Melakukan trading memang membutuhkan
usaha dan latihan yang banyak. Usaha yang dilakukan pasti membutuhkan
waktu dan pengorbanan yang jauh lebih besar dari yang difikirkan saat
ini. Anda harus selalu melakukan pembelajaran disetiap waktu secara
terus menerus tanpa henti. Berhenti sedikit saja, maka trading yang Anda
jalani akan canggung dan memulai dari awal kembali.

Artinya belajar trading harus dilakukan sesering mungkin. Bila Anda orang yang sibuk, mungkin menganalisa market akan sulit karena memiliki waktu yang terbatas. Nah dari keadaan tersebut, bisa Anda siasati dengan mempelajari history market.
History memang ladang potensial yang bisa digunakan dalam mempelajari karakter market, strategi apa yang digunakan, serta memahami trend. Dengan adanya keadaan market saat inilah, Anda bisa belajar. Namun terkadang mempelajari market dari history saja juga masih belum maksimal. Kenapa? Karena market yang sudah berjalan sudah diketahui arahnya, sudah diketahui pergerakannya, dan sudah diketahui polanya.
Geser History ChartNamun jangan khawatir, mempelajari harga dari chart history bisa dilakukan dengan menggerakkan sedikit demi sedikit menggunakan panah keyboard. Hal ini bisa membantu Anda dalam mengetahui market kedepan.
Jika hasil analisa dan pembelajaran Anda benar, maka metode yang digunakan bisa dimanfaatkan nantinya pada real trading. Namun jika hasil uji coba di history market saja masih salah, maka tidak boleh digunakan pada trading real.
Cukup geser menggunakan panah, sedikit demi sedikit harga akan terlihat. Sayangnya, pergeseran dengan panah ini hanya akan menampilkan sekelompok atau sebagian candle. Sehingga ketika Anda ingin memprediksi harga akhirnya sudah ketahuan marketnya seperti apa.
Gunakan Tombol F12Untuk menghindari kejadian tersebut, maka solusi yang tepat adalah memanfaatkan tombol lain di keyboard. Tombol itu disebut tombol F12. Dimana ketika kita melihat market, dan menekan tombol F12, secara otomatis harga akan bergerak, dan secara periodik akan memunculkan satu persatu candlestick secara berurutan.
Hal ini berbeda jauh pada saat menggunakan tombol panah. Karena pada saat harga di geser menggunakan tombol panah, maka candlestick akan terlihat 3 sampai empat candle sekaligus dalam sekali tekan. Sedangkan bila memanfaatkan tombol F12, history hanya akan memunculkan satu candle dalam sekali pencet.
KesimpulanMengunakan tombol F12 memberikan Anda pengalaman yang berbeda saat mempalajari market. Seiring dengan pengalaman pribadi trader, mempelajari kinerja market akan selalu membuat trader terbantu untuk pengenalan market di masa mendatang. Dengan melakukan uji coba di history, maka pembaharuan strategi dapat dilakukan, pembenahan sistem bisa dicapai, serta pergantian indikator dapat diganti dengan cepat.
sumber: Seputarforex.com






