Price action adalah keseluruhan gerak dan perilaku harga pasangan
mata uang, komoditi, saham dan instrumen trading lainnya pada suatu
periode waktu. Analisa price action mempelajari pola pergerakan harga
tertentu yang selalu berulang. Dengan mempelajari arti pola-pola
pergerakan harga tersebut kita bisa mengembangkan strategi trading
berdasarkan pengulangan pola pergerakan tersebut.
Price action sebenarnya merupakan gambaran visual dari situasi supply
dan demand pada pasar, yang merefleksikan ekspektasi dari para pelaku
pasar berdasarkan semua informasi yang telah diperolehnya. Dengan
mengamati perubahan gerak harga yang tercermin pada bar-bar candlestick,
kita bisa mengetahui apa yang sedang terjadi pada pasar. Sifat natural
pasar, yang juga menggambarkan sifat -sifat para pelakunya akan selalu
terjadi berulang kali, walau tidak dalam periode yang teratur.
Sebagai retail trader, sebaiknya tujuan kita adalah mengikuti gerakan
para ‘big player’ dalam mengantisipasi pergerakan harga pasar secepat
mungkin. Big player adalah para penggerak harga pasar, dan jika kita
telah menemukan jejak gerak mereka dalam trading yang tercermin pada
formasi yang terjadi dalam price action, kita bisa langsung
menerapkannya dalam strategi trading.
Gambar ini adalah contoh murni setup trading dengan price action :
Catatan : Pin bar, fakey (false) bar dan inside bar adalah istilah untuk sebutan formasi bar yang dianggap sebagai patokan dalam price action trading, dan telah dibahas pada artikel-artikel mengenai price action dalam rubrik ini.
Catatan : Pin bar, fakey (false) bar dan inside bar adalah istilah untuk sebutan formasi bar yang dianggap sebagai patokan dalam price action trading, dan telah dibahas pada artikel-artikel mengenai price action dalam rubrik ini.
Link berikut adalah contoh-contoh setup trading dengan price action
masing-masing pada bentukan formasi pin bar, inside bar dan fakey
(false) bar.
Trading dengan price action adalah sederhana, langsung ke pergerakan
harganya dan efektif. Dengan metode ini kita bisa memfokuskan energi dan
waktu untuk trading yang sebenarnya, bukan untuk menganalisa sinyal
beberapa indikator atau parameter-parameter trading software yang
komplek. Jika formasi bar yang terbentuk pada price action telah
memberikan sinyal yang cukup jelas, tidak diperlukan indikator tambahan
yang komplek dengan variabel yang beragam, kecuali hanya garis level
support/resistance atau moving average sebagai indikator
support/resistance dinamis.
Perhatikan gambar berikut yang membandingkan antara chart untuk trading dengan price action (kiri) dan chart dengan beberapa indikator (kanan).
Perhatikan gambar berikut yang membandingkan antara chart untuk trading dengan price action (kiri) dan chart dengan beberapa indikator (kanan).
Jika Anda diminta untuk memilih antara melihat chart yang sebelah
kiri atau yang kanan untuk trading, manakah yang akan Anda pilih ?
Believe it or not, banyak chart trader yang memilih sebelah kanan, yang
penuh dengan indikator dan diharapkan bisa memberi petunjuk atau sinyal
untuk entry. (Chart trader adalah trader yang mengandalkan indikator
teknikal untuk trading, atau disebut juga chartist, untuk membedakan
dengan fundamentalist yang menitik-beratkan faktor fundamental dalam
trading).
Seperti telah pernah dibahas pada artikel terdahulu, bahwa antara
indikator yang satu dan lainnya acapkali saling menunjukkan sinyal
trading yang bertentangan, yang satu mengindikasikan buy dan yang
lainnya sell. Diterapkannya lebih dari satu indikator biasanya untuk
saling mengkonfirmasi, semisal oscillator indikator (RSI, stochastic)
tidak bisa mengindikasikan trend dibandingkan indikator ADX atau trend
indikator yang lain, tetapi ADX cenderung lagging (lambat) dalam
antisipasinya. Penerapan beberapa indikator tersebut dalam prakteknya
sering terjadi konflik interpretasi atau indikasi sinyal yang saling
bertentangan. Kombinasi indikator yang bisa bekerja dengan baik pada
suatu kondisi dan time frame tertentu belum tentu berjalan baik pada
kondisi pasar yang berbeda.
Dengan metode price action tidak terjadi konflik interpretasi seperti
itu karena memang tidak menerapkan indikator teknikal. Selain itu angat
dianjurkan untuk trading dalam time frame daily atau paling rendah
4-hour untuk menjamin ketepatan sinyal trading, oleh karenanya
dibutuhkan kesabaran dan disiplin yang tinggi. Dengan trading plan yang
baik dan pemilihan risk/reward ratio sesuai kaidah money management yang
proporsional, trading dengan metode price action akan memberi hasil
yang konsisten.
Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com






