Tampilkan postingan dengan label Dasar-dasar Forex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dasar-dasar Forex. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 20 Februari 2016

Pips, Lot, Dan Perhitungan Profit

0 komentar
Beberapa hari yang lalu ada temen trader yang menanyakan sebuah pertanyaan yang sederhana: “sebenernya, nilai 1 pips itu berapa dollar sih?” Pertanyaannya sih sederhana, tapi untuk menjelaskannya perlu perhitungan yang “untuk kebanyakan orang” mungkin dianggap njelimet. Yah, berhubung dia sendiri yang nanya, maka terpaksa saya ajak dia untuk berpusing-pusing mengenal perhitungan nilai pips, lot dan juga perhitungan profit/loss.

Nah, barangkali ada diantara anda yang punya pertanyaan yang serupa dengan temen saya tadi, silahkan deh… disimak cara perhitungan pips, lot dan profit/loss, yang terus terang nih, berhubung saya emang rada "lola" alias loadingnya lama, saat pertama kali dapet dari mentor saya oom Wison (makasih banyak mastah), lumayan lama dan mesti disimak berulang-ulang juga buat pahamnya.

pip
Apa itu pips ? Pip adalah bentuk umum dari sebuah penambahan nilai valas.
Contoh: EUR/USD bergerak dari 1.2250 ke 1.2251, itu 1 pip. Pip adalah nilai tambah dari setiap angka desimal terakhir dibelakang koma. Dari nilai pip itu kita akan mengetahui profit ataupun loss. Perlu diingat, karena setiap mata uang memiliki nilai masing-masing, maka  perlu mengetahui cara perhitungan tiap-tiap kandungan nilai yang ada.

Ok, langsung saja kita ambil contoh pair USD/JPY dengan harga 119.80 (perhatikan valas ini hanya terdiri dari 2 (dua) desimal dibelakang koma, sedangkan lainnya ada yang 4 (empat) desimal dibelakang koma).
Dalam kasus pair USD/JPY ini, 1 pip adalah 0.01. Sehingga perhitungan adalah sebagai berikut :

USD/JPY: 119.80 0.01 dibagi dengan harga valas = nilai pip 0.01 / 119.80 = 0.0000834
Sedangkan untuk pairs yang 4 angka di belakang koma, maka 1 pip adalah 0.0001, contohnya untuk pair USD/CHF dan USD/CAD, perhitungannya adalah sebagai berikut:

USD/CHF: 1.5250 0.0001 dibagi dengan harga valas = nilai pip  0.0001 / 1.5250 = 0.0000655
USD/CAD:
1.4890 0.0001 dibagi dengan harga valas = nilai pip 0.0001 / 1.4890 = 0.00006715

Dalam kasus pair lainnya dimana US Dollar adalah indirect currency, misalnya untuk pair EUR/USD dan GBP/USD , perhitungan adalah sebagai berikut :

EUR/USD: 1.2200 0.0001 dibagi dengan harga valas = nilai pip  jadi 0.0001 / 1.2200 = EUR 0.00008196 Selanjutnya untuk mendapat US dollar maka, perhitungan adalah sebagai berikut:
EUR x harga Valas jadi 0.00008196 x 1.2200 = 0.00009999 Tafsiran tinggi menjadi 0.0001

GBP/USD:
1.7975 0.0001 dibagi dengan harga valas = nilai pip  jadi 0.0001 / 1.7975 = GBP 0.0000556 untuk mendapat nilai US Dollar maka, perhitungan adalah sebagai berikut : GBP x harga valas jadi 0.0000556 x 1.7975 = 0.0000998 Tafsiran tinggi menjadi 0.0001 Begitulah dasar perhitungan Pip dan nilai yang akan dihasilkan.

Apa itu lot? Ok, sekarang kita bicarakan masalah selanjtnya, yaitu perhitungan Lot. Pasar Valas diperdagangkan dalam bentuk lots. Nilai standar per lot adalah $100,000. Ada juga mini lot dengan nilai $10,000. Kurs atau Valas diukur dalam pips yang merupakan penambahan nilai terkecil untuk valas atau mata uang tersebut.

Asumsi: $100,000 per lot. Perhitungan ulang untuk mengetahui dan pengaruh terhadap nilai pip.
  • USD/JPY dengan nilai tukar sebesar 119.90, maka (0.01 / 119.80) x $100,000 = $8.34 per pip
  • USD/CHF dengan nilai tukar sebesar 1.4555, maka (0.0001 / 1.4555) x $100,000 = $6.87 per pip
  • Kasus lain dimana US Dollar bukan base currency. EUR/USD dengan nilai tukar sebesar 1.1930, maka (0.0001 / 1.1930) X EUR 100,000 = 8.38 x 1.1930 = $9.99734 ($10 per pip)
  • GBP/USD dengan nilai tukar sebesar 1.8040, maka (0.0001 / 1.8040) x GBP 100,000 = 5.54 x 1.8040 = 9.99416 ($10 per pip)

Bagaimana cara menghitung Profit/Loss?
Setelah mengenal Pip dan Lot, mari kita mengenal cara menghitung Profit dan Loss.
Contoh: Buy US dollars dan Sell Swiss Francs. Quote rate adalah 1.4525 / 1.4530. Karena kita melakukan Open Buy terhadap US Dollar nilai yang digunakan adalah 1.4530. Katakan kita buy 1 lot seharga $100,000 at 1.4530. Beberapa jam kemudian harga bergerak ke 1.4550 dan memutuskan untuk close trade. Quote rate baru USD/CHF adalah 1.4550 / 14555. Karena kita melakukan Close Sell dari Open Buy sebelumnya maka, nilai yang digunakan adalah 1.4550. Selisih antara 1.4530 and 1.4550 adalah .0020 atau 20 pips. Dengan menggunakan formulasi yang telah dijelaskan sebelumnya maka, (0.0001/1.4550) x $100,000 = $6.87 per pip x 20 pips = $137.40 Ingat, ketika masuk dan keluar atau Open dan Close Trade gerak nilai tergantung dari nilai spread (selisih nilai Bid dan Ask).

Nah, sampai di sini, semoga anda sudah cukup jelas tentang bagaimana menghitung nilai pips dan menghitung profit/loss yang anda peroleh dalam ber-trading. Terus terang sih, waktu saya berikan perhitungan di atas ke temen yang nanyain masalah perhitungan pips dan profit ini, dia lalu protes: “kok ruwet amat sih?” Saya jawab aja: “Lah, tadi nanya?" hehehe!


sumber: seputarforex.com 
Read more...

Transaksi Dalam Forex Trading

0 komentar
Kali ini saya akan membahas tentang transaksi dalam forex trading: apa yang diperdagangkan, bagaimana harganya dan juga jenis-jenis transaksi yang bisa dilakukan dalam forex trading. Apa yang diperdagangkan dalam forex trading? Kedengarannya seperti pertanyaan yang bodoh ya? Lah, namaya juga forex trading, ya yang diperdagangkan tentunya forex atau valas atau valuta asing lah.

transaksi dalam forex trading
Iya memang bener sih. Cuma, ada yang perlu diketahui lebih lanjut kalau anda ingin menjadi seorang forex trader. Dalam forex trading, mata uang diperdagangkan secara berpasang-pasangan. Inilah yang disebut dengan pairs. Contoh pair yang biasa disediakan antara lain adalah EUR/USD, artinya pasangan matauang Euro dan Dollar US.

Contoh lain misalnya: GBP/JPY, GBP/USD, USD/JPY dan lain-lain Kenapa matauang ini harus dipasang-pasangkan? Ini juga menariknya. Dengan diperdagangkan berpasangan seperti ini, maka kita bisa langsung bertransaksi “jual” pada suatu pair, tanpa kita harus “punya” dulu pair itu.

Bingung? Begini deh… klo dalam perdagangan tradisional, kalau kita jual pisang goreng, misalnya, berarti kan kita harus punya (ato setidaknya punya hak terhadap) si pisang yang akan djual. Bener kan? Nah, dalam forex trading, kita bisa “jual” pair USD/JPY tanpa kita “punya” pair itu. Lah, kok bisa? Ya bisalah. Soalnya, di sini klo kita jual pair USD/JPY, itu artinya kita jual USD dan beli JPY. Bingung ya? Ya sudah deh. Intinya di sini, dalam forex trading kita bisa langsung melakukan transaksi, baik itu jual maupun beli untuk semua pair, tergantung hasil analisis kita terhadap pergerakan harga pair tersebut.

Pips dan Lot
Ok deh, sekarang kita mulai masuk ke istilah dasar yang perlu dikenal dalam forex trading. Pip adalah satuan perubahan nilai dalam forex trading. Contoh: EUR/USD bergerak dari 1.3050 ke 1.3051, itu berarti harga berubah (naik)1 pip. Pip adalah nilai tambah dari setiap angka desimal terakhir dibelakang koma. Pip juga biasa digunakan untuk perhitungan profit ataupun loss. Nah, pasar Valas biasanya diperdagangkan dalam bentuk lot.

Nilai standar per lot adalah $100,000. Ada juga mini lot dengan nilai $10,000. Meskipun demikian, ada pula broker yang menawarkan fleksibilitas dalam volume transaksi tanpa harus dalam satuan lot, melainkan dalam quantity yang fleksibel sesuai dengan keinginan trader.

Bid, Offer dan Spread
Nah, selanjutnya kita perlu juga paham apa itu bid dan offer serta spread. Bid adalah harga yang berlaku apabila kita menjual (pair), Offer adalah harga yang berlaku apabila kita membeli (pair), sedangkan Spread adalah selisih antar bid dan offer.
Contoh misalnya: Untuk EUR/USD berlaku Bid: 1.3050 dan Offer: 1.3052. Berarti, apabila kita akan membeli pair EUR/USD maka akan dikenakan harga sebesar 1.3052 sedangkan apabila kita menjual akan dikenakan harga 1.3050. Spread untuk pair EUR/USD saat itu adalah 2 pips.

Jenis-jenis Transaksi dalam Forex Trading
Sekarang kita akan masuk pada bahasan tentang transaksi dalam forex trading. Secara umum transaksi yang bisa kita lakukan adalah Buy dan Sell terhadap pairs yang tersedia. Ada 2 jenis perintah/order untuk setiap transaksi yakni:
  • Instant executions Order (buy ato sell): yang dilakukan pada saat harga market sekarang.
  • Pending orders: Order yang akan terlaksana jika menyentuh suatu titik harga tertentu (dengan kata lain harga booking).

Pending order dibagi menjadi 4 jenis yaitu:
  1. Buy Stop: Memasang order buy pada harga tertentu (diatas harga sedang berjalan), dengan harapan harga bergerak naik, dan di harga tersebut akan otomatis berjalan order buy. Harapannya tentu saja harga terus bergerak naik lagi supaya mendapatkan profit.
  2. Sell Stop: Memasang order sell pada harga tertentu (dibawah harga sedang berjalan), dengan harapan harga bergerak turun, dan di harga tersebut akan otomatis berjalan order sell. Harpannya harga akan terus bergerak turun lagi supaya mendapatkan profit.
  3. Buy Limit: Memasang order buy pada harga tertentu (dibawah harga sedang berjalan), dengan harapan harga bergerak turun ke harga tersebut. Apabila harga yang telah kita tetapkan itu tersentuh, maka otomatis berjalan order buy. Harapannya, setelah itu harga kemudian bergerak naik atau istilahnya mental di harga tersebut.
  4. Sell Limit: Memasang order sell pada harga tertentu (dibawah harga sedang berjalan) dengan harapan harga bergerak naik ke harga tersebut. Apabila harga yang telah kita tetapkan itu tersentuh, maka otomatis berjalan order sell. Harapannya, agar setelah itu harga akan bergerak turun (atau mental di titik tersebut) supaya profit.
Kapan Buy dan Kapan Sell? Nah, itu dia pertanyaan mendasar bagi seorang trader. Kata para master sih, patokan dasar dalam forex trading adalah: Buy di saat harga rendah dan kita perkirakan bakalan naik, dan Sell di saat harga tinggi dan kita perkirakan bakalan turun. Simple kan? Masalahnya kemudian adalah: bagaimana kita tahu bahwa harga bakalan naik ato turun? Nah, kalo untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita masuk ke bahasan tentang analisis dalam forex trading yang nanti akan kita bahas dalam artikel-artikel selanjutnya.

sumber: seputarforex.com 
Read more...

Apa Itu Spread?

0 komentar
Siapa yang tidak mengenal spread? Setiap trader yang bertransaksi di forex market akan langsung berhadapan dengan spread. Namun secara lebih luas penggunaan spread dan pengaruhnya terhadap trader secara menyeluruh sedikit yang mengulasnya. Di artikel ini kita akan mengulas mengenai peranan spread dan perhitungannya dalam trading forex beserta definisi yang benar tentang spread.

Jika kita melihat forex quote atau harga, biasanya selalu diikuti dengan nilai bid dan ask. Spread adalah selisih antara harga jual (bid) dan nilai beli (ask) atau quotes sell dan quotes buy. Spread ini adalah penghasilan yang didapatkan oleh broker dimana pada saat kita sell, spread akan dikenakan antara 2 point sampai puluhan point tergantung dari pair yang digunakan.


apa itu spread

Besar dari spread berbeda-beda dalam tiap pair. Untuk pair yang sama pun spread yang diberikan bisa berbeda-beda antara satu broker forex dengan broker lainnya. Broker forex ada yang menggunakan fixed spread, yaitu spread yang tidak berubah-ubah dalam kondisi market apapun. Namun ada pula yang menggunakan sistem floating spread, dimana spreadnya berubah-ubah tergantung dari kondisi market.

Biasanya spread forex (floating) telah dipatok oleh masing-masing broker dan tidak akan mengalami perubahan yang terlalu signifikan kecuali pada perkembangan selanjutnya, broker forex merasa perlu untuk menaikkan spread tersebut. Walaupun spread ini bisa dikatakan tetap atau pasti, tetapi dalam aturan masing-masing broker biasanya ditambahkan kalimat bahwa "akan terjadi kenaikan spread ketika terjadi isu fundamental yang sangat kuat mempengaruhi pasar", dimana laju pergerakan untuk pasangan mata uang sangat cepat.

Bagi trader forex berpengalaman, momen seperti ini merupakan sebuah momen yang ditunggu-tunggu, karena tidak setiap saat dapat meraih keuntungan dalam tempo yang sangat singkat. Ketika terjadi perubahan spread, bagi trader yang telah melakukan open position pada saat awal tentu saja ini bukan masalah karena memang pengaruhnya tidak terlalu besar, kecuali sedang dalam posisi loss maka pembengkakan spread ini sangatlah menyakitkan.

Akan tetapi bagi seorang trader yang baru masuk ke dalam pasar, pembengkakan spread akan sangat terasa sekali, apalagi ditambah dengan keberadaan margin yang sangat kecil, atau bisa dibilang hanya mampu menahan pergerakan dibawah 100 poin.

Karena banyaknya trader forex yang juga melakukan open position pada saat yang sama, terkadang terjadi delay dalam open position dan tentunya ini sangat merugikan bagi seorang trader. Ada kemungkinan spread yang ditanggung sudah membengkak serta poin yang diinginkan meleset karena adanya delay tersebut. Untuk itu, perhatikan spread pada pair yang Anda gunakan sebelum mentransaksikan mata uang.

Sumber:
http://paguyubantrading.blogspot.com
www.indobrokerfx.com
seputarforex.com
Read more...

Kembali Ke Dasar Trading (1)

0 komentar
Artikel ini ditulis oleh Dr. Van K. Tharp, seorang psychologist, penulis buku, dan mentor trading terkemuka. Salah satu bukunya yang terkenal berjudul ’’Peak Performance Course for Investors and Traders’’. Ia juga menulis artikel di situs TradingEducation.com untuk membantu para trader dari berbagai level, dari mereka yang trader pemula hingga mereka yang telah berhasil dan ingin lebih berhasil lagi. Artikel ini diambil dari serial tulisan Back To Basics, atau kembali ke dasar trading.

Jika Anda mengikuti artikel-artikel Van Tharp maka Anda akan sering membaca ungkapan ini: ’’Anda tidak dapat trading berdasarkan pergerakan harga pasar, Anda hanya bisa trading berdasarkan kepercayaan Anda terhadappergerakan harga pasar.’’ Apa artinya?

Dr. Tharp menjelaskan bahwa untuk menjadi trader yang berhasil Anda mesti mengetahui apa saja yang diperbuat oleh para trader sukses pada umumnya. Jika telah mengetahui langkah-langkah yang bisa menimbulkan perilaku yang luar biasa, Anda harus mengetahui unsur apa saja yang mendasari langkah tersebut. Unsur-unsur tersebut meliputi kepercayaan, keadaan mental, dan strategi mental yang diperlukan untuk mengerjakan langkah-langkah tersebut.

Mari kita lihat beberapa pernyataan yang mungkin telah Anda percaya:
  • Pasar adalah tempat yang berbahaya untuk berinvestasi (Anda benar)
  • Pasar adalah tempat yang aman untuk berinvestasi (Anda benar)
  • Wall Street mengendalikan pasar dan sulit bagi kita trader kecil untuk bisa profit (Anda benar)
  • Anda bisa dengan mudah memperoleh keuntungan besar di pasar (Anda benar)
  • Sangat sulit untuk mendulang profit di pasar (Anda benar)
  • Anda harus mengumpulkan banyak informasi tentang pasar sebelum Anda bisa trading dengan hasil yang profitable (Anda benar)

Anda benar untuk setiap pernyataan diatas, walaupun mungkin Anda mengatakan setuju atau tidak setuju pada pernyataan lainnya. Jika Anda tidak percaya pada setiap pernyataan tersebut diatas, lalu apa yang Anda percaya? Pernyataan Anda tersebut benar, namun tidak pernah ada jawaban yang pasti benar atau pasti salah. Banyak trader yang percaya seperti yang Anda percayai, dan setuju dengan pernyataan Anda, tetapi banyak juga yang tidak percaya dan tidak setuju dengan pernyataan Anda. Oleh karena itu apapun yang Anda percayai tentang pasar akan menuntun jalan pikiran Anda dan tindakan Anda selanjutnya.

Apakah kepercayaan itu?
Kepercayaan adalah cara utama untuk menyaring informasi. Kepercayaan bersifat mengartikan, membandingkan, mempertimbangkan atau menggolongkan. Apa yang Anda harapkan akan terjadi secara tidak Anda sadari tergantung pada apa yang Anda percaya bisa terjadi. Trader yang sukses percaya bahwa dialah satu-satunya yang bertanggung-jawab atas hasil akhir tradingnya. Mereka akan belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya. Tetapi jika Anda cenderung menyalahkan pihak lain semisal broker Anda, teman Anda, mentor trading Anda, atau bahkan pasar, maka Anda akan cenderung mengulangi lagi kesalahan tersebut.

Jika trader membuat rincian mengenai apa yang dipercaya, tentang dirinya, tentang pasar, tentang kondisi keuangannya dan lain sebagainya, maka akan timbul ide yang lebih baik tentang bagaimana ia harus trading. Ia juga dengan mudah akan bisa melihat kekurangannya. Adalah sangat perlu mengetahui kepercayaan Anda yang bisa mendukung Anda sebagai trader, dan kepercayaan yang menghalangi kemajuan trading Anda.

(Bersambung)

Sumber : www.actionforex.com : Van Tharp Back-To-Basics Series, by Dr. Van K Tharp
seputarforex.com 
Read more...

Bisakah Trading Forex Diajarkan?

0 komentar
Artikel ini mengulas pendapat mengenai bisa atau tidaknya trading forex diajarkan melalui seorang mentor atau guru. Pertanyaan yang sering muncul adalah bisakah seseorang yang ingin berhasil dalam trading forex belajar dari seorang guru, mentor atau coach, ataukah kecakapan dalam trading lebih merupakan bakat bawaan? Ada berbagai pendapat dan teori mengenai kemampuan seseorang untuk bisa belajar trading dari para trader yang lebih berpengalaman, ada yang setuju tetapi banyak juga yang tidak sependapat.


                         


Mereka yang setuju berpendapat bahwa belajar trading di pasar forex tidak ada bedanya dengan belajar disiplin ilmu lainnya. Metode, strategi maupun trik-trik dalam trading bisa dipelajari, termasuk analisa fundamental, teknikal dan money management. Namun bagi yang tidak setuju cenderung berpendapat bahwa faktor kepribadian (personality) dan psikologi sangat berperan dalam trading. Kepribadian dan psikologi sang guru belum tentu sama persis dengan murid. Guru bisa agresif sedang murid defensif, atau sebaliknya si murid sangat agresif tetapi sang guru ‘slow but sure’ sehingga bisa menyebabkan salah paham.

Meskipun demikian ada banyak mentor atau coach trading, terutama di Amerika Serikat. Selain membuka kelas private dan kelompok dengan belajar secara langsung bertatap muka (face to face), mereka juga mengadakan kursus trading secara on-line. Tarifnya cukup bervariasi, dari yang relatif murah hingga yang sangat mahal. Para mentor tersebut yakin bahwa seseorang bisa belajar trading forex sampai berhasil asalkan mereka siap untuk melakukan apa yang seharusnya perlu dilakukan. Apa yang perlu dilakukan adalah bersikap realistis, mau menggunakan strategi trading yang paling efektif, mau disiplin dan mau belajar mengendalikan emosi.

Contoh mentor yang dinilai cukup berhasil dalam mengajarkan trading adalah Richard Dennis dari Turtle Trader (The Turtles). The Turtles adalah kelompok trader murid-murid Richard Dennis. Dennis sendiri menjadi mentor dengan tidak disengaja, setelah ia bertaruh dengan rekannya William Eckhart yang mengatakan bahwa trading tidak bisa diajarkan. Ia kemudian memasang iklan di Wall Street Journal dan memilih 21 pria dan 2 wanita dengan berbagai latar belakang. Beberapa diantaranya punya sedikit pengalaman trading, namun sebagian besar belum mengenal trading dengan baik.

Richard Dennis minta mereka mau komit untuk mengikuti karakter psikologi tradingnya, serta benar-benar disiplin dalam menerapkan strategi dan sistem trading yag akan diajarkan. Setelah berjalan beberapa minggu sebagian dari mereka menunjukkan hasil trading yang mengagumkan sementara sebagian lagi mengalami kemajuan yang pesat. Eckhart kemudian menerima kenyataan bahwa trading memang bisa diajarkan dengan berhasil bila sang mentor mempunyai cara yang sistematis dan efektif sementara si murid mau serius dan terbuka.

Namun demikian dalam kursus trading banyak pula murid yang gagal karena faktor psychology gap dengan para mentornya. Banyak mentor yang menyerah oleh kebiasaan para muridnya yang dianggap terlalu berani atau terlalu takut, serakah, tidak disiplin atau kurang bisa mengendalikan emosi. Sebaik apapun mentor trading, faktor psikologi murid tetap memegang peranan penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya sistem trading yang diajarkan. Banyaknya murid yang gagal bukan berarti trading forex tidak bisa diajarkan. Seperti dikatakan William Eckhart mentor mesti mempunyai cara mengajar yang sistematis dan efektif sementara si murid harus komit untuk serius dan terbuka.


Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan