Jika kita mengikuti perkembangan pasar mata uang (valas) dunia,
mungkin kita ingin tahu bagaimana sistem itu bisa berjalan. Kenapa nilai
mata uang suatu negara bisa berubah, kapan berubahnya? Faktor apa yang
mempengaruhinya?
Banyak harga yang mengalami fluktuasi dalam waktu singkat ataupun sedang. Tapi bagaimana fluktuasi bisa terjadi dan kenapa fluktuasi di forex market selalu ada? Di sini kita akan membahas mengenai fluktuasi nilai mata uang. Penyebab fluktuasi juga tidak ketinggalan dari pembahasan pada artikel.

Nilai Mata uang suatu negara bisa berubah (fluktuasi) karena dipengaruhi beberapa faktor, misalnya:
Banyak harga yang mengalami fluktuasi dalam waktu singkat ataupun sedang. Tapi bagaimana fluktuasi bisa terjadi dan kenapa fluktuasi di forex market selalu ada? Di sini kita akan membahas mengenai fluktuasi nilai mata uang. Penyebab fluktuasi juga tidak ketinggalan dari pembahasan pada artikel.
Nilai Mata uang suatu negara bisa berubah (fluktuasi) karena dipengaruhi beberapa faktor, misalnya:
- Kebijakan pemerintahan negara tersebut (kondisi politik negara)
- Kondisi ekonomi negara tersebut (pertumbuhan perekonomian negara)
- Faktor tak terduga misalnya: Berita dunia seperti bencana alam atau kerusuhan yang bisa segera mempengaruhi kondisi politik, perekonomian dan lain-lain.
Mata uang akan cenderung menjadi lebih berharga setiap kali
permintaan melebihi pasokan yang tersedia. Dan akan menjadi kurang
berharga setiap kali permintaan kurang dari stok yang tersedia.
Peningkatan permintaan terhadap mata uang adalah yang terbaik karena
meningkatnya permintaan untuk transaksi, atau mungkin adanya peningkatan
permintaan uang yang spekulatif menjadikan nilai mata uang memiliki
harga.
Transaksi permintaan uang akan sangat
berhubungan dengan tingkat aktivitas bisnis negara, produk domestik
bruto (PDB) (gross domestic product (GDP) atau gross domestic income
(GDI)) , dan tingkat permintaan pekerja.
Semakin tinggi tingkat pengangguran suatu negara, semakin sedikit masyarakatnya yang dapat menghabiskan uang atau daya beli masyarakat menjadi rendah. Artinya semakin banyak orang yang menganggur, semakin sedikit masyarakat umum akan menghabiskan barang dan jasa. Bank sentral biasanya memiliki sedikit kesulitan beradaptasi uang yang ada untuk perubahan dalam permintaan uang dengan mengorbankan bisnis.
Di Indonesia, bank sentral adalah Bank Indonesia. Dan biasanya Bank Indonesia akan sedikit kesulitan dalam melakukan penyesuaian pasokan uang untuk mengakomodasi perubahan permintaan uang yang berkaitan dengan transaksi bisnis.
Dalam mengatasi permintaan uang dengan tujuan untuk spekulatif, bank sentral akan mencoba untuk melakukan dengan menyesuaikan tingkat suku bunga agar seorang investor dapat membeli kembali mata uangnya bila suku bunga cukup tinggi.
Namun ada pendapat bahwa kasus seperti itu dapat dijadikan sebuah spekulasi melemahkan pertumbuhan ekonomi riil. Khususnya sejak spekulan mata uang yang besar sengaja dapat menciptakan tekanan pada mata uang, dalam rangka untuk memaksa bank sentral menjual mata uangnya untuk tetap stabil. (Ketika ini terjadi, spekulan mata uang dapat membeli kembali dari bank dengan harga yang lebih rendah, menutup posisi mereka dan dengan demikian dapat mengambil keuntungan sebesar-besarnya).
Semakin tinggi sebuah negara menaikkan suku bunganya maka kebutuhan untuk mata uangnya akan semakin besar pula. Secara umum, semakin tinggi tingkat suku bunga suatu negara, semakin besar pula permintaan untuk mata uang.
Sumber:
http://arbetas.com
http://belajartrading--forex.blogspot.com
http://id.wikipedia.org
Semakin tinggi tingkat pengangguran suatu negara, semakin sedikit masyarakatnya yang dapat menghabiskan uang atau daya beli masyarakat menjadi rendah. Artinya semakin banyak orang yang menganggur, semakin sedikit masyarakat umum akan menghabiskan barang dan jasa. Bank sentral biasanya memiliki sedikit kesulitan beradaptasi uang yang ada untuk perubahan dalam permintaan uang dengan mengorbankan bisnis.
Di Indonesia, bank sentral adalah Bank Indonesia. Dan biasanya Bank Indonesia akan sedikit kesulitan dalam melakukan penyesuaian pasokan uang untuk mengakomodasi perubahan permintaan uang yang berkaitan dengan transaksi bisnis.
Dalam mengatasi permintaan uang dengan tujuan untuk spekulatif, bank sentral akan mencoba untuk melakukan dengan menyesuaikan tingkat suku bunga agar seorang investor dapat membeli kembali mata uangnya bila suku bunga cukup tinggi.
Namun ada pendapat bahwa kasus seperti itu dapat dijadikan sebuah spekulasi melemahkan pertumbuhan ekonomi riil. Khususnya sejak spekulan mata uang yang besar sengaja dapat menciptakan tekanan pada mata uang, dalam rangka untuk memaksa bank sentral menjual mata uangnya untuk tetap stabil. (Ketika ini terjadi, spekulan mata uang dapat membeli kembali dari bank dengan harga yang lebih rendah, menutup posisi mereka dan dengan demikian dapat mengambil keuntungan sebesar-besarnya).
Semakin tinggi sebuah negara menaikkan suku bunganya maka kebutuhan untuk mata uangnya akan semakin besar pula. Secara umum, semakin tinggi tingkat suku bunga suatu negara, semakin besar pula permintaan untuk mata uang.
Sumber:
http://arbetas.com
http://belajartrading--forex.blogspot.com
http://id.wikipedia.org
seputarforex.com






