Salah satu hal yang menarik dalam trading forex adalah interaksi
antara psikologi pasar dengan keputusan trader untuk masuk pasar.
Analisa teknikal kadang-kadang dipelajari dengan anggapan seolah-olah
berisi pengetahuan hakiki tentang rahasia pergerakan harga pasar. Sering
kita membaca atau mendengar bahwa pola pergerakan harga tertentu pada
trading chart akan menentukan arah pergerakan harga selanjutnya, atau
formasi indikator teknikal tertentu akan mengakibatkan harga berbalik
arah dan sebagainya.
Analisa teknikal sebenarnya tidak menghasilkan hal-hal tersebut. Sebuah chart sebenarnya adalah refleksi dari pergerakan harga pasar yang telah terjadi pada waktu yang telah lewat, tidak lebih dari itu. Grafik atau formasi pergerakan harga pada chart tersebut tidak bisa memprediksi pergerakan harga di waktu yang akan datang. Pasangan mata uang dalam forex bergerak naik atau turun bukan karena formasi tertentu pada chart. Harga bergerak karena asumsi pelaku pasar tentang perilaku harga di waktu yang akan datang berdasarkan pergerakan harga masa lalu seperti yang ada pada trading chart. Histori yang ada dalam trading chart adalah kumpulan dari ribuan keputusan trader untuk masuk pasar, jadi merupakan rekaman perilaku masa lalu dari ribuan trader.
Analisa teknikal sebenarnya tidak menghasilkan hal-hal tersebut. Sebuah chart sebenarnya adalah refleksi dari pergerakan harga pasar yang telah terjadi pada waktu yang telah lewat, tidak lebih dari itu. Grafik atau formasi pergerakan harga pada chart tersebut tidak bisa memprediksi pergerakan harga di waktu yang akan datang. Pasangan mata uang dalam forex bergerak naik atau turun bukan karena formasi tertentu pada chart. Harga bergerak karena asumsi pelaku pasar tentang perilaku harga di waktu yang akan datang berdasarkan pergerakan harga masa lalu seperti yang ada pada trading chart. Histori yang ada dalam trading chart adalah kumpulan dari ribuan keputusan trader untuk masuk pasar, jadi merupakan rekaman perilaku masa lalu dari ribuan trader.
Informasi pergerakan harga bisa sangat penting artinya karena kumpulan keputusan trader tersebut memberikan kekuatan prediksi.
Bukti sederhana yang jelas tentang keterbatasan prediksi berdasarkan
histori harga masa lalu adalah bahwa perkembangan peristiwa fundamental
yang signifikan selalu mengabaikan batasan-batasan analisa teknikal.
Jika The Fed secara tak terduga menaikkan tingkat suku bunga US dollar,
atau pemerintah China memutuskan untuk tidak lagi membeli surat-surat
berharga Amerika Serikat maka tidak akan ada formasi chart yang akan
mencegah nilai US dollar untuk meroket walau mungkin sifatnya temporer.
Analisa teknikal tidak menghasilkan pergerakan harga. Komposisi nyata
dari pasar adalah kumpulan ribuan keputusan trader secara individu dan
sulit untuk disimpulkan sebagai sebab dan akibat yang selalu sama.
Mekanisme analisa teknikal selalu berawal dari informasi yang ada pada
trading chart, berlanjut dengan prediksi pelaku pasar atas dasar
informasi tersebut hingga dihasilkan keputusan dalam trading.
Pendekatan lebih jauh dapat dilakukan jika kita bertanya siapa dan
bagaimana perilaku trading para pelaku pasar tersebut? Mungkin sekali
lebih dari 90% dari total volume harian pasar forex dunia yang mendekati
4 trilliun dollar tersebut diperdagangkan secara spekulatif. Hampir
setiap trader di pasar forex mulai dari hedge fund yang mengelola dana
milyaran dollar, para trader di bank-bank besar dan kecil hingga trader
retail yang masih ‘newbie’ ingin dan selalu mencoba hal yang sama, yaitu
mendapatkan profit setiap hari. Yang menarik, dari hasil survey volume
perdagangan harian pasar forex dunia naik hampir 50% dalam kurun waktu 3
tahun (survey 2004-2007), dan jumlah trader forex retail juga naik
signifikan.
Jika hampir semua pelaku pasar forex ingin menghasilkan profit setiap
hari, bagaimana cara mereka melakukannya? Ya, semua trader forex dari
titik-titik penting dunia seperti London, New York dan Tokyo selalu
melihat pada trading chart untuk mendapatkan peluang trading. Setiap
trader pemburu profit tersebut melihat pada trading chart yang sama,
setiap trader melihat histori pergerakan harga yang sama dan
mengidentifikasi potensi peluang profit yang sama. Dan jika tidak ada
faktor lain, maka mayoritas trader akan pada kesimpulan trading yang
sama pula berdasarkan trading chart tersebut.
Trader menginginkan profit, trading chart berisi informasi yang sama
dan semua pelaku pasar trading dengan asumsi yang sama tentang perilaku
pasar berdasar formasi harga pada chart. Katakan misalnya sebagian besar
trader membuka posisi buy pada titik support terendah dalam sebuah
channel pergerakan harga, maka akan sangat mungkin harga akan naik
menuju titik resistance pada channel tersebut, tentu saja bila tidak ada
pengaruh dari luar yang berarti.
Uraian diatas adalah penjelasan logis dari analisa teknikal dalam
trading forex. Analisa teknikal bisa bekerja karena sebagian besar
trader forex percaya bahwa akan bekerja sehingga digunakan sebagai acuan
dalam mengambil keputusan trading. Lagi pula hampir semua jenis
indikator teknikal saat ini dapat dengan mudah diperoleh langsung dari
platform trading hingga dapat dengan efektif diterapkan dalam strategi
trading.
Sumber : Joseph Trevisani - www.actionforex.com
Sumber : Joseph Trevisani - www.actionforex.com
seputarforex.com






