Minggu, 27 Maret 2016

Pengantar Trading Dengan Price Action (1)

0 komentar

Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan price action trading?
Jika diartikan secara harafiah, price action berarti pergerakan harga. Price action trading bisa diartikan trading dengan lebih mengandalkan pada pengamatan pergerakan harga itu sendiri. Dengan demikian keputusan untuk entry ataupun exit lebih didasarkan pada perubahan pola, bentuk atau setup formasi bar candlestick.

Trading dengan cara ini tidak menggunakan indikator teknikal yang dianggap lagging atau selalu ketinggalan terhadap perubahan harga pasar. Alat bantu teknikal hanya terbatas pada indikator moving average, garis-garis horisontal dan garis-garis level Fibonacci retracement untuk membantu menentukan arah trend dan level-level support maupun resistance.

Price action trader percaya bahwa perubahan sentimen pelaku pasar dalam periode waktu tertentu telah tercermin dalam pola, bentuk atau setup formasi candlestick. Price action tidak bisa digolongkan seratus persen dalam analisa teknikal karena sangat sedikit sekali menggunakan indikator teknikal.

Selain itu berita-berita pasar atau analisa fundamental yang bisa menggerakkan harga juga tidak begitu diperhatikan karena dianggap telah direfleksikan oleh pergerakan harga itu sendiri. Kebanyakan price action trader menggunakan analisa fundamental hanya untuk mengetahui perubahan sentimen pelaku pasar.

Antara chart price action trader dengan chart technician trader

Selain indikator teknikal dianggap lagging, price action trader menganggap chart dengan banyak indikator akan cenderung sulit untuk dianalisa, membingungkan dan tidak jarang terjadi konflik interpretasi antar indikator. Sebagai contoh berikut chart EUR/USD daily yang bersih (tanpa indikator) dan yang menggunakan beberapa indikator penting yang sering diterapkan bersamaan seperti Bollinger bands, MACD, stochastic dan ADX:





Menurut price action trader, sinyal trading dengan probabilitas tinggi lebih mudah ditemukan dalam trading chart yang ‘bersih’ atau tanpa indikator. Dengan hanya berfokus pada setup price action pada trading chart, biasanya antar price action trader jarang terjadi perbedaan interpretasi, karena pola atau setupnya cenderung jelas dan sesuai dengan sentimen pasar. Hal ini berbeda dengan para technician trader yang sering kali berbeda interpretasi karena menggunakan indikator yang berlainan.

Price action trader berpendapat bahwa semua indikator teknikal dibuat berdasarkan pergerakan harga atau price action, sehingga dengan menggunakan banyak indikator teknikal akan menambah banyak variabel yang mesti dianalisa.

Contoh setup price action pada trading chart

Seperti apa sebenarnya pola, bentuk atau setup price action itu? Setupnya ada beberapa, yang populer adalah pin bar dan inside bar. Berikut contoh beberapa setup price action yang terbentuk pada chart AUD/USD daily:



Meski begitu tidak semua setup memberikan sinyal trading yang tepat, seperti pin bar yang salah, atau gagal (failed pin bar) seperti pada contoh diatas.

Bersambung ke bagian (2)
Sumber :
www.learntotradethemarket.com - What Is Price Action Trading ? – Introduction To Price Action
Seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan