Perjalanan
seorang trader menjadi berhasil tidak semudah membalikkan telapak
tangan. Semua butuh proses hingga kita bisa meraih kesuksesan dalam
trading ini
Apa saja tahapan yang biasa dilalui trader hingga menjadi seorang professional?
Apa saja tahapan yang biasa dilalui trader hingga menjadi seorang professional?
Level Pertama: Level Unconscious Incompetence
Level paling awal yang dilalui oleh trader pemula.
Pada level pertama ini (Unconscious Incompetence), biasanya trader bisa profit besar, namun itu hanya beginner luck saja (karena keberuntungan semata). Sebagai seorang pemula, biasanya kita tidak akan percaya bahwa kita bisa untung hanya dengan 1 indikator saja. Para pemula di level Unconscious Incompetence biasanya sibuk mencari puluhan strategi dan indikator. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor keberuntungan. Quick loss akan datang menyusul quick profit.
Trader level pertama, meski tidak bisa trading dengan benar, tetap percaya diri karena faktor luck menghampirinya. Trader level pertama biasanya merasa spesial, dan akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading.
Trader pemula tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan euphoria seperti itu. Sang pemula tidak berdasar sistem, dikuasai oleh emosi, selalu averaging posisi jika loss karena marah pada market. Trader level unconscious incompetence selalu ambil untung kecil-kecil dan membiarkan profit berubah menjadi loss. Hal itu terjadi karena trader pemula dikuasai oleh greed atau perasaan serakah. Itu wajar dan umum.
Trader unconscios incompetence mengambil profit sedikit-sedikit karena takut dan membiarkan loss membengkak karena takut. 90% orang berhasil trading hanya sampai pada level Unconscious Incompetence ini, setelah itu biasanya kapok. 90% orang yang berhenti trading/kapok dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. 90% Trader berakhir di level Unconscious Incompetence, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level berikutnya! Lalu apa level selanjutnya? Pernah dengar istilah Holy Grail Seeker? Level berikutnya dari Unconscious Incompetence! Apa itu? tunggu saja kelanjutannya.
Level Kedua: Holy Grail Seeker Trader.
Di level Holy Grail Seeker, trader mulai sadar bahwa ia tidak bisa trading, tidak memiliki kemampuan untuk trading. Para Holy Grail Seeker sadar bahwa selama di level pertama dulu, pikirannya kabur oleh emosi dan tidak bisa berpikir jernih.
Di level kedua, trader akan mencari holy grail, yaitu sistem yang sempurna, sistem yang 100% profit dan sistem yang tidak pernah rugi.
Trader level kedua atau para Holy Grail Seeker mulai membeli sistem/robot yang ada di internet. Trader pemula level kedua mulai membaca semua website tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, para Holy Grail Seeker membaca semua ebook yang ada, mempraktekan semua sistem trading.
Trader pemula level kedua ini haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.
Pada level ini kita akan mencoba semua hal tentang indikator, bahkan mungkin akan membuat indikator sendiri. Dan kita kan bermain-main dengan MA, fibonnacci lines, pivot point, Fractals, Divergence, DMI, ADX, dan ratusan indikator lain. Para Holy Grail Seeker menganggap bahwa market terlalu rumit untuk diprediksi hanya dengan 1 indikator saja. Para Holy Grail Seeker mencoba menebak level tertinggi dan terendah harga saham.
Pada level kedua ini, trader akan bergabung dengan trader lain dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang ia anggap “bodoh” pada senior. Kita tahukan, kalau kita tidak bertanya sekarang maka selamanya tidak akan tahu.
Akhirnya di level ini kita akan mendapatkan 5 sampai 10 sistem yang lengkap dan mulai mencoba mana yang paling cocok. Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3! Siapa yang merasa berada di level kedua ini? Apakah kita merasakan hal yang sama dengan trader pemula lain? Nah setelah melewati level kedua ini, apa yang biasanya dilakukan oleh para trader yang masih bertahan itu?
Level 3: The EUREKA Moment
Pada akhir
level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di
system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya
menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada
indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money
management yang benar.
Kamu mulai
membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan
karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level
Pencerahan.
Level
pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di
dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa
yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.
Kamu mulai
menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan
karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan
system yang asli.
Kamu mulai
trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada
untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu
selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko
bisnis yang ada dalam dunia trading.
Ketika
stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun
bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya
akan meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu
system yang profit.
Kamu secara
seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang
penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money
management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun
yang terjadi.
Kamu
mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal
ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat
yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu
memang belum siap namun sekarang kamu siap.
Di level
pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan
pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.
Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.
Level 4: Conscious Competence
Level 4: Conscious Competence
Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.
Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu
system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut
loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account
kamu.
Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan
setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa
minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu
pada akhirnya mampu kamu lakukan.
Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki
system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen
yang kamu pegang.
level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.
katanya Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.
Level 5: Unconscious Competence
sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling
diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa
trading secara alami, kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing
with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di
posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2
digit ke 3 digit.
Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu
telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang
terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.
Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan
mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka,
karena kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa
kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih
trader level 1.
Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli
semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan
trading disana asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel
bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.
Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa
membuat buku sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas,
dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.
Katanya, Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.
Sumber: Seputarforex.com






