Jumat, 18 Maret 2016

Trading Crude Palm Oil (CPO)

0 komentar

Crude Palm Oil (CPO) atau disebut juga dengan minyak kelapa sawit adalah produk yang ditransaksikan pada pasar komoditi. Komoditi ini merupakan hasil sumber daya alam yang lazim diolah menjadi berbagai produk turunan, baik berupa barang konsumsi maupun bahan baku industri. Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar dunia, kemudian disusul oleh Malaysia. Akan tetapi, Malaysia terlebih dahulu memperkenalkan produk berjangka CPO berdenominasi Ringgit dibandingkan Indonesia.

Saat ini Indonesia telah memiliki bursa yang memperdagangkan kontrak berjangka minyak kelapa sawit, yakni Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia. Produk kontrak minyak sawit memiliki kode perdagangan KPOc3, menurut versi Reuters. Sedangkan di ICDX sendiri, kode perdagangan CPO adalah CPOTR.
CPO - twps2 - www.seputarforex.com
Salah satu alasan yang membuat CPO layak ditransaksikan pada bursa berjangka adalah tingginya permintaan fisik terhadap komoditi ini. Hal ini bisa dimaklumi mengingat kegunaan minyak sawit dalam berbagai lini industri, baik produk rumah tangga ataupun bahan pangan. Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan harga CPO cenderung bergejolak mengikuti arah pergerakan komoditi lain seperti minyak mentah dan produk substitusi-nya.


Berikut adalah beberapa faktor yang sangat mempengaruhi pergerakan harga CPO :
  • Faktor Iklim Dan Cuaca  : Faktor cuaca memberi dampak signifikan bagi keberlangsungan harga CPO karena terkait erat dengan prinsip supply and demand. Faktor cuaca buruk akan mendorong kenaikan harga, mengingat volume produksi kelapa sawit jadi terancam. Disaat yang sama, arus permintaan terus berjalan normal. Korelasi : Negatif (Semakin buruk faktor cuaca, maka harga cenderung semakin tinggi).
  • Minyak Mentah : Kenaikan harga minyak mentah umumnya akan memberi dorongan bagi kenaikan harga CPO. Alasannya karena proses produksi dan distribusi komoditi sawit sangat tergantung pada ketersediaan bahan bakar minyak. Keluarnya biaya tambahan akibat kenaikan harga minyak akan dibebankan pada harga jual CPO. Korelasi: Positif (Semakin tinggi harga minyak mentah di pasaran, maka harga jual CPO semakin tinggi). Berikut ini adalah ilustrasi pergerakan harga CPO:
CPO Chart - twps2 - www.seputarforex.com
  • Komoditi Subtitusi : Kenaikan harga CPO yang terlalu tinggi bisa membuat investor beralih ke komoditi substitusi, seperti minyak jagung maupun kedelai. Secara otomatis, harga komoditi pengganti tersebut juga akan terangkat. Apabila hal ini terjadi, maka CPO bisa makin mahal dibandingkan sebelumnya. Korelasi: Positif (Semakin tinggi harga CPO, maka harga komoditi lain juga ikat melonjak). Demikian pula sebaliknya. 
Sumber: Seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan