tidak mengeliminasi fakta bahwa korelasi diantara indeks saham dan pair ini cenderung short-term dan itu pun kurang jelas.
 
Apakah ini berarti korelasi antara forex dan pasar saham itu palsu? Tidak juga. Ini hanya berarti bahwa ketika kita menganalisa pasar, kita harus memperhitungkan banyak indikasi, bukan hanya satu atau dua faktor. Meski memantau perkembangan pasar saham itu bisa bermanfaat bagi trader, tetapi analisa fundamental dan teknikal juga penting. Memahami korelasi antara forex dan pasar saham juga sangat bermanfaat ketika Anda berada dalam dilema antara bullish-nya fundamental dan bearish-nya teknikal, atau sebaliknya, karena ini akan bisa memberikan Anda perspektif yang lebih baik dalam menganalisa tren yang berlangsung saat ini di pasar finansial internasional.

sumber: seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan