Kamis, 26 November 2015

Sejarah Analisis Teknikal

0 komentar
Contoh tertua dari analisis teknikal adalah yang dikembangkan oleh Homma Munehisa pada awal abad ke 18 yang menggunakan teknik grafik lilin (candlestick chart) yang merupakan perangkat analisis yang utama pada saat ini 

Teori Dow adalah berdasarkan pada kumpulan tulisan dari yang ditulis oleh Charles Dow yang merupakan pendiri dan editor dari Dow Jones, yang menjadi sumber inspirasi dari pengembangan bentuk teknikal analisis modern pada awal abad ke 19. Selain itu terdapat pula Ralph Nelson Elliott dan William Delbert Gann yang mengembangkan pula teknik mereka pada awal abad ke 20. Masih banyak lagi perangkat analisis teknikal dan teori-teori yang telah dikembangkan pada dekade ini seiring dengan bertumbuhnya penggunaan komputer sebagai alat bantu.

Kritik

Kritik atas analisis teknikal benyak dilontarkan oleh para analis fundamental yang terkenal seperti misalnya Peter Lynch yang berkomentar bahwa "Grafik adalah sangat bagus untuk memprediksi yang lampau". Warren Buffett mengatakan bahwa " Saya menyadari bahwa analisis teknikal itu tidak berguna sewaktu saya membalikkan grafik tersebut sehingga yang atas berada di bawah dan saya tidak menemukan sesuatu jawaban yang berbeda dan apabila sejarah masa lampau semuanya tercermin disitu maka yang akan menjadi orang terkaya adalah para pustakawan"

Kebanyakan studi akademis menyatakan bahwa analisis teknikal hanya memiliki kekuatan prediksi yang kecil, namun beberapa studi menyatakan bahwa analisis teknikal dapat saja menghasilkan keuntungan. Cheol-Ho Park dan Scott H. Irwin mempelajari 95 studi modern atas profitabilitas dan menyatakan bahwa 56 di antaranya ditemukan positif, 20 menghasilkan hasil yang negatif dan 19 terindikasi menghasilkan hasil campuran."

Sebuah studi yang berpengaruh dilakukan oleh Brock et al. pada tahun 1992 yang menunjukkan dukungan atas teknik perdagangan dengan cara teknikal yang telah diuji untuk pengintai data dan masalah lainnya pada tahun 1999

Sesudah itu, suatu studi perbandingan yang dilakukan oleh seorang ekonom Amsterdam bernama Gerwin Griffioen menyimpulkan bahwa : untuk pasar Amerika, Jepang dan beberapa pasar Eropa Barat mengindikasikan bahwa ramalan tersebut tidak menunjukkan hasil yang menguntungkan setelah mengimplementasikan sedikit biaya transaksi. "

Hipotesa pasar tepatguna

Hipotesa pasar tepatguna atau dalam istilah asing dikenal dengan istilah efficient market hypothesis (EMH) merupakan suatu kontradiksi terhadap ajaran "analisis teknikal" yaitu dengan prinsipnya bahwa harga dimasa lampau tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga dimasa depan. atau dengan kata lain dikatakan bahwa analisis teknikal itu tidak efektif. Eugene Fama seorang ekonom, menerbitkan suatu tulisan yang dimuat pada Journal of Finance pada tahun 1970, mengatakan bahwa " Dalam masa singkat, bukti-bukti pendukung dari model pasar yang tepatguna akan meluas dan menjadi sesuatu yang unik dalam dunia ekonomi dan sebaliknya bukti-bukti yang menentang akan semakin berkurang. "Para pendukung EMH menyatakan bahwa "apabila suatu harga dapat dengan cepat menggambarkan seluruh informasi yang berkaitan, maka tidak ada suatu metode ( termasuk analisis teknikal) dapat "melawan pasar"."

Para ahli mengatakan bahwa EMH mengabaikan cara pasar bekerja dimana banyak investor menyandarkan pengharapannya pada keuntungan atau kinerja dimasa lampau. Sebab harga dimasa depan dari suatu saham dapat dipengaruhi dengan kuat oleh pengharapan / ekspektasi investor, para ahli menyatakan bahwa mengikuti pengharapan atas harga dimasa lampau dapat memengaruhi harga dimasa depan.

Hipotesa langkah tak beraturan

.Hipotesa langkah tak beraturan atau dalam istilah asing lebih dikenal dengan istilah Random walk hypothesis yang merupakan bentuk lain dari hipotesa pasar tepatguna, yang didasarkan pada asumsi bahwa pelaku pasar sepenuhnya menggunakan semua informasi pada pergerakan harga dimasa lampau (namun tidak perlu menggunakan informasi umum lainnya).

Para ahli teknikal menyatakan bahwa teori EMH dan teori langkah tak beraturan, keduanya mengesampingkan kenyataan-kenyataan yang terjadi pada pasar dimana para pelaku pasar bertindak tidak rasional dimana mereka bisa saja menjadi tamak, ketakutan berlebihan terhadap risiko, dan lain-lain. dan pergerakan harga yang terjadi saat kini adalah bergantung pada pergerakan harga sebelumnya.

Sumber: Wikipedia 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan