Kamis, 07 April 2016

Style Trading Yang Membuat Trader Tidak Nyaman

0 komentar

Ketika seorang trader belum menemukan gaya trading yang paling cocok, gaya trading mereka cenderung labil. Seorang trader yang tidak nyaman dengan gayanya atau belum menemukan sebuah style perdagangan tertentu adalah orang yang paling sering melakukan dosa terbesar dari perdagangan yaitu kehilangan modal. Ciri khas trader yang masih tidak nyaman dengan trading stylenya adalah:

Overtrading
Hal ini sering dilakukan oleh trader-trader baru. Mereka sering dikuasai oleh ketakutan dan keserakahan untuk mendapatkan hasil yang besar. Sehingga apa yang mereka lakukan sering merugikan akun sendiri. Cara ini tidak mungkin dilakukan oleh para trader pro yang senantiasa menjaga akunnya terbebas dari marabahaya.



Sekali lagi, melakukan aksi transaksi yang berlebihan atau memanfaatkan jumlah lot yang besar akan berakar kepada kematian akun. Terlepas Anda bisa melewati lonjakan grafik yang mengerikan atau mampu terhindar dari badai, jika Anda lakukan dengan jumlah besar tanpa mempertimbangkan ketahanan, dipastikan akun Anda bakal lenyap.

Kejadian-kejadian ini terjadi ketika transaksi telah mengalami floating dengan open posisi yang meleset berturut-turut. Awalnya melakukan trading dengan hasil biasa. Tapi pada saat transaksi telah mengalami floating, open posisi ditambah lagi sehingga menjadi berkali-kali. Untuk kesekian kali ternyata open posisi meleset dan menyebabkan jebolnya kekuatan dana untuk menahan harga.

Averaging
Nah, ini cara yang bisa menyebabkan hilangnya modal. Biasanya averaging akan difungsikan ketika kerugian akibat floating terjadi. Cara ini memang cukup efektif untuk jangka pendek. Namun ketika terjadi trend panjang sampai berhari-hari bahkan berbulan-bulan, maka ketahanan modal tidak akan mampu lagi mengcover pergerakan. Akibatnya rugi juga yang dihasilkan.

Menambah open posisi
Sering dikatakan di forum atau di artikel-artikel forex bahwa menambah posisi disaat rugi akan menambah beban pada akun. Semakin sering ditambah open posisinya, semakin habis ekuitas akun. Hal itu perlu disadari oleh trader jika tidak ingin kehilangan modal. Biasanya ketika perdagangan mulai bertentangan dengan transaksi sering kali terus menambah posisi dan berharap untuk kembali menghasilkan keuntungan dari perdagangan. Hal ini adalah keputusan bisnis yang jelek dan sering berakhir dengan buruk.


Sumber: dailyfx.com
Seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan