Rabu, 27 April 2016

Operator Switch

0 komentar
Sekarang kita menginjak ke operator Switch. Operator ini hanya kadang-kadang saja digunakan atau diperlukan jika ada pilihan. Justru karena adalah pilihan yang diperlukan, EA harus membutuhkan Switch. Biasanya jika Anda menggunakannya dengan If-else, hanya akan memiliki program yang besar dan tidak sesuai porsinya. Nah, pilihannya jatuh pada Switch.



Misalnya bila Anda sedang disuruh memilih buah-buahan yang memiliki vitamin A, maka Anda akan memilihnya. Tapi jika semua buah mengandung vitamin A, mana yang Anda pilih? Ada Pepaya, melon, mangga, rambutan. Padahal jika Anda pilih salah satu, semuanya mengandung vitamin A. Jadi tidak masalah ingin memilih yang mana sesuai pilihan Anda.

Apa itu Switch OperatorSwitch Operator adalah membandingkan nilai ekspresi dengan konstanta di semua varian kasus dan memberikan kontrol ke operator yang sesuai dengan nilai ekspresi. Jadi Anda diminta memilih. Ada A, B, C, D, E atau 1, 2, 3, 4, 5. Nah, pilihan itu dipilih baru fungsi akan bergerak sesuai instruksi Sang Pemrogram.

Ciri-ciri yang paling bisa diketahui dari operator Switch adalah adanya Switch case. Di mana operator (case) dijadikan alat untuk memilih, sedangkan (switch) dipakai untuk memberikan tempat atau lahan untuk memilih. Sedangkan proses selesainya memanfaatkan operator Break. Berikut adalah rumusan operator Switch:

switch(expression)
 {
  case constant: operators
  case constant: operators
    ...
  default: operators
 }

Yang perlu diperhatikan adalah: setiap varian kasus dapat ditandai dengan sebuah konstanta integer atau literal atau dengan ekspresi konstan. Ekspresi konstanta tidak dapat berisi variabel atau pemanggilan fungsi. Ekspresi operator Switch harus berupa tipe integer.

Sebagai contoh dari operator Switch adalah:

switch(x)
 {
  case 'A':
     Print("CASE A");
     break;
  case 'B':
  case 'C':
     Print("CASE B or C");
     break;
  default:
     Print("NOT A, B or C");
     break;
 }

Artinya: Anda disuruh memilih jika pilih A, maka program akan menampilkan "CASE A". Jika memilih B atau C maka akan menampilkan "CASE B or C", jika memilih selain A, B, atau C maka program akan menampilkan "NOT A, B, or C". Begitulah kira-kira cara memanfaatkan Operator Switch .



Sumber: Seputarforex.com

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan