Selasa, 05 April 2016

Trading Mengikuti Metode, Pasar Mengikuti Emosi

0 komentar
Konsep dasar untuk memperkirakan pergerakan pasar secara optimal adalah dengan disiplin dalam trading. Trading selalu berdasarkan metode dan kita mesti mengikuti metode tersebut, sedang pergerakan pasar adalah cerminan dari emosi para pelakunya. Trading adalah methodical sedang pasar adalah emosional. Tampaknya sederhana untuk dimengerti tetapi sering kali yang terjadi adalah sebaliknya sehingga kita terjebak pada keadaan yang emosional ketika trading, yang bisa menghancurkan account kita.
        

Sebagai contoh, trader cenderung emosional karena ia mengira pergerakan pasar mengikuti metode tertentu. Semisal ia menggunakan pendekatan dengan garis trend untuk entry. Metode ini bisa berjalan baik berkali-kali pada waktu sebelumnya, dan ketika sekarang pergerakan pasar berlawanan dengan yang diharapkan, trader tersebut cenderung emosional. Katakan ia menggunakan garis support berdasarkan uptrend yang sedang terjadi dan entry buy pada level yang dekat dengan garis tersebut. Ia tidak mengerti mengapa harga bergerak menembus garis tersebut dan tidak bouncing (bergerak memantul sehingga searah dengan trend sekarang).

Pada intinya trader tersebut memproyeksikan pendekatan methodical ke pasar dan yakin bahwa pasar juga bergerak mengikuti metode tertentu. Dalam contoh ia percaya bahwa jika garis uptrend (garis support) tersebut break (ditembus) maka itu adalah false break (salah) dan berharap harga akan bergerak balik sesuai dengan yang diharapkannya.

Trader tersebut telah melibatkan emosinya dalam trading dengan mengasumsikan pasar bergerak mengikuti suatu metode tertentu. Ketika pasar tidak bergerak sesuai dengan yang diharapkan, ia akan menerapkan cara-cara yang bisa merugikan rencana trading dan juga account-nya. Cara tersebut misalnya averaging pada posisinya yang sedang loss, mencabut stop loss sehingga tidak menggunakan stop loss, atau memperlebar jarak stop loss. Cara-cara tersebut adalah kesalahan yang umum dilakukan oleh trader yang emosional.

Ketika Anda hendak entry harus selalu ingat bahwa strategi entry Anda berdasarkan suatu metode tertentu dan tidak terlalu bergantung pada prasangka Anda terhadap pergerakan harga pasar. Jika Anda terlalu berharap, Anda akan kecewa. Trader sering salah mengerti dan mengira bahwa strategi trading yang mempunyai winning ratio (angka perbandingan profit) tinggi akan selalu profitable. Dalam kenyataannya strategi yang paling baguspun hanya menghasilkan probabilitas profit antara 40% hingga 50% setiap kali trade.

Yakinlah pada metode trading Anda yang telah teruji dan tradinglah dengan metode tersebut secara disiplin. Biarkan pasar yang emosional menentukan hasil trading Anda. Sebisa mungkin usahakan untuk tidak menggunakan leverage yang terlalu tinggi untuk menjaga equity Anda jika terjadi margin call, dan jangan terlalu berharap pada pergerakan harga pasar.

Sumber : www.dailyfx.com : Trading is Methodical - Markets are Emotional, by: Jeremy Wagner, Head Forex Trading Instructor
Seputarforex.com 

Leave a Reply


 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan