Kamis, 14 April 2016

Pilih Menjadi Trader Atau Investor

0 komentar

Kalau dipikir-pikir lebih enak mana sih menjadi seorang trader atau menjadi investor? Banyak orang yang mengeluarkan pendapatnya tentang dua pernyataan ini. Namun di artikel ini kita akan mengulasnya serta memberi informasi pentingnya menjadi trader dan juga menjadi investor.




Investor biasanya bermain secara pasif. Ia mencari return di masa depan, low stress, bermain long term, tidak terpengaruh keadaan short term. Analisa yang digunakan terdiri dari fundamental, analisa bisnis dan laporan keuangan, namun sedikit teknikal. Kebanyakan para investor membeli saham untuk disimpan dalam waktu yang sangat panjang contohnya Warren Buffet. Jika mereka menyimpan dalam jangka panjang, pada waktu saham turun mereka malah menambah posisinya dan bukan menjualnya.

Salah satu rumus sukses dari berinvestasi dalam jangka panjang, khususnya di reksadana, adalah menggunakan metode dolar cost averaging (di Indonesia mungkin tepatnya Rupiah cost averaging). Yang artinya, tidak peduli pasar atau bursa naik atau turun, kita akan invest secara rutin setiap bulan. Sehingga dalam jangka panjang, yang kita dapatkan adalah nilai rata-rata dari investasi kita. Investor melihat pertumbuhan majemuk dari portfolionya dalam jangka panjang.

Coba Anda menginvestasikan uang sebanyak Rp20 juta dan memperoleh return 20% per tahun. Maka dalam 20 tahun uang Anda akan menjadi Rp766 juta. Nah kalau yg diinvestasikan Rp50 juta maka akan menjadi hampir Rp2 milyar. Contoh sederhananya, jika seseorang berjiwa investor memiliki orang tua yang kaya raya, ia tinggal minta Rp50 juta pada orang tuanya lalu ia menunggu 20 tahun sambil sekolah. Setelah 20 tahun, ia bisa langsung jadi milyader tanpa harus kerja keras.

Bagaimana dengan trader? Seorang trader biasanya akan bermain aktif mencari return cepat di masa sekarang. Ia cenderung lebih stress, trading short term, dan sangat terpengaruh terhadap harga. Analisa yang sering dipakai adalah teknikal full dan sedikit fundamental. Pemakaiannya dibarengi dengan stop loss ketat.

Trader tidak menyimpan saham atau valas melainkan "memainkan" dalam jangka pendek malah bisa dalam jangka yang sangat pendek seperti beli pagi jual sore (intraday trader). Jika harga melawan dari apa yg diinginkannya maka trader harus melakukan "cut loss". Bagi trader melakukan cut loss adalah merupakan tindakan penyelamatan.

Rasanya lucu dimana banyak sekali yang sudah belajar tentang bagaimana merencanakan keuangan yang baik dan sudah banyak pula yang mengerti bahwa investasi adalah untuk jangka panjang. Tapi apa daya, mungkin transaksi jual beli alias trading terasa lebih keren daripada duduk diam pasrah mengikuti harga pasar yang naik turun. Mungkin karena itulah seseorang lebih memilih menjadi trader.

Jadi, apakah Anda mau jadi trader atau investor? Semua kembali ke diri Anda masing-masing. Kuncinya hanya pada pilihan: AKTIF atau PASIF.


Sumber:
http://finance.detik.com
http://sahamlagi.blogspot.com
http://groups.yahoo.com
Seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan