Trading CFD saham, dimana trader bisa mendapatkan keuntungan dari
naik-turunnya harga saham di bursa, mulai marak dalam satu dekade
terakhir dan telah berubah dari layanan trading yang biasanya
dimanfaatkan perusahaan-perusahaan besar menjadi fasilitas yang bisa
dinikmati siapa saja, termasuk trader ritel. Dengan pilihan produk yang
lebih beraneka ragam dan peluang untuk meraih profit terbuka luas, aset
ini menjadi pilihan bagi banyak trader yang ingin bertrading saham,
tetapi menginginkan fleksibilitas dan efisiensi trading lebih tinggi.
Ini karena terdapat sejumlah keunggulan khas trading CFD saham,
diantaranya:
1. Posisi Buy Sell
Dalam CFD saham, ketika harga turun trader dapat masih dapat
memanfaatkan hal tersebut untuk mencari keuntungan. Berbeda dengan
perdagangan di broker saham dimana trader hanya bisa memanfaatkan
keadaan pasar yang sedang bullish. Hal ini memungkinkan trader untuk
mencari keuntungan sebanyak banyaknya dalam waktu yang lebih singkat
dibanding trader yang berdagang pada broker saham.
Selain itu, bagi pengguna sistem trading hedging akan sangat
memungkinkan jika dilakukan pada trading CFD saham. Hedging dapat
dilakukan jika broker memperbolehkan posisi buy dan sell secara
bersamaan, dan hal tersebut ada pada CFD. Bagi pengguna, sistem trading
hedging martingale dilakukan dengan memperbesar lot pada posisi yang
berlawanan dengan asumsi posisi yang baru akan menutupi kerugian yang
terjadi pada posisi sebelumnya. Sistem tersebut juga tidak bisa
dilakukan pada broker saham dan hanya bisa dilakukan pada broker yang
menyediakan layanan leverage dan memperbolehkan short selling.
2. Trading Dengan Leverage
Dengan adanya leverage, trader CFD saham tidak harus mengeluarkan
sejumlah dana yang setara dengan harga instrument yang diperdagangkan.
Leverage memberikan kesempatan bagi trader dengan modal kecil. Kenapa
bisa seperti itu? Mungkin itu yang ada dibenak pembaca, leverage
merupakan fasilitas yang diberikan oleh broker CFD yang berfungsi untuk
memberikan kesempatan bagi trader dengan dana kecil dengan cara
memberikan rasio antara jumlah jaminan dan dana yang dipinjam yang
dialokasikan untuk trading.
Leverage adalah rasio antara dana trader sendiri dan dana pinjaman
seorang trader dari broker-nya. Leverage 1:100 berarti bahwa untuk
transaksi, trader dapat memiliki akun trading dengan jumlah 100 kali
lebih kecil dari jumlah transaksi. Misal harga saham X $100, maka dengan
leverage 1:100, dana deposit sebesar $1 sudah bisa ditransaksikan pada
saham tersebut ($100/100=$1).
Bagi pemodal besar, leverage akan sangat berguna bagi money
management yang dipakai, terutama dalam hal penyebaran resiko dan
efisiensi waktu. Misal harga instrumen rata-rata pada pasar adalah $100,
dana deposit $100 pada broker saham hanya dapat digunakan untuk 1
instrumen. Jika harga instrumen itu turun, trader hanya bisa pasrah
dengan keadaan tersebut dan menunggu harga akan naik atau menerima
kerugian dengan menjual saham tersebut; benar-benar sangat tidak
efisien.
Sedangkan pada broker CFD, dana deposit $100 dengan leverage 1:100
dapat digunakan untuk beberapa kesempatan, karena dengan $1 saja trader
dapat bertransaksi pada instrumen dengan nilai $100 ($100/100=$1). Misal
harga instrument rata-rata pada pasar adalah $100, trader mensyaratkan
jatah kerugian pada 1 instrumen adalah $10, maka pada saat yang
bersamaan trader dapat membeli 9 instrumen lain. Jika 1 insturmen
dikatakan rugi, maka ada kemungkinan dari 9 posisi yang lain untuk
untung dan menutupi kerugian tersebut.
3. Akses Ribuan Aset Investasi Keuangan
Dalam CFD, trader dapat dengan mudah memperdagangkan instrumen yang
sebelumnya sulit untuk dijangkau, misal saham-saham global. Banyak
sekali instrumen yang diperdagangkan yang sebelumnya trader pada broker
saham hanya bisa bermimpi untuk memperdagangkan instrumen-instrumen
tersebut. Misalnya saham perusahaan-perusahaan raksasa dunia yang
biasanya hanya diperdagangkan di bursa Amerika seperti Exxon, Facebook,
McDonald, Chevron, Microsoft, dan lain sebagainya.
Selain itu, ukuran lot perdagangan CFD memakai ukuran lebih kecil
dari broker saham, sehingga memudahkan trader kecil dalam bertransaksi
pada pasar modal dunia. Dengan CFD, trader dapat dengan mudah keluar
masuk pasar tanpa adanya sistem antrian sebagaimana biasa dipakai broker
saham yang tentunya sangat menyusahkan trader apabila lot yang dipakai
sangat besar dan instrumen yang diperdangkan sedang tidak liquid atau
memiliki frekuensi perdagangan yang kecil.
4. Fitur Pending Order
Trader CFD saham dapat menempatkan pending order tanpa adanya tanggal
kadaluarsa; hal tersebut sangat membantu trader yang memiliki waktu
yang sedikit. Adanya perdagangan tanpa antrian membuat posisi pending
order dapat dipastikan tersentuh, sehingga efisiensi waktu dalam trading
akan dapat dicapai. Berbeda dengan trading saham biasa yang menerapkan
sistim antrian yang membuat posisi tidak akan tersentuh jika antrian
sedang tidak kosong. Masalah muncul kembali jika antrian sudah kosong
namun pending order telah kadaluarsa.
Sumber: Seputarforex.com






