Kamis, 28 April 2016

Perbedaan Metatrader Antar Broker

0 komentar
Bagi teman-teman yang merasa pernah menggunakan metatrader di banyak broker, mungkin akan pernah mengalami metatrader di broker X nyala tapi dibroker Y malah mati. Lha kenapa itu? Ada yang tahu penyebabnya? Yuk kita bahas di bawah ini :



Penyebab dari matinya suatu metatrader tertentu di salah satu broker membuat kita bertanya-tanya kenapa metatrader yang satu hidup dan yang satu mati? Nah untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa kemungkinan yang harus difahami oleh trader.

OverloadAdanya transaksi yang menyebabkan metatrader semakin tidak berkutik atau bahkan mati. Transaksi ini ini disebut sebagai transaksi overload. Dimana Anda bisa melakukan sekali open langsung 100 transaksi sekaligus dalam waktu bersamaan. Server broker akan langsung menanggapi sebagai hal yang berlebihan. Akibatnya ketidakseimbangan data yang masuk dengan data yang keluar menjadi tak terkontrol. Server akan mati karena banyaknya akses masuk ke server.

PluginTeam metatrader sendiri telah membuat suatu plugin dimana plugin ini digunakan untuk mengontrol metatrader klient maupun server. Dengan adanya plug in ini membuat arus transaksi bisa dikendalikan, trader yang akan menggunakan transaksi ratusan kali dalam satu waktu akan dibatalkan. Atau bila terjadi news besar dan mengkhawatirkan metatrader mengalami crass karena banyak transaksi, sebaiknya metatrader dimatikan oleh pihak broker.

Plug in biasanya tertanam di dalam server. Dan bisa beroperasi terhadap kinerja transaksi yang masuk ke server. Dengan hasil audit dan olah data, plug in bisa dimanfaatkan pula untuk kebutuhan trading trader. Misalnya trader yang membuka lebih dengan lot yang besar, dengan cara yang tidak lazim, karena server sudah dipasang plug in, bisa jadi metatrader mati. Hal ini hanya semata-mata untuk mengantisipasi dari gangguan jaringan sistem metatrader terhadap clientnya.

Untuk mengidentifikasi dari masalah matinya metatrader, bisa bisa ambil contoh dan uji coba berdasarkan 4 metatrader dengan broker yang berbeda. Dengan cara ini, bisa diketahui mana broker yang sering mati dan mana metatrader yang selalu on. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui secara pasti broker mana yang paling aman untuk digunakan dalam trading.

ServerMasalah server juga ikut berperan dalam menindaklanjuti keadaan suatu broker. Server yang sering mati dan sering on adalah pilihan trader. Untuk itu, usahakan untuk menggunakan server yang jarang digunakan, karena server yang banyak dipakai akan menghambat proses transaksi dari metatrader.

KesimpulanMembedakan metatrader antar broker akan selalu menjadi solusi terbaik dalam menentukan broker mana yang bisa diandalkan dan broker mana yang tidak bisa diandalkan. Cara ini cukup efektif dalam menentukan keadaan metatrader yang kita gunakan. Semakin terlihat metatrader hidup terus, semakin bagus kualitasnya dalam menangani transaksi market.



Sumber: Seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan