Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 April 2016

Trader Dan Investor, Apa Bedanya?

0 komentar
Banyak pemain di pasar forex atau saham menganggap dirinya sebagai investor. Namun dilain kesempatan ia mengaku dirinya adalah seorang trader. Istilah ‘investor’ dan ‘trader’ sering kali dianggap sama saja, atau diartikan bahwa seorang trader adalah investor juga karena telah menginvestasikan sejumlah dana, dan seorang investor adalah trader juga karena tentu akan melakukan transaksi trading.

Dalam dunia investasi, ‘trading’ dan ‘investing’ adalah 2 aktivitas yang berbeda walaupun trader dan investor sama-sama terjun di pasar. Sudut pandang, cara kerja dan strategi mereka sangat berbeda meskipun tujuan mereka persis sama yaitu memperoleh profit yang sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat mungkin. Pada artikel ini diulas pokok-pokok perbedaan antara keduanya.

                                                             


Yang termasuk investor
Dalam dunia investasi pada umumnya, yang dikategorikan investor adalah mereka yang menempatkan dananya dalam instrument investasi jangka panjang seperti real estate atau rumah, industri skala besar maupun kecil, atau berinvestasi di pasar komoditi atau pasar saham untuk ditahan dalam jangka panjang atau sangat panjang (puluhan tahun). Dasar pertimbangan investor berfokus pada produk yang akan dibeli atau jenis usaha yang akan dimasuki. Bagi seorang investor saham, ia akan memilih perusahaan yang benar-benar mempunyai performa yang sangat bagus.

Investor bisa digolongkan dalam investor institusi (institutional investor) seperti bank, lembaga keuangan selain bank, perusahaan asuransi dan lain sebagainya, dan investor retail atau investor perorangan. Yang dibahas disini lebih pada investor perorangan, yang secara tipikal tidak memiliki rencana yang jelas bila kelak hasil investasinya merugi. Mereka akan cenderung cut-loss untuk beralih ke instrument investasi lain, atau dibiarkan dengan harapan nilainya akan rebound dan akan menghasilkan profit.

Biasanya mereka menanggapi perubahan harga pasar dengan was-was. Misalnya saat harga emas sedang drop seperti saat ini, mereka yang invest besar di emas tentu sangat cemas. Namun tentu saja tidak semua investor perorangan berlaku demikian, mereka yang serius dengan rencana dan strategi investasi yang canggih dan matang akan bisa menuai sukses besar. Warren Buffett adalah contoh salah seorang investor perorangan kelas dunia yang sangat sukses.


Yang termasuk trader
Jika investor berfokus pada produk yang akan dibeli, trader berfokus pada sentimen dan kondisi pasar. Seorang trader di pasar saham kurang mempedulikan performa saham perusahaan yang akan dibeli, selama sentimen pasar terhadap perusahaan tersebut positif ia akan membeli sahamnya untuk secepatnya dijual kembali. Selain itu ia akan mempertimbangkan kondisi pasar, jika pasar saham sedang terpukul oleh suasana politik yang tidak kondusif hingga indeks harga saham turun, maka ia tidak akan masuk pasar hingga kondisinya normal kembali.

Dibandingkan dengan investor, transaksi yang dilakukan trader lebih bersifat jangka pendek dengan frekuensi yang jauh lebih besar. Dari hasil survey yang pernah dilakukan, sebagian besar trader mengandalkan pendapatannya hanya dari trading (trading for living), baik di pasar saham, indeks saham futures, forex atau komoditi. Pada umumnya trader mempunyai metode, strategi dan rencana yang jelas dan terarah karena biasanya mereka tidak menahan posisi trading terlalu lama.

Mereka menggunakan stop loss, target profit dan risk/reward ratio guna membatasi kerugian dan mengatur keuntungan serta teknik-teknik dalam money management untuk memaksimalkan profit yang mungkin tidak digunakan oleh para investor. Trader yang telah mahir akan masuk ke semua jenis pasar, baik pasar forex, saham, komoditi atau futures. George Soros, pendiri Quantum Funds adalah contoh salah seorang trader kelas dunia yang sangat sukses.


Sumber : www.investopedia.com
Seputarforex.com 
Read more...

Pilihan Dan Resiko Berinvestasi

0 komentar
Apabila anda melakukan investasi, sebenarnya terdapat dua pilihan dalam melakukan investasi, yakni secara periodik dan sekali saja. Dalam memilih model investasi terbaik, tinggal bagaimana anda menentukan mana yang sesuai dengan keadaan keuangan anda.

pilihan dan resiko investasi
Sedangkan untuk pengertian dari dua pilihan jenis Investasi, bisa anda pahami dibawah ini:


Skala Periodik

Bila berinvestasi secara periodik, berarti anda melakukan investasi secara rutin. Dimana anda bisa melakukan investasi dengan jangka waktu setahun sekali, enam bulan sekali, atau bahkan sebulan sekali. Beberapa orang ada yang berinvestasi setiap satu atau dua minggu sekali. Namun yang penting untuk digarisbawahi di sini adalah bahwa anda melakukan investasi secara rutin. Melakukan investasi secara periodik adalah cara yang paling ampuh untuk mengejar target dana yang besar disuatu hari kelak. Anda tak perlu memiliki jumlah dana yang besar pada saat ini, namun anda cukup hanya menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan anda untuk lalu diinvestasikan kedalam sebuah produk investasi. Lama kelamaan, anda akan memiliki saldo investasi yang begitu besar, karena anda juga akan mendapatkan bunga.

Dengan melakukan investasi secara periodik sama seperti seorang tukang bangunan yang sedang membuat dinding. Apa yang ia lakukan adalah mengambil sebuah batu bata, kemudian mengoleskannya dengan semen, lalu menempelkannya. Ambil lagi sebuah batu bata, memberikan semen, dan menempelkannya disebelah kiri maupun kanan batu bata yang tadi. Begitu seterusnya sampai ia bisa menyelesaikan satu lapis. Setelah itu, ia akan melanjutkannya dengan lapis kedua. Lapis kedua selesai, dilanjutkan dengan lapis ketiga, dan begitu seterusnya. Lama kelamaan, anda akan melihat sebuah dinding. Persis seperti itulah gambarannya apabila anda berinvestasi secara periodik. Hanya bedanya, dengan berinvestasi, anda juga mendapatkan bunga. Sementara tukang bangunan tadi, tidak mendapatkan 'bunga'. Yang ia lakukan hanyalah seperti menabung kedalam celengan saja secara rutin. Tetapi prinsipnya sama saja: sedikit demi sedikit, akan menjadi bukit.

Hanya Sekali Saja

Anda juga bisa berinvestasi sekali saja (lump sum). Artinya, anda cukup memasukkan uang sekali saja kedalam sebuah produk investasi. Deposito, umpamanya, anda endapkan selama, katakanlah sepuluh tahun. Setiap tahun, anda akan mendapatkan bunga yang bisa ditambahkan ke uang pokok. Kemudian didepositokan lagi sehingga bunganya makin lama makin besar. Setelah sepuluh tahun, anda akan memiliki jumlah dana yang sangat besar.

Berinvestasi secara lump sum sama persis seperti kalau anda naik gunung bersalju. Dari atas, anda mengambil sekumpulan salju dengan tangan anda, lalu membentuknya menjadi sebuah bola. Setelah itu, anda lepaskan bola salju tersebut dari atas untuk digelindingkan ke bawah. Apa yang terjadi? Dalam perjalanannya dari atas sampai kebawah, bola salju tersebut makin lama akan semakin besar.
Dan pertumbuhan bola salju itu persis seperti deret ukur : 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512, 1024, 2048, 4096, dan seterusnya. seperti itulah gambarannya apabila anda berinvestasi dengan cara lump sum.
Gunakan Hukum 72
Kapan investasi anda akan berlipat? Jikalau anda melakukan investasi sekali saja, maka ada saatnya jumlah investasi anda akan berlipat ganda. Sebagai contoh, bila anda menginvestasikan Rp 1 juta pada deposito yang mampu memberikan suku bunga sebesar 12% per-tahun (di-roll over setiap tahun), maka uang Rp 1 juta anda akan berlipat dua dalam waktu enam tahun. Cara menghitungnya ialah dengan menggunakan "Hukum 72". Bagi angka 72 dengan suku bunga (misalnya 12%) dari produk investasi anda. Sebagai contoh: (72/12) x 1 tahun = 6 tahun. Itulah jangka waktu yang dibutuhkan agar investasi anda dapat berlipat dua.

Resiko Berinvestasi Yang Paling Ditakutkan

"Beranikah saya mengambil risiko dalam berinvestasi?" Mungkin pertanyaan ini sering terlontar bila anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan anda punya uang Rp 10 juta, dan anda bingung apakah akan menaruhnya di bank atau ditempat lain. Kalau ditaruh dibank, anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran investasi ditempat lain seringkali cukup besar dan sangat menggoda, sehingga kadang-kadang menarik namun juga sekaligus beresiko untuk anda lakukan.

Yang namanya investasi pasti memiliki resikonya masing-masing. Nah, dari pengalaman saya selama ini, biasanya hanya ada tiga (3) risiko yang paling ditakuti ketika berinvestasi:

1. Turunnya Nilai Investasi

Risiko yang paling ditakuti pada umumnya adalah "Apakah uang saya akan hilang?" Kebanyakan orang mungkin menjawab "tidak" kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya resiko pasti ada dalam setiap jenis investasi. Bedanya ada pada seberapa besar uang yang hilang. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, dan ada pula yang kecil. Itu semua mungkin butuh pembahasan yang khusus.
Sekarang kalau anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia anda tanggung bila anda mengalami kerugian? Apakah 10 persen, 30 persen, 50 persen, atau mungkin hingga 100 persen? Berapapun besar kerugian yang mampu anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau enggak mengalami, ya enggak belajar, betul tidak?


2. Sulitnya Produk Investasi Untuk Dijual
Risiko kedua yang paling ditakuti adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu akan mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang investasi emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan dilemari, maka kondisi fisik dari uang kertasnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing apabila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal.

Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang koleksi. Barang-barang koleksi pada umumnya tidak selalu mudah untuk dijual kembali karena pasar para pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, tidak selalu mudah dalam menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan buat orang yang menjualnya. Maka, sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudah produk investasi anda dapat terjual. Jangan sampai anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena hal itu akan menyulitkan anda untuk memperoleh keuntungan yang diharapkan.

3. Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa
Coba anda bayangkan apabila anda berinvestasi pada deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen. Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, melainkan karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai. Beberapa dari anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya ialah bahwa hasil investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus anda alami dari tahun ketahun, maka anda akan mengalami bangkrut.
Apa yang harus anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk jenis investasi lain yang mungkin anda belum tahu, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Dengan begitu anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.

Semoga uraian pada artikel kali ini dapat membantu anda dalam memilih jenis Investasi yang akan anda lakukan dikemudian hari. Selama ber-Investasi.



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Hukum Syariah Transaksi Valas

0 komentar
Saya memberanikan diri untuk mencoba mengangkat topik kali ini yaitu tentang hukum syariah transaksi valas, karena banyak temen trader yang menanyakan tentang kejelasan masalah ini. Idealnya memang, sebelum kita terjun ke dalam suatu kegiatan, kita harus yakin terlebih dahulu tentang segala aspek hukum yang menyangkut kegiatan tersebut, termasuk hukum syari’ah, khususnya bagi temen-temen muslim.

hukum syariah
Saya akan mencoba mengetengahkan beberapa dasar hukum yang mungkin bisa menjadi pertimbangan kita untuk mengambil kesimpulan, bagaimana hukum kegiatan trading yang kita lakukan dalam pandangan syariah. Menurut prinsip mu’amalah syari’ah, jual beli mata uang yang disetarakan dengan emas (dinar) dan perak (dirham) haruslah dilakukan dengan tunai/kontan (naqdan) agar terhindar dari transaksi ribawi (riba fadhl), sebagaimana dijelaskan hadits mengenai jual beli enam macam barang yang dikategorikan berpotensi ribawi.

Rasulullah bersabda: “Emas hendaklah dibayar dengan emas, perak dengan perak, bur dengan bur, sya’ir dengan sya’ir (jenis gandum), kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, dalam hal sejenis dan sama haruslah secara kontan (yadan biyadin/naqdan). Maka apabila berbeda jenisnya, juallah sekehendak kalian dengan syarat secara kontan.” (HR. Muslim).

Jadi, pada prinsip syariahnya, perdagangan valuta asing dapat dianalogikan dan dikategorikan dengan pertukaran antara emas dan perak atau dikenal dalam terminologi fiqih dengan istilah (sharf) yang disepakati para ulama tentang keabsahannya. (Ibnul Mundzir dalam Al-Ijma’:58). Emas dan perak sebagai mata uang tidak boleh ditukarkan dengan sejenisnya misalnya Rupiah kepada Rupiah (IDR) atau US Dolar (USD) kepada Dolar kecuali sama jumlahnya (contohnya; pecahan kecil ditukarkan pecahan besar asalkan jumlah nominalnya sama). Hal itu karena dapat menimbulkan Riba Fadhl seperti yang dimaksud dalam larangan hadits di atas.

Namun bila berbeda jenisnya, seperti Rupiah kepada Dolar atau sebaliknya maka dapat ditukarkan (exchange) sesuai dengan market rate (harga pasar) dengan catatan harus efektif kontan/spot (taqabudh fi’li) atau yang dikategorikan spot (taqabudh hukmi) menurut kelaziman pasar yang berlaku sebagaimana yang dikemukakan Ibnu Qudamah (Al-Mughni, vol 4) tentang kriteria ‘tunai’ atau ‘kontan’ dalam jual beli yang dikembalikan kepada kelaziman pasar yang berlaku meskipun hal itu melewati beberapa jam penyelesaian (settelment-nya) karena proses teknis transaksi. Harga atas pertukaran itu dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli atau harga pasar (market rate).

Nabi bersabda: “Perjualbelikanlah emas dengan perak semau kalian asalkan secara kontan” dan dalam hadits Ibnu Umar Rasulullah memberikan penjelasan bahwa ketentuan kontan tersebut fleksibel selama dalam toleransi waktu yang lazim, tidak menimbulkan persoalan dan tetap dalam harga yang sama pada hari transaksi (bisi’ri yaumiha). Dalam praktiknya, untuk menghindari penyimpangan syariah, maka kegiatan transaksi dan perdagangan valuta asing (valas) harus terbebas dari unsur riba, maysir (spekulasi gambling) dan gharar (ketidak jelasan, manipulasi dan penipuan).

Oleh karena itu jual beli maupun bisnis valas harus dilakukan dalam secara kontan (spot) atau kategori kontan. Motif pertukaran itupun tidak boleh untuk spekulasi yang dapat menjurus kepada judi/gambling (maysir) melainkan untuk membiayai transaksi-transaksi yang dilakukan rumah tangga, perusahaan dan pemerintah guna memenuhi kebutuhan konsumsi, investasi, ekspor-impor atau komersial baik barang maupun jasa (transaction motive).

Di samping itu perlu dihindari jual-beli valas secara bersyarat dimana pihak penjual mensyaratkan kepada pembeli harus mau menjual kembali kepadanya pada periode tertentu dimasa mendatang, serta tidak diperkenankan menjual lagi barang yang belum diterima secara definitif (Bai’ Fudhuli) sebagaimana hal itu dilarang dalam hadits riwayat imam Bukhari.

Sekarang mari kita simak ketentuan dari Majelis Ulama Indonesia, sehubungan dengan perdagangan valuta asing. Ketentuan umum tentang seputar kegiatan transaksi jual-beli valuta asing berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor: 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Sharf pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
  • Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
  • Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
  • Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.
Adapun ketentuan mengenai hukum Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing, dijelaskan dalam fatwa tersebut sebagai berikut:

Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan pen-jualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.

Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang diguna-kan adalah harga yang diperjanjikan (muwa'adah) dan penyerahannya dilakukan di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasi-kan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maysir (spekulasi).

Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).

Ok deh, apa yang saya kemukakan di atas bukanlah suatu kesimpulan. Terus terang saya tidak berani dan bukan dalam kapasitas untuk mengatakan bahwa kegiatan forex trading itu 100% halal atau haram. Silahkan anda sendiri yang mengambil kesimpulan dari uraian di atas.




Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

Lima Investasi Anti Inflasi Selain Emas

0 komentar

Emas dikenal sebagai jenis investasi yang anti inflasi dan aman. Namun, di dunia ini tidak ada jenis investasi yang tidak berisiko, termasuk investasi emas. Harga emas saat ini secara ironis dinilai masih rendah bila dibandingkan dengan harga emas pada beberapa tahun lalu. Apalagi tingginya volatilitas harga emas juga akan membuat Anda ragu untuk terjun dalam jenis investasi ini.
Investasi Anti Inflasi Selain Emas
Lalu apakah ada alternatif investasi lain yang anti inflasi selain emas? tentu saja ada, berikut ini adalah lima investasi anti inflasi yang juga cukup populer di dunia:

1. Jam Tangan Mewah Buatan Tangan (Fine Watches)

Investasi jam tangan mewah bukan tergolong jenis investasi tradisional. Jika Anda mencari sebuah investasi yang aman dan solid, reksadana mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, jika Anda termasuk kelompok investor tradisional yang menginginkan memiliki aset yang nyata dan yang bernilai tinggi di sepanjang masa, maka investasi jam tangan mewah klasik bisa jadi cocok bagi Anda.
Namun, Anda juga perlu tahu kalau tidak semua tipe dan merek jam tangan memiliki harga jual yang akan melonjak berlipat-lipat dari harga belinya setelah lima sampai tujuh tahun. Karenanya, Anda harus tahu tipe dan merek apa saja yang bagus digunakan untuk investasi. Misalnya adalah jam tangan mewah merek Rolex, Patek Philippe, dan lain sebagainya.
Rolex merupakan salah satu pilihan bagi mereka yang ingin investasi jam tangan. Selain karena Rolex adalah merek yang populer dan disukai banyak orang di dunia, jam tangan mewah ini juga sangat mudah diperjualbelikan berkat peminatnya yang banyak. Bahkan seorang dealer vintage watch, Paul Altieri mengatakan, Rolex akan semakin tinggi nilainya setelah 20 sampai 30 tahun.
Namun, merek yang bagus bukan hanya Rolex saja. Salah satu jam tangan merek Audemars Piguet dari model The End Of Days yang dibuat untuk memperingati pemutaran film End of Days-nya Arnold Schawrzenegger dijual seharga $13,660 pada tahun 1999. Pada tahun 2010, jam tangan dari seri tersebut terjual dengan harga $85,000. Demikian pula jam tangan SkyMoon Tourbillon dari Patek Philippe yang dijual seharga $1.2 juta; tetapi saat jam buatan tahun 2003 tersebut terjual di Sotheby's Hong Kong tahun 2008 dengan harga $1.5 juta.

2. Berlian

Saat ini berlian mulai diperhitungkan sebagai jenis investasi yang menjanjikan dan menguntungkan selain emas. Berlian yang bisa dijadikan sebagai investasi adalah berlian yang memiliki satu karat ke atas dan juga dilengkapi dengan sertifikat untuk bisa diperjualbelikan.
Sedangkan pada berlian dengan karat kecil atau berlian yang memiliki karat besar namun sudah menjadi butiran kecil ketika dijual harganya akan turun hingga 30 persen. Oleh karena itu, jenis berlian yang seperti itu lebih baik dipakai untuk sebagai perhiasan.

Walaupun investasi perhiasan sendiri juga seringkali masih dikaitkan dengan investasi emas karena banyak dari perhiasan terbuat dari emas, tetapi The American Jewerly Institute mencatat bahwa selama 20 tahun terakhir, perhiasan yang mengandung berlian berkualitas tinggi lebih banyak memecahkan rekor pada mayoritas acara pelelangan.
Karenanya, berlian bisa menjadi alternatif investasi cerdas yang berpotensi mengalahkan hasil dari investasi emas.
Berlian

3. Barang Antik

Jika Anda termasuk orang yang suka mengoleksi barang antik, maka menjadikan koleksi anda sebagai alternatif investasi adalah pilihan yang tepat. Investasi barang antik ini merupakan jenis investasi jangka panjang dan nilai jual barang-barang antik ini juga lumayan tinggi tergantung seberapa langka barang tersebut.
Contoh barang antik yang bisa digunakan investasi adalah senjata antik. Harga senapan baik pada pasar primer dan sekunder sudah sangat meroket akhir-akhir ini. Mulai dari pedang, pisau, keris, sampai flintlock firearms dipandang sebagai investasi yang solid di kalangan kolektor dan investor.
Selain senjata, karya seni berupa lukisan juga merupakan investasi jangka panjang dan bisnis yang besar. Bahkan investasi dalam karya seni juga bukan hanya bisa dilakukan oleh orang yang sangat kaya raya. Karya lukisan yang tidak begitu mahal di masa kini, beberapa dekade kelak juga bisa mengungguli karya seni yang lebih mahal, apabila pelukisnya ternyata berbakat dan menjadi populer. 

4. Mobil Klasik

Mobil klasik juga bisa jadi jenis investasi yang menyenangkan. Selain itu, imbal hasil dari investasi ini bisa mengalahkan nilai emas beberapa tahun lalu. Namun, Anda harus kritis dalam membeli mobil klasik yang tepat dan merawat mobil itu agar tetap dalam kondisi yang prima.
Bahkan, penelitian Historic Automobile Group International (HAGI) membuktikan bahwa koleksi lain seperti karya seni (lukisan), anggur, apalagi emas, kalah dengan kendaran klasik karena dalam dekade terakir ini banyak orang yang telah menjadikan kendaraan lawas sebagai investasi mereka.
Hal tersebut bisa terjadi karena mobil klasik memiliki daya tarik yang kuat dan punya "kelas" sendiri bagi orang yang memilikinya. 

5. Koin Koleksi

Serupa dengan karya seni (lukisan), investasi di koin adalah investasi jangka panjang. Anda bisa investasi koin koleksi yang biasanya dibuat khusus secara terbatas dari emas atau perak untuk memperingati hari kemerdekaan suatu negara atau event-event penting tertentu. Selain itu, Anda juga bisa investasi koin koleksi yang berasal dari seri perilisan mata uang yang kini mungkin sudah tidak berlaku lagi, tergolong langka, dan banyak dicari kolektor.
Koin Koleksi
Meskipun nilai koin koleksi seringkali dikaitkan erat dengan harga emas, namun koin yang benar-benar sudah jarang ditemukan dan susah dicari membuat nilai koin koleksi sangat bernilai tinggi bukan karena mengandung emas, tetapi karena kelangkaan dan "mutu"-nya sebagai barang koleksi.
Akan tetapi, sebagaimana pada barang berharga lainnya, banyak pula koin yang diklaim "berkualitas kolektor", tetapi ternyata hanya imitasi. Untuk itu, jika Anda mulai tertarik untuk mulai investasi koin koleksi, berikut ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
  • Tanyakan informasi tentang titik lebur koin tersebut, yaitu nilai intrinsik koin jika dilebur dan dijual. Informasi untuk titik lebur untuk semua jenis koin bullion dan koin koleksi seharusnya tersedia luas serta mudah diakses. 
  • Lakukan riset untuk mengecek nilai jual koin tersebut.
  • Perjelas mengenai komisi atau biaya yang dikenakan dealer koin itu.
  • Periksa koin secara personal. Jika memungkinkan, buat keputusan untuk membeli koin tertentu berdasarkan foto atau percakapan dengan penjualnya.
  • Cari pendapat orang lain tentang grade dan nilai koin yang Anda pertimbangkan sebagai pengecekan ulang pada validitas nilai koin tersebut.


Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

IPO Paling Menjanjikan Di Tahun 2016

0 komentar
Memperdagangkan saham-saham IPO (Initial Public Offering atau Penawaran Umum Perdana) dari berbagai perusahaan tentunya akan menjadi salah satu pilihan tepat untuk menuju finansial yang lebih profitable. Kesempatan ini awalnya hanya bisa dilakukan oleh broker-broker saham, dan hanya baru dalam beberapa tahun kemudian broker-broker Forex akhirnya juga bisa menawarkan Contract for Difference atau disingkat CFD, pada saham-saham yang telah terdaftar di bursa saham.
Mengapa saham IPO? Alasannya cukup sederhana. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan teknologi tiba-tiba memutuskan untuk go public, yang tak lain demi meningkatkan nilai perusahaan mereka secara keseluruhan. Namun, untuk mengetahui penyebab penurunan harga saham dari suatu perusahaan tidaklah mudah, bisa saja turun dalam jangka menengah dsb. Mari kita lihat contoh dinamika harga saham di bawah ini.
Facebook
Grafik di atas merupakan pergerakan harga saham perusahaan Facebook (NASDAQ: FB), yaitu perusahaan yang memfasilitasi jejaring sosial, penyimpanan daftar pertemanan, foto-foto dan informasi lainnya dalam jaringan. Facebook juga menjual sebuah iklan. Penyedia layanan jejaring sosial ini telah go public sejak tanggal 18 Mei 2012 dengan harga saham perdana untuk per lembarnya sebesar $38. Meskipun sempat menjalani beberapa masa sulit akibat merosotnya harga saham yang hampir mencapai 50%, namun kini harga saham perusahaan telah menembus level $100.
Lalu, seperti apa masa depan saham perusahaan ini? Nilai saham mereka, bisa saja akan turun, atau bahkan runtuh, tetapi kemungkinan ini sangat kecil. Hanya satu yang pasti, Facebook akan tetap penyedia layanan jejaring sosial nomor satu, dan jumlah penggunanya pun akan terus bertambah, setidaknya dalam beberapa tahun ke depan. Tren serupa sebenarnya juga dimiliki oleh beberapa perusahaan teknologi lainnya, tetapi mereka memiliki beberapa eksepsi. Twitter misalnya, harga saham mereka telah turun dari $42 sampai $24 per lembarnya. Selanjutnya, mari kita tinjau, saham-saham IPO mana saja yang memiliki prospek paling menjanjikan pada tahun 2016 nanti.


IPO Yang Paling Optimistis Di Tahun 2016

No.1 – Uber
Tahun ini Uber banyak dimuat di berbagai media di dunia. Perusahaan ini berencana untuk go public, dan ini pasti akan menjadi salah satu kontrak CFD yang paling didambakan oleh setiap broker Forex. Uber sendiri adalah perusahaan taksi terbesar di dunia, yang pada faktanya tidak memiliki satu mobil pun, akan tetapi profit perusahaan telah meningkat secara signifikan, seiring pula dengan ekspansi geografisnya. Meski aplikasi Uber ini sangat populer, tetapi penyebarannya dinilai masih belum berhasil menjangkau banyak negara, oleh sebab itu ekspansi geografis lanjutan akan menjadi salah satu alasan utama yang menjamin pertumbuhan harga sahamnya. Namun di sisi lain, dalam hal pelanggaran perundang-undangan di negara-negara tertentu, Uber mungkin akan dihadapkan dengan beberapa konsekuensi hukum. Tetapi bagaimanapun juga, IPO Uber akan tetap menjadi salah satu saham yang paling menarik pada tahun 2016 nanti.
No.2 – Airbnb
Prinsip operasi perusahaan ini hampir sama dengan Uber, yang membedakan hanyalah sektor bisnisnya, Airbnb merupakan hotel terbesar yang tidak memiliki nomor kamar satu pun, tetapi menyediakan akses ke ratusan ribu kamar dan apartemen di seluruh dunia. Meskipun pendapatan Airbnb relatif lebih kecil (jika dibandingkan dengan Uber), namun perusahaan ini jauh lebih stabil, sebab tidak banyak dicampurtangani oleh pihak-pihak yang berwenang.

IPO Yang Patut Diwaspadai di Tahun 2016

Snapchat
Perusahaan ini bisa disebut sebagai “unicorn”. Perusahaan ini menerima bantuan dana dan penghargaan, namun tidak mampu menghasilkan profit sama sekali dan mereka justru berencana untuk go public pada tahun depan. Jika membandingkan Snapchat dengan Twitter, maka kita akan dapat melihat absensinya stabilitas struktur pendapatan, yang mana berpotensi menyebabkan krisis saham. Pendapatan Twitter memang tidak tinggi, namun cukup konsisten dan stabil. Hal ini berbeda dengan Snapchat, di mana situasinya sangat jauh dari kata aman. Dengan demikian, Snapchat bukan menjadi tempat yang tepat untuk berinvestasi, namun jika Anda ingin mencoba mempertaruhkan keberuntungan Anda, maka lebih baik untuk melakukannya melalui broker binary dengan aksi jual.
Kesimpulan:
Pada tahun 2016, cukup banyak saham-saham IPO yang akan diperdagangkan. Pada artikel ini, kita telah meninjau tiga IPO mayor, yang mana Uber dan Airbnb akan menjadi dua pemimpin pada segmen ekonomi. Diperkirakan saham-saham mereka akan tumbuh dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Sedangkan Snapchat, dapat dinilai sebagai perusahaan yang rentan terhadap krisis, saham IPO-nya sangat berisiko, karena masih berpeluang dihadapkan dengan faktor-faktor negatif yang tak terduga.



Sumber: Seputarforex.com 
Read more...

 
Trading valuta asing berdasarkan margin mengandung potensi keuntungan tinggi, tapi juga potensi risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk trading valuta asing, Anda harus dengan hati-hati mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil masa depan, yang bisa berbeda karena volatilitas pasar. Ada kemungkinan bahwa Anda bisa saja kehilangan sebagian atau semua investasi awal Anda sehingga sebaiknya jangan menginvestasikan uang yang tidak dapat Anda tanggung kerugiannya. Anda harus menyadari tentang semua risiko yang terkait dengan trading valuta asing, dan meminta nasihat dari penasihat keuangan independen jika Anda memiliki keraguan.
KAJIANFOREX (Pusat Informasi pembelajaran Forex terpercaya) © 2015 | Designed By Blog Minan