Jika Anda punya posisi dalam trading dan kebetulan Anda memonitor,
kalau ternyata dalam keadaan profit mungkin sekali Anda akan menghitung
dulu berapa pip yang Anda peroleh sebelum mengambil keputusan untuk
closing. Itu jika Anda tidak menerapkan profit taking plan, dan
keputusan take profit hanya berdasarkan emosi.
Dalam artikel ini akan diberikan contoh bagaimana trading dengan
price action memberikan potensi profit yang lumayan, serta cara
mengamankan posisi yang sudah profit dan masih open.
Take profit berdasarkan emosi dan take profit berdasarkan logika
Dalam kenyataannya, banyak trader yang take profit hanya karena tekanan emosional, tidak menuruti exit target yang telah disepakati sebelumnya dalam trading plan, atau bahkan mungkin tanpa target dan tidak terencana. Akibatnya take profit yang dihasilkan karena emosi jauh lebih kecil dari yang seharusnya bisa diperoleh, disamping seringnya merasa ragu dan kadang panik ketika pergerakan harga berbalik arah. Sebaliknya trader yang disiplin menerapkan trading plan dengan exit target yang terencana mendapatkan profit sesuai dengan risk / reward ratio yang telah ditetapkan, tanpa keraguan atau panik.
Dalam kenyataannya, banyak trader yang take profit hanya karena tekanan emosional, tidak menuruti exit target yang telah disepakati sebelumnya dalam trading plan, atau bahkan mungkin tanpa target dan tidak terencana. Akibatnya take profit yang dihasilkan karena emosi jauh lebih kecil dari yang seharusnya bisa diperoleh, disamping seringnya merasa ragu dan kadang panik ketika pergerakan harga berbalik arah. Sebaliknya trader yang disiplin menerapkan trading plan dengan exit target yang terencana mendapatkan profit sesuai dengan risk / reward ratio yang telah ditetapkan, tanpa keraguan atau panik.
GBP/USD daily pada gambar berikut mencontohkan bagaimana seorang
trader yang ragu atau mungkin segan take profit ketika pergerakan harga
telah mencapai area puncaknya, dan mengabaikan petunjuk indikator moving
average hingga profit yang seharusnya bisa diperoleh benar-benar
hangus.
Kalaupun nantinya harga akan kembali naik itu masalah lain lagi,
karena secara logika dilihat dari posisi opennya, trader tersebut
seharusnya sudah bisa take profit atau mengunci profit (dengan menggeser stop loss level / trailing stop loss) pada risk/reward ratio 1:2 atau 1:3 di area (2).

Biarlah pasar menentukan pergerakannya sendiri
Banyak trader yang exit secara manual karena pergerakan harga mulai melawan posisinya, tetapi kemudian berbalik lagi setelah eksekusi exit dilakukan, atau exit pada breakeven karena melihat gelagat harga yang akan berbalik, tetapi ternyata tidak. Trader tersebut berfikir seolah mereka tahu apa yang akan terjadi pada pergerakan harga di pasar.
Baiklah, sebenarnya tak seorangpun tahu dan bisa memastikan
pergerakan harga pasar, tak terkecuali para profesional trader yang
paling top. Yang perlu dan penting kita lakukan adalah percaya
sepenuhnya pada trading plan kita, dan risk / reward ratio yang telah
kita sepakati. Biarlah pasar menentukan pergerakannya sendiri, kita
sikapi dan siasati lewat strategi trading dan money management yang
benar-benar telah teruji. Kita harus selalu meningkatkan kemampuan dalam
membaca probabilitas pergerakan harga dalam kondisi pasar yang
berbeda-beda. Jika kita mempermainkan pasar dengan sering buka posisi
hingga overtrade, atau trading dengan asal-asalan, cepat atau lambat
account kita akan sirna tidak peduli strategi take profit apapun yang
kita terapkan.
Take profit pada kondisi pasar trending
Jika kondisi pasar sedang trending dengan kuat, kita bisa meraup profit yang sangat signifikan dengan menggeser stop loss (trailing stop).
Contoh berikut AUD/USD daily dengan indikator ema 8 daily dan ema 21 daily sebagai support level dengan kondisi pasar uptrend.
Jika kondisi pasar sedang trending dengan kuat, kita bisa meraup profit yang sangat signifikan dengan menggeser stop loss (trailing stop).
Contoh berikut AUD/USD daily dengan indikator ema 8 daily dan ema 21 daily sebagai support level dengan kondisi pasar uptrend.
Take profit pada kondisi pasar ranging (sideway)
Pasar yang sideway ditandai dengan batas-batas range atas dan bawah. Kita menentukan level entry dan exit dengan formasi pin bar yang terbentuk pada batas-batas range tersebut. Sebagai contoh, perhatikan chart GBP/USD daily berikut:






