Senin, 21 Maret 2016

Empat Alasan Mengapa Trading CFD Saham Layak Dicoba

0 komentar
Trading CFD saham, dimana trader bisa mendapatkan keuntungan dari naik-turunnya harga saham di bursa, mulai marak dalam satu dekade terakhir dan telah berubah dari layanan trading yang biasanya dimanfaatkan perusahaan-perusahaan besar menjadi fasilitas yang bisa dinikmati siapa saja, termasuk trader ritel. Dengan pilihan produk yang lebih beraneka ragam dan peluang untuk meraih profit terbuka luas, aset ini menjadi pilihan bagi banyak trader yang ingin bertrading saham, tetapi menginginkan fleksibilitas dan efisiensi trading lebih tinggi. Ini karena terdapat sejumlah keunggulan khas trading CFD saham, diantaranya:

1. Posisi Buy Sell

Dalam CFD saham, ketika harga turun trader dapat masih dapat memanfaatkan hal tersebut untuk mencari keuntungan. Berbeda dengan perdagangan di broker saham dimana trader hanya bisa memanfaatkan keadaan pasar yang sedang bullish. Hal ini memungkinkan trader untuk mencari keuntungan sebanyak banyaknya dalam waktu yang lebih singkat dibanding trader yang berdagang pada broker saham.
Selain itu, bagi pengguna sistem trading hedging akan sangat memungkinkan jika dilakukan pada trading CFD saham. Hedging dapat dilakukan jika broker memperbolehkan posisi buy dan sell secara bersamaan, dan hal tersebut ada pada CFD. Bagi pengguna, sistem trading hedging martingale dilakukan dengan memperbesar lot pada posisi yang berlawanan dengan asumsi posisi yang baru akan menutupi kerugian yang terjadi pada posisi sebelumnya. Sistem tersebut juga tidak bisa dilakukan pada broker saham dan hanya bisa dilakukan pada broker yang menyediakan layanan leverage dan memperbolehkan short selling.
CFD Saham

2. Trading Dengan Leverage

Dengan adanya leverage, trader CFD saham tidak harus mengeluarkan sejumlah dana yang setara dengan harga instrument yang diperdagangkan. Leverage memberikan kesempatan bagi trader dengan modal kecil. Kenapa bisa seperti itu? Mungkin itu yang ada dibenak pembaca, leverage merupakan fasilitas yang diberikan oleh broker CFD yang berfungsi untuk memberikan kesempatan bagi trader dengan dana kecil dengan cara memberikan rasio antara jumlah jaminan dan dana yang dipinjam yang dialokasikan untuk trading.
Leverage adalah rasio antara dana trader sendiri dan dana pinjaman seorang trader dari broker-nya. Leverage 1:100 berarti bahwa untuk transaksi, trader dapat memiliki akun trading dengan jumlah 100 kali lebih kecil dari jumlah transaksi. Misal harga saham X $100, maka dengan leverage 1:100, dana deposit sebesar $1 sudah bisa ditransaksikan pada saham tersebut ($100/100=$1).
Bagi pemodal besar, leverage akan sangat berguna bagi money management yang dipakai, terutama dalam hal penyebaran resiko dan efisiensi waktu. Misal harga instrumen rata-rata pada pasar adalah $100, dana deposit $100 pada broker saham hanya dapat digunakan untuk 1 instrumen. Jika harga instrumen itu turun, trader hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut dan menunggu harga akan naik atau menerima kerugian dengan menjual saham tersebut; benar-benar sangat tidak efisien.
Sedangkan pada broker CFD, dana deposit $100 dengan leverage 1:100 dapat digunakan untuk beberapa kesempatan, karena dengan $1 saja trader dapat bertransaksi pada instrumen dengan nilai $100 ($100/100=$1). Misal harga instrument rata-rata pada pasar adalah $100, trader mensyaratkan jatah kerugian pada 1 instrumen adalah $10, maka pada saat yang bersamaan trader dapat membeli 9 instrumen lain. Jika 1 insturmen dikatakan rugi, maka ada kemungkinan dari 9 posisi yang lain untuk untung dan menutupi kerugian tersebut.

3. Akses Ribuan Aset Investasi Keuangan

Dalam CFD, trader dapat dengan mudah memperdagangkan instrumen yang sebelumnya sulit untuk dijangkau, misal saham-saham global. Banyak sekali instrumen yang diperdagangkan yang sebelumnya trader pada broker saham hanya bisa bermimpi untuk memperdagangkan instrumen-instrumen tersebut. Misalnya saham perusahaan-perusahaan raksasa dunia yang biasanya hanya diperdagangkan di bursa Amerika seperti Exxon, Facebook, McDonald, Chevron, Microsoft, dan lain sebagainya. 
Exxon - Microsoft
Selain itu, ukuran lot perdagangan CFD memakai ukuran lebih kecil dari broker saham, sehingga memudahkan trader kecil dalam bertransaksi pada pasar modal dunia. Dengan CFD, trader dapat dengan mudah keluar masuk pasar tanpa adanya sistem antrian sebagaimana biasa dipakai broker saham yang tentunya sangat menyusahkan trader apabila lot yang dipakai sangat besar dan instrumen yang diperdangkan sedang tidak liquid atau memiliki frekuensi perdagangan yang kecil.

4. Fitur Pending Order

Trader CFD saham dapat menempatkan pending order tanpa adanya tanggal kadaluarsa; hal tersebut sangat membantu trader yang memiliki waktu yang sedikit. Adanya perdagangan tanpa antrian membuat posisi pending order dapat dipastikan tersentuh, sehingga efisiensi waktu dalam trading akan dapat dicapai. Berbeda dengan trading saham biasa yang menerapkan sistim antrian yang membuat posisi tidak akan tersentuh jika antrian sedang tidak kosong. Masalah muncul kembali jika antrian sudah kosong namun pending order telah kadaluarsa.

Sumber: Seputarforex.com

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan