Senin, 15 Februari 2016

Apa itu Konvergen dan Divergen

0 komentar
Banyak teman-teman yang menanyakan apa sih sebenarnya divergen itu? Dan apa pula konvergen? Memang agak aneh melihat chart dan indikator yang saling berlawanan. Sehingga pasti membingungkan trader khususnya yang baru belajar. Awalnya saya juga ndak tahu istilah-istilah tersebut hingga akhirnya ketemu juga maksud definisinya. Untuk itu artikel ini akan membahas mengenai kaidah konvergen dan divergen beserta dengan contoh-contohnya.

Oke kita langsung saja ya mengenai konvergen dan divergen. Kedua kondisi ini umum ditemukan pada signal indikator. Adanya bentuk konvergen maupun divergen disebabkan karena grafik yang berbeda antara chart dengan grafik di indikator osilator. Ini dikarenakan fungsi osilator sebagai penunjuk momentum pergerakan harga. Jadi hanya indikator osilator yang bisa begini, sedangkan indikator yang nempel pada chart nggak akan bisa menunjukkan apa itu konvergen, dan apa pula itu divergen.

Konvergen
Jika kita kaji lebih dalam, konvergen ini diambil dari bahasa inggris yaitu convergent artinya mengumpul dakan suatu trend. Konvergen merupakan kondisi dimana harga semakin rendah namun tidak diikuti dengan grafik indikator yang ikut melemah. Begitu juga pada saat harga harga semakin meninggi namun signal pada indikator malah menunjukkan pelemahan. Ini bisa dilihat dari contoh grafik di bawah ini :



Divergen
Kata divergen itu dalam bahasa inggrisnya divergent. Artinya bisa jadi berbeda, berbeda-beda, ataupun berlainan. Nah bagaimana dengan definisinya di dalam chart? Divergence itu dapat diartikan arah trend pada chart berlawanan dengan arah trend pada MACD atau secara sederhana candle (line chart) terjadi trend down sedangkan pada indicator MACD telah menujukkan arah naik (up), begitu juga sebaliknya.



Kesimpulan
Konvergen bisa diartikan adanya pelemahan atau kenaikan harga yang akhirnya tidak sesuai dengan chart karena titik tertinggi dan terendahnya berbeda. Begitu juga pada divergen terdapat perbedaan yang mendasar pada signal indikator yang naik sedangkan chart sedang turun ataupun sebaliknya. 

sumber: seputarforex.com

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan