Tampilkan postingan dengan label Deposito. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Deposito. Tampilkan semua postingan
Kamis, 17 Maret 2016

Risiko Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo

0 komentar
Deposito merupakan instrumen keuangan dan sarana investasi yang cukup populer di kalangan masyarakat. Menambahkan produk deposito dalam portfolio investasi Anda relatif tidak diragukan lagi keamanan serta benefitnya, dibandingkan instrumen investasi lainnya.
Deposito menyajikan fasilitas bunga yang memikat dengan jaminan tanpa ada pengurangan nilai pokok deposito. Tingkat suku bunga deposito relatif tetap, namun adakalanya berubah atau fluktuatif. Jadi, walaupun pendapatan bunga deposito Anda berubah (berkurang atau bertambah) karena fluktuasi tingkat suku bunga deposito, namun nilai pokok uang yang Anda investasikan pada deposito tersebut tidak akan berubah.
risiko mencairkan deposito sebelum jatuh tempo - ilustrasi
Kendati deposito menjadi opsi yang menarik untuk berinvestasi, namun bukan berarti bebas dari resiko, terutama bagi pengguna atau nasabah deposito yang tidak sabar menanti masa 'panen' pasca menanam depositonya tersebut. Pencairan deposito tidak bisa dieksekusi kapanpun sekehendak kita sebagaimana menggesek kartu ATM dari rekening tabungan.

Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo

Secara umum, masa jatuh tempo atau jangka waktu pencairan dana deposito berkisar satu bulan hingga tiga tahun sejak awal kita melakukan pembukaan rekening deposito.
Namun, beberapa nasabah deposito tak jarang ingin segera 'panen' depositonya dan mencairkannya sebelum masa jatuh tempo pencairan. Rata-rata alasan mereka seperti ini:
1.Membutuhkan Dana Untuk Keperluan Mendesak
Memang pada awal membuka rekening deposito, orang tersebut yakin untuk menyimpan uangnya untuk keperluan di masa depan. Namun, karena kebutuhan hidup harian yang kadang tak pasti, pengeluaran masif yang tak terduga atau darurat bisa terjadi. Alhasil, si nasabah deposito tersebut butuh 'dana likuid' segera termasuk dengan mendesak pencairan depositonya sebelum jatuh tempo.
2.Mengintai 'Iming-iming' Suku Bunga Yang Lebih Tinggi
Pada waktu tertentu, Bank membuat kebijakan untuk merubah tingkat suku bunga pada setiap produk perbankan (termasuk deposito) yang ditawarkan nasabahnya, sesuai peraturan bank tersebut.
Sebagai ilustrasinya, jika suku bunga deposito di sebuah bank pada Mei 2014 adalah 3.25 persen untuk 12 bulan. Kemudian di tahun berikutnya, bank tersebut menetapkan kenaikan suku bunga baru menjadi 5 persen. Jika seorang nasabah depositop ingin menikmati kenaikan suku bunga tersebut, maka dia harus segera mencairkan rekening depositonya sebelum jatuh tempo bulan Mei 2015 serta segera membuka rekening deposito kembali dengan peraturan suku bunga yang baru tersebut.

Risiko

Jika Anda ingin mencairkan dana deposito sebelum memasuki masa jatuh tempo pencairan yang telah ditetapkan, maka Anda bisa jadi akan menemui beberapa risiko merugikan dan tidak dapat dihindari, yakni sebagai berikut.
1. Risiko Kerugian Penalti (denda)
Penalti ini digunakan bank sebagai langkah primer untuk 'mewanti-wanti' para nasabahnya yang tidak sabaran dalam mencairkan investasi depositonya. Penalti ini berupa biaya administrasi dengan memotong nilai pokok plus pendapatan bunga deposito Anda dengan angka (prosentase) penati yang telah ditetapkan bank tersebut. Angka penalti ini rata-rata berkisar antara 0.5% hingga 3%, bervariasi tiap bank-bank di Indonesia.
2. Risiko Penghapusan Pembayaran Bunga Deposito
Disamping penalti, pendapatan bunga deposito yang sudah ditetapkan di awal pembukaan rekening deposito terancam akan dihapus atau tidak akan dibayarkan jika nasabah terburu-buru ingin mencairkan deposito pra-jatuh tempo.
3. Risiko Pendapatan Bunga Lebih Rendah
Risiko lain yang harus ditanggung nasabah deposito yang mendesak 'panen' sebelum jatuh tempo tersebut yaitu pendapatan bunganya akan dibayar bank lebih rendah dari bunga yang telah ditetapkan di awal pembukaan rekening. Jadi, nilai pendapatan bunga yang Anda terima pasca pencairan dana deposito sebelum jangka waktu yang ditentukan akan disesuaikan dengan waktu pencairan anda dan tentunya berubah lebih sedikit dari yang disepakati sejak awal membuka deposito.
Agar lebih komprehensif, sampel kasus risiko mencairkan deposito sebelum jatuh tempo yakni sebagai berikut.
Pak Budi membuka rekening deposito pada tanggal 24 September 2009 dengan rincian:
  • Nominal: Rp 5,000,000.00
  • Jangka waktu: 1 Tahun (12 bulan)
  • Suku bunga/tahun (jangka waktu 12 bulan): 5%
  • Pencairan (penarikan) deposito: 24 Desember 2009
  • Penalti: 2%
  • Jangka waktu sejak pembukaan rekening: 3 bulan
  • Suku bunga/tahun (untuk jangka waktu 3 bulan): 4.25%
Risiko kerugian Pak Budi jika menarik dana deposito sebelum jatuh tempo antara lain
  • Penalti sebesar 2% x Rp 5,000,000 = Rp100,000
  • Jika bunga tidak dibayarkan, total uang yang ditarik Pak Budi yaitu Rp 5,000,000 – Rp 100,000 = Rp4,900,000
  • Jika bunga dibayarkan dengan suku bunga 3 bulan, maka
  • Jumlah Bunga (Rp 5,000,000 x 4.25% x 90 hari)/365 hari = Rp 52,397.00
Total uang deposito yang Pak Budi tarik:
Rp 5,000,000 – Rp 100,000 + Rp 52,397 = Rp 4,952,397.00 (rugi Rp 47,603 sejak awal investasi deposito)
Dan jika bunga tidak dibayarkan, Pak Budi hanya menerima Rp 4,900,000.00 (rugi Rp 100,000.00)
Itulah risiko kerugian Pak Budi jika melakukan pencairan deposito pra-jatuh tempo.
Lain halnya, apabila Pak Budi melakukan penarikan tepat pada saat jatuh tempo, yaitu tanggal 24 September 2010, Pak Budi akan memperoleh: Bunga Rp 5,000,000 x 5% = Rp 250,000.00
Total uang yang Pak Budi tarik: Rp 5,000,000 + Rp 250,000 = Rp 5,250,000.00
Yak, begitulah sampel kasusnya. Dengan mengetahui ini, Anda dapat memperhitungkan segala risiko yang bakal dihadapi ketika mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.
Dengan mengantisipasi berbagai risiko yang ada, tentunya Anda mampu memanajemen risiko dalam berinvestasi di deposito. Salah satunya dengan memahami karakteristik deposito sebagai instrumen investasi jangka panjang dan likuiditasnya yang terpatok oleh jangka waktu tertentu. Maka Anda perlu menjaga dana deposito Anda hingga menikmati momentum 'panen' yang lebih afdol, yakni pada masa jatuh temponya, sehingga terhindar dari segala risiko bila melakukan pencairan dini terhadap deposito anda sebelum jatuh temponya.

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Awas Penipu Mengancam Rekening Bank Anda Lewat Phishing

0 komentar
Sudah banyak sekali jenis penipuan layanan perbankan, mulai dari penipuan via telepon hingga via ATM. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini penipuan layanan perbankan via internet pun tersebar di Indonesia. Penipuan dimana penipu mengirim email yang "memancing" Anda untuk memberikan informasi pribadi seperti nomor kartu kredit atau password online banking ini salah satunya dikenal dengan istilah "phishing" tetapi belum begitu diketahui di Indonesia, sehingga banyak orang sempat menjadi korban.

Phishing 
Phishing merupakan istilah baru yang dilahirkan karena sifatnya homofon dengan kata bahasa Inggris "fishing" yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan "memancing". Sebagaimana kegiatan memancing yang menjebak ikan dengan umpan, pelaku phising juga menarik korban dengan "umpan".

Dalam kasus-kasus seperti itu, nasabah menerima email dengan sumber mengatasnamakan bank tertentu. Dengan dalih sedang melakukan security update, mendapat transfer dana, atau lainnya, email itu meminta nasabah untuk mengklik link tertentu atau memasukkan nomor rekening dan PIN/password. Link yang diberikan dalam email itu selanjutnya akan mengantarkan korban pada jendela pop-up atau situs palsu berkedok website bank, dan dia akan diminta untuk memasukkan sejumlah identitas penting di situs tersebut. Setelah itu, tak tanggung-tanggung, seluruh isi rekening bisa "dihabisi" oleh pelaku.

Penipuan tersebut mengandung indikasi phishing, dimana:
  • Penipu mengirim email yang seolah-olah dikirim oleh situs resmi yang untuk mengaksesnya membutuhkan data pribadi atau data akun, dalam hal ini situs bank.
  • Email tersebut meminta data pribadi atau data akun Anda dengan dalih tertentu.
  • Email tersebut bisa juga mengarahkan Anda ke jendela pop-up (pop-up window) atau situs tertentu yang mirip dengan situs bank asli, tetapi sebenarnya aspal dan digunakan untuk mencuri informasi pribadi Anda.
Penipuan bermodus phishing seperti ini cukup ampuh menjaring korban. Sejumlah sumber menyebutkan, secara global, setidaknya 5% penerima email phishing akan merespon email maut tersebut.

Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana cara kita untuk melindungi diri dari pancingan penipu bermodus phishing? Berikut beberapa langkah yang bisa Anda tempuh.

1. Jangan merespon email yang meminta informasi pribadi terkait kondisi finansial Anda.

Perusahaan finansial ataupun bank yang bagus tidak akan meminta informasi akun ataupun password Anda via email. Oleh karena itu, jika ada email masuk secara khusus meminta detail semacam itu, berarti itu bisa jadi email phishing. Hindari link maupun nomor kontak yang tertulis didalamnya, juga jangan unduh attachment yang mungkin terlampir di email tersebut. Kontak bank lewat nomor telepon atau link website yang telah Anda simpan sebelumnya untuk memastikan legitimasi informasi yang terkandung dalam email tersebut. Apalagi bila dari email itu kemudian muncul jendela pop-up dimana Anda diminta mengisikan password, maka itu bisa hampir dipastikan phishing.

2. Pastikan situs yang Anda kunjungi aman.

Kunjungi situs bank hanya dengan mengetikkan alamat website bank tersebut di kolom url browser; jangan dengan mengklik link tertentu yang ada di dalam email. Email phishing seringkali mengundang korban untuk mengunjungi situs abal-abal dengan alamat dan rupa mirip dengan situs asli. Perbedaan alamat situs pun seringkali luput karena kecil sekali, misalnya banksya.com atau banksaya.co.my padahal aslinya banksaya.co.id. Apabila Anda kurang teliti, Anda bisa terjebak phishing. Disamping itu, pastikan bahwa situs yang Anda kunjungi berada di server aman, diawali oleh "https://" bukan hanya "http://".

https - ilustrasi 

3. Amankan komputer Anda dari serangan phishing

Sejumlah email phising atau email penipuan lainnya bisa jadi mengandung virus atau spyware yang kemudian bisa merekam aktivitas internet Anda, atau mengizinkan hacker untuk mengakses komputer Anda dari jarak jauh. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali meng-klik link yang terkandung di dalam email terindikasi phising, karena sekedar meng-klik saja bisa membuat virus/spyware terunduh secara otomatis. Juga, sangatlah penting untuk menjaga agar anti-virus dan browser Anda selalu up-to-date (ingat agar update softaware hanya dari situs resmi). Sebagai pengamanan ekstra, pasang juga firewall di komputer Anda, serta menyaring spam di email agar secara otomatis masuk ke kotak spam.

Bagi para nasabah bank, khususnya yang sering berurusan dengan internet banking, ketiga hal tersebut diatas amat penting untuk diperhatikan untuk menghindari pancingan penipu yang mengincar isi rekening Anda dengan phishing. Insting untuk mengenali penipuan juga perlu dipertajam agar jangan sampai memakan "umpan" yang dilempar pelaku. Ini karena seiring dengan kemajuan teknologi, para pelaku kejahatan pun akan makin canggih; dalam beberapa tahun kedepan langkah-langkah tersebut mungkin tidak lagi memadai untuk menghindari ancaman phishing.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Kelebihan Dan Kekurangan Deposito Online

0 komentar
Deposito online merujuk pada pembukaan simpanan deposito secara online tanpa harus mengunjungi kantor bank terkait. Layanan ini telah mulai marak sejak beberapa tahun yang lalu, namun nampaknya masih kurang populer di kalangan masyarakat. Sebabnya selain karena masih rendahnya transaksi keuangan via internet di Indonesia, juga terdapat sejumlah resiko.

Deposito Online - ilustrasi

Kelebihan Deposito Online

Sejalan dengan perkembangan e-banking di Indonesia, kian bertambah jumlah bank yang menawarkan layanan deposito online bagi nasabah. Peminatnya pun kian bertambah karena kenyamanan dan kemudahan yang ditawarkannya.

1. Cara pembukaan mudah

Pembukaan deposito online sangat mudah. Anda cukup log in ke akun e-banking Anda, lalu mengakses opsi untuk pembukaan deposito online dan mengisi kolom-kolom yang diminta. Di kolom-kolom tersebut Anda akan diminta mengisikan nominal dana yang akan didepositokan, berikut pilihan tenor (jangka waktu) dan apakah akan menerapkan perpanjangan otomatis atau tidak. Setelah itu, dana akan berpindah dari rekening koran Anda di bank ke simpanan deposito. Anda juga bisa membuka lebih dari satu deposito, sesuai minat.

Dengan demikian, syarat yang dibutuhkan hanyalah memiliki rekening di bank terkait, serta telah mengaktivasikan e-banking dan memiliki token untuk transaksi keuangan bia e-banking tersebut. Berbeda dengan pembukaan langsung di kantor cabang bank dimana Anda perlu mengantri dan mengisi banyak formulir, pembukaan deposito online semudah mentransfer dana via e-banking. Pembukaan deposito online juga tidak memerlukan meterai seperti pembukaan deposito biasanya.

Deposito Online - ilustrasi

2. Cara penutupan tanpa perlu ke kantor bank
Penutupan deposito online juga dilakukan secara online. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot menyempatkan diri datang ke kantor cabang bank di hari jatuh tempo deposito guna mencairkan dana. Apabila Anda memilih deposito tipe Non-ARO (tanpa perpanjangan), maka dana dari deposito plus bunganya akan secara otomatis dipindahkan ke rekening koran Anda di bank tersebut begitu jatuh tempo tiba. Sedangkan apabila Anda memilih deposito dengan rollover (perpanjangan otomatis), maka pembatalan deposito dilakukan via internet juga di akun e-banking yang sama.

Dilihat dari perspektif ini, deposito online jauh lebih praktis ketimbang via kantor bank biasa. Ini karena jika membuka deposito lewat kantor bank biasa maka penutupan/pembatalan deposito-nya juga harus dilakukan lewat kantor bank yang sama, sehingga membutuhkan alokasi waktu khusus untuk mengantri dan menarik dana.

Kekurangan Deposito Online

Disamping keunggulan-keunggulan diatas, deposito online juga mengandung kekurangan tersendiri. Sebelum log in ke akun e-banking dan mengalihkan dana ke produk ini, ada baiknya Anda mengenali kekurangan yang bisa jadi menimbulkan masalah di kemudian hari.

1. Bank penyedia layanan deposito online masih jarang
Sejalan dengan perkembangan infrastruktur teknologi komunikasi di Indonesia yang masih berada di taraf awal, layanan e-banking pun belum begitu maju dan merata. Oleh karena itu, layanan deposito online baru disediakan oleh sejumlah bank nasional tertentu saja, antara lain: Bank Mandiri, CIMB Niaga, dan HSBC. Sedangkan bank-bank daerah dan BPR umumnya belum merambah layanan ini. Diantara bank nasional yang menawarkan produk deposito berjangka biasa pun, cukup banyak yang belum memiliki fitur deposito online.

Deposito Online - ilustrasi

2. Kesalahpahaman
Banyak istilah bidang keuangan dan perbankan yang berakar dari bahasa Inggris, dan tidak memiliki persamaan yang ringkas dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, formulir pembukaan deposito secara manual di kantor bank maupun blanko pembukaan deposito online pun ditaburi istilah-istilah yang mungkin asing bagi kebanyakan masyarakat awam. Ketika Anda membuka deposito di kantor bank, maka Anda bisa menanyakan makna dari istilah-istilah asing tersebut kepada pegawai yang melayani Anda. Namun, ketika Anda mengisi sendiri blanko pembukaan deposito online, Anda tak punya pilihan selain harus mengetahui makna istilah-istilah asing tersebut sebelumnya. Apabila Anda membuka deposito online dengan asal centang tanpa mengetahu maknanya, maka belakangan berpotensi jadi perkara.

3. Risiko Phishing, Hacking, Dan Salah Teknis
Di era internet ini, keamanan cyber merupakan suatu hal yang sangat kritis. Sehubungan dengan itu, layanan berbasis internet seperti e-banking yang juga memfasilitasi deposito online termasuk layanan rawan phising, hacking, dan permasalahan teknis.

Phishing merupakan pencurian data pribadi yang dilakukan oleh pihak tak bertanggungjawab dengan menyamar menjadi institusi bonafid. Tindak kriminal phishing umumnya secara khusus menyasar klien online banking dan online payment sejenis. Dalam beberapa kasus terkenal, kelompok kriminal mengirimkan email dengan mengatasnamakan bank bonafid, lalu mengarahkan target ke link website palsu yang mirip dengan link bank aslinya. Setelah itu, selain data pribadi Anda bisa diketahui mereka, dana yang Anda miliki pun bisa dicuri.

Terkait dengan e-banking di Indonesia, resiko pembobolan rekening oleh hacker tidak bisa diabaikan. Kemudian masalah-masalah teknis seperti halaman gagal load, input tidak masuk, dan terblokir juga kadang masih terjadi. Pihak perbankan tentu selalu berusaha menyempurnakan layanan e-banking-nya, namun insiden-insiden seperti ini patut untuk dipertimbangkan.


Deposito online menawarkan kenyamanan dan kemudahan ekstra dibanding deposito biasa. Oleh karena itu, produk perbankan ini sangat layak dipertimbangkan bagi Anda yang tanggap teknologi dan merasa akan terbantu oleh kemudahannya. Namun demikian, apabila Anda kurang memahami seluk-beluk transaksi elektronik dan produk perbankan, maka ada baiknya bagi Anda untuk tetap membuka deposito di kantor bank seperti biasa.

Sumber: Seputarforex.com
Read more...

Perbedaan Deposito Syariah Dan Deposito Berjangka Biasa

0 komentar
Perbankan syariah di Indonesia semakin hari semakin banyak jumlahnya. Saat ini, kantor bank syariah berikut ATM-nya dapat dijumpai dimana-mana. Namun demikian, pengetahuan masyarakat mengenai produk-produk keuangan yang disediakan bank syariah masih sangat terbatas. Salah satu yang sering menjadi bahan pertanyaan adalah, apa bedanya antara deposito berjangka di bank syariah dengan produk serupa di bank umum yang tidak berembel-embel syariah?

Perbedaan Deposito Syariah Dan Deposito Berjangka Biasa - ilustrasi

Keuntungan Muncul Bersama Risiko

Pada dasarnya, secara definisi, deposito berjangka syariah sama saja dengan deposito berjangka di bank umum. Deposito berjangka merupakan simpanan dengan jangka waktu tertentu yang hanya bisa ditarik setelah jatuh tempo, dan penyimpannya akan mendapatkan imbalan. Sebagaimana deposito berjangka, imbal hasil deposito syariah juga bisa diakumulasikan dalam sistem rollover ARO+ maupun ditarik secara berkala, otomatis masuk rekening tabungan maupun ditarik manual. Bedanya, imbalan deposito syariah berasal dari skema bagi hasil, bukan sistem bunga.

Bagi hasil didasarkan pada teori "keuntungan muncul bersama risiko", sedangkan bunga dari bank umum diberikan tanpa pertimbangan yang sama. Jika Anda menyimpan dana dalam deposito di bank umum, maka Anda akan mendapatkan imbal hasil dalam bentuk bunga yang persentasenya tetap, tidak peduli apakah bank mengalami kenaikan laba atau malah laba-nya menurun. Bank menerapkan bunga bagi nasabah penabung secara terpisah dengan bunga yang dibebankan bagi nasabah peminjam dana. Jadi, disaat terjadi kesulitan ekonomi dan laba bank jatuh, nasabah penabung tetap bisa mendapatkan bunga deposito dalam jumlah besar dan nasabah peminjam dana tetap akan ditagih bunga kredit yang tinggi

Perbedaan Deposito Syariah Dan Deposito Berjangka Biasa - ilustrasi
Tetapi jika Anda menyimpan deposito di bank syariah, maka imbal hasil akan diatur berdasarkan akad mudharabah, dimana imbalan yang Anda terima akan dihitung berdasarkan porsi tertentu dari laba bank dalam suatu periode. Bank syariah mendapat laba dari bagi hasil debitur, lalu laba tersebut dibagi lagi oleh bank kepada nasabah penabung. Bila laba debitur naik, maka laba bank naik, dan imbal hasil deposito syariah Anda pun naik; tetapi bila laba bank turun, maka imbal hasil yang Anda terima pun berkurang. Inilah yang dimaksud dengan "keuntungan muncul bersama risiko". Dalam kondisi ekonomi bagus dan para enterpreneur yang meminjam modal dari Bank Syariah mengalami peningkatan laba, maka bagian bagi hasil Bank Syariah dari pembiayaan yang disalurkan berpotensi meningkat, dan ini akan diikuti oleh meningkatnya bagi hasil yang diterima nasabah pemilik deposito syariah mudharabah. Dalam kondisi ekonomi buruk dan laba para enterpreneur turun, maka laba Bank Syariah turun dan laba deposan juga dimungkinkan turun walaupun tidak sampai negatif.

Nisbah Bagi Hasil Deposito Syariah

Porsi bagi hasil deposito syariah dikenal dengan istilah "nisbah" dan ditentukan saat akad, yaitu ketika Anda membuka deposito syariah. Anda bisa menanyakan kepada petugas bank syariah, berapa nisbah bagi hasil deposito saat itu. Nisbah ini sering disebutkan dalam bentuk persentase, tetapi perhitungannya berbeda dengan persentase bunga deposito biasa. Misalkan di bank syariah XYZ nisbah bagi hasil deposito berjangka waktu 3 bulan adalah 60%, maka itu bukan berarti nasabah akan mendapat return sebesar 60% dari depositonya. Nisbah bagi hasil 60% disini artinya, jika laba bank diumpamakan 100%, maka 60% dari laba itu menjadi hak nasabah, sedangkan 40%-nya menjadi hak bank sebagai pengelola dana.

Perhitungan untuk bagi hasil deposito mudharabah di bank syariah sebenarnya cukup kompleks karena pendapatan dan laba bank sendiri berubah-ubah, dan nasabah deposan maupun debitur jumlahnya sangat banyak. Oleh karena itu, sering digunakan perhitungan berdasar indeks nilai keuntungan bank seperti HI-1000. HI-1000 mengacu pada nilai keuntungan bank per 1000 rupiah dana terhimpun yang diinvestasikan. Umpamanya, HI-1000 di bank syariah XYZ bulan Desember 2014 adalah sebesar 10, maka itu berarti per 1000 rupiah investasi, Bank Syariah mendapat untung 10 rupiah. HI-1000 tersebut kemudian digunakan untuk menghitung bagi hasil yang akan dibagikan pada nasabah pemegang deposito.

Contoh:
Fulanah menyimpan dana sebesar 20 juta Rupiah dalam deposito syariah bertenor 1 bulan di bank XYZ pada awal bulan Desember dengan perjanjian nisbah 60%:40%. Maka perhitungan bagi hasilnya:
= (Besar Deposito Pokok:1000) x HI-1000 x nisbah
= (20,000,000:1000) x 10 x 60% = 120,000
Setelah dikurangi pajak deposito 20%, maka nominal bagi hasil yang akan diterima Fulanah bulan Desember itu adalah 96,000 Rupiah.

Indeks nilai keuntungan bank syariah tersebut bisa berubah-ubah setiap bulannya tergantung pada kondisi ekonomi dan kinerja investasi yang dibina bank syariah terkait. Oleh karena itu, Bank Syariah tidak bisa menjamin berapa besar nominal bagi hasil yang akan diterima nasabah dari deposito syariah nya di masa depan, walaupun nisbah bagi hasilnya tetap. Ini berbeda dengan perhitungan bunga deposito bank umum biasa dimana nasabah bisa mengkalkulasikan besaran bunga yang didapatnya bahkan sebelum membuka deposito.

Usaha Dijamin Halal

Perbedaan lain antara deposito syariah dan deposito berjangka biasa adalah penyalurannya akan dikhususkan bagi usaha-usaha yang secara syariat Islam dinilai halal. Bank umum biasa mungkin akan memberikan pinjaman kredit bagi perusahaan minuman keras, misalnya. Tetapi bank syariah dilarang untuk menyalurkan pembiayaan kepada perusahaan yang usahanya melanggar peraturan syariat terkait Haram, Gharar (Penipuan), Maysir (Perjudian), dan Riba. Oleh karena itu, apabila seseorang menyimpan dananya dalam deposito syariah, maka ada jaminan bahwa dananya hanya akan diinvestasikan pada usaha-usaha halal. Inilah salah satu alasan mengapa deposito syariah menjadi favorit baru di Indonesia.

Konsep "keuntungan muncul bersama risiko", bagi hasil, dan kehalalan investasi adalah tiga faktor utama yang menjadi perbedaan antara deposito syariah dan  deposito berjangka biasa. Selain ketiga faktor itu, masih ada sejumlah perbedaan-perbedaan lain, namun secara praktis, itulah yang paling utama untuk diketahui. Dengan kata lain, apabila Anda berminat untuk menyimpan dana di deposito berjangka biasa, kalkulasi imbalan bisa langsung dihitung dari besar bunga yang telah diketahui. Tetapi bila Anda berminat untuk menyimpan dana di deposito syariah, maka proyeksi imbalan bergantung pada porsi nisbah, dan jika ada, pantauan catatan historis besar nominal bagi hasil per-1000 rupiah di bulan-bulan sebelumnya.

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Keajaiban Bunga Deposito

0 komentar
Bisakah kita jadi kaya hanya dengan menabung? Semboyan "hemat pangkal kaya" yang banyak didengungkan di zaman Orde Baru dulu kini seakan terlupakan. Angka inflasi yang tinggi di Indonesia pun membuat masyarakat, khususnya yang berpendapatan pas-pasan, semakin enggan untuk menabung dan memilih untuk membelanjakan saja semua pendapatannya. Padahal, menabung dan mengakumulasikan bunga deposito merupakan cara termudah untuk menghimpun kekayaan untuk dinikmati di kemudian hari, walaupun memang membutuhkan waktu, kerja keras, dan kesabaran.

Bunga Deposito - ilustrasi

Semakin Muda Memulai, Semakin Besar Hasilnya

Prinsip bunga berbunga dalam deposito berarti kita menabungkan kembali bunga yang diperoleh, sehingga kelak bunga itu akan berbunga kembali. Prinsip ini biasa berlaku dalam deposito jenis ARO Plus dimana Anda membiarkan deposito pokok dan bunganya terus bergulir dari waktu ke waktu. Umpama Anda menyimpan 10 juta pada deposito tiga bulan dengan ARO+, maka jika setelah tiga bulan pertama tidak ditarik, maka pokok 10 juta dan bunga dari tiga bulan pertama akan secara otomatis menjadi pokok dari perpanjangan deposito ke tiga bulan berikutnya. Dengan cara ini, asal Anda mampu menahan diri untuk tidak mengusik deposito dan bunganya, maka kumulasi keduanya bisa menjadi simpanan masa depan yang manis.

Sudah banyak cerita di sekitar kita tentang orang-orang yang pekerjaannya hanya berjualan kecil-kecilan di pasar, tetapi mampu naik haji dan membeli rumah besar, hanya dengan mengumpulkan sebagian kecil dari pendapatan hariannya. Seperti itulah gambaran "hemat pangkal kaya"; dengan disiplin menabung maka jerih payah hari ini tidak hanya habis dimakan sekarang. Apabila tabungan itu depositokan dengan membiarkan bunganya berkembang disitu, maka hasilnya pun bisa berlipat ganda. Ini karena dengan sifatnya kumulatif, atau semakin besar seiring perjalanan waktu, maka semakin lama akan semakin besar pertambahannya. Dengan demikian juga, maka makin muda Anda mulai mengakumulasikan bunga deposito ini, makin besarlah perolehan Anda kelak.

Misalkan Anda telah rajin berhemat dan sudah mulai menabung 50,000 Rupiah setiap minggu sejak umur 20 tahun, lalu menyimpannya dalam deposito. Dalam satu tahun ada 52 minggu. Dengan begitu, dalam satu tahun saja tabungan Anda sudah mencapai 2,600,000. Kemudian saat berulang tahun yang ke 25, Anda menyimpan tabungan Anda sejak 5 tahun terakhir kedalam deposito. Jumlahnya saat itu (2,600,000 x 5), atau sebesar 13,000,000. Katakanlah bunga deposito sesuai dengan standar penjaminan LPS sebesar 7.75% per tahun, maka perolehan bunga setelah pajak tiap tahun adalah 806,000 rupiah.

Jumlah itu nampaknya kecil sekali. Tetapi, coba bayangkan bila 806,000 itu Anda biarkan terakumulasi dalam deposito pokok, dan setelah itu pun Anda masih terus menabung 50,000 rupiah/minggu untuk kemudian digabungkan dalam deposito utama tadi. Saat berumur 40 tahun, Anda sudah bisa memiliki rumah sendiri. Besarnya bisa jauh lebih besar lagi bila Anda telah bekerja dan setelah mendapatkan kenaikan gaji, Anda meningkatkan tabungan per minggu menjadi 100,000, atau lebih dari itu.

Bunga Deposito - ilustrasi
 

Sedikit Demi Sedikit Lama-lama Menjadi Bukit

Dalam hal ini, nafsu kita sendiri adalah musuh utama yang harus ditaklukkan. Setelah dana yang susah payah dihimpun itu terkumpul, Anda akan tergoda untuk menariknya ditengah jalan untuk hal-hal yang kadangkala tidak penting. Padahal, apalah artinya Anda susah payah menabung selama setahun, kalau itu hanya akan habis dalam sehari? Untuk mencegah nafsu menghancurkan rencana masa depan Anda, susunlah strategi yang setidaknya meliputi tiga hal berikut ini:

1. Target yang realistis
Perlu diingat bahwa deposito bukan cara tercepat untuk menjadi kaya. Ini artinya, bila Anda memasang target yang terlalu ambisius maka Anda akan kecewa. Perhitungkan secara konvensional saja, dan terapkan target yang realistis sesuai dengan kemampuan menabung Anda sendiri. Jika Anda hanya menabung 50ribu rupiah tiap minggu, tentunya Anda tak bisa berharap akan jadi milyuner dalam satu dekade.

2. Disiplin
Besar-kecilnya uang yang rutin Anda tabungkan memang penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah Anda bisa disiplin. Jika Anda sudah menetapkan akan menabung 100 ribu rupiah tiap minggu, maka tak peduli awal bulan atau akhir bulan, bagaimanapun keadaan kantong, Anda harus tetap menyisihkan 100 ribu rupiah itu untuk didepositokan. Jika Anda meragukan kemampuan diri untuk bersikap disiplin, maka ada baiknya mendaftar deposito otomatis seperti BNI Simponi, dimana rekening Anda akan di-autodebet setiap bulannya untuk dimasukkan ke dana deposito yang baru akan bisa Anda ambil setelah memasuki masa pensiun.

3. Tujuan yang jelas
Tetapkan satu tujuan yang jelas: apakah Anda ingin menabung untuk masa tua? ataukah Anda ingin menabung untuk membeli rumah kedua? ataukah Anda ingin menabung untuk menyekolahkan anak hingga S2? Tentukan satu tujuan yang penting bagi Anda, dan mantapkan hati untuk tidak menggunakan dana yang terkumpul dari deposito dan bunga deposito untuk apapun selain tujuan itu. Adanya tujuan penting ini juga akan memotivasi Anda untuk terus disiplin menyisihkan sebagian pendapatan Anda.

Bisa Dilakukan Siapa Saja

Kebiasaan hidup hemat dan rajin menabung, bila digabungkan dengan bunga deposito maka akan memungkinkan siapa saja untuk melipatgandakan harta. Keunggulan deposito adalah kemampuannya untuk meningkatkan dana sedikit demi sedikit tanpa perlu repot, dengan risiko yang sangat rendah. Sedangkan bila membuka wirausaha, berinvestasi di pasar saham atau trading forex, maka disamping Anda harus pusing berpikir setiap hari, profit yang meningkat pun akan terus terancam oleh resiko rugi yang salah-salah makin lama makin besar.

Ini bukan berarti deposito lebih baik dari alternatif lainnya; hanya saja deposito jelas merupakan salah satu alternatif paling mudah dan berisiko rendah. Bahkan para miliuner yang sukses pun pasti tetap menanamkan sebagian uangnya dalam deposito karena dengan demikian maka dananya tersimpan di tempat yang aman sekaligus bisa terus berkembang walau tidak diapa-apakan. Inilah keunggulan lain dari deposito. Baik anak SD, mahasiswa, orang bekerja, maupun pengusaha kaya, semua orang bisa memanfaatkannya dengan mudah.

Menanamkan dana di deposito bukan merupakan cara tercepat untuk menjadi kaya. Mengakumulasikan bunga deposito membutuhkan waktu yang lama, juga kesabaran dan kemantapan hati untuk terus menambahkan pokok deposito apapun yang terjadi. Apabila Anda ingin kaya dengan cepat, maka sebaiknya Anda berinvestasi di pasar modal atau belajar trading forex saja. Tetapi ketahuilah bahwa peningkatan potensi untung akan selalu diikuti oleh peningkatan potensi rugi; sehingga dalam hal ini, mengakumulasikan bunga deposito merupakan cara teraman karena adanya jaminan nama bank dan penjaminan dana deposito dari LPS sesuai undang-undang.

Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan