Level level kunci yang dimaksudkan disini adalah level support dan
resistance, baik yang statis berupa garis horisontal, atau yang dinamis
berupa aluran garis moving average. Level Fibonacci retracement juga
termasuk level kunci karena menunjukkan support dan resistance.
Seperti telah pernah diulas pada beberapa artikel sebelumnya, trading dengan price action tidak mengandalkan indikator teknikal yang rumit dan kompleks melainkan hanya pada pengamatan terbentuknya formasi bar-bar pada candlestick yang bisa berupa, fakey (false) bar dan inside bar (istilah pada price action). Indikator pendukung yang sering digunakan untuk konfirmasi adalah exponential moving average (ema), karena moving average menunjukkan level support / resistance dinamis.
Seperti telah pernah diulas pada beberapa artikel sebelumnya, trading dengan price action tidak mengandalkan indikator teknikal yang rumit dan kompleks melainkan hanya pada pengamatan terbentuknya formasi bar-bar pada candlestick yang bisa berupa, fakey (false) bar dan inside bar (istilah pada price action). Indikator pendukung yang sering digunakan untuk konfirmasi adalah exponential moving average (ema), karena moving average menunjukkan level support / resistance dinamis.
Pada artikel ini diulas bagaimana formasi price action yang terbentuk
pada level-level kunci akan berpengaruh signifikan terhadap arah
pergerakan harga, sehingga kita bisa dengan tepat menentukan titik-titik
entry.
Contoh-contoh berikut ini menggunakan time frame daily, yang sangat dianjurkan untuk digunakan bila kita trading dengan metode price action.
Contoh-contoh berikut ini menggunakan time frame daily, yang sangat dianjurkan untuk digunakan bila kita trading dengan metode price action.
Price action dan level support / resistance pada kondisi pasar trending
Perhatikan formasi bar yang terbentuk pada level-level support dan resistance (garis merah horisontal) yang tentunya bisa kita gunakan untuk nenetapkan level entry (setelah formasi bar terbentuk) dan level exit target (garis support/resistance).
Price action dan level support / resistance pada kondisi pasar ranging (sideway)
Tampak bahwa formasi bar yang terbentuk pada level support dan
resistance (inside bar dan pin bar) cukup valid untuk kita entry. Hanya
saja untuk pasar yang sedang ranging atau sedang
berkonsolidasi ini kita harus hati-hati dalam menentukan exit target
karena kita mesti mengantisipasi jika kondisi pasar tiba-tiba berbalik
berlawanan dengan posisi entry kita dan berubah menjadi strong trending.
Disinilah pentingnya risk / reward ratio dalam trading plan.
Ketika level support telah tertembus dengan terbentuknya long tailed
pin bar, maka dua hari berikutnya harga turun tajam dan kondisi pasar
menjadi downtrend. Pada saat pin bar ini terbentuk dan support level
ditembus, sebenarnya kondisi ranging diatas sudah selesai dan berganti
menjadi downtrend. Kita bisa entry sell pada dua hari berikutnya.
Price action dan ‘swing point’ pada kondisi pasar trending
Ketika pada pergerakan harga terjadi titik-titik tertinggi atau
terendah baru, dan kemudian mengalami koreksi sebelum kembali ke trend
semula, maka harga terendah dan tertinggi pada lembah atau puncak
koreksi tersebut dinamakan swing point. Swing point penting untuk
diperhatikan karena pada titik-titik tersebut akan terbentuk level-level
support atau resistance baru. Swing point pada titik lembah saat
uptrend membentuk level support baru, dan swing point pada titik puncak
saat downtrend akan membentuk level resistance baru.
Perhatikan price action yang terjadi dekat pada titik-titik swing
point seperti contoh EUR/USD daily diatas. Swing point membentuk level
kunci (key level) baru, yaitu level support, dan dikonfirmasi
validitasnya pada bar-bar yang berikutnya berturut-turut sebagai
resistance, support dan resistance lagi. Price action yang terjadi
diwakili oleh dua pin bar yang terbentuk dekat pada level kunci, dan
kita bisa entry setelah menganalisa validitas pin bar tersebut dengan
benar. Dalam hal ini level kunci yang terbentuk pada swing point menjadi
faktor pendukung utama kedua pin bar tersebut.
Price action dan indikator exponential moving average pada kondisi pasar trending

Indikator exponential moving average (ema) terutama ema8 daily dan
ema21 daily sering digunakan sebagai konfirmasi price action yang
terjadi, terutama dalam kondisi pasar yang trending. Moving average
membentuk level-level support atau resistance dinamis. Perhatikan contoh
pada EUR/USD daily diatas, price action yang terjadi dekat ema8 dan
ema21 pada kondisi pasar trending (saat uptrend maupun downtrend), yaitu
berupa pin bar dan fakey bar yang cukup valid untuk pedoman kita entry.
Price action dan event area pada level support dan resistance.

Event area yaitu area disekitar level support atau resistance yang
tertembus (break) akibat event tertentu yang terjadi pada pergerakan
harga pasar. Selanjutnya jika pergerakan harga tetap mengacu pada level
support atau resistance tersebut, maka event area pada level itu akan
sangat signifikan, dan price action yang terbentuk disekitarnya sangat
penting untuk dicermati.
Pada contoh XAU/USD (spot gold) diatas, event area disekitar level 1,700.00 adalah sangat signifikan dimana price action yang terjadi dengan terbentuknya beberapa pin bar yang cukup valid untuk patokan entry.
Pada contoh XAU/USD (spot gold) diatas, event area disekitar level 1,700.00 adalah sangat signifikan dimana price action yang terjadi dengan terbentuknya beberapa pin bar yang cukup valid untuk patokan entry.
Dari contoh-contoh diatas bisa disimpulkan bahwa price action yang
terjadi pada suatu kondisi pasar dengan level-level kuncinya sebagai
faktor pendukung utama, baik itu level support / resistance statis
(garis horisontal) atau dinamis (exponential moving average), swing
point ataupun event area, akan bisa menjadi pedoman yang cukup valid
untuk entry market.
Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com






