Secara umum investasi berarti suatu penundaan konsumsi pada saat ini,
semua itu dilakukan untuk konsumsi dimasa yang akan datang. Dengan
pengertian bahwa investasi ialah menempatkan beberapa modal atau dana
pada suatu biadang asset yang dapat diharapkan memberikan hasil atau
akan meningkatkan nilainya pada masa yang akan datang. Investasi diawali
dengan mengorbankan sedikit potensi konsumsi saat ini untuk mendapatkan
peluang yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Terdapat beberapa karakteristik yang mungkin belum anda ketahui secara mendalam seperti Berikut dibawah ini :
Terdapat beberapa karakteristik yang mungkin belum anda ketahui secara mendalam seperti Berikut dibawah ini :
- Modal sebagai penentu sebuah keputusan.
- Waktu yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan untuk melakukan Investasi.
Karena investasi ialah hubungan antara sebuah keputusan pada pilihan
keuangan atas modal/dana dengan waktu. Sedangkan untuk jenis-jenis
investasi antara lain :
- Real investment
- Financial investment
Sementara Financial Investment adalah investasi yang dilakukan pada
aspek keuangan. Seperti obligasi, saham, reksadana, dan pasar modal.
Setelah anda mengetahui mengenai dasar-dasar ber-Investasi, anda mungkin
telah memutuskan untuk melakukan investasi dan itu semua dilakukan
untuk memperbesar nilai harta anda. Dari jumlah harta yang anda miliki,
anda mungkin memiliki sejumlah uang menganggur yang bisa anda
investasikan. Dari anggaran keuangan, anda mungkin juga memiliki sekitar
Rp 300 ribu per-bulan yang bisa saja diinvestasikan. Masalahnya, anda
mungkin tahu bagaimana cara menghitung keuntungan dalam melakukan
investasi. Banyak orang yang melakukan investasi, namun tidak mengetahui
bagaimana cara menghitung keuntungan yang sudah ia dapatkan dari hasil
investasinya.
Untuk mengetahuinya, anda perlu belajar mengenai konsep bunga (interest). Konsep bunga, sering disebut juga dengan konsep hasil investasi (return). Keduanya memiliki prinsip yang sama. Untuk itu, mari kita ambil contoh, misalkan saja pada saat ini anda memiliki dana sejumlah Rp 1 juta. Kemudian anda pergi ke bank untuk menemui customer servicenya, dan mengutarakan maksud anda. Dia mengatakan bahwa bank akan memberlakukan suku bunga sebesar 12 persen per-tahun bila anda membuka deposito disitu. Sekarang, kita akan menghitung, berapa bunga yang akan anda dapatkan pada akhir tahun, dan berapa saldo investasi anda bila anda membiarkan saja investasi berputar selama sepuluh tahun.
Untuk itu, ada beberapa pilihan sistem bunga :
Untuk mengetahuinya, anda perlu belajar mengenai konsep bunga (interest). Konsep bunga, sering disebut juga dengan konsep hasil investasi (return). Keduanya memiliki prinsip yang sama. Untuk itu, mari kita ambil contoh, misalkan saja pada saat ini anda memiliki dana sejumlah Rp 1 juta. Kemudian anda pergi ke bank untuk menemui customer servicenya, dan mengutarakan maksud anda. Dia mengatakan bahwa bank akan memberlakukan suku bunga sebesar 12 persen per-tahun bila anda membuka deposito disitu. Sekarang, kita akan menghitung, berapa bunga yang akan anda dapatkan pada akhir tahun, dan berapa saldo investasi anda bila anda membiarkan saja investasi berputar selama sepuluh tahun.
Untuk itu, ada beberapa pilihan sistem bunga :
- Bunga sederhana (simple interest).
- Bung berbunga (Compound interest).
- Bunga berbunga harian (daily compound interest).
Bunga berbunga bisa dibagi lagi menjadi sebagai berikut :
- Bunga berbunga tahunan (yearly compound interest).
- Bunga berbunga bulanan (monthly compound interest)
Saya akan memberikan penjelasan mengenai bagaimana cara menghitung
untuk masing-masing sistem bunga tersebut. Suka atau tidak suka, saya
rasa akan sangat penting apabila anda mengetahuinya.
Bunga Sederhana
Apabila Bank tersebut menggunakan sistem bunga sederhana, maka pada akhir tahun pertama, anda akan mendapatkan bunga sebesar : Rp. 1 juta x 12% = Rp. 120.000,- Akhir tahun kedua, anda akan mendapatkan bunga sebesar : Rp. 1 juta x 12% = Rp. 120.000,- Akhir tahun ketiga, anda akan mendapatkan bunga sebesar : Rp. 1 juta x 12% = Rp. 120.000,- Dan begitu seterusnya, hingga setelah sepuluh tahun, Maka anda akan mendapatkan total dari keseluruhan bunga ialah sebesar : Rp 120.000 x 10 = Rp 1.200.000. Dengan demikian saldo investasi anda akan menjadi: Rp 1.000.000 (dana awal) + Rp 1.200.000 (jumlah total bunga) = Rp 2.200.000.
Sederhana, bukan ? Karena itu pula, sistem penghitungan bunga ini disebut dengan sistem Bunga Sederhana. Bunga Berbunga Konsep bunga berbunga ialah suatu konsep dimana bunga yang anda dapatkan akan ditambahkan kedalam uang pokok anda, sehingga bunga yang dihasilkan pada tahun berikutnya akan lebih besar lagi. Lebih persisnya seperti bola salju yang terus menggelinding dari atas bukit salju. Makin kebawah maka akan semakin besar.
Sekarang kita kembali menggunakan contoh uang Rp 1 juta tadi. Apabila anda membuka deposito senilai Rp 1 juta dengan bunga 12 persen per-tahun, maka saldo investasi anda pada setiap akhir tahun adalah sebagai berikut : Pada akhir tahun pertama, saldo anda adalah: Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000 x 12%) = Rp 1.000.000 + Rp 120.000 = Rp 1.120.000 Pada akhir tahun kedua, saldo anda menjadi: Rp 1.120.000 + (Rp 1.120.000 x 12%) = Rp 1.120.000 + Rp 134.400 = Rp 1.254.400. Pada akhir tahun ketiga, saldo anda menjadi: Rp 1.254.400 + (Rp 1.254.400 x 12%) = Rp 1.254.400 + Rp 150.528 = Rp 1.404.928. Begitu seterusnya dalam setiap tahun, sehingga pada akhir tahun ke-10 saldo investasi anda akan menjadi sebesar Rp 3.105.848. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan anda memakai metode bunga sederhana tadi (yang hanya Rp 2.200.000).
Bunga Berbunga Bulanan
Apa yang anda lihat diatas tadi adalah konsep bunga berbunga, yang bunganya dibayarkan setiap tahun (yearly compound interest). Namun demikian, ada juga bunga berbunga yang bunganya dibayarkan setiap bulan (monthly compound interest). Sebagai contoh, kita akan menggunakan angka yang sama dengan contoh diatas, dimana anda memasukkan uang Rp 1 juta. Hanya bedanya, anda tidak membukanya dalam bentuk rekening deposito, melainkan tabungan. Untuk mudahnya, anggap saja tabungan ini juga memberi bunga 12 persen per tahun, yang mana dibayarkan secara bulanan. Ini berarti, pada setiap akhir bulan, bunga yang anda dapatkan bukan 12 persen, melainkan 12 persen dibagi 12, atau 1 persen. Ini karena ada 12 bulan dalam setahun.
Dengan demikian, perhitungan saldo investasi anda pada akhir bulan pertama adalah : Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000 x 1 persen) = Rp 1.000.000 + Rp 10.000 = Rp 1.010.000. Pada akhir bulan kedua, saldo anda menjadi : Rp 1.010.000 + (Rp 1.010.000 x 1 persen) = Rp 1.010.000 + Rp 10.100 = Rp 1.020.100 Begitu seterusnya tiap bulan hingga pada akhir bulan ke-12 saldo anda menjadi: Rp 1.115.668 + (Rp 1.115.668 x 1 persen) = Rp 1.115.668 + Rp 11.157 = Rp 1.126.825. Bila ini terus berlanjut hingga akhir tahun ke-10 (atau bulan ke-120), maka saldo investasi anda akan menjadi Rp 3.300.387. Lebih banyak dibandingkan apabila anda memakai sistem bunga berbunga tahunan.
Bunga Berbunga Harian
Bagaimana dengan sistem bunga berbunga yang dibayarkan secara harian (daily compound interest) ? Banyak bertebaran sebuah iklan dari salah satu bank swasta yang menawarkan produk tabungan, yang dimana mereka memberikan bunga secara harian seperti ini. Konsepnya hampir sama dengan bunga berbunga bulanan. Bedanya, bunganya tidak dibagi 12, melainkan 365 (sesuai jumlah hari per tahun), hingga besarnya adalah 0.03 persen per-hari. Sekarang kita akan coba menghitung, berapa jumlah yang akan anda dapatkan.
Sekali lagi, kita gunakan contoh seperti diatas. Saldo anda pada akhir hari pertama adalah : Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000 x 0,03%) = Rp 1.000.000 + Rp 329 = Rp 1.000.329. Begitu seterusnya hingga setelah setahun (atau akhir hari ke 365), maka saldo anda menjadi : Rp 1.127.104 + (Rp 1.127.104 x 0,03 persen) = Rp 1.127.104 + Rp 371 = Rp 1.127.475. Bila diteruskan sampai 10 tahun, maka pada akhir hari ke 3.650, saldo anda akan menjadi : Rp 3.319.462. Lebih banyak daripada kalau bank Anda memakai sistem bunga berbunga bulanan.
Bunga Sederhana
Apabila Bank tersebut menggunakan sistem bunga sederhana, maka pada akhir tahun pertama, anda akan mendapatkan bunga sebesar : Rp. 1 juta x 12% = Rp. 120.000,- Akhir tahun kedua, anda akan mendapatkan bunga sebesar : Rp. 1 juta x 12% = Rp. 120.000,- Akhir tahun ketiga, anda akan mendapatkan bunga sebesar : Rp. 1 juta x 12% = Rp. 120.000,- Dan begitu seterusnya, hingga setelah sepuluh tahun, Maka anda akan mendapatkan total dari keseluruhan bunga ialah sebesar : Rp 120.000 x 10 = Rp 1.200.000. Dengan demikian saldo investasi anda akan menjadi: Rp 1.000.000 (dana awal) + Rp 1.200.000 (jumlah total bunga) = Rp 2.200.000.
Sederhana, bukan ? Karena itu pula, sistem penghitungan bunga ini disebut dengan sistem Bunga Sederhana. Bunga Berbunga Konsep bunga berbunga ialah suatu konsep dimana bunga yang anda dapatkan akan ditambahkan kedalam uang pokok anda, sehingga bunga yang dihasilkan pada tahun berikutnya akan lebih besar lagi. Lebih persisnya seperti bola salju yang terus menggelinding dari atas bukit salju. Makin kebawah maka akan semakin besar.
Sekarang kita kembali menggunakan contoh uang Rp 1 juta tadi. Apabila anda membuka deposito senilai Rp 1 juta dengan bunga 12 persen per-tahun, maka saldo investasi anda pada setiap akhir tahun adalah sebagai berikut : Pada akhir tahun pertama, saldo anda adalah: Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000 x 12%) = Rp 1.000.000 + Rp 120.000 = Rp 1.120.000 Pada akhir tahun kedua, saldo anda menjadi: Rp 1.120.000 + (Rp 1.120.000 x 12%) = Rp 1.120.000 + Rp 134.400 = Rp 1.254.400. Pada akhir tahun ketiga, saldo anda menjadi: Rp 1.254.400 + (Rp 1.254.400 x 12%) = Rp 1.254.400 + Rp 150.528 = Rp 1.404.928. Begitu seterusnya dalam setiap tahun, sehingga pada akhir tahun ke-10 saldo investasi anda akan menjadi sebesar Rp 3.105.848. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan anda memakai metode bunga sederhana tadi (yang hanya Rp 2.200.000).
Bunga Berbunga Bulanan
Apa yang anda lihat diatas tadi adalah konsep bunga berbunga, yang bunganya dibayarkan setiap tahun (yearly compound interest). Namun demikian, ada juga bunga berbunga yang bunganya dibayarkan setiap bulan (monthly compound interest). Sebagai contoh, kita akan menggunakan angka yang sama dengan contoh diatas, dimana anda memasukkan uang Rp 1 juta. Hanya bedanya, anda tidak membukanya dalam bentuk rekening deposito, melainkan tabungan. Untuk mudahnya, anggap saja tabungan ini juga memberi bunga 12 persen per tahun, yang mana dibayarkan secara bulanan. Ini berarti, pada setiap akhir bulan, bunga yang anda dapatkan bukan 12 persen, melainkan 12 persen dibagi 12, atau 1 persen. Ini karena ada 12 bulan dalam setahun.
Dengan demikian, perhitungan saldo investasi anda pada akhir bulan pertama adalah : Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000 x 1 persen) = Rp 1.000.000 + Rp 10.000 = Rp 1.010.000. Pada akhir bulan kedua, saldo anda menjadi : Rp 1.010.000 + (Rp 1.010.000 x 1 persen) = Rp 1.010.000 + Rp 10.100 = Rp 1.020.100 Begitu seterusnya tiap bulan hingga pada akhir bulan ke-12 saldo anda menjadi: Rp 1.115.668 + (Rp 1.115.668 x 1 persen) = Rp 1.115.668 + Rp 11.157 = Rp 1.126.825. Bila ini terus berlanjut hingga akhir tahun ke-10 (atau bulan ke-120), maka saldo investasi anda akan menjadi Rp 3.300.387. Lebih banyak dibandingkan apabila anda memakai sistem bunga berbunga tahunan.
Bunga Berbunga Harian
Bagaimana dengan sistem bunga berbunga yang dibayarkan secara harian (daily compound interest) ? Banyak bertebaran sebuah iklan dari salah satu bank swasta yang menawarkan produk tabungan, yang dimana mereka memberikan bunga secara harian seperti ini. Konsepnya hampir sama dengan bunga berbunga bulanan. Bedanya, bunganya tidak dibagi 12, melainkan 365 (sesuai jumlah hari per tahun), hingga besarnya adalah 0.03 persen per-hari. Sekarang kita akan coba menghitung, berapa jumlah yang akan anda dapatkan.
Sekali lagi, kita gunakan contoh seperti diatas. Saldo anda pada akhir hari pertama adalah : Rp 1.000.000 + (Rp 1.000.000 x 0,03%) = Rp 1.000.000 + Rp 329 = Rp 1.000.329. Begitu seterusnya hingga setelah setahun (atau akhir hari ke 365), maka saldo anda menjadi : Rp 1.127.104 + (Rp 1.127.104 x 0,03 persen) = Rp 1.127.104 + Rp 371 = Rp 1.127.475. Bila diteruskan sampai 10 tahun, maka pada akhir hari ke 3.650, saldo anda akan menjadi : Rp 3.319.462. Lebih banyak daripada kalau bank Anda memakai sistem bunga berbunga bulanan.
----
Pada artikel yang sebelumnya (karakteristik dana investasi), dimana
anda dapat melihat mengenai perbedaan cara penggunaan sistem bunga yang
dapat mempengaruhi saldo investasi anda pada akhir tahun, walaupun
semuanya sama-sama menjanjikan bunga sebesar 12% pada per-tahunnya.
dimana disebabkan oleh sistem yang sederhana : karena jumlah bunga yang
anda terima juga berbeda.
Perbedaanya terdapat pada bunga yang anda dapat itulah yang lalu memunculkan istilah "suku bunga efektif" (effective rate). Yakni perbandingan jumlah suku bunga yang anda dapatkan pada akhir tahun, dengan jumlah uang yang anda masukkan.
Cara menghitung bunga efektif sangatlah mudah. Bunga yang anda terima pada akhir tahun dibagi dengan nilai nominal uang anda pada awal tahun. Apabila terdapat sebuah produk investasi yang menjanjikan suku bunga dengan sebesar 12% per-tahun, maka mungkin saja suku bunga efektifnya tidak 12%. Apa yang anda terima pada akhir tahun sebenarnya mungkin lebih dari 12%.
Dengan mengetahui suku bunga efektif, maka perbedaan yang anda dapatkan jadi betul-betul terlihat. Selain itu, suku bunga efektif juga memungkinkan anda untuk mempercepat perhitungan anda. Kalau tadi kita menggunakan contoh Rp 1.000.000,- sebagai dana awal investasi anda, maka untuk selanjutnya, kita bisa saja mengubahnya menjadi Rp 5.000.000. Anda tidak perlu menghitung-hitung lagi mengenai berapa jumlah suku bunga yang akan anda dapatkan apabila menggunakan sistem bunga-berbunga harian. Anda tidak perlu menghitung bunga secara berulang-ulang sampai 365 kali. Cukup mengalikannya saja dengan 12,74%, atau kalikan Rp 5 juta tadi dengan 12,74%. Semakin Cepat Semakin Baik Pernah ada orang yang mengatakan bahwa konsep bunga-berbunga adalah suatu penemuan terbesar dalam abad ini. Perihal ini dapat diungkapkan tidak berlebihan.
Sebagai contoh kalau anda memasukkan Rp. 1.000.000 pada saat ini ke dalam deposito yang memberikan suku bunga sebesar 12% per-tahun (dengan sistem bunga berbunga tahunan), pada akhir tahun pertama saldo anda akan menjadi Rp 1.120.000. Sedangkan pada akhir tahun kesepuluh, saldo anda akan menjadi Rp. 3.105.848. Pada akhir tahun ke-20, saldo anda akan menjadi Rp 9.646.293. Lalu pada akhir tahun ke-100, saldo anda akan menjadi Rp 289.002.190.
Apa yang menyebabkan saldo investasi anda dapat menjadi sebegitu besar ? Waktu, Semakin lama uang anda selalu berputar dalam sistem bunga-berbunga, makin besar bunga yang anda dapatkan. Kalau menggunakan contoh bola salju tadi, maka semakin tinggi puncak gunung salju, maka semakin besar pula bola salju tersebut nantinya ketika sampai didasar gunung. Ini karena semakin tinggi gunung salju itu, semakin banyak pula perputaran bola salju itu sebelum ia sampai didasar gunung. Artinya, semakin panjang jangka waktu investasi yang anda gunakan, maka semakin besar pula saldo investasi anda kelak.
Kebanyakan investasi menggunakan sistem perhitungan bunga-berbunga. Sebagai contoh, apabila anda membeli rumah yang saat ini harganya sekitar Rp 100 juta, maka pada akhir tahun, katakan saja rumah itu sudah menjadi senilai Rp 120 juta (ada penambahan nilai 20%). Pada akhir tahun kedua, nilai rumah anda mungkin sudah menjadi Rp 120 juta dikali 20%. Begitu seterusnya, walaupun sampai 100 tahun sekalipun. Konsep ini sama untuk hampir semua produk investasi.
Lalu apa hubungannya ini semua dengan anda ? Bila anda menabung untuk tujuan tertentu suatu hari kelak, maka semakin dini anda mulai, maka semakin panjang pula jangka waktu investasi anda, sehingga awal ini akan makin baik untuk anda.
Perbedaan Kecil Berarti Besar
Perlu untuk anda sadari, bahwa perbedaan suku bunga (antar-bank), yang kecil sekalipun bisa berbeda jauh pengaruhnya terhadap saldo investasi anda. Sebagai contoh, misalkan saja pada saat ini anda punya Rp. 2 juta. Kemudian anda membuka deposito 12 bulan pada dua bank, Bank A dan Bank B. Masing-masing nilai deposit sebesar Rp 1 juta. Seandainya saja suku bunga pada Bank A adalah sebesar 9% per-tahun, sedangkan pada Bank B sebesar 10% per-tahun (beda 1 persen). Artinya, pada akhir tahun pertama, Bank A akan memberikan bunga Rp 100 ribu, dan Bank B hanya Rp 90 ribu. Bedanya hanya Rp 10.000,-. Kecil ? Memang.
Namun apabila anda lihat secara jangka panjang, perbedaan saldo investasi pada kedua deposito itu akan sangat besar. Makin lama waktunya, akan semakin besar perbedaan tersebut. Pada akhir tahun ke 20, misalnya, saldo anda pada Bank A sudah mencapai Rp 5.604.411 dan pada Bank B Rp 6.727.500. Berarti terdapat perbedaan sebesar Rp 1.123.089. Pada akhir tahun-50, saldo pada Bank A adalah Rp 74.357.520, sedangkan pada Bank B mencapai Rp 117.390.853. Jadi perbedaan saldo pada kedua bank tersebut ialah sebesar Rp 43.033.333. Bagaimana kalo menurut anda ? Besar sekali bukan!
Memadukan Waktu Dengan Frekuensi
Contoh yang terdapat diatas ialah suatu gambaran dimana meng-andaikan anda apabila melakukan investasi sekali saja (lump sum), dimana anda memasukkan uang sekali saja, dan mendiamkannya selama bertahun-tahun, hingga 50 atau bahkan 100 tahun.
Namun bagaimana kalau anda tidak melakukan investasi sekali saja, tapi rutin setiap tahun ? Misalnya saja setiap awal tahun anda menyetorkan Rp 1 juta. Setelah 50 tahun, jumlah yang anda setorkan menjadi Rp 50 juta. Tapi karena anda memasukkannya dalam investasi bunga-berbunga, maka saldo investasi anda setelah 50 tahun menjadi Rp 2.688.020.438. Sebenarnya sangatlah besar, jumlah total yang anda setorkan selama 50 tahun itu hanya Rp 50 juta. Coba anda bandingkan dengan investasi sekali saja (Rp 1 juta), dan hasil yang anda dapatkan setelah 50 tahun adalah Rp 289 juta.
Karena itu perpaduan antara frekuensi investasi yang rutin dengan panjangnya jangka waktu investasi yang anda miliki, maka akan menghasilkan saldo investasi yang betul-betul dahsyat besarnya. Jadi, bagaimana ? Masih mau menunda berinvestasi ?
Perbedaanya terdapat pada bunga yang anda dapat itulah yang lalu memunculkan istilah "suku bunga efektif" (effective rate). Yakni perbandingan jumlah suku bunga yang anda dapatkan pada akhir tahun, dengan jumlah uang yang anda masukkan.
Cara menghitung bunga efektif sangatlah mudah. Bunga yang anda terima pada akhir tahun dibagi dengan nilai nominal uang anda pada awal tahun. Apabila terdapat sebuah produk investasi yang menjanjikan suku bunga dengan sebesar 12% per-tahun, maka mungkin saja suku bunga efektifnya tidak 12%. Apa yang anda terima pada akhir tahun sebenarnya mungkin lebih dari 12%.
Dengan mengetahui suku bunga efektif, maka perbedaan yang anda dapatkan jadi betul-betul terlihat. Selain itu, suku bunga efektif juga memungkinkan anda untuk mempercepat perhitungan anda. Kalau tadi kita menggunakan contoh Rp 1.000.000,- sebagai dana awal investasi anda, maka untuk selanjutnya, kita bisa saja mengubahnya menjadi Rp 5.000.000. Anda tidak perlu menghitung-hitung lagi mengenai berapa jumlah suku bunga yang akan anda dapatkan apabila menggunakan sistem bunga-berbunga harian. Anda tidak perlu menghitung bunga secara berulang-ulang sampai 365 kali. Cukup mengalikannya saja dengan 12,74%, atau kalikan Rp 5 juta tadi dengan 12,74%. Semakin Cepat Semakin Baik Pernah ada orang yang mengatakan bahwa konsep bunga-berbunga adalah suatu penemuan terbesar dalam abad ini. Perihal ini dapat diungkapkan tidak berlebihan.
Sebagai contoh kalau anda memasukkan Rp. 1.000.000 pada saat ini ke dalam deposito yang memberikan suku bunga sebesar 12% per-tahun (dengan sistem bunga berbunga tahunan), pada akhir tahun pertama saldo anda akan menjadi Rp 1.120.000. Sedangkan pada akhir tahun kesepuluh, saldo anda akan menjadi Rp. 3.105.848. Pada akhir tahun ke-20, saldo anda akan menjadi Rp 9.646.293. Lalu pada akhir tahun ke-100, saldo anda akan menjadi Rp 289.002.190.
Apa yang menyebabkan saldo investasi anda dapat menjadi sebegitu besar ? Waktu, Semakin lama uang anda selalu berputar dalam sistem bunga-berbunga, makin besar bunga yang anda dapatkan. Kalau menggunakan contoh bola salju tadi, maka semakin tinggi puncak gunung salju, maka semakin besar pula bola salju tersebut nantinya ketika sampai didasar gunung. Ini karena semakin tinggi gunung salju itu, semakin banyak pula perputaran bola salju itu sebelum ia sampai didasar gunung. Artinya, semakin panjang jangka waktu investasi yang anda gunakan, maka semakin besar pula saldo investasi anda kelak.
Kebanyakan investasi menggunakan sistem perhitungan bunga-berbunga. Sebagai contoh, apabila anda membeli rumah yang saat ini harganya sekitar Rp 100 juta, maka pada akhir tahun, katakan saja rumah itu sudah menjadi senilai Rp 120 juta (ada penambahan nilai 20%). Pada akhir tahun kedua, nilai rumah anda mungkin sudah menjadi Rp 120 juta dikali 20%. Begitu seterusnya, walaupun sampai 100 tahun sekalipun. Konsep ini sama untuk hampir semua produk investasi.
Lalu apa hubungannya ini semua dengan anda ? Bila anda menabung untuk tujuan tertentu suatu hari kelak, maka semakin dini anda mulai, maka semakin panjang pula jangka waktu investasi anda, sehingga awal ini akan makin baik untuk anda.
Perbedaan Kecil Berarti Besar
Perlu untuk anda sadari, bahwa perbedaan suku bunga (antar-bank), yang kecil sekalipun bisa berbeda jauh pengaruhnya terhadap saldo investasi anda. Sebagai contoh, misalkan saja pada saat ini anda punya Rp. 2 juta. Kemudian anda membuka deposito 12 bulan pada dua bank, Bank A dan Bank B. Masing-masing nilai deposit sebesar Rp 1 juta. Seandainya saja suku bunga pada Bank A adalah sebesar 9% per-tahun, sedangkan pada Bank B sebesar 10% per-tahun (beda 1 persen). Artinya, pada akhir tahun pertama, Bank A akan memberikan bunga Rp 100 ribu, dan Bank B hanya Rp 90 ribu. Bedanya hanya Rp 10.000,-. Kecil ? Memang.
Namun apabila anda lihat secara jangka panjang, perbedaan saldo investasi pada kedua deposito itu akan sangat besar. Makin lama waktunya, akan semakin besar perbedaan tersebut. Pada akhir tahun ke 20, misalnya, saldo anda pada Bank A sudah mencapai Rp 5.604.411 dan pada Bank B Rp 6.727.500. Berarti terdapat perbedaan sebesar Rp 1.123.089. Pada akhir tahun-50, saldo pada Bank A adalah Rp 74.357.520, sedangkan pada Bank B mencapai Rp 117.390.853. Jadi perbedaan saldo pada kedua bank tersebut ialah sebesar Rp 43.033.333. Bagaimana kalo menurut anda ? Besar sekali bukan!
Memadukan Waktu Dengan Frekuensi
Contoh yang terdapat diatas ialah suatu gambaran dimana meng-andaikan anda apabila melakukan investasi sekali saja (lump sum), dimana anda memasukkan uang sekali saja, dan mendiamkannya selama bertahun-tahun, hingga 50 atau bahkan 100 tahun.
Namun bagaimana kalau anda tidak melakukan investasi sekali saja, tapi rutin setiap tahun ? Misalnya saja setiap awal tahun anda menyetorkan Rp 1 juta. Setelah 50 tahun, jumlah yang anda setorkan menjadi Rp 50 juta. Tapi karena anda memasukkannya dalam investasi bunga-berbunga, maka saldo investasi anda setelah 50 tahun menjadi Rp 2.688.020.438. Sebenarnya sangatlah besar, jumlah total yang anda setorkan selama 50 tahun itu hanya Rp 50 juta. Coba anda bandingkan dengan investasi sekali saja (Rp 1 juta), dan hasil yang anda dapatkan setelah 50 tahun adalah Rp 289 juta.
Karena itu perpaduan antara frekuensi investasi yang rutin dengan panjangnya jangka waktu investasi yang anda miliki, maka akan menghasilkan saldo investasi yang betul-betul dahsyat besarnya. Jadi, bagaimana ? Masih mau menunda berinvestasi ?
Sumber: Seputarforex.com






