Perang tak pernah bisa dipisahkan dari peradaban manusia. Suka tidak
suka, mau tidak mau, perang seakan menjadi sisi lain dari kehidupan
manusia sejak dulu kala hingga di abad modern saat ini. Satu hal yang
pasti, setiap peperangan di segala zaman menghasilkan sebuah sejarah
dari para pelakunya. Salah satunya adalah ahli strategi perang pada
zaman China kuno yang bernama Sun-Tzu.

Dalam dunia militer, nama Sun-Tzu tidaklah asing di telinga. Sun-Tzu dilahirkan di negara bagian China (saat ini provinsi Shantung, China) sekitar 551 SM dan wafat pada 479 SM
Sun-Tzu yang lahir di saat negara bagian China saling berperang itu
dikenal sebagai seorang ahli strategi perang yang sangat lihai. Bahkan
strategi perang ala Sun-Tzu dewasa ini diterapkan oleh para veteran
trader di wall street dengan menggunakan filosofi perang ala sun-tzu
dalam menghasilkan profit, baik dalam trading forex maupun komoditi.
Seni dalam trading
Dalam suatu chapter dari tulisan “the Art of War” terdapat suatu prinsip yang disorot dan diinterpretasikan oleh kalangan trader di Wall Street untuk digunakan sebagai prinsip vital dalam forex trading, index trading ataupun komoditas, seperti gold trading dan oil trading. Berikut adalah interpretasi strategi Sun Tzu yang diterapkan menjadi suatu prinsip trading.
Dalam suatu chapter dari tulisan “the Art of War” terdapat suatu prinsip yang disorot dan diinterpretasikan oleh kalangan trader di Wall Street untuk digunakan sebagai prinsip vital dalam forex trading, index trading ataupun komoditas, seperti gold trading dan oil trading. Berikut adalah interpretasi strategi Sun Tzu yang diterapkan menjadi suatu prinsip trading.
Bila diterjemahkan ke sisi seorang trader,
Trader ialah seorang jendral, seorang komandan dari dana yang dia
tradingkan. Sebagai seorang jendral, setiap trader bertanggung jawab
dalam hal menentukan strategi trading
untuk memahami dimana market forex sekarang ini (trend lines), kekuatan
market forex sekarang ini (bull, bear atau sideways) dan kawasan medan
perang tempat saya bertempur (sesi market Asia, London atau New York).
Untuk mendukung strategi trading yang digunakan, seorang trader harus
terlebih dahulu mempersiapkan segala kebutuhan sebelum menyerang musuh
(pair forex, Gold atau Oil), waktu dan tempat medan perang berdasarkan
segala informasi (news kalender ekonomi atau isu-isu market yang
beredar) dan interprestasi dari informasi tersebut. Persiapan perang ini
termasuk didalamnya mengukur kekuatan gerakan musuh, volatilitas dan
arah dari gerakan musuh (short term atau long term trend).
Seorang trader dapat membuat suatu strategi trading (buy atau sell,
long term atau short term trading), dan margin trading dari dana yang
digunakan (money management).
Setelah semua data dan prediksi yang telah dibuat, trader menunggu
pergerakan chart dari suatu pair untuk dapat menentukan titik open
posisi yang tepat, misalnya buy/sell di saat sedang terjadi koreksi.
Ketika open posisi telah dibuat, trader akan mengamati perkembangan
open posisi trading yang telah dibuat. Trader harus selalu siap untuk
merubah arah open posisi trading atau melakukan cut loss berdasarkan
perkembangan dan pergerakan chart trading yang sedang terjadi.
Seorang trader adalah pejuang kecil. Trader tidak memiliki jumlah
dana yang besar untuk bisa melawan kekuatan market forex ataupun melawan
institusi besar seperti Bank Central. Apa yang trader bisa lakukan
adalah membaca gelagat yang “diberikan” oleh market forex itu sendiri,
mengintepretasikannya dengan cepat dan mengimplementasikannya ke dalam
posisi trading yang sedang berjalan berdasarkan disiplin money
management dan strategi trading yang dipakai.
Kesimpulan
Kebijaksanaan yang tertuang dalam literatur tulisan Sun Tzu memberikan kita segala aspek strategi trading yang mencakup sisi psikologis trading dan money management yang trader butuhkan. Seperti salah satu ungkapan Sun Tzu :
Kebijaksanaan yang tertuang dalam literatur tulisan Sun Tzu memberikan kita segala aspek strategi trading yang mencakup sisi psikologis trading dan money management yang trader butuhkan. Seperti salah satu ungkapan Sun Tzu :
“Kenali musuhmu dan kenali diri sendiri, maka anda dapat
memenangkan pertempuran tanpa berisiko kalah. Kenali bumi dan langit,
maka kemenangan tersebut akan menjadi lengkap.”
Ungkapan tersebut tidak hanya cocok sebagai prinsip strategi perang
melainkan juga dapat diaplikasikan sebagai prinsip strategi trading
kita. Dimana kesuksesan suatu pertempuran bergantung kepada sejauh mana
kita mengerti tingkah laku dan kebiasaan musuh, kekuatan psikologis
serta kekuatan sumber daya yang kita miliki. Semuanya dirangkum menjadi
satu “The Art of Trading” yang vital dan menjadi pedoman trading bagi
semua trader dalam meraih profit.
Sumber: Seputarforex.com






