Sementara analisa fundamental memprediksi pergerakan harga dengan menterjemahkan berbagai informasi keadaan ekonomi, termasuk berita, laporan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, serta rumor yang sedang berkembang. Maka dapat dikatakan kedua analisa tersebut merupakan pendekatan utama pada pasar keuangan.
Antara Teknikal dan Fundamental
Pada Analisa Teknikal, ketika seorang trader berpedoman pada sebuah
grafik, maka ia akan melihat sinyal grafik tersebut sebagai pedoman
entry. Contohnya, trader baru akan entry ketika harga telah menembus
garis trend line atau saat garis-garis pada MACD saling berpotongan.
Namun, apabila kemudian harga benar-benar bergerak sesuai sinyal, hal
ini tidak berarti bahwa pola indikator-indikator tersebut yang
menyebabkan pergerakan harga!
Kejadian di atas lebih disebabkan oleh banyaknya trader yang
berpatokan pada garis- garis tersebut. Pada saat itu, mereka melakukan
hal yang sama (membeli atau LONG) sesuai teori dari indikator yang
bersangkutan. Jadi, perlu dicermati bahwa indikator teknikal hanyalah sebagai pengikut dan bukan penyebab pergerakan sebuah harga.
Sedangkan pada analisa fundamental, pergerakan sebuah harga yang
drastis diyakini terjadi ketika terdapat sebuah peristiwa-peristiwa tak
terduga. Peristiwa tersebut biasanya berupa kenaikan atau penurunan suku
bunga dari bank sentral, hingga peristiwa politik ataupun perang.
Contohnya adalah peristiwa 9/11. Ketika peristiwa 9/11 terjadi, rate USD
melemah dikarenakan setiap orang memperkirakan peristiwa tersebut akan
berpengaruh besar terhadap US sehingga besar kemungkinan USD melemah.
Kejadian ini menyebabkan banyak pelaku pasar menjual USD. Imbasnya, rate
USD benar-benar turun drastis.
Mana Yang Lebih Berpengaruh?
Pada umumnya, bank-bank besar, hegde fund, dan institusi keuangan
besar lainnya menggunakan pola dasar analisa fundamental. Dan karena
mereka adalah pemegang sebagian besar uang diseluruh dunia, maka bila
mereka melakukan trade, harga akan bergerak sesuai dengan apa yang
mereka lakukan. Hal ini sesuai dengan hukum ekonomi, sebagai contoh bila
terdapat banyak pembeli USD, maka jumlah USD yang beredar dipasaran
akan berkurang, menyebabkan harga USD naik.
Lalu bagaimana dengan para trader yang menggunakan analisa teknikal?
Dapat dipastikan mereka tak memiliki jumlah uang sebanyak
institusi-institusi keuangan di atas (walaupun digabungkan secara
total). Ditambah lagi beragamnya indikator teknikal yang berjumlah
ratusan dan timeframe yang berbeda-beda, dapat menyebabkan setiap
indikator dan timeframe tersebut menghasilkan prediksi yang sangat
bervariasi.
Dapatkah Keduanya Digabungkan?
Perbedaan antara kedua pendekatan analisa ini bagaikan bumi dan
langit, tapi banyak para trader tergerak hatinya untuk membuktikan bahwa
mereka dapat meraih kesuksesan yang cukup memuaskan dengan
mengkombinasikan kedua tekhnik ini dalam trading mereka. Misalnya, dari beberapa analis fundamental juga menggunakan tekhnikal untuk mengetahui waktu terbaik open posisi.
Di sisi lain, beberapa trader tekhnikal akan mempertimbangkan analisa
fundamental juga untuk menambah keakuratan dari signal teknikal mereka.
Cara manapun yang Anda pilih, dua pendekatan diatas sangat bermanfaat
untuk memperkuat signal dan membantu mengkonfirmasi keputusan Anda
dalam membuat skenario trading terbaik.
Kesimpulan
Bagi Anda yang menggunakan analisa teknikal, tips yang kami berikan
adalah: Hanya gunakan indikator-indikator umum yang banyak digunakan
oleh para trader dan hanya trading sewaktu tak ada berita ekonomi
penting. Bagi Anda yang terbiasa menggunakan analisa fundamental, tips
yang kami berikan adalah: sabar, disiplin, hanya trading sewaktu ada
berita ekonomi penting dan pastikan waktu yang Anda gunakan adalah
benar-benar tepat.
Sumber: seputarforex.com






