Senin, 15 Februari 2016

Cara Trading Dengan Trendline

0 komentar

Fungsi trendline sebagai tool teknikal memang tak diragukan lagi. Selain dapat membantu mengenali tren, tool ini juga dapat dimanfaatkan untuk mencari titik entry. Ketika mulai menggaris chart dengan trendline, pengetahuan yang paling penting adalah setiap orang tidak akan sama dalam menarik garis trendline.
Walaupun misalnya Anda, saya, dan trader lainnya melakukan penggarisan pada chart yang sama, mungkin hasilnya akan beda. Sama-sama penggarisannya, namun tetap beda atau bisa dibilang mirip. Inilah yang mesti dipahami dalam penggarisan trendline, sehingga trader yang menggunakan metode ini tidak mudah terpengaruh oleh hasil analisis trader lain.


Dari gambar di atas, dapat dilihat contoh grafik mingguan NAS 100 (Nasdaq). Harga dalam keadaan up-trend karena telah naik 1.832 poin selama 42 bulan terakhir. Anda dapat menarik trendline dengan menghubungkan serangkaian titik yang pada grafik di atas ditandai dengan warna hijau. Baris ini bertindak sebagai support karena level tersebut diharapkan untuk bertindak sebagai dasar, di mana bila harga telah menyentuh titik support tersebut akan memantul kembali ke atas.

Anda dapat mengambil keuntungan dengan menciptakan order buy ketika harga yang diperjual-belikan mengalami penurunan ke support dan melakukan bounce. Selagi trend masih up, trader juga bisa membatasi risiko dengan menetapkan stop loss di bawah support tersebut.

Dalam contoh lain Anda dapat melihat grafik 8-Hour dari EUR/AUD telah menurun. Perhatikan bagaimana trendline dibentuk dengan menghubungkan garis tertinggi pada grafik yang ditandai dengan warna hijau.



Karena trendline menunjukkan harga bergerak lebih rendah, maka Anda harus mempertimbangkan EUR/AUD dalam keadaan downtrend yang kuat. Anda dapat menggunakan informasi ini untuk mempersiapkan sell pada posisi baru, saat harga bergerak kembali dari titik resistance. Sebaiknya carilah harga yang menyentuh resistance tapi tidak terus bergerak ke atas. Ketika harga mulai bergerak kembali ke arah trend, Anda akan memiliki sinyal jual yang valid.

Namun bukan berarti Anda langsung bisa bersantai selepas open trade dengan sinyal di atas. Dalam skenario ini Anda masih harus memberi batas kerugian dengan stop loss yang ditempatkan di atas resistace.



Sumber:
Dailyfx.com
seputarforex.com

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan