Apakah pasar saham mempengaruhi forex, atau forex mempengaruhi saham?
Korelasi antara forex dan pasar saham kadangkala samar-samar, dan
kadang cuma ilusi. Tak ada jaminan kalau pasar saham jatuh maka mata
uang akan jatuh juga, atau sebaliknya bergerak menguat. Dalam situasi
yang berbeda, reaksinya bisa berbeda pula.
Korelasi Intermarket
Diantara aset-aset saham, obligasi, dan mata uang, yang dinilai
sebagai aset paling aman secara fundamental bisa jadi adalah saham. Oleh
karena itu, banyak kejadian dimana dana berpindah dari mata uang ke
saham menyusul meningkatnya sentimen anti risiko (risk avoidance). Namun
demikian, ini hanyala konsep teori umum, dan biasanya tidak berlaku
pada setiap pair mata uang, kecuali sejumlah pair tertentu yang
berhubungan dengan Dolar AS dan Yen Jepang. Terkait dengan kedua mata
uang itu pun, hubungannya tetap sulit untuk didefinisikan dengan jelas.
Premis-nya disini adalah, ketika kepercayaan terhadap pasar saham di suatu negara meningkat, maka permintaan (demands) untuk memiliki mata uang negara tersbeut pun akan meningkat karena investor akan membutuhkan dana untuk membeli saham-sahamnya. Sudah ada banyak contoh dimana Dolar AS menguat menyusul gain Dow Jones, NASDAQ, dan S&P500. Korelasi yang mirip juga pernah terpantau antara Nikkei dengan Yen.
Pada gambar dibawah ini, Anda bisa lihat bagaimana indeks Dow Jones, salah satu indeks saham utama Amerika, berhubungan dengan reli AUDUSD dan GBPUSD antara Juli 2008 hingga Juni 2009. Saking mencoloknya, bahkan bisa dikatakan gain tajam di pasar saham memicu reli bullish Dolar pada pair AUDUSD dan GBPUSD.
Namun demikian, ada kemungkinan juga bagi nilai tukar mata uang suatu
negara untuk apresiasi di saat pasar saham menurun, karena investor
yang melikuidasi aset-asetnya bisa jadi hanya menukar saham ke mata
uang-nya saja. Hanya karena investor menilai performa pasar saham di
suatu negara buruk, tidak berarti mereka menganggap negaranya tak punya
prospek, sehingga bisa saja mereka tetap memegang aset lain ataupun mata
uang negara tersebut. Namun, bila kondisi yang mengecewakan berlanjut,
maka kemunduran pasar saham bisa mengarah pada capital outflow (dana
mengalir ke luar negeri) yang akhirnya akan menjatuhkan nilai mata
uangnya.
Hubungan Samar
Realitanya, korelasi positif antara pasar saham dan forex tidak
menentu. Korelasi positif akan terjadi bila sejumlah persyaratan
fundamental terpenuhi, diantaranya yaitu: investor meyakini perekonomian
negeri itu melambat, padahal tanda-tanda perekonomian pulih akan
mempengaruhi gain masa depan mereka. Untuk mendapatkan pemahaman yang
lebih baik, lihatlah gambar dibawah ini tentang hubungan antara Nikkei
dan USDJPY dalam waktu 11 tahun antara 2000-2011.
Sebagaimana bisa Anda lihat, ada masa-masa dimana Nikkei dan USD/JPY
bergerak dalam posisi berlawanan, sedangkan korelasi positif diantara
keduanya baru muncul belakangan. Bukan kebetulan kalau periode korelasi
positif itu bertepatan dengan masa-masa sulit dalam perekonomian Jepang.
Ketidakjelasan korelasi ini bisa ditilik lebih lanjut dari gambar dibawah tentang hubungan antara Dow Jones dan USDJPY antara tahun 2000-2012.
Nampak bahwa indeks Dow dan pair USD/JPY kadang bergerak ke arah yang
sama, tetapi keduanya juga sering bergerak berlawanan. Kita bisa saja
berargumen bahwa pair USD/JPY lebih berkorelasi dengan Nikkei daripada
Dow, tetapi hal itu tidak mengeliminasi fakta bahwa korelasi diantara
indeks saham dan pair ini cenderung short-term dan itu pun kurang jelas.
Apakah ini berarti korelasi antara forex dan pasar saham itu palsu?
Tidak juga. Ini hanya berarti bahwa ketika kita menganalisa pasar, kita
harus memperhitungkan banyak indikasi, bukan hanya satu atau dua faktor.
Meski memantau perkembangan pasar saham itu bisa bermanfaat bagi
trader, tetapi analisa fundamental dan teknikal juga penting.
Memahami korelasi antara forex dan pasar saham juga sangat bermanfaat
ketika Anda berada dalam dilema antara bullish-nya fundamental dan
bearish-nya teknikal, atau sebaliknya, karena ini akan bisa memberikan
Anda perspektif yang lebih baik dalam menganalisa tren yang berlangsung
saat ini di pasar finansial internasional.
sumber: seputarforex.com






