Kagi chart, berdasarkan pada konsep penyingkiran noise, adalah salah
satu tool paling signifikan bagi seorang trader forex aktif. Kagi chart
disebut-sebut sebagai aktor dibalik keberhasilan menghindar dari false
signal dan juga mengapa trader bisa memprediksi aksi pasar secara lebih
efektif. Meskipun trader dari semua level bisa memanfaatkannya untuk
menentukan posisi-posisi yang profitabel, grafiknya bisa jadi cukup
kompleks, dan karenanya, lebih baik digunakan oleh trader yang lebih
berpengalaman.
Kagi Chart
Kagi chart terdiri dari satu set garis-garis vertikal dan horisontal
yang bervariasi ketebalannya, menggarisbawahi price action ketimbang
bersandar pada variable waktu. Hingga saat ini belum diketahui siapa
yang berhubungan dengan pengembangan chart ini; meskipun telah terungkap
bahwa Kagi chart berasal dari Jepang dan pertama kali digunakan untuk
memantau price action pada harga beras, sekaligus level-level demand dan
supply di perekonomian Jepang.
Hal-hal yang perlu diingat
- Garis akan berubah arah begitu jumlah reversal tercapai.
- Garis akan berubah warna/ketebalannya begitu harga (dari tren yang diikutinya) berada dibawah atau diatas garis sebelumnya.
Pendekatan Sistematis
Mengikuti peraturan Kagi chart bisa jadi tidak sulit. Namun demikian,
dibutuhkan konsistensi untuk menggambar garis vertikal dari titik awal
ke harga penutupan. Trik-nya adalah dengan memiliki mata yang jeli
melihat detail dengan memastikan bahwa Anda memplot garis tren yang
belum melewati reversal tren. Kalau tidak, maka Anda tak punya pilihan
lain kecuali harus kembali ke langkah awal. Singkatnya, menggunakan
grafik ini sangat mirip dengan menggunakan chart garis (line chart);
perbedaan utamanya adalah bahwa garis-garis Kagi chart bisa bervariasi
ketebalannya dan bergerak ke arah-arah yang berbeda.
Langkah-langkahnya:
1. Tentukan titik awal.
2. Dari titik awal, gambar garis vertikal menuju harga penutupan pertama, memanjang menuju harga penutupan kedua, lalu berlanjut ke harga menutupan ketiga, dan seterusnya.
3. Plot dua garis berdasarkan harga penutupan di hari sebelumnya.
2. Dari titik awal, gambar garis vertikal menuju harga penutupan pertama, memanjang menuju harga penutupan kedua, lalu berlanjut ke harga menutupan ketiga, dan seterusnya.
3. Plot dua garis berdasarkan harga penutupan di hari sebelumnya.
- Jika harga penutupan lebih besar/sala dengan harga penutupan sebelumnya: (1) plot garis vertikal tebal dan (2) ikuti tren pada garis horizontal yang sedang berlangsung.
- Jika harga penutupan lebih rendah daripada harga penutupan sebelumnya: (1) plot garis horizontal tipis dan (2) ciptakan sebuah garis vertikal tipis baru.
sumber: seputarforex.com






