Ketika seorang trader belum menemukan gaya trading yang paling cocok,
gaya trading mereka cenderung labil. Seorang trader yang tidak nyaman
dengan gayanya atau belum menemukan sebuah style perdagangan tertentu
adalah orang yang paling sering melakukan dosa terbesar dari perdagangan
yaitu kehilangan modal. Ciri khas trader yang masih tidak nyaman dengan
trading stylenya adalah:
Overtrading
Hal ini sering dilakukan oleh trader-trader baru. Mereka sering dikuasai oleh ketakutan dan keserakahan untuk mendapatkan hasil yang besar. Sehingga apa yang mereka lakukan sering merugikan akun sendiri. Cara ini tidak mungkin dilakukan oleh para trader pro yang senantiasa menjaga akunnya terbebas dari marabahaya.

Sekali lagi, melakukan aksi transaksi yang berlebihan atau memanfaatkan jumlah lot yang besar akan berakar kepada kematian akun. Terlepas Anda bisa melewati lonjakan grafik yang mengerikan atau mampu terhindar dari badai, jika Anda lakukan dengan jumlah besar tanpa mempertimbangkan ketahanan, dipastikan akun Anda bakal lenyap.
Kejadian-kejadian ini terjadi ketika transaksi telah mengalami floating dengan open posisi yang meleset berturut-turut. Awalnya melakukan trading dengan hasil biasa. Tapi pada saat transaksi telah mengalami floating, open posisi ditambah lagi sehingga menjadi berkali-kali. Untuk kesekian kali ternyata open posisi meleset dan menyebabkan jebolnya kekuatan dana untuk menahan harga.
Averaging
Nah, ini cara yang bisa menyebabkan hilangnya modal. Biasanya averaging akan difungsikan ketika kerugian akibat floating terjadi. Cara ini memang cukup efektif untuk jangka pendek. Namun ketika terjadi trend panjang sampai berhari-hari bahkan berbulan-bulan, maka ketahanan modal tidak akan mampu lagi mengcover pergerakan. Akibatnya rugi juga yang dihasilkan.
Menambah open posisi
Sering dikatakan di forum atau di artikel-artikel forex bahwa menambah posisi disaat rugi akan menambah beban pada akun. Semakin sering ditambah open posisinya, semakin habis ekuitas akun. Hal itu perlu disadari oleh trader jika tidak ingin kehilangan modal. Biasanya ketika perdagangan mulai bertentangan dengan transaksi sering kali terus menambah posisi dan berharap untuk kembali menghasilkan keuntungan dari perdagangan. Hal ini adalah keputusan bisnis yang jelek dan sering berakhir dengan buruk.
Sumber: dailyfx.com
Overtrading
Hal ini sering dilakukan oleh trader-trader baru. Mereka sering dikuasai oleh ketakutan dan keserakahan untuk mendapatkan hasil yang besar. Sehingga apa yang mereka lakukan sering merugikan akun sendiri. Cara ini tidak mungkin dilakukan oleh para trader pro yang senantiasa menjaga akunnya terbebas dari marabahaya.
Sekali lagi, melakukan aksi transaksi yang berlebihan atau memanfaatkan jumlah lot yang besar akan berakar kepada kematian akun. Terlepas Anda bisa melewati lonjakan grafik yang mengerikan atau mampu terhindar dari badai, jika Anda lakukan dengan jumlah besar tanpa mempertimbangkan ketahanan, dipastikan akun Anda bakal lenyap.
Kejadian-kejadian ini terjadi ketika transaksi telah mengalami floating dengan open posisi yang meleset berturut-turut. Awalnya melakukan trading dengan hasil biasa. Tapi pada saat transaksi telah mengalami floating, open posisi ditambah lagi sehingga menjadi berkali-kali. Untuk kesekian kali ternyata open posisi meleset dan menyebabkan jebolnya kekuatan dana untuk menahan harga.
Averaging
Nah, ini cara yang bisa menyebabkan hilangnya modal. Biasanya averaging akan difungsikan ketika kerugian akibat floating terjadi. Cara ini memang cukup efektif untuk jangka pendek. Namun ketika terjadi trend panjang sampai berhari-hari bahkan berbulan-bulan, maka ketahanan modal tidak akan mampu lagi mengcover pergerakan. Akibatnya rugi juga yang dihasilkan.
Menambah open posisi
Sering dikatakan di forum atau di artikel-artikel forex bahwa menambah posisi disaat rugi akan menambah beban pada akun. Semakin sering ditambah open posisinya, semakin habis ekuitas akun. Hal itu perlu disadari oleh trader jika tidak ingin kehilangan modal. Biasanya ketika perdagangan mulai bertentangan dengan transaksi sering kali terus menambah posisi dan berharap untuk kembali menghasilkan keuntungan dari perdagangan. Hal ini adalah keputusan bisnis yang jelek dan sering berakhir dengan buruk.
Sumber: dailyfx.com
Seputarforex.com






