Suku bunga merupakan tolak ukur dari kegiatan perekonomian suatu
negara yang berimbas pada kegiatan perputaran arus keuangan perbankan,
inflasi, investasi dan pergerakan mata uang di suatu negara.
Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan
suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang
pinjaman tersebut apabila diinvestasikan. Jumlah pinjaman tersebut
disebut "pokok utang" (principal). Persentase dari pokok utang yang
dibayarkan sebagai imbal jasa (bunga) dalam suatu periode tertentu
disebut "suku bunga"
Perlu diketahui biasanya negara-negara besar seperti Amerika, Inggris
dan negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa merupakan negara yang
memiliki currency terbesar dalam transaksi di bursa. Aktivitas ekonomi
yang terjadi di negara-negara memiliki pengaruh fundamental terhadap
perekonomian dunia.
Sebuah contoh misalnya tingkat return Rupiah sebesar 10% sedangkan Dollar 5%, ketika Rupiah diekspektasikan mengalami depresiasi terhadap Dollar sebanyak 7%, maka return Dollar menjadi 2% lebih tinggi dari Rupiah. Hal ini disebabkan seorang investor akan memilih aset yang memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi maka permintaan atas Dollar akan meningkat sedangkan permintaan atas Rupiah akan menurun. Hal ini berlaku pula sebaliknya. Secara grafis hal tersebut ditunjukan sebagai berikut:
Sebuah contoh misalnya tingkat return Rupiah sebesar 10% sedangkan Dollar 5%, ketika Rupiah diekspektasikan mengalami depresiasi terhadap Dollar sebanyak 7%, maka return Dollar menjadi 2% lebih tinggi dari Rupiah. Hal ini disebabkan seorang investor akan memilih aset yang memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi maka permintaan atas Dollar akan meningkat sedangkan permintaan atas Rupiah akan menurun. Hal ini berlaku pula sebaliknya. Secara grafis hal tersebut ditunjukan sebagai berikut:
Grafik 1.
Efek Kenaikan Tingkat Suku Bunga Terhadap Mata Uang Domestik
Sumber : Krugman,Paul.2000.International Economics Theory and Practice.p 353
Kenaikan dalam tingkat suku bunga / return
mata uang domestik dari menjadi menyebabkan mata uang domestik
terapresiasi dari (poin 1) ke (poin 2).
Grafik 2.
Efek Kenaikan Tingkat Pengembalian Mata Uang Asing
Sumber: Krugman,Paul.2000.International Economics Theory and Practice.p 353
Kenaikan dalam return deposito mata uang asing menyebabkan mata uang
domestik terdepresiasi dari (poin 1) ke (poin 2). Hal ini juga juga
menggambarkan efek dari kenaikan ekpektasi nilai tukar mata uang
domestik terhadap mata uang asing.
Maka dapat disimpulkan bahwa kenaikan dalam ekspektasi nilai tukar menyebabkan kenaikan atas nilai tukar saat ini. Begitu juga, penurunan ekpektasi nilai tukar akan menyebabkan penurunan nilai tukar saat ini.
Sumber:
www.putracenter.net
http://imffx.wordpress.com http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_bunga
Maka dapat disimpulkan bahwa kenaikan dalam ekspektasi nilai tukar menyebabkan kenaikan atas nilai tukar saat ini. Begitu juga, penurunan ekpektasi nilai tukar akan menyebabkan penurunan nilai tukar saat ini.
Sumber:
www.putracenter.net
http://imffx.wordpress.com http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_bunga
seputarforex.com






