Salah satu perbedaan seorang trader amatir dan trader profesional
adalah dalam hal frekuensi tradingnya. Trader amatir lebih sering
berinteraksi dengan pasar sehingga cenderung over-trading atau frekuensi
tradingnya lebih tinggi dibandingkan trader profesional. Dari
perjalanan panjangnya sebagai trader forex, seorang profesional telah
mengerti dan sadar bahwa semakin rendah frekuensi trading akan semakin
menguntungkan sehingga mencapai hasil trading yang konsisten dalam
jangka panjang. Selain itu, saat akan berinteraksi dengan pasar seorang
trader profesional selalu lebih mempertimbangkan resiko daripada profit
yang akan didapat sementara trader amatir cenderung lebih
memperhitungkan profitnya terlebih dahulu dibanding besarnya resiko yang
mungkin akan dialami.
Banyak trader yang tidak menyadari bahwa mereka telah over-trading
hingga mengalami loss yang beruntun dalam jumlah yang cukup besar, dan
baru mereka istirahat dari aktivitas tradingnya setelah menyadari bahwa
mereka telah membuka posisi dengan pertimbangan yang kurang rasional dan
lebih emosional. Para trader profesional selalu menyadari akan bahaya
seringnya masuk pasar tanpa memperhitungkan resiko. Mereka lebih
mengutamakan managemen resiko dalam trading dan hanya membuka posisi
trading bila kondisi pasar telah benar-benar sesuai dengan rencana
strategi tradingnya. Mereka bukan tipe trader yang setiap hari masuk
pasar atau trading dengan metode scalping (membuka posisi pada time
frame rendah, biasanya 5 menit atau 1 menit, dengan level target profit
yang kecil), tetapi membiarkan pasar merespon posisi tradingnya selama
beberapa hari atau bahkan beberapa minggu hingga mencapai level target
sesuai dengan rencana tradingnya. Biasanya mereka trading pada time
frame daily dan pada kondisi pasar yang sedang trending karena
interpretasi pergerakan harga pada time frame tinggi akan jauh lebih
akurat (misalnya dengan metode price action) dibanding dengan cara
scalping yang cenderung ‘gambling’ (untung-untungan).
Trading dengan time frame tinggi secara otomatis akan mengurangi frekuensi trading kita karena lebih jarang memberikan sinyal trading yang mengisyaratkan kita untuk membuka posisi, selain itu kesalahan sinyal dan noise (sinyal yang tidak seharusnya ada) jauh lebih sedikit walaupun formasi bar sinyal antara broker yang satu berbeda dengan broker yang lain. Kesalahan sinyal dan noise inilah yang menyebabkan kita kurang aman dan kurang menguntungkan untuk membuka posisi, sementara para trader profesional selalu menunggu saat yang paling aman dan paling menguntungkan untuk mulai masuk pasar. Mereka selalu menghitung resiko dengan cermat setiap kali akan membuka posisi, hal yang kurang disadari oleh para trader amatir, oleh karena itu frekuensi trading para profesional jauh lebih sedikit dari trader amatir.
Para trader profesional telah memahami dengan benar sebuah metode
trading yang mereka terapkan setiap kali akan masuk pasar, sehingga tahu
benar waktu yang tepat untuk membuka sebuah posisi trading. Waktu yang
tepat untuk memulai membuka sebuah posisi adalah ketika sinyal trading
yang benar-benar valid telah tampak, dan sinyal valid yang paling akurat
dan aman adalah pada time frame tinggi dan pada kondisi pasar yang
menunjang, misalnya ketika pergerakan harga pasar sedang trending.
Mereka belajar menerapkan strategi ini setelah beberapa kali jatuh
bangun dalam perjalanannya, dan tentu saja dibutuhkan waktu, kesabaran
dan disiplin agar cara berpikir mereka dalam trading (trading mindset)
benar-benar sesuai dengan metode dan strateginya hingga diperoleh profit
yang konsisten dalam jangka panjang. Profit konsisten dalam jangka
panjang inilah yang sebenarnya menjadi tujuan utama para trader
profesional.
Jadi seberapa seringkah para trader profesional masuk pasar? Tidak
bisa dijawab dengan pasti berapa kali frekuensi trading seorang
profesional dalam seminggu atau sebulan, karena kondisi setiap trader
berbeda, baik dalam account balance-nya maupun besarnya resiko yang
ditetapkan. Tetapi jika dibandingkan dengan para trader amatir yang
sering keluar masuk pasar dengan frekuensi hasil loss lebih banyak, para
profesional jelas jauh lebih jarang masuk pasar.
Sebagai kesimpulan, jika Anda sedang dalam perjalanan untuk menjadi
seorang trader profesional cobalah untuk menerapkan cara trading mereka
dengan mungkin merubah perspektif Anda tentang metode trading, time
frame trading yang Anda pakai, managemen resiko dan cara pikir (mindset)
Anda dalam menyikapi pergerakan harga pasar yaitu tanpa melibatkan
emosi serta disiplin pada strategi dan rencana trading Anda.
Sumber : Nial Fuller - www.learntotradethemarket.com
Seputarforex.com






